Anda di halaman 1dari 8

BAB I ISI

1.1 Lensa divergen Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang bias. Lensa Cembung (konveks)memiliki bagian tengah yang lebih tebal daripada bagian tepinya. Lensa cembung terdiri atas 3 macam bentuk yaitu lensa bikonveks (cembung rangkap), lensa plankonveks (cembung datar) dan lensa konkaf konveks (cembung cekung).Lensa cembung disebut juga lensa positif. Lensa cembung memiliki sifat dapat mengumpulkan cahaya sehingga disebut juga lensa konvergen. Apabila ada berkas cahaya sejajar sumbu utama mengenai permukaan lensa, maka berkas cahaya tersebut akan dibiaskan melalui satu titik.

Gambar 1.1 Berkas Cahaya Pada Lensa Cembung

Dari gambar di samping terlihat bahwa sinar bias mengumpul ke satu titik fokus di belakang lensa. Berbeda dengan cermin yang hanya memiliki satu titik fokus, lensa memiliki dua titik fokus. Titik fokus yang merupakan titik pertemuan sinar-sinar bias disebut fokus utama (f1 ) disebut juga fokus aktif. Karena pada lensa cembung sinar bias berkumpul di belakang lensa maka letak nya juga di belakang lensa. Sedangkan fokus pasif ( f2) simetris terhadapUntuk lensa cembung, letak ini berada di depan lensa.

Cermin

cembung

(cermin

konveks)

(-)

Pada cermin cembung, bagian mukanya berbentuk seperti kulit bola, tetapi bagian muka cermin cembung melengkung ke luar. Titik fokus cermin cembung berada di belakang cermin sehingga bersifat maya dan bernilai negatif. Cermin cembung memiliki sifat menyebarkan sinar (divergen). Jika sinar-sinar pantul pada cermin cembung kamu perpanjang pangkalnya, sinar akan berpotongan di titik fokus (titik api) di belakang cermin. Pada perhitungan, titik api cermin cembung bernilai negatif karena bersifat semu. Sinar-sinar pantul pada cermin cembung seolah-olah berasal dari titik fokus menyebar ke luar. Seperti halnya pada cermin cekung.

Pada cermin cembung pun berlaku sinarsinar istimewa: a. Sinar datang sejajar dengan sumbu utama akan dipantulkan seolaholah dari titik fokus.

Gambar 12 Titik Fokus pertama

b.

Sinar dating seolah olah menuju titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama.

Gambar 1.3 Titik Fokus Kedua

c.

Sinar datang menuju titik M (2F) akan dipantulkan seolah-olah dari titik itu juga.

Gambar 1.4 Titik Fokus Ketiga

Pembentukan

Bayangan

pada

Cermin

Cembung

Bayangan yang terbentuk pada cermin cembung selalu maya dan berada di belakang cermin. Mengapa demikian? Secara grafis, kita cukup menggunakan dua berkas sinar istimewa untuk mendapatkan bayangan pada cermin cembung. Beberapa hal yang harus diingat tentang cermin cembung adalah: Titik focus di belakang cermin, maka disebut cermin negatif Sinar pantul bersifat menyebar (divergen)

sifat bayangan : diperkecil, maya, tegak Persamaan-persamaan yang berlaku pada cermin lengkung (cekung

dan cembung): 1. Rumus pembentukan jarak fokus cermin : f = R atau R = 2 f 2. Rumus pembentukan bayangan : 1/f = 1/So + 1/Si 3. Rumus perbesaran bayangan : M = -(Si/So) = hi/ho Keterangan: So = jarak benda; Si = jarak bayangan ; f = jarak fokus ; hi = tinggi bayangan; ho = tinggi benda ; R = jari-jari kelengkungan cermin ; M = Perbesaran linier bayangan

1.1.1

Kekuatan Lensa Divergen Kekuatan lensa adalah besarnya ukuran suatu lensa membelokkan sinar yang datang padanya. Dengan demikian semakin besar kekuatan suatu lensa maka sudut bias yang dihasilkan semakin besar. Sebaliknya semakin kecil kekuatan suatu lensa maka sudut bias yang dihasilkan semakin kecil. Lensa dengan kekuatan yang besar bukan berarti akan menghasilkan bayangan dengan perbesaran yang lebih besar

dibandingkan lensa dengan kekuatan kecil. Kekuatan di sini adalah ukuran besarnya sudut bias yang dihasilkan oleh lensa.

Rumus Kekuatan Lensa Rumus kekuatan lensa (berbanding terbalik dengan jarak titik fokus) adalah :

f dalam satuan m, dan P dalam satuan dioptri. Titik fokus lensa cembung dapat ditentukan dengan suatu rumus yang disebut rumus pembuat lensa (lens maker equation) seperti tertulis di bawah ini :

Keterangan: f = n = R1 = R2 = radius radius jarak titik indeks kelengkungan kelengkungan fokus bias permukaan permukaan 1 2 lensa cembung. lensa. lensa. lensa.

Cara menentukan nilai R1 dan R2 apakah positif atau negatif dapat dilihat pada aturan lensa. Berapapun nilai R1 dan R2 titik fokus dari lensa cembung selalu positif. Sifat bayangan: Nyata, terbalik, diperbesar.

1.2

LENSA CEKUNG Pembiasan Lensa Cekung Untuk dapat melukiskan pembentukan bayangan pada lensa cekung biasanya digunakan berkas sinar-sinar istimewa sebagai berikut:

1.2.1

1. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah datangnya dari titik fokus (F)

Gambar 1.5 Sinar istimewa lensa negatif tipe (1)

2. Sinar datang menuju fokus akan dibiaskan sejajar sumbu utama

Gambar 1.6 Sinar istimewa lensa negatif tipe (2)

3. Sinar yang menuju titik pusat kelengkungan (P) diteruskan.

Gambar 1.7 Sinar istimewa lensa negatif tipe (3)

1.2.2

Melukis pembentukan bayangan pada lensa Cekung Langlah-langkah untuk melukis pembentukan bayangan pada lensa, mirip seperti pada cermin lengkung. Langkah-langkah itu adalah sebagai berikut: 1. Lukis dua buah sinar utama (umumnya digunakan sinar (1) dan sinar 3 2. Sinar selalu datang dari depan lensa dan dibiaskan ke belakang lensa. 3. Perpotongan kedua buah sinar bias yang dibentuk oleh sinar (1) dan (3) adalah letak bayangan jika perpotongan didapat dari perpanjangan sinar bias, maka bayangan yang terjadi adalah maya dan dilukis dengan garis putus-putus. Pada Gambar berikut. ditunjukkan lukisan pembentukan bayangan untuk berbagai kedudukan benda di depan lensa cekung (benda nyata). Pada lukisan ini kita menggunakan dua sinar istimewa lensa cekung (sinar (1) dan sinar (3) ). Tampak bahwa untuk benda yang diletakkan di depan lensa cekung (benda nyata) selalu dihasilkan bayangan yang memiliki sifat maya, tegak, diperkecil dan terletak di depan lensa, di antara O dan F1.

Gambar 1.8 Bayangan dari benda nyata di depan lensa cekung

Hubungan antara jarak benda (s), jarak bayangan s1 dan fokus

Keterangan: s s bertanda bertanda (+) (-) jika jika benda benda di di depan belakang lensa lensa (nyata) (maya)

s1 s1 f

bertanda bertanda

(+) (-)

jika jika (+)

bayangan bayangan

di di

belakang depan lensa

lensa lensa

(nyata) (maya) cembung

bertanda

untuk

f bertanda (-) untuk lensa cekung Perbesaran bayangan pada pemantulan ini berlaku:

Dasar dari semua kaidah dalam catatan di atas yaitu tidak lain adalah penggambaran pembentukan bayangan yang mengikuti kaidah Hukum Snellius.

1.2.3

Titik Fokus Lensa Konvergen Titik fokus lensa cekung dapat ditentukan dengan suatu rumus yang disebut rumus pembuat lensa (lens maker equation) seperti tertulis di bawah ini:

dimana :

f = jarak titik fokus lensa cekung. n = indeks bias lensa. R1= radius kelengkungan permukaan 1 lensa. R2= radius kelengkungan permukaan 2 lensa. Cara menentukan nilai R1 dan R2 apakah positif atau negatif dapat

dilihat pada aturan lensa. Berapapun nilai R1 dan R2 titik fokus dari lensa cekung selalu negatif.

DAFTAR PUSTAKA

Kane, J.W., Sternheim, M.M. (1988) Physics (3rd ed.). New York: John Wiley & Sons. Sears, F.W. (1949) Optics (3rd ed.). Reading-Massachusetts : Addison-Wesley. Young, H.D., Freedman, R.A. (1996) University Physics (ninth ed).

Massachusetts : Addison-Wesley. ccitonline.com/mekanikal/tiki-view_blog_post.php?postId=1427, 29 Desember 2011