Anda di halaman 1dari 8

Cara membuat Tempe Malang Cara Membuat Tempe Menurut Wikipedia, Tempe adalah makanan yang dibuat dari

i fermentasi biji-biji kedelai dengan menggunakan ragi tempe. Tempe sangat bermanfaat bagi tubuh kita sebagai sumber protein. Itulah mengapa Tempe sangat dianjurkan dan masuk dalam rekomendasi menu 4 sehat 5 sempurna. Ok, Baiklah Sobat Pencari Cara, Mari kita langsung saja praktek bagaimana Cara membuat Tempe tersebut. Cara Membuat Tempe: Bahan-bahanya:

Kacang kedelai 2kg Ragi tempe 1 sdm Tepung Sagu/Tapioka 1 sdm Air secukupnya

Cara membuat Tempe: Langkah-langkah pembuatab:

Pembersihan. Rebus air dalam panci sampai mendidih kemudian. Masukkan kedelai tersebut kedalam panci yang berisi air mendidih tadi dan diamkan kurang lebih sampai airnya hangat. Setelah itu buang kulit kedelai tersebut hingga bersih. Pemasakan. Seteleh selesai rebus kedelai tersebut sampai airnya mengeluarkan buih dan kedelai-nya empuk. Setelah itu buang air rebusan tadi hingga kering, Masukkan kacang kedelai ke wadah yang datar dan alasnya harus diberi kain atau handuk supaya kedelai-nya cepat kering. Peragian. Seteleh kacang kedelai-nya kering, pindahkan kewadah yang berbentuk cekung. Kemudian masukkan Ragi Tempe dan tepung sagu kedalam kedelai tadi, dan aduk sampai merata. Pengemasan. Masukkan kedelai tadi ke dalam plastik atau dibungkus dengan daun pisang dan tutup rapat. Tusuk-tusuk plastik secukupnya dari beberapa sisi, agar Tempe tetap mendapatkan udara.

Penyimpanan. Setelah selesai semuanya, Simpan Tempe ke dalam tempat/kotak yang hangat. Tutup dengan kain atau handuk dan simpan selama 3 hari. Semoga artikel cara membuat tempe ini bermanfaat buat sobat pencari cara semua.

Cara Membuat Tempe Sendiri

Jun 30, '07 9:51 PM untuk semuanya

Huffff... akhirnya trouble dengan fitur Paint-ku di kompi selesai juga... setelah diutak-atik, akhirnya bisa untuk resize pic. Berhubung nggak punya fasilitas photoshop, jadi pakainya fitur Paint. Untuk membuat tempe sendiri, ilmu aslinya saya intip dari blog-nya Sylvie Gill di http://keluargacemara.net/dapur/?p=50. Di situ lengkap beserta gambarnya, dan dimana kita bisa membeli ragi tempe. Kalo saya sih, dapet raginya gratis dari temen di sini yang baik hati bangettt, hehehehe.... Prosesnya ternyata mudah, paling cuman pegel ngelotokin kedelenya, hehehe.... Inti dari proses pembuatannya begini:

Cuci bersih 1 kg kedele, dan rendam 24 jam sampai mengembang dan kulit arinya mudah dikelupas (kalau saya bikinnya cukup 1/2 kilo saja, soalnya panci nggak cukup gede buat ngerebus). Rebus kacang kedele yang sudah dikelupas tadi selama 30 menit, tiriskan. Angin-anginkan hingga kedele dingin dan kering.

Siapkan sekitar 2 gram ragi tempe, campurkan merata pada kedele yang sudah dingin tadi. Siapkan kantong plastik, masukkan kedele tadi sesuai ketebalan yang diinginkan, sekitar 3 cm-an, lalu bungkus rapi. Tusuktusuk kantong plastik dengan garpu untuk memberi sirkulasi udara pada kedele. Taruh kedele di atas alas rak (untuk mempermudah sirkulasi dalam proses peragian) dan tempatkan dalam suhu ruang di tempat tertutup selama kurang lebih 36 jam. Baru dikeluarkan dari ruang pemeraman, dan siap dikonsumsi. Menurut pengalamanku, saat winter tempe masih bisa jadi dengan suhu ruang yang sudah hangat oleh heater. Tapi mungkin beda dengan di tempat lain.

Bikin tempe sendiri dijamin lebih enak daripada beli, hehehe.... banyak lagi dapetnya. Dulu sebelum bisa bikin sendiri, selalu beli di meijer, dan yang rasanya agak-agak ada paitnya gitu... ________________________________________________________ CATATAN TAMBAHAN: Berdasarkan hasil uji coba beberapa kali, saat membuat tempe bisa saja terjadi hal-hal sebagai berikut: 1. Tempe tidak jadi, alias membusuk: Untuk kasus ini, coba cek apakah ruang pemeraman terlalu panas atau sirkulasi udara dalam tempat pemeraman kurang leluasa. 2. Waktu pemeraman lebih lama dari 36 jam: Setelah beberapa kali mencoba, rata-rata tempe yang saya buat butuh waktu lebih dari 36 jam untuk bisa jadi sempurna. Mungkin ini faktor kelembaban atau cuaca. Jadi jangan keburu dibuang kalo setelah 36 jam tempe masih belum rata kapangnya. 3. Tempe terlalu putih alias banyak kapangnya: Ini biasanya karena terlalu banyak menaburkan ragi. Setiap membuat tempe, saya cuman pake ilmu kira-kira, jadi nggak pernah pas ditimbang 2 gram. 4. Proses pembuatan tempe bisa dipersingkat: Setelah dapat tips dari mbak Estherlita, saya coba bikin tempe dengan cara: kedele

direndam sampai cukup mekar, kemudian direbus bersama kulitnya. Setelah itu didinginkan, dicuci dengan air dingin, direndam sebentar sebelum dikuliti. Setelah dikuliti, dianginanginkan sampai kering baru ditaburi ragi dan dibungkus. Jadi yang saya potong adalah proses perendamannya, nggak perlu sampai semalam suntuk. Hasilnya sih, kalo menurut lidah saya tetep oke. Tapi barangkali ada perbedaan selera dengan yang lain.

Cara Membuat Tempe Tempe dan tahu merupakan makanan tradisional sebagian besar masyarakat Indonesia, namun ketahuilah bahwasanya saat ini Tempe telah menyebar keseluruh penjuru dunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Teknik pembuatan tempe ini telah dikerjakan masyarakat Indonesia khususnya bermula dari masyarakat Jawa selama beberapa abad yang lalu dengan prosedur pembuatannya masih sangat sederhana. Berbagai bahan dasar yang dapat digunakan dalam pembuatan tempe, tetapi yang paling populer dan paling banyak dipergunakan adalah tempe berbahan dasar kedelai. Untuk memperoleh tempe yang berkualitas baik, maka kedelai yang digunakan juga harus yang berkualitas baik dan tidak tercampur dengan biji-bijian yang lain, seperti jagung, kacang hijau dan bijibijian lainnya. Selain itu, prosedur pengolahan harus dilakukan dengan cermat. Proses pembuatan tempe pada dasarnya adalah proses menumbuhkan spora jamur tempe, yaitu Rhizopus sp., pada biji kedelai.

Dalam pertumbuhannya, Rhizopus sp. membentuk benang-benang yang disebut sebagai benang hifa. Benang-benang hifa ini mengikatkan biji kedalai yang satu dengan biji kedelai lainnya, sehingga biji-biji kedelai ini membentuk suatu massa yang kompak. Massa kedelai inilah yang selanjutnya disebut sebagai tempe. Selama masa pertumbuhannya, jamur Rhizopus sp. juga menghasilkan enzim yang dapat menguraikan protein yang terdapat dalam biji kedelai, sehingga protein-protein dalam biji kedelai ini mudah dicernakan. Selama masa pertumbuhan jamur Rhizopus sp. Selain Rhizopus, diperkirakan banyak jenis mkiroorganisme lain yang mungkin turut campur, tetapi tidak menunjukkan aktifitas yang nyata. Namun demikian, aktifitas yang nyata dari mikroorganisme yang mungkin turut campur ini akan terlihat setelah aktifitas pertumbuhan Rhizopus sp. melampaui masa optimumnya, yakni setelah terbentuknya spora-spora baru yang berwarna putih-kehitaman. Hal ini dapat diketahui, terutama pada tempe yang dibiarkan atau disimpan dalam suhu kamar, yaitu dengan terciumnya bau amoniak. Adanya bau amoniak pada tempe menunjukkan bahwa tempe tersebut mulai mengalami pembusukan. Bau amoniak ini masih terasa sekalipun tempe telah dimasak, sehingga dapat menurunkan cita rasa konsumen. Oleh karena itu, agar diperoleh tempe yang berkualitas baik dan tahan agak lama, maka selama proses pembuatan tempe perlu diperhatikan mengenai sanitasi dan kemurnian bibit (inokulum) yang akan digunakan. A. ALAT DAN BAHAN B. 1 ALAT 1. Baskom 2. Saringan 3. Dandang 4. Kipas Angin /Kipas

5. Sotel kayu 6. Tampah 7. Kompor 8. Peralatan lain yang diperlukan B. 2 BAHAN 1. Kacang kedelai 2. Ragi tempe (inokulum RAPRIMA) atau biakan murni Rhizopus sp. 3. Kantong plastik, atau daun pisang, atau daun jati. B. CARA KERJA 1. Cucilah tampah, ayakan, kipas dan cukil yang akan digunakan, kemudian dikeringkan. 2. Bersihkan kacang kedelai dari bahan-bahan lain yang tercampur, kemudian cuci hingga bersih. 3. Rendam kacang kedelai yang telah dicuci bersih selama 12-18 jam dengan air dingin biasa (proses hidrasi agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin ). 4. Lepaskan kulit biji kedelai yang telah lunak, kemudian cuci atau bilas dengan menggunakan air bersih. 5. Kukus / rebus biji kedelai tersebut sampai empuk. 6. Setelah biji kedelai terasa empuk, tuangkan biji-biji tersebut pada tampah yang telah dibersihkan, lalu diangin-angin dengan kipas/ kipas angin sambil diaduk-aduk hingga biji-biji tersebut terasa hangat. 7. Taburkan ragi tempe (RAPRIMA) yang telah disiapkan sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk supaya merata (1,5 gram ragi tempe untuk 2 kg kedelai). 8. Siapkan kantong plastik atau daun pisang, atau daun jati untuk pembungkus. Bila kantong plastik yang digunakan sebagai pembungkus, berilah lubang-lubang kecil pada kantong tersebut dengan menggunakan lidi atau garpu.

8. Masukan kedelai yang telah diberi ragi tempe (RAPRIMA) ke dalam pembungkusnya, atur ketebalannya sesuai dengan selera 9. Proses fermentasi kacang kedelai ini pada suhu kamar selama satu atau dua hari atau hingga seluruh permukaan kacang kedelai tertutupi jamur. Catatan: 1. 1.Perhatikan kebersihan tempat kerja dan kebersihan peralatan kerja akan meningkatkan kualitas tempe yang dihasilkan. 2. 2. Suhu ruang yang lebih hangat mempercepat proses fermentasi jamur pada tempe.

PEMBUATAN LARU (RAGI) TEMPE Laru (ragi) tempe adalah bibit yang digunakan untuk pembuatan tempe. 1. BAHAN 1) Beras 300 gram 2) Tepung tempe 3 gram 3) Tepung beras yang telah disangrai 1 kg 2. ALAT 1) Kukusan 2) Tampah (nyiru) 3) Pengaduk kayu 4) Lembaran plastik 5) Alat penumbuk 6) Ayakan 7) Alat penggorengan (wajan) 8) Kantong plastik 3. CARA PEMBUATAN 1) Cuci beras sampai bersih, kemudian masak sampai menjadi nasi dan dinginkan; 2) Pada nasi tersebut taburkan tepung tempe kemudian aduk sampai rata;

3) Letakkan di atas tampah yang bersih. Tutup atasnya dengan lembaran plastik atau daun pisang; 4) Simpan dalam ruangan tempat pemeraman (peragian) sampai seluruh nasi ditumbuhi jamur yang berwarna hitam; 5) Jemur nasi yang telah ditumbuhi jamur (kapang) atau jamur sampai kering; 6) Tumbuk sampai halus, kemudian ayak. Bagian yang telah halus adalah ragi tempe; 7) Campurkan ragi ini dengan tepung beras yang telah disangarai (+ 10 gram ragi untik 50~100 gram tepung beras); TTG PENGOLAHAN PANGAN Hal. 2/ 3 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id 8) Simpan dalam kantong-kantong plastik. 4. DIAGRAM ALIR PEMBUATAN RAGI (LARU) TEMPE Catatan: Tutup plastik atau daun pisang sewaktu-waktu perlu dibuka untuk pertukaran udara dan untk menguapkan air (embun) yang menempel pada plastik atau TTG PENGOLAHAN PANGAN