Anda di halaman 1dari 29

LEASING

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH II

LEASING

MODUL 11&12

( PERTEMUAN KE-12&13)

PENYUSUN FITRI INDRIAWATI

Program Kelas Karyawan

Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Jakarta

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

FITRI INDRIAWATI, SE., M.Si. AKUTANSI KEUANGAN MENENGAH

LEASING

AKUNTANSI UNTUK LEASE


DASAR-DASAR LEASING Lease adalah perjanjian kontraktual antara lessor dan lessee yang memberi hak kepada lesse untuk menggunakan hak property tertentu yang di miliki oleh lessor selama periode waktu tertentu dengan membayar sejumlah uang ( sewa ) yang sudah ditentukan yang umumnya dilakukan secara periodik. Unsur penting dari perjanjian lease adalah bahwa hak kepemilikan lessor atas property yang di lease menjadi berkurang Pembayaran sewa ( rental payment ) dapat dilakukan dari tahun ke tahun dalam jumlah yang meningkat atau menurun ; sementara nilainya dapat ditentukan terlebih daulu atau dapat bervariasi dengan penjualan, suku bunga utama, indek harga konsumen, atau beberapa factor lainya. Kewajiban untuk pajak , asuransi dan pemeliharaan dapat dibebankan baik kepada lessor maupun kepada lessee , atau dapat dibagi diantara dua belah pihak . pembatasan yang dapat dibandingkan dengan perjajian obligasi dapat membatasi aktifitas lessee dalam hal pembayaran deviden atau pnambahan hutang dan kewajiban lessee demi melindungi lessor atau dari default atas sewa itu . Berbagai alternative bagi lessee pada saat kontrak berakhir berkisar dari tidak adanya hak untuk membeli aktiva yang dilease pada nilai pasar wajar atau hak untuk memperbaharui atau membeli pada harga nominal . Keunggulan lease terdapat beberapa kelebihan / keunggulan diantara nya : pembiayaan 100 % dengan suku bunga tetap lease sering ditanda tangani tanpa membutuhkan uang muka dari lease , yang membant menghemat dana kas yang terbatas proteksi terhadap keusangan , peralatan yang dilease dapat mengurang resiko keusangan bagi lessee dan dalam banyak khusus memindahkan nilai residu kepada lessor . Fleksibilitas , perjanjian lease memiliki lebih sedikit batasan batasan bila dibandingkan dengan perjanjian utang lainnya . lessor yang inovatif mampu membuat

LEASING

perjanjian lease disesuaikan dengan kebutuhan khusus lessee Pembiayaan yang lebih murah , beberapa perusahaan menyadari bahwa pembiayaan dengan lease ternyata lebih murah daripada jenis pembiayaan lainya Masalah pajak minimum Alternatif , sebagaimana diindikasikan dalam bab 20 . berdasarkan seluruh perusahaan adalah subyek dari alternative minimum tax

peraturan AMT , sbagian dari pengurangan pajak menurut penyusutan dipercepat dianggap sebagai item preferensi pajak yang ditambahkan kelaba kena pajak perusahaan untuk menghitung laba kena pajak minimum Alternatif . Pembiayaan di luar neraca , ( off Balan-sheet Financing ) beberapa lease yang mengakibatkan bertambahnya hutang pada neraca atau mempengaruhi rasio keuangan , tetapi dapat menambah kemampuan perusahaan untuk melakukan pinjaman , pembiayaan di luar neraca semacam itu penting bagi perusahaan tertentu . Sifat konseptual dari lease Berbagai pandangan tentang kapitalisasi lease adalah sebagai berikut : jangan mengkapitalisasi setiap aktiva yang di lease . kaerna lease tidak memiliki hak milik atas property yang dilease , maka kapitalisasi tidak dilakukan mengkapitalisasi Lease serupa dengan pembelian cicilan . Akuntan harus melaporkan transaksi sesuai dengan substansi ekonominya ; karena itu , jika pembelian cicilan dikapitalisasi maka demikian juga dengan lease yang memiliki karakteristik serupa . mengkapitalisasi semua lease jangka panjang . menurut pendekatan ini , kapitalisasi hanya dilakukan atas hak jangka panjang untuk menggunakan property pendekatan ini akan mengkapitalisasi semua lease jangka panjang . mengkapitalisasi lease perusahaan dimana penalty atas pelanggaran perjanjian berjumlah substansial . pendekatan yang terakhir ini adalah hanya mengkapitalisasi hak dan kewajiban kontraktual perusahaan ( yang tidak dapat dibatalkan ) . dari pandangan pandangan ini dapat diambil tiga kesimpulan : ( 1 ) karakteristik yang menunjukan bahwa secara substansial semua manfaat dan resiko pemilikan yang telah ditransfer harus diidentifikasi . ( 2 ) karakteristik yang samma harus di terapkan secara konsisten kepada lessee dan lessor . ( 3 ) lease yang tidak mentransfer semua manfaat dan resiko secara konseptual disebut sebagai lease operasi .

AKUNTANSI OLEH LESSEE Jika lessee mengkapitalisasi lease , maka lesse akan mencatat aktiva dan kewajiban Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB FITRI INDRIAWATI, SE., M.Si. AKUTANSI KEUANGAN MENENGAH

yang umumnya sama dengan nilai sekarang pembayaran sewa . lessor yang sidah memindahkan secara substansial seluruh manfaat dan resiko kepemilikan mengakui penjualan dengan mengeluarkan aktia dari neraca dan menggantinya dengan piutang . ayat jurnal khusus bagi lessee dengan mengasusikan peralatan dilease dan dikapitalisasi , adalah sebagai berikut : Peralatan yang dilease Kewajiban lease Rp xxx Rp xxx

Karena sudah mengkapitalisasi aktiva , lessee akan mencatat penyusutan , lessee dan lessor akan memperlakukan pembayaran lessee sebagai pembayaran pokok dan bunga Criteria kapitalisasi ( lessee ) lease mentransfer kepemilikan property kepada lessee lessee memiliki opsi untuk membeli dengan harga khusus ( Barganing purchase option ) jangka waktu lease sama dengan atau lebih 75 % dari estimasi umur ekonomis aktiva yang di lease nilai sekarang dari pembayaran lease minimum tidak termasuk ( tidak termasuk biaya executory )sama dengan atau melebihi 90% dari nilai wajar property yang dilease. Lease yang tidak memenuhi salah satu criteria diatas diklasifikasikan sebagai lease operasi ( operating lease ) Metode lease modal Lessor company dan lessee company menandatangani perjanjian lease tertangal 1 januari 2002 dimana lessor company meleasekan peralatan kepada lessee company mulai tanggal 1 januari 2002 . jangka waktu dan provisi dari perjanjian lease tersebut dan data terkait lainnya adalah sebagai berikut : 1. jangka waktu lease adalah 5 tahun , dan perjanjian lease tidak dapat dibatalkan , yang mengharuskan pembayaran sewa yang sama sebesar Rp 25.981,62 pada awal setiap tahun ( dasar anuitas jatuh tempo ) 2. peralatan tersebut memikiki nilai wajar pada awal lease adalah sebesar 100.000 dengan estimasi umur ekonomis 5 tahun tanpa nilai residu . 3. leasee company membayar seluruh biaya executory secara langsung ke pihak ketiga kecuali untuk pajak property sebesar $ 2000 pertahun yang dmasukan kedalam pembayaran tahunan kepada lessor $

Jumlah yang dibayarkan = $ 25.981,62 - $ 2000 ) x nilai sekaranganuitas jatuh Tempo sebesar 1 selama 5 Pereode pada 10 % = $ 23.981,62 4.61989 = $ 100.000
lessor company pada masa akhir masa lease

LEASING

4. lease ini tidak mencakup opsi pembaharuan dan peralatan kembali menjadi milik 5. suku bunga injaman incremental Leasee company adalah 11 % per tahun 6. lessee company menyusutkan peralatan serupa miliknya bardasar garis lurus 7. lessor company mendapatkan sewa tahunan untuk memperoleh tingkat pengembalian atas investasi sebesar 10% per tahun , hal ini tidak diberitahu kepada lessee company

lease ini memenuhi criteria untuk diklasifikasikan sebagai lease modal dengan alasan sebagai berikut : jangka waktu lease selama 5 tahun yang sama dengan estimasi umur ekonomis perusahaan selama 5 tahun , memenuhi pegujian 75 % nilai sekarang untuk pembayaran lease minimum $ 100 000 ( sebagai mana dihitung dbawah ) melebihi 90 % dari nilai wajar property ( $ 100 000 ) pembayaran lease minimum adlah $119 908,10 ( 23 981,62 X 5 ) dan jumlah yang dikapitalisasi sebagai aktiva yang di lease dihitung sebagai nilai sekarang dari pembayaran lease minimum ( tidak termasuk biaya executory pajak property sebesar $2000 sebagai berikut :

Suku bunga implicit lessor sebesar 10 % yang digunakan , bukan suku bunga pinjaman incremental lessee sebesar 11 % karena ( 1) nilainya lebih rendah dan ( 2 ) lessee mengetahui suku bunga ini . Ayat jurnal untuk mencatat lease modal pada pembukuan lessee company per 1 januari adalah : Peralatan yang di lease menurut lease modal Kewajiban menurut lease modal $ 100.000 $ 100.000

Perhatikan bahwa ayat jurnal diatas mencatat kewjiban kepada jumlah bersih sebesar $ 100.000 ( nilai sekarang dari pembayaran sewa masa depan ) buka jumlah kotor Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB FITRI INDRIAWATI, SE., M.Si. AKUTANSI KEUANGAN MENENGAH

sebesar $ 119.908,10 ( $ 230981,62 x 5 ) ayat jurnal untuk mencatat pembayaran lease pertama per 1 januari 2002 adalah : beban pajak property kewajiban menurut lease modal kas $ 2000 $ 23.981,62 $ 25.981,62

setiap pembayaran lease sebesar $ 25.981,62 terdiri dari tiga unsur pengurang kewajiban lease biaya pendanaan ( beban bunga ) biaya executory

total biaya pendanaan ( beban bunga ) selama jangka waktu lease adalah $ 19.908.10 , yaitu perbedaan antara nilai sekarang pembayaran lease $ 100.000 dan kas actual yang dikeluarkan dikurangi biaya executory $ 119.908,10. oleh karena itu beban bunga tahunan , dengan menggunakan metode bunga efektif , adalah fungsi dari kewajiban yang beredar sebagai mana diasajikan sebagai berikut :

LEASING

LESSE COMPANY scedle amortisasi lease ( dasar anuitas jatuh tempo ) tanggal pembayaran biaya bunga 10 % pengurangan kewajiban lease tahunan executory atas kewajiban kewajiban lease

yg belum dibayar lease 01/01/2002

$ 100.000 01/01/2002 $ 25.982 $ 2.000 $ $ 23.982 $ 76.018 01/01/2003 $ 25.982 $ 2.000 $ 7.602 $ 16.380 $ 59.639 01/01/2004 $ 25.982 $ 2.000 $ 5.964 $ 18.018 $ 41.621 Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB FITRI INDRIAWATI, SE., M.Si. AKUTANSI KEUANGAN MENENGAH

01/01/2005 $ 25.982 $ 2.000 $ 4.162 $ 19.820 $ 21.801 01/01/2006 $ 25.982 $ 2.000 $ 2.180 $ 21.801 $ (0) $ $ $ $ 129.908 10.000 19.908 100.000

Pada akhir tahun fiscal lessee company ,31 des 2002 buga accrual dicatat sebagai berukut :

LEASING

Beban bunga Hutang bunga

$ 7.602 $ 7.602

Penyusutan atas peralatan yang di lease selama 5 tahun jangka waktu lease , dengan menggunakan kebijakan penyusutan normal lessee company ( metode garis lurus ) dicatat sebagai berikut : Beban penyusutan lease modal ( $ 100.000 / 5 tahun ) pada tanggal 31 des 2002 , aktiva yang dicatat menurut lease modal telah diidentifikasimsecara terpisah pada neraca lessee . bagian kewajiban yang berhubugan dengan transaksi lease pada tanggal 31 des 2002 akan disajikan sbagai berikut : $ 20.000 $ 20.000

Akumulasi penyusutan lease modal

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

FITRI INDRIAWATI, SE., M.Si. AKUTANSI KEUANGAN MENENGAH

0100090000032a0200000200a20100000000a201000026060f003a03574d46430100000000 0001009cac0000000001000000180300000000000018030000010000006c00000000000000 00000000350000006f00000000000000000000000d390000a50d000020454d460000010018 0300001200000002000000000000000000000000000000c012000070180000cb0000000901 0000000000000000000000000000c0190300850a0400160000000c000000180000000a0000 0010000000000000000000000009000000100000007a0d000039030000250000000c000000 0e000080250000000c0000000e000080520000007001000001000000a4ffffff0000000000000 00000000000900100000000000004400022430061006c00690062007200690000000000000 00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 0000000000000000000110040ae110010000000a4b1110024af110052516032a4b111009ca e1100100000000cb0110088b1110024516032a4b111009cae11002000000049642f319cae1 100a4b1110020000000ffffffffcc32d100d0642f31ffffffffffff0180ffff0180efff0180ffffffff000007000 0080000000800004300000001000000000000005802000025000000372e90010000020f050 2020204030204ef0200a07b20004000000000000000009f00000000000000430061006c0069 0062007200000000000000000064af1100dee32e31e88d0832c4b21100d0ae11009c382731 04000000010000000caf11000caf1100e87825310400000034af1100cc32d10064760008000 00000250000000c00000001000000250000000c00000001000000250000000c00000001000 000120000000c00000001000000180000000c0000000000000254000000540000000000000 000000000350000006f0000000100000055558740c48c87400000000057000000010000004 c0000000400000000000000000000007a0d000039030000500000002000000036000000460 00000280000001c0000004744494302000000ffffffffffffffff7b0d00003a0300000000000046000 00014000000080000004744494303000000250000000c0000000e000080250000000c00000 00e0000800e000000140000000000000010000000140000000400000003010800050000000 b0200000000050000000c0280001602040000002e0118001c000000fb02020001000000000 0bc02000000000102022253797374656d00000000000000000000000000000000000000000 00000000000040000002d010000040000002d0100001c000000fb02f2ff00000000000090010 00000000440002243616c69627269000000000000000000000000000000000000000000000 00000040000002d010100040000002d010100040000002d010100040000000201010005000 0000902000000020d000000320a0d000000010004000000000016028000208d08000400000 02d010000040000002d010000030000000000 Ayat jurnal untuk mencatat pembayaran lease 1 januari 2003 adalah sebagai berikut : Bebn pajak property Beban bunga ( atau hutang bunga ) Kewajiban menurut lease modal Kas $ 2000 $ 7.602 $16.380 $ 25.982

Ayat jurnal hingga tahun 2006 akan mengikuti pola diatas . Pada saat berakhirnya masa lease jumlah yang dikapitalisasi sebagai peraltn yang di lease telah seluruhnya diamortisasi dan kewajiban lease telah seluruhnya dilunasi jika tidak dibeli peralatan tersebut akan dikembalikan ke lessor . Jika peralatan dibeli dengan harga $ 5000 dan estimasi umur manfaat menjadi 7 tahun maka ayat jurnal harus dibuat sebagai berikut Peralatan ( $ 100.000 + $ 5000 ) Akumulasi penyusutan lease modal Peralatan yang belum dilease $ 105.000 $ 100.000 $ 100.000

10

LEASING

Akumulasi penyusutan peralatan Kas

$ 100.000 $. 5000

Metode lease operasi Dalam metode operasi , beban sewa ( dan kewajiban yang berhubungan ) harus diakrualkan dari hari kehari ke lessee ketika property digunakan . lesse membebankan sewa kepereode pereode yang memperoleh manfaat dari penggunaan aktiva dan mengabaikan , dalam akuntansi , setiap komitmen untuk melakukan pembayaran di masa depan . Sebagai contoh : Misalnya bahwa lease modal dan karenanya digunakan dalam lease operasi . beban tahu pertama ke operasi adalah $ 25 982 yaitu jumlah pembayaran sewa , ayat jurnal untuk mencatat pembayaran pada tanggal 1 januari 2002 adalah sebagai berikut : Beban sewa Kas $ 25 982 $ 25 982

Aktiva yang disewa maupun setiap kewajiban jangka panjang untuk pembayaran sewa di masa depan tidak dilaporkan di neraca . beban sewa akan dilaporkan pada laporan laba rugi , sebagai tambahan , catatan pengungkapan juga diwajibkan untuk semua lease operasi yang memiliki jangka waktu lease yang tidak dapat dibatalkan melebihi satu tahun

Perbandingan lease modal dan lease operasi sebagaimana diindikasikan pada halaman sebelumnya , jika lease diklasifikasikan sebagai lease operasi , maka beban tahun pertama akn menjadi $25.981,62 yaitu jumlah pembayaran sewa . akan tetapi jika transaksi jika transaksi diklasifikasikan sebgai lease modal maka beban tahun pertama akan menjadi $29 601,84 ; penyusutan $ 20 000 ( garis lurus ) beban bunga $ 7 601,84 dan biaya executory $ 2 000 , sebagai mana digambarkan dalam ilustrasi di bawah ini : LESSEE COMPANY schedule beban operasi lease modal vs lease operasi lease modal tahun penyusutan 2002 $ 20.000 biaya executory $ bunga $ total beban $ beban lease operasi $ perbedaan $ 3.620

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

FITRI INDRIAWATI, SE., M.Si. AKUTANSI KEUANGAN MENENGAH

2003 2004 2005 2006

$ $ $ $

20.000 20.000 20.000 20.000

2.000 $ 2.000 $ 2.000 $ 2.000 $ 2.000

7.602 $ 5.964 $ 4.162 $ 2.180

29.602 $ 27.964 $ 26.162 $ 24.180 $ 22.000

25.982 $ 25.982 $ 25.982 $ 25.982 $ 25.982

1.982

$ 180 $ (1.801) $ (3.982)

Oleh karena itu , perbedaan perbedaan berikut ini kan terjadi jika lease modal bukan lease operasi yang di gunakan kenaikan jumlah hutang yang dilaporkan ( baik jangka pendek maupun jangka panjang ) kenaikan jumlah total aktiva ( terutama aktiva jangka panjang ) dan laba rendah pada awal masa lease dan karenanya laba ditahan menjadi lebih rendah.

AKUNTANSI OLEH LESSOR Tiga keunggulan penting bagi Lessor : 1. Pendapatan Bunga Leasing adalah salah satu bentuk pembiayaan; karena itu, lembaga keuangan menganggap leasing sangat menarik karena menyediakan marjin bunga yang kompetitif. 2. Insentif Pajak Leasing memberikan peluang untuk mengalihkan manfaat pajak kepada Lessor berupa pengembalian atas tarif sewa yang lebih rendah dari aktiva yang di leassor. 3. Nilai Residu Yang Tinggi Nilai residu dari pengembalian properti pada akhir masa lease menghasilkan laba yang sangat besar. Ekonomi Leasing Lessor menentukan jumlah sewa berdasarkan tingkat pengembalian suku bunga implisit yang dibutuhkan untuk menjustifikasi leasing aktiva. Faktir-faktor yang dipertimbangkan untuk perihitungan tingkat pengembalian : 1) Posisi kredit lease 2) Lamanya lease 3) Status nilai residu

12

LEASING

Conth Kasus : Oada Lessor Company / Lease Company, suku bunga implisit lessor adalah 10%, biaya peralatan bagi Lessor adalah $100.000 (juga nilai pasar wajar) estimasi nilai residu Nol. Lessor Company menentuka jumlah pembayaran Lease sebagai berikut :

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

FITRI INDRIAWATI, SE., M.Si. AKUTANSI KEUANGAN MENENGAH

Nilai pasar wajar peralatan yang dilease Dikurangi : nilai Semarang dari nilai residu Jumlah yang akan dipulihkan oleh lessor melalui pembayaran lease Lima pembayaran lease awal tahun untuk menghasilkan Pengembalian 10% ($100.000 : 4,16986 )
a a

$ 100.000,00 -0$ 100.000,00 $ 23.981,62

PV dari anuitas jatuh tempo sebesar 1 selama 5tahun pada 10%

Jika nilai residu dilibatkan. Lessor tidak harus menutup pembayaran lease sebesar itu, pembayaran lease akan menjadi lebih kecil.

Perhitungan Pembayaran Lease Oleh Lessor (ROI 10) Nilai Residu Dijamin atau Tidak Dijamin (Dasar anuitas jatuh tempo, termasuk nilai residu) Nilai pasar wajar aktiva yang dilease bagi lessor Dikurangi : nilai Semarang dari nilai residu ($5.000x0,62092) Jumlah yang dipulihkan oles lessor melalui pembayaran lease Lima pembayaran lease periodik ($96.895,40 : 4,16986) $100.000,00 $ 3.104,60 $ 96.895,40 $ 23.237,09

Klasifikasi Lease oleh Lessor Dari sudut pandang lessor, semua lease dapat diklasifikasikan untuk tujuan akuntansi sebagai berikut : 1) Lease operasi 2) Lease pembiayaan langsung / Direct financing lease 3) Lease jenis penjualan / Sales type lease

Kriteria Kapitalisasi (Lessor) Kelompok I Lease mengalihkan kepemilikan property kepada lessee Lease mencakup opsi pembelian dengan harga khusus Jangka waktu lease sama dengan 75% atau lebih dari estimasi umur ekonomis property yang dilease Nilai sekarang dari pembiayaan lease minimum (kecuali biaya executory) sama dengan atau melebihi 90% dari nilai wajar property yang dilease Kelompok II Ketertagihan pembayaran yang diperoleh dari lessee dapat diprediksi secara layak Tidak ada ketidakpastian yang penting diseputar jumlah biaya yang tidak dapat dibayarkan kembali meskipun telah keluarkan oleh lessor menurut lease

14

LEASING

(pelaksanaan lessor secara substansial telah selesai atau biaya masa depan dapat diprediksi secara layak) Perbedaan antara lease pembiayaan langsung dan lease jenis penjualan bagi lessor adalah adanya atau tidak adanya laba (atau kerugian) produsen atau penyalur : 1) Lease jenis penjualan melibatkan laba produsen atau penyalur sedangkan lease pembiayaan langsung tidak memiliki unsure tersebut. 2) Laba (atau rugi) lessor adalah perbedaan antara nilai wajar properti yang dilease pada awal lease dengan biaya atau jumlah tercatat (nilai buku) lessor. 3) Umumnya menggunakan leasing sebagai sarana untuk memasarkan produk Semua lease yang tidak memenuhi kualifikasi sebagai lease pembiayaan langsung atau jenis penjualan diklasifikasikan dan diperlakukan oleh lessor sebagai lease operasi

Sebagai akibat dari penambahan kriteria Kelompok II untuk lessor, adalah mungkin bahwa lessor yang tidak memenuhi kedua kriteria itu akan mengklasifikasikan lease sebagai lease operasi, sementara lessee akan mengklasifikasikan lease yang sama sebagai modal. Metode Pembiayaan Langsung (Lessor) Lease yang pada hakekatnya adalah pembiayaan atas pembelian aktiva oleh lessee mengharuskan lessor mengganti aktiva yang dilease dengan piutang pembayaran lease Pembayaran Lease minimum : Pembayaran lease (tidak termasuk biaya executory) Opsi pembelian dengan harga khusus (jika ada) Nilai residu yang dijamin (jika ada) Denda atau penalti atas kegagalan untuk memperbaharui (jika ada)

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

FITRI INDRIAWATI, SE., M.Si. AKUTANSI KEUANGAN MENENGAH

ISTILAH PEMBIAYAAN LANGSUNG

Investasi Kotor Piutang Pembayaran Lease Pembayaran lease minimum ditambah nilai residu yang tidak dijamin yang diakrualkan ke lessor pada akhir jangka waktu lease. Pendapatan Bunga Diterima Dimuka Perbedaan antara investasi kotor (piutang) dan nilai pasar wajar properti. Investasi Bersih Investasi Kotor (oiutang) dikurangi pendapatan bunga diterima di muka tercakup didalamnya. Piutang pembayaran lease mencakup : Pembayaran lease (dikurangi biaya executory yang dibayar oleh lessor) Opsi pembelian dengan harga khusus (jika ada) Nilai residu yang dijamin atau tidak dijamin (jika ada) Denda atau penalti atas kegagalan untuk memperbaharui (jika ada) Pendapatan bunga diterima di muka diamortisasi ke pendapatan sepanjang jangka waktu lease dengan mengaplikasikan metode bunga efektif. Jadi, tingkat pengembalian yang konsisten dihasilkan atas investasi bersih dalam lease. Contoh Soal : 1) Jangka waktu lease 5 tahun mulai 1 Januari 2002, tidak dapat dibatalkan, dan membutuhkan pembayaran sewa yang sama sebesar $ 25.981,62 pada awal setiap tahun, pembayaran termasuk biaya executory $ 2.000. 2) Peralatan memiliki biaya $100.000 bagi Lessor Company, nilai wajar pada awal lease sebesar $100.000, estimasi umur ekonomis selama 5 tahun, dan tidak ada nilai residu 3) Tidak ada biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk negosiasi dan menutup transaksi lease 4) Lease tidak memiliki opsi untuk memperbaharui kontrak dan peralatan dikembalikan ke Lessor Company pada akhir masa lease.

16

LEASING

5) Ketertagihan dapat dijamin dan tidak ada biaya tambahan 6) Lessor Company menentukan pembayaran lease tahunan untuk menjamin tingkat pengembalian 10% (suku bunga implisit) atas imvestasinya sebagai berikut :

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

FITRI INDRIAWATI, SE., M.Si. AKUTANSI KEUANGAN MENENGAH

Nilai pasar wajar peralatan yang dilease Dikurangi : nilai Semarang dari nilai residu Jumlah yang akan dipulihkan oleh lessor melalui pembayaran lease Lima pembayaran lease awal tahun untuk menghasilkan Pengembalian 10% ($100.000 : 4,16986 )
a a

$100.000,00 -0$100.000,00 $ 23.981,62

PV dari anuitas jatuh tempo sebesar 1 selama 5tahun pada 10%

Lease tersebut memenuhi kriteria klasifikasi sebagai lease pembiayaan langsung karena : 1) Jangka waktu lease melibihi 75% estimasi umur ekonomis peralatan 2) Nilai sekarang nilai pembayaran lease minimum melebihi 90% nilai wajar peralatan 3) Ketertagihan pembayaran dipastikan secara layak 4) Tidak ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh Lessor Company Lease ini tidak termasuk lease penjualan karena tidak ada selisih antara nilai wajar peralatan dengan biaya yang dikeluarkan oleh lessor. Piutang pembayaran lease (investasi kotor) dihitung sebagai berikut :
Piutang pembayaran lease = = = Pembayaran lease minimum dikurangi biaya executory yang dibayarkan oleh lessor ditambah nilai residu yang tidak dijamin [($25.981,62 - $2.000) x 5 ] + $0 $ 119.908,10

Pendapatan bunga diterima di muka dihitung sebagai perbedaan antara piutang pembayaran lease dengan nilai pasa wajar peralatan yang dilease bagi lessor :
Piutang bunga diterima di muka = = = Piutang pembayaran lease dikurangi nilai pasar wajar aktiva $119.908,10 - $100.000 $19.908,10

Investasi bersih dalam lease pembiayaan langsung adalah $100.000, yaitu investasi kotor sebesar $119.908,10 dikurangi pendapatan bunga yang diterima di muka sebesar $19.908,10. Lease aktiva, piutang, dan pendapatan bunga diterima di muka dicatat per 1 Januari 2002 dengan jurnal : Piutang Pembayaran Lease Peralatan Pendapatan Bunga Diterima di Muka 119.908,10 100.000,00 19.908,10

18

LEASING

Peralatan

yang

dilease

dengan

biaya

perolehan

sebesar

$100.000

yang

menggambarkan investasi Lessor Company, diganti dengan piutang lease bersih. Dengan cara yang sama dengan perlakuan bunga oleh lessee, Lessor Company menggunakan metode bunga efektif mengakui pendapatan bunga sebagai fungsi dari investasi bersih yang belum dipulihkan, sebagaimana dapat ditunjukan pada ilustrasi berikut ini :

LESSOR COMPANY Sekdul Amortisasi Lease (dasar anuitas jatuh tempo) Pembayaran Lease Tahunan Bunga (10%) Atas Investasi Bersih Pemulihan Investasi Bersih

Tanggal 1/1/02 1/1/02 1/1/03

Biaya Executory

Investasi Bersih

$100.000,00 25.981,62 25.981,62 25.981,62 25.981,62 25.981,62 129.908,10 20.000,00 20.000,00 20.000,00 20.000,00 20.000,00 100.000,00 -07.601,84 5.963,86 4.162,08 2.180,32 19.908,10 23.981,62 16.379,78 18.017,76 19.819,54 21.801,30 100.000,00 76.018.38 59.638,60 41.620,84 21.801.30 -0-

Ayat jurnal tanggal 1 Januari 2002, untuk mencatat pembayaran lease pertama : Kas Piutang Pembayaran Lease Beban/Hutang Pajak Properti 25.981,62 23.981,62 2.000,00

Ayat jurnal 31 Desember 2002, untuk mengakui pendapatan bunga yang diterima selama tahun pertama : Pendapatan Bunga Diterima di Muka Lease Pendapatan Bunga Lease 7.601,84 7.601,84

Bagian aktiva yang berhubungan dengan transaksi lease per 31 Desember 2002 disajikan sebagai berikut :
Aktiva Lancar Investasi Bersih Dalam Lease Modal $ 23.981,62

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

FITRI INDRIAWATI, SE., M.Si. AKUTANSI KEUANGAN MENENGAH

Aktiva Tidak Lancar (Investasi) Investasi Bersih Dalam Lease Modal $ 59.638,30

Ayat jurnal mencatat penerimaan pembayaran lease tahun kedua dan pengakuan pendapatan bunga : 1 Januari 2003 Kas Piutang Pembayaran Lease Beban/Hutang Pajak Properti 31 Desember 2003 Pendapatan Bunga Diterima di Muka Lease Pendapatan Bunga Lease 5.963,86 5.963,86 25.981,62 23.981,62 2.000,00

Ayat jurnal yang dibuat untuk tahun 2006 akan mengakui pola yang sama kecali tidak ada ayat jurnal yang dicatat untuk mendapatkan bunga pada tahun 2006 (tahun terakhir). Karena piutang akan ditagih seluruhnya pada 1 Januari 2006, maka tidak ada saldo (investasi) yang beredar pada tahun 2006 dimana Lessor Company akan menanggung setiap bunga. Pada saat lease berakhir (apakah itu anuitas biasa atau anuitas jatuh tempo), piutang kotor dan pendapatan bunga diterima di muka akan dihapus seluruhnya. Lessor Company tidak mencatat penyusutan. Jika peralatan dijual kepada lessee Company seharga $5.000,00 pada akhir masa lease, maka Lessor Company akan mengakui disposisi peralatan sebagai berikut : Kas Keuntungan Penjualan Peralatan yang dilease Metode Operasi (Lessor) Untuk mengilustrasikan metode operasi, asumsikan bahwa lease pembiayaan langsung yang diilustrasikan diatas tidak memenuhi kualifkasi sebagai lease modal dan karenanya, diperhitungkan sebagai lease operasi. Ayat jurnal untuk mencatat penerimaan sewa, dengan asumsi beban pajak properti $2.000,00 adalah sebagai berikut : Kas Pendapatan Sewa 25.981,62 25.981,62 5.000,00 5.000,00

20

LEASING

Penyusutan dicatat oleh lessor sebagai berikut (asumsi metode garis lurus, biaya perolehan $100.000, umur manfaat 5 tahun) : Beban Penyusutan - Peralatan yang dilease Akumulasi Penyusutan - Peralatan yang dilease 20.000,00 20.000,00

Jika pajak properti, asuransi, pemeliharaan, dan biaya operasi lanilla selama setahun adalah kewajiban lesoor, maka biaya-biaya ini dicatat sebagai beban yang dapat dibebankan ke pendapatan kotor. Jika lessor memiliki aktiva pabrik yang digunakan selain untuk dileasekan kepada pihak lain, maka peralatan yang dilease akan diakumulasi penyusutannya aka diklafisikasikan secara terpisah dalam akun seperti Peralatan yang Dlease kepada Pihak Lain atau Investasi dalam Properti yang Dilease. Jika jumlah atau aktivitasnya significan, maka pendapatan sewa dan beban yang berhubungan dipisahkan pada laboran laba rugi dari pendapatan penjualan dan harga pokok penjualan.

MASALAH-MASALAH AKUNTANSI KHUSUS Karakteristik perjanjian lease yang mengakibatkan masalah akuntansi yang unik adalah: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nilai Residu Lease jenis penjualan (lessor) Opsi pembelian dengan harga khusus Biaya langsung awal Lancar vs. Tidak lancar Pengungkapan

Nilai Residu Sampai saat ini pembahasan mengenai nilai residu belum dilakukan dalam rangka mengembangkan masalah akuntansi dasar untuk lesse dan akuntansi lessor. Akuntansi untuk nilai residu sangat kompleks dan mungkin merupakan bagian yang paling sulit untuk dipahami dari akuntan lease. Arti Nilai Residu Nilai residu adalah estimasi nilai wajar dari aktiva yang dilease pada akhir masa lease. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB FITRI INDRIAWATI, SE., M.Si. AKUTANSI KEUANGAN MENENGAH

Sering nilai residu yang besar terjadi pada akhir masa lease, terutama ketika umur ekonomis aktiva yang dilease melebihi jangka waktu lease. Jika hak kepemilikan tidak secara otomatis berpindah ke lesee (kriteria 1) dan tidak ada opsi pembelian dengan harga khusus (kreteria 2), maka lesee akan mengembangkan aktiva kepada lessor pada akhir lease. Dijamin vs. Tidak Dijamin Nilai residu dapat dijamin atau tidak dijamin oleh lessee. Jika lessee setuju untuk membayar setiap kekurangan di bawah jumlah yang ditetapkan yang akan diterima oleh lessor berupa nilai residu pada akhir masa lease, maka jumlah yang ditetapkan tersebut adalah nilai residu yang dijamin (guaranteed residual value) Nilai residu yang dapat dijamin digunakan dalam perjanjian lease dengan dua alasan. Pertama adalah alasan bisnis: jumlah ini melindungi lessor terhadap setiap kerugian dalam estimasi nilai residu, dan karenanya menjamin tingkat pengembalian atas investasi yang diinginkan oleh lessor. Kedua adalah manfaat akuntansi yang akan dibahas pada akhir bab ini. Pembayaran Lease Nilai residu yang dijamin menurut defininya memiliki jaminan realisasi yang lebih besar daripada nilai residu yang tidak dijamin. Sebagai akibatnya, lessor dapat menyesuaikan pembayaran lease karena kepastian pemulihan semakin meningkat. Namun sesudah ini ditentukan tidak ada perbedaan dari sudut pandang akuntansi apakah nilai residu dijamin atau tidak dijamin. Investasi bersih yang dicatat oleh lessor akan tetap sama. Asumsi : Menggunakan ilustrasi sebelumnya kecuali bahwa nilai residu sebesar $5.000 disetimasi pada akhir masa lease 5 tahun, dengan ROI sebesar 10%, apakah nilai residu dijamin atau tidak. Lessor Company akan menghitung jumlah pembayaran lease sebagai berikut:

Ilustrasi 22-17 Perhitungan Pembayaran Lease oleh Lessor Perhitungan Pembayaran Lease oleh Lessor (ROI 10%) Nilai Residu Dijamin atau Tidak Dijamin (Dasar anuitas jatuh tempo, termasuk nilai residu) Nilai pasar wajar aktiva yang dilease bagi lessor Dikurangi : Nilai Semarang dari nilai residu ($5.000x0,62092,Tabel6-2) $100.000,00 3.104,60 ___________

22

LEASING

Jumlah yang dipulihkan oleh lessor melalui pembayaran lease Lima pembayaran lease periodik ($96.895,40 : 4,16986, Tabel6-5)

$ 96.895.40 ========== $ 23.237,09 ==========

Bandingkan jumlah pembayaran lease ini dengan jumlah pembayaran lease sebesar $23.981,62 sebagaimana dihitung pada ilustrasi 22-9 dimana tidak ada nilai residu. Pembayaran ini lebih kecil karena jumlah total yang dapat dipulihkan oleh lessor sebesar $100.000 dikurangi dengan nilai sekarang dari nilai residu.

Akuntansi Lesse untuk Nilai Residu Apakah estimasi nilai residu yang dijamin atau tidak dijamin memiliki baik konsekuensi ekonomi maupun akuntansi bagi lessee. Perbedaan akuntansinya adalah bahwa pembayaran lease minimum, yaitu dasar kapitalisasi, mencakup nilai residu yang dijamin tetapi tidak memasukkan nilai residu yang tidak dijamin. Nilai Residu yang Dijamin (Akuntansi Lessee) Dengan mengunakan pembayaran sewa yang dihitung oleh lessor pada Ilustrasi 22-7, sekarang dari pembayaran lease minimum adalah $121.185,45 ( ($23.237,09 x 5) + $5.0000). Nilai sekarang dari pembayaran lease minimum yang dikapitalisasi (tidak termasuk biaya executory) dihitung sbb :

Ilustrasi 22-18 Perhitungan Lesse atas Jumlah yang dikapitalisasi-Nilai residu yang dijamin Jumlah yang Dikapitalisasi Lessee (Tingkat 10%) (Dasar anuitas jatuh tempo : termasuk nilai residu yang dijamin)

Nilai sekarang dari 5 pembayaran sewa tahunan ($23.237,09 x 4,16986,Tabe(6-5) Nilai sekarang dari nilai residu yang dijamin sebesar $5.000 yang jatuh tempo 5 tahun setelah tanggal dimulainya : $5.000 x 0,62092 Tabel 6-2) Jumlah yang dikapitalisasi lesse

$ 96.895,40 $ 3.104,60 ___________ $100.000,00 ==========

Skedul beban bunga dan amortisasi kewajiban lease sebesar $100.000 bagi lessee Company yang menghasilkan $5.000 pembayaran nilai residu akhir yang dijamin akhir 5 tahun pada ilustrai 22-19

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

FITRI INDRIAWATI, SE., M.Si. AKUTANSI KEUANGAN MENENGAH

LESSEE COMPANY Skedul Amortisasi lease (Dasar anuitas jatuh tempo, nilai residu yang dijamin-GRV) Pembayaran Lease Plus GRV (a) Bunga (10%) atas Kewajiban yang Belum Dibayar (c) 0.00 $7,676.29 6,120.21 4,408.52 2,525.67 454.76 ** $21,185.45 Pengurangan Kewajiban Lease (d) $23,237.09 15,560.80 17,116.88 18,828.57 20,711.42 4,545.24 $100,000.00

Tanggal 1/1/2002 1/1/2002 1/1/2003 1/1/2004 1/1/2005 1/1/2006 13/12/2006

Biaya Executory (b)

$25,237.09 $2,000.00 25,237.09 2,000.00 25,237.09 2,000.00 25,237.09 2,000.00 25,237.09 2,000.00 5,000.00 * $131,185.45 $10,000.00

Kewajiban Lease (e) $100,000.00 76,762.91 61,202.11 44,085.23 25,256.66 4,545.24 0.00

(a) (b) (c) (d) (e)

Pembayaran lease tahunan yang diwajibkan oleh lease Biaya executory dimasukkan dalam pembayaran sewa Saldo sebelumnya (e) x 10%, kecuali 1/1/02 (a) dikurangi (b) dan (a) Saldo sebelumnya dikurangi (d)

* Mencerminkan nilai residu yang dijamin ** Dibulat sebesar 24 sen

Pada akhir masa lease, sebelum lessee mengembalikan aktiva ke lessor, akun aktiva dan kewajiban lease memiliki saldo sebagai berikut : Ilustrasi 22-20
Peralatan yang dilease menurut lease modal $100,000.00 Dikurangi : Akumulasi penyusutan -lease modal 95,000.00 $5,000.00 Hutang bunga Kewajiban menurut lease modal $454.76 4545.24 $5,000.00

24

LEASING

Jika pada akhir masa lease, nilai pasar wajar nilai residu lebih kecil dari $5.000, maka lessee Company akan menderita kerugian. Asumsikan bahwa residunya sejumlah $5.000 tetapi nilai pasar wajar nilai residu per 31 Desember 2006 adalah $3.000. Dalam kasus ini, Lesse Company akan melaporkan kerugian sebesar $2.000, ayat jurnal : Kerugian atas Lease Modal Beban Bunga (atau Hutang Bunga) Kewajiban menurut Lease Modal Akumulasi Penyusutan-Lease Modal Peralatan yang Dilease menurut Lease Modal Kas 2.000,00 454,76 4.545,24 95.000,00 100.000,00 2.000,00

Jika nilai pasar wajar melebihi $5.000, m,aka keuntungan dapat diakui. Keuntunganatasnilai residu yang dijamin dapat dialokasikan ke lessor dan lesse berdasarkan rasio yang disetujui dari awal. Nilai Residu yang Tidak Dijamin (Akuntansi Lessee) Asumsikan fakta yang sama dengan contoh diatas, kecuali nilai residu sebesar $5.000 tidak dijamin. Jumlah pembayaran lease tahunan akan sama sebesar $23.237,09. Apakah nilai residu dijamin atau tidak, Lessor Company akan menerima jumlah dipulihkan yang sama dari sewa lease yaitu $96.895,40. Pembayaran lease minimum adalah $116.185,45 ($23.237,09 x 5). Lease Company akan mengkapitalisasi jumlah sbb:

Jumlah yang Dikapitalisasi Lessee (Tingkat 10%) (Dasar anuitas jatuh tempo : termasuk nilai residu yang tidak dijamin)

Nilai sekarang dari 5 pembayaran sewa tahunan sebesar ($23.237,09 x 4,16986,Tabe(6-5) Nilai sekarang dari nilai residu yang tidak dijamin sebesar $5.000 (tidak dikapitalisasi oleh lessee) Jumlah yang dikapitalisasi lesse

$ 96.895,40 0 ___________ $ 96.895,40 ==========

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

FITRI INDRIAWATI, SE., M.Si. AKUTANSI KEUANGAN MENENGAH

Schedule beban bunga dan amortisasi kewajiban lease sebesar $96.895,40 milik lessee Company, dengan asumsi nilai residu tidak dijamin sebesar $5.000 pada akhir tahun 5:
LESSEE COMPANY Skedul Amortisasi lease (Dasar anuitas jatuh tempo, nilai residu yang tidak dijamin) Pembayaran Lease Plus tahunan (a) $25,237.09 25,237.09 25,237.09 25,237.09 25,237.09 $126,185.45 (a) (b) (c) (d) (e) Bunga (10%) atas Kewajiban yang Belum Dibayar (c) 0.00 $7,365.83 5,778.71 4,032.87 2,112.64 * $19,290.05 Pengurangan Kewajiban Lease (d) $23,237.09 15,871.26 17,458.38 19,204.22 21,124.45 $96,895.40

Tanggal 1/1/2002 1/1/2002 1/1/2003 1/1/2004 1/1/2005 1/1/2006

Biaya Executory (b) $2,000.00 2,000.00 2,000.00 2,000.00 2,000.00 $10,000.00

Kewajiban Lease (e) $96,895.40 73,658.31 57,787.05 40,328.67 21,124.45 0.00

Pembayaran lease tahunan yang diwajibkan oleh lease Biaya executory dimasukkan dalam pembayaran sewa Saldo sebelumnya (e) x 10% (a) dikurangi (b) dan (a) Saldo sebelumnya dikurangi (d)

* Dibulatkan ke 19 sen

Ayat jurnal untuk mencatat aktiva yang dilease dan kewajiban, penyusutan, bunga, pajak properti, dan pembayaran atas kewajiban lease dibuat berdasarkan nilai residu yang tidak dijamin.
Peralatan yang dilease menurut lease modal Dikurangi : Akumulasi penyusutan -lease modal

$96,895.00 96,895.00 $ 0.00

Kewajiban menurut lease modal

$ $

0 0

Ayat Jurnal Lessee yang Melibatkan Nilai Residu Ayat jurnal yang dibuat oleh Lessee Company baik untuk nilai residu yang dijamin dan tidak dijamin ditunjukkan :

Nilai Residu Dijamin

Nilai Residu Tidak Dijamin

26

LEASING

Kapitalisasi Lease 1/1/02 : Peralatan yang dilease menurut Lease Modal 100,000.00 100,000.00 Kewajiban menurut Lease Modal Pembayaran Pertama 1/1/02 : Beban Pajak Properti Kewajiban menurut Lease Modal Kas 2,000.00 22,237.09 25,237.09 Beban Pajak Properti Kewajiban menurut Lease Modal Kas 2,000.00 22,237.09 25,237.09 Peralatan yang dilease menurut Lease Modal 96,895.40 96,895.40 Kewajiban menurut Lease Modal

Ayat jurnal Penyesuaian untuk Bunga Akrual 31/12/02 : Beban bunga Hutang Bunga Ayat jurnal untuk Mencatat Penyusutan 31/12/02 : Beban Penyusutan-Lease Modal Akumulasi Penyst.-lease Modal (($100.000-$5.000)+ 5 tahun) Pembayaran Kedua 1/1/03 : Beban Pajak Properti Kewajiban menurut Lease Modal Beban Bunga (atau Hutang Bunga) Kas 2,000.00 15,560.80 7,676.29 25,237.09 Beban Pajak Properti Kewajiban menurut Lease Modal Beban Bunga (atau Hutang Bunga) Kas 20,000.00 15,871.26 7,365.03 25,237.09 19,000.00 19,000.00 Beban Penyusutan-Lease Modal ($96.895,40 + 5 tahun) 19,379.08 19,379.08 Akumulasi Penyst.-lease Modal 7,676.29 7,676.29 Beban bunga Hutang Bunga 7,365.83 7,365.83

Akuntansi Lessor untuk Nilai Residu Sebagaimana diindikasikan terdahulu, investasi bersih yang akan dipulihkan oleh lessor Akan sama apakah nlai residu dijamin atau tidak dijamin. Lessor mengasumsikan bahwa nilai residu akan direalisasi pada akhir masa lease apakah dijamin atau tidak. Pembayaran lease yang disyaratkan oleh lessor untuk memperoleh pengembalian tertentu atas investasi adalah sama ($23.237,09) apakah nilai residu dijamin atau tidak dijamin. Perhitungan jumlah Lease Pembiayaan Langsung oleh Lessor Investasi kotor = ($23.237,09 x 5 ) + $5.000 = $121.185,45 Pendapatan bunga diterima di muka = $121.185,45 - $100.000 = $21.185,45 Investasi bersih = $121.185,45 - $21.185,45 = $100.000

Skedul untuk amortisasi dengan nilai residu dijamin atau tidak dijamin akan sama :
LESSEE COMPANY Skedul Amortisasi lease (Dasar anuitas jatuh tempo, nilai residu dijamin atau tidak dijamin) Pembayaran Lease Bunga (10%) atas Peulihan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

FITRI INDRIAWATI, SE., M.Si. AKUTANSI KEUANGAN MENENGAH

Tanggal 1/1/2002 1/1/2002 1/1/2003 1/1/2004 1/1/2005 1/1/2006 13/12/2006

Tahunan Plus Nilai Residu (a) $25,237.09 25,237.09 25,237.09 25,237.09 25,237.09 5,000.00 $131,185.45

Biaya Executory (b) $2,000.00 2,000.00 2,000.00 2,000.00 2,000.00 $10,000.00

investasi bersih (c)

Investasi Bersih (d)

0.00 $23,237.09 $7,676.29 15,560.80 6,120.21 17,116.88 4,408.52 18,828.57 2,525.67 20,711.42 454.76 * 4,545.24 $21,185.45 $100,000.00

Investasi Bersih (e) $100,000.00 76,762.91 61,202.11 44,085.23 25,256.66 4,545.24 0.00

(a) (b) (c) (d) (e)

Pembayaran lease tahunan yang disyaratkan oleh lease Biaya executory dimasukkan dalam pembayaran sewa Saldo sebelumnya (e) x 10%, kecuali 1/1/02 (a) dikurangi (b) dan (c) Saldo sebelumnya dikurangi (d)

* Dibulat sebesar 24 sen

Ayat jurnal untuk tahun pertama : Awal Lease 1/1/02 : Piutang Pembayaran Lease Peralatan Pendapatan Bunga Diterima di Muka-lease Pembayaran Pertama yang Diterima 1/1/02 : Kas Piutang Pembayaran Lease Beban Hutang Pajak Properti Ayat Jurnal Penyesuaian untuk Bunga Akrual 31/12/02 : Pendapatan Bunga Diterima di Muka-Lease Pendapatan Bunga-Lease Leasse Jenis Penjualan (Lessor) Ketika mencatat pendapatan penjualan dan harga pokok penjualan, ada perbedaan antara akuntansi untuk nilai residu yang dijamin dan tidak dijamin. Nilai residu yang dijamin dapat dianggap sebagai bagian dari pendapatan penjualan karena lessor mengetahui bahwa seluruh aktiva telah terjual. Terdapat kepastian yang kecil bahwa bagian nilai residu yang 7.676,29 7.676,29 25.237,09 23.237,09 2.000,00 121.185,45 100.000,00 21.185,45

28

LEASING

tidak dijamin dari aktiva telah terjual(misalnya, akan direalisasi), oleh karena itu, penjualan dan harga pokok penjualan hanya diakui untuk bagian aktiva yang realisasinya terjamin. Opsi Pembelian dengan Harga Khusus (Lessee) Opsi pembelian dengan harga khusus memungkinkan lesse untuk membeli properti yang dilease dengan harga yang jauh dibawah perkiraan nilai wajar properti dimasa depan. Harga tersebut begitu menguntungkan pada awal lease sehingga bisa dipastikan bahwa opsi ini akan digunakan. Jika terdapat opsi pembelian dengan harga khusus, maka lessee harus menambahkan nilai sekarang dari pembayaran lease minimum dengan nilai sekarang dari harga opsi. Biaya langsung Awal (Lessor) 1. Biaya langsung inkremental (incremental direct costs) adalah biaya-biaya yang dibayarkan kepada pihak ketiga yang independen, yang terjadi pada awal perjanjian lease. 2. Biaya langsung internal (internal direct costs) adalah biaya-biaya yang secara langsung berhubungan dengan kegiatan khusus yang dilaksanakan oleh lessor pada lease tertentu.

AKUNTANSI LEASE-MASALAH YANG BELUM TERPECAHKAN Akuntansi lease adalah bidang yang banyak disalahgunakan untuk menghindari Statement No.13. Dalam Praktek, aturan akuntansi untuk mengkapitalisasi lease sebagian telah dibuat tidak efektif oleh keinginan yang kuat dari lessee untuk menolak kapitalisasi. Untuk menghindari kapitalisasi aktiva yang dilease, perjanjian lease dirancang, ditulis, dan diinterprestasikan sehingga tidak satupun dari empat kriteria kapitalisasi lease yang terpenuhi dari sudut pandang lessee. Pengaturan perjanjian lease seperti itu tidak sulit jika spesifikasi berikut terpenuhi : 1. 2. 3. 4. Pastikan bahwa lease tidak mencakup pengalihan hak kepemilikan properti kepada lessee Jangan memasukkan opsi pembelian dengan harga khusus (bargain purchase option) Tetapkan masa lease lebih kecil 75% dari estimasi umur ekonomis properti yang dilease Atur agar nilai sekarang dari pembayaran lease minimum lebih kecil 90% dari nilai wajar properti yang dilease. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB FITRI INDRIAWATI, SE., M.Si. AKUTANSI KEUANGAN MENENGAH