Anda di halaman 1dari 2

nUkUM ICULL1nCMSCN

Suatu hari Joule dan Thomson melakukan eksperimen dengan peralatan sederhana seperti
berikut. Bayangkan sebuah tabung dengan pelat berpori (porous plug yang memisahkan tabung
tersebut menjadi dua bagian. Pelat tersebut dapat dilewati gas tetapi dengan laju yang lambat
(biasanya istilah gaul termodinamikanya disebut throttle. Pada kedua ujung tabung tersebut
terdapat piston yang bisa masuk dengan tepat dan kuat ke dalam tabung. Setiap piston bisa
bergerak mendekati dan menjauhi poros berpori tersebut. Tabung juga diinsulasi dengan baik
sehingga tidak ada kalor yang bisa masuk dan keluar tabung tersebut (istilah keren: adiabatik.


Skema Percobaan Ekspansi Joule-Thomson
Gas dimasukkan di antara pelat berpori dan piston sebelah kiri tabung. Kita sebut sisi
pertama. Pada bagian kanan tabung, piston berada tanpa ruang kosong di sebelah poros berpori.
Sebut saja sisi kedua. Volume awal sisi pertama adalah V
1
. Tekanan awal dan temperaturnya
masing-masing P
1
dan T
1
. Sekarang, gas pada sisi pertama didorong piston ke arah poros berpori
dan pada saat yang sama piston sisi kedua akan tertarik menjauhi poros berpori sehingga
memiliki tekanan P
2
(tentu saja P
2
lebih kecil daripada P
1
. Pada akhir eksperimen, piston sisi
pertama tepat berada di sebelah poros berpori dan kondisi (volume, tekanan, dan temperatur
akhir sisi kedua adalah V
2
, P
2
, dan T
2
.
Ada yang aneh hasil percobaan sederhana tersebut! Pengukuran yang akurat menunjukkan T
2

tidak sama dengan T
1
. Kadang T
2
bisa lebih kecil dan lebih besar dari T
1
.
Analisis Awal
Proses diawali dengan volume V
1
V
1
dan V
2
0 dan diakhiri dengan V
1
0 dan V
2
V
2
. Kerja
yang dilakukan pada sisi pertama: W
1
P
1
(0-V
1
P
1
V
1
. Kerja yang dihasilkan pada sisi kedua:
W
2
P
2
(V
2
-0 P
2
V
2
Rumus kerja W P V Kalau negatiI berarti kerja yang dihasilkan
sisitem, kalau positiI berarti kerja yang dilakukan pada sistem.
Berarti kerja total adalah
W
total
W
1
+ W
2
P
1
V
1
- P
2
V
2

Hukum termodinamika pertama U Q W. Artinya perubahan energi dalam sistem
akan dipengaruhi oleh panas dan kerja total yang terjadi pada sistem. Karena eksperimen ini
dilakukan pada kondisi adiabatik, maka Q 0. Dengan demikian energi dalam (deltaU hanya
bergantung pada W (kerja total sistem.
U W
total

U
2
U
1
P
1
V
1
P
2
V
2

U
2
P
2
V
2
U
1
P
1
V
1

UPV H (entalpi
Jadi, persamaan terakhir ditutup dengan H
2
H
1
. Proses ternyata berlangsung pada kondisi
ENTALPI
Biasanya dalam soal atau aplikasi termodinamika, alat yang berperan sebagai poros berpori
(porous plug tersebut adalah valve.