Anda di halaman 1dari 16

9/9/2011

Definisi
Anemia : Penurunan jumlah normal sel darah merah (RBCs) atau hemoglobin kurang dari jumlah normal dalam darah. Suatu keadaan yang menunjukan penurunan kadar hemoglobin di bawah batas normal untuk kelompok tertentu. (WHO)

Sel darah merah (RBCs)


Dibentuk pada sumsum tulang belakang Sel darah merah terdiri dari air (65%), Hb (33%), dan sisanya terdiri dari sel stroma, lemak, mineral, vitamin, dan bahan organik lainnya dan ion K (Kusumawati, 2004). Masa hidup adalah 120 hari (+ / - 20 hari) Pembentukan sel darah merah pada orang dewasa pada sumsum tulang belakang dan pada bayi terjadi di hati, kelenjar thymus dan nodula lymphatica (Frandson,1992).

9/9/2011

Continue: RBCs
Sel darah merah mengalami desintergrasi atau pemecahan sehingga melepas haemoglobin ke dalam sel dan sel darah pecah. Sel darah merah yang mengalami degradasi ini kemudian disendirikan dari sirkulasi yang dilakukan oleh sistem makrofag atau sistem reticuloendotelia. Sel-sel makrofag mencengkeram fragmen, fragmennya dicerna dan dilepaskan dalam darah. Globin dari haemoglobin mengalami degradasi kedalam tulang, disimpan sebagai sel-sel jaringan sebagai homosiderin (Frandson 1992).

Hemoglobine molecule structure

9/9/2011

Hemoglobine
Suatu molekul yang terdiri dari globin, protoporfirin, dan besi (Fe). Globin dibentuk di sekitar ribosom, protoporfirin dibentuk disekitar mitokondria, sedangkan besi didapatdari transferrin. Setiap molekul hemoglobin tersusun atas 4 kandungan heme yang identik dan terikat pada 4 rantai globin. Chain type: 2 rantai Alpha, dan 2 rantai lagi yang berlainan sesuai jenis hemoglobin, yaitu rantai Beta untuk HbA, rantai Gamma HbF, rantai Delta HbA2.

Continue: hemoglobine
Setiap subunit berikatan dgn heme yang mengandung zat besi Pengertian lain hemoglobin adalah protein yang kaya akan zat besi. Gangguan pengikatan besi untuk membentuk hemoglobin akan mengakibatkan terbentuknya eritrosit dengan sitoplasma yang kecil (mikrositer) dan kurang mengandung hemoglobin didalamnya (hipokrom).

9/9/2011

Fungsi Hemoglobine
Hemoglobin merupakan senyawa pembawa oksigen pada sel darah merah. Pada keadaan normal, kira-kira 97% transpor oksigen dari paru ke jaringan dibawa hampir seluruhnya oleh hemoglobin. Hemoglobin dapat diukur secara kimia Darah orang normal mengandung hemoglobine hampir 15 gram dalam tiap 100 ml darah, dan tiap gram hemoglobin dapat berikatan dengan maksimal kira-kira 1,34 ml oksigen (Guyton, 1994). Kandungan hemoglobin yang rendah mengindikasikan anemia (I Dewa Nyoman, 2001:145).

Continue: hemoglobin
Fungsi sel darah merah tergantung pada: Jenis hemoglobin dan kandungannya Stabilitas membran Produksi energi

9/9/2011

Batas normal kadar hemoglobine


Kelompok Women Men Children Pregnant Women Hb (gr/dl) 12.1 - 15.1 13.8 17.2 11 16 11 - 12

9/9/2011

Penyebab Anemia
1. Penurunan konsentrasi hemoglobine dalam eritrosit dan terjadi penurunan jumlah sel darah merah dalam volume darah yang beredar dalam tubuh (Burton & Foster (1988). 2. Kehilangan darah karena perdarahan, kerusakan sel darah merah, produksi sel darah merah tidak cukup banyak (Karyadi, 2000)

Continue: Penyebab Anemia


3. Menurut AIRE (Anemia Institute for Research and Education) tahun 1996, anemia disebabkan oleh beberapa faktor :
Tidak terpenuhinya zat-zat gizi yang sangat diperlukan dalam makanan sehari-hari Kehilangan zat-zat nutrisi essensial dalam jumlah yang banyak Kurangnya asupan vitamin B12 Kurangnya asupan asam folat Kurangnya asupan zat besi Penyakit yang bersifat kronis, misalnya anemia aplastik, thalasemia, dan sickle sel anemia

9/9/2011

Patofisiologi
Perdarahan Anemia Hitungan sel eritrosit <<< Hemolisis Nutrisi <<< Pejanan toksik Invasi tumor Unknown Kegagalan sumsum tulang Eritropoesis

Manifestasi Klinik
Tergantung pada : Kecepatan timbulnya anemia Durasi Kebutuhan metabolisme Kecacatan Komplikasi

9/9/2011

Jenis Anemia
1. Anemia aplastik 2. Anemia defisiensi zat besi 3. Anemia Megaloblastik Anemia gizi salah satu jenis anemia yang paling sering dijumpai Tidak adekuatnya intake zat gizi essensial (zat besi, protein, asam folat dan vit. B12, phyridoxin dan vit. C) Jenis anemia gizi yang banyak dijumpai: anemia def.besi, anemia megaloblastik.

Anemia Aplastik
DEFENISI : Suatu gangguan pada sel-sel induk pada sumsum tulang dimana darah yang dihasilkan tidak memadai PENYEBAB : Agen antineoplastik Terapi radiasi Antibiotika (antihistamin, antimikrobial) Medikasi (terapi tiroid, sedatif) Infeksi (hepatitis) Menzene/ derivat benzene

9/9/2011

Patofisiologi
idiopatik Faktor Penyebab kongenital/didapat Toksik Gangguan Hemapoetik Eritropoetik Anemia Trombositopenia -ekimosis -epitaksis -perdrhn sal.cerna -perdrhn cerebral Leukopenia depresi sistem immune.

Penatalaksanaan
Transplantasi sumsum tulang
untuk menyediakan sediaan jaringan hemapoetik yang adekuat

Terapi imunosupresi
Dengan pemberian ATG (Anti Timosit Globulin) untuk menghentikan fungsi imunologis yang memperpanjang aplasia

Terapi suportif
Upaya penghentian penyebab

diikuti oleh tranfusi darah (SDM, Trombosit)

9/9/2011

Anemia Defiseinsi zat besi


DEFENISI : suatu keadaan dimana kandungan besi tubuh total turun dibawah normal (n 4 gr) Penyebab anemia utama untuk semua kelompok usia ETIOLOGI:
Tidak cukup zat besi dalam makanan Bertambah kebutuhan Kehilangan darah

Anemia megaloblastik
DEFENISI : Anemia akibat defisiensi Vitamin B12 dan Asam Folat yang mengakibatkan sintesis DNA terganggu. PENYEBAB: Kemungkinan sekunder karena malnutrisi, malabsorpsi, infeksi parasit, penyakit usus dan keganasan, serta agen kemotera peutik.

10

9/9/2011

Anemia megaloblastik
INSIDEN:
Orang dengan malnutrisi Pecandu alkohol Pada masa kehamilan

Kebutuhan minimal folat setiap hari kira-kira 50 g Sumber: daging merah, sayuran berdaun hijau yang segar (harus diperhatikan cara pengolahannya) Folat dibsorpsi dari duodenum dan jejunum bagian atas, terikat pada protein plasma dan disimpan dalam hati.

TANDA-TANDA DAN GEJALA ANEMIA


5 L (Lesu, Lemah, Letih, Lelah, Lalai) Sering mengeluh pusing dan mata berkunangkunang Rambut rapuh dan halus Kuku mudah patah Stomatitis Gejala lebih lanjut adalah kelopak mata, bibir, lidah, kulit dan telapak tangan menjadi pucat Pada anemia berat , dapat menimbulkan payah jantung, gangguan saluran pencernaan seperti: anoreksia, nausea, konstipasi atau diare hebat

11

9/9/2011

AKIBAT ANEMIA
1. Pada anak-anak:
Menurunkan kemampuan dan konsentrasi belajar Menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan otak Meningkatkan resiko menderita penyakit infeksi karena daya tahan tubuh menurun

2. Pada remaja:
Menurunkan kemampuan dan konsentrasi belajar Mengganggu pertumbuhan fisik, sehingga TB tidak mencapai optimal Menurunkan kemampuan fisik atlet

Continue: akibat anemia


3. Pada orang dewasa: Menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terkena penyakit Menurunkan produktivitas kerja Menurunkan kebugaran 4. Pada ibu hamil: Menimbulkan perdarahan sebelum atau saat persalinan Meningkatkan resiko BBLR Pada anemia berat, bahkan dapat menyebabkan kematian ibu/bayi

12

9/9/2011

Penatalaksanaan
Dietary: Diit tingi vit. B12 Diit preparat besi ; Sulfat Ferosus, Glukonat Ferosus, Fumarat Ferosus anjuran 2 tahun Menanamkan kebiasaan pola makan teratur untuk kecukupan kalori

Pengkajian keperawatan
Aktivitas Subyektif :
Keletihan, kelemahan, malaise umum Kehilangan produktivitas; penurunan semangat kerja Toleransi terhadap latihan rendah Kebutuhan untuk tidur dan istirahat lebih banyak Takikardia/ takipnea Letargi, menarik diri, lesu, kurang tertarik pada lingkungan Kelemahan otot dan penurunan kekuatan Postur lunglai, berjalan lambat, bahu menurun

Obyektif :

13

9/9/2011

Pengkajian keperawatan
SIRKULASI Subyektif :
Riwayat kehilangan darah kronis palpitasi

Obyektif :
Peningkatan TD darah (sistolik) Disritmia Pucat Sklera ; biru/ putih CRT ; << Kuku ; mudah patah, kolinoika Rambut ; kering mudah putus tipis

Pengkajian keperawatan
Kebutuhan Nutrisi: Subyektif :
Penurunan pemasukan diit Kesulitan menelan Anoreksia Penurunan BB Lidah tampak merah daging Turgor kulit ; jelek Membran mukosa kering, pucat stomatitis

Obyektif :

14

9/9/2011

Pengkajian keperawatan
NEUROSENSORI Subyektif :
Sakit kepala Insomnia Penurunan penglihatan

Obyektif :
Peka rangsang Geliash Depresi Apatis Respon lambat Gangguan koordinasi

Diagnosa keperawatan
Perubahan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan penurunan komponen seluler
Fokus intervensi :
1. 2. 3. 4. 5. 6. Awasi TTV, CRT, warna kulit dan mukosa Kaji respon verbal Pertahankan suhu lingkungan Berikan oksigen Berikan tranfusi darah Lakukan pemeriksaan Hb/Ht, AGD, SDM

15

9/9/2011

Diagnosa keperawatan
Ketidakseimbangan suplai O2 dengan kebutuhan
Fokus intervens : 1. Kaji kemampuan toleransi pasien 2. Kaji tingkat ketergantungan 3. Awasi TTV selama dan sesudah aktivitas 4. Berikan bantuan pada saat aktivitas 5. Gunakan aktivitas dengan tehnik menghemat energi 6. Tingkatkan aktivitas sesuai batas toleransi

Diagnosa keperawatan
Perubahan nutrisi ; kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan absorbsi nutrien
Fokus intervensi : 1. Kaji riwayat nutrisi 2. Observasi intake makanan 3. Monitor BB/ hari 4. Pantau hasil Lab ; protein darah, besi serum, 5. B12, asam folat

16