Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK

Percobaan II
SIFAT KIMIA SENYAWA KLOR














Chitta Putri Noviani
109096000007



Kelompok :
1. Dita Apriliana
2. Fitrianingsih
3. Guntur Setiaji
4. Herwin HanaIiah
5. M.Thoharo
6. WaIa Faizah



PROGRAM STUDI KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA & ILMU PENGETAHUAN ALAM (MIPA)
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA

2011
Hari/Tanggal percobaan : Kamis, 31 Maret 2011

I. Tujuan percobaan
1. Mengetahui kelarutan dan stabilitas garam klorida
2. Mempelajari pembentukan kompleks logam transisi dengan ion klorida

II. Dasar teori
Unsur-unsur halogen dapat diidentiIikasi melalui warna dan siIatnya.
Misalnya Cl: berupa gas warna kuning kehijauan pada suhu kamar, non-
polar, kelarutan dalam air kecil dan larut dalam pelarut non-polar seperti
heksana.
Semua halogen dapat mengoksidasi air menjadi gas O
2
dan bukan
merupakan oksidator kuat. Larutan halogen tidak stabil karena cenderung
mengalami autooksidasi atau autoreduksi, proses ini disebut dengan
/isporporinasi:

Pemutih klorin (bleaching agent) mengandung larutan hipoklorit
(NaOCl). Ion ClO
-
merupakan suatu oksidator, daya oksidasinya sama
dengan klorin namun ion ClO
-
berbeda dengan Cl
-
sebab asam hipoklorit,
HClO adalah asam lemah dan ion ClO
-
adalah basa yang cukup kuat,
sedangkan Cl
-
mempunyai siIat netral dan merupakan basa konjugat dari
HCl kuat.
Ion klorida membentuk endapan dengan ion-ion Ag

, Pb

, dan Hg
2

,
berperan sebagai ligan dalam pembentukan kompleks yang diamati melalui
perubahan warna dan melarutnya endapan atau padatan.

III. Bahan /an Alat
ahan
1. NaCl 0,1 M
2. AgNO
3
0,1 M
3. NH
3
6 M
4. N-heksana
5. CuSO
4
0,1 M
6. Lakmus merah dan biru
7. NaOCl 5 (sunclin)
8. NaOH 6 M
9. KI 0,1 M
10.Kr 0,1 M
11.HCl pekat
12.HNO
3
pekat
Alat
1. Pipet tetes
2. Rak tabung reaksi
3. Gelas ukur
4. Tabung reaksi

IV. Cara kerja
1. Ion Klori/a Cl
-

a Kelarutan /an kestabilan garam klori/a









ulmasukkan 1 mL naCl kedalam Labung reaksl dlLambahkan 1 mL AgnC
3
01 M
kedalam Labung LersebuL
uladuk laruLan hlngga meraLa dan dlLambahkan nP
3
6 M dengan volume yang sama
uladuk campuran agar endapan yang LerbenLuk laruL kemball kemudlan
dlLambahkan PnC
3
pekaL sedlklL berleblh lalu dladuk
ulamaLl perubahan yang Ler[adl

b. Kompleks logam transisi /engan ion Cl
-







2. Ion hipoklorit (ClO
-
)
a. Reaksi lakmus


b. Reaksi /engan AgNO
3






c. Daya oksi/asi






ulmasukkan 2 mL CuSC
4
01 M dan 2 mL PCl pekaL kedalam Labung reaksl lalu
dlencerkan dengan menggunakan aquades sebanyak 3 mL ulamaLl apa yang Ler[adl
ulLambahkan 3 mL PCl pekaL kedalam 1 mL AgnC
3
01 M dan dladuk beberapa
menlL agar endapan laruL kemball lalu dlencerkan lagl dengan aquades sebanyak 3
mL kemudlan dlamaLl apa yang Ler[adl
ulLeLeskan naCCl 3 (sunclln) pada kerLas lakmus merah dan blru ulamaLl
perubahan warna yang Ler[adl
ulLambahkan 1 mL AgnC
3
01 M ke dalam 3 mL naCCl 3 ulamaLl endapan yang
LerbenLuk kemudlan dlLambahkan PnC
3
pekaL beberapa LeLes
ulbandlngkan dengan campuran anLara naCP 6 M dengan AgnC
3
01 M ulamaLl
perubahan warna yang Ler[adl
ulmasukkan 2 mL kl 01 M dan 1 mL nheksana (dlker[akan dalam ruang asam!)
kemudlan dlLambahkan beberapa LeLes laruLan naCCl 3 sambll dladuk
ulcaLaL perubahan warna yang Ler[adl
ulhlndarl keleblhan naCCl karena dapaL menghllangkan warna l
2
yang LerbenLuk
dan produk awal akan Leroksldasl men[adl ClC
3

yang Lldak berwarna









V. Data Pengamatan
1. Ion Klorida
a. Kelarutan dan kestabilan garam klorida
i. NaCl AgNO
3
AgCl NaNO
3

Terbentuk endapan putih, larutan putih keruh
ii. (i) NH
3
|Ag(NO
3
)
2
|

Cl
-

(endapan) larut, larutan bening
iii. (ii) HNO
3
AgCl NH
4
-

Terbentuk endapan putih kembali dan larutan berwarna putih keruh
b. Kompleks ion logam transisi
i. CuSO
4
2HCl H
2
SO
4
CuCl
2

Larutan berwarna hijau cerah
ii. (i) H
2
O
Warna hijau hilang menjadi bening kebiruan
iii. AgNO
3
HCl AgCl HNO
3

Terbentuk endapan kemudian melarut dengan sendirinya
iv. (iii) H
2
O
Terbentuk putih. Larutan keruh
ululangl percobaan dlaLas dengan dengan menggunakan k8r sebagal pengganLl kl
ulamaLl perubahan warna yang Ler[adl pada laplsa nheksana
ulasamkan laruLan dengan PCl 6 M dladuk dan dlcaLaL perubahan warna yang
Ler[adl pada laplsan nheksana

2. Ion hipoklorit (ClO
-
)
a. Reaksi lakmus
i. NaOCl lakmus merah warna lakmus berubah menjadi biru
ii. NaOCl lakmus biru warna lakmus tetap yaitu biru
b. Reaksi dengan AgNO
3

i. NaOCl (teknis) AgNO
3
NaNO
3
AgCl O
2

Terbentuk endapan putih
ii. (i) HNO
3

Endapan putih, larutan menjadi kuning kecoklatan.
iii. NaOH AgNO
3

Terbentuk endapan coklat
iv. (iii) HNO
3

Terbentuk 2 lapisan, yaitu lapisan atas berwarna coklat dan lapisan bawah
berwarna bening.
v. Sunklin AgNO
3

Terbentuk endapan hitam dan larutan berwarna putih
vi. (v) HNO
3

Endapan menjadi warna putih, larutan berwarna kuning, adanya gas.
b Daya oksidasi ion (ClO
-
)
i. KI C
6
H
12
NaOCl
Terbentuk 2 Iasa, yaitu lapisan atas pink dan lapisan bawah bening.
ii. Kr C
6
H
12
NaOCl
Terbentuk 2 Iasa, lapisan atas dan bawah bening

iii. KI C
6
H
12
HCl
Terbentuk 2 Iasa, yaitu lapisan atas pink dan lapisan bawah bening.
iv. Kr C
6
H
12
HCl
Terbentuk 2 Iasa, lapisan atas berwarna kuning terang dan lapisan bawah
berwarna kuning pucat

VI. Pembahasan
Pada percobaan ini praktikan akan menguji siIat-siIat dari senyawa klor, diantaranya
adalah kelarutannya dan pembentukan kompleks dari ion klorida. ahan-bahan yang
digunakan adalah NaCl, NaOCl, dan HCl. NaOCl (bisa diganti dengan sunclin).
Percobaan yang pertama adalah menguji kelarutan dan kestabilan garam klorida.
NaCl direaksikan dengan larutan perak nitrat

maka akan menghasilkan suatu endapan AgCl
seperti dadih yang berwarna putih, kemudian endapan ini larut kembali dengan penambahan
ammonia membentuk kompleks diaminaargentat.

Serta terbentuk endapan kembali dengan
penambahan asam nitrat yang berIungsi untuk menetralkan kelebihan ammonia. Pada
kondisi ini kesetimbangan bergeser ke kiri. Dapat dilihat bahwa biloks Cl pada reaksi ini
adalah -1. Garam klorida yang terbentuk tidak stabil.
Pembentukan kompleks ion logam transisi dari ion klorida, dimana Tembaga (II)
sulIat direaksikan dengan asam dan diencerkan dengan H
2
O maka akan menghasilkan
kompleks berwana hijau bening kebiruan denagn Cu sebagai ion pusatnya. Lalu pada reaksi
(iii) 2Ag

2NH
3
H
2
O Ag
2
O 2NH
4

, reaksi mencapai kesetimbangan dan karenanya


pengendapan tidak sempurna pada tingkat manapun. Endapan ini akan larut dengan
sendirinya pasa reagensi berlebih dan nantinya akan terbentuk ion kompleks
diaminaargentat.
Percobaan yang kedua adalah menguji ion hipoklorit. NaOCl yang digunakan diuji
tingkat kebasaan dengan kertas lakmus dan didapat bahwa NaOCl bersiIat basa.
Reaksi hipoklorit dengan perak nitrat menghasikan endapan perak klorida yang
berwarna putih yang hilang ketika ditambahkan dengan asam nitrat. Dibandingkan dengan
perak nitrat yang direaksikan dengan natrium hidroksida 2Ag

2OH
-
Ag
2
O H
2
O
endapan yang terbentuk berwarna coklat dan seharusnya melarut dalam asam nitrat, tapi
percobaan ini terbentuk 2 Iasa dimana lapisan atas berwarna coklat dan lapisan bawah
berwarna bening. Pada praktikum ini dicoba menggunakan sunklin yang direaksikan dengan
perak nitrat ternyata menghasilkan endapan hitam dan larutan berwarna putih serta
menghasilkan gas ketika ditambah dengan asam nitrat. DiidentiIikasi bahwa dalam sunklin
ini terdapat H
2
S (larutan air-jenuh) dengan reaksi sesuai dengan literatur sbb : 2Ag

H
2
S
Ag
2
S 2H

. asam nitrat akan menguraikan perak sulIide dan belerang tertinggal dalam
bentuk endapan putih, 3Ag
2
S 8HNO
3
S 2NO Ag

6Ag

6NO
3
-
4H
2
O.
Daya oksidasi ion hipoklorit. Semua reksi adalah penggabungan ion, dimana bilangan
oksidasi (valensi) spesi-spesi yang beraksi tidaklah berubah. Namun terdapat pertukaran
sejumlah electron antara pereaksi. Ini disebut reaksi oksidasi-reduksi, atau redoks. Yang
digunakan adalah golongan halogen. Kerja halogen bergantung pada pengubahan molekul
halogen yang secara listrik netral menjadi ion halogen dengan menerima electron. Daya
oksidasi halogen berkurang dengan bertambahnya massa atom relatiInya. Diantara beberapa
uji, semua hasilnya menunjukkan terbentuk 2 lapisan. Ion ClO
-
memiliki daya oksidasi yang
besar karena merupakan oksidator kuat.

VII. Kesimpulan
1) Garam klorida memiliki kecenderungan untuk tidak stabil.
2) Ion Cl
-
dapat membentuk kompleks yang berwarna apabila bertemu dengan ion logan
golongan transisi.
3) Sunklin diidentiIikasi mengandung H
2
S
4) Ion CLO
-
merupakan oksidator kuat

VIII. Daftar pustaka
Vogel. 1985. uku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jilid I dan II.
Jakarta: Kalman Media Pustaka

IX. Lampiran
Pertanyaan:
1)Tuliskan contoh-contoh senyawa klor dengan bilangan oksidasi Cl (-1, 0, 1, 3, 4, 5, 7)
dan sebutkan kegunaannya (jika ada)!
2)agaimana cara membuat larutan pemutih NaOCl secara komersial? Tuliskan reaksinya!
3)agaimana caranya zat pemutih dapat membuat pakaian menjadi kelihatan lebih putih?

Jawaban
1)Contoh senyawa klor beserta Iungsinya
blloks
0
1
3
7
senyawa klor
nP
4
ClC
4
naCCl
kegunaan
sebagal campuran bahan bakar rokeL
sebagal pemuLlh dalam lndusLrl LeksLlldan kerLas
sebagal pemuLlh pakalan
dlgunakan pada pengolahan alr sebagal deslnfekLan
[uga pada obaL kumur dan pasLa glgl
2
naClC
3 sebagal herblslda
1
sebagal sen[aLa pada perang dunla ll
naClC
2
Cl
2
sebagal bahan pengamaL dan bahan campuran
unLuk membuaL es krlm
naCl

2) Larutan pemutih dapat dibuat dengan mereaksikan gas klor (Cl
2
) dengan NaOH, gas klor
dilewatkan kedalam larutan dingin NaOH encer. Larutan harus dijaga pada suhu
dibawah 40
O
C untuk mencegah pembentukan natrium klorat (NaClO
3
).

3) Warna pada pewarna tekstil dan pigmen dihasilkan oleh suatu molekul yang
mengandung kromoIor. Zat pemutih bekerja dengan dua cara, yaitu:
a. Pemutih yang bersiIat oksidator bekerja dengan memutuskan ikatan kmia yang
merubah kromoIor. Hal ini mengubah molekul menjadi zat yang berbeda yang tidak
mengandung kromoIor atau masih mengandung kromoIor yang tidak menyerap
cahaya visible.
b. Pemutih yang bersiIat reduktor bekerja dengan mengubah ikatan rangkap pada
kromoIor menjadi ikatan tunggal. Hal ini megurangi kemampuan kromoIor untuk
menyerap sinar visible.





Foto-Ioto:

Kiri.hno3agno3naocl.Kanan.naohagno3 Agno3hclh2o

















Cuso4+hcl+h2o
uaya oksldasl kl












u[l kebasaan
nacl+agno3+nh3+hno3
naocl