P. 1
Drive Test 4

Drive Test 4

|Views: 86|Likes:
Dipublikasikan oleh p_aryo

More info:

Published by: p_aryo on Nov 29, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

1

Analisa Unjuk Kerja Jaringan Operator 3G(WCDMA-UMTS) Menggunakan Metode
Drivetest

Heri Kiswanto
1
,

Arifin ST, MT
2
1
Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Jurusan Teknik Telekomunikasi
2
Dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Kampus ITS, Surabaya 60111
e-mail : heri@student.eepis-its.edu e-mail : arifin@eepis-its.edu

Abstrak
Saat ini tiap operator telekomunikasi
masih gencar melakukan penambahan BTS
3G/UMTS di Surabaya yang bertujuan untuk
menambah kapasitas kanal trafik dan
memperluas coverage. Di sisi lain, pe-
nambahan BTS 3G/UMTS berdampak positif
terhadap peningkatan kapasitas kanal trafik dan
luas coverage, tapi disisi lain penambahan BTS
3G/UMTS menuntut kebutuhan frekuensi yang
semakin hari semakin berkurang. Penggunaan
frekuensi yang terlalu banyak tanpa diikuti
oleh pengaturan frekuensi yang baik, malah
akan memicu timbulnya interferensi yang
secara tidak langsung dapat menurunkan
kualitas sinyal. Hal ini secara langsung
berdampak terhadap kualitas sinyal yang
dirasakan pelanggan.
Dalam tugas akhir ini, akan dibahas
kualitas sinyal RF 3G/UMTS yang dirasakan
oleh setiap pelanggan operator tersebut dengan
menggunakan metode drive test. Dimana
dengan drive test bisa diketahui informasi
RSCP (Receive Signal Code Power), Ec/No
(Energy Carrier Per Noise), jarak BTS dan
MS,interferensi dan proses handover. Dari
informasi hasil drive test tersebut, kita dapat
mengetahui kinerja jaringan dari masing-
masing operator 3G/UMTS, sehingga bisa kita
simpulkan apakah keadaan keadaan radio suatu
BTS 3G/UMTS masih layak atau perlu
dilakukan suatu perbaikan.
Berdasarkan pengukuran di area
Surabaya Tengah, Timur, Utara, Selatan, dan
Barat dengan metode normal(dapat menangkap
sinyal GSM dan 3G/UMTS) dan metode
lock(hanya menerima sinyal 3G/UMTS).
Prosentase nilai RSCP terbaik (-85 dBm s/d 0
dBm) dari operator Telkomsel yang paling
tinggi sebesar 80,2% saat menggunakan
metode normal dan dari operator Telkomsel
juga yang paling tinggi sebesar 52,6 % saat
menggunakan metode lock, prosentase nilai
Ec/No terbaik (-6 dB s/d 0 dB) dari operator
Telkomsel yang paling tinggi sebesar 71,6 %
saat menggunakan metode normal dan dari
operator Excelcomindo yang paling tinggi
sebesar 47 % saat menggunakan metode lock,
selanjutnya prosentase nilai SQI terbaik (18 s/d
30) dari operator Excelcomindo sebesar 71,6%
saat menggunakan metode normal dan dari
operator Excelcomindo juga saat menggunakan
metode lock sebesar 64,6%.

Kata kunci : QOS, RSCP, Ec/No, SQI, 3G
/UMTS

1. Pendahuluan
Seiring pentingnya menjamin kepuasan
pelanggan jaringan 3G/UMTS bagi para
operator di kota-kota besar seperti Surabaya,
maka kualitas pelayanan (Quality of Service)
harus dijaga dan terus ditingkatkan. Operator
juga harus peka terhadap setiap keluhan pe-
langgan yang menginginkan terjaminnya
kualitas akses data dan sinyal yang kuat untuk
komunikasi.
Metode drive test perlu dilakukan secara
berkala untuk mencapai kualitas jaringan
3G(UMTS) yang baik. Dengan memakai
mapserver data hasil pengukuran dapat
ditampilkan dalam web browser sehingga
dapat di akses dengan cepat oleh para operator
untuk melakukan tindakan selanjutnya tentang
kualitas jaringan 3G mereka, apakah perlu
dilakuakan perbaikan atau tidak.

2. Teori Penunjang
UMTS
UMTS merupakan suatu revolusi dari
GSM yang mendukung kemampuan generasi
ketiga (3G). UMTS menggunakan teknologi
akses WCDMA dengan system DS-WCDMA
(Direct Seqence Wideband CDMA). Terdapat
2

dua mode yang digunakan dalam WCDMA
dimana yang pertama menggunakan FDD
(Frequency Division Duplex) dan kedua
dengan menggunakan TDD (Time Division
Duplex). FDD dikembangkan di Eropa dan
Amerika sedangkan TDD dikembangkan di
Asia. Pada WCDMA FDD, digunakan
sepasang frekuensi pembawa 5 MHz pada
uplink dan downlink dengan alokasi frekuensi
untuk uplink yaitu 1945 MHz – 1950 MHz dan
untuk downlink yaitu 2135 MHz – 2140 MHz.

Parameter Kerja Jaringan (QoS)
Beberapa parameter yang dijadikan
referensi umum untuk dapat melihat per-
formansi dari jaringan 3G/UMTS adalah
seperti : RSCP, EcNo, Speech Quality Index
(SQI), Call Setup Success Ratio, Call Drop
Ratio, Successfull Call Ratio, Call Congestion
Ratio, dan Handover Success Ratio.

 RSCP
Reception Level (RxL) adalah tingkat
kekuatan sinyal di jaringan 2G yang diterima
ponsel, sedangkan untuk 3G(UMTS)
menggunakan istilah Received Signal Code
Power (RSCP). Skala RxL antara -47 dBm s.d.
-110 dBm (bila menunjuk angka lebih besar
dari -85 dBm Sangat Baik, -92 s.d. -85 Baik, -
105 s.d. -92 Cukup Baik, dan <-105 Kurang
Baik). Untuk RSCP menggunakan skala -47
dBm s.d. -112 dBm (>-85 dBm Sangat Baik, -
98 s.d. -85 Baik, -108 s.d. -98 Cukup Baik, dan
<-108 Kurang Baik).

 Energy Carrier Per Noice (Ec/No)
Ec/No adalah kualitas data atau suara
di jaringan operator 3G/UMTS, Fungsinya
sama dengan RxQual di jaringan 2G. Skala 0
s.d. -6 dBm sangat baik, -6 s.d -11 dBm baik, -
11 s.d -16 dBm buruk dan <-16 dBm sangat
buruk.

 Speech Quality Index (SQI)
Secara tradisional, kualitas data atau
suara di jaringan 3G/UMTS di ukur dengan
parameter Ec/No, bagaimanapun tidak akurat
digunakan sebagai indikator kualitas sinyal.
SQI adalah pengukuran yang lebih
canggih dikhususkan untuk menggambarkan
kualitas suara. Seperti halnya EcNo, SQI
diupdate 0,5 detik.

 Call Setup Success Ratio (CSSR)
CSSR adalah prosentase tingkat
keberhasilan melakukan setup panggilan
sehingga diperoleh kanal yang dipergunakan
pada saat awal signaling. Pada perhitungan
CSSR menggunakan rumusan sebagai berikut:
(
¸
(

¸

¿
¿
=
t callattemp
callsetup
x CSSR 100 ..............(1)

 Call Drop Ratio
Call Drop Ratio adalah prosentase
banyaknya panggilan yang jatuh atau putus
setelah kanal pembicaraan digunakan. Pada
perhitungan call drop ratio ini digunakan
menggunakan rumus sebagai berikut :
(
¸
(

¸

¿
¿
=
CallSetup
d CallDroppe
x tio CallDropRa 100 (%)
..(2)
Call drop dapat disebabkan beberapa
hal, antara lain:
- Rugi-rugi frekuensi radio
- Co Chanal interferensi dan Adjacent
interferensi
- Kegagalan proses handover

 Successful Call Ratio
Successfull Call Ratio adalah
prosentase dari keberhasilan proses panggilan
yang dihitung dari MS si penelepon melakukan
panggilan sampai dengan panggilan tersebut
terjawab oleh penerima. Pada perhitungan
successful call ratio ini menggunakan rumusan
sebagai berikut :

Successful Call(%) = 100 x (CSSR x(1-call drop rate)) (3)
 Call Congestion Ratio
Call Congestion Ratio adalah
prosentase kepadatan panggilan yang di-
sebabkan karena keterbatasan kanal. Pada
perhitungan call congestion ratio ini
menggunakan rumusan sebagai berikut :
(
(
¸
(

¸

=
¿
¿
t CallAttemp
BlockCall
x tionRatio CallConges 100 (%)
...(4)
 Handover Success Ratio
Handover Success Ratio adalah
prosentase tingkat keberhasilan proses per-
3

pindahan sel pada MS selama melakukan
percakapan secara mobile tanpa terjadi
pemutusan hubungan. Adapun kriteria yang
menyebabkan terjadinya handover antara lain :
level penerimaan (RSCP), kualitas
penerimaan(Ec/No), jarak MS-BTS, power
budget, Fast Upling handover (penurunan level
sinyal secara drastis) dan trafik percakapan.
Pada Handover Success Ratio ini
menggunakan rumusan sebagai berikut :
¿
¿
=
tempt HandoverAt
ccess HandoverSu
x HSR 100 (%)
....(5)

3. Pengukuran (Perancangan)
Metode Pengukuran
Survey Lokasi
BTS
Pemilihan Rute
Pengukuran
Drive Test
Pengolahan Data
Mapping Data
MapServer

Gambar 1. blok diagram sistem

Metode pengambilan data dengan
membandingkan 3 operator (Telkomsel,
Indosat dan Excelcomindo) dengan rute yang
sama dan data yang diambil juga sama yang
meliputi :
1. Metode Normal jaringan
Mobile Station dapat menerima jaringan 2G
dan 3G
2. Metode lock jaringan
Mobile Station hanya dapat menerima
jaringan3G
Pengkuran dilakukan diseluruh daerah
Surabaya yang sudah mendukung jaringan
3G/UMTS dengan pembagian daerah menjadi
5 bagian yaitu Surabaya tengah, timur, barat,
utara, dan selatan.
4. Pengujian dan Analisa
Dari hasil pengukuran kemudian diproses
didapatkan hasil call sequence, RSCP, EcNo
dan SQI. Call sequence yang meliputi meliputi
call setup success ratio (CSSR), call drop ratio,
successful call, call congestion ratio dan
Handover success ratio.

4.1 Call Setup Success Ratio (CSSR)
Pada perhitungan Call Setup Success
Ratio ini menggunakan rumusan seperti pada
persamaan (1). Setelah dilakukan perhitungan
CSSR sidapatkan hasil perbandingan gambar 2,
dimana prosentase CSSR bila menggunakan
jaringan normal (dapat menerima jaringan 2G
dan 3G), dimana operator Indosat memiliki
prosentase keseluruhan yang sangat baik
diikuti oleh Excelcomindo. Sedangkan operator
Telkomsel memiliki prosentase keseluruhan
yang kurang baik terutama di daerah Surabaya
selatan yang hanya memiliki prosentase
66,67%.


Gambar 2 prosentase CSSR, normal jaringan

Selanjutnya ketika dilakukan meng-
gunakan metode lock jaringan (hanya
menerima jaringan 3G/UMTS) ditunjukkan
oleh gambar 3, prosentase CSSR menunjukkan
nilai yang baik. Hanya pada operator
Excelcomindo pada daerah Surabaya tengah
memiliki nilai dibawah rata-rata yaitu 84,87%.

Gambar 3 prosentase CSSR, lock jaringan

4

4.2 Call Drop Ratio
Pada perhitungan call drop ratio ini
menggunakan rumusan seperti pada persamaan
(2). Setelah dilakukan perhitungan call drop
ratio didapatkan hasil perbandingan seperti
gambar 4, dimana prosentase call drop ratio
bila menggunakan jaringan normal (dapat
menerima jaringan 2G dan 3G), dimana pada
daerah surabaya selatan hampir keseluruhan
operator memiliki prosentase yang buruk
terlebih operator Telkomsel call drop rationya
melebihi 50% yaitu 62,5%. Lebih dari separuh
panggilan mengalami drop call.


Gambar 4 prosentase call drop, normal
jaringan
Selanjutnya ketika dilakukan
menggunakan metode lock jaringan (hanya
menerima jaringan 3G/UMTS) ditunjukkan
oleh gambar 5, prosentase call drop ratio
menunjukkan nilai yang baik. Terutama pada
operator Exelcomindo hampir diseluruh daerah
di Surabaya. Seangkan nilai prosentase call
drop ratio paling tinggi ditunjukkan oleh
operator Indosat didaerah surabaya tengah dan
barat sebesar 7,27% dan 6,7%.


Gambar 5 prosentase call drop, lock jaringan

4.3 Successfull Call Ratio
Pada perhitungan successful call ratio
ini menggunakan rumusan seperti pada
persamaan (3). Setelah dilakukan perhitungan
successfull call ratio didapatkan hasil
perbandingan seperti gambar 6, dimana
prosentase successful call ratio bila meng-
gunakan jaringan normal (dapat menerima
jaringan 2G dan 3G), dimana pada daerah
surabaya selatan pada operator telkomsel
memiliki prosentase successful call ratio paling
kecil yaitu 25%, sedangkan operator
Excelcomindo memiliki prosentase yang paling
stabil dari ketiga operator.


Gambar 6 prosentase successfull call, normal
jaringan
Selanjutnya ketika dilakukan
menggunakan metode lock jaringan (hanya
menerima jaringan 3G/UMTS) ditunjukkan
oleh gambar 7, prosentase successful call ratio
menunjukkan nilai yang baik dari ketiga
operator. Terutama pada operator Exelcomindo
di Surabaya timur yang memiliki prosentase
100% tetapi pada daerah Surabaya tengah
memiliki prosentase yang paling kecil.
Sedangkan operator Telkomsel memiliki
successful ratio yang paling stabil diatas 90%.


Gambar 7 prosentase successful ratio, lock
jaringan

4.4 Congestion Ratio
Pada perhitungan congestion ratio ini
menggunakan rumusan seperti pada persamaan
(4). Setelah dilakukan perhitungan congestion
ratio didapatkan hasil perbandingan seperti
gambar 8, dimana prosentase congestion ratio
bila menggunakan jaringan normal (dapat
menerima jaringan 2G dan 3G). pada operator
5

Excelcomindo memiliki prosentase yang stabil
yaitu dibawah 2% di seluruh daerah surabaya,
sedangkan pada operator Telkomsel pada
daerah Surabaya selatan memiliki nilai yang
rendah (8,3%), selajutnya pada operator
Indosat memiliki prosentase Congestion yang
rendah yaitu pada Surabaya tengah (3,6%),
utara(3,8%) dan selatan (9%), hanya pada
Surabaya timur dan barat memiliki prosentase
yang baik yaitu 0%.


Gambar 8 prosentase congestion ratio, normal
jaringan
Selanjutnya ketika dilakukan
menggunakan metode lock jaringan (hanya
menerima jaringan 3G/UMTS) ditunjukkan
oleh gambar 9, prosentase congestion ratio
menunjukkan nilai yang baik dari ketiga
operator. Hanya pada daerah Surabaya utara
operator Telkomsel dan indosat memiliki
prosentase congestion ratio diatas 5% tepatnya
5,2%(Telkomsel) dan 5,7(indosat).


Gambar 9 prosentase congestion ratio, lock
jaringan

4.5 Handover Success Ratio
Pada perhitungan handover success ratio
ini menggunakan rumusan seperti pada
persamaan (5). Setelah dilakukan perhitungan
congestion ratio didapatkan hasil perbandingan
seperti tabel 9 dan gambar 10, dimana
prosentase handover success ratio bila
menggunakan jaringan normal (dapat
menerima jaringan 2G dan 3G). semua
operator memiliki nilai prosentase yang baik
terutama operator indosat yang memiliki rata-
rata handover success ratio diatas 99%.


Gambar 10 prosentase handover success ratio,
normal jaringan
Selanjutnya ketika dilakukan meng-
gunakan metode lock jaringan (hanya
menerima jaringan 3G/UMTS) ditunjukkan
oleh tabel 10 dan gambar 11, prosentase
handover success ratio menunjukkan nilai
yang baik dari ketiga operator. Pada daerah
Surabaya selatan dan barat memiliki nilai
handover success ratio 100%. Nilai terkecil
dari handover success ratio berada di daerah
Surabaya utara operator Indosat yaitu 95,7%.


Gambar 11 prosentase handover success ratio,
lock jaringan

4.6 RSCP
Pada gambar coverage plot RSCP
terdapat 4 indikator warna yang mana setiap
warna mempresentasikan nilai level sinyal
yang diterima oleh mobile station selama
proses drive test.
Pada gambar 12 dibawah merupakan
salah satu contoh coverage plot dari hasil
pengukuran RSCP pada daearah Surabaya
Tengah dengan metode lock (hanya menerima
jaringan 3G/UMTS) untuk operator
Excelcomindo. Dari coverage plot tersebut
dapat diketahui bahwa level sinyal yang
diterima oleh MS hampir didominasi oleh
6

gambar hijau tua dan hijau, meski ada sedikit
warna kuning dan merah dibeberapa titik.
Selanjutnya untuk data plot coverage area
lainnya terlampir.

Gambar 12 RSCP Excelcomindo, Surabaya
Tengah, metode lock
Dari coverage plot diatas di diatas
didapatkan data RSCP, dimana RSCP dengan
indikator warna hijau tua memiliki prosentase
sebesar 57%, warna hijau sebesar 36%, warna
kuning sebesar 6%, dan warna merah 1%.
Sehingga dapat dikatakan bahwa level sinyal
(RSCP) Excelcomindo yang diterima oleh MS
di area Surabaya Tengah dengan hanya
menerima sinyal 3G/UMTS sangat baik.

4.7 EcNo
Pada gambar 13 dibawah merupakan
salah satu contoh coverage plot dari hasil
pengukuran EcNo pada daearah Surabaya
Tengah dengan metode lock (hanya menerima
jaringan 3G/UMTS) untuk operator
Excelcomindo. Dari coverage plot tersebut
dapat diketahui bahwa level sinyal yang
diterima oleh MS hampir didominasi oleh
gambar hijau dan hijau tua, meski ada sedikit
warna kuning dan merah dibeberapa titik.
Selanjutnya untuk data plot coverage area
lainnya terlampir.

Gambar 13 EcNo Excelcomindo, Surabaya
Tengah, metode lock
Dari coverage plot diatas di diatas
didapatkan data EcNo, dimana EcNo dengan
indikator warna hijau tua memiliki prosentase
sebesar 41%, warna hijau sebesar 48%, warna
kuning sebesar 9%, dan warna merah 2%.
Sehingga dapat dikatakan bahwa level kualitas
sinyal (EcNo) Excelcomindo yang diterima
oleh MS di area Surabaya Tengah dengan
hanya menerima sinyal 3G/UMTS sangat baik.

4.8 SQI
Pada gambar 14 dibawah merupakan
salah satu contoh coverage plot dari hasil
pengukuran SQI pada daearah Surabaya
Tengah dengan metode lock (hanya menerima
jaringan 3G/UMTS) untuk operator
Excelcomindo. Dari coverage plot tersebut
dapat diketahui bahwa level sinyal yang
diterima oleh MS hampir didominasi oleh
gambar merah dan hijau, meski ada sedikit
warna kuning dibeberapa titik. Selanjutnya
untuk data plot coverage area lainnya
terlampir.
7


Gambar 14 SQI Excelcomindo, Surabaya
Tengah, metode lock
Dari coverage plot diatas di diatas
didapatkan data SQI, dimana SQI dengan
indikator warna hijau sebesar 45%, warna
kuning sebesar 10%, dan warna merah 45%.
Sehingga dapat dikatakan bahwa level kualitas
suara Excelcomindo yang diterima oleh MS di
area Surabaya Tengah dengan hanya menerima
sinyal 3G/UMTS dibeberapa titik sangat baik
dan di titik lain sangat buruk.

5. Kesimpulan
Dari analisa yang dilakukan dari hasil
pengukuran kinerja dari operator 3G/UMTS di
area Surabaya, dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut:
1. Nilai Successfull Call Ratio ber-
hubungan erat dengan CSSR dan drop
call. Makin tinggi nilai CSSR dan makin
rendah nilan drop call, maka tingkat
kesuksesan panggilan akan semakin
bagus. Seperti pada daerah Surabaya
Barat pada operetor Excelcomindo mode
normal prosentase CSSR 100%, call
drop 0% didapat nilai successful ratio
sebesar 100%.
2. Tingkat kesuksesan dari handover pada
jaringan 3G/UMTS tidak semata-mata
dipengaruhi oleh RSCP dan EcNo,
melainkan masih banyak parameter-
parameter lainnya seperti jarak, power
budget dan kondisi daerah. Seperti pada
Surabaya Tengah nilai RSCP terbaik
pada operator Telkomsel sebesar
68%(pada range -85dBm s/d 0 dBm) dan
EcNo 46% (-6dB s/d 0 dB), nilai
handover success ratio hanya 97%, lebih
redah dari Indosat yang hanya memiliki
nilai RSCP dan EcNo yang lebih kecil.
3. Tingginya nilai EcNo belum tentu
mempengaruhi kualitas suara(SQI) yang
diterima oleh MS. Seperti pada daerah
Surabaya Utara nilai EcNo Telkomsel
48%(pada range -6 dB s/d 0 dB) nilai
SQI hanya 55%(pada range 18 s/d 30),
lebih rendah Excelcomindo nilai EcNo
hanya 45%(pada range -6 dB s/d 0 dB)
tapi nilai SQI 61%(pada range 18 s/d
30).

Daftar Pustaka :
[1] Tandibura Frendy. “Analisa Perbandingan
Kinerja Jaringan Operator GSM di area
Surabaya”.ITS. 2008.
[2] ERICSSON software. “TEMS investigation
user guide”. Ericsson 2008.
[3] Global Sinergi. “Pengenalan TEMS”.
http://globalsinergi.com/news/
2/Pengenalan-TEMS di akses pada 18 juli
2009.
[4] Budi Aswoyo, “Antena dan Propagasi”,
2006.
[5] Dirjen Postel, “Peraturan Menteri
Komunikasi dan Informasi tentang
Standar Kualitas Pelayanan Jaringan
Teleponi Dasar Pada Jaringan Bergerak
Seluler”, 2007
[6] Dirjen Postel, “Hasil Pengukuran Kinerja
Operasi Penyelenggara Seluler dan
FWA”, 2009
[7] Goksel Somer, “Optimization and Log File
Analysis in GSM”, 2003.
[8] European Comission. “Cost Action
231”.1999.
[9] Regents of the University of Minnesota.
“Mapserver”. http://mapserver.org/
diakses pada 2 agustus 2009.
[10] Qualcomm, “UMTS University”, 2005
(DVD)

..(4) CallConges tionRatio (%)  100 x Successful Call(%) = 100 x (CSSR x(1-call drop rate))      CallAttemp t     Handover Success Ratio Handover Success Ratio adalah prosentase tingkat keberhasilan proses per- 2 . Fungsinya sama dengan RxQual di jaringan 2G.. Call Congestion Ratio. Pada perhitungan call congestion ratio ini menggunakan rumusan sebagai berikut :   BlockCall  . -92 Cukup Baik.(2) CallDropRatio (%)  100 x     CallSetup  Call drop dapat disebabkan beberapa hal.d -16 dBm buruk dan <-16 dBm sangat buruk.. Parameter Kerja Jaringan (QoS) Beberapa parameter yang dijadikan referensi umum untuk dapat melihat performansi dari jaringan 3G/UMTS adalah seperti : RSCP. Speech Quality Index (SQI).d. Untuk RSCP menggunakan skala -47 dBm s.d -11 dBm baik. digunakan sepasang frekuensi pembawa 5 MHz pada uplink dan downlink dengan alokasi frekuensi untuk uplink yaitu 1945 MHz – 1950 MHz dan untuk downlink yaitu 2135 MHz – 2140 MHz. -98 Cukup Baik... bagaimanapun tidak akurat digunakan sebagai indikator kualitas sinyal.dua mode yang digunakan dalam WCDMA dimana yang pertama menggunakan FDD (Frequency Division Duplex) dan kedua dengan menggunakan TDD (Time Division Duplex). Skala RxL antara -47 dBm s.. -85 Baik. dan Handover Success Ratio.d.  Speech Quality Index (SQI) Secara tradisional. Successfull Call Ratio. dan <-108 Kurang Baik). SQI diupdate 0. Skala 0 s. Call Drop Ratio. 11 s. -110 dBm (bila menunjuk angka lebih besar dari -85 dBm Sangat Baik.. Pada WCDMA FDD.d.. -85 Baik. -6 dBm sangat baik. 98 s. kualitas data atau suara di jaringan 3G/UMTS di ukur dengan parameter Ec/No. EcNo.(1)   callattemp t   Call Drop Ratio Call Drop Ratio adalah prosentase banyaknya panggilan yang jatuh atau putus setelah kanal pembicaraan digunakan. Pada perhitungan CSSR menggunakan rumusan sebagai berikut:   callsetup  CSSR  100 x   .  Call Setup Success Ratio (CSSR) CSSR adalah prosentase tingkat keberhasilan melakukan setup panggilan sehingga diperoleh kanal yang dipergunakan pada saat awal signaling. Pada perhitungan call drop ratio ini digunakan menggunakan rumus sebagai berikut :   CallDropped  .. SQI adalah pengukuran yang lebih canggih dikhususkan untuk menggambarkan kualitas suara. Call Setup Success Ratio..  RSCP Reception Level (RxL) adalah tingkat kekuatan sinyal di jaringan 2G yang diterima ponsel. dan <-105 Kurang Baik).  Energy Carrier Per Noice (Ec/No) Ec/No adalah kualitas data atau suara di jaringan operator 3G/UMTS.d. sedangkan untuk 3G(UMTS) menggunakan istilah Received Signal Code Power (RSCP). 105 s..5 detik. FDD dikembangkan di Eropa dan Amerika sedangkan TDD dikembangkan di Asia.d. -112 dBm (>-85 dBm Sangat Baik.. -108 s..d.d. -6 s. -92 s. Seperti halnya EcNo. Pada perhitungan successful call ratio ini menggunakan rumusan sebagai berikut : (3) Call Congestion Ratio Call Congestion Ratio adalah prosentase kepadatan panggilan yang disebabkan karena keterbatasan kanal... antara lain:  Rugi-rugi frekuensi radio  Co Chanal interferensi dan Adjacent interferensi  Kegagalan proses handover  Successful Call Ratio Successfull Call Ratio adalah prosentase dari keberhasilan proses panggilan yang dihitung dari MS si penelepon melakukan panggilan sampai dengan panggilan tersebut terjawab oleh penerima.

(5) HSR(%)  100 x 4. blok diagram sistem Metode pengambilan data dengan membandingkan 3 operator (Telkomsel.. Selanjutnya ketika dilakukan menggunakan metode lock jaringan (hanya menerima jaringan 3G/UMTS) ditunjukkan oleh gambar 3. call drop ratio. Fast Upling handover (penurunan level sinyal secara drastis) dan trafik percakapan. dimana operator Indosat memiliki prosentase keseluruhan yang sangat baik diikuti oleh Excelcomindo. dimana prosentase CSSR bila menggunakan jaringan normal (dapat menerima jaringan 2G dan 3G). jarak MS-BTS. EcNo dan SQI. dan selatan. utara. Call sequence yang meliputi meliputi call setup success ratio (CSSR). Adapun kriteria yang menyebabkan terjadinya handover antara lain : level penerimaan (RSCP)..  HandoverAttempt 3. successful call. Metode lock jaringan Mobile Station hanya dapat menerima jaringan3G Pengkuran dilakukan diseluruh daerah Surabaya yang sudah mendukung jaringan 3G/UMTS dengan pembagian daerah menjadi 5 bagian yaitu Surabaya tengah. Pengujian dan Analisa Dari hasil pengukuran kemudian diproses didapatkan hasil call sequence. Pada Handover Success Ratio ini menggunakan rumusan sebagai berikut :  HandoverSuccess . call congestion ratio dan Handover success ratio.pindahan sel pada MS selama melakukan percakapan secara mobile tanpa terjadi pemutusan hubungan. Indosat dan Excelcomindo) dengan rute yang sama dan data yang diambil juga sama yang meliputi : 1. lock jaringan 3 .1 Call Setup Success Ratio (CSSR) Pada perhitungan Call Setup Success Ratio ini menggunakan rumusan seperti pada persamaan (1). kualitas penerimaan(Ec/No). timur. power budget. RSCP. Metode Normal jaringan Mobile Station dapat menerima jaringan 2G dan 3G 2. normal jaringan Gambar 1. Setelah dilakukan perhitungan CSSR sidapatkan hasil perbandingan gambar 2. prosentase CSSR menunjukkan nilai yang baik. barat. Gambar 3 prosentase CSSR.87%. Sedangkan operator Telkomsel memiliki prosentase keseluruhan yang kurang baik terutama di daerah Surabaya selatan yang hanya memiliki prosentase 66. 4. Hanya pada operator Excelcomindo pada daerah Surabaya tengah memiliki nilai dibawah rata-rata yaitu 84.67%. Pengukuran (Perancangan) Metode Pengukuran Survey Lokasi BTS Pemilihan Rute Pengukuran Drive Test Pengolahan Data Mapping Data MapServer Gambar 2 prosentase CSSR..

prosentase call drop ratio menunjukkan nilai yang baik. Setelah dilakukan perhitungan congestion ratio didapatkan hasil perbandingan seperti gambar 8. dimana prosentase congestion ratio bila menggunakan jaringan normal (dapat menerima jaringan 2G dan 3G). normal jaringan Selanjutnya ketika dilakukan menggunakan metode lock jaringan (hanya menerima jaringan 3G/UMTS) ditunjukkan oleh gambar 5. lock jaringan Gambar 5 prosentase call drop.4 Congestion Ratio Pada perhitungan congestion ratio ini menggunakan rumusan seperti pada persamaan (4). Setelah dilakukan perhitungan call drop ratio didapatkan hasil perbandingan seperti gambar 4. Gambar 4 prosentase call drop. normal jaringan Selanjutnya ketika dilakukan menggunakan metode lock jaringan (hanya menerima jaringan 3G/UMTS) ditunjukkan oleh gambar 7. dimana pada daerah surabaya selatan pada operator telkomsel memiliki prosentase successful call ratio paling kecil yaitu 25%. prosentase successful call ratio menunjukkan nilai yang baik dari ketiga operator. Gambar 7 prosentase successful ratio.5%.7%. Seangkan nilai prosentase call drop ratio paling tinggi ditunjukkan oleh operator Indosat didaerah surabaya tengah dan barat sebesar 7. Terutama pada operator Exelcomindo di Surabaya timur yang memiliki prosentase 100% tetapi pada daerah Surabaya tengah memiliki prosentase yang paling kecil. dimana pada daerah surabaya selatan hampir keseluruhan operator memiliki prosentase yang buruk terlebih operator Telkomsel call drop rationya melebihi 50% yaitu 62. Sedangkan operator Telkomsel memiliki successful ratio yang paling stabil diatas 90%. Setelah dilakukan perhitungan successfull call ratio didapatkan hasil perbandingan seperti gambar 6. dimana 4.3 Successfull Call Ratio Pada perhitungan successful call ratio ini menggunakan rumusan seperti pada persamaan (3).4. dimana prosentase call drop ratio bila menggunakan jaringan normal (dapat menerima jaringan 2G dan 3G).2 Call Drop Ratio Pada perhitungan call drop ratio ini menggunakan rumusan seperti pada persamaan (2). pada operator 4 . Gambar 6 prosentase successfull call. Lebih dari separuh panggilan mengalami drop call. sedangkan operator Excelcomindo memiliki prosentase yang paling stabil dari ketiga operator. Terutama pada operator Exelcomindo hampir diseluruh daerah di Surabaya. lock jaringan 4. prosentase successful call ratio bila menggunakan jaringan normal (dapat menerima jaringan 2G dan 3G).27% dan 6.

prosentase congestion ratio menunjukkan nilai yang baik dari ketiga operator. lock jaringan 4.6 RSCP Pada gambar coverage plot RSCP terdapat 4 indikator warna yang mana setiap warna mempresentasikan nilai level sinyal yang diterima oleh mobile station selama proses drive test. Gambar 10 prosentase handover success ratio. dimana prosentase handover success ratio bila menggunakan jaringan normal (dapat menerima jaringan 2G dan 3G). prosentase handover success ratio menunjukkan nilai yang baik dari ketiga operator. lock jaringan 4.7%.Excelcomindo memiliki prosentase yang stabil yaitu dibawah 2% di seluruh daerah surabaya. utara(3. Gambar 8 prosentase congestion ratio. semua 5 . Nilai terkecil dari handover success ratio berada di daerah Surabaya utara operator Indosat yaitu 95.2%(Telkomsel) dan 5. Pada gambar 12 dibawah merupakan salah satu contoh coverage plot dari hasil pengukuran RSCP pada daearah Surabaya Tengah dengan metode lock (hanya menerima jaringan 3G/UMTS) untuk operator Excelcomindo. Pada daerah Surabaya selatan dan barat memiliki nilai handover success ratio 100%.7(indosat).3%).5 Handover Success Ratio Pada perhitungan handover success ratio ini menggunakan rumusan seperti pada persamaan (5). Dari coverage plot tersebut dapat diketahui bahwa level sinyal yang diterima oleh MS hampir didominasi oleh Gambar 9 prosentase congestion ratio. selajutnya pada operator Indosat memiliki prosentase Congestion yang rendah yaitu pada Surabaya tengah (3. Gambar 11 prosentase handover success ratio.8%) dan selatan (9%). sedangkan pada operator Telkomsel pada daerah Surabaya selatan memiliki nilai yang rendah (8. Hanya pada daerah Surabaya utara operator Telkomsel dan indosat memiliki prosentase congestion ratio diatas 5% tepatnya 5. normal jaringan Selanjutnya ketika dilakukan menggunakan metode lock jaringan (hanya menerima jaringan 3G/UMTS) ditunjukkan oleh tabel 10 dan gambar 11. operator memiliki nilai prosentase yang baik terutama operator indosat yang memiliki ratarata handover success ratio diatas 99%. hanya pada Surabaya timur dan barat memiliki prosentase yang baik yaitu 0%.6%). Setelah dilakukan perhitungan congestion ratio didapatkan hasil perbandingan seperti tabel 9 dan gambar 10. normal jaringan Selanjutnya ketika dilakukan menggunakan metode lock jaringan (hanya menerima jaringan 3G/UMTS) ditunjukkan oleh gambar 9.

6 . Surabaya Tengah. meski ada sedikit warna kuning dan merah dibeberapa titik. meski ada sedikit warna kuning dibeberapa titik. dan warna merah 1%. Gambar 12 RSCP Excelcomindo. warna hijau sebesar 36%. warna hijau sebesar 48%.8 SQI Pada gambar 14 dibawah merupakan salah satu contoh coverage plot dari hasil pengukuran SQI pada daearah Surabaya Tengah dengan metode lock (hanya menerima jaringan 3G/UMTS) untuk operator Excelcomindo. Gambar 13 EcNo Excelcomindo. warna kuning sebesar 6%. dan warna merah 2%. Sehingga dapat dikatakan bahwa level kualitas sinyal (EcNo) Excelcomindo yang diterima oleh MS di area Surabaya Tengah dengan hanya menerima sinyal 3G/UMTS sangat baik. metode lock Dari coverage plot diatas di diatas didapatkan data EcNo.gambar hijau tua dan hijau. Sehingga dapat dikatakan bahwa level sinyal (RSCP) Excelcomindo yang diterima oleh MS di area Surabaya Tengah dengan hanya menerima sinyal 3G/UMTS sangat baik. meski ada sedikit warna kuning dan merah dibeberapa titik. Dari coverage plot tersebut dapat diketahui bahwa level sinyal yang diterima oleh MS hampir didominasi oleh gambar merah dan hijau. Selanjutnya untuk data plot coverage area lainnya terlampir. Dari coverage plot tersebut dapat diketahui bahwa level sinyal yang diterima oleh MS hampir didominasi oleh gambar hijau dan hijau tua. 4.7 EcNo Pada gambar 13 dibawah merupakan salah satu contoh coverage plot dari hasil pengukuran EcNo pada daearah Surabaya Tengah dengan metode lock (hanya menerima jaringan 3G/UMTS) untuk operator Excelcomindo. dimana EcNo dengan indikator warna hijau tua memiliki prosentase sebesar 41%. Selanjutnya untuk data plot coverage area lainnya terlampir. Selanjutnya untuk data plot coverage area lainnya terlampir. Surabaya Tengah. warna kuning sebesar 9%. 4. dimana RSCP dengan indikator warna hijau tua memiliki prosentase sebesar 57%. metode lock Dari coverage plot diatas di diatas didapatkan data RSCP.

2009 [7] Goksel Somer.org/ diakses pada 2 agustus 2009. “Optimization and Log File Analysis in GSM”. http://mapserver. melainkan masih banyak parameter- parameter lainnya seperti jarak. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1.1999. [4] Budi Aswoyo. 2005 (DVD) 7 . power budget dan kondisi daerah. “UMTS University”. [3] Global Sinergi. Seperti pada daerah Surabaya Barat pada operetor Excelcomindo mode normal prosentase CSSR 100%. 2007 [6] Dirjen Postel. Daftar Pustaka : [1] Tandibura Frendy. “Peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi tentang Standar Kualitas Pelayanan Jaringan Teleponi Dasar Pada Jaringan Bergerak Seluler”. 5. 2006. 2. dan warna merah 45%. maka tingkat kesuksesan panggilan akan semakin bagus. “Antena dan Propagasi”. “Hasil Pengukuran Kinerja Operasi Penyelenggara Seluler dan FWA”. Kesimpulan Dari analisa yang dilakukan dari hasil pengukuran kinerja dari operator 3G/UMTS di area Surabaya. “Mapserver”. 2008. Surabaya Tengah. [2] ERICSSON software. “Cost Action 231”. dimana SQI dengan indikator warna hijau sebesar 45%. lebih redah dari Indosat yang hanya memiliki nilai RSCP dan EcNo yang lebih kecil. [9] Regents of the University of Minnesota. metode lock Dari coverage plot diatas di diatas didapatkan data SQI. “TEMS investigation user guide”. Makin tinggi nilai CSSR dan makin rendah nilan drop call. 2003. [10] Qualcomm. “Pengenalan TEMS”. Tingkat kesuksesan dari handover pada jaringan 3G/UMTS tidak semata-mata dipengaruhi oleh RSCP dan EcNo. Tingginya nilai EcNo belum tentu mempengaruhi kualitas suara(SQI) yang diterima oleh MS. Nilai Successfull Call Ratio berhubungan erat dengan CSSR dan drop call. nilai handover success ratio hanya 97%. Seperti pada Surabaya Tengah nilai RSCP terbaik pada operator Telkomsel sebesar 68%(pada range -85dBm s/d 0 dBm) dan EcNo 46% (-6dB s/d 0 dB). “Analisa Perbandingan Kinerja Jaringan Operator GSM di area Surabaya”. 3.com/news/ 2/Pengenalan-TEMS di akses pada 18 juli 2009. call drop 0% didapat nilai successful ratio sebesar 100%. Ericsson 2008.Gambar 14 SQI Excelcomindo. warna kuning sebesar 10%.ITS. http://globalsinergi. lebih rendah Excelcomindo nilai EcNo hanya 45%(pada range -6 dB s/d 0 dB) tapi nilai SQI 61%(pada range 18 s/d 30). [5] Dirjen Postel. [8] European Comission. Seperti pada daerah Surabaya Utara nilai EcNo Telkomsel 48%(pada range -6 dB s/d 0 dB) nilai SQI hanya 55%(pada range 18 s/d 30). Sehingga dapat dikatakan bahwa level kualitas suara Excelcomindo yang diterima oleh MS di area Surabaya Tengah dengan hanya menerima sinyal 3G/UMTS dibeberapa titik sangat baik dan di titik lain sangat buruk.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->