Anda di halaman 1dari 79
Sistem Bilangan Kompleks Bilangan Kompleks Kurva dan Daerah Limit dan Fungsi Kompleks Fungsi Elementer 1
Sistem Bilangan Kompleks Bilangan Kompleks Kurva dan Daerah Limit dan Fungsi Kompleks Fungsi Elementer 1

Sistem Bilangan Kompleks

Bilangan Kompleks

Kurva dan Daerah Limit dan Fungsi Kompleks Fungsi Elementer

1

Notasi Sebuah bilangan kompleks dapat disajikan dalam dua bentuk : 1. z = x +
Notasi
Sebuah bilangan kompleks dapat disajikan dalam dua bentuk :
1. z = x + iy
2. z = (x,y)
x adalah bagian riil dan y bagian imaginernya dan bisa dituliskan
sebagai
Re z = x ,
Im z = y
Contoh bilangan kompleks : 2+3i, i,1–i , 3
Re(2 + 3i)= 2
Im(2 + 3i) = 3
Im(1
i) = 1
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
2
Bidang Kompleks Keterangan Suatu bilangan kompleks bisa digambarkan dalam suatu bidang kompleks seperti menggambarkan
Bidang Kompleks
Keterangan
Suatu bilangan kompleks bisa
digambarkan dalam suatu
bidang kompleks seperti
menggambarkan suatu titik
pada bidang kartesius XY.
Y (Imaginer) - axis
y 1
o
z =
x 1 + i y 1
x
X (Real )-axis
1
Sumbu x : sumbu riil
Sumbu y: sumbu imaginer
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
3
Operasi – Operasi dalam bilangan kompleks Bila z = x +i y dan z =
Operasi – Operasi dalam
bilangan kompleks
Bila
z
= x
+i y
dan
z
= x
+i y
1
1
1
2
2
2
1. Penjumlahan
z
+
z
=
x
+
x
+
i( y
+
y
)
1
2
1
2
1
2
2. Perkalian
z
.z
=
x x
y
y
+
i( x
y
+
x
y
)
1
2
1
2
1
2
1
2
2
1
3. Pembagian
z
x
+ iy
(
x
+
iy
)(
x
iy
)
x x
+
y y
x
y
x y
1
1
1
1
1
2
2
1
2
1
2
2
1
1
2
=
=
=
+ i
z
x
+ iy
(
2
+
iy
)(
2
x
)
2
2
x
iy
x
+
y
x
+
y
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
4
Operasi – Operasi dalam bilangan kompleks Contoh Diketahui z 1 = 1+i dan z 2
Operasi – Operasi dalam
bilangan kompleks
Contoh
Diketahui z 1 = 1+i dan z 2 = 2–2i ,
Penjumlahan
z
+
z
=
1
+
2
+
i(1
2 )
=
3
i
1
2
Perkalian
z
.z
1.2
(1.
2 )
+
i(1.
2
+
2.1)
=
4
1
2 =
Pembagian
z
1.2
+
(1.
2 )
2.1
(
1.
2
)
0
4
1
1
=
+ i
=
+
i
=
i
2
(
)
2
2
2
z
2
+
2
2
+
(
2
)
8
8
2
2
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
5
Sifat – sifat operasi 1. Komutatif z + z = z + z 1 2
Sifat – sifat operasi
1. Komutatif
z
+ z
= z
+ z
1
2
2
1
z .z
= z
.z
1
2
2
1
2. Assosiatif
z
+
(
z
+ z
)
=
(
z
+ z
)
+ z
1
2
3
1
2
3
z
(
z
z
)
=
(
z
z
)
z
1
2
3
1
2
3
3. Distributif
z
(
z
+ z
)
= z z
+ z z
1
2
3
1
2
1
3
4. Identitas / lainnya
0 + z = z +0 = z
z.1= z
z +( z ) = ( z )+ z = 0
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
6
Bilangan Sekawan Definisi Y (Imaginer-axis) Bila z = x+iy maka sekawan dari z dinotasikan dengan
Bilangan Sekawan
Definisi
Y (Imaginer-axis)
Bila z = x+iy maka sekawan dari
z dinotasikan dengan
memiliki rumusan berikut :
z
yang
y
o z
1
z = x
iy
x
1
Bila dikaitkan dengan nilai z dan
–y 1
z
o z
maka bagian riil dan imaginer
bisa dinyatakan sebagai
.
1
x =
1 (z z)
2
+
dan
y =
(z z)
2i
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
7
Soal−soal latihan 1. Diketahui z 2 + i , z 3 4i 1 = 2
Soal−soal latihan
1. Diketahui
z
2
+
i
,
z
3
4i
1 =
2 =
Hitung
z
a. z z
d.
1
1
2
z
+
z
b. 3z + 2z
1
2
1
2
z
1
c. + z
(
z
) 2
e.
Re
1
2
z
2
2. Tentukan
1
2
i
a.
Re
b.
Im
1
i
1 i
+
c.
(
1
i
) 6
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
8
Soal−soal latihan 3. Tentukan 2 a. Re(z + iz) 2 i) b. Im(z + 2z
Soal−soal latihan
3. Tentukan
2
a. Re(z
+
iz)
2
i)
b. Im(z
+
2z
+
c. Im(zz)
4.
Bila z = –1–i
(
) 2
a.
zz
b.
(
z + z
) 2
c.
(
zi
z i
) 2
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
9
Bentuk Polar Bilangan kompleks juga bisa dinyatakan dalam bentuk polar yaitu dalam parameter r dan
Bentuk Polar
Bilangan kompleks juga bisa dinyatakan dalam bentuk polar yaitu
dalam parameter r dan dengan hubungan sebagai berikut :
x
y
= r Cos
= r Sin
r
: disebut modulus z, r juga dinotasikan dengan | z |
: disebut argumen z, biasa disingkat dengan arg z
Jadi z bisa dituliskan dalam bentuk :
z = r cos
+ i(r sin ) = r (cos
+ i sin )
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
10
Bentuk Polar Gambar iy ∑ z 1 r 1 1 x 2 r 2 ∑
Bentuk Polar
Gambar
iy
∑ z
1
r
1
1
x
2
r
2
z
2
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
11
Bentuk Polar Dari hubungan x,y terhadap r dan maka r dan dapat dinyatakan dalam bentuk
Bentuk Polar
Dari hubungan x,y terhadap r dan maka r dan dapat dinyatakan
dalam bentuk :
 
y
2
2
r =
x
+ y
=
arc tg
 x 
S ecara geometrik, r merupakan jarak titik z terhadap titik asalnya
(0,0) sedangkan merupakan sudut z yang diukur dari sumbu x
positif dan tidak terdefinisi pada z = 0.
Nilai prinsipil didefinisikan pada
<
Karena sifat dari yang berulang ,seringkali kita hanya
menggunakan nilai pada selang tersebut.
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
12
Operasi Perkalian dan Pembagian Untuk mempermudah dapat digunakan sifat operasi sebelumnya untuk mendapatkan hasil
Operasi
Perkalian dan Pembagian
Untuk mempermudah dapat digunakan sifat operasi sebelumnya
untuk mendapatkan hasil operasi dalam bentuk polar. Diketahui
z
= r Cos
+ ir Sin
dan
z
= r Cos
+ ir Sin
1
1
1
1
1
2
2
2
2
2
)]
Perkalian
z
.z
=
r r
[Cos(
+
)
+
i Sin(
+
1
2
1
2
1
2
1
2
z
r
1
)]
Pembagian
1 =
[Cos(
)
+
i Sin(
1
2
1
2
z
r
2
2
Hasil operasi diatas menggunakan sifat
Sin(
±
) = Sin
Cos
± Cos
Sin
1
2
1
2
1
2
Cos(
±
) = Cos
Cos
m Sin
Sin
1
2
1
2
1
2
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
13
Operasi Perkalian dan Pembagian Contoh 1 Tentukan nilai prinsipil dari argumen 1+i dan –1–i beserta
Operasi
Perkalian dan Pembagian
Contoh 1
Tentukan nilai prinsipil dari argumen 1+i dan –1–i beserta
modulusnya.
Jawaban
2
2
Modulus 1+i =
1
+
i
=
1
+
1
=
2
arc tg 1
(
)
=
Argumen 1+i = arc tg(y|x) =
4
2
2
Modulus –1–i =
1
i
=
(
1)
+
(
1)
=
2
3
Argumen = arc tg (y|x)=
arc tg 1
( )
=
4
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
14
Bentuk Polar Jawaban (lanjutan) Untuk menghindari kesalahan penentuan argumen, dapat digunakan bidang kompleks untuk
Bentuk Polar
Jawaban (lanjutan)
Untuk menghindari kesalahan
penentuan argumen, dapat
digunakan bidang kompleks
untuk menggambarkan titik – titik
tersebut.
iy
1+i
2
/4
x
2
–3/4
–1–i
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
15
Bentuk Polar Contoh 2 Diketahui z 1 = 1–i, z 2 = –1+i a. Gambarkan
Bentuk Polar
Contoh 2
Diketahui z 1 = 1–i, z 2 = –1+i
a. Gambarkan kedua bilangan kompleks tersebut dalam bidang
kompleks
b. Tentukan modulus dan nilai prinsipil argumen dari kedua
bilangan kompleks tersebut
c. Sajikan kedua bilangan kompleks tersebut bentuk polar
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
16
Bentuk Polar Jawaban a. Gambar dalam bidang kompleks iY Dalam gambar tersebut terlihat z 1
Bentuk Polar
Jawaban
a.
Gambar dalam bidang kompleks
iY
Dalam gambar tersebut terlihat
z 1 : di kuadran 4
2
Z
1
2
z 2 : di kuadran 2.
-1
X
-2
1
2
-1
Z
1
Dengan rumus arc tg kedua
bilangan kompleks akan
menghasilkan nilai yang sama
yaitu arc tg (–1).
-2
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
17
Operasi Perkalian dan Pembagian Jawaban (lanjutan) 2 2 b. | z 1 | = 2
Operasi
Perkalian dan Pembagian
Jawaban (lanjutan)
2
2
b.
|
z 1 |
=
2
2
1
+
(
1)
=
2
,
|
z 2 |
=
(
1)
+
1
=
2
Sedangkan untuk nilai dapat kita tentukan dengan karena
keduanya merupakan sudut istimewa.
Untuk z 1 ,
1 = 315 o (nilai prinsipilnya − ¼
)
sedangkan
2 = 135 o ( nilai prinsipilnya
¾
)
3
3
c.
z
=
2 Cos
+
i Sin
,
   
z
=
2 Cos
4 
 
 4 
+ i Sin
1
2
 
4
 
 4
   
 
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
18
Operasi Perkalian dan Pembagian Contoh 3 Diketahui z 1 + i dan z 3 +
Operasi
Perkalian dan Pembagian
Contoh 3
Diketahui
z
1
+
i
dan
z
3
+
i
1 =
2 =
a. Tentukan modulus (z 1 z 2 ) dan nilai prinsipil argumen (z 1 z 2 )
z
z
b. Tentukan modulus
1
dan nilai prinsipil argumen
1
z
z
2
2
Jawaban
Jika dituliskan bentuk polar
(
)
z
=
2 cos
+ i sin
dan z 2 = 2 (cos /6 + i sin /6 )
1
4
4
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
19
Operasi Perkalian dan Pembagian Jawaban (lanjutan)       a. 1 z
Operasi
Perkalian dan Pembagian
Jawaban (lanjutan)
a. 1
z
z
=
2
2 Cos
 4
+
+
i Sin
+
2
6 
 4
6
5 
5 
= 2
2 Cos
+ i Sin
 12 
 12
 
5
sehingga modulus (z 1 z 2 ) = 2
2
dan argumen (z 1 z 2 ) =
12
z
2 
2
b. =
1
Cos
 4
+
i Sin
=
Cos
+ i Sin
z
2
6 
 4
6
2
 
 12 
  12
2
z
2
z
1
sehingga modulus
1 =
dan argumen
=
z
2
z
2 12
2
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
20
Bentuk pangkat dan akar Dari hasil operasi perkalian bentuk polar dapat diperoleh bentuk pangkat bilangan
Bentuk pangkat dan akar
Dari hasil operasi perkalian bentuk polar dapat diperoleh bentuk
pangkat bilangan kompleks z n yaitu :
n
z
= r.r
r[Cos(
+
+
+
)+ i Sin(
+
+
+
)]
n
=
r
[Cos n
+
i Sin n ]
Bentuk pangkat ini lebih dikenal dengan nama rumus De Moivre.
Dari bentuk pangkat ini juga bisa diturunkan bentuk akar
diperoleh dengan cara sebagai berikut :
n z
yang
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
21
Bentuk pangkat dan akar Diketahui bentuk akar bilangan kompleks : n z = W W
Bentuk pangkat dan akar
Diketahui bentuk akar bilangan kompleks :
n z
= W
W memiliki bentuk polar :
W
= R[Cos
+ i Sin
]
,
sedangkan
.
{ nilai R dan inilah yang akan dicari berdasarkan nilai r dan }.
z
= r[Cos
+ i Sin ]
n
Dari persamaan
W =
z
maka diperoleh persamaan W n = z.
Dari rumus De Moivre yaitu
maka didapatkan persamaan :
n
n
W
=
R [Cos n
+
i Sin n
]
=
z
R
n =
r
n
=
+ 2 k
k : bulat
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
22
Bentuk pangkat dan akar Nilai R dan bisa diperoleh 1 R = r n +
Bentuk pangkat dan akar
Nilai R dan bisa diperoleh
1
R = r
n
+
2 k
k : bulat
=
n
Bila kita mencoba memasukkan nilai k mulai dari 0,1,2,
akan
didapatkan bahwa nilai akan kembali periodik untuk k = n, yang
berarti nilai W akan sama untuk k = 0 dan k = n, akan sama untuk
k = 1 dan k = n+1 dan seterusnya
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
23
Bentuk pangkat dan akar Karena yang diinginkan adalah nilai W yang berbeda saja maka +
Bentuk pangkat dan akar
Karena yang diinginkan adalah nilai W yang berbeda saja maka
+
2 k
=
untuk k = 0,1,
,n−1
n
Jadi akar − akar dari adalah w 1 , w 2 ,
,w
n dimana untuk
1
k
= 0 −−>
w
=
r
n
 
1
Cos
+ i Sin
n
n 
1
+ 2
+
2
n
k
= 1 −−>
w
=
r
Cos
+ i Sin
2
n
n
M
1
+
2 n
(
1
)
+
2 n
(
1
)
k
= n−1 −−>
w
=
r
n
 
+
i Sin
n
Cos
n
n
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
24
Bentuk pangkat dan akar Khusus untuk kasus n =2 yaitu akar kompleks yang berbentuk .
Bentuk pangkat dan akar
Khusus untuk kasus n =2 yaitu akar kompleks yang berbentuk .
2 z
selain menggunakan rumusan sebelumnya juga bisa
menggunakan rumus berikut :
| z |
+
x
| z |
x 
2
z = ±
+ ( sign y )i
2
2
dengan ketentuan sign y = 1 jika y ≥ 0 dan
sign
y = −1 jika y < 0 .
Rumusan ini peroleh dengan menggunakan sifat
 
 
dan
Cos
=
1
2Sin 2
Cos
=
2Cos 2
1
 2 
 2 
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
25
Bentuk pangkat dan akar Contoh a. Tentukan akar − akar dari 3 4i b. Tentukan
Bentuk pangkat dan akar
Contoh
a. Tentukan akar − akar dari
3
4i
b. Tentukan semua nilai z yang memenuhi
z
2
2z
+
i
=
0
c. Tentukan semua nilai z yang memenuhi
z
3 +
1
=
0
Jawaban
a.
| z | = 5, x = 3 , y < 0 −−> sign y = −1
5
+
3
5
3 
2
z = ±
i
= ±
(2 i)
2
  2
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
26
Bentuk pangkat dan akar Jawaban (lanjutan) b. Dengan rumus abc 2 ± 4 4i 2
Bentuk pangkat dan akar
Jawaban (lanjutan)
b.
Dengan rumus abc
2
±
4
4i
2 ± 2
1
i
z =
=
2
2
Karena masih mengandung bentuk akar maka bentuk akar tersebut
harus disederhanakan dulu.
Misalkan w 1 dan w 2 adalah akar – akar dari
1
i
, dimana 1–i
1
memiliki r =
2
dan
=
maka R = 2 0.25
4
1
Untuk k = 0 −−>
=
8
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
27
Bentuk pangkat dan akar Jawaban (lanjutan) b. Diperoleh nilai w 1    
Bentuk pangkat dan akar
Jawaban (lanjutan)
b. Diperoleh nilai w 1
 
w
=
2
Cos
+
i Sin
 =
1,19(0,92
0,38i)
1
8 
8   
Untuk k = 1 −−> =
diperoleh
7
7
w
=
2
Cos
+ i Sin
  
=
1,19( 0,92
+
0,38i)
2
 
8
8  
Jadi nilai z yang memenuhi persamaan adalah
2
+
2. 1,19 ( 0,92 - 0,38 i)
[
]
z
=
=
2,09
+
0,38i
2
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
28
Bentuk pangkat dan akar Jawaban (lanjutan) b. Atau i 2.1 [ ,19 ( 0,92 -
Bentuk pangkat dan akar
Jawaban (lanjutan)
b. Atau
i
2.1
[
,19 ( 0,92 - 0,38 i)
]
z =
=
0 09
,
+
0 38i
,
2
3
c.
z
3 +
1
=
0
−−>
z
3 =
1
−−>
z =
1
( bentuk akar pangkat 3 )
Bilangan kompleks −1 akan memiliki r = 1 dan =
dan
misalkan w 1 ,w 2 dan w 3 adalah akar − akar dari
3
maka
1
1
3
Untuk k = 0 diperoleh =
w
=
1 Cos
+ i Sin
=
+
i
1
3
3 
2
2
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
29
Bentuk pangkat dan akar Jawaban (lanjutan) c. Untuk k = 1 diperoleh  + 2
Bentuk pangkat dan akar
Jawaban (lanjutan)
c.
Untuk k = 1 diperoleh
+
2
+
2
w
=
1 C
os
+ i Si n
=
1
2
3
3
Untuk k = 2 diperoleh
+ 4
+ 4
1
3
w
=
1 Cos
+ i Sin
=
i
3
3
3
2
2
3
1
3
Jadi akar – akarnya adalah
1 +
i,
1 dan
i
2
2
2
2
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
30
Soal−soal latihan 1. Hitung a. z b. z 1 z z + 1 2. Tentukan
Soal−soal latihan
1. Hitung
a.
z
b.
z
1
z
z
+
1
2. Tentukan modulus , semua argumen dan nilai prinsipil argumen
dari bilangan kompleks berikut
a. 1+ i
d.
–1–i
b. −5
e.
3i
c.
f.
0
1
i
3
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
31
Soal−soal latihan 3. Diketahui z = 3 i a. Re(z 5 ) ,tentukan b. Im(z
Soal−soal latihan
3. Diketahui
z =
3
i
a.
Re(z 5 )
,tentukan
b. Im(z 7 )
4. Tentukan z yang memenuhi persamaan
2
a. + 2z + 2 = 0
z
b. 4 +
z
1
=
0
5. Sajikan dalam bentuk bentuk − bentuk akar berikut
a.
i
b.
3 i
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
32
Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks Definisi |z–a| : Jarak antara z dan a. Lingkaran
Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks Definisi |z–a| : Jarak antara z dan a. Lingkaran
Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks Definisi |z–a| : Jarak antara z dan a. Lingkaran
Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks Definisi |z–a| : Jarak antara z dan a. Lingkaran
Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks Definisi |z–a| : Jarak antara z dan a. Lingkaran
Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks Definisi |z–a| : Jarak antara z dan a. Lingkaran
Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks Definisi |z–a| : Jarak antara z dan a. Lingkaran

Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks

Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks Definisi |z–a| : Jarak antara z dan a. Lingkaran C
Definisi |z–a| : Jarak antara z dan a. Lingkaran C dg jari-jari r dan pusat
Definisi
|z–a| : Jarak antara z dan a.
Lingkaran C dg jari-jari r dan pusat a dpt disajikan dlm bentuk |z–a| = r
|z–a|< r : nter or
I
i
d
ar
i C
Daerah ini disebut : cakram buka dg pusat a or lingkungan a.
|z- a|≤r : sebuah cakram tertutup dg pusat a
r 1 < | z − a | ≤ r 2 : annulus terbuka atau cincin buka
yaitu daerah diantara dua lingkaran dg jari2 r 1 dan r 2
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
33
Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks C : |z–a|=r Cakram buka dg pusat a a
Kurva dan Daerah dalam
Bidang Kompleks
C :
|z–a|=r
Cakram buka dg
pusat a
a
r
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
34
Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks Definisi Himpunan S disebut terbuka jika setiap titik di
Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks Definisi Himpunan S disebut terbuka jika setiap titik di
Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks Definisi Himpunan S disebut terbuka jika setiap titik di
Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks Definisi Himpunan S disebut terbuka jika setiap titik di
Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks Definisi Himpunan S disebut terbuka jika setiap titik di
Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks Definisi Himpunan S disebut terbuka jika setiap titik di
Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks Definisi Himpunan S disebut terbuka jika setiap titik di

Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks

Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks Definisi Himpunan S disebut terbuka jika setiap titik di S
Definisi Himpunan S disebut terbuka jika setiap titik di S memiliki cakram buka yg keseluruhan
Definisi
Himpunan S disebut terbuka jika setiap titik di S memiliki cakram buka yg
keseluruhan titiknya masuk didalam S.
Himpunan terbuka S disebut tersambung jika utk sembarang 2 titik di
Sdpt dihubungkan oleh sejumlah ruas garis yg terletak di S juga
Himpunan terbukadan tersambung disebut domain ( fungsi kompleks)
terbukadan tersambung disebut domain ( fungsi kompleks) H i m p . t e r b

Himp. terbuka

( fungsi kompleks) H i m p . t e r b u k a H

Himp. tertutup

S
S

Himp. tertutup

Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung

t e r t u t u p Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT

Himp tersambung terbuka

35

Kurva dan Daerah dalam Bidang Kompleks Contoh Buatlah pers. “ cakram buka di 1+ i
Kurva dan Daerah dalam
Bidang Kompleks
Contoh
Buatlah pers. “ cakram buka di 1+ i dg radius 2, kemudian gambar dlm
bidang kompleks
Jawaban
Persamaannya adalah
z
(
1
+
i
)
< 2
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
36
Soal−soal latihan 1. Buatlah persamaan grafik beserta gambarnya dari pernyataan berikut a. Cakram tertutup pusat
Soal−soal latihan
1. Buatlah persamaan grafik beserta gambarnya dari pernyataan berikut
a. Cakram tertutup pusat ( 1,1) dan jari − jari 2
b. Cakram terbuka pusat 3 − 4i dengan jari − jari 3
2. Gambarkan grafik dari
a. | z
| > 2
b. | z + 1 −i | < 3
c. Re z > 3
d. arg z < /2
3. Dari nomor 1 dan 2, tentukan mana yang merupakan domain fungsi
kompleks
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
37
Turunan Fungsi Kompleks Diketahui fungsi kompleks yang berbentuk : f (z)= u(x,y)+iv(x,y) Fungsi ini menunjukkan
Turunan Fungsi Kompleks
Diketahui fungsi kompleks yang berbentuk :
f (z)= u(x,y)+iv(x,y)
Fungsi ini menunjukkan fungsi kompleks yang ekuivalen dengan
dua ungsi riil u(x,y) dan v(x,y) yang masing − masing tergantung
pada dua variabel riil x dan y.
f
Limit fungsi
lim
f ( z )
=
L
Z
Zo
Ini memgandung pengertian bahwa untuk semua z yang dekat
dengan z o maka nilai f(z) akan dekat dengan nilai L.
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
38
Turunan Fungsi Kompleks Pengertian dekat dengan z 0 adalah bilangan kompleks yang terletak didalam cakram
Turunan Fungsi Kompleks
Pengertian dekat dengan z 0 adalah bilangan kompleks yang
terletak didalam cakram buka dengan pusat z 0 dengan jari – jari
yang sangat kecil.
f(z) dikatakan kontinu dititik z bila lim f ( ) = f ( )
z
0
z 0
Z
Zo
f(z) dikatakan differensiabel dititik z 0 (f (z 0 ) ) bila
f ( z
+
z )
f ( z
)
0
0
ada
lim
= f'( z
)
0
Z
0
z
atau
f ( z )
f ( z
)
0
lim
= f'( z
)
ada
0
Z
Zo
z
z
0
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
39
Turunan Fungsi Kompleks Contoh 1 Apakah | z | memiliki turunan dititik (0,0) ? Jawaban
Turunan Fungsi Kompleks
Contoh 1
Apakah | z | memiliki turunan dititik (0,0) ?
Jawaban
f
(
z
)
=
z
=
x
+
iy
Maka
| x
+
iy |
| 0
+
0 |
| x
+ iy |
lim
=
lim
Z
0,0
x
+
iy
( 0,0 )
Z
0,0
x
+ iy
Anggap x = 0 konstan maka
| iy |
| iy |
dan
lim
=
1
lim
= 1
Y
0
iy
Y
0
+
iy
Karena limitnya tdk ada, |z|
tdk memiliki turunan
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
40
Turunan Fungsi Kompleks Contoh 2 Periksa apakah turunannya 2x + i2y memiliki turunan? Kalau punya
Turunan Fungsi Kompleks
Contoh 2
Periksa apakah
turunannya
2x + i2y
memiliki turunan? Kalau punya tentukan
Jawaban
f (z)= f (x,y)= 2x +i2y
f ( z
+
z )
f ( z )
f '
(
z
)
=
lim
Z
0
z
f ( x
+
iy
+
( x
+
iy ))
f ( x
+
iy )
=
lim
Z
0
( x
+
iy )
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
41
Turunan Fungsi Kompleks Jawaban (lanjutan) f ( x + x + i( y + y
Turunan Fungsi Kompleks
Jawaban (lanjutan)
f ( x
+
x
+
i( y
+
y ))
f ( x
+
iy )
f '
(
z
)
=
lim
Z
0
( x
+
iy )
2
x
+
2
x
+
2 i (
y
+
y
))
2(
x
+
iy
)
lim
= 2
=
Z
0
(
x
+
iy
)
Jadi
f (z)= 2x + i2y
memiliki turunan yaitu sama dengan 2
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
42
Turunan Fungsi Kompleks Contoh 3 Diketahui f (z) 2 = 3z + 2z , tentukan
Turunan Fungsi Kompleks
Contoh 3
Diketahui
f (z)
2
=
3z
+
2z
, tentukan
f' (1+i)
?
Jawaban
Bila f(z) disajikan dalam variabel z saja maka selain menggunakan
definisi turunan yang telah dibahas sebelumnya maka bisa juga f(z)
diturunkan secara langsung dengan aturan penurunan biasa.
Jadi
f' (z)= 6z + 2
sehingga
f' (1+ i)
= 6(1+ i) + 2 = 8+ 6i
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
43
Soal latihan 1. Tentukan dari fungsi − fungsi berikut ( ) 2 2 a. f
Soal latihan
1. Tentukan dari fungsi − fungsi berikut
(
)
2
2
a.
f
x,y
= x
+ 3x
y
2
b.
f (z)
=
z
+
3z
c.
f
(z) = Re z + 1
2. Dengan menggunakan definisi turunan, tunjukkan bahwa
x
+
iy
tidak differensiabel dititik i
x
+
(1
i )y
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
44
Soal latihan 3. Tentukan f (1+i ) dari fungsi − fungsi berikut a. f (
Soal latihan
3.
Tentukan f (1+i ) dari fungsi − fungsi berikut
a.
f
(
z
)
=
(
2z
1
) 3
2
2
b.
f (x, y)
=
x
y
x
+
i(2xy
y)
z
c.
f
(
z
)
=
z
1
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
45
Fungsi analitik Definisi f(z) dikatakan fungsi analitik pada suatu domain D jika f(z) terdefinisi dan
Fungsi analitik
Definisi
f(z) dikatakan fungsi analitik pada suatu domain D jika f(z) terdefinisi
dan memiliki turunan ( differensiabel ) disemua titik di D.
f(z) analitik di titik a bila f(z) analitik dilingkaran buka dengan pusat a.
Bila f(z) analitik disemua titik dibidang kompleks maka f(z) disebut
juga fungsi entire.
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
46
Fungsi analitik Contoh z + 2 Diketahui f ( z ) = z 2 +
Fungsi analitik
Contoh
z
+
2
Diketahui
f
(
z
)
=
z
2 +
1
Apakah f(z) analitik di daerah berikut
a. < 1
P :
z
b. Q :
z
+
1
i
< 1,5
c. R :
z
1
<
2
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
47
Fungsi analitik Pertama akan dilihat pada titik − titik berapa f(z) menjadi tidak analitik. z
Fungsi analitik
Pertama akan dilihat pada titik − titik berapa f(z) menjadi tidak
analitik.
z
+
2
z
+
2
f
(
z
)
=
=
2
z
+ 1
( z + i )( z
i )
Jadi f(z) tidak analitik dititik −i dan i.
Untuk melihat apakah f(z) akan analitik di daerah P,Q atau R cukup
dengan melihat apakah titik −i dan i terletak didalam P, Q atau R dan
untuk mempermudah akan ditunjukkan dalam gambar berikut
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
48
Fungsi Analitik a. Titik −i dan i diluar P , maka f(z) analitik di P
Fungsi Analitik
a. Titik −i dan i diluar P , maka
f(z) analitik di P
b. Titik i di dlm Q, maka f(z) tdk
analitik di Q
point i
Q
P
c. Titik −i dan i diluar R, maka
f(z) analitik di R
R
point −i
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
49
Tes keanalitikan fungsi kompleks Bila suatu fungsi kompleks disajikan dalam bentuk . f (z)=U(x,y)+iV(x,y) Maka
Tes keanalitikan
fungsi kompleks
Bila suatu fungsi kompleks disajikan dalam bentuk
.
f (z)=U(x,y)+iV(x,y)
Maka untuk menentukan apakah fungsi tersebut analitik pada
suatu daerah D maka kita harus mengetahui terlebih dulu apakah
fungsi kompleks tersebut terdefinisi dan memiliki turunan di daerah
D tersebut.
Untuk mengetahui apakah fungsi kompleks tersebut terdefinisi atau
tidak mungkin tidak begitu rumit, sedangkan untuk menentukan
turunannya mungkin memerlukan waktu yang lebih lama.
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
50
Tes keanalitikan fungsi kompleks Ada cara yang lebih pendek untuk menentukan keanalitikan dari fungsi ini
Tes keanalitikan
fungsi kompleks
Ada cara yang lebih pendek untuk menentukan keanalitikan dari
fungsi ini yaitu menggunakan persamaan Cauchy−Riemman.
Bila fungsi kompleks
f (z)=U(x,y)+iV(x,y)
analitik disuatu
domain D, maka akan berlaku persamaan Cauchy−Riemman.
U
=V
x
y
V
= U
x
y
Untuk setiap titik didalam D
Turunan f(z) didefinisikan dengan
f '
(
z
)
= U
+ iV
x
x
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
51
Tes keanalitikan fungsi kompleks Bila fungsi kompleks disajikan dalam bentuk polar f . (z) =
Tes keanalitikan
fungsi kompleks
Bila fungsi kompleks disajikan dalam bentuk polar
f
.
(z) = U(r, )+ iV (r, )
analitik disuatu domain D, maka akan
berlaku persamaan Cauchy−Riemman
1
1
U r =
V
V r =
U
r
r
Untuk setiap titik didalam D
i
Turunan f(z) didefinisikan sebagai
f '
(
z
)
= e
(
U
+ iV
)
r
r
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
52
Fungsi analitik Contoh 1 Apakah f (z) 3 3 2 2 x) = x +
Fungsi analitik
Contoh 1
Apakah
f (z)
3
3
2
2
x)
=
x
+
y
+
i(x y
y
analitik?
Jika ya tentukan turunannya
Jawaban
Akan dipeiksa apakah memenuhi persamaan Cauchy-Riemman
2
2
U
3x
V
x
2 yx
x =
y =
Ternyata
U
π V
jadi tidak memenuhi PCR
x
y
Sehingga f(z) tidak analitik dan tidak memiliki turunan
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
53
Fungsi analitik Contoh 2 f (z) 2 2 Apakah = 4x 4 y 4x +
Fungsi analitik
Contoh 2
f (z)
2
2
Apakah
=
4x
4 y
4x
+
1
+
i(8xy
4 y)
analitik?
Jika ya tentukan turunannya
Jawaban
Akan dipeiksa apakah memenuhi persamaan Cauchy-Riemman
U
8x
4
V x =
8y
x =
U
y =
8 y
V y =
8x
4
Ternyata memenuhi PCR yaitu
U
=V
dan
V
= U
x
y
x
y
Sehingga f(z) analitik dan turunannya adalah
f' (z)= 8x 4 +i(8y)
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
54
Fungsi Harmonik dan Sekawan Harmonik Definisi Jika f (z)=U(x,y)+ iV(x,y) sebuah fungsi analitik pd domain
Fungsi Harmonik dan Sekawan Harmonik Definisi Jika f (z)=U(x,y)+ iV(x,y) sebuah fungsi analitik pd domain
Fungsi Harmonik dan Sekawan Harmonik Definisi Jika f (z)=U(x,y)+ iV(x,y) sebuah fungsi analitik pd domain
Fungsi Harmonik dan Sekawan Harmonik Definisi Jika f (z)=U(x,y)+ iV(x,y) sebuah fungsi analitik pd domain
Fungsi Harmonik dan Sekawan Harmonik Definisi Jika f (z)=U(x,y)+ iV(x,y) sebuah fungsi analitik pd domain
Fungsi Harmonik dan Sekawan Harmonik Definisi Jika f (z)=U(x,y)+ iV(x,y) sebuah fungsi analitik pd domain
Fungsi Harmonik dan Sekawan Harmonik Definisi Jika f (z)=U(x,y)+ iV(x,y) sebuah fungsi analitik pd domain

Fungsi Harmonik dan Sekawan Harmonik

Fungsi Harmonik dan Sekawan Harmonik Definisi Jika f (z)=U(x,y)+ iV(x,y) sebuah fungsi analitik pd domain D,
Definisi Jika f (z)=U(x,y)+ iV(x,y) sebuah fungsi analitik pd domain D, maka u(x,y) dan v(x,y)
Definisi
Jika
f (z)=U(x,y)+ iV(x,y)
sebuah fungsi analitik pd domain D, maka
u(x,y) dan v(x,y) akan memenuhi pers. Laplace
2
2
( : Nabla)
u =
U
+
U
=
0
v =
V
+
V
=
0
xx
yy
xx
yy
Suatu fungsi 2 peubah (riil) yg memenuhi pers. Laplace disebut fungsi
Harmonic ( u,v : harmonic function)
u : fungsi sekawan harmonis v
v : fungsi sekawan harmonis u
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
55
Fungsi Harmonik dan Sekawan Harmonik Contoh 1 Bila U(x,y) adalah bagian Riil f(z) yang analitik,
Fungsi Harmonik
dan Sekawan Harmonik
Contoh 1
Bila
U(x,y)
adalah bagian Riil f(z) yang analitik,
tunjukkan bahwa
2
2
harmonik ? kemudian tentukan
U
=
x
y
y
Sekawan Harmoniknya !
Jawaban
2
=
U
+
U
=
2
2
=
0
u
xx
yy
Jadi U merupakan fungsi Harmonik.
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
56
Fungsi Harmonik dan Sekawan Harmonik Jawaban (lanjutan) Dihitung turuanan parsial terhadap x dan y. U
Fungsi Harmonik
dan Sekawan Harmonik
Jawaban (lanjutan)
Dihitung turuanan parsial terhadap x dan y.
U
2x
x =
U
= 2y
1
y
Dengan menggunakan PCR maka
V
=
U
=
2x
y
x
V
=
U
=
2y
+
1
x
y
Kita dapat memulai dari salah satu persamaan Vy atau Vx .
Misalkan akan mulai dari Vy maka
V y =
2x
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
57
Fungsi Harmonik dan Sekawan Harmonik Jawaban (lanjutan) Dengan mengintegralkan terhadap y V = ∫ 2x
Fungsi Harmonik
dan Sekawan Harmonik
Jawaban (lanjutan)
Dengan mengintegralkan terhadap y
V
=
2x dy = 2xy + h x
(
)
Dengan menurunkan terhadap x diperoleh
V x =
2y
+ h' (x)
Dari PCR sudah diperoleh persamaan
V
=
U
=
2y
+
1
x
y
Dengan menggabungkan dua persamaan Vx :
2y + h' (x)= 2y +1
Maka sehingga
h' (x)= 1
h(x)= x + c
Jadi sekawan harmoniknya adalah
V
= 2xy + x + c
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
58
Fungsi Harmonik dan Sekawan Harmonik Contoh 2 Diketahui V (x, y) = 2xy adalah bagian
Fungsi Harmonik
dan Sekawan Harmonik
Contoh 2
Diketahui
V (x, y) = 2xy
adalah bagian imaginer dari suatu fungsi
analitik
f (z)
. Tentukan
f (z)
Jawaban
Pembuktian bahwa
V (x, y) = 2xy
adalah fungsi Harmonik yaitu
fungsi memenuhi persamaan Laplace tidak perlu dilakukan karena
berdasarkan soal bahwa
f (z)
sudah analitik sehingga
V(x,y)
sudah tentu fungsi Harmonik.
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
59
Fungsi Harmonik dan Sekawan Harmonik Jawaban (lanjutan) Dengan menggunakan PCR maka U = V =
Fungsi Harmonik
dan Sekawan Harmonik
Jawaban (lanjutan)
Dengan menggunakan PCR maka
U
=
V
=
2x
x
y
U
=
V
=
2y
y
x
Misalkan akan mulai dari
U
maka
U
2x
x =
x
Dengan mengintegralkan terhadap terhadap x
2
U
=
+ h y
(
)
2x dx = x
Dengan menurunkan terhadap y diperoleh
U
h' (y)
y =
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
60
Fungsi Harmonik dan Sekawan Harmonik Jawaban (lanjutan) Dari PCR sudah diperoleh persamaan U = V
Fungsi Harmonik
dan Sekawan Harmonik
Jawaban (lanjutan)
Dari PCR sudah diperoleh persamaan
U
=
V
= 2
y
y
x
Dengan menggabungkan dua persamaan Vx :
h'(y)= 2y
Jadi nilai
h(y)
adalah
2
h(y)= y
+ c
Sekawan harmonik
V (x, y) = 2xy
adalah
2
2
U
= x
y
+ c
Sehingga
f (z)
adalah
2
2
f (z)=U(x,y)+iV(x,y)
=
x
y
+
c
+
i(2xy)
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
61
Soal Latihan Diketahui f (z)= u(x,y)+iv(x,y) adalah fungsi yang analitik Tentukan sekawan harmonik dari fungsi
Soal Latihan
Diketahui
f (z)= u(x,y)+iv(x,y)
adalah fungsi yang analitik
Tentukan sekawan harmonik dari fungsi – fungsi berikut
1. u = x
x
4.
v
=
e
Sin y
2. u = xy
5.
v = xy
3
2
3. u = x
3xy
6.
v = Sin x Sinh y
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
62
Fungsi Elementer Ada tiga fungsi elementer yang dibahas yaitu Fungsi eksponensial Fun si lo aritma
Fungsi Elementer
Ada tiga fungsi elementer yang dibahas yaitu
Fungsi eksponensial
Fun si lo aritma (termasuk bentuk
g
g
p
an
g
kat )
Fungsi trigonometri.
Fungsi – fungsi elementer ini akan disederhanakan
menjadi bentuk bilangan kompleks yang standar yaitu
.
z = x + iy
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
63
Fungsi Eksponensial z Fungsi ini memiliki bentuk e . z Untuk mengubah e kedalam bentuk
Fungsi Eksponensial
z
Fungsi ini memiliki bentuk
e
.
z
Untuk mengubah
e
kedalam bentuk
x + iy
maka dapat
dilakukan dengan cara memecah z dalam
x
+
iy
kemudian
i
y
menggunakan rumus Euler untuk menyederhanakan bentuk
e
.
z
x
+
iy
x
x
x
e
=
e
=
e
(Cos y
+
i Sin y) =
e Cos y
e
+
i e Sin y
z
Bila dijumpai persamaan berbentuk
1 =
z
,untuk menentukan
2
i
nilai z 1 maka z 2 dapat diubah terlebih dulu menjadi
z
2 =
r e
2
sehingga persamaannya menjadi
z
i
e
1 =
r e
2
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
64
Fungsi Eksponensial Dengan meng-ln-kan kedua ruas didapatkan persamaan z = ln r + i 1
Fungsi Eksponensial
Dengan meng-ln-kan kedua ruas didapatkan persamaan
z
=
ln r
+
i
1
2
Bentuk ini sudah sesuai dengan bentuk standarnya
z
Periodisitas
e
adalah
2
i
z
z
+
2
ik
e
=
e
,ini berarti
untuk k = 0,1,2,…
Daerah pokok adalah
< y
dan
< x < •
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
65
Fungsi Eksponensial Contoh 1 e 1+ i Tentukan bagian riil dan imaginer dari Jawaban 1
Fungsi Eksponensial
Contoh 1
e 1+
i
Tentukan bagian riil dan imaginer dari
Jawaban
1
1
+
i
1
e
=
e
(
Cos
+
i Sin
)
=
e
1
Jadi bagian riilnya adalah
dan bagian imaginernya = 0.
e
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
66
Fungsi Eksponensial Contoh 2 Tentukan z yang memenuhi persamaan e z = i Jawaban Modulus
Fungsi Eksponensial
Contoh 2
Tentukan z yang memenuhi persamaan
e
z =
i
Jawaban
Modulus i = 1 dan argumen i =
.
dapat diubah menjadi
2
Persamaan
e
z =
i
i
+
2
k
z
k
= 0,1,2,…
e
=
1e
2
Bisa disederhanakan menjadi
k
= 0,1,2,…
z
=
ln1
+
i
+ 2
k
=
+ 2
k
  2
   2
  i
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
67
Fungsi Logaritma Logaritma asli dari z dinotasikan dg ln z . Nilai ln z yg
Fungsi Logaritma
Logaritma asli dari z dinotasikan dg ln z .
Nilai ln z yg terkait dg nilai prinsipil argumen z dinotasikan dg Ln z.
Misal W =ln z dg W =u + iv dan z dituliskan sbg re i , maka kita
akan dapatkan
e
W =
z
u
+
iv
i
e
e
= re
u =
v =
r
u = ln r
W
= ln z = ln r + i (arg z)
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
68
Fungsi Eksponensial Contoh 1 Tentukan bagian riil dan imaginer dari Ln( 1 + i) Jawaban
Fungsi Eksponensial
Contoh 1
Tentukan bagian riil dan imaginer dari
Ln( 1 + i)
Jawaban
3
Modulus
1+i =
2
dan argumen
1
+ i =
4
3
Ln(
1
+
i)
=
ln
2
+
i
4
Jadi bagian riilnya
ln
2
3
dan bagian imaginernya
4
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
69
Fungsi Eksponensial Contoh 2 Tentukan z yang memenuhi persamaan dengan nilai prinsipil argumen z !
Fungsi Eksponensial
Contoh 2
Tentukan z yang memenuhi persamaan
dengan nilai prinsipil argumen z !
e
z =
i
yang terkait
Jawaban
Dari persamaan
e
z =
i
dapat disederhanakan menjadi
i
i
z
=
Ln i
=
Ln1
+
=
2
2
i
Jadi nilai z yang memenuhi adalah
2
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
70
Fungsi Eksponensial Contoh 3 Sederhanakan ln i dalam bentuk standar bilangan kompleks ! Jawaban Dengan
Fungsi Eksponensial
Contoh 3
Sederhanakan
ln
i
dalam bentuk standar bilangan kompleks !
Jawaban
Dengan menggunakan rumusan bentuk akar diperoleh akar- akar
dari i adalah w 1 dan w 2 dengan modulus w 1 = 1, modulus w 2 = 1,
5
argumen
=
dan argumen
w 1
=
.
w 2
4
4
Jadi bentuk standarnya adalah
5
5
1.
ln
i
=
ln
1
+
i
=
i
2.
ln
i
=
ln
1
+
i
=
i
4
4
4
4
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
71
Bentuk Pangkat z Bentuk pangkat bil. kompleks didefinisikan sbg z 2 1 dimana z 1
Bentuk Pangkat
z
Bentuk pangkat bil. kompleks didefinisikan sbg
z
2
1
dimana z 1 dan z 2 keduanya adalah bilangan kompleks
Kita dpt menyederhanakan bentuk pangkat ini dg fungsi eksponensial
dan lo aritma
g
z
ln
2
z
z
z
ln
z
z
2
=
e
1
=
e
2
1
1
misal
z
= ln z
, maka
Dg rumus Euler
3
1
z
z
z
x
+
iy
x
(
)
z
2
= e
2
3
= e
4
4
=
e
4
cos
y
+
i
sin
y
1
4
4
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
72
Bentuk Pangkat Contoh Sederhanakan (1+i) – i Jawaban Modulus 1+i = 2 , argumen 1
Bentuk Pangkat
Contoh
Sederhanakan (1+i) – i
Jawaban
Modulus
1+i =
2
, argumen
1
+
i
=
4
Dg penyederhanaan fungsi logaritma asli, kita peroleh
ln
(
1
+
i
)
=
ln
2
+
i
4
i
.
ln
2
+
i
i
ln
2
z
4
z
2
=
e
= e
4
1
(
2)
(ln 2))
= e
4
Cos
(ln
iSin
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
73
Fungsi Trigonometri Fungsi trigonometri dapat dinyatakan dalam bentuk : 1 1 ( iz iz )
Fungsi Trigonometri
Fungsi trigonometri dapat dinyatakan dalam bentuk :
1
1
(
iz
iz
)
(
iz
iz
)
Cos z =
e
+
e
Sin z =
e
e
2
2i
Dengan mengubah fungsi trigonometri dalam bentuk seperti diatas
dan dengan memanfaatkan fungsi - fungsi eksponen maka
penyederhanaan dalam bentuk standar bilangan kompleks dapat
dilakukan.
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
74
Fungsi Trigonometri Contoh 1 Hitunglah nilai Cos i Jawaban 1 ( 2 1  1
Fungsi Trigonometri
Contoh 1
Hitunglah nilai Cos i
Jawaban
1 (
2
1
1
i.i
i.i
)
Cos i =
e
+
e
=
+ e
2   e
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
75
Fungsi Trigonometri Contoh 2 Tentukan z yang memenuhi persamaan Cos z = 2 Jawaban Dari
Fungsi Trigonometri
Contoh 2
Tentukan z yang memenuhi persamaan Cos z = 2
Jawaban
Dari rumusan Cos z diperoleh persamaan
iz
iz
e
+
e
=
4
2
Misalkan
iz
R = e
maka diperoleh persamaan
R
4R
+
1
=
0
Dengan rumus abc diperoleh akar – akar persamaannya
4
±
12
R
=
=
2
±
3
2
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
76
Fungsi Trigonometri Jawaban (lanjutan) Untuk R = 2 + 3 diperoleh persamaan iz e =
Fungsi Trigonometri
Jawaban (lanjutan)
Untuk
R = 2 +
3
diperoleh persamaan
iz
e
=
2
+
3
Bisa disederhanakan sebagai
Salah satu solusinya adalah
i z = ln(2 +
z = i ln(2 +
3)
3)
Untuk
R = 2
3
diperoleh persamaan
iz
e
=
2
3
Bisa disederhanakan sebagai
Solusinya yang lain adalah
i z = ln(2
z = i ln(2
3)
3)
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
77
Soal Latihan 1. Tentukan nilai 3 i e 2. Untuk z = 1+i ,tentukan bagian
Soal Latihan
1. Tentukan nilai
3
i
e
2. Untuk
z = 1+i
,tentukan bagian riil dan imaginer dari
3z
a.
e
2
z
b.
e
3. Tentukan nilai z yang memenuhi
z
a. =
e
2
z
b. =
e
i
4. Hitung nilai
ln(
5)
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
78
Soal Latihan 5. Hitung nilai dari a. Ln(1 i 3 ) b. Ln( 1 +
Soal Latihan
5.
Hitung nilai dari
a. Ln(1
i
3 )
b. Ln(
1 + i )
c. Cos(1 + i)
d. Sin(1 + i)
7.
Tentukan nilai z yang memenuhi persamaan Sin z = 2
Handout Matematika Teknik 2, D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Bandung
79