Anda di halaman 1dari 17

DIeh :

FIddya PutrIlI1A005077
SIIvIa VeIIkalI1A006008
PembImbIng :
dr.Hj Noor LaIIa HayatI, Sp. THT
%3,:,3 !:89,,
Alasan
berobat
Foeter ex nasI
EtIologI dan
patogenesIs
belum
dIterangkan
secara
memuaskan
TerapI tIdak
ada yang baku
KonservatIf
dan operatIf
FInItIs atrofI
(ozaena)
ArterI ArterI
Vena Vena
W a.EtmoId
anterIor E
posterIor
8agIan
atas
rongga
hIdung
W ujung a.palatIna
mayor dan
a.sfenopalatIna
8agIan
bawah
rongga
hIdung
W cabang - cabang
a.fasIalIs
8agIan
depan
rongga
hIdung
P 'enavena hIdung
mempunyaI nama yang
sama dan berjalan
berdampIngan dengan
arterInya .
P 'enavena dI hIdung tIdak
memIlIkI katup
memudahkan penyebaran
IntrakranIal
efInIsI EpIdemIoIogI
P penyakIt hIdung kronIk
yang dItandaI atrofI
progresIf mukosa hIdung
dan tulang penunjangnya
dIsertaI pembentukan
sekret yang kental dan
tebal yang cepat
mengerIng membentuk
krusta
PenyakIt InI dIkemukakan pertama
kalI oleh dr.Spencer Watson (1875).
PalIng serIng menyerang wanIta usIa
1 sampaI J5 tahun, terutama pada
usIa pubertas estrogen (faktor
hormonal)
W FInItIs AtrofI PrImer
W FInItIs AtrofI
Sekunder
W FInItIs AtrofI PrImer
W FInItIs AtrofI
Sekunder
8erdasarkan
Penyebab
W FInItIs AtrofI FIngan
W FInItIs AtrofI Sedang
W FInItIs AtrofI 8erat
W FInItIs AtrofI FIngan
W FInItIs AtrofI Sedang
W FInItIs AtrofI 8erat
8erdasarkan
Cejala KlInIs
ejaIa
Tanda
obstruksI hIdung (buntu)
sakIt kepala
epIstaksIs pada pelepasan
krusta
FarIngItIs sIkka
Penyumbatan yang
terjadI karena lepasnya
krusta darI nasofarIng
masuk ke orofarIng.
foeter ex nasI
krusta dIhIdung
berwarna kunIng, hIjau,
atau hItam
pelepasan kusta akan
memperlIhatkan
ulserasI dan perdarahan
mukosa hIdung
P Fongga hIdung dIpenuhI
krusta hIjau, kadang
kadang kunIng atau
hItam; jIka krusta
dIangkat, terlIhat rongga
hIdung sangat lapang,
P AtrofI konka
P Sekret purulen dan
berwarna hIjau
P |ukosa hIdung tIpIs dan
kerIng.
Apusan hIdung.
FadIologI dan kultur punksI
sInus
Test serologI
Tes serologI yang laIn :
+ proteIn Serum.
+ pemerIksaan Fe serum
+ pemerIksaan darah rutIn
+ ANA dan antI0NA antIbodI.
PemerIksaan hIstopatologI
CTScan
IagnosIs andIng
0IagnosIs rInItIs atrofI
(ozaena) dapat dItegakkan
berdasarkan:
AnamnesIs
PemerIksaan fIsIk
PemerIksaan penunjang
P FInItIs atrofI:
P SInusItIs:.
P NasofarIngItIs kronIs
P FInItIs kronIk T8C
P rInItIs kronIk lepra
P rInItIs kronIk sIfIlIs
P rInItIs sIka
PFInItIs atrofI adalah penyakIt InfeksI hIdung
kronIk, yang dItandaI adanya atrofI progresIf
mukosa dan tulang konka dIsertaI
pembentukan krusta. EtIologI dan
patogenesIs rInItIs atrofI sampaI sekarang
belum dapat dIterangkan dengan
memuaskan. Dleh karena etIologInya belum
pastI, maka pengobatannya belum ada yang
baku. Pengobatan dItujukan untuk
menghIlangkan faktor penyebab dan untuk
menghIlangkan gejala. Pengobatan dapat
dIberIkan secara konservatIf atau operatIf.