Anda di halaman 1dari 8

1

Ukuran sampel
Ukuran sampel atau jumlah sampel yang diambil menjadi persoalan yang penting manakala
jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian yang menggunakan analisis kuantitatiI.
Pada penelitian yang menggunakan analisis kualitatiI, ukuran sampel bukan menjadi nomor satu,
karena yang dipentingkan alah kekayaan inIormasi. Walau jumlahnya sedikit tetapi jika kaya
akan inIormasi, maka sampelnya lebih bermanIaat.
Dikaitkan dengan besarnya sampel, selain tingkat kesalahan, ada lagi beberapa Iaktor lain
yang perlu memperoleh pertimbangan yaitu, (1) derajat keseragaman, (2) rencana analisis, (3)
biaya, waktu, dan tenaga yang tersedia. Makin tidak seragam siIat atau karakter setiap elemen
populasi, makin banyak sampel yang harus diambil. Jika rencana analisisnya mendetail atau
rinci maka jumlah sampelnya pun harus banyak. Misalnya di samping ingin mengetahui sikap
konsumen terhadap kebijakan perusahaan, peneliti juga bermaksud mengetahui hubungan antara
sikap dengan tingkat pendidikan. Agar tujuan ini dapat tercapai maka sampelnya harus terdiri
atas berbagai jenjang pendidikan SD, SLTP. SMU, dan seterusnya.. Makin sedikit waktu, biaya ,
dan tenaga yang dimiliki peneliti, makin sedikit pula sampel yang bisa diperoleh. Perlu dipahami
bahwa apapun alasannya, penelitian haruslah dapat dikelola dengan baik (manageable).
Misalnya, jumlah bank yang dijadikan populasi penelitian ada 400 buah. Pertanyaannya
adalah, berapa bank yang harus diambil menjadi sampel agar hasilnya mewakili populasi?. 30?,
50? 100? 250?. Jawabnya tidak mudah. Ada yang mengatakan, jika ukuran populasinya di atas
1000, sampel sekitar 10 ° sudah cukup, tetapi jika ukuran populasinya sekitar 100, sampelnya
paling sedikit 30°, dan kalau ukuran populasinya 30, maka sampelnya harus 100°.
Ada pula yang menuliskan, untuk penelitian deskriptiI, sampelnya 10° dari populasi,
penelitian korelasional, paling sedikit 30 elemen populasi, penelitian perbandingan kausal, 30
elemen per kelompok, dan untuk penelitian eksperimen 15 elemen per kelompok (Gay dan
Diehl, 1992).
Roscoe (1975) dalam Uma Sekaran (1992) memberikan pedoman penentuan jumlah
sampel sebagai berikut :
1. Sebaiknya ukuran sampel di antara 30 s/d 500 elemen
2. Jika sampel dipecah lagi ke dalam subsampel (laki/perempuan, SD?SLTP/SMU, dsb),
jumlah minimum subsampel harus 30
3. Pada penelitian multivariate (termasuk analisis regresi multivariate) ukuran sampel harus
beberapa kali lebih besar (10 kali) dari jumlah variable yang akan dianalisis.
4. Untuk penelitian eksperimen yang sederhana, dengan pengendalian yang ketat, ukuran
sampel bisa antara 10 s/d 20 elemen.
Krejcie dan Morgan (1970) dalam Uma Sekaran (1992) membuat daItar yang bisa dipakai
untuk menentukan jumlah sampel sebagai berikut (Lihat Tabel)

!4pulasi (N) Sampel (n) !4pulasi
(N)
Sampel (n) !4pulasi
(N)
Sampel (n)
10 10 220 140 1200 291
15 14 230 144 1300 297
20 19 240 148 1400 302
25 24 250 152 1500 306
30 28 260 155 1600 310
35 32 270 159 1700 313
40 36 280 162 1800 317
2

45 40 290 165 1900 320
50 44 300 169 2000 322
55 48 320 175 2200 327
60 52 340 181 2400 331
65 56 360 186 2600 335
70 59 380 191 2800 338
75 63 400 196 3000 341
80 66 420 201 3500 346
85 70 440 205 4000 351
90 73 460 210 4500 354
95 76 480 214 5000 357
100 80 500 217 6000 361
110 86 550 226 7000 364
120 92 600 234 8000 367
130 97 650 242 9000 368
140 103 700 248 10000 370
150 108 750 254 15000 375
160 113 800 260 20000 377
170 118 850 265 30000 379
180 123 900 269 40000 380
190 127 950 274 50000 381
200 132 1000 278 75000 382
210 136 1100 285 1000000 384


Sebagai inIormasi lainnya, sebagian besar uji statistik selalu menyertakan rekomendasi
ukuran sampel. Dengan kata lain, uji-uji statistik yang ada akan sangat eIektiI jika diterapkan
pada sampel yang jumlahnya 30 s/d 60 atau dari 120 s/d 250. Bahkan jika sampelnya di atas
500, tidak direkomendasikan untuk menerapkan uji statistik. (Penjelasan tentang ini dapat
dibaca di Bab 7 dan 8 buku Basic Statistics Ior Social Research, Second Edition)

%eknik-teknik pengambilan sampel
Secara umum, ada dua jenis teknik pengambilan sampel yaitu, sampel acak atau random
sampling / probability sampling, dan sampel tidak acak atau nonrandom samping/nonprobability
sampling. Yang dimaksud dengan random sampling adalah cara pengambilan sampel yang
memberikan kesempatan yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. Artinya jika
elemen populasinya ada 100 dan yang akan dijadikan sampel adalah 25, maka setiap elemen
tersebut mempunyai kemungkinan 25/100 untuk bisa dipilih menjadi sampel. Sedangkan yang
dimaksud dengan nonrandom sampling atau nonprobability sampling, setiap elemen populasi
tidak mempunyai kemungkinan yang sama untuk dijadikan sampel. Lima elemen populasi dipilih
sebagai sampel karena letaknya dekat dengan rumah peneliti, sedangkan yang lainnya, karena
jauh, tidak dipilih; artinya kemungkinannya 0 (nol).
Dua jenis teknik pengambilan sampel di atas mempunyai tujuan yang berbeda. Jika peneliti
ingin hasil penelitiannya bisa dijadikan ukuran untuk mengestimasikan populasi, atau istilahnya
3

adalah melakukan generalisasi maka seharusnya sampel representatiI dan diambil secara acak.
Namun jika peneliti tidak mempunyai kemauan melakukan generalisasi hasil penelitian maka
sampel bisa diambil secara tidak acak. Sampel tidak acak biasanya juga diambil jika peneliti
tidak mempunyai data pasti tentang ukuran populasi dan inIormasi lengkap tentang setiap elemen
populasi. Contohnya, jika yang diteliti populasinya adalah konsumen teh botol, kemungkinan
besar peneliti tidak mengetahui dengan pasti berapa jumlah konsumennya, dan juga karakteristik
konsumen. Karena dia tidak mengetahui ukuran pupulasi yang tepat, bisakah dia mengatakan
bahwa 200 konsumen sebagai sampel dikatakan 'representatiI¨?. Kemudian, bisakah peneliti
memilih sampel secara acak, jika tidak ada inIormasi yang cukup lengkap tentang diri
konsumen?. Dalam situasi yang demikian, pengambilan sampel dengan cara acak tidak
dimungkinkan, maka tidak ada pilihan lain kecuali sampel diambil dengan cara tidak acak atau
nonprobability sampling, namun dengan konsekuensi hasil penelitiannya tersebut tidak bisa
digeneralisasikan. Jika ternyata dari 200 konsumen teh botol tadi merasa kurang puas, maka
peneliti tidak bisa mengatakan bahwa sebagian besar konsumen teh botol merasa kurang puas
terhadap teh botol.


enentukan 1umlah Sampel
A. Rumus menurut Taro Yamane:
n ÷ N¸¸¸
N
2
¹ 1
n÷ jumlah sampel
N÷ jumlah populasi yang diketahui
d÷ presisi yang ditetapkan
Contoh:
Diketahui jumlah populasi sataI pengajar pada sebuah perguruan tinggi 109 orang dengan tingkat presisi
ditetapkan sebesar 10° , maka jumlah sampel yang akan diteliti adalah:
n ÷ 109/109.0,1
2
¹ 1
n ÷ 109/109.0,01 ¹ 1
n ÷ 109/1.09 ¹ 1
n ÷ 109/2.09 ÷ 52,15311
Maka jumlah sampel yang diteliti adalah 53 orang

B. Menurut Surakhmad apabila jumlah populasi mencapai 100 maka sampel yang diambil minimal 15°,
namun jika populasi hanya mencapai 100 orang maka sedikitnya diperlukan 50° dari populasi yang
dijadikan sampel.
Rumus:
S÷15°¹ 1000Ŵn /1000Ŵ100. (50° Ŵ15°)
S÷jumlah sampel
n÷jumlah populasi yang diketahui
maka dari rumus tersebut untuk populasi 109 orang didapat sampel berjumlah:
S÷15°¹ 1000Ŵ109 /1000Ŵ100. (50° Ŵ15°)
S÷15°¹ 1000Ŵ109 /900. (35°)
S÷15°¹ 891/900. (35°)
S÷15°¹ 31,46°
S÷46,46°
Maka jumlah sampel yang akan diteliti adalah 109 x 46,46° ÷ 50,6414 51 orang

4

Di setiap jenis teknik pemilihan tersebut, terdapat beberapa teknik yang lebih spesiIik lagi.
Pada sampel acak (random sampling) dikenal dengan istilah simple random sampling, stratified
random sampling, cluster sampling, systematic sampling, dan area sampling. Pada
nonprobability sampling dikenal beberapa teknik, antara lain adalah convenience sampling,
purposive sampling, quota sampling, snowball sampling

!r4bability/Rand4m Sampling.
Syarat pertama yang harus dilakukan untuk mengambil sampel secara acak adalah
memperoleh atau membuat kerangka sampel atau dikenal dengan nama sampling frame". Yang
dimaksud dengan kerangka sampling adalah daItar yang berisikan setiap elemen populasi yang
bisa diambil sebagai sampel. Elemen populasi bisa berupa data tentang orang/binatang, tentang
kejadian, tentang tempat, atau juga tentang benda. Jika populasi penelitian adalah mahasiswa
perguruan tinggi 'A¨, maka peneliti harus bisa memiliki daItar semua mahasiswa yang terdaItar
di perguruan tinggi 'A ' tersebut selengkap mungkin. Nama, NRP, jenis kelamin, alamat, usia,
dan inIormasi lain yang berguna bagi penelitiannya.. Dari daItar ini, peneliti akan bisa secara
pasti mengetahui jumlah populasinya (N). Jika populasinya adalah rumah tangga dalam sebuah
kota, maka peneliti harus mempunyai daItar seluruh rumah tangga kota tersebut. Jika
populasinya adalah wilayah Jawa Barat, maka penelti harus mepunyai peta wilayah Jawa Barat
secara lengkap. Kabupaten, Kecamatan, Desa, Kampung. Lalu setiap tempat tersebut diberi kode
(angka atau simbol) yang berbeda satu sama lainnya.
Di samping sampling frame, peneliti juga harus mempunyai alat yang bisa dijadikan
penentu sampel. Dari sekian elemen populasi, elemen mana saja yang bisa dipilih menjadi
sampel?. Alat yang umumnya digunakan adalah Tabel Angka Random, kalkulator, atau undian.
Pemilihan sampel secara acak bisa dilakukan melalui sistem undian jika elemen populasinya
tidak begitu banyak. Tetapi jika sudah ratusan, cara undian bisa mengganggu konsep 'acak¨ atau
'random¨ itu sendiri.

. Simple Rand4m Sampling atau Sampel Acak Sederhana
Cara atau teknik ini dapat dilakukan jika analisis penelitiannya cenderung deskriptiI dan
bersiIat umum. Perbedaan karakter yang mungkin ada pada setiap unsur atau elemen
populasi tidak merupakan hal yang penting bagi rencana analisisnya. Misalnya, dalam
populasi ada wanita dan pria, atau ada yang kaya dan yang miskin, ada manajer dan
bukan manajer, dan perbedaan-perbedaan lainnya. Selama perbedaan gender, status
kemakmuran, dan kedudukan dalam organisasi, serta perbedaan-perbedaan lain tersebut
bukan merupakan sesuatu hal yang penting dan mempunyai pengaruh yang signiIikan
terhadap hasil penelitian, maka peneliti dapat mengambil sampel secara acak sederhana.
Dengan demikian setiap unsur populasi harus mempunyai kesempatan sama untuk bisa
dipilih menjadi sampel. Prosedurnya :
1. Susun 'sampling Irame¨
2. Tetapkan jumlah sampel yang akan diambil
3. Tentukan alat pemilihan sampel
4. Pilih sampel sampai dengan jumlah terpenuhi



5

. Stratified Rand4m Sampling atau Sampel Acak Distratifikasikan
Karena unsur populasi berkarakteristik heterogen, dan heterogenitas tersebut mempunyai
arti yang signiIikan pada pencapaian tujuan penelitian, maka peneliti dapat mengambil
sampel dengan cara ini. Misalnya, seorang peneliti ingin mengetahui sikap manajer
terhadap satu kebijakan perusahaan. Dia menduga bahwa manajer tingkat atas cenderung
positiI sikapnya terhadap kebijakan perusahaan tadi. Agar dapat menguji dugaannya
tersebut maka sampelnya harus terdiri atas paling tidak para manajer tingkat atas,
menengah, dan bawah. Dengan teknik pemilihan sampel secara random distratiIikasikan,
maka dia akan memperoleh manajer di ketiga tingkatan tersebut, yaitu stratum manajer
atas, manajer menengah dan manajer bawah. Dari setiap stratum tersebut dipilih sampel
secara acak. Prosedurnya :
1. Siapkan 'sampling Irame¨
2. Bagi sampling Irame tersebut berdasarkan strata yang dikehendaki
3. Tentukan jumlah sampel dalam setiap stratum
4. Pilih sampel dari setiap stratum secara acak.
Pada saat menentukan jumlah sampel dalam setiap stratum, peneliti dapat
menentukan secara (a) proposional, (b) tidak proposional. Yang dimaksud dengan
proposional adalah jumlah sampel dalam setiap stratum sebanding dengan jumlah
unsur populasi dalam stratum tersebut. Misalnya, untuk stratum manajer tingkat atas
(I) terdapat 15 manajer, tingkat menengah ada 45 manajer (II), dan manajer tingkat
bawah (III) ada 100 manajer. Artinya jumlah seluruh manajer adalah 160. Kalau
jumlah sampel yang akan diambil seluruhnya 100 manajer, maka untuk stratum I
diambil (15:160)x100 ÷ 9 manajer, stratum II ÷ 28 manajer, dan stratum 3 ÷ 63
manajer.
Jumlah dalam setiap stratum tidak proposional. Hal ini terjadi jika jumlah unsur atau
elemen di salah satu atau beberapa stratum sangat sedikit. Misalnya saja, kalau dalam
stratum manajer kelas atas (I) hanya ada 4 manajer, maka peneliti bisa mengambil
semua manajer dalam stratum tersebut , dan untuk manajer tingkat menengah (II)
ditambah 5, sedangkan manajer tingat bawah (III), tetap 63 orang.

. Cluster Sampling atau Sampel Gugus
Teknik ini biasa juga diterjemahkan dengan cara pengambilan sampel berdasarkan gugus.
Berbeda dengan teknik pengambilan sampel acak yang distratiIikasikan, di mana setiap
unsur dalam satu stratum memiliki karakteristik yang homogen (stratum A : laki-laki
semua, stratum B : perempuan semua), maka dalam sampel gugus, setiap gugus boleh
mengandung unsur yang karakteristiknya berbeda-beda atau heterogen. Misalnya, dalam
satu organisasi terdapat 100 departemen. Dalam setiap departemen terdapat banyak
pegawai dengan karakteristik berbeda pula. Beda jenis kelaminnya, beda tingkat
pendidikannya, beda tingkat pendapatnya, beda tingat manajerialnnya, dan perbedaan-
perbedaan lainnya. Jika peneliti bermaksud mengetahui tingkat penerimaan para pegawai
terhadap suatu strategi yang segera diterapkan perusahaan, maka peneliti dapat
menggunakan cluster sampling untuk mencegah terpilihnya sampel hanya dari satu atau
dua departemen saja. Prosedur :
1. Susun sampling Irame berdasarkan gugus Dalam kasus di atas, elemennya ada
100 departemen.
2. Tentukan berapa gugus yang akan diambil sebagai sampel
6

3. Pilih gugus sebagai sampel dengan cara acak
4. Teliti setiap pegawai yang ada dalam gugus sample


. Systematic Sampling atau Sampel Sistematis
Jika peneliti dihadapkan pada ukuran populasi yang banyak dan tidak memiliki alat
pengambil data secara random, cara pengambilan sampel sistematis dapat digunakan.
Cara ini menuntut kepada peneliti untuk memilih unsur populasi secara sistematis, yaitu
unsur populasi yang bisa dijadikan sampel adalah yang 'keberapa¨. Misalnya, setiap
unsur populasi yang keenam, yang bisa dijadikan sampel. Soal 'keberapa¨-nya satu unsur
populasi bisa dijadikan sampel tergantung pada ukuran populasi dan ukuran sampel.
Misalnya, dalam satu populasi terdapat 5000 rumah. Sampel yang akan diambil adalah
250 rumah dengan demikian interval di antara sampel kesatu, kedua, dan seterusnya
adalah 25. Prosedurnya :
5. Susun sampling Irame
6. Tetapkan jumlah sampel yang ingin diambil
7. Tentukan K (kelas interval)
8. Tentukan angka atau nomor awal di antara kelas interval tersebut secara acak atau
random biasanya melalui cara undian saja.
9. Mulailah mengambil sampel dimulai dari angka atau nomor awal yang terpilih.
10.Pilihlah sebagai sampel angka atau nomor interval berikutnya

. Area Sampling atau Sampel Wilayah
Teknik ini dipakai ketika peneliti dihadapkan pada situasi bahwa populasi penelitiannya
tersebar di berbagai wilayah. Misalnya, seorang marketing manajer sebuah stasiun TV
ingin mengetahui tingkat penerimaan masyarakat Jawa Barat atas sebuah mata tayangan,
teknik pengambilan sampel dengan area sampling sangat tepat. Prosedurnya :
1. Susun sampling frame yang menggambarkan peta wilayah (Jawa Barat)
Kabupaten, Kotamadya, Kecamatan, Desa.
2. Tentukan wilayah yang akan dijadikan sampel (Kabupaten ?, Kotamadya?,
Kecamatan?, Desa?)
3. Tentukan berapa wilayah yang akan dijadikan sampel penelitiannya.
4. Pilih beberapa wilayah untuk dijadikan sampel dengan cara acak atau random.
5. Kalau ternyata masih terlampau banyak responden yang harus diambil datanya,
bagi lagi wilayah yang terpilih ke dalam sub wilayah.

N4npr4bability/N4nrand4m Sampling atau Sampel %idak Acak
Seperti telah diuraikan sebelumnya, jenis sampel ini tidak dipilih secara acak. Tidak
semua unsur atau elemen populasi mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih
menjadi sampel. Unsur populasi yang terpilih menjadi sampel bisa disebabkan karena
kebetulan atau karena Iaktor lain yang sebelumnya sudah direncanakan oleh peneliti.
1. C4nvenience Sampling atau sampel yang dipilih dengan pertimbangan
kemudahan.
Dalam memilih sampel, peneliti tidak mempunyai pertimbangan lain kecuali
berdasarkan kemudahan saja. Seseorang diambil sebagai sampel karena kebetulan
orang tadi ada di situ atau kebetulan dia mengenal orang tersebut. Oleh karena itu ada
7

beberapa penulis menggunakan istilah accidental sampling tidak disengaja atau
juga captive sample (man-on-the-street) Jenis sampel ini sangat baik jika
dimanIaatkan untuk penelitian penjajagan, yang kemudian diikuti oleh penelitian
lanjutan yang sampelnya diambil secara acak (random). Beberapa kasus penelitian
yang menggunakan jenis sampel ini, hasilnya ternyata kurang obyektiI.

2. !urp4sive Sampling
Sesuai dengan namanya, sampel diambil dengan maksud atau tujuan tertentu.
Seseorang atau sesuatu diambil sebagai sampel karena peneliti menganggap bahwa
seseorang atau sesuatu tersebut memiliki inIormasi yang diperlukan bagi
penelitiannya. Dua jenis sampel ini dikenal dengan nama judgement dan quota
sampling.
1udgment Sampling
Sampel dipilih berdasarkan penilaian peneliti bahwa dia adalah pihak yang paling
baik untuk dijadikan sampel penelitiannya.. Misalnya untuk memperoleh data tentang
bagaimana satu proses produksi direncanakan oleh suatu perusahaan, maka manajer
produksi merupakan orang yang terbaik untuk bisa memberikan inIormasi. Jadi,
:dment sampling umumnya memilih sesuatu atau seseorang menjadi sampel karena
mereka mempunyai inf4rmati4n rich¨.
Dalam program pengembangan produk prod:.t development), biasanya yang
dijadikan sampel adalah karyawannya sendiri, dengan pertimbangan bahwa kalau
karyawan sendiri tidak puas terhadap produk baru yang akan dipasarkan, maka jangan
terlalu berharap pasar akan menerima produk itu dengan baik. (Cooper dan Emory,
1992).

Dalam penelitian yang akan dilakukan pada judul 'Pengaruh Fee Based In.ome
terhadap Laba per Lembar Saham, pemilihan sampel yang akan digunakan adalah
P:rposive Sampling, yaitu pemilihan sampel secara tidak acak yang inIormasinya
diperoleh dengan menggunakan pertimbangan tertentu di mana umumnya disesuaikan
dengan tujuan atau masalah penelitian. Sampel penelitian ini adalah Bank Mandiri,
bank yang telah go p:bli. dan memiliki reputasi yang baik. Uji hipotesis dalam
penelitian yaitu, di mana Iee based income sebagai variable independen dan laba per
lembar saham sebagai variable dependen. Variabel independen dibagi menjadi dua
yaitu provisi dan komisi yang diterima selain dari pemberian kredit dan pendapatan
lain.

"u4ta Sampling
Teknik sampel ini adalah bentuk dari sampel distratiIikasikan secara proposional,
namun tidak dipilih secara acak melainkan secara kebetulan saja.
Misalnya, di sebuah kantor terdapat pegawai laki-laki 60° dan perempuan 40° .
Jika seorang peneliti ingin mewawancari 30 orang pegawai dari kedua jenis kelamin
tadi maka dia harus mengambil sampel pegawai laki-laki sebanyak 18 orang
sedangkan pegawai perempuan 12 orang. Sekali lagi, teknik pengambilan ketiga
puluh sampel tadi tidak dilakukan secara acak, melainkan secara kebetulan saja.


8

. Sn4ball Sampling - Sampel B4la Salju
Cara ini banyak dipakai ketika peneliti tidak banyak tahu tentang populasi
penelitiannya. Dia hanya tahu satu atau dua orang yang berdasarkan penilaiannya bisa
dijadikan sampel. Karena peneliti menginginkan lebih banyak lagi, lalu dia minta
kepada sampel pertama untuk menunjukan orang lain yang kira-kira bisa dijadikan
sampel. Misalnya, seorang peneliti ingin mengetahui pandangan kaum lesbian
terhadap lembaga perkawinan. Peneliti cukup mencari satu orang wanita lesbian dan
kemudian melakukan wawancara. Setelah selesai, peneliti tadi minta kepada wanita
lesbian tersebut untuk bisa mewawancarai teman lesbian lainnya. Setelah jumlah
wanita lesbian yang berhasil diwawancarainya dirasa cukup, peneliti bisa
mengentikan pencarian wanita lesbian lainnya. . Hal ini bisa juga dilakukan pada
pencandu narkotik, para gay, atau kelompok-kelompok sosial lain yang eksklusiI
(tertutup)

250 .250 /50. 8.2 8:-8. ./ 00203   . 0 /....

507025:.3  $$%!.

-0.7.90 9072.3 .0--08.3.3 08507203 ./..7:8    !.232:28:-8..250.7.39.3 50303/. 8.7:8 -0-07.. :2.50309.  /03.9  ::7.5.88    &39: 50309.3.38.90 ::7.3 09.8:.7  .3.88707082:9.$&  /8.7:2.7..250..3 8.3.. /.3 80/07..250-8.7..32:9.3/.

3 -8. :39:203039:.9%.2 &2.3:2.8 $.8.250 3                                                                       .250 3  !45:.9 /.7.3 47.8 $..8   $./ 00203  70.3   /. $0.3   202-:. /5.7 .0 /.25080-.250 3  !45:..19..-0   !45:.-07:9 .

9..3704203/.3-08.989..7:89.8 ::7.38.31472. 8.3.3:2..3.3..:203079.250.33./907. 80-.8.8.                                                                                                                                                                                                                       $0-.98980./.38.250 03..5..3 : :89.901091.3 5./.3.

/ .9.7 8.:/.

2-. /:.3 8./.3/42 8.$9./ .38.8...5.9.43//943   %03 903503. $0.250 .: 7.250 ..989./.9 /-.8147$4./..3 3 /.3 :39: 20307.253..7.3. /704203/.5.3 9039.2-.3 : 89.7.8.#080.3-::.-/.2503..9.8.989  !030.8   9/.9:  8. . :2:2  . 038 903 503.250 $0..8.

3/428.-98.9..574-.38..:3437.2509/..253..253 /.

500203545:..3 8./.5 00203 90780-:9 2025:3.3 /2.3 ././.3 .83..8:/ /03..253 .-9 8.   2. 02:33.3 8.   /.2.308025./.250 . .343574-.3 .2-. 809.7.3 /.. 809. .253  .3/42 8.3 7../. 503.38.3 202-07. .2-05.250 . 00203 545:.3 .9.8  793.:39:/.

3 /2.250  $0/.253  809.38.8 9/.33../5.8.38.3::7.3.9.3:39:2030892./ 8.3.9.8/5 80-.: 9/.   .793.:39:/.3/42 8. /5 203.038903503.3 .703.3545:.3 3437.2./.3.9.3./.-9 8. 50309  80/.3.5 00203 545:. 8. .2-.850309. .3 .-8.38.3 7:2.8:/ /03. /0.  34  :.703.250 .00203545:.: 343574-.8 .253 .  :39: -8.250 2.:89.02:33.  .9 /03.33.33.3. 09.82025:3.50309 33./.250/.2025:3.3-07-0/.3 .02:33.9::.

:.250  #:2:8203:7:9%.3 5:.3 5:5:.500203 545:.3  -8..20309.3/09. 9073.: ::7.83. /.3 .8. :7.8.7..3 0307.3 -08..: 343574-./.. -8. . 20.803.7   438:203 90 -494 9.2025:3. 50309 9/..59039.5. . 8.8 .8. 8.3  .8.75.3::7.8 .$.. /.7.91   02:/.3 .2:3 .8  43943.  .393. 31472.. 50309 9/.74.8 2.... 02. 90780-:9 9/.80-:./.8 . 9/..9. 3 .::2..7 438:203 90 -494 207. .: /57088.   438:203 80-.5.8.3 4394 09. :7.7:83. /0307..3 /909 545:...8.3/909.899039. .1503..30.250 9/.33. 8.  .8 907. -8./. 9/. 2025:3.3 5:..35.3545:.::5 03.250.3.438:2033.8. /..-9 8.5. 50309 202 8.3/909.  $.2-.89-07..9./../. 9/.7.91 /.9./ 207.545:.7.. . /2:33.3:2. .3 -08. .8..9/.380-08.3/03.250 80.3 /.:/03.545:.8  2.2.3:..393 47.8 50309..253  3.90789 438:203  ./.3 20.30  3 ***    3:2.2-/03......250 705708039.3 -.250 -8.3.:2..3  503.331472.3 .2- .250 /.590-494    03039:.2- 80.2- 80. 8.9. :..8.. /.9..3 705708039.7503099/..3 8.3 2. .2 89:.957088 /909.3 /7 438:203  .8 .250 /03.3 4380:038 .3 0307.8 50309.. 9/.:.3.9/.3  2.:2. 203.. /..3809../..703.507:7:. 438:203 90 -494  02:33. 80-.:. 203.88.9.  .7  2.5..3 -./..7. /..5.:.250/.9.9  -8.3 905.5 9039. -.3 /02.250 :2. 50309 9/. 80.8. 20309.7.2:3 /03.8/.

    3 .

    3 .

   3 .

././.8.8.3 /.  3. 2.8203.5.5./.5.2:3.250.3.250  #:2:8 $  3. 47...7545:.3   03:7:9$:7.3 /.545:.3/909.2.   .:2.32../507:.203.:2.2-232.8..8.80/93.3/..47.545:.-.250.38.

8.250 3:2.250-07:2./.       $:2.8..8 47. $   .: 2.77:2:890780-:9:39:545:.5.3//.545:.3/09.98.

       $   .

    $ .

3    .250.:2..   47.3.    $   $  .8./...3/909.

/./.30-85081.39. 8.0 8.3/428. 343574-.253 897.82507.253 /03.-9 8.903./03.70. 7..910/ 7.253  5:7548.253  !./.253 /03.8.253 834-.253  !74-.253  88902.-9.:8907 8.253  /.8.3/42 8.389.390780-:9 907/.  !.8. 903  .43.3/428.9-0-07.253 6:49. .5.7. -0-07.5.3 .08. . 8.253  .250.9.0303..5038903502.5.3 ..809.

7.3 ./.347. 20250740.-07:5.907.253  $..25317.253.33. .19./.2- 8.2.500203545:.8://03./.3-078.:..#.:/03.8. .7.307.7.3 -8.250 80.3/42$.2..3.9.250.8 -8.../. .2-80-.3 /2.3. 8.3 :39: 203.8.7:8 /.:202-:.9..9039.20 .3.8.9./.250 0203545:. 8./03.3809.9 5079.

8  8079.9502..:$.5..8.   $:8:3 8.3  !02.250 80.:9033/.3.3 831.3 ./.3 283  .3 503039: 8.25.5 :38:7 .903 0..9:8.25:3 .38.250  .393  90780-:98003.3 2025:3.50309..8 9/.850309.9.3.509.   $0../:3.9...:3/.3.33.7 80.9:8 02.3 -03/. 49..3:2..2 545:.2..%.  /.-3...3-07-0/.3 57.3 .9 .9/. -8. . ...:.2508.   8.9.7..  8.03/07:3/087591/.: 00203 545:.9.3 -8.89 20309.33.3:2.3-8. 2.25080.2-8.83.3/42$.3.3907/.7. /.250 !7480/:73. 9/.9.3 03/07  89./03...545:..3 50393 -..3 0/:/:.19.3 -:. /. #! 0380...80/07. 2.5.20  50309 :.907503:      .25317.9./8.9:8.07 /.3 -0781.. 503.3 .3.:. 9.2..3.3 .. .3 .3 907.3 507-0/. ..50309 .7. 00203 545:.#.393  2.8 .9.3/42 9:803/7     $250#.883. ..202/. 545:.3./ 8.7: .7.. /5203.3 2.59025.9 2.3 20....3 8..5.23 .3/42 .7 /.33.7.7 80:7: 7:2.3./.3 -8.9.3 9039.5. 809.9.3:2:23.9. 507-0/.33.07  /. %09./..9 :8. .7.3.3 .. .2..3:43805 .250....-09:-.: :2.8..3 207:5. -./.::3/.19.990780-:9/-074/0 .3 .  03.3  9039..  .3 2.:809.$0/07. .. 545:.  .83..3..8 50309.. . :39: -8.3 /02.250.88.2. 50309 .52:33 .3.3 0.88. .3  /.9: .947 .7.3 /..8 .: :.9  ./.. 08025.:82-4 .83..3 08..  .2. 5.3 808:.9203.7:8-8.:.3 .3 507-0/.3 -8. /5 203..3 8.9 80. 49.19.9.907 ..39.3.3 50393 /. 507:7:.7. .203.3 .3 2:33 .250 .3 507-0/.3. 5.: ./. 80.3./.3 90780-:9 -:.7802:./.7 3  50309 .7:8 2025:3.8:/.3 .9 :2:2  !07-0/. 90780-:9   .3 31472.8  00203 2.8 .5 ..20    %09..3 9025./..2:7.  2..5. 207:5.3. /. 507-0/.50309/..253 17.: 7.03.  /..2.7.7:8 2025:3.2 47.3. 8.  ./.83.3/. 9039.3 -07:3. 703. /.253.2 80-:.5 :38:7 545:.8850309.253 8.2.19./.7:8 2025:3. ..-03.3 00203 545:.2-   %039:.7.7:8 205:3./.545:.38.3 809./. .3....9.: 88902 :3/. .7:2.-:5.9. 50309.7 /507:7:.250   !8.. /.

3 9::.8 .5 :38:7 /.5 ::8 -40 203. 9/.5. /.   . 50309 -8...3 80.8 002033. 8.3.3./.. 3  8.57454843.7.250 .790203 907/.3 /2././.9. .07 907.38.3.3. -0/...5 897. :38:7545:..50309-072.2 897.5.25080..:0907403 8.... .2090780-:9-07/. 5.20 -07/.9:2  /.:2.3 . 50309 /.91. .5.3..  0/.50.32.7.980/9 8.58.2-80-.7.3. :2.3.9.9.7.3 8..3.5 /05..:/.. 809.2- 8.8  20303.7.3 20250740 2.9.3-07..8.  .32.:38:7545:..0.91.07  2.8 907/.2897. 80:7: 2.2 8.3:2.3 50309./.5..::8.. /.7902038.2 809..9:290780-:9/58.07 93.250 . !7480/:7   $:8:38.3::8  07-0/..2 809.90 .9:290780-:9 8..8.8..3.7.9.5.:93..5.8. 80/.3..   $.3 :2.7.0793.8-07.3 90780-:9  . :2.:38:7.7. . 93.7.07   /. 57454843.3.3.9:28.3 8.9. .3  / 2.9 503/./05.7.  ..3/:3:38:7.2.. /907.3.3. /.250 80.3  2...0720303.3 507:8.8.3 42403 897.0793.07  :2.3 507-0/.3 9. . 802:.503.3. 2.7.9:2   507025:.7809.890780-:92025:3.8.3 /..3 ./.8.2809.907893..2 8.33. .38.7./.: 8.3 :2..9 20303.3 :39: 2.3.9:. 93.8:/ /03.790203  .90789 -07-0/.5 2.35.3 .07 /.0793.3/003/.9   /05.5897.3.9:0-./.. /03.9: 47.3     :8907$.5897.7:8 907/7 .3/42/897.3.  8047.   .9. 8.7. :39:897..03/07:3 54891 8.910/#.9 2..90753.33.. 8. .9 503//.2- 802:.3/3 /03..8/.3.2 8.2809. .9.8./.3.53.  2.9:2 202 .3 57454843.93. 8.07  /.91.253 17.3 507:8. !7480/:73.203/:.3 897.250 /.790203    %039:.9 203039:.3  2.9:2  50309 /. /03.3507:8. 90780-:9 2.3903502.: /:.3/.8.   2..9 .2-.: 00203/8.3..  897..9:2 80-.3 .   2.5.7809....3.7 /.3::8 .3.9503072.9: 897.. /.250-07/. 93. 8.. 50.3 50309 33 20309..253.250   .  -0/.5 897..9:2 90780-:9  /.3 /897.7 8.9.07  2./..:$./.33.25317.9 203:3.  $97.25317.3897.3 507-0/.250 ::8  809.250.:89078../90702.5 0-.9:22.: :2.3 2.9:2    2. 503....9 203: /:.07  793.8.33.:$.3./  .  /.2 897.9 203. 5:.9 -.79 .3.3.3/03./.907890907403 /.3.3  2.233.3 8007.3.9:.3.9.7.:.703.9:2   ..9. 203.9:2   !8.2-      2.9.250 .2-.07 93.9  2.. . .2503..3 802:..8.7.9-.250::8 %033-.07 93.90789 .9: 897.3 831.9.8 5.897.897.3.3.3 9/.07 0. 93.3./.  !.9:280.   /9.9:2 2.2-.8 2.07  93.3 903 503. .:-0-07./.07  897.  -0/.9.8.  57454843.8.5 8:.250 /03. 03.9:29/.253:39: 203.3.07 .8:/20309.-..-07-0/.07 / 09.5..38.5897.3.547.. 50309 /..3. 2.8:8/.5897.8   .8  907/.. 907.250 /...  -0/.3. 8..  2./.9 203039:.309074039.07. 907.07 .253.2..07-.3.9 20303.9 -...5.9.250/.3. .   %039:./.9.2 809.2- 80:7:3.3907.5..5.5.9.  909.9:2    2.  :39: 897.250/.9:2 2....9: 897.20    .7.. 038 0.5.3 .  2..3 5.3/42$.  /05.3-.

20.3 ..9 503.3.38.8-./.98 /.9.2.2-   %039:.7..3 8..9.7.9... 90780-.:34247.250$8902.    %039:.88902.9.3203:39:905..250. ./..9 !7480/:73./. 80..3 8.3 3907.250 .9.39075   !.50309/..7..7.3/42    .3 .: -.98 ..2-../..9 /:3.253 17.-:5..8 .39. 89..$..3.   $:8:38.. 0. 2.9.:39:/.98 ...3.28:-.250/03.7.8. .3.:7.3.3-8. . 708543/03 .9905.9   .3 9/.-9. 8...9.250  8..880-:../.    !-0-07.250.9.-:5.3 /.  -.8.70....250 08.3 5./.35.250    $8902.:$. .3.  809.5.253.83907.5 :38:7545:.32../.3 -.9   7:2.5. /.3:2..9.3..3 8. /03.390750/.    :.3.3.   $:8:3 8.80-.9503072./..  8047.9::38:7 545:.8.90780-:980.3.5..$././.8.  /.880. ::7.3  903503./.3 509.. %033/5.9.9..250..5.8 -8.3./.5./. 503..38.3 -8./. /.3 8. / .5.7...250/03..9.8 .25050309. 202 ./.7.3003./.33./.8 /.  !::880-.9.3.   7:2.7 / -07-.....: 9073..  0.    70.2- .  /.:3/..3.25317.850309.9.89:.   43574-.903   49.. 0-07..2 8../.7..07 80-:.50309:39:202:38:7545:.2538.8.7.7.3/42  .250/03.3/42 -.3 08./.3. 7.20   %09.250/2:.253./..7.3.2..3 545:.-07:93.3 8.2.3.2..3 0-07.   8.7:8 /.3 545:.545:.7.250 88902.8.39:3 5..2::88.2-8.3.550./.25.3.7093 2..    %039:.903 49..  8.3 ::7.38.  ::7.7.:342473907.:.9.:34247.9..20 .8:3 %' 3320309...250 $4.. 50309 /.3 ... .09.9...2-.3-07.8 907.38..3 .2 .33. .250 .9: 545:.38.3/.250 907.:93.3  .5...0.3 2.203.3 /.3 80907:83..3 0. !7480/:73.3 203./.8 907/..8. .250 .  $.:$.   %09809..2.7.    %039:.3 08.39.8.7..2-..3.5. /.2- /.9: :38:7 545:..333/. 3.3 /02.9:  0/:.83907.2- /.9.5.: 7.

/ 8.9.9. %/.3 47..947.0303. 50792-.39.250%/..2- 80-..2..25039/.   . 802:.3 8.3/./703./.9./. 0388.8. /80-.47.3 02:/..703.703.34050309    43.-.0 $.253.250 .3 9075 203.8 ..3 8./ 8. $0507990.3 /..3.2 202 8.9.3 ..9:. :38:7 .8 2025:3.:0-09:.7.250 -8..3/42$. 8.3  ./.: 00203 545:./:7.380-0:23..703.250  &38:7 545:. :39: -8.9.703.3..:..20303. 08025. 2025:3.7.250 .  $08047.3..:$.3 50792-. 0-09:.3 .1.:. /5 203. 0-09:.437.3 0. -07/.390780-:9  0.3 /5 /03.3./89:.3 02:/.9./580.8:/.380-0:23.3..250  50309 9/.253 .: 8.

3 .: 2.3 -.-0 3/0503/03 /-.3 50792-.250 /897..9.83.-0 /0503/03  '.3503/.9./..9: 507:8./ /:.. 202808:.:.3  . -039: /.33.8 .9073.: 9::.0452039  -.3.: 808:..3 31472.3.253 9/.:7. 574/: 9: /03. 80-.:39:20250740/.3..9./.9./. 8..3...7.9. 803/7  /03.3 2..8:8 50309.3 3 . ./.9039.3  $..703.7..3.380./.23 9.3/9072.3 09. .350.70/:.250  2. .250 3 8.-. .20..: :.9: /.-.3 /507:.2509.370/9/. 2.8.3 .253:2:23.2.33.3503093320.3 907-.3 40 8:..2- 80-.3.3 .07 574/:8 207:5.3 203072.:808047.8.3 .3 .2503 .7 47.3.3. 038 8. 202-07.3 5...9: 90780-:9 202 31472.  903 503.3 8. 8.3.2 50302-..3 247     .8047......3 202 705:9.3 3.3 .3.      .3 8.3.:39:/./.  :.3 /.. :/02039 /.:2:23.38./.8.250 3 .3 80.3 -.3/5. 20.9 /0..250 .3 .  44507 /.80.83. 7.5..7 8.5..2.3 80/.253  :/2039$..3947 907/.80/ 3.2  502. 503:8 203:3.703. 31472.. ..  / 80-:.2-.2. ...  8. /.9 -.3 507025:.. 2070.380./9/.0-09:./  :/20398.7502-07.2- /03. .31...38..9: 574808 574/:8 /703.3  2..  8.3 31472..$.: -07. :39: -8.253 $08:.2 50309..7: 00 .3:9.250 . /.3    .3 /03.3203:3.5 5.253  .9:574.34-091     !:7548.2:39/.3 /.3 -.3 907.0$../ 8.250 /5 -07/.3 2.3.7.3428 .3/7  -.3 47..-03/0503/03/..: .5:. .0-09:.:. 808047. 50309.3..3 /.3. 507 02-.350792-.0380.  .3 .3 ..250 3 /03. :/: !03.2- 80.7 8.3.2 50309./ 2..9: 502.30388./. 8./.3/42  0-07. .250 50.39079039:/2.42080-.8.8.8 .3 50309 -.  47.3.3 ..3 6:49.80/3.3 8.3 3.3 5. 50309. /.3.3..7.9 50.3803/79/.5.0 8..250 ..3 9::.59.2503. 507025:. /./. /803.9: /2. 8..../808:.8.3 -.8:/ .9.3.7.3  47.7.  & 549088 /.9:.. .. !:7548.3 -... 50309 203.7. .  .9.. 57454843.250 80..3 574/: 574/:. .3.3 90..7.3 -. 8.3 02:/.7..7 $.  3.2 80-./039. .100-..-0-07.3 /:9 40 50309.420 907.7. 5.7 .3   ":49.3.5 -.3 503.7.250 /..2025:3..3 203.9.5 . . ./580.9.2 5747. .7:8 203.3 . 5::8.7.3 9079039:  $08047.7:./.5..3 89. . .3 503.3 8.3... 203./..0 $...38. 4 5:-.3  $0.91.253 %03 8. /03.7.8  .33.380. 9/.250.3 :39: 50309.3 .3 .    /. .3 50.3...3203:3.9.253 $.9437. .2- 8. .3 /:3.7.. .7. /2...507 02-.: 808:. /50740/03.8 /.5574/:-. /03.250 50309.8907.3 .3 43 90 897009  038 8..25050309...

39.3.. 05.3 !0309.78. /5.250  8.3 .3 90780-:9 :39: -8./ 239. 3 -.. 08-../.3.3 50309 33 20309. 05.::5203.  $090.3 .7..3.7. 8008.9:47.9:. 08-.3.$.::5  50309 -8.3/. /7. 09..-8. 7.:8./.3.39.33.33.3 .33. . :2.3/. .3 5.3 907. .:.$..8 50309.9.8.: /.3 .3-07/.3 08:81 9079:9:5     .3 8.3 08-.7.507.3 .3 .  50309 9..749  5.33. :39: 203:3:.7.3.3 20.3 ..: 5.3.: 04254 04254 848.3.7.47. 239.3 503.3 . /. . 8.3./..3 . 503.: 9039. 9.7.. 08-.39.  $090.3 7.3 0- -. .703./. 3 -8. 50309 9/.  $34-.2.39.2504.250  .08-. /. 50309 20333.3/: 3.3.9.  .250 5079.3 -07.9.3. -8..   . . 20.:2 08-. .8.:/:.3 8. /.3.502-.7. 902..3 545:.3 02:/.8 /.253 $.:..  8047. :./.3503.: . 203039.  . -./.3 47.3.