Anda di halaman 1dari 3

Reinaldi Ismawan 2311100132

Proses Pengolahan Air Minum
Air merupakan sebuah elemen vital dalam kehidupan manusia. Kita menggunakannya untuk berbagai kebutuhan seperti minum, mencuci, maupun meniyiram tanaman. Bahkan 70% kandungan tubuh kita pun terdiri dari air. Air memiliki proses siklus tersendiri dan air tawar merupakan sumber daya alam yang terbatas, hanya sejumlah 2,6% dari keseluruhan sumber air di bumi. Kebutuhan penduduk yang terus meningkat membuat kita tidak dapat mengandalkan proses alam saja untuk memperoleh air bersih, berbagai pihak telah mengembangkan proses pengolahannya. Dalam proses industri, sebagai air proses  industri kertas , harus bebas Fe   industri fermentasi, bebas mikroorganisme industri food & minuman , bebas chloroform /mikroba patogen, kesadahan rendah

Sistem pengolahan air minum yang dibangun tergantung dari kualitas sumber air bakunya, dapat berupa pengolahan lengkap atau pengolahan sebagian. Pengolahan lengkap adalah pengolahan air minum secara fisik, kimia dan biologi, sedangkan pengolahan sebagian adalah pengolahan air minum yang tidak menggunakan semua cara tersebut, tetapi hanya salah satu atau dua cara saja, Berikut adalah langkah pengolahan air lengkap yang digunakan hampir seluruh PDAM di Indonesia. Langkah awal dalam memperoleh air jernih yang terbebas dari pengotor padatan, yaitu dengan menggunakan alat penyaring (filtrasi). Filtrasi menggunakan bar racks untuk menyaring padatan yang memiliki ukuran >100 mm, sedangkan bar screen untuk padatan >8 mm. Setelahnya penambahan zat pengendap atau penggumpal (koagulan) yang diaduk dengan cepat sehingga partikel-partikel di dalamnya memiliki energi yang cukup untuk bertumbukan. Partikel yang tidak stabil ini digabungkan menjadi berukuran besar melalui flokulasi. Proses ini digunakan untuk menghilangkan padatan yang sangat halus seperti lumpur. Dilanjutkan dengan cara mengendapkan air (sedimentasi) dan penambahan zat-zat organik dan anorganik sebagai disinfektan bagi mikroba yang tersisa. Namun, dengan banyaknya industri yang tumbuh di sepanjang sungai terutama industri dengan tingkat pencemaran berat seperti tekstil, logam, kimia dan lain-lain, serta tingginya tingkat pertumbuhan dan aktivitas manusia, telah mengakibatkan pencemaran pada sungai-sungai yang merupakan sumber air baku utama bagi produksi air minum di kota-kota besar. Perbandingan Beberapa Metoda Pemurnian Air Metoda Kelebihan dan Kekurangan

• Dapat diminum langsung. • Bebas dari segala jenis logam berat. dsb • Tempat pembiakan bakteri. • Pada saat mendidih terjadi uap air (penguapan). harus menukar tabung lampu setiap 3-6 2 Air Penukaran Ion 3 Air Penyulingan 4 Air dari Penyaringan Karbon Teraktif 5 Pengendapa n 6 Air Mendidih 3 Sterilisasi Ozon . bakteri dan virus tidak dapat disaring. logam berat. • Hasilnya dianggap sebagai air mati karena kekurangan oksigen dan berbau. • Mudah menjadi tempat pembiakan kuman dan bakteri. penggunaan secara terus menerus akan memboroskan listrik dan harus selalu membersihkan endapan yang tertinggal secara rutin. • Biaya tinggi. • Mempercepat reaksi antara bahan organik untuk bergabung dengan klorin yang membentuk triklorometana. • Berfungsi untuk membunuh bakteri. • Tidak dapat membuang bakteri. meningkatkan daya tahan dan daya penyembuhan tubuh. • Mutu berbeda dan terdapat perbedaan yang cukup besar dalam hasil. kotoran dan kuman. • Gagal untuk membuang bahan organik seperti triklorometana. garam. hasilnya lebih buruk dibandingkan dengan metode pendidihan. • Tidak dapat membuang virus. pengapuran pembuluh darah dan masalah jantung. • Hanya membuang logam berat tetapi masih mengandung banyak natrium yang dapat mengakibatkan hipertensi. asbestos. nitrat dan bahan lain-lain. nitrat. Hal ini menyebabkan bertambahnya kepekatan bahan pencemaran air dan sisa kalsium. • Bahan-bahan organik. asbestos. • Biaya tinggi. logam berat. • Kualitas tidak stabil.1 Pemurnian Air Air Murni Reverse Osmosis • Air murni dengan kandungan oksigen yang tinggi dapat menguatkan sel-sel dan organ-organ tubuh. • Hanya dapat membunuh bakteri. • Biaya operasi tinggi dan memerlukan penyelengaraan yang profesional. Mengandung zat mineral tanpa ion. tapi sisanya tetap tertinggal dalam air..

memerlukan penukaran tabung lampu setiap 3-6 bulan. 4 Air Hasil Cahaya Ultra Violet • Dapat membunuh bakteri. • Mutu berubah dan kebersihan tidak terjamin. • Biaya tinggi. ia tidak dapat menghapus kotoran lain. tetapi kurang efektif dibandingkan dengan air mendidih. 5 Air Mineral . • Selain membunuh bakteri.bulan. • 45% dari air mineral di pasaran mengandung bahan fosforus. • Tidak dapat menyaring keluar bahan pencemar.