Anda di halaman 1dari 11

Sistem Informasi Manajemen

RES
“Restaurant Evaluating System”

Oleh : 10.01.2743 – RISKI ASHARI 10.01.2774 - KARDILAH ROHMAT HIDAYAT 10.01.2775 - BRAM PRATOWO 10.01.2808 - ARIP KARTIKO 10.01.2812 - RACHMAT RIYANTO 10.01.2816 - MEGA FITRIADDIN ABDULLAH

DIPLOMA TIGA TEKNIK INFORMATIKA STMIK “AMIKOM” YOGYAKARTA

maka kami mengharapkan dapat mengurangi kendala-kendala yang terjadi pada zaman teknolgi sekarang ini. Juga mengharapkan adanya kritik dan saran demi kesempurnaan system ini agar kedepannya bukan hanya pengelolaan keuangan skala kecil tetapi juga mencakup pengelolaan keuangan dalam skala besar dalam hal ini Negara Kesatuan Republik Indonesia yang saat ini berada dalam List 16 Negara Terkorup di Asia (Sumber: http://nusantaranews. elektronik dan sebagainya.wordpress. maka kami mencoba merancang sebuah sistem laporan transaksi otomatis dan up-date dalam skala kecil yang akan diterapkan pada sebuah restoran yang mempunyai beberapa cabang di beberapa daerah.com/2010/ 03/09/prestasi-terus-naik-indonesia-negaraterkorup-asia-2010/). mingguan dan bulanan. . Dari kasus diatas. Dengan adanya Restaurant Evaluating System ini.2011 Abstrak Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan kendala-kendala dalam pengelolaan keuangan baik itu melalui berbagai media cetak. Hal ini disebabkan karena banyak kalangan yang masih menggunakan manual system untuk pelaporan keuangan sehingga memudahkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanipulasi data laporan. Sistem ini dinamakan Restaurant Evaluating System. sistem yang mengatur transaksi outcome dan income juga automatic rekap sebagai bahan laporan harian.

Sehingga kami sebagai mahasiswa AMIKOM yang unggul dalam dunia IT mencoba untuk mengurangi kendala-kendala yang dihadapi dengan merancang sebuah sistem dalam skala kecil yang coba kami terapkan pada sebuah restoran yang memiliki bebebrapa cabang yang tersebar dibeberapa daerah dengan memanfaatkan teknologi internet sebagai media interaksi antara restoran pusat dan cabang. 2. terjadi perbedaan jumlah transaksi dengan jumlah manual system untuk pelaporan keuangan sehingga memudahkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanipulasi . maka kami dapat menemukan beberapa rumusan masalah sebagai berikut : 1. Misalnya adalah terkadang pendapatan.BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan kendala-kendala dalam pengelolaan keuangan baik itu melalui berbagai media cetak. elektronik dan sebagainya. dimana dalam pembuatan laporan membutuhkan waktu yang cukup lama. Misalnya adalah masalah waktu. fleksibel dan akurat. Rumusan Masalah Dari pembahasan pada poin A. Hal ini disebabkan karena banyak kalangan yang masih menggunakan data laporan. B. Masih banyaknya kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan pada laporan keuangan restoran cabang ke restoran pusat. Kurang efisiennya Manual System yang masih banyak digunakan dibeberapa restoran pusat dan cabang. ketika seluruh rekap transaksi harus dibukukan. Dalam era teknologi saat ini masih banyak pihak yang belum memanfaatkan teknologi sebagai sistem laporan keuangan yang lebih otomatis.

bulanan). mingguan.3. Tujuan Pada kesempatan kali ini. Evaluasi yang dilakukan kantor pusat kepada restoran cabang memerlukan waktu yang relatif lama. Misalnya adalah rekapan data-data masih dalam bentuk hardcopy. jumlah transaksi (harian. baik laporan harian. sehingga pengolahan datanya cukup lama. mingguan ataupun bulanan. . dan lain-lainnya. omzet dan income (harian. Bentuk laporan yang diterima oleh kantor pusat antara lain statistik pengunjung. mingguan dan bulanan). kami mencoba merancang sebuah sistem yang mempunyai tujuan membantu restoran pusat untuk mengevaluasi kinerja dari restoran-restoran cabangnya yang tersebar di berbagai daerah. statistik menu makanan. Selain itu juga sistem ini bertujuan untuk mempermudah restoran-restoran cabang untuk membuat laporan kepada kantor pusatnya. C. karena data-data yang dilaporkan oleh cabang masih bersifat konvensional.

Struktur Organisasi Perusahaan Pemegang Saham Dewan Komisaris Direktur Utama Dewan Direksi Direktur Produksi Direktur Direktur Keuanga Pemasar n an Direktur SDM Direktur Litbang Manajer Cabang Gambar 1: Struktur Organisasi Deskripsi Pekerjaan : a. • Direktur Keuangan : Mengatur pemasukan dan pengeluaran keuangan perusahaan. • Direktur Produksi : mengawasi dan mengatur pengadaan bahan dan kebutuhan di setiap restoran. Dewan Komisaris (Pemegang Saham) : mengawasi kinerja operasional dan administrasi perusahaan. b.BAB II PEMBAHASAN A. Deskripsi Sistem 1. • Direktur Pemasaran : Penentu strategi promosi restoran cabang. Dewan Direksi : • Direktur Utama : bertanggung jawab penuh terhadap operasional dan administrasi perusahaan. Menganalisa aktiva dan passiva (aset tampak di setiap restoran cabang). .

Admin 3. • Direktur Penelitian dan Pengembangan : mengembangkan dan memodifikasi produk yang ditawarkan juga melakukan penelitian terhadap selera pasar. Kasir e. 2. Direktur Keuangan Pusat d. Penentu harga yang tepat pada setiap produk. Konsumen b. • Direktur SDM : perekrut sekaligus mengawasi kinerja karyawan dan hubungan antar karyawan. Sistem RES Menajer Cabang Konsume n Kasir Data Base Restoran Cabang Nota Data Base Pusat Direktur Keuangan Pusat Direktur Utama Konsume n Kasir Data Base Restoran Cabang Manajer Cabang Gambar 2: Alur Data RES . Manajer Cabang c. Pihak-Pihak yang Terkait dalam RES a.- Penentu lokasi strategis untuk dijadikan restoran cabang.

hanya dalam . dimana mereka akan mengambil kebijakankebijakan strategis yang lebih luas yang berkaitan dengan kinerja restoran cabang. dimana kasir akan mencatat transaksi-transaksi konsumen.Gambar 3: RES Activity Diagram RES merupakan sistem yang beroperasi pada level operasional. Pada databse. database dapat diakses oleh menejer cabang. karena informasi akan diterima dengan cepat. antara lain meliputi menu makanan yang dibeli. dimana data-data transaksi akan dikirimkan pada dua database. dan sebagainya. Dari pemaparan di atas. data akan di olah menjadi informasi-informasi yang berguna untuk mendukung keputusan evaluasi restoran. RES bermula dari transaksi antara kasir dan konsumen. Pada tingkat pusat. baik database lokal maupun pusat dapat di akses oleh dewan direksi pusat. baik lokal maupun pusat. maka sistem RES akan mempercepat proses evaluasi. harga. yaitu database lokal (pada restoran cabang) dan database pusat (kantor pusat) melalui internet. Transaksi akan dicatat secara komputerisasi. untuk mempermudah pengambilan keputusan pada tingkat cabang. tanggal pembelian. Pada tingkat lokal.

mingguan. Kecepatan Pada sistem manual. Karena RES bersifat online dan aktual. RES memberikan solusi berupa efisiensi dalam hal pembukuan. dan bulanan. Informasi-informasi yang diterima setelah pengolahan melalui sistem ini antara lain statistik pelanggan restoran. Disamping itu. karena semuanya telah terkomputerisasi. maka seluruh transaksi akan dicatat secara online dan aktual. dan lain sebagainya. Dengan RES. . Dengan penerapan RES. sehingga informasi dapat segera diperoleh dengan cepat. Disamping itu. statistik menu makanan. kesalahan. omzet restoran harian. Manual System vs RES 1. maka menejer cabang tidak perlu lagi membuat laporan transaksi. serta manipulasi data karena data akan dikirimkan secara langsung kepada database lokal dan pusat secara bersamaan. karena informasi transaksi yang diterima pada tingkat cabang dan pusat adalah sama.hitungan detik. pembukuan transaksi harus dilakukan secara manual. Akurasi Sistem ini akan melaporkan setiap kejadian transaksi yang ada pada restoran cabang kepada kantor pusat. maka pelaporan manual yang bersifat hardcopy akan beralih ke pelaporan yang sudah terkomputerisasi. sehingga meminimalisir terjadinya kesalahan. Disini. dan bulanan. 3. serta membutuhkan pengolahan data yang lama. maka akan merubah sistem pelaporan perusahaan. cukup berkoordinasi dengan pihak kantor pusat B. data transaksi harian. sistem ini akan meminimalisir kecurangankecurangan. Efisiensi Pada sistem manual. 2. mingguan. laporan transaksi dan proses evaluasi membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

. Keamanan Karena setiap transaksi langsung dilaporkan. Memanipulasi data akan sulit. maka tindakan-tindakan kecurangan dapat dihindari.4. karena datadata akan dikirimkan ke database lokal dan pusat secara bersamaan.

karena RES membagi data dan informasi secara bersamaan kepada restoran cabang dan kantor pusat. dan terkomputerisasi. dimana seluruh transaksi dilaporkan secara online. Dengan RES. maka pengambilan keputusan-keputusan strategis dan evaluasi pada restoran cabang akan lebih cepat dan efisien.BAB III KESIMPULAN RES merupakan revolusi sistem pelaporan transaksi keuangan pada restoran. maka kami mengharapkan dapat mengurangi kendala-kendala yang terjadi pada zaman teknolgi sekarang ini. . RES juga dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan dan tindakan-tindakan manipulasi data. Juga mengharapkan adanya kritik dan saran demi kesempurnaan system ini agar kedepannya bukan hanya pengelolaan keuangan skala kecil tetapi juga mencakup pengelolaan keuangan dalam skala besar dalam hal ini Negara Kesatuan Republik Indonesia yang saat ini berada dalam List 16 Negara Terkorup di Asia. Dengan adanya Restaurant Evaluating System ini. aktual.

ROAD MAP Dengan adanya Restaurant Evaluating System ini. maka kami mengharapkan dapat mengurangi kendala-kendala yang berhubungan dengan proses audit keuangan di zaman teknolgi sekarang ini baik dalam skala kecil tetapi dengan bertahap akan dikembangkan lagi hingga bisa digunakan pada tingkat menengah dan juga mencakup pengelolaan keuangan dalam skala besar dalam hal ini yang berhubungan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang saat ini berada dalam List 16 Negara Terkorup di Asia*. AUDIT PENGELOLAAN KEUANGAN DALAM SKALA KECIL / TINGKAT BAWAH AUDIT PENGELOLAAN KEUANGAN DALAM SKALA SEDANG / TINGKAT MENENGAH AUDIT PENGELOLAAN KEUANGAN DALAM SKALA BESAR / TINGKAT TINGGI BERADA PADA PERINGKAT 16 DALAM LIST 16 NEGARA TERKORUP DI ASIA Gambar 4: Roadmap RES • * Sumber: http://nusantaranews.com/2010/03/09/prestasi-terus-naik-indonesia- negara-terkorup-asia-2010/ .wordpress.