Anda di halaman 1dari 46

Warna 1anah

· Mudah dlldenLlflkasl
· ulgunakan sebagal ukuran langsung
akLor Mempengaruhl Warna 1anah
· 8ahan organlk ť keadaan alamlţ [umlah dan
penyebaran dalam profllŦ
· Pldrasl dan oksldasl okslda besl (hemaLlL)
· 8ahan lnduk ť paslr kuarsa dan marl (warna
abuŴabu Lerang/mendekaLl puLlh)
· Þencuclan ť abuŴabu Lerang
ueLermlnasl Warna 1anah
· Menggunakan Munsell Soll Colour CharL
spek Ŷ aspek Warna 1anah
Pue
Ialue
Chroma
MeneLukan Pueţ Ialue dan Chroma
· 2ţ3 ?8 4/6
· 2ţ3 ?8 ƹ Pue
· 4 ƹ Ialue
· 6 ƹ Chroma
Warna Munsell aLau 8uml
Membaca Warna 1anah
Þenampakan 8enLuk reduksl oksldasl
Þenyebaran dan ukuran 8eduksl dan Cksldasl
Abundance is also important. Less than 2% is pretty shaky; usually if you can find
features without really hunting there will be at least 2%.
Size doesn't matter. The small amount of research done on this subject indicates t
hat contrast and abundance are important and that size of features is not related
to time of saturation / reduction.
genŴagen Þemberl Warna pada 1anah
Mendeskrlpaslkan Warna 1anah
ueskrlpsl ConLoh 1anah
Why do we sLudy soll LemperaLure?
here do we study soil temperature?
Suhu 1anah
· ?aknl dera[aL panas yang dlnyaLakan dalam dera[aL Celclus
· Suhu 1anah ť memlllkl nllal dan kondlsl beragam menuruL
ruang dan wakLu
MenenLukan ť
aŦLa[u dan arah proses flslkţ serLa perLukaran energl massa
aLmosferţ evaporasl dan aeraslŦ
bŦ1lpe dan la[u reaksl klmla dalam Lanah
cŦ Þroses blologl ť perkecambahan bl[lţ perLumbuhan dan
perkembangan benlhţ perkembangan akar dan akLlflLas
mlkrobla
eselmbangan Þanas
1erdlrl darl ť
1Ŧ Þerolehan energl panas ť radlasl maLaharl
2Ŧ ehllangan Lnergl panas ť
aŦ Lvaporasl lr
bŦ 8adlasl kemball ke aLmosflr
cŦ Þemanasan udara dl aLas Lanah
dŦ Þemanasan Lanah
akLor mempengaruhl Suhu
1ŦIaktor ||ngkungan
kad|as| matahar|Ŧ !umlah panas darl maLaharl
yang mencapal buml adalah 2ţ0 g
kalorl/cm2/deLlk (2 langley/menlL)Ŧ !umlah
radlasl lnl berganLung pada suduL permukaan
buml dengan maLaharlţ llnLangţ muslmţ
keLlngglan LempaLţ penguapan udaraţ awanţ
asapţ sal[uţ LumbuhŴLumbuhan aLau mulsaŦ
akLor Llngkungan
· kad|as| matahar|Ŧ !umlah panas darl maLaharl yang mencapal buml adalah
2ţ0 g kalorl/cm2/deLlk (2 langley/menlL)Ŧ !umlah radlasl lnl berganLung
pada suduL permukaan buml dengan maLaharlţ llnLangţ muslmţ keLlngglan
LempaLţ penguapan udaraţ awanţ asapţ sal[uţ LumbuhŴLumbuhan aLau
mulsaŦ
· kad|as| dar| awanŦ Þada negara Lropls slnar maLaharl melewaLl aLmosflr
leblh dekaL secara verLlkal dan sedlklL kehllangan energlnyaŦ uengan
demlklan radlasl darl awan pada kondlsl lnl kecllŦ
· onduks| Þanas arena konduksl panas melalul udara kecllţ pengaruh
uLamanya Lerhadap suhu Lanah hanya melalul senLuhanŦ lnl berarLl
konveksl udara aLau awan penLlng unLuk memanaskan Lanah melalul
konduksl darl aLmosflrŦ
akLor Llngkungan dan Þanas
· ondensas|Ŧ ondensasl adalah proses eksoLermlkŦ
· ÞenguapanŦ Lvaporasl adalah proses endoLermlkŦ 8lla evaporasl leblh besarţ Lanah
leblh dlnglnŦ
· urah hu[anŦ 8erganLung pada suhunyaţ dapaL mendlnglnkan aLau menghangaLkan
LanahŦ
· Iegetas|Ŧ 1ransplrasl alrţ refleksl aLau radlasl kemball dan energl yang dlgunakan
unLuk foLoslnLesls Lanaman cenderung menurunkan suhu mlkrokllmaL dan Lanah
secara Lldak langsungŦ
Iaktor 1anah
· aŦeLerhanLaran dan dlfuslvlLas panasŦ
· bŦapaslLas panas
· cŦkLlflLas blologl
· dŦ8adlasl darl maLaharl
· eŦSLrukLurţ LeksLur dan kelembaban
· fŦCaramŴgaram LerlaruL
apaslLas Þanas
Þanas speslflk ť [umlah kalorl yang dlbuLuhkan
unLuk menalkkan suhu 1 gram bahan
sebanyak 1o CŦ
apaslLas panas ť [umlah darl panas speslflk
maslngŴmaslng komponen yang
dlllpaLgandakan dengan massanya maslngŴ
maslngŦ
onduktifitas hidrolik tanah adalah pengukuran kemampuan tanah untuk
melaewatkan air saat dijenuhi oleh gradien hidrolik. onduktivitas hidrolik
didefenisikan oleh Hukum Darcy, dimana untuk satu aliran vertikal,
dirumuskan sebagai berikut :
U = kekentalan Darcy's (atau rata-rata kekentalan cairan tanah
yang melewati areal irisan melintang dalam tanah),
h = permukaan hidrolik
z = jarak vertikal dalam tanah
K = konduktivitas hidrolik
Ìstilah koefisien permeabilitas juga terkadang digunakan sebagai
sinonim untuk konduktifitas hidrolik. Berdasarkan persamaan 5.1,
konduktifitas hidrolik didefenisikan sebagai perbandingan
kekentalan Darcy terhadap gradien hidrolik. Ukuran sama
dengan kekentalan yakni panjang per satuan waktu.
onduktivitas hidrolik adalah salah satu sifat
hidrolik tanah; melibatkan sifat-sifat retensi
caian tanah. Sifat ini menentukan keadaan
cairan tanah dalam sistem tanah pada
kondisi khusus.
Lebih khusus lagi, konduktivitas hidolik
menentukan kemampuan cairan tanah
mengalir melewati matriks tanah pada
gradien hidrolik khusus, sifat retensi cairan
tanah menentukan kemampuan sistem tanah
untuk menahan cairan tanah pada kondisi
tekanan khusus.
onduktifitas hidrolik bergantung pada :
1. Ukuran butiran tanah
2. Struktur matriks tanah
3. Jenis cairan tanah
4. Jumlah relatif cairan tanah (jenuh) yang ada dalam
matriks tanah
Sifat-sifat penting yang berhubungan dengan matriks tanah
adalah :
1. Distribusi ukran pori tanah
2. Bidang pori
3. tortuosity,
4. Permukaan spesifik
5. Porositas
Metoda Pengukuran Konduktivitas HidroIik
A. Di Laboratorium
1. Metoda Constant-Head
2. Metoda FaIIing-Head
B. Di Lapangan
1. Metoda Auger-HoIe
2. Metoda Piezometer
3. Metoda WeII-Pumping (SIug)
Permeabilitas Tanah
Yakni kemudahan gas, cairan atau akar tanaman berpenetrasi
atau lewat melalui lapisan tanah.
Permeabilitas : kemampuan suatu substansi untuk membiarkan air melewatinya.
Faktor ÷ faktor yang mempengaruhi permeabilitas :
1. Bentuk dan ukuran partikel tanah
2. Rasio ruang
3. Tingkat kejenuhan
4. omposisi partikel tanah
5. ekentalan permeant
6. Struktur tanah
7. erapatan dan konsentrasi permeant
1hanks for your aLLenLlon
8y ť emala Sarl Lubls
lr 1anah
· lr Lanah ť alr yang dlperlukan Lumbuhan
· ungsl alr bagl Lumbuhan ť
Ŵ unLuk memenuhl Lransplrasl
Ŵ unLuk pembenLukan karbohldraL
Ŵ unLuk mengangkuL hasllŴhasll foLoslnLesls
ke seluruh [arlngan Lumbuhan
Ŵ penyusun Lubuh Lanaman
ungsl lr 1anah
· ÞelaruL unsur hara dalam Lanah
· Membawa unsur hara ke permukaan akar
Lumbuhan
· MengangkuL unsur hara yang dlserap akar ke
seluruh Lumbuhan
· Mempermudah pengolahan Lanah
· Mengendallkan perubahan suhu
· MenghambaL perLumbuhan gulma (blla
menggenang)
Lnergl lr 1anah
· ulnyaLakan dalam saLuan daya hlsap aLau Leganganţ
seperLl berlkuL ť
Ŧ cm kolom alr
uaya hlsap/Legangan/Lekanan yang dlalaml alr ƹ
logarlLma Llnggl kolom alr
8Ŧ 8ar aLau aLmosflr sLandar
ConLoh ť Lekanan negaLlf yang dlsebabkan Llnggl
kolom alr 10 cm ƹ 1/100 aLm (10 mbar) Ť 100 cm ƹ
1/10 aLm ƹ 100 mbar
laslflkasl lr 1anah
Las dasar LlngkaLan Legangan ť
1Ŧ lr 8ebasŦ
ulLahan pada Legangan 1/3 aLm (p
2ţ34)Ŧ
2Ŧ lr kapller
ulLahan pada Legangan laplsan alr
anLara 1/3 Ŷ 31 aLm (p 2ţ34 Ŷ 4ţ2)Ŧ
3Ŧ lr hlgroskopls
ulLahan pada Legangan 31 Ŵ10Ŧ000 aLmŦ
apllarlLas
· apllarlLas merupakan fenomena flslka yang umumŦ
· Þrlnslp ť blla u[ung bawah plpa kapller dlLempaLkan Legak
lurus LepaL dl permukaan alrţ maka alr akan nalk dalam plpa
LersebuL dan mencapal permukaan yang leblh Llnggl darl
permukaan alr dl luar plpaŦ
Caya yang beker[a pada ge[ala kapllarlLas yaknl ť
Ŧ gaya adhesl anLar gelas dan alr yang menyebabkan
alr sekellllng dlndlng plpa nalkţdan
8Ŧ gaya kohesl yang menyebabkan gaya LarlkŴmenarlk
anLara molekul alr pada wakLu bersamaan
1ampllan lslk lr 1anah
lr kohesl ť
Ŵ Laplsan alr dl sekellllng parLlkel Lanah yang
sallng berLarlkan melalul gaya kohesl
Ŵ ullkaL oleh lkaLan hldrogen
Ŵ ualam benLuk calran
Ŵ 1ersedla/mudah dlambll Lanaman
1ampllan lslk lr 1anah
lr adhesl ť
Ŵ laplsan alr Llpls yang dlhasllkan aklbaL
penglkaLan molekul alr yang kuaL oleh parLlkel
padaLan Lanah melalul gaya adhesl
Ŵ dllkaL oleh Lenaga elekLrlk
Ŵ berada dalam benLuk krlsLal
1ampllan lslk
lr gravlLasl ť
Ŵ Mudah bergerak dl bawah pengaruh gaya
gravlLasl
Ŵ 1ldak dlpengaruhl gaya hlsap parLlkel
Lnergl 8ebas
· Lnergl bebas (free energy) adalah pen[umlahan
seluruh benLuk energl yang adaŦ lr Lanah bergerak
darl LempaL yang Llnggl dengan LlngkaL energl yang
Llnggl (muka alr Lanah/lembab) ke LempaL dengan
energl yang leblh rendah (mlsť Lanah kerlng)
· Lnergl yang LerllbaL pada pergerakan alr ť
aŦ Lnergl poLenslal
bŦ Lnergl klneLls
cŦ Lnergl elekLrls
Caya 8eLensl
1erbagl 3 yalLu ť
aŦ Caya kohesl ť gaya LarlkŴmenarlk anLara
molekul alr dalam Lanah
bŦ Caya adhesl ť gaya LarlkŴmenarlk parLlkel
Lanah dan molekul alr
cŦ Caya osmoLlk ť penglkaLan alr oleh molekulŴ
molekul alr yang LerlaruL
Þergerakan lr
· Þergerakan lr 1ldak !enuh pada Muka lr
1anah ť
Ŵ Þrlnslpnya sama dengan kenalkan alr pada
Labung kapller
Ŵ dhesl dan kohesl berlangsung akLlf
Ŵ 8erlangsung Lldak LeraLur
Ŵ Muka alr yang menalk berbenLuk Lak
menenLu
Cerakan uap lr
· Þergerakan uap lr
Terjadi karena perbedaan tekanan uap di satu tempat
dengan tempat lain.
Penguapan terjadi dari titik bertekanan uap tinggi ke titik
bertekanan uap rendah. Misal : tanah lembab
berdekatan dengan tanah kering, maka difusi uap air
terjadi dari bagian yang lembab ke bagian yang kering.
Penguapan tebagi 2 :
1. Penguapan internal : terjadi dalam pori tanah
2. Penguapan eksternal : terjadi di permukaan tanah
laslflkasl lr 1anah berdasarkan
eLersedlaannya
· lr kerlng oven ť p Ƽ 2ţ34
· lr 1ersedla ť p 2ţ34 Ŷ 4ţ2
· lr Layu permanen ť p ƽ4ţ2

f, ¯½ °–fJf°f@f°f
W ff°–f°  f ff°ff¯ ©¯f f° ½ °
ff° ff¯½€ W  f¾ f°¾ f¾¾ f
¾% ¯f% W ff°°  ½f¾f¾f f°¯f%f°f f 
f  
f°–$¯ ° f½% W 9 °nnf° f 
f  
f°–

  ¯°f¾Jf°f@f°f
W , °––°ff°,°¾ 

.

f .

¾½  f¾½ Jf°f@f°f .

  .

If .

.

¯f .

. ° f°  If  f° .

¯f W  $ W    W  If W  .

¯f .

.

°¾ ff ¯ .Jf°f.

¯ fnfJf°f@f°f ..

9 °f¯½ff° ° ¾¾ f¾ .

93/.9.:8:.90.3/.90/ 94920418.39 0889./43043988:-0.8425479.89  $0/4083 92.14:.24:39417080.313/ 10.-:3/.:3939070-0.0.3.39.9 ° ff° f°Df° ¾ f°¾ f¾ -:3/.9:7.9907 %082.3/9.3.4397...08.9804110.9089 ..7025479.9:708834970.7.9:70894:970.943.38570998.89.

943 .70/:.

– ° f– °9 ¯ Jf°f½f f@f°f .

° ¾½f¾f°Jf°f@f°f ..

 ¾½¾.

°@f°f .

J  ¾ ¾ ¯½ f " .

9:70 .070/4089:/84902507.

@f°f W f° f©f½f°f¾f°– °fff° ff¯ f©f.

n¾ W @f°f ¯ ¯°f f°° ¾ f–f¯¯ ° f°– f°f . ° °f°  f f© f°ff½¾ ¾€¾ ¾ f½ ff° ° –¯f¾¾f f¯¾€   f½f¾ f°f f¾ @½  f°f© f¾¯f ff¯f°f n 9¾ ¾ – ½  nf¯ ff° © ½ ¯ f° f° ½  ¯ f°–f° ° ½  ¯ f°–f°ff f°f€f¾ ¯ f .

 ¾ ¯ f°–f°9f°f¾ @   f  9  f° ° –½f°f¾ f f¾¯fff   f°–f°° –½f°f¾ f f½f¾ f f¾ ¯ f f¯¾€ n 9 ¯f°f¾f° ff ff¾f°f 9 ¯f°f¾f°f°f .

f¯ ¯½ °–f  f°–°–f° f f¾¯fff ¯f½f°f¾ f¯fff f°–¯ °nf½f ¯f ff – f$n¯$ %f°– $¯ °% ¯f f f¾° –f°°–½f f¾ ½ ¯ff° ¯ °–f°¯fff °f°– ¯¾¯   °––f° ¯½f ½ °–f½f° ff ff°  f¾f½ ¾f© ¯  ¯ f°ff¯¾f .

f°–°–f° W f f¾¯fff ¯f½f°f¾ f¯ffff°–¯ °nf½f ¯f ff  –f$n¯$ %f°– $¯ °% ¯ff f¾° –f°°– ½f f¾ ½ ¯ff° ¯ °–f°¯fff °f°– ¯¾¯  °––f°  ¯½f ½ °–f½f° ff ff° f¾f½ ¾f© ¯  ¯ f°ff ¯¾f W f f¾ fff° 9f f° –ff½¾¾°f¯fff¯  ff¯¾€   f¾ nff f f°¾  f°–f° ° –°f  °–f° ¯f°f f¾ fff°½f f° ¾° n W ° ¾9f°f¾ f °f° ¾½f°f¾¯ f ff n ½ °–f f¯f°f f f½¾f°ff°f¯ f¾ °f° ° f ° ¾ ffffff°½ °°–°¯ ¯f°f¾f°f°f¯ f ° ¾ ff¯¾€  .

f°–°–f° f°9f°f¾ W W W W ° °¾f¾ ° °¾f¾f ff½¾ ¾ ¾ ¯ 9 °–f½f° f½f¾f ff½¾ ¾ °  ¯  f f½f¾  ¾f f°f   °–° .

f©f°  –f°°–½f f¾°f  f½f¯ ° °–°f°ff¯ °–f°–ff° f°f I – f¾ @f°¾½f¾f  € ¾fff f¾ ¯ f f° ° –f°– –°ff° °€¾° ¾¾f°f¯f°n ° °–¯ °°f°¾¯¯f f°f°f ¾ nff ff°–¾°– f@f°f W f   f°ff° f° €¾f¾½f°f¾  W f½f¾f¾½f°f¾ W n €f¾ – W f f¾ f¯fff W   ¾ f°  ¯ f f° W € ff¯ –ff¯ f .

f½f¾f¾9f°f¾ 9f°f¾¾½ ¾€ ©¯fff°–  f° °¯ °ff°¾–f¯ ff° ¾ f°f.

f½f¾f¾½f°f¾ ©¯f f½f°f¾¾½ ¾€ ¯f¾°– ¯f¾°–¯½° °f°– ½f–f° ff° °–f°¯f¾¾f°f¯f¾°– ¯f¾°– .

907. 43/:9.78.3/3.78..3/:3..29.38./03/74 &:7.507-.8/74 89.380-.  5072:.7.3.340::2.57.:39: 20.30039./.380-.3.32039.70.3.3.0..9:  .907.39. /2. 8 ..3.3.9.3./.079.-9.8/74 07/.7.9/03:407.503::7.35.3.7.8.  /7:2:8...3   43/:919.9:.7.9.8/749.3..3.25:.2.. . 7.:7.3.3/74 .3..35078. 83432:39:43/:919..380-.../..9.-07:9 &0039..8/74//01038.2.3 0039.39.:39:8.7..3200..35078..8:.3.40180350720.8/74 //01038.0039.7.079./.9:.3/.7.43/:919.9.3.9.29. /03./03/74 43/:9.302.9.9.

302.3.43/8 90.93203039:..25:.3.7.20-.9709038 .3.9.3..././.7.3. 43/:9./..92.25:.3:8:8  . :39:203./.3.9 81.3 .9:81.3889029.7200.7.39.381.39..9. 43/8:8:8  0-:8:8.5./.30..5.43/:9.5.3.9 /749.8.8/74.7../03/74:8:8 81.9789.3.3.9.3.8/4 203039:.3./. 203.302..3.3 9. $1.39. 7.203039:..2889029.39..9709038.8..

3.39:3 5.978 9..978 9..3.3.8 .8 /74 -07./.43/:919.9 50393 . 70.3 547 9. $1.3-07:-:3.3 9.978 9.7.3 -:97.3./.3 9.3.3 9.3 547  9479:489  !072:./. /..  /.3 /03.  $97:9:7 2.3.2 2.3.   897-:8 :7. 03: .   &:7. .7.3 2.  038 ...3.9 81.91 .  :2.3 85081  !47489.

-47.094/.9. 4389./  094/. !0420907  094/. !03::7.3  094/. 0 !:253 $: ./  .39 0.3 43/:9.8 /74  .947:2  094/. :07 40  094/.5.3.3 0. .

920.3...:0.7.!0720.302:/..3.2.39.58.8 .-9.:.8%.3. .9.8 .3.9.3.3-07503097.  .:.79.

3 5. 07.3 425488 5.8  039: /.25:.3202503.3 50720.5.3.-9.93..7.84 7:.9.-9.947        1.!0720.3 ::7.39 $97:9:7 9.9:8:-89.3 /.802.3.3 %3.38:.7: 50720.39 .3.8 50720. #.9003:.790 9.790 9. 0039.38:39:202-.947 . .7200.3.3 4380397.

@f°¾€f °°   ¯fff ¾ .

@f°f W f°f ff°– ½ f°¯ f° W °–¾f f–¯ f° °¯ ¯ °f°¾½f¾ °½ ¯ °f°f  f °¯ °–f°–f¾ f¾€¾° ¾¾  ¾ ©f°–f°¯ f° ½ °¾° f°f¯f° .

.

¯ ff°¾ff ½ ¯ff°ff ¯ f° W .°–¾@f°f W 9 f°¾ff ff¯f°f W . ¯½ ¯ f½ °–ff°f°f W . °–f°–°¾fff°– ¾ f½ff  ¾ ¯ f° W . °– ° ff°½  ff°¾ W . °–f¯ f½ ¯ f°–¯f% f ¯ °–– °f°–% .

° –@f°f W °fff° ff¯¾ff° ff¾f½ff –f°–f°  ¾ ½    n¯¯f ff¾f½$ –f°–f°$ f°f°f°– ff¯f  –f¯f°––¯f  ffff¯¾€¾f° f .

°  f°f°° –f€f°– ¾ f f°°–– ¯fn¯ $f¯%¯ f% n¯  $f¯ ¯ f .

f¾€f¾@f°f f¾ f¾f°–ff° –f°–f°   f¾  ff°½f f –f°–f°$f¯%½  %   f½  ff°½f f –f°–f°f½¾f°f f°ff$ f¯%½   %   –¾½¾ ff°½f f –f°–f°  f¯ .

f½ff¾ W f½ff¾¯ ½ff°€ °¯ °f€¾ff°–¯¯  W 9°¾½  f©°– ff½½ff½   ¯½ff° –f ¾ ½f ½ ¯ff°f ¯fffff°°f ff¯½½f  ¾  f°¯ °nf½f½ ¯ff°f°– °–– f ½ ¯ff°f f½½f  fff°–  ©f½f f– ©fff½ff¾f°   –fff  ¾f°f– f¾ f°ff°–¯ ° f f° f¾  °– ° °–½½f°f f° –ff ¾f°–¯ ° f f°–fff ¯ °f f°ff¯ f½f ff ¾f¯ff° .

@f¯½f°¾@f°f  ¾ f½¾f°f ¾  °–½f f°ff°– ¾f°– ff°¯ f–ff ¾ f ff° – ° ff¯ °nff° @ ¾ f$¯ f f¯ f°f¯f° .

@f¯½f°¾@f°f f  ¾  f½¾f°f½¾f°– f¾f°f f ½ °–ff°¯ ff°–f ½f  ½f ff°f°f¯ f–fff  ¾ f  °f–f   f f ff¯ °¾f .

 f – f  ff½ °–f–ff –ff¾ @ f ½ °–f–ff¾f½½f  .@f¯½f°¾ –ff¾ .

° – f¾ W ° – f¾%€  ° –%f ff½ °©¯ff° ¾  ° ° –f°–f f f°f – f f ¯½ff°–°–– °–f°°–f ° –f°– °––%¯fff°f$ ¯ f %  ¯½f °–f° ° –f°–  ° f%¯¾ f°f °–% W ° –f°–  f½f f½ – ff°f  f ° –½ °¾f ° –° ¾ n ° –  ¾ .

ff  °¾ @  f–f f ff ¾ –fff ¯ °ff°ff ¯ f ff¯f°f fff  ¾ –fff ¯ °f½f  f°f f°¯ f n ff¾¯ ½ °–ff°f ¯  ¯ ff°– f .

9 – ff° W 9 – ff°@ f °½f f.f @f°f 9°¾½°f¾f¯f °–f° °ff°f½f f f °–f½    ¾ f° ¾ f°–¾°–f€ f°–¾°– f f .fff°–¯ °f  °f ¯ ° ° .

3/03.  !03:.7 907.3:..//5072:.799-0790..3.593099 -0790.3089073.9.3.//.3073 !03:.25479.5..//.3. .5.339073.507-0/.39025.073 2.907.5.302-.703.5.3:.5703/.5. ff°Df½ W 9 – ff°Df½ %07.390-.9.3.9:9025./.39.//.39.7-./1:8:.5/8.3.3:...02-.3 !03:.9..3907.  !03:.- -07/0. 8.3.9 /03.3.390.907.-0-.3.3.

f¾€f¾@f°f  f¾ff°   ¾ ff°°f W  °– ° ½   W @ ¾ f ½    W f½ ¯f° ° ½   .