Anda di halaman 1dari 7

8ab 5 Morfologi

Dalam bab ini akan diuraikan kajian ten tang hubungan antar satuan bahan yang membentuk sebuah kata. Materi bab ini diambil dari buku "Asas-asas Linguistik Umum". Pembahasan tentang morfem sebenamya masih banyak. Namun, suntingan bab ini diharapkan memberi gambaran yang cukup kepada pembaca.
A. PENGERTIAN MORFOLOGI

Seperti fonologi merupakan cabang linguistik yang mengidentifikasikan satuan-satuan dasar bahasa sebagai bunyi, maka cabang yang namanya "morfologi" mengidentifikasikan satuansatuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Sebagai contoh analisislah kata berhak.Secara fonologis kata tersebut terdiri atas enam fonem (silakan menuliskan yang mana), dan secara morfologis terdiri atas dua satuan minimal, yaitu ber- dan hak-; satuan minimal gramatikal itu dinamai "morfem". Demikian pula kata Inggris undo 'melepaskan, meniadakan' terdiri atas dua morfem, yaitu un- dan do-. Katalndonesia berhak dan kata Inggris undo masing-masing adalah kata "polimorfemis" (berarti terdiri atas lebih dari satu morfem), sedangkan kata hak- dan do- masing-masing adalah kata "monomorfemis" (artinya terdiri atas satu morfem saja). Dalam morfologi kita mengamati kata itu sebagai satuan yang dianalisis sebagai morfem satu atau lebih. B. MORFEM BEBAS DAN TERIKAT; PROSES-PROSES
MORFEMIS

Apa "kata" itu? Kata adalah satuan atau bentuk "bebas" dalam tuturan. Bentuk "bebas" secara morfemis adalah bentuk yang dapat berdiri sendiri, artinya tidak membutuhkan bentuk lain yang digabung dengannya, dan dapat dipisahkan dari bentuk-bentuk "bebas lainnya di depannya dan dibelakngnya, dalam tuturan. Misalnya, kata Indonesia hak merupakan bentuk "bebas" dalam tuturan ftu hak saya, karena dapat dipisahkan dari itu (tesnya : itu memang hak saya yang menjadi hak saya) dan juga dari saya (tesnya: ltu memang hak yang menjadi hak saya). "Morfem bebas" itu dibedakan dari "morfem terikat". Morfem terikat adalah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri dan yang hanya dapat meleburkan diri pada morfem yang lain; misalnya, ber- dalam kata berhak (morfem terikat lazim ditulis dengan garis penghubung sebagai lambang keterikatannya). Demikian pula kata Inggris undo terdiri atas morfem bebas do dan bentuk terikat un-. 59

misalnya infinitifverbal Latin amare 'mencintai' memiliki akar am. Morfem pangkal adalah morfem dasar yang bebas. dan akar hanya dalam kata pinjaman. MORFEM DASAR DAN TIGA JENISNYA Morfem yang dileburi morfem yang lain kita sebut"morfem dasar" . "akar".juga tidak mungkin. Morfem dasar ada tiga macam: "pangkal". Dasar dan akar dibedakan secara umum dalam linguistik. [c] "pemajemukan". artinya penggabungan dua morfem dasar yang sarna (atau sebagian daripadanya dengan morfem utuh). dan hak dalam berhak.dan "pradasar". yaitu penggabungan dua morfem dasar atau lebih untuk membentuk satu kata (majemuk). 1. Disini hanya dijelaskan dengan singkat sekali. dapat juga melalui pengklitikaan (misalnyadalamkami ajar. c. akan harus mengalami pengimbuhan. Misalnya. Menurut bentuknya secara "linear" yakni dalam susunan tuturan sebagai yang mendahului dan yang menyusul kita dapat membedakan morfem sebagai morfem "segmental" dan morfem "non segmental" pembedaan ini akan dibahas pada pasal [ 6 ] di bawah. 3. Untuk bab ini. contohnya: do dalam undo.itu selamnaya membutuhkan imbuhan (misalnya . 2. dan pradasar ditambahkan dalam buku ini. Akhimya bentuk pradasar adalah bentuk yang membutuhkan pengimbuhan atau pengklitikaan atau pemajemukan untuk menjadi bentuk bebas. Misalnya bahasa Inggris tidak memiliki bentuk pradasar. dan pemajemukan dengan am. sayaajar. imbuhan "infinitif aktif' -are dalam kata "amare") untuk menjadi bentuk bebas. Morfem akar adalah morfem dasar yang berbentuk terikat. Morfem tersebut dapat menjadi bebas melalui pengimbuhan (misalnya dalam mengajar. dan lain serupa). dan lain sebagainya). Bahasa-bahasa di dunia banyak berbeda-beda menurut ketiga jenis bentuk dasar itu. morfem. proses morfemis adalah : [a] "pengimbuhan" atau "pengafiksan" artinya peleburan imbuhan atau afiks pada morfem dasar. Bahasa Indonesia tidak mempunyai akar tetapi morfem [pradasar ada beberapa 60 . hanya pengertian umum yang ini saja tentang proses-proses tersebut yang diperlukan. dan yang dileburkan itu berupa "imbuhan" atau "klitika": atau bentuk dasar yang lain (dalam pemajemukan) atau yang sarna (dalam reduplikasi).dan akar am. belajar. Agar menjadi bentuk bebas.Dengan morfem bebas dan morfem terikat dimungkinkanlah berbagai proses morfemis". yaitu penambahan"klitika" pada morfem dasar. dan [d] "reduplikasi". Untuk morfem segmental. [b] "pengklitikaan". dan dapatjuga denganpemajemukan (misalnya dalam kurang ajar). ajar berupa pradasar (pradasar dalam buku ini ditandai dengan tanda titik dua didepan bentuk yang bersangkutan).

ratus. befriend. Sebagai contoh lain telitilah morfologi bahasa Arab. Penting disadari bahwa morfem dasar tidak mutlak perlu berupa monomorfemis. befriended. Kebetulan infiks -in. BahasaBelanda nampaknya memiliki hanya satu. Konfiks juga merupakan morfem terbagi. Sekadar contoh Baiklah kalau anda membiasakan diri dengan struktur morfologis kata.friends'. MORFEM UTUH DAN MORFEM TERBAGI Morfem-morfem itu dapat berupa morfem utuh atau morfem "terbagi". kuajarkan.yang serupa acapkali ditemukan. diajar. Dalam bahasa ini morfem akar untuk verba adalah morfem terbagi. terdiri atas pangkal (polimorfemis) pengalaman diimbuhi ber-.hampir-hampir tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia. Kata kesinambungan terdiri atas imbuhan terdiri atas imbuhan terbagi ke-I-an dan morfem pradasar :sinambung (yang memang berupapolimorfemis sendiri).s. berasal dari kata dasar berg 'gunung'. kuajari. unfrienlier. kauajar dan banyak lain lagi. friend . unfriendliest. mengajari. Amatilah morfem dasar sambung.friendliest. Hal itu tampak padas morfem dasar maupun morfem lainnya. Amatilah juga contoh-contoh Inggris:friend. Berikut ini adalah contohnya. dan demikian pula dalam berbagai bahasa daerah lainnya di Indonesia. Meskipun bahasa Indonesia dan bahasa Inggris memiliki sistem morfologi yang rumit. yang berupa konfiks yaitu ge-I-te. misalnya dalam kata gebergte "kepegunungan". D. contohnya adalah bahasa .m friendlier.friends. Contoh-contoh ini menyangkut pengimbuhan saja.. yaitu sebagian besar morfem dalam bahasa-bahasa tersebut adalah morfem bebas. befriends. bahasa-bahasa didunia banyak berbeda-beda dalam hal ini. Banyak bahasa tidak memliki morfem terbagi. unfrienly. terdiri atas imbuhan undan pangkalnya comfortable. mengajar. misalnya morfem akar terbagi k-t-b 'tulis' merupakan dasar untuk kata-kata seperti kataba 61 . padahal dalam bahasa Jawa infiks -in. mengajarkan.bahasa Cina dan bahasa Vietnam. diajari. Bahasa Indonesia mempunyasi sistem morfologis yang cukup rumit. tetapi pangkal itu sendiri adalah polimorfemis dan dapat dibagi lagi atas pangkal (monomorfemis) alam ditambahi imbuhan (terbagi) pen-I-an Atau amatilah struktur morfemis kata Inggris uncomfortable. yang pada gilirannya terdiri atas pangkal comfort dan imbuhan -able. kuajar. misalnya Bahasa Inggris. diajarkan. pengajar. bahasa -bahasa di Irian Jaya dan Papua Nugini banyak sekali memiliki akar sebagai bentuk dasar. friendly. Amatilah bentu pradasar :ajarpada bahasaIndonesia: banyak sekali kemungkinan-kemungkinan pengimbuhan seperti nampak dalam bentuk-bentuk yang berikut: belajar. pelajar. Sebaliknya ada bahasa-bahasa di dunia yang hampir-hampir tidak memiliki sistem morfologis. Misalnya. terdiri atas tiga konsonan yang dipisahkan oleh vokal. sedangkan bentuk pradasar dalam bahasaJ awa ada beribu-ribu. terdiri atas sambung yang terbagi karen a adanya imbuhan sisipan yang namanya "infiks" -in. Analisislah kala Indonesia berpengalaman. banyak bahasa di Irian Jaya memiliki sistem morfologis yangjauh lebih rumit lagi. dan lain lagi.

misalnya. tetapi morfem penjamakan tidak nampak secara "segmental". dengan yang pertama tak bersuara dan yang kedua bersuara) dalam contoh-contoh ini? Karena lingkungannya.sebelum 1m! dan /b/. toko buku'. Book /buk/ menjadi books Ibuksl . atau sebelum vokal. maktabun 'kantor. MORFEM SEGMENTAL DAN MORFEM NONSEGMENTAL Semua morfem yang telah nampak dalam contoh-contoh di atas. katabta 'engkau [Iaki-laki] menulis'. Apabila kita mau merumuskan halnya. dan jamaknya dibentuk oleh perubahan vokal. katabtu 'aku menulis'. jadi pembagian morfemis adalah /buk-s/. Demikin pula dengan bentuk kala lampau seperti hold: held. dan tkwi dengan nada rendah berarti "ia ceritera". Mengapa alomorf dari imbuhan penjamak adalah lsI dan Iz/ (yang homorgan.) Dalam bahasa nada yang agak banyak. atau sebelum lsI. tidak "utuh". Apakah jamak feet atau mice berupa polimorfemis? Tentu saja. juga memiliki struktur morfologis seperti dalam bahasa Arab. E. suatu bahasalndian di Mexico. mengubah men. bila bentuk 62 . baik yang kontinu maiupun yang terbagi. atau come: came. morfem dapat terdiri atas perubahan nada. katabti 'engkau [wanita] menulis'. imbuhannya akan menjadi meng-. Vokal-vokal itu sendiri adalah morfem terikat yang terbagi pula seperti anda lihat pada contoh-contoh ini. Lalu masih ada kemungkinan yang ketiga. jadi fonem suprasegmental. Bahasa-bahasa Semit yang lain seperti bahasa Hibrani. atau mouse: mice. Demikian pula dalam bahasa lain. book berakhir dengan konsonan tak bersuara. jadi pembagian morfemis adalah lrum-z/. E. kata tkwi dengan nada tinggi berarti "engkau ceritera". Dalam bahasa Oaxaka. Bentuk dasar adalah foot dan mouse. Morfem untuk personapersona itu secara konkret berupa nada. kita dapat mengatakan bahwa feet terdiri dari morfem (segmental) {foot} dan morfem yang namanya {perubahan vokal luI menjadi vokal II} atau {luI> III} saja . perpustakaan. Kata room lrum! menjadi rooms lrumz/. Jadi morfem penjamak adalah konsonan geseran lamino-alveolar (namanya"sibilan") yang bersuara (yaitu Iz/) sesudah fonem bersura. Amatilah bentukjamak dalam bahasa Inggris. sehingga homorgan dengan fonem pertama bentuk dasar. dan banyak lainnya. misalnya . dalam hal morfem tertentu). sedangkan room berakhir dengan konsonan bersuara. 1 Kaidah Morfofonemis yang Berupa Fonemis Istilah "morfofonemis" di sini sudah menunjukkan bahwa kaidah tersebut menyesuiakan bentuk alomorf -alomorf yang bersangkutan secara fonemis. dan sibilan tak bersuara (yaitu/sl) sesudah fonem tak bersuara. berupa "segmental" artinya morfem macam ini semua dapat diidentifikasikan sebagai satuan pada "garis dari kiri ke kanan (meskipun "terbagi". Dalam Morfologi kita mengenal juga morfem yang nonsegmental. (Morfem itu lazim dilambangkan sebagai morfem dengan mengapitnya di antara kurung kurawal. dan seterusnya demikian. Contoh tadi tentang men-dalam morfologi Indonesia menjelaskan hal ini.. Imbuhan men.'ia [Iaki-laki] menulis 'katabat' 'ia [wanita]menulis.menjadi mem-. Amatilah kata Inggris yang merupakan bentuk yang "tak teratur" seperti (untukjamak misalnya)foot :feet. imbuha ini menjadi meny-.

sebelum 1m! atau /hI. anda tidak akan heran menemukan bentuk mencetak dalam bahasa Indonesia tetrapi nyetak dalam bahasa Jawa (atau dalam dialek Jawa dari bahasa Indonesia). atau I I. karena tunggalnya adalah /ha sl dan jamaknya bukan */ha siz/ melainkan /ha zisl!) 63 . Misalnya bahasa jawa memiliki morfem posesif -(n)e . hal itu boleh saja dipandang sebagai hjal fonemis semata-mata. Memang perlu adanya salah satu vokal di antara kedua sibilan (yang pada akhir bentuk dasar dan yang dari morfem penj amak) . Akan tetapi tidak semua kaidah yang bersangkutan berdasarkan fenomena-fenomena fonemis semata-mata. dan untuk morfem kasus jenitif tunggal-anda dipersilakan mencari cotoh-contohnya sendiri. (Mungkin anda akan heran menemukan house: houses diantaranya. E. Kaidah alomorfemis dalam contoh-contoh seperti ini jelas berupa morfofonemis.tetapi mengapa vokal tersebut harus mutlak perlu III.. misalnya) dan -e sesudah konsonan (misalnya anak-e). foot: feet.! I. house: houses.bus . Namun perhatikanlah bahwa sifatsifat fonemis dari lingkungan menentukan kaidah-kaidah tersebut hanya untuk sebagian saja. Yang dipersoalkan disini adalah morfem-morfem "tak teratur". bridges. Buktinya adalah morfem panjamak -es sesudah sibilan: fishes.! I. misalnya : ox : oxen. fish: fishes. dan bukan (katakan saja) I I. Bila morfem sibilan panjamak dalam bahasa Inggris berupa/sl (yang tak bersuara itu) sesudah konsonan tak bersuara dan IzI (yang bersuara itu) sesudah fonem yang bersura. Sarna saja dengan alomorf-alomorf imbuhan men-dalam bahasa Indonesia. 2 Kaidah Alomorfemis yang Tidak Berupa Fonemis Kaidah alomorfemis yang lain adalah kaidah yang tidak mendasar diri atas bentuk fonemis. karen a kehomorganan (sekali lagi boleh saja disebut "asimilasi"). atau vokallain Kesimpulannya: tidak semua perubahan morfofonemis berdasarkan sifat-sifat fonologis semata-mata. bridge. dan lain sebagainya: morfem berupa -Iizl. Bahwasannya men-menjadi mem.karen a bentuk dasar dimulai dengan Isl. Bentuknya -ne sesudah vokal (sega-ne.dasar sendiri berakhir dengan konsonan "sibilan" (jadi Isl. dan lain sebgainya. Pendek kata. dan lain-lain serupa. tetapi tidak ada sebab "asimilaitif' semata-mata untuk perubahan men-menjadi meny. maka morfem imbuhan penjamak berupa lizJ. karena fonem-fonemlah yang menentukan kaidah yang berlaku. buses. Contoh Inggris untuk morfem penjamak adalah. Bila anda menyadari hal itu. asal kita sadari "asimilasi" itu tidak sarna dengan asimilasi fonetis dan juga tidak sarna dengan asimilasi fonemis).! I. Pernyataan ini perlu dijelaskan.karen a In! dan lsI sudah homorgan artikulasinya. Kaidah-kaidah yang sarna dalam bahasa Inggris berlaku juga untuk morfem pesona ketiga tunggal kala presen verba. Coba menemukan contoh alternatif alomorfemis dalam bahasa lain. hal itu memang boleh dipandang sebagai fonemis seluruhnya. child: children. tetapi memang jamaknya tak teratur.!zJ. kaidah "morfofonemis" adalah "fonemis" hanya sejauh kaidah tersebut dapat dirumuskan dengan mangacu pada fonem-fonem saja. mouse: mice. (Bahkan boleh disebut sebagai "asimilasi". buses .

atau (dalam suatu rumus) {[un-] {{comfort} {-able} }} (namun rumus "ganda" seperti itu hanya mungkin bila semua morfem adalah morfem segmental). namun kita dapat saja memperlakukan kata jamak Inggrisfeet sebagai {foot} + (katakan){jamak}. G. yang dilambangkan dengan mengapitnya di antara kurung persegi.dalam hampir semua verba (yang dapat diimbuhi dengan di). Demikian pula. dan lain sebagainya. Dalam analisis struktur-struktur moorfernis.meskipun tidak ada bunyi sibilan sarna sekali dalam morfem penjamak untuk children.menggantikan men. Bila sebagai lambang morf yang "umum itu kita memilih {-s} saja. comfortable sebagai {comfort} + {able}. barn {un-} + {comfortable}. hold: held. ataujamak sheep sebagai {sheep} + { }.} dan lain-lainnya. tetapi mengerti menjadi bukan *dierti melainkan dimengerti. dan bentuk jamak children dapat dilambangkan sebagai {child} + {-s}.meskipun realisasi alofonemisnya agak berbeda: [mcn-} dan {rno-] dan {m~9.Hal yang sarna berlaku untuk kata lampau. F. kita dapat memilih morf {s}. Misalnya. tetapi juga ada bentuk kala lampau dengan morfem pangala lamp au yang tidak segmental: run: ran. alomorf-alomorfnya adalah jauh lebih konkret. kata Inggris comfort dilambangkan sebagai {comfort}. MORFEM. Yang teratur (-ed) berupa It! atau Id! (tergantung dari sifat tak bersuara atau sifat bersuara pada akhir morfem dasar) atau lid! (sesudah It! atau Idl). tetapi juga -I nl dari jamak oxen. yaitu pengimbuhan afiks. Misalnya. Akan tetapi demi perian yang mudah kita sering membutuhkan suatu bentuk yang kelihatannya cukup konkret. PROSES MORFEMIS Diantara proses-proses morfemis. Berbeda dengan morfem itu. maka morfem-morfem lazim dilambangkan dengan mengapitnyadiantarakurung kurawal. kita dapat memakai morf {men. MORF. hal itu agak mudah. atau perubahan vokal plus -/ren! dalam children. Misalnya imbuhan verbal di. 64 . untuk penjamakan nomina dalam bahasa Inggris. uncomfortable sebagai {comfort} + {-able} dulu. DAN ALOMORF Seperti halnya dengan bunyi fonetis semata-mata. apa yang diapit diantara kurung kurawal itu disebut (lambang) "morfem". dan dengan fonem-fonem yang diapit di antara garis kanan. meet: met. Bahasa Indonesiajuga memiliki bentuk "tak teratur" yang demikian. dapat juga berupa nada tertentu. Huruf s dalam hal ini tidak hanya dapat mewakili alofon-alofon -lsi dan -/z/ dan -/iZ/. Pelambangan sebagai "{jamak}" itu sudah menunjukkan bahwa morfem itu merupakan satu satuan yang abstrak: dapat berupa segmental (utuh atau terbagi) dapat berupa "no I".} saja untuk segala macam "pranalisasi" untuk membentukkan verba dalam bahasa Indonesia. Bantuk konkret yang demikian disebut "morf'. yang terpenting disini adalah afiksasi. meskipun tetap tidak mutlak perlu berupa segmental. Kesulitannya (yang deskriptit) dengan pelambangan seperti itu adalah bahwa tidak semua morfem berupa segmental.

W. yang diimbuhkan di sebelah kiri dasar dalam proses yang disebut "prefiksasi". atau unsur leksikal yang sarna.M. masih dapat dibahas tentang dua fungsi utama yang dimiliki oleh proses afiksasi. [d] Konfiks. Perlu diingat bahwa dalam bab ini hanya morfem segmental saja yang akan dibahas. yang diimbuhkan untuk sebagian disebelah kiri dasar dan untuk sebagian disebelah kanannya. atau "sirkumfiksasi". atau simulfiks. dan dari bentuk yang tetap Derivasi. dalam proses yang namanya "infiksasi". atau sikumfiks. atau "ambifisasi". yang diimbuhkan disebelah kanan dasar dalam proses yang disebut "sufiksasi". yaitu afiksasi yang membentukkan alteman-alteman merupakan kata . [b] Sufiks. atau ambifiks..Afiks ada empat macam : [a] Prefiks. Verhar) 65 . yaitu afiksasi yang menurunkan kata atau unsur leksikal yang lain dari kata atau unsur leksikal tertentu. atau "simulfiksasi". dalam proses yang dinamai " konfiksasi". yang diimbuhkan dengan penyisipan di dalam dasar itu. (Disunting dari: J. Selain dari keempat jenis afiks itu. yaitu : Fleksi. [c] Infiks.