Anda di halaman 1dari 27

Kebijakan dan Strategi Umum Deperindag

31 Januari, 2007 oleh getuk
Dalam pengembangan Ìndustri Kecil Menengah, Deperindag menerbitkan pedoman
umum yang berlaku secara nasional. Pendekatan Pengembangan dalam menangani
setiap proyek ataupun obyek pengembangan industri, baik yang bersifat pemecahan
masalah (problem solving) maupun yang bersifat pengembangan ke depan
(development oriented), strategi pengembangan yang ditempuh didasarkan kepada
pola pendekatan logis dan komprehensif melalui dua langkah simultan yang saling
sinergik, yaitu : (1) Memperkuat daya tarik Faktor-faktor Penghela pada sisi permintaan
terhadap produk-produk industri (Demand Pull Strategy) melalui berbagai bentuk upaya
yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya. (2) Memperkuat daya dukung Faktor-
faktor Pendorong pada sisi kemampuan daya pasok (Supply Push Strategy) untuk
memperlancar kegiatan produksi secara berdaya saing, sesuai dengan kondisi dan
kebutuhannya. Pelembagaan upaya pengembangan melalui dua pendekatan tersebut
dalam aspek-aspek yang secara umum memerlukan pemantapan dukungan bagi
semua sektor/kelompok industri serta dukungan nyata dari semua institusi terkait
melalui koordinasi yang baik/efektif, ditempuh langkah-langkah yang dituangkan dalam
Program Penunjangnya.. Berikut ini adalah Gambar 2.strategi pengembangan ÌKM
berorientasi ekspor.
,
,
,
,
,
,
,
,
,
.
.
.
.
Gambar 2.26 :Strategi Pengembangan

PerIakuan Pengembangan
Jenis perlakuan spesifik yang diterapkan kepada obyek pengembangan pada berbagai
tahap perkembangan ÌKM dan jenis kebutuhan akan perlakuan pembinaannya
digambark
an pada
visualisasi
sbb.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Gambar 2.27 : Tahapan Fasa Pengembangan Perusahaan
1). Ìnkubator, ketersediaan infrastruktur untuk memulai usaha, seperti : studi kelayakan,
pelatihan (AMT, CEFE, dst), pengetahuantentang perijinan,serta pengetahuan tentang
aspek legal lainnya.2). Ketersediaan tenaga kerja3). Ketersediaan pasar
daninformasinya4). Permodalan5). Ketersediaan bahan baku/penolong yang sesuai
dengan produk yang dihasilkan.6). Ketersediaan infrastruktur fisik untuk pabrik dsb. 1)
Sertifikasi standar2) PengembanganTeknik/ Technology3) Proses otomatisasi atau
teknologi tepat guna4) Bantuan perpajakan5) Bantuan Promosi dan Pemasaran 1).
Peningkatan kemampuan teknik dan teknologi2). Peningkatan
kemampuanmanajemen3). Peningkatan penerapan ÌCT4). Bantuan kepemilikan merek
sendiri5). Peningkatan akses kelembaga keuangan/modalventura6). Out Sourcing7).
Pengembangan saluran distribusi 1). Pengembang an Desain2). Promosi Merek3).
Peningkatankemampuan lanjut usaha4). Penjajagan investasi baru
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Gambar 2.28 : Kebutuhan Dasar Ìndustri pada Setiap Fasa
%eori Basis Ekspor:
Menurut ¨ Teori Basis Ekspor¨: Pertumbuhan ekonomi kota atau daerah bergantung
seluruhnya pada pertumbuhan sektor ekspor (¨ basis¨) dari ekonomi lokal. Sebab sektor
non ekspor (jasa) hanya untuk melayani secara langsung atau secara tidak langsung
terhadap sektor ekspor.
Contoh:
Umpamakan sebuah perusahaan yang sudah pada fasa kematangan katakan ÌKM
divisi ekspor menambahkan 500 karyawan kepada fasilitas mereka. Dari mana 500
karyawan itu datang?
Beberapa dari luar kota ( pertumbuhan), dan yang lain dari daerah lokal. Karyawan
yang datang dari daerah lokal akan berbuat untuk meninggalkan pekerjaan mereka
yang sudah ada sebelumnya didaerah lokal itu. Mereka harus digantikan sesuai
pekerjaannya itu . Dari mana tenaga pengganti itu didatangkan? Beberapa dari luar
kota (pertumbuhan), dan yang lain dari dareah lokal, dan seterusnya. Secara serentak
semua 500 lowongan pekerjaan itu adalah suatu penambahan bersih pada daerah lokal
terhadap total ketenaga-kerjaan. Ìni sebabnya maka Ekonomi Kabupaten/Kota menjadi
bagian dari ekonomi ¨ basis ekspor¨.
Kemudian ÌKM itu membangun suatu supermarket baru pada lokasi dimana
memerlukan 100 karyawan untuk beroperasi. Datang dari mana 100 karyawan itu?
Kebanyakan dari daerah lokal, beberapa dari luar kota. Setiap yang datang dari luar
kota mencegah penduduk lokal lainnya menjadi pekerja baru pada ÌKM itu, sebab
pekerja baru pada supermarket itu tidak menambah total pekerja didalam tubuh ÌKM,
sebab ini tidak meningkatkan barang ekspor Kabupaten/Kota ke daerah lain.
supermarket tidak menyebabkan penduduk Kabupaten/Kota untuk makan lebih banyak
makanan dibanding jika tidak ada supermarket, begitu pula beberapa supermarket,
yang dibangun disekitarnya. Jika meninjau kota Kabupaten/Kota maka basis ekspor
Kabupaten/Kota adalah berdasarkan Location Quotien daerah ybs. :
[1] Deperindag, RENCANA ÌNDUK PENGEMBANGAN ÌNDUSTRÌ KECÌL MENENGAH 2002 ÷ 2004, BUKU Ì: Kebijakan dan Strategi Umum
Pengembangan Ìndustri Kecil Menengah, DEPARTEMEN PERÌNDUSTRÌAN DAN PERDAGANGAN RÌ, 2003, hal 27
Technorati Tags: Makro, 2003, APBN, Adalah, Air, Akuntansi, Alamat, Analisa, Analisis, Anggaran, Apbd,
Apbn 2006, Artikel, Asosiasi, Aspek, Asuransi, Bagi, Bahan, Bakteri, Bali, Bandung, Bank, Barang,
Bbm, Belanja, Beras, Berita, Biaya, Biologi, Bisnis, Budaya, Budidaya, Buku, Cara, Daerah, Daftar,
Dalam, Dampak, Dan, Dana, Dari, Dasar, Data, Definisi, Dengan, Di, Dunia, Ekonomi, Ekspor, Ekspor
impor, Embrio, Fiskal, Gambar, Globalisasi, Gula, Hama, Harga, Hasil, Hewan, Hukum, Hutan, Ìkan,
Ìmpor, Ìndonesia, Ìndustri, Ìnformasi, Ìnternasional, Ìnvestasi, Ìnvestasi di, Ìslam, Jagung, Jakarta,
Jamur, Jasa, Jawa barat, Jawa tengah, Jawa timur, Jenis, Jepang, Jumlah, Jurnal, Kabupaten, Karet,
Kasus, Kayu, Ke, Kebijakan, Kelapa sawit, Kemiskinan, Kenaikan bbm, Kerajinan, Kesehatan,
Keuangan, Kimia, Kinerja, Komoditi, Kompas, Komunikasi, Koperasi, Kopi, Kota, Laut, Lingkungan,
Makalah, Makanan, Malaysia, Manajemen, Masalah, Masyarakat, Minyak, Nama, Nasional, Negara,
Organisasi, Otonomi daerah, Pabrik, Pada, Padi, Pajak, Pangan, Paper, Pariwisata, Pasar, Peluang,
Pemasaran, Pembangunan, Pemerintah, Pendapatan, Pendidikan, Penduduk, Penelitian,
Pengangguran, Pengaruh, Pengertian, Pengolahan, Pengusaha, Penjualan, Penyakit, Peran, Peranan,
Perbankan, Perdagangan, Perekonomian, Perekonomian indonesia, Perikanan, Perkebunan,
Pertambangan, Pertanian, Pertumbuhan, Pertumbuhan ekonomi, Perusahaan, Politik, Produk, Profil,
Proses, Prospek, Proyek, Pt, Reksa dana, Reksadana, Riau, Sawit, Sejarah, Sektor, Sekuritas, Sel,
Sistem, Sistem informasi, Situs, Sosial, Statistik, Strategi, Struktur, Surabaya, Syariah, Tabel, Tahun,
Tanah, Tanaman, Teknologi, Tekstil, Tenaga kerja, Teori, Udang, Undang undang, Untuk, Usaha,
Yang
PERAN SOS!AL CAP!TAL !NvESTNENT DALAN
PERTUNBUHAN EKONON! W!LAYAH
(Studi kasus di Propinsi Bali)



OLEH:

U%# VP#%
P.063020031




PENDAHULUAN

Latar belakang
Pembangunan ekonomi suatu wilayah dalam konteks pembangunan ekonomi yang
berkelanjutan ditujukan untuk mendorong masyarakat berpendapatan rendah mencapai suatu
keadaan yang lebih baik. Hal tersebut dapat dilakukan secara bertahap melalui tujuan jangka
pendek yaitu penurunan kemiskinan dan dalam jangka panjang mewujudkan kesejahteraan.
Pembangunan ekonomi dibedakan dengan pertumbuhan ekonomi dimana pembangunan
ekonomi lebih menekankan pada proses yang tidak hanya mencakup perluasan kuantitatiI tetapi
juga Iaktor kualitatiI seperti kelembagaan, organisasi dan budaya dimana ekonomi tersebut
diterapkan. Sedangkan pertumbuhan ekonomi hanya menekankan pada perluasan kuantitatiI
dalam variabel ekonomi seperti Gross National Product (GNP) dan Net National Product
(NNP).
Tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi yang disertai dengan penurunan angka
kemiskinan pada periode 1965-1990an terjadi di Indonesia dan negara-negara Asia Timur
lainnya yang dikenal dengan istilah miracle growth (Bhanoji Rao, 2001). Penyebab terjadinya
miracle growth adalah tingkat investasi yang tinggi dalam physical dan human capital,
pertumbuhan yang cepat dari produktivitas pertanian, orientasi ekspor, penurunan Iertilitas,
manajemen ekonomi makro yang logis yang membantu mempromosikan saving dan investasi,
serta intervensi pemerintah dalam mempromosikan pembangunan industri spesiIik. Tingginya
pertumbuhan ekonomi ini diharapkan akan membawa dampak positiI pada penyediaan tenaga
kerja sehingga terjadi konvergensi dalam tingkat pendapatan masyarakatnya.
Tingkat pertumbuhan ekonomi suatu wilayah dipengaruhi oleh sistem perencanaan
pembangunan yang dipilih. Ekonomi klasik menyatakan bahwa sumber daya alam merupakan
mesin dari pertumbuhan ekonomi yang kemudian terbantahkan melalui hasil penelitian Ortega
dan Gregorio, 2002, yang menyatakan bahwa keberlimpahan sumber daya alam dapat
memberikan dampak negatiI bagi suatu wilayah bila tidak diikuti dengan ketersediaan sumber
daya manusia yang berkualitas. Tingkat pertumbuhan merupakan hasil interaksi antara sumber
daya alam, sumber daya manusia, sumber daya Iisik dan sumber daya sosial yang tersedia di
wilayah tertentu. Berbeda dengan pendapat terdahulu yang kurang memperhatikan variabel
kelembagaan dalam pertumbuhan ekonomi, Johnson, J. D., 2001, menekankan pentingnya
berbagai variabel keterpaduan sosial seperti kepercayaan, norma dan jaringan kerja sama dalam
pertumbuhan ekonomi. Variabel tersebut berhubungan secara positiI yang artinya semakin
tinggi kepercayaan, norma dan semakin baiknya jaringan kerjasama akan mendorong
pertumbuhan ekonomi menjadi lebih tinggi. Prilaku yang menunjukkan rasa percaya dan
kerjasama merupakan pandangan yang menonjol dalam interaksi ekonomi di negara kaya dan
miskin. Namun, peran dari rasa percaya tersebut berbeda-beda secara kualitatiI pada setiap
tahap pembangunan yang berbeda. Di negara Asia Selatan dan Sub-Saharan AIrica, sebagian
besar interaksi terjadi bila mereka saling kenal satu dan lainnya dimana reputasi sangat
mempengaruhi transaksi ekonomi. Hubungan kekeluargaan, keanggotaan dalam partai politik
atau organisasi keagamaan tumpang tindih dengan transaksi ekonomi. Hubungan ini dapat
dieksploitasi untuk membuat sistem pertukarangan ekonomi bekerja lebih halus. Sebaliknya
dengan interaksi di kota besar, interaksi yang terjadi hanya disebabkan oleh aktivitasnya.
Seorang pembeli dan seorang penjual hanya berinteraksi sebatas aktivitas jual beli.
Berbagai krisis yang menimpa negara-negara di Asia selatan membuka wacana baru
dalam kaitannya dengan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu wilayah atau suatu negara yaitu
bahwa perbedaan tingkat pertumbuhan ekonomi tidak dapat dijelaskan hanya oleh perbedaan
dalam input tradisional seperti tenaga kerja, lahan dan kapital Iisik saja. Perhatian terhadap
social capital yang berperan dalam mewujudkan kesejahteraan rumah tangga dan
perkembangan masyarakat serta bangsa mulai dicurahkan. Hal ini berimplikasi besar terhadap
kebijakan pembangunan. Saat ini terbangun keyakinan bahwa keahlian manusia dan
pembangunan inIrastruktur Iisik perlu dikomplemenkan dengan pembangunan institutional
sehingga seluruh keuntungan investasi dapat diperoleh.
Tingginya pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada periode tahun 1990-an memperkuat
keyakinan akan pentingnya peran social capital di negara berkembang. Pertumbuhan ekonomi
yang dibanggakan ternyata hanya merupakan suatu bumble economi yang sangat rentan
terhadap eksternal shock. Salah satu Iaktor yang menyebabkan terjadinya keadaan tersebut
adalah adanya kebijakan-kebijakan salah arah (misleading) yang lebih menekankan pada
keuntungan tanpa memperhatikan eksternalitas dari adanya kebijakan tersebut. Selain itu,
menurunnya angka kemiskinan tidak mencerminkan terjadinya konvergensi dalam tingkat
pendapatan masyarakat artinya tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak mampu
memecahkan masalah pemerataan pendapatan masyarakat.
Indonesia terdiri dari 30 propinsi yang memiliki limpahan sumber daya yang berbeda-
beda. Beberapa propinsi memiliki sektor basis pada aktivitas primer, sebagian lainnya
memiliki sektor basis pada aktivitas sekunder dan tertier. Perbedaan struktur perekonomian
wilayah dapat dipastikan mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut.
Wilayah-wilayah dengan sektor basis di bidang jasa menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi
yang lebih tinggi dibanding wilayah yang berbasis aktivitas sekunder apalagi primer. Namun
seperti dikemukakan sebelumnya bahwa sumber daya alam bukan satu satunya Iaktor penentu
pertumbuhan. Dalam keadaan tertentu sumber daya alam yang berlimpah akan berbalik
menjadi sumber malapetaka bagi masyarakat. Beberapa penelitian yang mendukung pendapat
ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi wilayah selain ditentukan oleh limpahan
sumber daya alam juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang tersedia. Ortega
dan Gregorio, 2002, menemukan Iakta bahwa sumber daya alam memiliki dampak positiI
terhadap tingkat pendapatan tetapi sebaliknya terhadap laju pertumbuhan.
Hanya negara negara yang memiliki tingkat human capital yang tinggi dapat mengatasi
dampak negatiI dari keberlimpahan sumber daya alam. Hal ini berarti bahwa pada wilayah
yang identik, semakin tinggi net investment yang dicurahkan untuk meningkatkan kualitas
sumber daya manusia semakin tinggi kemampuan wilayah tersebut mengelola limpahan sumber
daya alamnya yang pada akhirnya mendorong laju pertumbuhan ekonomi wilayah. Lane dan
Tornell, 1996, menambahkan bahwa dampak negatiI pada pertumbuhan ini disebabkan oleh
lemahnya institusi yang akhirnya menghasilkan ¨voracity eIIect¨ melalui mana kelompok yang
berkepentingan menangkap rent dari sumber daya alam. Selain itu, dampak negatiI tersebut
berkaitan dengan alokasi sumber daya pada berbagai aktivitas dengan spill-overs yang berbeda-
beda terhadap pertumbuhan agregat.
Berdasarkan rangking IKM (Indeks Kemiskinan Manusia) yang disusun oleh BPS,
Bappenas dan UNDP, 2001, ditunjukkan bahwa wilayah-wilayah di Indonesia yang memiliki
limpahan sumber daya alam tinggi (Papua, NTT, Kalimantan, Sulawesi) ternyata memiliki
IKM yang tinggi artinya di wilayah tersebut tersedia lebih sedikit pilihan dan kesempatan untuk
meningkatkan kesejahteraannya. IKM dihitung berdasarkan indikator deprivasi yang paling
mendasar seperti berumur pendek, ketersediaan pendidikan dasar, serta akses terhadap sumber
daya publik dan sumber daya privat. Keadaan ini tentu menjadi paradoks dimana masyarakat
yang seharusnya memiliki pilihan dan kesempatan lebih banyak karena dilimpahi oleh sumber
daya alam ternyata sebaliknya tidak memiliki akses kepada sumber daya tersebut.


#umusan Masalah

Telah diakui dunia bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki
keberlimpahan dalam sumber daya alam, sumber daya manusia dan juga sumber daya sosial.
Eksploitasi terhadap sumber daya alam selama tahun 1970-1990 telah menghasilkan tingkat
pertumbuhan ekonomi yang tinggi sehingga menjadi salah satu negara terkemuka di kawasan
asia tenggara dan disegani oleh dunia. Namun tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi
tersebut ternyata tidak disertai dengan pemerataan pendapatan. Beberapa Iaktor yang diduga
menyebabkan hal tersebut adalah (1) Sistem perencanaan pembangunan yang menganut
adanya trade off antara pertumbuhan dan pemerataan, (2) besarnya investasi yang tidak
seimbang diantara sumber daya Iisik, sumber daya manusia dan sumber daya sosial, (3)
Tingginya tingkat pertumbuhan disebabkan oleh tingginya tingkat konsumsi bukan oleh
tingginya tingkat investasi.
Adanya krisis mata uang yang diikuti dengan krisis kepercayaan menyebabkan
perekonomian Indonesia berada dalam keadaan yang terpuruk. Hingga saat ini, usaha
pemulihan sudah banyak dilakukan tetapi Indonesia belum mampu kembali kepada kinerja
perekonomian sebelumnya. Dibutuhkan waktu yang lebih panjang bagi Indonesia untuk dapat
mencapai keadaan semula dibandingkan negara Asia lainnya seperti Cina, Korea maupun
Malaysia yang telah mampu membangun kembali perekonomiannya.
Lambatnya kebangkitan kembali pertumbuhan ekonomi di Indonesia ini mengingatkan
bahwa teori ekonomi klasik yang menekankan pada akumulasi kapital perpekerja sebagai
Iaktor utama pertumbuhan ekonomi wilayah tidak dapat lagi dipertahankan. Demikian pula
dengan teori pertumbuhan endogenous kini dirasakan tidak mampu lagi terutama
menggambarkan perbedaan pertumbuhan ekonomi wilayah setelah terjadinya krisis
kepercayaan. Ada satu Iaktor yang terabaikan dalam proses pemulihan ekonomi di Indonesia
yaitu peran social capital sebagai hasil dari interaksi antar sumber daya manusia.
Sebagaimana ditekankan oleh teori new institution economi. Menurut Putnam (1993) dalam
suatu masyarakat yang memiliki stock social capital horisontal yang lebih besar akan memiliki
hasil pembangunan yang lebih baik. Warner, 2001, menyatakan pernyataan tersebut
berimplikasi bahwa social capital dapat meningkatkan pembangunan ekonomi dan eIektivitas
pemerintahan. Permasalahannya adalah bagaimana memahami peran social capital dalam
pertumbuhan ekonomi wilayah, indikator apa yang dapat digunakan untuk menilai keberadaan
social capital tersebut dan bagaimana mengukurnya.

Tujuan

Secara umum paper ini bertujuan untuk menarik benang merah yang dapat
menggambarkan peran social capital dalam proses pembangunan ekonomi wilayah. Gambaran
umum tersebut akan dicapai melalui :
1. PendeIinisian , karakterisasi dan pengelompokan social capital
2. Pendeskripsian peran social capital sebagai salah satu modal pembangunan.
Paper ini menekankan pada pendekatan deduktiI terhadap peran social capital dalam
pembangunan ekonomi wilayah pada tingkat mikro, meso dan makro. Pembahasan akan
ditekankan pada keadaan perekonomian wilayah di Bali dengan pertimbangan masih kuatnya
social capital di wilayah tersebut.
TIN1AUAN PUSTAKA

Social Capital

Perdebatan mengenai social capital telah berlangsung sejak dulu namun mulai
memperoleh perhatian kembali ketika Robert Putnam mempublikasikan buku berjudul Making
Democracy Work: Civic 1radition in Modern Italy (1993) serta America's Declining Social
Capital (1995). Perdebatan terjadi tidak hanya diantara ahli sosiologi tetapi juga antropologi,
politik, dan ekonomi. Untuk memiliki social capital, seseorang harus berhubungan dengan
orang lain dan pada orang lain inilah sumber dari keuntungannya (Portes, 1998 dalam laporan
Bank Dunia). Coleman, 1990, menyatakan bahwa sebagai atribut dari struktur sosial dimana
seseorang ada di dalamnya, social capital bukanlah private property dari beberapa orang yang
memperoleh keuntungan dari terbangunnya sosial capital tersebut. Social capital terbentuk
hanya bila setiap orang berkontribusi. Narayan, 1997, menyatakan social capital melekat
dalam struktur sosial dan memiliki karakteristik public good. Bank Dunia mendeIinisikan
social capital sebagai norma-norma dan hubungan sosial yang melekat dalam struktur sosial
dalam masyarakat yang memungkinkan orang-orang untuk mengkoordinasikan kegiatan dan
mencapai tujuan yang diinginkan.
Lesser, E.L., 2000, mendeIinisikan social capital sebagai kesejahteraan atau
keuntungan yang terjadi karena adanya hubungan sosial antar individu. Dalam hubungan sosial
ini ada tiga dimensi utama yang mempengaruhi perkembangan dari keuntungan ini yaitu
struktur hubungan, dinamika interpersonal yang terjadi dalam struktur serta konteks dan bahasa
umum yang digunakan oleh individu dalam struktur.
Seperti halnya human capital, social capital tidak memiliki tingkat depresiasi yang
diperkirakan. Social capital sama dengan ilmu pengetahuan yang selalu berkembang dan
menjadi lebih produktiI bila digunakan. Social capital perlu dipelihara agar tetap produktiI.
Tanpa curahan waktu, energi atau sumber daya lain pada social capital, hubungan antar
individual cenderung akan terkikis oleh waktu seperti terjadinya oksidasi pada sebatang besi.
Adler dan Kwon, seorang proIesor pada university of southern california dalam Lesser, E.L,
2000, mengatakan bahwa sosial capital adalah public good, tidak dimiliki oleh orang tertentu
tetapi tergantung dari seluruh anggota dalam suatu jaringan kerja. Karena dia bersiIat public
good maka individu memiliki kecenderungan untuk melalaikan kewajiban dalam memelihara
keberlangsungannya, mempercayakan pada anggota yang lain untuk jaminan pemeliharaannya.
Social capital dihasilkan melalui perubahan dalam hubungan antar orang yang memIasilitasi
suatu tindakan. Oleh karena itu, social capital lebih bersiIat intangible berbeda dengan
physical capital. Namun demikian, bersama-sama dengan human capital dan physical capital,
social capital memIasilitasi aktivitas yang produktiI.
Putnam, 1995, mendeIinisikan social capital sebagai karakteristik organisasi sosial
yang berbentuk jaringan kerja, norma dan kepercayaan sosial yang memIasilitasi terjadinya
koordinasi dan kooperasi untuk terwujudnya mutual beneIit. Rasa percaya akan memudahkan
terjalinnya kerjasama. Semakin tebal rasa percaya pada orang lain semakin kuat kerja sama
yang terjadi diantara mereka. Sesuai dengan pendapat Putnam, 1995, Kepercayaan sosial
muncul dari hubungan yang bersumber dari norma resiprositas dan jaringan kerja dari
keterkaitan warganegara. Dengan adanya rasa saling percaya, tidak dibutuhkan aktivitas
monitoring terhadap prilaku orang lain agar orang tersebut berprilaku seperti yang diinginkan.
Rasa saling percaya dapat dibangun namun dapat pula hancur.
Konsep social capital merupakan konsep yang relevan baik di tingkat mikro, meso dan
makro. Pada tingkat makro, social capital mencakup institusi seperti pemerintah, aturan
hukum, civil dan kebebasan politik. Pada tingkat meso dan mikro, social capital merujuk pada
jaringan kerja dan norma yang membangun interaksi antar individu, rumah tangga dan
masyarakat. Putnam (1993), menekankan pada hubungan setara (horisontal) dimana anggota
berhubungan dengan sesamanya sedangkan Coleman (1988,1990) menyatakan bahwa social
capital dapat mencakup hubungan vertikal yang dicirikan oleh adanya hubungan hirarkhi dan
ketidaksamaan distribusi kekuasaan antar anggota.
Norma yang dibangun dan disepakati bersama akan mendorong individu untuk
melakukan investasi pada aktivitas kelompok. Hal ini disebabkan oleh adanya rasa saling
percaya bahwa orang lain akan melakukan hal yang sama dimana masing-masing individu akan
bertanggung jawab terhadap manIaat bersama.
Output dari social capital dalam suatu masyarakat dapat dikelompokkan menjadi
consumption benefit dan production benefit. Consumption benefits berupa terciptanya
peningkatan manIaat akibat adanya rasa saling percaya dan komunikasi seperti perasaan
nyaman bila bekerja atau tinggal di lingkungan masyarakat yang kita percaya. Production
benefit terwujud dalam bentuk biaya transaksi yang lebih rendah, koordinasi yang lebih baik
dan economic externalities.

Sistem Perencanaan Pembangunan Wilayah

Perencanaan pembangunan adalah suatu proses yang bersiIat 'siklus¨ berkelanjutan dan
merupakan suatu proses pembelajaran. Rustiadi, E., et al, 2003 menyatakan bahwa ada 4 pilar
yang harus diperhatikan dalam perencanaan pembangunan wilayah yaitu (1) Inventarisasi,
klasiIikasi dan evaluasi sumber daya, (2) Ekonomi, (3) Kelembagaan dan (4) Spasial.
Perencanaan memerlukan kemampuan untuk memahami apa yang terjadi di masa depan. (suatu
gambaran menyangkut masa depan), kemampuan untuk memahami bagaimana masa depan
bisa berbeda, dan kemampuan untuk menggambarkan alat untuk mencapai masa depan yang
diinginkan.
Sebagian besar perencana setuju bahwa proses perencanaan adalah penting karena dapat
memberikan suatu mekanisme bagi pelaku untuk berIikir mengenai masa depan. Prosesnya
lebih penting daripada dokumen atau rencana yang dihasilkan oleh proses perencanaan
tersebut. Langkah-langkah prinsip dalam proses perencanaan yang umum adalah : (1)
Pernyataan Tujuan dan Proyeksi, (2) Intervensi pilihan, (3) Implementasi. Pernyataan tujuan
membutuhkan visi mengenai bagaimana wilayah seharusnya terlihat pada saat yang akan
datang. Tujuan masa depan seharusnya berdasarkan pada pemahaman yang realistis mengenai
apa yang mungkin terjadi bukan daItar harapan. Intervensi dibutuhkan untuk mengubah
outcome. Akhirnya proses implementasi akan mengumpan balik rencana sehingga bisa
diperbaiki untuk mencerminkan perubahan keadaan (Blair, 1991)
Berbagai wilayah memiliki master plan yang menetapkan tujuan di masa yang akan
datang. Master plan hanya memberikan gambaran kuat mengenai tujuan pengembangan Iisik
tetapi lemah dalam menggambarkan tujuan sosial. Tujuan harus dikembangkan dari keadaan
komuniti tersebut dan realistis. Pemilihan tujuan pada perencanaan pemerintah lebih sulit
dilakukan dibandingkan pada perencanaan swasta. Perusahaan swasta seringkali memiliki
tujuan yang jelas yaitu proIit atau kesejahteraan pelakunya sedangkan pemerintah memiliki
berbagai tujuan dimana terdapat persaingan keinginan dalam komunitas.
Terminologi pembangunan memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang, dalam setiap aktivitas
di setiap wilayah yang berbeda. Oleh karena itu, harus ada batasan yang jelas mengenai istilah
pembangunan sehingga pengukuran keberhasilan pembangunan tersebut dapat dilakukan. Secara
tradisional, Pembangunan dinyatakan sebagai kapasitas dari ekonomi nasional dimana kondisi awal
perekonomian yang statis menghasilkan dan mempertahankan peningkatan dalam GNP maupun GDP
(Todaro,2000).
Sejak tahun 1970-an, pembangunan ekonomi dideIinisikan kembali dalam konteks
pengurangan atau peniadaan kemiskinan, ketidakmerataan, dan pengangguran. Di masa
lampau, pembangunan ekonomi lebih menekankan pada rencana peningkatan produksi dan
tenaga kerja sehingga kontribusi pertanian menurun dan kontribusi sektor industri dan jasa
meningkat. Strategi pembangunan selalu mengutamakan percepatan industrialisasi yang
seringkali mengorbankan pertanian dan pembangunan pedesaan. Akhirnya, prinsip-prinsip
ekonomi yang mengukur pertumbuhan dilengkapi pula oleh indikator sosial seperti
kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, pemukiman dan sebagainya (Todaro, 2000).
Pembangunan tidak akan memberi arti walaupun pendapatan perkapita meningkat dua
kali lipat tetapi mewujudkan keadaan kemiskinan, pengangguran, dan ketidakadilan. Pada
tahun 1960 hingga 1970-an, sejumlah negara memiliki tingkat pertumbuhan yang relatiI tinggi
tetapi hanya menunjukkan perbaikan yang kecil bahkan sama sekali tidak ada perbaikan dalam
mengatasi pengangguran, ketidakadilan, dan pendapatan riil dari 40 ° populasi penduduk
miskin (Todaro, 2000).
Wilayah bukanlah sekedar suatu areal yang diberi batas tertentu yang identik dengan
suatu wilayah administratiI tetapi menyangkut suatu arti tertentu yang dikaitkan dengan adanya
permasalah-permasalahan yang relevan seperti pedesaan, Kawasan Timur Indonesia, Daerah
Aliran Sungai (DAS), perkotaan, pegunungan atau yang lainnya (Rustiadi E., et al, 2003).
Pedesaan adalah suatu wilayah yang dicirikan dengan keadaan yang terisolir, miskin, bodoh,
kekurangan inIrastruktur, ketiadaan inIormasi sehingga memiliki bargaining position yang
lemah (Anwar, 2002).
Sistem perencanaan pembangunan harus memperhatikan tiga aspek yaitu : Eficiency
Equity dan sustainability. Aspek eIisiensi akan terpenuhi bila sistem perencanaan
pembangunan tersebut dapat mewujudkan suatu keadaan yang lebih baik bagi masyarakat
dengan biaya korbanan yang sekecil mungkin. Implikasi dari keadaan ini bahwa sistem
perencanaan pembangunan harus dapat menekan biaya transaksi yang sering kali muncul dalam
proses pelaksanaannya. Aspek equity bermakna bahwa sistem perencanaan pembangunan
harus mempertimbangkan keragaman antara daerah, golongan, suku, agama, gender sehingga
hasil hasil pembangunan terdistribusi dengan adil dan tidak bersiIat bias. Aspek sustainability
merupakan satu hal yang tidak dapat diabaikan lagi. Tidak boleh ada trade-off diantara ketiga
aspek tersebut.
Sistem perencanaan pembangunan harus mampu menekan marginal rate of time
preference pemerintah dan masyarakat sehingga semua pihak memiliki kesabaran tinggi dalam
prilaku mengkonsumsi sumber daya alam yang ada untuk tujuan pembiayaan pembangunan.
Rendahnya marginal rate of time preference ditunjukkan oleh kecenderungan untuk
mengkonsumsi sumber daya secara bijaksana. Model perencanaan pembangunan di masa
depan harus merupakan suatu model yang dibangun atas dasar partisipatiI masyarakat lokal
karena hanya masyarakat yang memiliki ketergantungan terhadap sumber daya alam tersebut
yang memiliki insentiI untuk menjaga keberlangsungannya.
Sistem perencanaan pembangunan yang baik tidak selalu harus merupakan model baru
melainkan harus merupakan model yang paling tepat untuk mencapai tujuan karena Sesuatu
yang baru akan membutuhkan waktu dan biaya penyesuaian yang tinggi dan belum tentu tepat.
Sesuatu yang tepat dapat dibuat dari perbaikan-perbaikan holistik dan konsisten dari apa yang
telah ada. Selama ini perencanaan pembangunan wilayah pedesaan di Indonesia bersiIat
sentralistik walaupun telah ditetapkan undang-undang otonomi daerah, perencanaan
pembangunan wilayah pedesaan tetap saja dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten kota.
Hal ini berarti bahwa desentralisasi hanya diartikan sebagai pelimpahan wewenang pusat ke
kabupaten/kota bukan kepada masyarakat. Fenomena ini tentu saja tidak merubah keadaan
wilayah pedesaan menuju suatu perbaikan, karena masih banyak perencana pembangunan yang
tidak mampu menangkap aspirasi masyarakat di pedesaan. Sebagai contoh pemberian kapal
modern untuk penangkapan ikan kepada masyarakat di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu.
Hingga saat ini bantuan tersebut tidak memberikan manIaat yang maksimal karena masyarakat
tidak memiliki kemampuan dan ketrampilan untuk menggunakannya sehingga menjadi bantuan
yang tidak bermanIaat. Banyak lagi contoh kegagalan bantuan pemerintah yang direncanakan
tanpa menyertakan masyarakat.

Teori Pertumbuhan

Teori pertumbuhan ekonomi selalu berkembang sejak dikemukakan oleh kaum klasik
yang dipelopori oleh Adam Smith (1776) dan Ricardo (1817). Kelompok ini menekankan
bahwa sumber pertumbuhan ekonomi yang mendasar adalah pertumbuhan tenaga kerja dan
akumulasi kapital dimana campur tangan pemerintah sangat ditentang. Kelompok klasik juga
menyatakan bahwa peluang pertumbuhan produktivitas sektor pertanian akan relatiI lebih
terbatas dibandingkan dalam industri. Pasar akan selalu mencapai keseimbangannya sendiri
karena ada invisible hand sehingga alokasi sumber daya akan eIisien. Kaum klasik tidak
mempertimbangkan adanya eksternalitas dan biaya transaksi yang timbul karena inIormasi
yang asimetris. Selain itu, perekonomian tidak selalu dalam keadaan full-employment.
Adanya kegagalan pasar yang disebabkan oleh Iaktor eksternalitas dan inIormasi yang
asimetris menyebabkan harga tidak mampu menunjukkan besarnya biaya produksi. Oleh
karena itu muncul kelompok Keynesian yang menyatakan pentingnya campur tangan
pemerintah untuk mengatasi kegagalan pasar. Kelompok ini muncul akibat adanya great
depression pada tahun 1930-an. Model Harrod-Domar menggunakan konsep ekonomi Keynes
dalam merencanakan pembangunan suatu wilayah dimana pertumbuhan yang cepat dapat
diperoleh melalui peningkatan yang berkelanjutan dari tingkat tabungan dan investasi.
Namun terdapat kelompok skeptis yang berpendapat bahwa tingkat tabungan
merupakan kunci dari transisi pertumbuhan yang lambat menuju pertumbuhan yang cepat.
Kelompok ini disebut Neo-klasik yang dimotori oleh Robert M. Solow (1956) dan Trevor W.
Swan (1956). Solow menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh Iaktor
teknologi. Agregat Iungsi produksi berada pada skala constant return yang mensubstitusi
antara dua input, kapital dan tenaga kerja. Salah satu model neo-klasik Solow-Swan yang
tidak dapat disangkal adalah steady state growth. Model ini mengasumsikan bahwa sejumlah
output diinvestasikan kembali dalam jumlah konstan. Suatu negara yang secara permanen
dapat meningkatkan tingkat tabungannya akan memiliki tingkat output yang tinggi tetapi
negara tersebut tidak akan mencapai tingkat pertumbuhan output yang permanen. Implikasinya
bahwa perubahan teknologi merupakan sumber utama dari pertumbuhan.
Romer (1983, 1994) menunjukkan tidak adanya bukti dari konvergensi steady state
growth diantara negara maju, selain itu, tidak terdapat alat yang bisa menggambarkan
perbedaan tingkat pertumbuhan pendapatan antar negara. Romer berpendapatan bahwa model
keseimbangan dari perubahan teknologi endogenous disebabkan oleh akumulasi ilmu
pengetahuan agen-agen yang memaksimalkan keuntungan dan forward looking.
Aliran baru ini dikenal sebagai new growth economics yang bertujuan untuk
membangun model yang dapat menjamin bahwa tingkat pertumbuhan pendapatan jangka
panjang tergantung dari kebijakan Iiskal, perdagangan luar negeri dan kependudukan selain
pada Iungsi produksi dan utilitas. Model Romer mengabaikan asumsi neo-klasik yaitu perfect
competitition dan menambahkan asumsi constant atau increasing return of capital.
Implikasinya adalah keseimbangan pasar bersiIat suboptimal karena eIek eksternal dari
akumulasi ilmu pengetahuan tidak diperhitungkan oleh perusahaan dalam mengambil
keputusan produksinya. Implikasi lain, factor share tidak dapat digunakan untuk mengukur
kontribusi kapital dan tenaga kerja.
Lucas (1988) mengajukan alternatiI kedua terhadap model neo-klasik dimana sumber
daya manusia sebagai mesin pertumbuhan ekonomi. Ada dua model yang diajukan yang
tergantung dari cara output akhir dihasilkan. Model pertama, schooling model, menekankan
bahwa pertumbuhan human capital tergantung dari bagaimana pekerja mengalokasikan waktu
antara produksi saat ini dan akumulasi human capital. Model kedua, learning by doing,
pertumbuhan human capital adalah Iungsi positiI dari usaha yang dicurahkan untuk
memproduksi barang baru. Pada kedua model tersebut dimasukkan eIek internal dari
produktivitas tenaga kerja, eIek eksternal dari skala ekonomi dan penguatan produktivitas dari
Iaktor produksi lainnya.
PEMBAHASAN

Pertumbuhan Ekonomi Bali

Indonesia sebagai negara berkembang yang mengalami beberapa dekade krisis, mulai
merevisi kebijakan-kebijakannya terutama perencanaan pembangunan yang awalnya bersiIat
sentralistik menjadi desentralisasi. Kegagalan sistem pemerintahan yang bersiIat sentralistik
dalam memIasilitasi masyarakat menuju pemerataan, memerangi kemiskinan mendorong
lahirnya UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU Nomor 25 Tahun
1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Penerapan otonomi
daerah ditujukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya
yang dimilikinya sehingga dapat dimanIaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat
daerah. Peralihan kewenangan ini diharapkan memberi dampak positiI yang maksimal
terhadap pengembangan sektor-sektor produktiI seperti pertanian, industri dan jasa.
Pemerintah kabupaten/kota harus belajar dari kesalahan sistem perencanaan terdahulu
yang bersiIat sentralistik dan terlalu menekankan pada aspek Iisik. Harus ada reorientasi
mengenai pentingnya prinsip-prinsip perencanaan partisipatiI karena selama ini proses
perencanaan partisipatiI dianggap membutuhkan biaya tinggi padahal sesungguhnya terjadi
sebaliknya dimana proses perencanaan partisipatiI dapat menekan adanya konIlik kepentingan
yang merusak tatanan sosial ekonomi masyarakat dan degradasi sumber daya serta lingkungan.
Demikian pula dengan kabupaten/kota yang ada di Propinsi Bali. Sebagai salah satu
propinsi di Indonesia, Bali memiliki pertumbuhan ekonomi yang relatiI stabil namun krisis
yang melanda Indonesia terutama pada tahun 1998 tetap saja berdampak terhadap
perekonomian Bali. Turunnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 1998 diikuti pula
oleh turunnya laju pertumbuhan perekonomian Bali namun demikian laju pertumbuhan
ekonomi Bali masih berada diatas laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini berarti bahwa
sektor perekonomian di Bali relatiI lebih kuat menghadapi pengaruh eksternal. Sebaliknya
ketika terjadi shock akibat bom bali tahun 2002, pertumbuhan ekonomi Bali turun mencapai
3, 15 persen dibawah pertumbuhan perekonomian nasional sebesar 3,66 persen. Perbandingan
pertumbuhan ekonomi Bali dan Indonesia tahun 1998 hingga 2002 disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Pertumbuhan Ekonomi Bali dan Indonesia Tahun 1998 2002

1998 1999 2000 2001 2002
Bali -4,04 0,67 3,05 3,39 3,15
Indonesia -13,68 0,23 4,77 3,32 3,66
Sumber : PDRB Propinsi Bali, 2003

Berpijak dari tahun 1999 yang dipertimbangkan sebagai saat awal kebangkitan kembali
perekonomian Bali maka tidak terlihat pola pertumbuhan ekonomi klasik maupun neo klasik
dimana pertumbuhan ekonomi didorong hanya oleh ketersediaan sumber daya alam dan sumber
daya manusia yang berkualitas. Tabel 2. menggambarkan beberapa indikator kabupaten/kota di
Bali yang dapat menjelaskan bahwa terdapat pola yang tidak teratur dari keragaan
perekonomian antar kabupaten/kota tersebut dimana terdapat wilayah kabupaten/kota yang
memiliki laju pertumbuhan tinggi tetapi bukan karena kontribusi sektor primernya yang
merupakan indikator berlimpahnya sumber daya alam seperti Kota Denpasar dan Kabupaten
Gianyar. Laju pertumbuhan ekonomi tersebut bukan pula disebabkan oleh pembangunan
manusianya karena terdapat beberapa kabupaten yang memiliki nilai IPM menengah kebawah
dengan laju pertumbuhan diatas rata-rata atau sebaliknya nilai IPM menengah keatas dengan
laju pertumbuhan dibawah rata-rata (Jembrana, Tabanan dan Badung).
Peran sumber daya alam dan sumber daya manusia kemudian dipertanyakan. Besarnya
kuantitas sumber daya alam dan sumber daya manusia ternyata tidak cukup untuk dapat
mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi yang diinginkan. Ada satu aspek yang tidak
terbangun dengan baik sebagai modal dalam pembangunan ekonomi yaitu social capital yang
mencakup elemen kepercayaan, norma dan jaringan kerja. Social capital yang baik seperti
adanya pemerintahan yang dipercaya oleh rakyat membangun ekspektasi pelaku pembangunan
sehingga dapat meningkatkan produktivitasnya.


Tabel 2. Keragaan Pertumbuhan PDRB per Kabupaten di Bali Tahun 1999

Jembran
a
Tabana
n
Badun
g
Gianya
r
Klung
-kung
Bangl
i
Karan
g
Asem
Bulelen
g
Denpasa
r
Bali
Growth
rate (1999)
0.9 0.58 0.57 1.76 0.89 0.46 0.71 1.08 1.44 0.67
Kontribusi
sektor
primer thp
PDRB (°)
28.80 34.46 7.15 16.90 34.07 32.19 36.22 31.09 8.92 20.26
IPM
(1999)
65.5 68.7 68.2 64.4 62.9 64.4 57.5 63.1 72.1 65.7
Pengeluara
n riil per-
kap (1999)
583.67 595.01 588.14 582.39 587.1
8
588.8
6
578.01 583.98 595.65 587.9
PDRB per-
kapita,199
9 (ribu
rupiah)
4306,1 3706,7 8937,0 4985,9 4477,
9
3589,
0
2829,8 3105,1 5926,0 4790,
3
IKM
(1999)
20.6 15.6 23.8 20.8 19.0 19.5 27.8 18.1 16.5 18.7
IPJ (1999) 60.1 64.1 61.3 57.6 58.0 62.0 54.1 53.8 65.1 60.4
Sumber : PDRB Bali, 2003

Kelembagaan tradisional seharusnya menjadi komplemen dari kelembagaan modern
yang dibangun pemerintah. Demikian pula yang terjadi dalam perjalanan pembangunan di
Bali, masyarakat bali tidak mengganti kelembagaan tradisional dengan kelembagaan modern
yang dibangun oleh pemerintah. Keadaan ini diperkuat oleh jiwa keagamaan yang melekat
pada organisasi tradisional tersebut. Hingga saat ini organisasi tradisional masyarakat bali
masih tetap kuat seperti banjar adat, subak, sekehe walaupun demikian organisasi modern juga
tetap dihidupkan. Banyak penelitian membuktikan bahwa kelembagaan tradisional lebih ariI
dalam memahami konIlik pengelolaan sumber daya di wilayahnya karena lebih memahami
perilaku masyarakat sekitar sumber daya tersebut.
Bali terkenal dengan keindahan alam dan pariwisata budaya yang terjaga oleh kekuatan
social capital masyarakatnya. Hingga saat ini, aktivitas kepariwisataan tersebut masih menjadi
andalan karena menjadi penyumbang utama dalam perekonomian Bali. Hal ini berarti
pemerintah harus mampu menjadi Iasilitator agar social capital masyarakat tidak melemah oleh
adanya kemajuan teknologi terutama terkait erat dengan globalisasi. Upaya memberdayakan
masyarakat melalui kebijakan otonomi daerah tidak boleh menimbulkan masalah egoisme
regional melainkan mampu melebur egoisme sektoral sehingga mampu meningkatkan kinerja
perekonomian daerah.

Membangun Dan Menguatkan Social Capital

Warner, M., 2001, mempertanyakan sebuah pertanyaan logis yang terkait dengan
pengakuan terhadap peran social capital yaitu dapatkah social capital dibangun di wilayah
dimana social capital masih sangat lemah?. Bagaimana peran pemerintah dalam proses
peningkatan social capital dalam masyarakat?. Bentuk social capital yang horisontal
mencakup ikatan sejajar antar individu dalam suatu masyarakat yang membantu menghasilkan
keadaan sederajat dan struktur demokrasi yang kuat (Putnam, 1993). Hierarchical social
capital menghasilkan hubungan patron client yang dapat melumpuhkan pembangunan
(Duncan, 1992: Putnam, 1993; Portes and Sensenbrenner, 1993; Warner, 2001).
Bourdieu, 1986, menyatakan bahwa membangun dan memelihara social capital bukan
sesuatu yang alamiah tetapi memerlukan investasi yang menghasilkan sejumlah pendapatan.
Pada tingkat masyarakat, returns on investment (ROI) di bidang social capital lebih menyebar
dan tergantung pada reproksitas umum untuk menjamin pendapatan investor. Hal ini
menyebabkan di wilayah-wilayah dimana reproksitas lemah, pemerintah lokal dan penduduk
lokal kurang berminat melakukan investasi dalam social capital tingkat masyarakat. Selain
ROI, dua hal lainnya yang juga penting dalam pembentukan social capital masyarakat adalah
otonomi dan keterkaitan. Oleh karena itu, kekuatan desentralisasi akan sangat membantu
membentuk social capital masyarakat.
Di Bali, perbedaan pendapatan asli daerah (PAD) antar kabupaten dan kota mendorong
timbulnya rasa superioritas satu kabupaten terhadap yang lainnya. Hal ini tentunya tidak
mendukung terbangunnya social capital horisontal melainkan sebaliknya dimana social capital
hierarkhial menjadi lebih kuat. Hingga saat ini, desentralisasi yang dimaknai sebagai otonomi
di tingkat kabupaten menjadikan persaingan regional lebih kuat dan cenderung melemahkan
jaringan kerja antar wilayah kabupaten.


SUMBE# MEKANISME OUTPUTS
Individual
motivasi individu
Group
Resiprositas norma
Jaringan kerja
Society
Law and order
Regulation oI conIlicts
Open communication
Trust
OI other people
OI institution

Komunikasi

Consumption Benefits


Production Benefits



Gambar 1. Sumber dan Output dari Social Capital, Ruuskanen (2001) dalam Reino Hjerppe, 2003

Gambar 1. menjelaskan mengenai sumber social capital terutama rasa saling percaya di
tingkat mikro (individual), meso (group) dan makro (society) yang melalui mekanisme
komunikasi dapat menimbulkan dua keuntungan yaitu consumption benefit dan production
benefit. Seharusnya otonomi daerah yang bertujuan untuk mendesentralisasi kekuasaan dapat
meningkatkan social capital di seluruh wilayah Bali tetapi kenyataannya otonomi daerah saat
ini cenderung bertujuan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang berimplikasi
pada peningkatan biaya transaksi dan akhirnya dapat menekan pertumbuhan output.
Perubahan struktur perekonomian Bali dari dominansi sektor primer menjadi sektor
tersier terutama sektor kepariwisataan menjadi pangkal permasalahan lain dalam penguatan
social capital masyarakat. Dalam komunitas tradisional pedesaan dimana aktivitas budidaya
pertanian menjadi aktivitas utama banyak kegiatan yang dilakukan bersama sehingga terdapat
komunikasi yang intensiI. Sebaliknya dalam komunitas modern yang bergerak di bidang jasa,
komunikasi menjadi barang ekonomi dimana untuk memperoleh komunikasi yang baik
diperlukan pengorbanan baik dari sisi waktu maupun biaya sehingga komunikasi antar
masyarakat menjadi minimal. Perubahan struktur perekonomian ini tentu akan berdampak
pada melemahnya social capital masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan peran pemerintah
yang dapat menyesuaikan pada perubahan tersebut. ModiIikasi dari model perubahan social
capital masyarakat yang dikemukakan Hjerppe, 2003 diilustrasikan pada gambar 2.




Tradisional komunitas
(Agraris)
Komunitas modern
Jasa kepariwisataan
ProIesionalisme
Disintegrasi social capital lama
Perubahan aturan
Jaringan kerja baru
Kepercayaan baru


Sumber : Hjerppe, 2003

Gambar 2. Perubahan Social Capital Masyarakat Bali


KESIMPULAN

Berdasarkan kajian teoritis mengenai peran social capital dalam pertumbuhan ekonomi
wilayah dapat disimpulkan bahwa sumber pertumbuhan ekonomi wilayah tidak hanya cukup
dibatasi pada sumber daya alam yang tersedia dan sumber daya manusia baik kuantitas maupun
kualitasnya melainkan harus mempertimbangkan tingkat modal sosial (social capital) yang ada
dalam masyarakat tersebut. Social capital berperan tidak saja di tingkat mikro dan meso tetapi
juga di tingkat makro. Social capital masyarakat yang tinggi akan memberi keuntungan
produksi berupa rendahnya biaya transaksi dan keuntungan konsumsi berupa rasa nyaman
karena hidup dengan orang yang dapat dipercaya yang pada akhirnya dapat meningkatkan
produktivitas kerja.
Perekonomian Bali yang relatiI lebih stabil menjadi suatu pembenaran bahwa social
capital yang berbasis pada norma, jaringan kerja sama dan rasa percaya memberi kontribusi
terhadap laju pertumbuhan ekonomi regional. Salah satu indikasi kuatnya social capital di Bali
adalah banyaknya organisasi tradisional masyarakat yang masih produktiI seperti banjar, banjar
adat, subak dan sekehe-sekehe selain organisasi modern yang dibangun pemerintah.
Pembenaran ini memang masih lemah karena analisis yang dilakukan tidak bersiIat kuantitatiI.
Namun demikian, peran social capital tidak dapat lagi diabaikan karena Iakta telah
menunjukkan bahwa sumber daya Iisik yang berlimpah dan sumber daya manusia yang
berkualitas tidak lagi mencukupi sebagai sumber pertumbuhan apabila tidak terdapat norm,
networks of cooperation and trust.
DAFTA# PUSTAKA

042543/:8978079,/::3,33,9,/,7802:,3899:8907,9 20,:447/3,8,3-,

2 !747.2!03:3.. . 07:93.2-.9050302-.3.3.3 -0747039.33.3/9:..01091 /9025:.808547              .3/.7 897./...3.3.

83.5./.:.305.33.:.7 .2-..8 8--               .35..3. 80507989:/0../.07.50309.35.5.9.3!0302-.-07-. 090780/.8.3 8079..3-..7 $97.33. 9.3  !07. !0724/...3  3:-..2-.3-.39039.35.3/.3. .8.:.35073.:.3 038507.8:.385081..2-.39039...  090780/.3507...3/907.8500.331472.:.  .7 /.3.30380-:9:.897:9:7:39:202:..7 %.3!07:8.947 090780/.3  50.3502-3.3.3317./.550702-.3 .3 090780/..4-050302-.!0302-..3903.3 %  /89 50309.3.3.90!0302-. /.:.:8.3..8..

-7/8-   $0791.3/.3574/:.7 !0302-.3  090780/.8.503443.3/.897:9:718:39:5.. /03.3.3317.3808:.889.3%03.

: .344 !748084942.8.%0.9.98.

808002-.39:.7.0:. .3.9.32.302.3.25:.3903/.3% .3  !033.390344 !033.25:.39:..32070 803/7 !033.350307.9:3.39:..8..3!74248/.3.90344905.9.5.9.3!02.30502.3 .35075.3.3 02.0203 !033.9.

380.8.888547 !079:2-:.:/.2-..302.38094708547 -./.3 /.8.7.07. .07.3.72.7..-07..3..32070. 5079:2-:.02.3.3  !0302-.7.5.88 /.8-.3.2..3.808547203.3-07-:.888547 03:7:9 %047.3.3/.38:3 907...7043424.3..7/..3.7:              .33.7/.3.39:/.380-:.5.:7.9./..1..3 !74248070  !033. .2-..38:/.039:7..5.35007.89.7.749.8.5.24/./.-80947 34308547 .3 .39:3 80:7:3.3 /.$09. $0-..1.9.9:39:2033.:80. .3 .58094708547  4394 &25.3.7 0-:9:. ..7.3/.9.25:./.5079:2-:.9./.3/.7:.4..8.82070.3 0-07.308.507:8.30434249.  :9$4:7.07.73/:8975..9.4..9.. !03.089.:39:20.9/.9.38.  .3./..3:9:8..305..38:3.3/897-:8 !0302-. %047.

-3. $0.7:8/..7/.9: ..2.3..2-.5.././.380907:83.39:.399://..35007.7 49. 443.5949.30-07.3 380-.. 5007.80-0:23..903./.70.72. 07.3-0785.9:503./.807039. 802:.3 /..4.503.4.4.3808:..7./.9: 070.7:..//.07.-:5.33.3.0903. /.903.38:/.3.3/. 907.39.3./.07...4342. 5079:2-:.8:.9.

7.9:8:5072.7:.8 .49.3/..3.9.3/.949.2-..-.7:.7.8808547  02:/.4.709-.-39/.5. .8/2.3:38:..2033. $09./ -.-./.7/.9.-:5.. 20207:.203.3 .3.3/./.7:5./.503/:/:4.39: 0-.203.7:5.203.5./.0.39:202-.5007.8:5072.29:-:  80-.72.//.7 49.749./5007.33..9.3/.7099:9/.704342 -.3/.3-.9: 80-..7.203.07.7:5.4.3:39:-074507.308547.- 5007.903. -0-07.3.

.0/.3503/:/:.2030-.07.-.3  8:5072.49.903.7099/.-:5.

3/3...73.709  . 2.8:5072.-:5.3.-0-07.3/-.9/.2033.3:3/809.30--.3.5./.8:5072.49.. .709 -09:5:..:49.3/-.903.:39:2.

8808547 ..49.-:5.-.903.2.

 !07. .8..5.3.3. 7 :39. .  .907  .3  !03//.3:7.3/. !03:.3/:3  . .3  2.089.089.3  .  ::  .3 !03:8.9 !07.3 04342  !07:8.  #..3 !03.  .90&2:2 !0302-. 07.3  -2  0.903 .3  .3  .... 8. !#%!#&$%#!##   .3  &39:  &8.3  !0704342./.38 .2.2-.3.  !03/.3  !070-:3.  .3 !034.7./.3  ::2  :9. 4342 8547 8547 2547  2-74  8.8  $0  $8902 $890231472.  !.  .3  !49  !74/:  !741  !74808  !74850  !740  !9  #08.3.3.  44  838  :/.3  %0344  %089  %03.3  080.3 !07.3 5-/  5-3    790  848..8 $9:8 $48.7.3    .. $.3.07.8.  .  ..88 3..3:3.3.12.3  !.07..3  !03.9  0283.9.  %.3..  0.943":4903/.989 $97.. $9.3 :2.8  850  8:7.3  !0704342.3 --2  07.:3  ...  .-.3.2-.0203  .  3.8  94342 /.  %0.2.3.07.3  !07/.  .3  !07-.3  :3.8.3$97.:3  %. :73. 0138 03.3  !079:2-:.:  $..7.3 .  7..8  4507.:9  3:3.7.74   ! /./  !.7: !03079.843.8..7  .38.34.7 .9.-07/.92:7 038 05.  !.::1#9675:.3  !020739.8.3  !079:2-:..3  . /.709  .3  !02.3.33/:8970.8  3.  !.  %047  &/.  .49.  #08.3.  .90 $97:9:7 $:7.9  3.3  03.25.-:5.  424/9  425.  !./. %.8  45  49..3.0303.19.2.9..3  !02-.  $0947  $0:79.9..  .3.3 .2  . .507  !.79.2 .8.:  0  0-..3  &3/.3.  .3  !03/:/:  !0309.  .3 !03.-7 !.. .8  42:3.2:7 .8.7.903.3 :3/.  ://.  307.  .7.3  0:..  .....8  0.-8  (05073/.9 .8  39073.  07.3..347.7  4-.7.8.  3/:897  31472.2.78..9  $0..8:8  .3  !079.3 #%!&"&#'!&' !'  #%' !"!"  &.9 3.7.8 /  8.3 3/4308.8  :.3. .8.7  !0:.9%.8. #&!&$%#    &&0-.7.8  079.8.  .-0 %.3.5.-.7.7.3  0.38  .843.3  2547  3/4308. 3..7 .3  !079.

 %2:7 .. /2.3.3.-0 04342 805079 7488 .9 !  /.8.3 /03.3.7.3.8. /...    &%#'!#% !        !&&  .3 04342 93 .3 /..3 907.2 .389./3.:5507:..9: 503:7:3.7.3:.907./ / 3/4308.947 :.4   !030-. 2030./.9: 0. 5074/0   . .203.3:3.3 80.3.9.0749 .8.9.5 :.3 04342 8:..3.943.3 -070.38.7.399.3  $0/.27..3 .3 5. 5../.3 09 .3 080.3.:9::.3 04342 /-0/.3. /03.3 .91 805079 002-.5.3:3. !74/:. 1.3  !02-.:./03.3 /.9: .3 /8079.. 0283.3 :.2 43908 502-./.3.5.2 .. 8:.3 -:/.3 0- -. .3 0283.33.3 /9::..3  !02-.3  47.3/03.943.34#. 8. 503/0 ..7-0.3 30..9.8 /.3 .9 -07503/.91 /.9 !  %3.3 5..3 04342 /2.3 04342 .5.3. !74/:.3 703/..7.399..9/.574808.3 5079:2-:.91909.3 503:7:3.35..-907.-079. 30.3 04342 .9 5079:2-:.3 20::/.3:9. 507:.. /.90780-:9/.3 043420-2030. 502-. 04342 90780-:9 /907. 203.3 :39: 203/4743 2.39/.5 20.7.3.5..3 5079:2-:.3:3..3:3./.

 5079:2-:.3 802..3 .3-07:.304342 3/..2:3  507... 93.5..  30.3 3472./..3848. .3:3.8  2.3. 507.9 5079:2-:..9 5079:2-:...850309.8.7  3907.8 0.3:3.3 203:3:.95079:2-:.3.2  8:2-07 /.  $047. 848.7. /..3 /.: 8:.. 8. 207:5.3 .7... -08.9.7: 40 88902 50703.  5079:2-:..7..2.7.3 .9.3 8:2-07 /..73./. /03..39.9.3 -07-0/.3 3 /. .:8  $0-..3 :7.320.7.2207:5.8 08547  503:7:3.9. 2070.. 54891 .3 97..9.-0   07-..089.3 93. /503.-.3 .38.3 /. 80-...3 2083/.5...3 7.9: .:.3:8.3 283  .: .8.3/.32... /. 802...91-.3-.8 5079.. -0/..3 93 /..3.3 :2.3 .5.3.05.3.73.3 -.8 / 49. .3 04342 -007.5030/. 9079039:  07-0/.3 04342  '.3:8.3 40 .549 .25.8:2-07/.. .9 202503.7.3 03.39.2.. 705:9.3 503933..25.3 502-.. 2.2 3907.3 20325.-.3207:5.-0 90780-:9 -07:-:3.8 :39: 202-:.293.8 8.-0 002-.33.9 88902 5079:.3502-.304342. -07-./. / .8 .3 203/4743 5079:2-:..33.9.8..804342 :-:3...3903.2 . / 8.8. . .2 58.548915. ..75079:2-:.9. 8..7.3 04342 8:. .3/.2202574248.8:..7.9.300:.3. 07.5502-.27. 18 /.3 503/.38..9.9503/.9.9: /..9.7 7.3 8:2-07 /..2 /.9 /. 507.8.3 93 0507.7.3.   %3..83907. 80.3 203434 /.9 3.33/:89785081 %33.3 90780/.3 93/ /03.9: 30./:.3. 30.7 574/:9.3502-0/....38.7.7.9:.8.0 749 .3$:- $. 90780-:9 -07-0/. 788 .348.2. 0- .9 907/.3:3./...8.. /03..3 80.79.: 47..8050790507.3907.3 0.089./ 0- 93  !7.307.7:97.59.3 790.3 202507.38:2-07 /.3 9:25.3...3/....3..-009075..9: .302:/./. 80.3 -.0385020739..  8:2-07 /..8:.3907-. /.3202-.9 /08549.38047.:: .8203.907.3 07.83.3 -08..9.7./. 8.8  8079.3 04342 203..7.7.07038/.8.3/5 4342.3 04342 8:..9: ../ ./43.9 202-07./.8 .2 5079:2-:.2. 30.793.35..5 9.3. /.3 07.7.33.91 5.3503:.3.9...30.3 203. /80-.3090780/.7: /.3 .3/./.5.2 5079:2-:.7..3/.8 %3. /2.. 809.38.3 10799.93.25..3 .9./:9/03.803.9.$0.5.349.3 70474     .9. /03.3. -.3 04342  43843         2030.3 .39:202574248.3.804342/ 30.3  47039.3  3472...3. :.3 3907..3.7 3907.3 202-:.880-.3 907.9/.8 04342  :-:3.3 202-./ -.0203043422.8:2-07 /.. 0-0725.-073907.9.8 907.3 17.74..3.2.

...304342 . 18 8.... 207:5.3 502-.././8:2-072. 0-.3 90780-:9  $0.2 :.  790.. /9039:.3/3.3909.3 8.3503933.-0702-.3 04342 .3.32.2 202 /.9503/. 0-..0723../.3 9.3 2030-.9: -:2-0 0./. .2-:.57207 .3 /..-.8. .3 40 :.3.3...9 3 907-.1. 54891 907.9.509.50309.59.. -0/.7.3 -0725..9.3.380947-.2 35:9 97.. .38..3 8:2-07 /.3  .9:8.... 2. /. 0../. 805079 903..3 90780-:9 .3 -07-.8.2 93.7 574538 ..3.9 /5.3 202503..593. /.9. /. 43.3 202 25.2:.9.50207.907./843.2 20::/.:5079:2-:. .9  3/4308..3:3.3 907907  !07-0/. 5079:2-:..8 8:2-07 /.  !07.:5079:2-:./3. 2.9.5.9 0-07.3 3899:943.3203/::3503/..3 9079039: 8:2-07 /.2.3 /9039:..3 93.3 9073./03./.3 .3 0-.8.3:3. 40 507-0/.3 907.3:8. 203.7907.9 3 203:3:.7 .5 84.3 ./.33..7.3 40 25.3 93 9/.89.3 50702-.3 .8-08.304342/3/4308.8 80:3/07 /.3 -. ..3 9:  203:7:33.3 080..  .-.-.9 /0../. 0283.304342 . . /. /.907/7/.3 90780/.88.-. -.9 503/.:3 .9/50740  %33./. 280.3 -.7. .3. ./3. 202 80947 -.3.5.793.9.947503039: 5079:2-:. 507-0/.3 8:.3 5. .5074/09.3 -07-0/.33.3 897:9:7 50704342././.5.38:2-07/..3 70474     20302:.507.3-0725.3 2.3 089073..897:9:7 18 507: /4250203. 803..25.3  $.3 .3 ..9.9.3 .8.089.3.5.3 -07507..:7.580-. .3 0-93/-.3 0- 2030./. 0.5 089073. 93.32.3 /.2:3 805079/02:.3.35.. 8:2-07 /.9..3 /-.3 317.5. .4342 .384.3 04342 .5././30.3 907. .2 0...9 5079:2-:.3 502-...3..3.8:2-07/.. 07.7.8 57207  80-.80:7:0:39:3.380-0:23.. 84..7.3.5..9 5079:2-:..5.9 0.8/. ..9..8.5. 203:3:.25: 2020.947 .3 /03.3 907.5.5.3 . .9: 1.3 8.3 9/../..3503/.3 1.907.3 907.9.9.9 7039.-. .5079:2-:.9.3:8.3.88 5..3 !079:2-:.7./. 203.8.3:3 0.3 /.3 2.2 .59.8 /.32.... 80.5 0-.3./3  .3 7:2.3202507:..7: 93..9. 90780-:9  .3:3.98079.9 .59.88 5..88/ -/...9.880:3/07.5..9 5079:2-:.3  ..3 04342 9/.38. 8.3 -07-. 202507.. 0:39:3.  0-07../.9:3.9.07038 /. 574538 202 80947 -.8.. 9.3 04342 .  $.. .3 502-.3..

3:39: 2033.320293.25.9.808907.9/.408:2-07 /./.3 202 25. ..3 9:  /.802.79 -. 203.0892039 ..907.3 04342 .5.:2.8 /.38:2-07/.7:83.7.2...25. .  8549./.9..3 3/. 30.8 /.8..5 7039 /.9:2. /.-./.203.7.0-80/95.47.3 203.3.5 8:2-07 /.3 3 /80-.30.. -..29073.3 /80.2.57..3.3 04342 .393 803../25.2.7.3 8:2-07 /. . .-07-. 30./..3 203/.3 ./.3 -../..308025.3.3 /8:8:3 40 !$  ..90110.3.3 93 . ..39./. 9.907.7.3 -07050393.3:8.8.7 0-0725.8:2-07/. 5079:2-:.9..33  3/08 0283.793./.202.848.703..2 8:2-07 /.5:.3 202 0-0725.2 80..91 /.: /:3. 203.9 20..33.9...   /9:3 -07/.304342 ..25:.9.3 40 02.   %0. 3/4308.8.3.3899:8.5.393/.3  $:.8./.28:2-07/../.8..70.3.9.23.3/.2 93 !.8 907. .393. /.7.73.9 5079:2-:.30.. /. .08  9073..3/03.2  $0.8.2  ..3/.3.7.55079:2-:.90702:.3/.2:3 93.3 40 /:3. ..380.2-. 05:.30--.8 .3:8.3.7 8:2-07 /...3 :39: 2033./5..90780-:9    #:2:8.2025.3. 2.4.80805.38:2-07 /..9.3 /..3.9:30. .3:8.3 . . 903.9..2.25.9.9 0.3 /039  802.7.5503.:.7 8079..73..: 5079:2-:. 30.. .30 /. 5.3 :./..5:-/.91 90780-:9 -07../.3 -. -0/..3 93 309 3.3 8:2-07 /..90780-:990780/..8/03....3 5..  %%  .3503//.7.3.  . 202 ..:7.339039:203..308025.25.39302.8.04254. 8.3 %4730    203./48/2.3/.3-07-0/.3..9203.3 080..3 .078.7805079-07:2:7503/0 090780/...:3    90.9  07/./ 8.58:2-07 /.  .3 7.9..385 4.8 8:2-07/.7.9.90780-:920304..8.80-.91 5.88:2-07/.59. .  .8. / 3/4308.3 .8:2-07/. 30. .3 :.3 5...8.3 &!     /9:3:...3 93. 203/4743 ./.947 /057..9 .3. 3 -07.9 5079:2-:.

 203..5. :. -.3 -.:39:/.3:8. 50704342.50704342.3  02.90780-:9 9073.9:.3 5:.5.84.3.8 ..3:3.73.3 5073...7 8:2-07 /..8 .7. /5079. 9/.7.9.59..3 .. 502:. 3/.30109. 9047 04342 .-. 788 0507..   $8902 50703. -0:2 2... .3 8:2-07 /.3:3.. 2.3.3202 .3.7 3907.3.0-07.2574808502:.  . /../.0-.3502-.-.7.3 9047 5079:2-:.9:2.9:1.9/:3.3 /..3.8 -..  470.5.2.3 802:.3  !072.5 3/4308.3 .3 . 805079 3...2 5079:2-:.9..3    -08.3 40 933. 2..39.33.3907.3 .3 /. /..9.84.3.3 503/.. .3 50207.3:302-.59.3/..3:9 .947. . 788 2.3 909..4342  03:7:9 !:93./.:2:.3 50704342. 5079:2-:.8.2 8:.3 788 0507.3 04342 . 80-..8 /.9..3 90780-:9 -0725.32033.2..3-.30--08.:. 5075007..9.3 9/..7. 8../.3 5.9 5079:2-:.9. 802-. ./0 411 .25: ../. 97.5.3:3.39.2 507.304342/3/4308.2 0. 2. 1./. 2.3 84..59.30-5./.947 .9./.. 8090.3.3.9 438:28 -:.33..3 40 933.9 203. -.8 .39./3. /.3/3.8 .59. 3.3 84.3 502-. 307..2-.3 9/.9.. . -:9:.2   /.5..089. 848. 8..5.3 84..  $0-...3202894.93.... 5079:2-:.2.3... 8:2-07 /.3:8..3 04342 .3 8:/.304342/3/4308...93.9 2033.90780-:9/.3 //:..8.9: 507..5. 05.3 3/4308. /03..7.3 03/4034:8 3 /7.-. /90.3 0- -. 93. 8. /.:5:3 .59.947. 202.. -07.3.302-..3:39:203.3/4308.3 5079:2-:.380-0:23.8. /03.   %::.5.3 507-0/. 18  8:2-07 /.9.25:202-. 93.3.-.304342/.39.947 :9.3.9.3 2030-.. /. 9/.. .7.2-. 1.3 2030. 90780-:9 .33.3 203. 907..7307     203..304342.3 30.8 5020739./..  .3 .3 50207.. 2030-.203::73.25: 02-./. /-.3 9075:7:  3.93.8.8 502-. 907:9.3 /80-.3-.3 /:9 /03.2.. . 0.3  0-07.089.2..3 /.9.3 ... 80-..3/.2.8  /..9 3  :8.3 40 9047 30 3899:943 0. /8079.    %33.390../..5079:2-:.59.9 .478439.

  8079.7 907-.350304254.8/.7.3 .3 04342  &39: 202 84.3 /.9.3 50704342.7. ..3:3./.8 :. . 90.#4-079!:93.7.80-.3 5..%7.9 274  2084 /.384.7-0-07.3.5..3507..7..3 50792-...507 3 2030.9.3  !..59./94334/073 9.../.90780-:9  %&!&$%  $4.90789 5:-. 84.3..59.70:39:3.3 :39: 203.3. .. 809.97-:9 /.3:3../..384...5 :.3 848. /2. 84...547.3 /03. .47.8:2-07/.3 207. 5.3:33..3...9.59.2:3 2:...9:24/..3 :-:3. /03..9 /.7.3    203.9 /. 44/  .207. .47..8.3 84. 90780-:9  $4.2..3 -. :2:2 5.5 47.7 -03. 848.3974544  549  /.3..507 3 -079::.84844909.3. -.59.3507.  402..3 202 .3. 20250740507. . .3907.  !07/0-.59.3/./.2-. 3472.3.. 203/0138..3 .3 :2:290780-:9..3    203..//.3 84.3 .39.5. /.  $0..3 20250740 0:39:3.3 :3.2574808502-.38:3 80.3..9..  !03/08758.93.3 ..3. 80-... /.33.59. /... ..35./.:  !03/0138. .57.59.3 04342 . 80. .384../9/.59.304342..47.59.3 :3. !47908 /./.3/.. 200. ./. 0. .09.3 20303.8.59..905745079/./...9..7.8. 503/0.20./.   !07/0-.59.. 808047.5 507. 907-039: . 80-.3 024.3 2.3 /.3..3 84..59.302-.3 . -07. .. 3472...7:8 -07:-:3.3:3.3 47...22025:-.59.  808047.23.2 502-.5.3 /0/:91 907.8../.9078..7..3-::-07:/:.2 897:9:7 848.3 -074397-:8  . /:: 3.-:.3 200. / .502-.. 93.2-.59.7.74  !02-.2 897:9:7 848.7 897:9:7 848. 84.33.3 /90.9 203.3 5.33$4..3 2.9.

3 .3 802..9 .59.2    203/0138. ..3 ..23. 7.-.3-.907..358.7: 50702-...03/07:3.3 203./: .03/07:3.3-08  /07 /.2897:9:7   $05079 ..7..3..80-..5./..  84.3  08807       203/0138.3907..9.. 3 .. 8...2.7.3 2: 50309.7 909.3 ...9: 897:9:7:-:3.89.3 07./ /..8.. /:3.2:9:. 8.2.7 80:7: .39..3/:3.703. 70857489.8 .3 07.3 202:33...3848.349.59.3 3 .3 /..3 47.2 :-:3./.9.3-0 -07-0/.59. /.3 5.3 /3.  :-:3.703. 44/ 2.//.38. ../.3907840.8.3 907.. 202 93.59../24047.9.  $08:. 80-.-03019 #. .9 39.59..59.39.59./.3 90-. 5.848.3 -07-039: ../...3 ..9. /03.3 907.73..3 2021.. /2038 :9. :3.3 . .89.3 .8.3-./03.3 ..3 :39: 20.  3472..3 0.3 507.90789 47. 080.7 :-:3. .9.8 907.7 0:39:3.3907507843.2:-:3.7 3472.3 . ...3.5 574/:91  %.7.3 /5077.9 !:93.3 43  8047.3 58. 8. .3 /./.3:2..2... .7.3/33.7.8.59.:. 3/.9::..3 20..2.3 202503.. 80-. 2:3.  84.2 2.39:3 /./.8 .3 84./.8 848.9 5:-.2./. 8.../:/. 447/3.3202:/.3907. /-:9:.3 . .7 3/.2    0507.73.8...3. 7. 9:  84.39.8 /.3 848./.3  0 ..: -0702-..9..8 8:..59.9:  0307 .43908/.59...:-:3.59.. /03.: 0:39:3.3.3 2021.44/ 9/.3.3403/.../3.39079039: 909.3 -078.:7.39.3 848.8. .7 47.0789 41 84:9073 .3:39:. 07.1473..9: 93/.349./: 202 0.89.8/.3 ..8:39:907::/3..7 0907.33.3 07.344507.3 /.59.3...: 507:-.2021. 507.2 2020.3 0.7.30. ./..507.  03...  . . . 84..9.59..3  $4.3 503/.33.3848. .3 0507. 202507...8./ 0- 574/:91 -.3 :. /.33.: 8:2-07 /.2.48/.8..9:805079907.3 47./.2 08807      203. :2:2. /.9. 507: /50.3 84.3574/:91   !:93.3 80. .35.7..8.3 :39: 203447/3. . ..2897:9:78079.59.3 .. 0- -0781.9.3 57410847 5.  9/.  $02.38:3...5:-....: /./:. 9/. /.2.. 47.3 .35.5. 0-07.3.3 /./3. .3 -078:2-07 /..  $4.2 8:. 9.73/.. :2.2:3/02. /..85..5 907.7.3  $4. -0781. /.. 2070.3 /.9 /05708.8.703. /03.73.9.35020.3 203.3.9 07.3 .9: .

:7  4380584.943 -03019  438:25943 -030198 -07:5.3 -.3 2.7/.3 0- -.-./.3:3./ . /. .30..7.3...3.  !0703..943 -03019907::/ /././  09.5.3./:  7:2.9 8:8 -070./.9 -078.  203..9 /04254..8. .9.3 /..3.3502-.079.039.7. ./.2.8 . .3 -079.92084/.747....5.9203.8  .2 50703.3.3 808.3 #:89./:./.3 203.8 04254  .:5 3899:8 805079 5020739.   472.3274 84.8.: 93.2.207::5.2:3/.340. :-:3.59.3-.95:. ...3507..2 8:.  /2..7:8 /507.8./..:47.8:.908   $8902!0703.3.3 507.3:3.30-0-. ..  :95:9 /..7.9274 2084/.3/897-:80:.3.78.9: 2.. 907.....3.7.438:25943 -03019 /.3-.3 0. 203.2.3 207:5.3:3.3..93.3549 !..349..3 3. . 9.3/.3 /-.3700.089.9.. -007.8.557.3.-907.3 ::2 . 8.3 507./2.9.  ..59.59.3 502-.3 203/4743 3/.31.9./.:.9-078. 478439.8 /..-..3 .3 574/:. ..3.5..3 202-. 97.8 5./.3.833/.7 84. -07:-:3. /.3 -. :-:3.207:5.8. 3 /80-. .3 /.3. /. .9 ./.7.    4342    002-..8.... 8. .5.2439473907.2.83 2.9 2.3 07..9 .5.3.3!02-.3./.3 /805.59..3 809. /.  ..3   $5.-. 80/.3/33.9.09073.3./.3:33..3:3..8./.4342.3    203. 7.47.3:9.3 7.2.3.3 .2.3.38.52..3 402..9.3  #.9:   3.9../.3 09/. .343805./..9 /.81.59.59.320.3.2 -039: -.3 9. / 3:3..:5 :-:3.9  !:93.3 5.. /.3. 93.3 2.3 3.3:3 3907..8.3 40 ...39.3...3 2.2..390780-:9-0757.3:3 /../: :39: 20.  447/3.:.9/-.8.3 /.3-0781. 507.3 .7.73.8..38..8 8:2-07 /.74  !..8 ..  !74/:.8.9:7. 7.3 2.9 .3 42:3. 5033.7.31..3 3472.349..8 805079 507.39.:.8 . 84../93./.38:.7 ..9:574808502-0.3 /03.:805079.3 0- 703/.74  84..9:574808...8.3...2   2030.7 3/.

50393. 97.:3... 2. 907.3 -07-0/.!0703.    !073.3033.3 90780-:9  .9.3 80-./.380.3.7    07-. 503::7./ -:. 202 9::.3 /.2!2.9..25:. 43/8 .9 .3:39:202..//2.370.7:8/02-.3 8.8  %072344502-.8 /..:.9 202-07.9 20303..3.../..8.-.3:3..9.3 202-:9:. /4:203 .3. 9:  . 8073.98203. .3/..3 5.3-07-0/. .7:8 .3820 -. 4:9..3  8:.3/3.8./.89. 57385 /.7.89...3.2./843.3 .3 90780-:9 /.3/.302.3.907/.9.5. ..3   2502039...3 /3.7 04342 3.5.8.3 803.8.57480850703.3 /33..2.8 !073.3 0.89075.3 0..3:3. /05. 89.3  $0-.3.2-.2.9..3.5.2 -..3907.3.35.3 8:.3/.79.8..9.3:3.3 :2:2 .3-08..2 574808 50703.89820303.5. -. 703.  !02-.9. 2.3 9::.3 . 50703.8.8 20303.3 /-.  /.8 .320207:.3/.3 %::. /05. 8.2 203..8.3.3.9: 20.3:3.-07/.8.3 40 574808 50703.: 703.0385.3.7.8 ...7. .39::.3 .3 02. /05.3  02./.7:83.3 18 909.  0 .3:9 2.. .3 2:33 907.32.70.3 .3...242:39.3 8...19.3.9: 57419 .3.3 -./. 803.: :39: -0717 20303.3%::.9 :39: 203.703.3 / 2.3 502-.9 /.9 5.389.5. 80/.3/2..5.9::.3 /..3 70.32025079. -8.2-.8.39::..3 /....3 /.2-.703.7.9: .7.3 :39: 203.7.9.038 /-:9:././.5 .. /05./. 80.:5:3! %4/.350302-.3..3!7408   3907.5.3202./. . . 574808 2502039. .898  !02.8.8.30.75. 502-. -.9.9::.3 .  !07:8.3 20309.3./.3  !748083. /2..: 080.3 .3 .0723.9. 2.3 :39: 203:-. 50703./05. -07-0/.95078.:39:203. %::.7:83.3 -8.3 9::.3 :39: 202.7 .3.8 20303.809.25:.. 50704342.7..74   .3/.:.547.3 5020739.3 0-07.3 .3 42:39 90780-:9 /.5.3 .3. 0- 8:9 /.8907 5. 202 -07-...2809./.3  3907.3 .35033.3 203:25. 0- 50393 /.3 .8 / 809.3.3  $0.3.3 50..2.3 ./.5 02..3:.3.2-.8.3 /.89./05.420  73.3...25:.3 5020739.3507:-.. 202 2.. 50. .3.750703.3. 202-07..3..843.3 848..3 5.502.. /507-.9.5.907.3.5.809::-.3 203.

 800/././.3 09/. -:.25.30.8 8508:89.74   .3 503.7.3 805079 50/08.9:.207.. $  50749...3  !. ../..3202-07. 8:.3 9.3 .3  50:3:3.:3  .8.9.07.3:3.3 800. .3  /.3.:3 3.9/:.3.3 507.9/.3 .3-./.897:9:7  09.8.39/.80.3..907..3. 805079 080. 7.3 502:2..3  ..5.3 700.3. ...74   !02-..3..3 907503: -..3 .8 503.8 .3 0.3:7.3 /039 /03.9.91909.2. #:89.3   2.3  73. .2.3 574/:8 /..3.3 .3.7.8 9079039: .3:3..947 848.3 8:89. 803.8.8././/..3 /03.9: .3.39.3 .:5:3503/.3/.3.38.3 /.59.3 %2:7 3/4308. 2033.3.9.307. 703. 443.3:98:.8.3.33.3.3:3..3.2:3.3:3.3 502-.7.3  /.-.8 /. %4/.9  $97.3.3 ..9:.9.3  503.3 3/:897.20293.3 -.3 203::7 5079:2-:.7    $8902 50703..3/.3:7.3  502-.7    545:.3 /-07 -.507-. 2:33  25.7:8/.7 0.9.3. .     !0/08.3/03./. 5072. $0.90 502-..03. 03/07803.7:8 202507.38073.3  09/./   09 .7.9./.3 0. /.3 02.2 43908 503:7.2033.3 .3 8:: .2 203. -...2 574808 50.370.3 907847  283  -4/4  0:7.5.9193 909.7.39/. 88902 50703. . 2.9: 0.9.3 /03.70.3:7.9 909.3 02-.3:3.-0781.3 90780-:9 /..3  /.3 .3.3 04342 0- 2030.  850 06:9 -072.9: .7:8 20250792-.33. 9. 20347-../.3:3.3  09/.3 .9.3.3 3 -.3907/897-:8/03.:  502-.2.92030.8...38.../.3 5. 9. 5033.7 8:. 07.: .3.-9  850 018038 .8.3 0283..3.3 317.. 3.05.8.3 0- -..33 548943 .3 502-.5203.3 8:.3 /.  57385 57385 04342 .380-.5 20::/.9. 202 -. ..3 5079..3 503/./.9-.  6:9 /.5 5:.. 5072.:/.799079039:...07. 88902 50703.3:3.3:3./23897.: 503.9.3 . 40 3/.5.3:3./...9.97..9.3:3.3 31472.30. 88902 50703.3.3. -.2.850 .3 80.  .3.: 203:9.5./.95079:2-:.8 503/:/: 283 %4/.3 502-..8.3 080./..3 80:2.79...9 /03.3 $:3. 47-.3507..3 0283. 5....3 203:7:3 /.8502-..9 20::/...5.8.3. 4397-:8 5079.3 50/08../.203:3:.9:  1.3 8:.3 903..3507-.-9 .3 502-.3 .3 7 /.8 803.3 4397-:8 80947 3/:897 /..3/.3502-.3 8073.3.3 503//.3 04342 //0138..3.3.

32.:./...3 80-.90 41 920 57010703.:.  $0./0 411/..3.3 24/0 .3 003.3.7 5.7:8 2.07.34388903/.3:3...2 57.3-.703.3 907. ..3 :3/. %/..3405020739../..2.3.8.. 7. -.3 .393/.903.-.3.5.7.3 202 0907.3 / 3/4308..3 . .8..3 905.3 .73.7. .9:..3 .. 3 -07.80.9:. 2.79.9 0 .9/.. /909.3489/.3:3.3.3 40 0.5.3:3 . /05.05020739.3 502-..7:..38.33.5. 80.3 507-.9: .  50703./.38:3.7:8207:5.97.3 502-.7..7507-.07.3905.-40.3 ..90 41 920 57010703.25: 2030.0-07.3.393/.8 /.3 502-.50/08.9 .3.7:8 207:5. .73.3:3..8.9  $08:.9 4..3 502-.3 / 2.8 .3.5.3:3../. .9: 24/0 .703.3  #03/..09..3.9/.3 8:.5 8:2-07 /. /080397. 50/08.5. -0781. :39: 9::.8.  $890250703...3 502-. /.3 :3/./.9/.3-.90349.9:/.5..3-0:29039:905.-:5. 2..  .7.3 :39: 203438:28 8:2-07 /.8.3 90.7.50308:.2 90780-:9 .39:3. 3 50703.3.8.9 80397.7:8 207:5.39.3.. 9::.3.3502-.3202380391:39:203.79 -.7.324/0-.7985.9803..3. 7.: 203438:28 8:2-07 /.3 494342 /.  4/0 50703..3 . .../.3 502-.3202-:9:.39/..3 5..3-.3:3.9.3 5:8...-:5./.7: 20.0 /9:3:.3909.207:5. 5025...3:3./.8..85090780-:9  $8902 50703..3 /-.:5:3 90.91 2..-..03/07:3..9/.802:.2 .9 :39: 203.7..20208.89 .3.3.3 2.. $08:.9/-:.58.

: %/:3  05:..5.7.3 .3/.3 .5 .9 .3...3 .31.502-.35.3203::8:.33.3 9/.3097. 3 9039: 8....3 . 24/073 :39: 503...25: 203..7.857.43940.20202.203079.3./-. -:.3.8-./. 2.8.3:39:203:3..5.39/.8.3.:. 2.9 / !:..703.32..8.32.50703.35020739. 207:-.3 .9 / 50/08. 9/.3 $07-:  3.3 05..7.3 .203.390780-:99/.9  034203.31.202-07.3.3 05...8.8 2.82..39:.703..7...8.3.8. 0..50/08.3  $0-.2.9:507-.9.93-.3:3.3../.3-..9 9/.-072.39:..2.3/703.3 9.25.803./.4394 502-07. 2..32.9   %047!079:2-:.. .39:.7..49.25:.

3 8:.9 9.5.3 04254.3203.8 9/..9..3 70.:/.8 /.-:3.9.2:3 907/.3 #.3 04342 .3%70..3 01803  .820978 $0.4389. 50:..9 -.3 5020739.9 9.3:3.3 4/0. 3..3-070.3 574/:9.31: 02542039  /.947089073.3.3 .8 :.2.343805043420308 /.8:28.9./89.3. .303 /.9 .9/9039.8 $44 $. 31472.388 5079:2-:.-:3..3 04342 /9039:.75079:2-:.3 903. 203.3:9. 5079:2-:. /02:.8 80947 5079.3 5079:2-:.2 $29   /. /:.3 503933.39.2 :2. . .3 202 93.7 . 8:2-07 5079:2-:.4..7.9 /.: 04254 0308.8.703.3 40 .25:7 9.: -0702-.3 .39 709:73 ./.. -.3 80..5.331472.. :39: 203.20. 0802-.90780-:99/..2 20703.3 . 9/...3.3 -07503/.5.703.:2:.3/2494740#4-079 $44  /.3 :3.33. .3  . 20250792-.2-.793.3 .7..9.7/4   04254 3 2030.3 . 5079:2-:. 70.8 ..5.33.8   . /.3 ..9.: .3 02-.3 203.2 3/:897  !.3.90749 4/0 3 203.703..9 2033.. /.38./2.3 . 089073.3./.3.8 8:2-07 /..38:2-07:9.820978 2030-. .. -./.947 90344  70.7 97.:3 .9 4:95:9 .9 /057088435.3 9/.35072.05. 574/:8  0 .3401.3  $:.7.5.. .8. 2.. /. 07.3. 803/7 .7203:3.3/80-.8-0 .-.303 25.9..3 80.3/ 803.3.3.33./.3 5.80:2.93. 35:9  .-.3   $44 203.8. 5.8 /-. .3 -.8 .9 04254 80598 .9.  %047 5079:2-:.3 .05.3/3..8.3 04342 80..0.3 502-.35.8.:2 .8.9 203:: 5079:2-:..9...3 /. 4:95:9 /3.3 903. 5072.9..25:79.8 0.3.390344207:5.25: 203:3:.:5033.3.5.  $.8.3.39: 50704342.3 -.83.59.3 .8/.-.. 9: 2:3..7..507:-. 5079:2-:./. 97.95079:2-:. 4389.3-.9  042543/80-:904 .9.91 0- 907-.3/.3 80..3 -.9 /5074020.99.3./.9: 30.3./.8.. 890.9: .....9./.80. 8.774/ 42..5 30.3 .3 203/.3/./. /.9/8.35020739.-:3.9 1:38 574/:8 -07.8 .7 .34:95:9..3 2038:-899:8 .3 92-: . 93. 07.5.3 /504547 40 /.3 93 909./..3 -..:2 .7...3 .3 ..: 203. /2. 8.7..3 40 1.3..3 -08..3 207:5.9: 24/0 304 .73..089.089.7  04254 3 2:3.3 ./.39/.3.3 93.59.47  $.8 .

3.24/0 0802-.3 -.7. 2.203.2 203.. .23 -.3503:.3 40 507:8..9073.3  4/0 5079. 30 749 0.3 /. 8:2-07 /.5.9 8:-4592.90 749 /..04342/.3 :./.2.:2:. 010089073. -:9 /.:2:.703.8   203.8.8:28304 .8 . 010 089073.4389.8 2: 50309.59.9 .3.9 203.8 /2.  .. 1:38 54891 /../.9.7 574/:9.83 709:73 41 .4342.39 .95079:2-:./.03 .3 5.3 010 39073..7. 80-./.3.3 203.947 8.  :.5079:2-:.3:8.. 5.8903.3 -079::.30:39:3.5. .5.3-.59.8. /.7 ..7 -0781.3 04342  /.9: .9.3. /..3 -.:.3 :39: 202-.2-. #4207-07503/. ... 0802-. 2.7-...9.3 :39: 202574/:8 -..39.3  1.  8.8.:. 24/0 .3 907.91 0/:.425099943 /.7 :8.7 507:-.: 3.39:3/.3 /.7.3147..  25.7.5.5007.:./. 4:95:9 .9.  0.39:3 /. 30. .3 9:  9/.3 .9 .59.3/.3.3 0503/:/:. 907.03.5 24/0 304 .39.-.1:38574/:8/.2- 05:9:8.3 507-0/. /5079:3.7 0-.3 80.393.2.5.3 18. /.7 3007 /.7/443  7. 93.3:3 24/0 .8.3 /..07.8/.8 4/0#4207203.2-.9 .3 907.59...3 -..3 9/..8:. 2083 5079:2-:.8 :2.  4/0 0/:.3 .947574/:8.70 9/.5.9 3 /.3503/./ 89.07038 890.8:28 .39:3 /. 203.4.39.:2:./..3 9/.3 5.3202..3 /.7 /.7.3 .907..3 .9.3903.  507/.82.70.3 -8. 24/0 90780-:9 /2.9 5079:2-:..:7.3 .3.:  80.:.83.33.7:  !.3 .. 80-. 0/:.3 :39: 203::7 4397-:8.3.3:2.9.730.7.9.733 - /43  5079:2-:.3.3.3574/:9..59.3 40 .7: 3 /03.7 .8 . 574/:8 8.78..3.3. #4207     203:3:.  25..9:50710./.3.. /:. 907/.3 574/:83.07. .3 :2...3.3 503/.3 /.443 24/0  2030./.7 43.8 2: 50309.7 1..7.9 /:3.3.3:99..3 90344 03/4034:8 /80-.-.3 ..

./..9.3.8 0-. 80-.5.02.8.07.3.73.8..3 .7.5..3 ..2 2021..3.. !0307. 54891 .9 203:: 50207.3 003.  !07.3 3 /.5.9 /.9.3 .39.3.. -0781.-.!$  !079:2-:.3 202-07 /.3!072-.3 0283.!:8.3.3 ...2:7..7. 907. 2070.07.!020739.3:39: 2033.8 2.3.2 20304.3.3 2.5.3:3.:3 9039.8  0. && 4247  %. /.89 /.3 .9/.302.31.3494342 /.3  20207. -0702-.  3/4308. 907:9.3/23..8:2-07/.3 502-./9::.   !020739. .3 && 4247  %./.:3  9039.30:..3.9.8.3 203. 50703.89 203.803.9/2..2 -0-07.32.8.07./ /080397.3 !020739..7.3 -0781..73.8.89.7./0 788  2:.380-08.550302-.82.25:.25.3 203/4743 .3 2.9 80397. 30.3.9 80397.34342.9/...380947 80947574/:918050795079.07.2.7.. /0.903.33.3 88902 5020739.3 0-.7.3.-:5. .3 3/:897/..7 -08.

7985..57480850703. .35.8.91 /././ 80-.3 88902 50703.431050393. 503933.: 2030..850 18  .3 -..7 /.7 08.8 20303..2./. .3.. 93 5.3 5:.9 80397.. 80.. 907..7985.. 7047039.91 .043422.3. 57385 57385 50703./.3.3 907.7985./.5./.7:8 -0...:: .3 5.3848.3  02.88:2-07/.3..3207:8.3.91/.3.7:8 .3 5.703.3.49. /03...9/.3 -0781.3. 3 574808 50703.9.9../2. 808:3:3.8079.3:3.7.3 .3.903.3 5.3.3 907/.3.3/07.92030.3 .-:5.5 202-:9:.89 /.

/.: 5079:2-:.3 70.3 / .: 5079:2-:.  %:7:33.3 50704342.79-. 9.3 04342 . ..9.  $0-. 202 5079:2-:.../.-.8-07./.5 503. .3 .:3  909.2./84.5. 3/4308. 907:9.9-42-.304342.2.3 .5 8.:3  5079:2-:. 70. 80947 50704342.2:3 788 .9 203.3 04342 3/4308. 8.9.3 20.3 .9: 574538 / 3/4308.3043423/4308.. . 09./. -07/.7: 089073. 40 9:7:33. 9..8. 3.- 3.3.25.907././.9:7:3203. 5.3-07. 8.  $0-.:5079:2-:. / !74538 .: 5079:2-:.3/.3 04342.:3  /:9 5:.91 0- :. .2:3 /02.3 .5 50704342. 907.. .49.  .91 89.

304342//4743.3/.9 54. 50704342.-:5.3 04342 ./.380-..3.:33.350704342. 9/.3 5079:2-:. 3/4308.33/4308.-0 203.0-...%.302-.3 ./.9..39. 907.8 %.7 507803 !07-.3/3.2.3:8.%.:5:3 304 . 2.843.8.33.40090780/.9.-0   %.3.903...:3     .-0 !079:2-:.7.                           $:2-07!#!74538.5079:2-:.    075.2-.../.3-0-07.947.3/50792-.:3.79.34342.35.33/4308.304342./. 5079:2-:.38:2-07/.5079:2-:.80-08.38:2-07 /.5..3-07:.. /8.3.8 2..9..2/.8 /2. 507803/-.

3 -.3 50704342.7 07.9:7 /. .3 .5..49./ .39.9 2030.-:5.3 9/...5. 907.8.7 .903.3 /. . 907/.9 54.

903. 90780-:9 /2. 907/.3.49. .5.9 .-:5..

3  /. 907-.9..399.. 8.3. 035.3.8 /03.703.-:5.9: .9.2 805079 49.2.32023.907/.947 -0725.3 04342 90780-:9 -:.38:2-07/..850 . 9/.3:3. ! 20303.3/-.3.9 203/4743 907.-:5.3:8..3 .3:8.:5079:2-:.3.8 7. /80-.9.8 8:2-07 /.3. .3:3/03.9:84..8.38:2-07/.3 202 .-. :.5.!20303.7  ..9.304342 .3/.3 40 502-.. 9073.3 .0-.3..3 ...903 .903./:3  !07.3 .59..49. 2.: 5079:2-:.9.3 08. 0. . 7.. .. 7. .3 .: 5079:2-:.80-.9.3 /33.3/5079..: 5079:2-:.703.3 04342 .3./. . 5079:2-:..3 9/. /03.3 207:5.3 /.9-0-07. 24/.73.2 /.3 3/.3 93 909. 3.3:3.7 /..-. 4397-:8 80947 572073.3 2.9. .9.3:8...7.3 8:2-07 /.2502-. . 8:2-07 /.::5 :39: /.3 5:.5.: 80-.3-.2/. %./3.5..5 -:.. 02-7.02:/.3.

  7-: 7:5.3 97.  2.38.-.903/.9.38.7..3 /-./ /../:3     . 80..3:3 40 5020739. 0.8 97.-:5.3. ..2 507.203.-0 07. /./843.                                                                 !  $:2-07!#.  $4.3 5:. 203.3:3..9 -.8..3!#507.9.. 3    .7:83.3 002-.3 ./843.5. 805079 .     %..7 002-. ... 2.7.3:3. 3 7 507 .3 / .92033.8.3 24/073 .8.83.9202-.:3   02-7.3 ./ 4250203 /.  0..2. .3.../843.%..3 97.:5 00203 0507. 47.9 -.39 002-..3:3 5020739..3. .  02. 7     .3.59.5020739. 749 7. 7      :3 :3    ...3574/:9..3 907.9 5.3  3472.3 .3 502-.90      4397-:8 80947 57207 95 !#   !                                                 !030:.3 803.3 /-./. 203.407.3 -.3 3 /507:.3  802    :003      035.7./..73.3 24/073 . /03....3!079:2-:.59... 8.7.3 200. 90780-:9  3.8 97./.9 3 47.3 07..3.9 40 .    %.    002-..:502-.3     ../843.850.3:308509.3/507./.5   !# 507 . 9/.

9 /03..3 :. ..7307       2025079.9743 .3 897:9:7 /0247. 3.. .8.703...7:82.8.59. 0- 202.59.78.   .3/$03803-703307 .39:3 5.2 574808 5033.3:3/./. 3 -07. 84.73/.3 !:93.347.8909.8.9.9 07.0892039 #  /-/.5./03.90703...71 /.39. / . .59. .8..9.3 478439.59.5:...3.. .3 5020739.38..3 2.3.  . 002-.8  &5.3 /...59.7. /2.3 84..3 90344 907:9.8. 803.32020.. 0- . /.9 !:93.9.25:203.7. 503/.:2.8 :2:2 :39: 203.07...3.39:203.. 50704342.3 494342 /.5..3 203. 50309.5.3 202-:9../ 503:2-..3 ./.59.5 //:5./.8..7.2.3$4.7..9 8:-.:5:3/02.7..7.. 04820 7043.3 502-./.824/073:.3 907.   02-.90780-:9  .3 :3.3 5.039 .8..2 431 50304.2. 909.. 7057489.  .384..2 !47908. /..3 97.5 20207:. 203.78:2-07/.089.59.3  .3:3 / .. 507.3 3. 20.2. 203.. 8000..703.:.3 907.93 ..9./:/.-:/.2 507.78..9805079-.: 0-..8.08947  ..99/.8 . 2.59.59.9.3. .......303/.9. 203.9 /03.7.3 8:2-07 /.7..2.9.3.8 ..2/.7 /.8 8.8.9.3  !.8203.3 907.25: 2033..303:.2 2..2 202..3 4-.9 20. 3 .2 50704342.8.3 84.9 /.5 507.380.9.3 2.9 20:25:..:5.3 0.5.3.28:.3-.3 2. .3 -.2.3 80/07.93. /-. 909..9 02.35.7...59.390780-:92.947..9. 2.7.-:.. 9/..93.3 84.784.8. .. ..7./.3.3/.8.3 48 .9809./. 02.3 80:2.202-.3 503.3 808:.9...2    07.9.3.3:3.84.3907.400:..3.3:3...805..9./ .9 709:738433. 5079. 202-07/.9: /.25: 200-:7 04820 80947.3.3 .3 3..:.07.0-2030-. 84.3/..23 503/../843.3202-.9.9  039: 84.../1.. 84.40 .2.7307    4:7/0:  203.59..3.2002.3 . 907.9:2...3 :9.89...79 5020739.2..92.. -40 2032-:.3 307.9: .8.3 :-:3.3 80-:. /..

./..8.7.9. 9:  0:. 07.8 .7. .3 3.2 84.33.8/..307. 9/.903 907.3 7043.3.-:5.9: ..2502-039:.9.3  0 .9 3./.8.9. 494342 /.80-..3.8 8.    $4..2.422:3.. 4. 3 9039:3. ! .39.3 / .3 503/:/: 4.384..8 02.9  $0..7. 0- :.3.07.3.9 /..9  .3 -0723..3 8.3 5078..93 /080397.  5020739.3 .73.9. 2.. . /.3.3 ./0-:....7.39: 202-039:84.03/07:3 2002./:. 7057489.9 2..9 . .. 8:507479.-:5..089.3 :.8./.3.431..903 203../:  74:5 #0857489..9 20.3:33.3 .73.3 0907. 203/::3907-.2030-.59.59.94341.203..3503/.3/47/07   #0:.83472.84.7.380-.09 .7.83/. 93.3 /080397.. 507-0/.33.-:5.903/. 7. /2.59.. :7.5 .349.203/4743 92-:3..8..3 #  /:.494342 / 93.  .8.-.9 202-. .3/2. 249.703.3./2..943  %7:89  1490750450  1 3899:943    ..50393/.20.59.59.39.-:5.8.3..3 07... .478439.8.84.8 /.5.8.98  503.:.903    $&#$ &%!&%$ 3/...

943030198    .2-.3 :95:9/.2#03407550   .59.7$4. 42:3..8  438:25943030198   !74/:..303   /. #::8.7 $:2-07/..

3 5..3.3 574/:.38. 84.3 50347-.8/.3..7. 803.59.2.803.8..3503/.7 24/0 507:-..3 507. ..8 7.2 42:39.5.  !07:-.3 84.3-079::..824/073.824/073 .3 04342 /2.3 2.3 /.9./:.494342/..8.25.3 897:9:7 50704342. 2.907:9.3 -07/....9 20308:.3 .8 5. 909..3 897:9:7 50704342.3:39:203/080397. .5.2-.:5:3 -..9.7 2.7./843.9.74 84.8./.3/.8 -://..09  .7      %7.3 /.943 -03019 $0.03/07:3-079::.907/..97..3 203..73./843..8 203.9 2032-:. :39: 20250740 42:3.9..3 -. .2./.703..3-.5033.: 20. 5.8 .07.3.3 84./ 80947 907807 907:9.3 84.3.3-0725.7:83.3./. /.307550  /:897.0.59.3507.9 3..3 /2.3...3 .9. 50/08.78./ 232.7 88 .3.2.5.9: 2. 5072.8:9.5. / 80:7: ./...8 /.8.3390381 $0-.59..8 /..3.7.2-..:. 8.9 203..9  .  2084 74:5  /../. ! .8..242:39.9.59..07.2 503:./-/.. 9:  /507:.35.42:39. 42:3.8.8. 80947 05.3-0707.7 2030.34:95:9  !07:-.. /507:. .35079:2-:. 0:39:3.9.33.8.9..8:2-0784.8 .9.9 2033. .3 3 9039: .3 .320303.3 203.7.9. .9.78  42:39.3/02:.438:25943 -03019 /.38 80947 57207 203.3 .8.3/./. 494342 /.3 90780-:9  4/1..2.9 42:3.3.3 .8.7 /423.8/.5 03.9  0 .8.2..3 20.07.3:39:2033.3.9. 2002./ 93.5.7.3 -078.59.92030.80:.9: .. 2..8 97.05./.  42:3.. /.78.3820 42:3. .3.3 /:.9./ 5..9.3 -. -.5..3 5020739. 507:-./ -.7. .8. 5079.8.39.9 274 3/.8.

9:7.3-.   $!&  ....3.884..!7410843.8..3   .3$4.. !07:-...2.59.73..7.7:    $:2-0707550    .-...820 83907.2-.307.7 !07:-.59.7: 0507...9.

3 8:2-07 /..-.990780-:9 $4.. 703/. 907/.9.39/.8..3 -.3:8.:.8.3 70.9 . 203:3:.3.9 3472  30947841. 202-07 4397-:8 907.384.3 /. 8:2-07 /.3.3.. ..8 /.32.44507...3 8000 8000 80.304342 .2.59.399.7.59../.. -...3 /-. .8:. /.8 9/.85.9 2./.3. 90. 84.9. .507.8..3 47.91 0- 89.9.5.::5 80-..8:2-07/.3. 3. 9/. ./.83.39/...2. /. 9/../.3 7.-0781.32084909. /.20. . 7.9:./ 8:.5..59. .3 -.. ..32.3 04342 .2.91  .3 .9  8:-.::5 /-.3 .3 ./.943.3 5..38:2-07/.9 /507.:5:3 :.. /. .897. 84.3 438:28 -07:5. 2. .3 84.8.3.../93..7 .47..3:8.5./.3 47.5 :.5. . 9/.3 -0725.3 574/:8 -07:5.7./. .703.9 /825:.3.8 24/073 .7. 2..9..8.73. 18 .924/..3 07.9:3/.7.3  507.3/.9274/..:5079:2-:.. ./.2:3 /02.9: 502-03.:.9.3 0:39:3.9.3.703.3 93 .8.38.2.2.  !02-03.88.3 574/:9.38.38.33202.7 -.07/./843.. 3472.3/97:89  .59./.. / 93.3 -07:.25079:2-:.8.3.802. 203.3..59.3:3 5020739.88 5.  .5.93. /:5 /03.59..- 203.. /.59. /.7:820250792-....22. 8:2-07 5079:2-:.390780/.82..73..807. 507./.5. 1.. 8:2-07 5079:2-:.-07507.703. . $.3 .74  $4.3 -07-.3 202-07 0:39:3.-.3.399.-.9 .8.  !0704342..7.3 -.3. 97.3043427043.9.393.5.-. 8.3 .. /.84....9 2033.. /.8574/:91805079-..390479820303.848.7.

%#!&$%  .