Anda di halaman 1dari 16

Sabtu, 21 Agustus 2010

Laporan Pendahuluan (Askep) Gangguan Proses Pikir : WAHAM
Diposkan oleh _Ly_`s pageS di Sabtu, Agustus 21, 2010

I.

Masalah Utama Gangguan proses pikir : Waham

II. Proses Terjadinya Masalah A. Definisi Waham adalah keyakinan tentang suatu pikiran yang kokoh, kuat, tidak sesuai dengan kenyataan, tidak cocok dengan intelegensia dan latar belakang budaya, selalu dikemukakan berulang-ulang dan berlebihan biarpun telah dibuktikan kemustahilannya atau kesalahannya atau tidak benar secara umum. (Tim Keperawatan PSIK FK UNSRI, 2005).

Gangguan pada fungsi kognitif dan persepsi mengakibatkan kemampuan menilai dan menilik terganggu. Etiologi Waham merupakan salah satu gangguan orientasi realitas.F. sehingga tampak perilaku yang sukar dimengerti dan mungkin menakutkan. Gangguan orientasi realitas disebabkan oleh fungsi otak yang terganggu yaitu fungsi kognitif dan isi fikir. B. Gangguan orientasi realitas adalah ketidakmampuan klien menilai dan berespons pada realitas. Gangguan fungsi emosi. Klien tidak mampu memberi respons secara akurat. gerakan tubuh) dan perilaku verbal . fungsi persepsi. Waham adalah keyakinan keliru yang sangat kuat yang tidak dapat dikurangi dengan menggunakan logika (Ann Isaac. Klien tidak dapat membedakan rangsangan internal dan eksternal. tidak dapat membedakan lamunan dan kenyataan. 1998).W. 2004)  Waham adalah keyakinan tentang suatu isi pikiran yang tidak sesuai dengan kenyataannya atau tidak cocok dengan intelegensia dan latar belakang kebudayaannya. biarpun dibuktikan kemustahilannya (Maramis. Kesimpulan: Waham adalah keyakinan yang salah dan menetap dan selalu dikemukakan berulang-ulang.1995)  Waham adalah keyakinan yang salah dan menetap dan tidak dapat dibuktikan dalam kenyataan (Harold I. motorik dan sosial mengakibatkan kemampuan berespons terganggu yang tampak dari perilaku non verbal (ekspresi muka. fungsi emosi. fungsi motorik dan fungsi sosial.

frontal dan temporal b. Individu mengingkari ancaman dari persepsi diri atau objek realitas yang menyalahartikan kesan terhadap kejadian c.(penampilan hubungan sosial). perasaan dan keinginan negative atau tidak dapat diterima menjadi bagian eksternal d. temporal dan limbik c. b. Individu memproyeksikan pikiran. lebih beresiko dari kembar dua telur . Gangguan perkembangan otak. Proses terjadinya Waham a. Individu memberikan pembenarn atau interpretasi personal tentang realita pada diri sendiri atau orang lain. Gangguan tumbuh kembang d. Kembar monozigot. Faktor Predisposisi  Faktor Biologis a. Oleh karena gangguan orientasi realitas terkait dengan fungsi otak maka gangguan atau respons yang timbul disebut pula respons neurobiologik. C. cemas dan merasa sesuatu yang tidak menyenangkan. Lesi pada korteks frontal. Individu diancam oleh lingkungan. Faktor Penyebab Terjadinya Waham 1.

Komunikasi “double bind”  Sosial budaya a. inorefinefrin. perpisahan dengan orang yang paling penting. Ibu pengasuh yang cemas/over protektif. Kemiskinan b. lindolomin. Konflik perkawinan d.  Faktor biokimia Penelitian tentang pengaruh dopamine. Hubungan dengan ayah tidak dekat/perhatian yang berlebihan c. zat halusinogen diduga berkaitan dengan orientasi realita  Faktor psikologi . atau diasingkan dari kelompok. Stress yang menumpuk 2. Faktor Genetik Gangguan orientasi realita yang ditemukan pada klien dengan skizoprenia  Faktor Psikologis a. Faktor Presipitasi  Stressor sosial budaya Stres dan kecemasan akan meningkat bila terjadi penurunan stabilitas keluarga. tidak sensitif b. dingin. Ketidakharmonisan sosial c.

Misal seseorang merasa istrinya sedang selingkuh sebab ia melihat seekor cicak berjalan dan berhenti dua kali. ada seekor kuda didalam perutnya. tanpa penyebab apa-apa dari luar. Ada beberapa jenis waham :  Waham Kejar Klien mempunyai keyakinan ada orang atau komplotan yang sedang mengganggunya atau mengatakan bahwa ia sedang ditipu. dimata-matai atau kejelekannya sedang dibicarakan  Waham Somatik Keyakinan tentang (sebagian) tubuhnya yang tidak mungkin benar. waham dibagi 2 macam : a. Waham Primer Timbul secara tidak logis sama sekali. Waham Sekunder Biasanya logis kedengarannya. umpamanya bahwa ususnya sudah busuk. b.Intensitas kecemasan yang ekstrim dan menunjang disertai terbatasnya kemampuan mengatasi masalah memungkinkan berkurangnya orientasi realiata D. dapat diikuti dan merupakan cara bagi penderita untuk menerangkan gejala-gejala skizofrenia lainnya. . otaknya sudah cair. Jenis-jenis Waham Menurut Mayer Gross.

yang tidak dapat diampuni atau bahwa ia bertanggung jawab atas suatu kejadian yang tidak baik. emosi atau perbuatannya diawasi atau dipengaruhi oleh orang lain atau suatu kekuatan yang aneh  Waham Curiga Klien mempunyai keyakinan bahwa ada seseorang atau kelompok yang berusah merugikan atau mencederai dirinya yang disampaikan secara berulang-ulang dan tidak sesuai dengan kenyataan  Waham Nihilistik Klien yakin bahwa dirinya sudah tidak ada di dunia atau meninggal yang dinyatakan secara berulang-ulang dan tidak sesuai dengan kenyataan .  Waham Agama Keyakinan klien terhadap suatu agama secara berlebihan dan diucapkan secara berulang-ulang tetapi tidak sesuai dengan kenyataan. karena pikirannya yang tidak baik  Waham Pengaruh Yakin bahwa pikirannya. dapat membaca pikiran orang lain. umpamanya ia adalah Ratu Kecantikan. misalnya kecelakaan keluarga. kepandaian atau kekayaan yang luar biasa. pendidikan.  Waham Dosa Keyakinan bahwa ia telah berbuat dosa atau kesalahan yang besar. Waham Kebesaran Klien meyakini bahwa ia mempunyai kekuatan. mempunyai puluhan rumah atau mobil.

Kognitif :  Tidak mampu membedakan nyata dengan tidak nyata  Individu sangat percaya pada keyakinannya  Sulit berfikir realita  Tidak mampu mengambil keputusan 2. Klien hidup menurut wahamnya F. Delusion of reference Pikiran yang salah bahwa tingkah laku seseorang ada hubunganya dengan dirinya E. Karakteristik atau Kriteria Waham 1. Tidak sesuai dengan rasio atau logika 4. Bersifat egosentris 3. Tanda dan Gejala 1. Klien percaya bahwa keyakinannya benar 2. Afektif  Situasi tidak sesuai dengan kenyataan  Afek tumpul .

Prilaku dan Hubungan Sosial  Hipersensitif  Hubungan interpersonal dengan orang lain dangkal  Depresif  Ragu-ragu  Mengancam secara verbal  Aktifitas tidak tepat  Streotif  Impulsive  Curiga 4.3. Fisik  Higiene kurang  Muka pucat  Sering menguap  BB menurun  Nafsu makan berkurang dan sulit tidur .

Emosi konsisten dengan 3 Perilaku tidak . Kadang-kadang proses pikir pikir waham 2. terorganisir 4. Pikiran logis Terganggu. Pohon Masalah .G. Perilaku tidak biasa 5. Isolasi sosial 5. Kesukaran proses emosi 3. Emosi berlebihan atau kurang 3. Hubungan sosial harmonis III. 2. Pohon Masalah dan Analisa Data a. Menarik diri 4. Rentang Respon Respon Adaptif Respon Maldaptif 1. Persepsi akurat 1. Gangguan proses 2. Perilaku cocok 4. Ilusi 1.

Kerusakan komunikasi verbal Perubahan isi pikir : waham agama ( Core Problem) Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah b. Analisa Data Data Data Objektif : Klien bicara kacau Binggung Pembicaraan berbelit-belit Masalah Kerusakan komunikasi verbal Data Subjektif : Perubahan proses pikir : waham .

Gangguan konsep diri V. Perubahan isi pikir: waham kebesaran 3. Kerusakan komunikasi verbal 2. Diagnosa Keperawatan . Masalah Keperawatan 1.klien mengatakan hal-hal yang tidak sesuai kenyataan Klien mengatakan berulang kali Data Objektif : Klien tampak binggung Data Subjektif : Klien merasa malu berinteraksi dengan orang lain Data Objektif : Ekspresi muka sedih dan murung Gangguan konsep diri berhubungan dengan harga diri rendah IV.

Rencana Tindakan Keperawatan Kerusakan Komunikasi verbal b.d waham kebesaran TUM : Klien dapat mengontrol wahamnya sehingga komunikasi verbal dapat berjalan dengan baik TUK 1 : Intervensi : 1.  Jelaskan tujuan interaksi. Jangan membantah dan mendukung klien  Kata-kata perawat menerima keyakinan klien “saya menerima keyakinan anda” disertai ekspresi menerima  Kata-kata perawat tidak mendukung disertai ”sukar bagi saya untuk mempercayainya” disertai ekspresi ragu tapi empati  Tidak membicarakan isi waham klien . Kerusakan Komunikasi verbal b.d HDR VI.  Buat kontrak yang jelas pada tiap pertemuan (topic.1.  Ciptakan lingkungan yang tenang. perubahan isi pikir: waham kebesaran b. perkenalan diri. tempat dan waktu) 2.d waham kebesaran 2. Bina hubungan saling percaya: Klien dapat Membina Hubungan Saling Percaya  Salam terapetik.

Diskusikan dengan klien tentang kemampuan yang dimiliki pada waktu lalu dan saat ini yang realistik.3. Yakinkan klien dalam keadaan aman dan terlindung  Anda berada di tempat yang aman. dengarkan sampai kebutuhan waham tidak ada. kami akan menerima anda  Gunakan keterbukaan dan kejujuran  Jangan tinggalkan klien sendirian TUK 2 : Klien dapat mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki Intervensi : 1. Tanyakan apa yang bisa dilakukan (kaitkan dengan aktifitas sehari-hari) kemudian anjurkan untuk melakukannya saat ini 4. Beri pujian pada penampilan dan kemampuan klien yang realistik 2. hati-hati terlibat dengan waham 3. Obsrvasi kebutuhan sehari-hari klien . Jika klien selalu bicara tentang wahamnya. Perawat perlu memperlihatkan bahwa klien penting TUK 3 : Klien dapat mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi Intervensi 1.

d realitas (realitas: diri. Hubungkan kebutuhan yang tidak terpenuhi dengan timbulnya waham 4. Atur situai agar klien tidak mempunyai waktu untuk menggunakan wahamnya TUK 4 : Klien dapat b. Berikan pujian pada tiap kegiatan positif yang dilakukan klien Perubahan isi pikir: waham kebesaran b. Tingkat aktivitas yang dapat memenuhi kebutuhan klien dan memerlukan waktu dan tenaga (aktivitas dapat dipilih dan dibuat jadwal bersama dengan klien) 5. ansietas.2. marah) 3. Sertakan klien dalam TAK :TAK Orientasi Realita 3. perkenalan diri. Berbicara dengan klien dalam konteks realitas 2. tempat. orang lain. 2. Diskusikan kebutuhan klien yang tidak terpenuhi baik secara di rumah dan di RS (rasa takut. Jelaskan tujuan interaksi. . waktu) Intervensi : 1.d HDR TUM : Klien dapat meningkatkan harga dirinya sehingga mampu mengendalikan wahamnya Klien dapat Membina Hubungan Saling Percaya TUK 1 : Intervensi : Bina hubungan saling percaya dengan : 1. Salam terapetik.

tempat dan waktu) TUK 2 : Klien dapat mengenal perasaan yang menyebabkan harga diri rendah (HDR) Intervensi : 1. Bantu klien mengidentifikasi aspek positif tentang perasaannya TUK 3 : Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimilikinya Intervensi : 1. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien 2. Beri penguatan positif pada kemampuan klien dalam mengungkapkan pendapatnya tentang HDR 5. Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaan tentang penyebab HDR 3. Hindarkan pemikiran penilaian negative. Kaji pengetahuan klien tentang HDR 2. 4. Buat kontrak yang jelas pada tiap pertemuan (topic. Diskusikan dengan klien tentang HDR serta penyebab dan akibat yang mungkin muncul 4. Ciptakan lingkungan yang tenang.3. utamakan memeberikan pujian realistis TUK 4 : Klien dapat menerapkan dan merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya .

Intervensi : 1. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan kondisi klien 3. Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai dengan kemampuannya 2. Diskusikan dengan keluarga tentang bentuk dukungan yang perlu diberikan pada klien dengan HDR 2. Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh dilakukan klien TUK 5 : Keluarga dapat membantu klien untuk berperilaku adaptif terhadap lingkungan Intervensi : 1. Post a Comment . Diskusikan dengan keluarga tentang cara merawat dan menghadapi klien dengan HDR 0 Comments: 1.