Anda di halaman 1dari 3

Prediksi Cuaca dalam Hukum Islam

Muhamad Sudarmono, PIMK IT HPA Angkatan VI

Prediksi dan prakiraan cuaca yang biasa dilakukan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika bukanlah termasuk ilmu ghaib, tetapi hal itu merupakan penelitian ilmiah tentang keadaan cuaca, angin, awan dan sejenisnya. Penelitian ilmiah modern tentang masalah tersebut mengisyaratkan bahwa indikasi kebenaran prakiraan cuaca bisa mencapai 90 % apabila masih sehari atau dua hari, namun apabila sudah sampai lima hari maka indikasi kebenaranya hanya 60 %. Apabila masalahnya demikian, maka kita dapat memahami bahwa prakiraan tersebut hanya dapat diperoleh melalui hasil penelitian tentang seluk beluk cuaca. Contoh mudah, apabila kita melihat awan di langit mendung gelap, gemuruh petir menyambar, maka kita dapat memprediksikan bahwa itu pertanda hujan akan turun. Sejenis itulah yang dipelajari oleh Badan Meteorologi dan Geofisika. Semua prakiraan ini hukumnya boleh-boleh saja dalam pandangan syari. Namun perlu diperhatikan dua hal penting berikut: Pertama: Harus kita yakini bahwa prediksi cuaca tersebut tergantung kepada kehendak Allah, karena betapa banyak prakiraan cuaca di berbagai negara dan kota yang meleset dari perkiraannya. Dahulu, diceritakan oleh Ibnul Ammad alHanbali dalam Syadzarat Adz-Dzahab 2/199 tentang peristiwa tahun 289 H: "Pada tahun tersebut, manusia shalat Ashar pada hari Arafah dengan pakaian musim 1/3

udara) atau perkebunan. Luqman: 34). yang sangat berguna untuk keperluan manusia dalam bidang transportasi (darat. 2/3 . kemudian angin bertiup kencang. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok . hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.panas. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. (QS. nelayan dan sebagainya. Oleh karena itu. Jadi. hingga mereka harus menghangatkan badan dengan api dan airpun menjadi salju". Prakiraan cuaca hanyalah sekedar sebagai prakiraan dan jaga-jaga saja.yang kadang benar dan kadang juga salah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.!! Kedua: Prediksi cuaca seperti ini bukanlah termasuk ilmu ghaib sedikitpun. dan Dia-lah Yang menurunkan hujan. maka tidak boleh bagi seorangpun untuk memastikannya. karena dasarnya adalah penelitian ilmiah -sebagaimana penjelasan di atas. tidak ada kontradiksi antara fenomena prediksi cuaca dengan ayat AlQuran yang berbunyi: ُ ّ َ ّ ٌ ْ ‫إ ِن الله عند َه ُ عل ْم الساع َةِ وَي ُن َزل ال ْغَي ْث وَي َعْل َم مافي ا ْل َرحام ِ وَمات َد ْري ن َفس ماذا‬ َ ِ َ ِ َ ُ َ ْ ّ ّ َ ُ ِ ِ ‫ت َك ْسب غ َدا وَمات َد ْري ن َفس ب ِأ َيّ أ َرض ت َموت إ ِن الله ع َليم خبير‬ ّ ُ ُ ٍ ْ ً ُ ِ َ ٌ ْ ٌ ِ َ ٌ ِ َ ِ Sesungguhnya Allah. baik yang memberikan informasi atau kita membenarkannya secara pasti. cuaca menjadi sangat dingin. pertanian. dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. laut.

Dan semua itu bergantung kepada kehendak Allah. (Lihat Fatawa Lajnah Daimah 1/635. Ahkam Syita hal.Karena prediksi tersebut bukanlah termasuk ilmu ghaib. Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin 5/271-272. tetapi diperoleh dari hasil penelitian tentang keadaan cuaca. Oleh karena itu. yang bisa benar dan bisa salah. seorang tidak boleh memastikan dalam prediksi cuaca tersebut. 9-10 oleh Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi) 3/3 .