Anda di halaman 1dari 4

Beban Tension

Beban tension sebagaimana diketahui adalah beban dari berat rangkaian
casing yang tergantung di dalam sumur. Tetapi dengan adanya lumpur di
dalam sumur tersebut akan memberikan gaya apung terhadap casing.
Sehingga berat casing di dalam lumpur lebih ringan bila dibandingkan
berat casing di udara. Akibat lain dari adanya gaya apung ini adalah
bahwa pada sebagian rangkaian casing tepatnya di bagian bawah, casing
berada dalam kondisi kompresi dan selebihnya dalam kondisi tension.
Titik netral merupakan titik pada rangkaian casing yang tidak berada
dalam kondisi kompresi maupun tension. Distribusi beban tension pada
rangkaian casing dapat digambarkan sebagai berikut.
Misal suatu rangkaian casing terdiri dari tiga seksi berada di dalam sumur
yang berisi lumpur dengan densitas pm ppg, seperti terlihat pada gambar
7.
Keterangan :
1,2,3 = Menyatakan seksi casing
D = Kedalaman, ft
L = Panjang casing, ft

Bouyancy factor (BF)
BF = 1 -

WM
1
=
1
. wa1. BF
dengan,
BF = Gaya apung, lbs
Pm = Densitas lumpur saat casing dipasang, ppg
WM = Berat casing, lbs
wa = Unit berat casing di udara, lbs/ft
L = Panjang seksi casing, ft
Seksi 2 :
WM
2
= WM
1
+ L
2
. wa
2
. BF
Seksi 3 :
WM
3
= WM
2
+ L
3
. wa
3
. BF
Beban tension di permukaan :
Titik netral sebagaimana diterangkan di atas adalah titik pada rangakaian
casing dimana beban aksial sama dengan 0 (nol). Letak kedalaman titik
netral dapat ditentukan dengan persamaan berikut :
% = D
1
-

. D
1
Dengan TN adalah letak kedalaman titik netral, ft
Untuk mendapatkan garis desain tension maka dilakukan langkah sebagai
berikut :
1. Tambahkan pada garis beban tension beban overpull sebesar
100.000 lbs. Overpull merupakan faktor keamanan apabila
rangkaian casing terjepit sehingga diperlukan gaya tambahan untuk
melepaskannya.
2. Kalikan garis beban tension dengan desain faktor 1.6
Maka garis desain dipilih mana yang memberikan harga lebih besar
diantara keduanya. Pada gambar 7 :
a = Garis beban tension
b = Garis beban tension + 100.000 lbs
c = Garis beban tension x 1.6
Pada gambar tersebut b dan c berpotongan sehingga garis desain
tension adalah yang bercetak tebal. Garis desain tension dipergunakan
untuk menguji body yield strength dan joint strength casing yang di
pakai. Selain itu juga akan di pakai dalam perhitungan beban biaksial.
Deviasi Lubang
BOWERS mengemukakan suatu persamaan untuk menentukan besarnya
beban tension akibat deviasi lubang :
218. /0 . .A
Dengan,
B
L
= Beban tension akibat deviasi lubang, lbs
de = diameter luar casing, inch
= Perubahan sudut, derajat/100 ft
A = Luas penampang dinding casing, inch
2


Harga perubahan sudut dapat diperoleh dari hasil survey dengan
menganggap deviasi terjadi pada satu arah, maka :
4 =
u1-u2
Ð-Ð2
.ŵŴŴ
Dengan :
d1 & D1 = hasil pengukuran survey ke satu
d = deviasi sudut, derajat
D = kedalaman, ft
Beban tension akibat deviasi lubang ini harus ditambahkan pada setiap
seksi casing yang melewatinya dan seksi casing yang ditempatkan tepat
pada kedalaman lubang dimana terjadi deviasi.
Beban biaksial
Pengaruh beban biaksial terhadap casing seperti yang ditunjukkan oleh
kurva elips (gambar 8) dapat diterangkan lebih jelas dengan gambar
berikut :
Misalnya terdapat suatu rangkaian casing dengan burst dan collapse
rating tertentu dan berada di dalam lumpur, maka pada casing bagian atas
tension akan menyebabkan kenaikan burst rating dan penurunan collapse
rating. Sedangkan pada bagian bawah compresion akan menyebabkan
penurunan burst rating dan menaikkan collapse rating.
Untuk menghitung besarnya penurunan collapse rating suatu casing pada
beban tension tertentu dapat ditempuh cara sebagai berikut :
1. Tentukan faktor beban aksial
X =
Bcbun tcnsìon
Bod¡ ¥ìcId St¡cngth

2. Masukkan harga X ini ke dalam grafik pada gambar 7 dan tentukan
faktor collapse strength Y.
3. Maka collapse rating hasil koreksi terhadap beban tension adalah :
Y x Collapse Rating
Pasangan harga X dan Y dapat juga diperoleh dari Tabel 1.


3..3808.83 19 .19 !.

3:39: 2005./907.33..7.3%.:.3903843/507:3.3-08.3.3 :39:203:-4/0/897039/.90-.5.7 ..7..7  -8  ..3/..80-..3803..9/0..3  34 09....2. $0.83907059803.09..3/03.3-.31..3:39:203039:.0/:./...5.35078. 7.2-.3.8./03.3/52....-0754943.2.8:-.9/9039:..31.3.8..3.3 %93097.2....3.9:5078. ./.83.$08   .7.73.39.3./.38:.-.3903843./..995.25079:3.3439897039.8:-.3 .78-0-. !.3.3.3202-07.9.09.78-0-.790780-:9-/..399 3097. 19 &39:203/.39038432.80-../.78/08.3993097.9470...947  .3903843/03.2-.3 903843.2-.3903843  -8 .78-0-.39::..././.3 .-0-.78-0-.7 /.9...3/5.075:207:5.3.3.5.3-0-.2./.0/.8.3.3.3.3/ 5.9..0--08.3-07:9 V %    03.-.    .3  #$20302:...3903843/5072:.3903843  !../.075:80-08..  0-.3.35.3../507:.78/08.2.3-07.34./.3903843-0-.  0. -07:9   %.78/08.  $08   . -0-.2.78/08.3.2-.3903843 -.8..3.83/2.8...2.3.3/08.0/.78-0-.

20907:. /0    03..3 -8 /0/.8:-.83 3..3  0-.38:/:9 /07.. !07:-.-.9.9/0..7.3903843.

 19 :.38:/:9 /.3..8907.3 203.88:7./.5.8..83 3.7.5/0.25.7.   .8503.9:.507:-. 2.  ./5...9/50740/.0/03.7.3/3/3.

 03.3   .

9: .008. .38:7.8503::7.

939079039:/.5.83/03.30-0..058 .88:/:9 /07./.5 808.8...3/9:3:.//.8/03.3:-.33.3-./.8  0-.93/.2-..7.4.9/9025:.8.5807..-.3-:7897.3.9/0.907/./.3-07.907.83805079.7 /.5807.5.-.9:..3.3.3.303....83.9.340 :7.3 503:7:3.580 7.503:7:3..3...580 7.//0.3.3905.9 0/../.3.42570843.2.3 19 0-.7:-0-.83-.835.3/2..32030-.3.3-:7897..4./.-.4../.7 -07:9 8.73.5.35.8 903843.83../.3-:789/.3808.3-...3203..3903843.8:-.7:8/9.3503:7:3.-.5.938:..4...80-.2-.5.39038439079039:/.9 5.3/9025./0.98:.2-.3200.9.0/.9/907.907..32030-.35.3...809.3.3-.2.9:7.3.3.93 $0/. !03.93  &39:2039:3-08. -0-..93/.2:25:7 2..-07:9 ./.93.

30/../50740/.31.-0     .9:.8.        .39039:./.8:.3903843.5-0-.93.3/.580#.5807.27.3. 4.947.93 !..7.7.3 1./.4.  %039:.3.84708907..7%.8.../.2-.3.3.15.7/.947-0-.5.4./.580897039    .