Anda di halaman 1dari 7

LANJUTAN….

PRINSIP-PRINSIP ETIK
a. Otonomi (Autonomy) Prinsip otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis dan mampu membuat keputusan sendiri. Orang dewasa dianggap kompeten dan memiliki kekuatan membuat sendiri, memilih dan memiliki berbagai keputusan atau pilihan yang harus dihargai oleh orang lain. Prinsip otonomi merupakan bentuk respek terhadap seseorang, atau dipandang sebagai persetujuan tidak memaksa dan bertindak secara rasional. Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan individu yang menuntut pembedaan diri. Praktek profesional merefleksikan otonomi saat perawat menghargai hak-hak klien dalam membuat keputusan tentang perawatan dirinya. b. Berbuat baik (Beneficience) Beneficience berarti, hanya melakukan sesuatu yang baik. Kebaikan, memerlukan pencegahan dari kesalahan atau kejahatan, penghapusan kesalahan atau kejahatan dan peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain. Terkadang, dalam situasi pelayanan kesehatan, terjadi konflik antara prinsip ini dengan otonomi. c. Keadilan (Justice) Prinsip keadilan dibutuhkan untuk terpai yang sama dan adil terhadap orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan. d. Tidak merugikan (Nonmaleficience) Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien. e. Kejujuran (Veracity) Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. Informasi harus ada agar menjadi akurat, komprensensif, dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada, dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani perawatan. Walaupun demikian, terdapat beberapa argument mengatakan adanya batasan untuk kejujuran seperti jika kebenaran akan kesalahan prognosis klien untuk pemulihan atau adanya hubungan paternalistik bahwa ”doctors

KODE ETIK KEPERAWATAN INDONESIA Kode etik adalah pernyataan standar profesional yang digunakan sebagai pedoman perilaku dan menjadi kerangka kerja untuk membuat keputusan. Ketaatan. f. Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan klien hanya boleh dibaca dalam rangka pengobatan klien. dan masyarakat. Kode etik keperawatan Indonesia tersebut terdiri dari 4 bab dan 16 pasal. memulihkan kesehatan dan meminimalkan penderitaan. mereka memiliki hak untuk mendapatkan informasi penuh tentang kondisinya. terdiri dari lima pasal menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap tugasnya. h. keluarga. Akuntabilitas (Accountability) Akuntabilitas merupakan standar yang pasti bahwa tindakan seorang profesional dapat dinilai dalam situasi yang tidak jelas atau tanpa terkecuali. Kebenaran merupakan dasar dalam membangun hubungan saling percaya. • • . terdiri dari dua pasal. menyampaikan pada teman atau keluarga tentang klien dengan tenaga kesehatan lain harus dihindari. Tidak ada seorangpun dapat memperoleh informasi tersebut kecuali jika diijinkan oleh klien dengan bukti persetujuan. Bab 2. Kode etik keperawatan di Indonesia telah disusun oleh Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia melalui Musyawarah Nasional PPNI di jakarta pada tanggal 29 November 1989. Kesetiaan. menjelaskan tanggung jawab perawat terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan lain. Diskusi tentang klien diluar area pelayanan. menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap individu. Perawat setia pada komitmennya dan menepati janji serta menyimpan rahasia klien. Bab 3.knows best” sebab individu memiliki otonomi. mencegah penyakit. g. Karahasiaan (Confidentiality) Aturan dalam prinsip kerahasiaan adalah informasi tentang klien harus dijaga privasi klien. kesetiaan. terdiri dari empat pasal. • Bab 1. adalah kewajiban seseorang untuk mempertahankan komitmen yang dibuatnya. Menepati janji (Fidelity) Prinsip fidelity dibutuhkan individu untuk menghargai janji dan komitmennya terhadap orang lain. menggambarkan kepatuhan perawat terhadap kode etik yang menyatakan bahwa tanggung jawab dasar dari perawat adalah untuk meningkatkan kesehatan.

menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap pemerintah. 4. klien atau pasien. Merupakan dasar dalam menyusun kurikulum pendidikan kepoerawatan agar dapat menghasilkan lulusan yang berorientasi pada sikap profesional keperawatan. warna kulit. terdiri dari empat pasal. 2. masyarakat. Bab 5. Perawat dan Klien 1) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia. 4) Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang dikehendaki sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap profesi keperawatan. Merupakan dasar dalam mengatur hubungan antar perawat. aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. 2) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya. jenis kelamin. ISI KODE ETIK KEPERAWATAN INDONESIA : a. 3. 3) Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan. adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama klien. dan unsur profesi. 5. Merupakan standar untuk mengatasi masalah yang silakukan oleh praktisi keperawatan yang tidak mengindahkan dedikasi moral dalam pelaksanaan tugasnya. terdiri dari dua pasal. umur. Memberikan pemahaman kepada masyarakat pemakai / pengguna tenaga keperawatan akan pentingnya sikap profesional dalam melaksanakan tugas praktek keperawatan. • Tujuan Kode Etik Keperawatan Tujuan kode etik keperawatan tersebut adalah sebagai berikut : 1. bangsa. baik dalam profesi keperawatan maupun dengan profesi lain di luar profesi keperawatan. teman sebaya.• Bab 4. b. dan tanah air. Perawat dan praktek . keunikan klien dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan. Untuk mempertahankan bila praktisi yang dalam menjalankan tugasnya diperlakukan secara tidak adil oleh institusi maupun masyarakat. kesukuan.

Perawat melindungi hak klien akan privasi dengan memegang teguh informasi yang bersifat rahasia 3. Perawat dan Profesi 1) Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan 2) Perawat berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi keperawatan 3) Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi kerja yang kondusif demi terwujudnya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi. menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain 4) Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku profesional.1) Perawat memlihara dan meningkatkan kompetensi dibidang keperawatan melalui belajar terus-menerus 2) Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional yang menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien. c. 3) Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang akurat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi. tidak etis dan ilegal. dan dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara keseluruhan. KODE ETIK KEPERAWATAN AMERICAN NURSES ASSOCIATION 1. atribut personal atau corak masalah kesehatan. Perawat dan teman sejawat 1) Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya. Perawat memberikan pelayanan dengan penuh hormat bagi martabat kemanusiaan dan keunikan klien yang tidak dibatasi oleh pertimbangan status sosial atau ekonomi. e. d. 2) Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten. tidak etis atau ilegal . Perawat dan masyarakat Perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan dan kesehatan masyarakat. 2. Perawat melindungi klien dan publik bila kesehatan dan keselamatannya terancam oleh praktek seseorang yang tidak berkompoten.

Perawat turut serta beraktivitas dalam membantu pengembangan pengetahuan profesi 8. memelihara kesehatan dan mengurangi penderitaan. kelompok dan masyarakat yang menjadi pasien atau kliennya. 7. Perawat dapat memegang teguh rahasia pribadi (privasi) dan . b. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk melaksanakan dan meningfkatkan standar keperawatan 9. keluarga. perawat perlu meningkatkan keadaan lingkungan kesehatan dengan menghargai nilai-nilai yang ada di masyarakat. Oleh karena itu. Perawat memelihara kompetensi keperawatan 6. Tanggung Jawab Utama Perawat Tanggung jawab utama perawat adalah meningkatkan kesehatan. dan anggota kelompok masyarakat. dalam melaksanakan pelayanan kesehatan dan /atau keperawatan kepada individu.4. individu. 2. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk melindungi publik terhadap informasi dan gambaran yang salah serta mempertahankan integritas perawat 11. perawat mengikutsertakan kelompok dan instansi terkait. Perawat melaksanakan pertimbangan yang beralasan dan menggunakan kompetensi dan kualifikasi individu sebagai kriteria dalam mengusahakan konsultasi. keluarga. kebutuhan terhadap pelayanan keperawatan di berbagai tempat adalah sama. c. dalam menjalankan tugas. Perawat memikul tanggung jawab atas pertimbangan dan tindakan perawatan yang dijalankan masing-masing individu 5. menghargai aadat kebiasaan serta kepercayaan individu. Untuk melaksanakan tanggung jawab utama tersebut. Perawat. perawat harus meyakini bahwa : a. menerima tanggung jawab dan melimpahkan kegiatan keperawatan kepada orang lain. Perawat bekerja sama dengan anggota profesi kesehatan atau warga masyarakat lainnya dalam meningkatkan upaya-upaya masyarakat dan nasional untuk memenuhi kebutuhan kesehatan public International Council of Nurse (ICN) 1. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk membentuk dan membina kondisi kerja yang mendukung pelayanan keperawatan yang berkualitas 10. Tanggung jawab utama perawat adalah melaksanakan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan masyuarakat. kelompok dan masyarakat. mencegah timbulnya penyakit. pelaksanaan praktik keperawatan dititik beratkan pada penghargaan terhadap kehidupan yang bermartabat dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

5. Perawat dan profesi keperawatan Perawat memainkan peran yang besar dalam menentukan pelaksanaan standar praktik keperawatan dan pendidikan keperawatan. Perawat dapat mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya secara aktif untuk menopang perannya dalam situasi tertentu. Perawat dan lingkungan masyarakat Perawat dapat memprakarsai pembaharuan. Perawat sebagai anggota profesi. Perawat dan pelaksanaan praktik keperawatan Perawat memegang peranan penting dalam menentukan dan melaksanakan standar praktik keperawatan untuk mencapai kemampuan yang sesuai dengan standar pendidikan keperawatan.hanya dapat memberikan keterangan bila diperlukaan oleh pihak yang berkepentingan atau pengadilan. 4. dan dapat berperan serta secara aktif dalam menentukan masalah kesehatan dan masalah sosial yang terjadi di masyarakat. c) membantu mereka yang tidak dapat disembuhkan untuk menyadari potensinya. Perawat sebagai anggota profesi berpartisipasi dalam memelihara kestabilan sosial dan ekonomi sesuai dengan kondisi pelaksanaan praktik keperawatan. baik tenaga keperawatan maupun tenaga profesi lain di keperawatan. 3. Perawat dapat melindungi dan menjamin seseorang. bila dalam masa perawatannya merasa terancam. b) membantu yang sehat mempertahankan kesehatannya. 6. setiap saat dapat mempertahankan sikap sesuai dengan standar profesi keperawatan. Perawat dan sejawat Perawat dapat menopang hubungan kerja sama dengan teman kerja. tanggap. . Perawat diharapkan ikut aktif dalam mengembangkan pengetahuan dalam menopang pelaksanaan perawatan secara profesional. Etika keperawatan sebagai tuntunan bagi profesi bersumber dari pernyataan Florence Nightingale dalam ikrarnya (Nightingale Pledge) yang merupakan ikrar profesi keperawatan kepada masyarakat yaitu profesi keperawatan berkewajiban: a) membantu yang sakit untuk mencapai keadaan sehat. mempunyai inisiatif.

d) membantu seseorang yang menghadapi kematian untuk hdup seoptimal mungkin sampai menjelang ajal (De Young. . 1985).