Anda di halaman 1dari 14

Emang udah fitrahnya manusia buat saling mencintai dan dicintai.

Tapi itu bukan alesan yang bisa dipake buat ngelanggar batesan2 pergaulan ikhwan akhwat... Sebenernya apa aja c yang ngelanggar batasan pergaulan ikhwan akhwat? *jawaban ini saya kutip dari blog ini* 1. Pulang berdua Usai rapat, karena pulang ke arah yang sama maka akhwat pulang bersama di mobil ikhwan. Berdua saja. Dan musik yang diputar masih lagudari Peterpan pula ataupun lagu-lagu cinta lainnya.

2. Rapat hadep2an Rapat dengan posisi berhadap-hadapan seperti ini sangatlah ‘cair’ dan rentan akan timbulnya ikhtilath. Alangkah baiknya - bila belum mampu menggunakan hijab dibuat jarak yang cukup antara ikhwan dan akhwat.

3. Tidak Menundukkan Pandangan (Gadhul Bashar) Gadhul Bashar tuh artinya pengendalian mata dan hati secara bersamaan. Bukankah ada pepatah yang mengatakan, “Dari mana datangnya cinta? Dari mataturun ke hati”. Maka jangan kita ikuti seruan yang mengatakan, “Ah, tidak perlu gadhul bashar, yang penting kan jaga hati!” Namun, tentu aplikasinya tidak harus dengan cara selalu menunduk ke tanah sampai-sampai menabrak dinding. Mungkin dapat disiasati dengan melihat ujung-ujung jilbab atau mata semu/samping.

4. Duduk/ Jalan Berduaan Duduk berdua di taman kampus untuk berdiskusi Islam (mungkin)atau diskusi yang lain. Namun apapun alasannya, bukankah masyarakat kampus tidak ambil pusing dengan apa yang sedang didiskusikan karena yang terlihat di mata mereka adalah aktivis berduaan, titik. Maka menutup pintu fitnah ini adalah langkah terbaik kita.

5. “Men-tek” Untuk Menikah” Gimana, ukh? Tapi nikahnya tiga tahun lagi. Habis, saya takut kamu diambil orang.” Sang ikhwan belum lulus kuliah sehingga ‘men-tek’ seorang akhwat untuk menikah karena takut kehilangan, padahal ga jelas juga kapan akan menikahnya. Hal ini sangatlah riskan.

via email ataupun via YM. “Oke deh Pak fulan. otre deh :) . namun dapat membekas di hati si penerimaataupun si pengirim sendiri. Bahasa Yang Akrab Via SMS. Telpon Tidak Urgen Menelfon dan mengobrol tak tentu arah.6. Tidaklah berdosa bila ingin menyampaikan hal-hal penting di sini.. SMS Tidak Urgen Saling berdialog via SMS mengenai hal-hal yang tak ada kaitannya dengan da’wah. via kertas. Kalau begitchu. via fax. Curhat “Duh. Berbicara Mendayu-Dayu “Deuu si akhiii. antum bisa aja deh?. yang tak ada nilai urgensinya. Message yang disampaikan begitu akrabnya. 11 Yahoo Messenger/Chatting Yang Tidak Urgen YM termasuk fasilitas.”Meskipun sudah sering beraktivitas bersama. bagaimana ya? saya bingung nih. ngga usah ditunda lagi yah.. nyang penting rapatnya lancar khaaan. sampai-sampai pulsa habis sebelum waktunya. Apalagi bila yang dicurhatkan tidak ada sangkut pautnya dengan da’wah. . banyak masalah begini!” Curhat berduaan akan menimbulkan kedekatan. namun ikhwan-akhwat tetaplah bukan sepasang suami isteri yang bisa mengakrabkan diri dengan bebasnya. 9. Namun menjadi bermasalah bila topik pembicaraan melebar kemana-mana dan tidak fokus pada da’wah karena khalwat virtual bisa saja terjadi.. 7. 8.Walau ini hanya bahasa tulisan.kemudian dapat menimbulkan permainan hati yang bisa menganggu tribulasi da’wah. lalu ikatan hati. 10.” ucap sang akhwat kepada seorang ikhwan sambil tertawa kecil dan terdengar sedikit manja.

Engkau hanya boleh melakukanpandangan yang pertama.” ujar seorang ikhwan sambil tertawa. “Katakanlah kepada wanita yang beriman. Allah SWT berfirman. ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya. hehehehe.24: 30) c. sang akhwat hampir saja mencubit lengan sang ikhwan..Ahmad) b. janganlah engkau ikuti pandangan yang satu dengan pandangan yang lain. “Pandangan mata adalah salah satu daripanah-panah iblis..”(HR. Dalil untuk nomor 1-5: a. Allah SWT berfirman.” e. Rasulullah SAW bersabda.. Bersabda. mungkin kita tau yang kita lakuin itu salah. “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir. JLEB banget d. Tapi apa dengan pembenaran itu kita jadi benar?? . sedang pandangan yang kedua adalah resiko bagimu... dan memelihara kemaluannya??” (QS. “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman. karena yang ketiganya ialah syaitan. maka akan dirasakan manisnya iman dalam hatinya. Bercanda ikhwan-akhwat “Biasa aza lagi. Rasulullah saw. barangsiapa menundukkannya karena Allah. maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya. Rasulullah SAW bersabda. tapi kita suka nyari2 pembenaran buat kesalahan yang kita lakuin itu..’Hendaknya mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya??”(QS. Saya akuin masi banyak pelanggaran2 di atas yang masi saya lakuin. Kadang2. “Wahai Ali.”(HR Ahmad) Dalil untuk nomor 6-12 :”… Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit di dalam hatinya…” (Al Ahzab: 32) Astagfirullahal'adzim. Bahkan mungkin karena terlalu banyak syetan di sekeliling.12.24: 31) d.

.. dengan wajah resah. namun tergelincir karena lalai. Mudah2an ikhtiar sederhana ini bisa bikin kita selalu dilindungi Allah SWT dari semua yang bikin kita jauh dari-Nya. 4.org . . ketika melihat ikhwanakhwat di depan masjid yang tak jauh beda seperti orang berpacaran. Saling ngingetin biar g ngulang kesalahan yang sama. Demikianlah kejadian yang sering dipertanyakan.” ujar seorang akhwat kepada juniornya.. ^_^ Amin. Sudah mengetahui.” tanya seorang akhwat penuh keheranan.. 3.. hati kita. lihat itu… ikhwan-akhwat berbicaranya sangat dekat…….” tanya sang mad’u kepada murabbinya karena ia sering melihat dua aktivis rohis itu kemana-mana selalu bersama sehingga terlihat seperti pasangan yang sudah menikah. Sudah mengetahui namun tidak mau mengamalkan. “Si fulan itu ikhwan bukan yah? Kok kelakuannya begitu sama akhwat?. “Mbak. Pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat masih saja terjadi dan hal itu bisa disebabkan karena: 1. sangat dekat posisi tubuhnya.” tanya seorang akhwat kepada temannya karena ia sering melihat seorang aktivis rohis yang bila berbicara dengan lawan jenis. 2. Belum mengetahui batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat.Apa ada yang ngerasa ke'jleb' juga sama tulisan di atas? :( Kalo gitu ayo kita sama2 berubah. Hudzaifah.“Dia ikhwan ya? Tapi kok kalau bicara sama akhwat dekat sekali???. Mudah2an diridhain Allah SWT... Sudah mengetahui dan memahami. akhwat yang itu sudah menikah? Kok akrab sekali sama ikhwan itu?. Hayu ah menata lagi hidup kita. namun belum memahami. “Duh… ngeri.

lurus fikrahnya dan akhlaknya baik. syamil. Maka tidak heran bila terkadang dipertanyakan ke-‘ikhwanan’-nya atau ke-‘akhwatan’-nya bila belum bisa menjaga batas-batas pergaulan (hijab) ikhwan-akhwat. yang islamnya shahih. Kami jadi tak segan lagi. Menjaga pergaulan dengan lawan jenis memang bukanlah hal yang mudah karena fitrah laki-laki adalah mencintai wanita dan demikian pula sebaliknya. tidak khalwat (berduaan).” Ungkapan aktivis sekuler di atas dapat menohok kita selaku jundi-jundi yang ingin memperjuangkan agama-Nya. itu semua adalah penjagaan tatanan kehidupan sosial muslim agar terjaga kehormatan dan kemuliaannya. Kewajiban berjillbab. dan ‘akhwat’ adalah saudara perempuan. menundukkan pandangan. Hanya dengan keimanan yang kokoh dan mujahadah sajalah yang membuat seseorang dapat istiqomah menjaga batas-batas ini. Kehormatan seorang muslim sangatlah dipelihara di dalam Islam.Dan bisa jadi kejadian itu disebabkan karena kita masih sibuk menghiasi penampilan luar kita dengan jilbab lebar warna warni atau dengan berjanggut dan celana mengatung. namun kita lupa menghiasi akhlak. tidak tunduk dalam berbicara (mendayu-dayu) dan dorongan Islam untuk segera menikah. ‘Ikhwan’ artinya adalah saudara laki-laki. pergaulan laki-laki dan perempuan sangatlah dijaga. ada dikhotomi bahwa gelar itu ditujukan untuk orang-orang yang berjuang menegakkan agama-Nya. Kita sibuk berhiaskan simbol-simbol Islam namun lupa substansi Islam. ”Ustadz. Namun di ruang lingkup aktivis rohis. tidak ikhtilath (bercampur baur). Kita berkutat menghafal materi Islam namun tidak fokus pada tataran pemahaman dan amal. Di dalam Islam. Sesungguhnya panggilan ‘ikhwan’ dan ‘akhwat’ adalah panggilan persaudaraan. Aktivis sekuler tak lagi segan Seorang ustadz bercerita bahwa ada aktivis sekuler yang berkata kepadanya. Atau bisa dikonotasikan dengan jamaah. sampai-sampai . dulu saya salut pada orang-orang rohis karena bisa menjaga pergaulan ikhwan-akhwat. namun kini mereka sama saja dengan kami.

istiqomahkanlah kami di jalan-Mu. na’udzubillah. Dan wahai ikhwan…. bersama-sama kita saling menjaga pergaulan ikhwan-akhwat. Karena begitu pentingnya masalah akhlaq ini. Kabulkanlah ya Allah… “ By: Ayat Al Akrash Comments (0) Sadar atau tidak. yang jika saja Engkau tak tampakkan kesalahankesalahan itu pada kami sekarang. maka jauh-jauh hari Allah mengutus Rasulnya tidak lain hanya untuk memperbaiki akhlaqnya.. Saya katakan cukup serius karena permasalahan tersebut menyangkut masalah akhlaq (baca moral). bukan tidak mungkin akan mengarah pada zina yang sesungguhnya. kita dihadapkan pada permasalahan yang cukup serius. “Dan janganlah kamu mendekati zina. ”Dan tidaklah aku diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia”. Dan akhlaq sangat erat kaitannya dengan peradaban. Maka. Wahai akhwat…. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. Akhlaq adalah suatu tabiat dan ia akan terbentuk dengan adanya suatu pembiasaan yang berkesinambungan. Apabila akhlaq penduduk suatu negara rusak maka pada hakikatnya bangsa itu adalah bangsa yang tidak beradab. Al Isra:32). Pelanggaran di atas dapat dikategorikan kepada hal-hal yang mendekati zina karena jika dibiarkan.” (QS. Permasalahan itu tak lain adalah tentang pergaulan antar ikhwan dan akhwat (baca pria dan wanita). Jagalah agar tidak terjerumus ke dalam kategori mendekati zina.untuk mendekati zinanya saja sudah dilarang. Permasalahan yang tidak bisa dipandang sebelah mata atau bahkan dianggap angin lalu. Ampunilah kami ya Allah…… Tolonglah kami membersihkannya hingga dapat bercahaya kembali cermin hati kami. Begitulah Rasululah memberikan penegasan kepada umatnya. Jangan sampai kami tergelincir ataupun terkena debu-debu yang dapat mengotori perjuangan kami di jalan-Mu.. jagalah para akhwat. Akhlaq sangat dipengaruhi oleh informasi yang diterima . jagalah para ikhwan. niscaya kami tak menyadari kesalahan itu selamanya. “Ya Rabbi….

Oleh karena itu. Terkait soal pergaulan. Permasalahan akan lebih serius jika interaksi yang dimaksud berkenaan dengan dua individu yang berbeda jenis dan bukan mahram. Sehingga Islamlah yang harus kita jadikan parameter untuk menilai benar atau salah mengenai pergaulan seseorang. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS.dalam kesehariannya. Akhlaq merupakan inti dalam pergaulan. Berbagai nilai telah masuk memenuhi volume otak kita sehingga mengaburkan nilai fitroh yang kita miliki. Baik dan tidaknya akhlaq seseorang dalam pergaulan sering menjadi kabur tanpa disandarkan pada parameter ukur yang tepat. apapun bentuknya.”(QS.Al-Hujurat[49]:13). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. westernisasi dan pesatnya arus informasi seperti saat ini menyebabkan dunia dunia seakan tanpa batas. agar tidak kehilangan identitas kita harus mengembalikan semua nilai tersebut kepada fitroh itu sendiri.Ar-Rum[30]:30) Lalu bagaimana seharusnya seorang muslim dan muslimah berinteraksi antara satu sama lain? Itulah pertanyaan yang sering jadi tema yang sangat menarik karena akan selalu update pada setiap kurun waktu mengingat makin cepatnya transfer budaya antara satu tempat dengan tempat yang lain di belahan dunia ini. Itulah keyakinan yang harus kita tanamkan dalam hati kita. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Allah berfirman. (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Mungkin akan lebih sederhana masalahnya jika interaksinya hanya antara sesama jenis. dan fitroh itu tak lain adalah Islam. ”Hai manusia. mari kita kembali mengingat firman Allah yang merupakan dasar diperintahkannya ta’aruf (baca: saling kenal) diantara manusia di muka bumi ini. atau antar seseorang dengan mahramnya. . Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.”Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah). sehingga kita bisa selalu optimis dalam menghadapi masalah. agama yang lurus. Islam adalah agama yang solutif yang akan memberikan solusi terbaik dimanapun dan kapanpun hingga hari akhir kelak. (Itulah) agama yang lurus. Dalam era modernisasi. Untuk bisa saling kenal berarti harus ada interaksi antara pihak-pihak yang akan saling mengenal. Dengan demikian pergaulan akan baik jika didasari dengan akhlaq yang baik.

Islam menetapkan rambu-rambu yang jelas. Dan dari hati inilah segala perbuatan jahat akan bisa direalisasi melalui anggota badan. ialah keimanan. ”Wahai Ali. begitulah Rasul mengingatkan. yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Mungkin benar jika cuman memandang tidak ada bahaya yang saat itu kita rasakan. yang mana rambu-rambu tersebut ditujukan untuk kedua belah pihak secara adil. mengolahnya menjadi sinyal-sinyal yang akan diteruskan ke hati. sekilas kelihatannya sepele dan sangat mudah dilakukan tapi ternyata dalam pelaksanaannya sangatlah sulit kecuali bagi orang yang imannya benar-benar mantap. pandangan tersebut cukup cerdas untuk mengelak dari sebuah kewajiban. otak kita akan cepat merespon. Rasulullah pernah memberikan peringatan kepada Ali ra. bahkan tidak terkecuali para aktivis dakwah sekalipun. tapi itupun tidak lantas boleh diumbar.Perintah Menundukkan Pandangan (ghodhul bashor) Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya.. apa sih salahnya?” Kalau tidak dengan syahwat kan gak masalah?” Sekilas.Dalam mengatur interaksi antara ikhwan-akhwat (baca: pria dan wanita). terkecuali tidak sengaja. maka barang siapa yang menundukkannya karena Allah maka akan dirasakan manisnya iman di hatinya (HR Ahmad). Bukankah kita sangat paham bahwa pandangan mata adalah salah satu dari panah-panah iblis. dan memelihara kemaluannya. ”kan cuman memandang. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. janganlah engkau ikuti pandangan yang satu dengan pandangan yang . … (QS. Parahnya pandangan ini diikuti oleh kebanyakan manusia.An-Nuur[24]:30-31 Menundukkan pandangan. justru boleh jadi ”kenikmatan” yang diperolah. Dengan memandang. Wahai saudaraku. Adapun diantara rambu-rambu tersebut diantaranya: 1. sebagai insan beriman sudah seharusnya kita bisa menundukkan pandangan. tapi dampak selanjutnya dari proses memandang tersebut akan sangat berbahaya. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya. bahkan bisa menghilangkan mutiara yang selama ini kita jaga. dan memelihara kemaluannya. Mungkin banyak orang yang berpikir.

”yahfazhuu furuujahum”. Kedua telinga. Realita kehidupan yang akan menguji sampai dimana kualitas keimanan kita. di situ terlihat ada perbedaan penggunaan kata antara perintah menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan.lain. Dan tidak mungkin kita menutup mata dalam berjalan. Di jalan-jalan berkeliaran para manusia pengumbar aurat. sehingga seolah-olah tidak ada tempat di kolong langit ini yang bebas darinya.. Dalam perintah untuk menundukkan pandangan digunakan redaksi ”yaghuddhu min abshoorihim”. Abu Dawud & Al-Hakim). dan kemudian kemaluanlah yang akan . maka Beliau menyuruhku memalingkan pandangan” (HR. ”mungkin lebih baik kita tidak usah punya mata”. di televisi tak pernah bebas dari tayangantayangan yg mempertontonkan aurat dan mengumbar syahwat. na’udzubillah. atau tidak mau keluar rumah karena takut melihat sesuatu yang haram. tangan dan kaki kita juga merasakan hal yang sama. Zinanya kedua mata dengan memandang yang diharamkan. Tapi itulah realita. tapi dalam perintah menjaga kemaluan tidak digunakan kata min. di media-media cetak senantiasa terpampang gambar-gambar seronok. Kita lihat. Berkaitan dengan bolehnya memandang dengan tidak sengaja tersebut ada sebuah kisah dari sahabat Jarir bin Abad ra. kita pahami bahwa memandang dengan tanpa sengaja tidak menyebabkan dosa jika tidak diikuti pandangan berikutnya karena memang dalam realita tidak mungkin kita bisa menghindar 100% dari semua itu. jika kita perhatikan dalam QS An-Nur ayat 30-31. engkau hanya boleh melakukan pandangan yang pertama (dgn tidk sengaja). karena saking sulitnya menjaga mata tersebut dari melihat sesuatu yang haram. berlarut dan terus berlarut??? Ternyata tidak hanya mata kita yang menghadapi ujian serupa. Juga. ”Telah ditetapkan bagi anak Adam perzinahan tertentu yang tidak dapat dielakkannya. Dengan demikian. zinanya nafsu dengan hasrat dan keinginan. juga di dunia maya (baca: internet) berrgentayangan situs-situs porno yang siap cari mangsa. zinanya lisan dengan ucapan. mulut. zinanya kaki dengan langkah-langkah. ”Aku bertanya kepada Rasulullah saw soal memandang mendadak yang tidak disengaja. Wahai saudara. Akankah kita terjerembab dalam lembah kemaksiatan itu. di mana-mana aurat diumbar. Di sini digunakan min litab’idh yang bermakna sebagian. zinanya telinga dengan mendengarkan (sesuatu yang dilarang). Muslim). dia berkata. Jadi tidak ada dosa bagi seorang yang tidak sengaja memandang sesuatu yang diharamkan (baca: aurat). zinanya tangan dengan memegang. sungguh sangat sulit menundukkan pandangan di saat seperti sekarang ini. justru itu yang menyalahi tujuan penciptaan manusia sebagai kholifatullah. Semuanya bisa terjerumus dalam bentuk ”perzinahan”. kita akui. sedang pandangan yang kedua adalah resiko (dosa) bagimu”(HR. Kadang terbetik di hati kita.

membuktikan atau membatalkan semua bentuk zina tersebut”(HR. kepada manusia baik laki-laki maupun perempuan meskipun dalam aplikasinya sedikit ada penekanan pada wanita untuk masalah hijab dan ghodul bashor untuk laki-laki. tidak ketat. Allah swt. tetapi alangkah ahsan jika para laki-laki dalam berpakaian tidak hanya menutup pada batas minilal tersebut. dan memelihara kemaluannya.. kewajiban hijab sangat diperhatikan dalam islam. Bagi wanita. melebihi hijab bagi laki-laki. Perintah ini secara adil ditujukan oleh Allah swt. di mana dan kapan kita harus berhijab telah dijelaskan secara detail dalam Al-Qur’an maupun hadist.Perintah Hijab Perintah godhul bashor dan berhijab mempunyai kedudukan yang sama-sama pentingnya layaknya siang dan malam yang tidak mungkin dipisahkan. Jumhur Ulama berpendapat bahwa batasan aurat laki-laki adalah antara pusar dan lutut. karena bagi seorang akhwat juga ada kewajiban godhul bashor. Jangan sampai ukhuwah diantara kita ternodai oleh penyakit hati yang ditimbulkan oleh pandangan mata kita di saat berinteraksi dengan lain jenis. Dengan siapa. Dengan demikian tidak menimbulkan fitnah bagi para akhwat (baca: wanita) yang tidak sengaja melihatnya. Batasan hijab untuk laki-laki mungkin bisa dikatakan cukup sederhana dan jarang menimbulkan masalah. Hendaknya dia juga berpakaian yang sopan. juga tidak tipis.. inilah rambu-rambu yang pertama harus kita perhatikan dalam rangka menjaga pergaulan di antara kita. dan janganlah mereka . Kewajiban hijab sangat erat kaitannya dengan aurat dan batasan-batasannya. Tidaklah aku meninggalkan fitnah setelahku yang lebih berbahaya bagi kaum pria melebihi kaum wanita” (HR. Bukhori-Muslim). Bukhori-Muslim) Menjaga pandangan mata. Mengenai kewajiban hijab bagi seorang wanita. Jangan sampai ukhuwah yang akan kita bangun melalui pergaulan berbuah kenistaan yang tidak diridhoi oleh Allah swt. berfirman: Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya. agar terjaga keimanan pada diri kita. 2. Marilah saling menjaga. karena memang wanita merupakan sumber fitnah yang lebih besar.

sungguh saat-saat seperti itu merupakan momentum yang tak terkira betapa nikmatnya. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah. atau budak-budak yang mereka miliki.menampakkan perhiasannya. Jika dirimu bisa menunaikannya dengan benar dan ikhlas insya Allah. kedua tidak tipis atau transparan (laa riqo’) sehingga warna kulitnya masih kelihatan dari luar laksanan ikan di dalam aquarium. Ringkasnya. atau putra-putra mereka. dan janganlah menampakkan perhiasannya. atau saudara-saudara laki-laki mereka. Bukan hanya sekedar membungkus tubuh secara asal-asalan. atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. atau putra-putra suami mereka. Tapi apa yang terjadi saat ini? Sudahkah para wanita menutup keindahan tubuhnya? Padahal hanya suamimulah yang paling berhak menikmatinya. hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. bukan yang lain. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Di situ juga dijelaskan bagaimana seharusnya para wanita berhijab yang benar. setiap detik kehidupanmu akan bertabur pahala dariNya.S. kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.An-Nuur[24]:31 Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu. atau putra-putra saudara laki-laki mereka. yaitu pertama tidak sempit/ketat (laa dhoyyiq) sehingga masih memperlihatkan lekak-lekuk tubuhnya. Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” [Q. 3. atau ayah suami mereka. na’udzubillah. Al-Ahzab : 59] Itulah perintah yang terinci yang ditujukan bagi kaum wanita untuk tidak memperlihatkan perhiasan yang ia miliki kecuali kepada mahramnya. atau putra-putra saudara perempuan mereka. (QS. kecuali kepada suami mereka. Apalagi jika hati kedua insan tersebut telah menyatu.Larangan kholwat dan ikhtilath Kholwat (berdua-duaan dengan lain jenis) dan ikhtilath (campur baur antara pria dan wanita) juga merupakan pemicu kehancuran generasi. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya. Subhanallah. atau ke seluruh tubuhnya. Tidak ada lagi rasa . anak-anak perempuanmu dan isteriisteri orang mu’min. Memang akan terasa indah jika dua insan berdua-duaan di tempat sepi sambil ngobrol ngalor ngidul seolah tak ada beban. yaitu supaya mereka menutupkan kain kudungnya ke dada. ada dua syarat hijab (baca: jilbab) yang harus diperhatikan. atau ayah mereka. ada sinyal-sinyal yang agak nyambung frekuensinya. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena semua itu adalah bentuk ibadah kepada Allah swt. atau wanita-wanita Islam.

saling chatting di internet dengan bahasa yang sangat akrab. ”Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir.Ahmad). Sungguh benar sabda Rasulullah. Dan memang. saling pandang. mungkin sangat bagus tujuannya tapi dalam pelaksanaan di lapangan timbul sesuatu yang tercela sehingga timbul saling sentuh. saling curhat antara ikhwan dan akhwat tentang masalah pribadi yang sebenarnya sangat-sangat privasi. kadang kholwat dan ikhtilath menjadi sesuatu yang dianggap biasa. bercanda ikhwan-akhwat. berbicara merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk bisa saling memahami. pulang berduaan saja setelah rapat. Maka sebagai insan yang beriman sudah sepatutnya kita waspada karena jika sekali saja kita menikmatinya (berdua-duaan). Inilah yang sering terjadi.Larangan Berbicara dengan dibuat-buat Pada asalnya tidak ada larangan untuk berbicara antara pria dan wanita untuk suatu tujuan dalam interaksi sosial. menyesal atau tak enak karena memang hatinya ditutupi oleh setan. sering terjadi saat kita mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan. saling sms dengan PeDenya untuk menyampaikan rasa Simpati. yang kadang dianggap sangat biasa dan wajar.bersalah. acara remaja. saling canda. saling telpon untuk tujuan yang tidak jelas dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan dakwah. jika . Awalnya. Berbicara secara mendayudayu. pengajian. rapat dengan posisi yang saling berhadapan pada posisi yang amat dekat. Ikhtilath. melalui firmanNYa. dan sebagainya. Akan dijadikan indah semua yang mereka lakukan. termasuk menyampaikan dakwah tentang keislaman. niscaya kita akan ketagihan dibuatnya. karena yang ketiganya ialah syaitan. mungkin ini sedikit contoh pelanggaran atas nama dakwah. dan berjabat tangan dengan bebasnya. tipu daya setan akan terus dilancarkannya hingga menembus titik terlemah kita.” (HR. Sekali-kali. 4. yang dibungkus dengan tujuan dakwah. Bukankah Allah telah memberikan peringatan kepada istri-istri Nabi yang pada hakekatnya juga kepada kita. liqo’ (baca: pertemuan) dan lainnya. Berikut beberapa penyimpangan yang sering terjadi. Tak terkecuali bagi para aktivis dakwah. Itulah salah satu tipu daya setan la’natullah ’alaihi. maka jangan sekali-kali dia bersendirian (berdua-duaan) dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya. ”Hai istri-istri Nabi. kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain. syura’ (baca: rapat). Yang jadi masalah adalah apabila pembicaraan yang dimaksud sudah menyimpang dari tujuan awal. Duduk berdua untuk berdiskusi tentang Islam.

itu semua adalah penjagaan tatanan kehidupan sosial muslim agar terjaga kehormatan dan kemuliaannya. Lingkungan di sekitar kalian sungguh sangat tidak kondusif untuk mempertahankan status bujang. Kewajiban berhijab. Maka jangan salahkan jika kerusakan dan kehancuran terjadi dimana-mana baik itu kerusakan moral maupun kerusakan alam (baca: bencana alam) *** Wahaui Saudaraku. jauh-jauh hari Rasulullah memberikan untaian nashihat kepada para pemuda ”Wahai para pemuda. Lihatlah apa yang terjadi pada tayangan televisi di Indonesia.kamu bertakwa. tidak tunduk dalam berbicara (mendayu-dayu) dan dorongan Islam untuk segera menikah. rasulullah pernah mengingatkan ”Apabila ada orang yang sholih datang kepadamu untuk melamar anakmu maka nikahkanlah ia. Perintah yang di dalamnya terdapat kebaikan-kebaikan yang bisa menyelamatkan iman kita.Perintah Untuk Menyegerakan Menikah Bagi para pemuda-pemudi. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya. dan ucapkanlah perkataan yang baik” (QS Al-Ahzab[33]:32) 5. jika tidak maka akan terjadi kehancuran”. sungguh sangat berat ujian yang kalian hadapi saat ini. “Dan janganlah kamu mendekati zina. tapi jika kalian belum mampu maka perbanyaklah puasa karena ia akan menjadi perisai bagi kalian” Menyegerakan menikah. Tentunya yang dimaksud menyegerakan di sini bukan berarti tergesagesa. Mungkin inilah yang terjadi di negara kita. tiap hari ada saja gosip tentang perceraian. pergaulan laki-laki dan perempuan sangatlah dijaga. menundukkan pandangan. tidak ikhtilath (bercampur baur). barangsiapa diantara kalian telah mempunyai kemampuan (lahir bathin) maka hendaknya segera menikah karena akan bisa menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Al Isra:32). . ya itulah perintah Rasulullah kepada para pemuda Islam. sampai-sampai untuk mendekati zina saja sudah dilarang. banyak orang yang mempersulit nikah tapi disisi lain mempermudah cerai.” (QS. Begitu pentingnya menyegerakan nikah ini. Maka dari itu. Perlu ada upaya mempersiapkan kemampuan bukan hanya memperturutkan kemauan karena perintah nikah tsb jelas-jelas ditujukan kepada siapa yang mampu bukan kepada siapa yang mau. di dalam Islam. Kehormatan dan kemuliaan seorang muslim sangatlah dipelihara di dalam Islam. Hampir dipastikan. tidak khalwat (berduaan).

Sesungguhnya. Jagalah agar tidak terjerumus ke dalam kategori mendekati zina. Ampunilah kami ya Allah…… Tolonglah kami agar dapat membersihkannya hingga dapat bercahaya kembali cermin hati kami. Jangan sampai kami tergelincir ataupun terkena debu-debu yang dapat mengotori perjuangan kami di jalan-Mu. Abu Bakr Al Jazairi Fiqih Sunnah. Wahai akhwat….Maka.. jagalah para akhwat. yang jika saja Engkau tak tampakkan kesalahan-kesalahan itu pada kami sekarang. Kabulkanlah ya Allah…“ Referensi: Tafsir Ibnu Katsiir Minhajul Muslim. niscaya kami tak menyadari kesalahan itu selamanya. Sayyid Hasyimi Comments » . Sayyid Sabiq Ringkasan Shohih Bukhori Jami’us Shoghir. hati ini akan semakin hitam pekat jika kita terus menorehkan noda diatasnya. istiqomahkanlah kami di jalan-Mu. jagalah para ikhwan. Dan wahai ikhwan…. Syaikh Al-Albani Syarah Mukhtaarul Ahaadits. mari bersama-sama kita saling menjaga pergaulan ikhwan-akhwat.. “Ya Rabbi….