Anda di halaman 1dari 9

Tuberkulosis (TBC) dan diagnosis bandingnya

Kedokteran 16 Januari 2009 Latar Belakang Masalah Tuberkulosis adalah peradangan paru yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Di Indonesia TB merupakan masalah utama kesehatan masyarakat. Indonesia menempati urutan ke-3 terbanyak kasus TB setelah India dan Cina. Sedangkan pneumonia adalah peradangan paru yang disebabkkan oleh mikroorganisme lain selain Mycobacterium tuberculosis. TB dan Pneumonia memiliki kemiripan dan menimbulkan manifestasi yang hampir sama. Di samping itu, ada satu penyakit yang juga memiliki manifestasi yang hampir mirip dengan kedua penyakit di atas, yaitu kanker paru. Kanker paru adalah semua keganasan di paru mencakup keganasan yang berasal dari paru sendiri maupun dari metastasis. Pengetahuan untuk dapat membedakan ketiga penyakit tersebut menjadi penting. Tujuannya, agar penatalaksanaan dapat dilakukan dengan benar sehingga dapat menguntungkan pihak pasien dengan tercapainya kesembuhan. Walaupun hampir mirip dari segi klinis, namun dengan pemeriksaan tertentu dapat dibedakan. C. Tujuan Penulisan Mahasiswa mampu menjelaskan jenis-jenis kelainan pada sistem respirasi meliputi causa, patogenesis, patologi, patofisiologi, gejala, komplikasi, prognosis, dan dasar terapi. D. Manfaat Penulisan Dapat membantu mahasiswa memahami dan mencapai tujuan pembelajaran blok sistem respirasi. TINJAUAN PUSTAKA Anatomi, Fisiologi, dan Histologi Sistem Respirasi Secara umum saluran udara pernapasan adalah sebagai berikut : dari nares anterior menuju ke cavitas nasalis, choanae, nasopharynx, larynx, trachea, bronchus primarius, bronchus secundus, bronchus tertius, bronchiolus, bronchiolus terminalis, bronchiolus respiratorius, ductus alveolaris, atrium alveolaris, sacculus alveolaris, kemudian berakhir pada alveolus tempat terjadinya pertukaran udara (Budiyanto, dkk, 2005). Respirasi terdiri dari dua mekanisme, yaitu inspirasi dan ekspirasi. Pada saat inspirasi costa tertarik ke kranial dengan sumbu di articulatio costovertebrale, diafragma kontraksi turun ke caudal, sehingga rongga thorax membesar, dan udara masuk karena tekanan dalam

sesak napas. m. Gejala sistemik berupa badan lemah. Intercostalis internus. Otot reguler inspirasi : m. m. berat badan (BB) turun. 2008. Serrarus anterior. Respirasi melibatkan otot-otot regular dan otot bantu. disebut sebagai basil tahan asam (BTA). Tranversus abdominis. sedang otot bantu atau auxiliar bekerja saat pernapasan sesak. 2008). Cara penularanny melalui droplet (percikan dahak). Infeksi primer. dan m. 1989. 2006). Latissimus dorsi. Pectoralis mayor et minor. 2. pembuluh limfe. saluran napas tersusun dari epitel. sel goblet. m. Guyton.rongga thorax yang membesar menjadi lebih rendah dari tekanan udara luar. 1998). Intercostalis externus. malaise. Kuman ini mati dengan sinar matahari langsung tetapi dapat bertahan hidup di tempat gelap dan lembab. nyeri dada. 1999. Tim Field Lab. m. Subcostalis. TUBERCULOSIS Definisi dan Etiologi Tuberculosis disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. m. 1998). Otot auxiliar inspirasi : m. sedang setelahnya adalah selapis kubis bersilia. Intercartilagineus. dan lain-lain (Amin. m. Serratus posterior superior. Reviono. Otot reguler ekspirasi : m. kelanjar. hemoptisis. biasanya setelah beberapa bulan atau tahun. m. 2008). 2008). Kartilago pada trakea berbentuk tapal kuda. Infeksi post primer. otot polos. Secara histologis. Serratus posterior inferior. Infeksi yang terjadi setelah infeksi primer. m. Sedangkan ekspirasi adalah kebalikan dari inspirasi (Ganong. Obliquus externus et internus abdominis. Tranversus thorachis. kartilago. Levator costae. m. dan pembuluh darah (Anonim. pada bronkiolus tidak ditemukan dan banyak terdapat elastin (Carlos Junqueira. Rectus abdominis (Syaifulloh. dkk. Sel goblet banyak terdapat di fossa nasalis sampai bronchus besar. tahan asam dalam pewarnaan. Diagnosis . dan elastin. Kuman ini berbentuk batang. keringat malam (Chandrasoma. Gambaran Klinik Gejala respiratorik berupa batuk lebih dari 3 minggu. misalnya status gizi buruk. sedang setelahnya sedikit sampai tidak ada. Otot auxiliar ekspirasi : m. Scaleni. dkk. Klasifikasi 1. Infeksi yang pertama kali terjadi pada tubuh yang belum memiliki reaksi spesifik terhadap basil TB tersebut. Epitel dari fossa nasalis sampai bronchus adalah bertingkat toraks bersilia. Sternocleidomastoideus. nafsu makan turun. Kuman dapat menyebar secara langsung ke jaringan sekitar. infeksi HIV. m. Otot reguler bekerja dalam pernapasan normal. m. Infeksi ini muncul kembali saat daya tahan tubuh menurun.

dimana basil TB memproduksi tuberculoprotein yang akan merangsang munculnya reaksi tersebut. Kategori III untuk pasien TB anak-anak : 2HRZ/4R3H3. legionella. Kategori I untuk pasien baru : 2HRZE/4R3H3. Cara mikroorganisme masuk saluran napas dengan 4 cara : inokulasi langsung. Radiologis. dan lingkungan. Berdasar reaksi hipersensitifitas tipe 4. dan pneumonia jamur. 1989). mikroorganisme. pleuropneumonia. pneumonia atipikal (mycoplasma. skala Bronkhorst. 4. Digunakan untuk membedakan lesi minimal dan lesi luas. Lesi multiform aktif : infiltrat. hal ini akibat aktivitas mekanisme pertahanan paru. schwarte. cavitas. efusi. inhalasi bahan aerosol. Berdasar sumber kumannya : pneumonia komuniti yang didapat di masyarakat. Uji tuberkulin. streptococcus. pneumonia nosokomial didapat di rumah sakit. konsolidasi. milier. virus. Kategori IV untuk pasien kronik yang sudah gagal dari kategori II : Isoniazid (INH) seumur hidup (Tim Field Lab. maka mikroorganisme dapat berkembang biak menimbulkan penyakit. jamur. hemofilus influenza. pneumonia aspirasi. Anamnesis. metode pengecatan Ziehl Nellson. yaitu mengenai gejala. 2006. pneumonia virus. parasit. kalsifikasi. penyebaran melalui pembuluh darah. riwayat paparan/ kontak dengan penderita TB. Lesi inaktif : fibrotik. kategori II untuk pasien kambuh dan gagal pengobatan kategori I : 2HRZES/HRZE/5R3H3E3. tidak terjadi pertumbuhan mikroorganisme di paru. 2008). PNEUMONIA Definisi Etiologi Peradangan paru yang disebabkan oleh mikroorganisme selain Mycobakterium tuberculosis. Penatalaksanaan Penatalaksanaan TB dibagi menjadi 4 kategori. Apabila terjadi ketidakseimbangan antara daya tahan tubuh. 2008). Patogenesis dan Patologi Dalam keadaan sehat. 2.1. pembacaan skala IUATLD. ). kolonisasi di permukaan . dan pneumonia imunocompromised. riwayat penyakit. bronkopneumonia. Pemeriksaan darah dipakai untuk mengetahui aktivitas penyakit (Reviono. chlamydia). yaitu bakteri. klebsiella. Amin. Pemeriksaan makroskopis bakteri : cara SPS. noduler. dan pneumonia interstitiil (Price dan Wilson. Berdasar penyebabnya : pneumonia bakterial/ tipikal (staphylococus. 5. 3. Berdasarkan predileksinya : pneumonia lobaris lobularis. pseudomonas.

perkusi redup. KANKER PARU Adalah semua penyakit keganasan di paru mencakup keganasan yang berasal dari paru maupun dari metastasis. batuk berdahak mukoid atau purulen. Auskultasi : suara dasar bronkovesikuler sanpai bronkial. Gambaran Klinis Dibagi menjadi dua golongan : gejala khas dan tidak khas. perempuan sebagai perokok pasif (Rima. 2008). Analisis gas darah menunjukan hipoksemia. sakit dada. 2008). biakan dan serologi. Zona konsolidasi luar : daerah tempat terjadi fagositosis yang aktif dengan jumlah PMN yang banyak. demam hilang timbul (Amin. Pengobatan Terdiri atas antibiotik dan pengobatan suportif. usia di atas 40 tahun. 2006). palpasi : fremitus dapat mengeras.mukosa. sulit/ sakit menelan. Diagnosis Anamnesis. Zona resolusi : daerah tempat terjadi resolusi dengan banyak bakteri yang mati. suara tambahan ronki basah pada stadium resolusi. Gejala khas : sesak napas. suhu tubuh meningkat. batuk darah bisa sedikit bisa banyak. Zona permulaan konsolidasi : terdiri dari PMN dan beberapa eksudasi sel darah merah. Bila tumor kecil dan letak di perifer. Pemeriksaan laboratorium. berupa gejala. batuk dengan atau tanpa dahak. tergantung besar dan letak tumor. benjolan di pangkal leher. Terdapat 4 zona pada daerah reaksi inflamasi : Zona luar : alveoli yang terisi bakteri dan cairan edema. kadang nyeri dada.000/ul-30. peningkatan lekosit 10. pada stadium lanjut asidosis respiratorik. tergantung luas lesi. Chandrasoma. riwayat penyakit keluarga. Diagnosis Anamnesis. Pemberian antibiotik sebaiknya berdasar data mikroorganisme dan hasil uji kepekaan (Reviono. paparan industri. riwayat penyakit. 1989. Inspeksi : bagian yang sakit tertinggal. Pemeriksaan fisik. perokok. Bakteri yang masuk alveoli menyebabkan reaksi radang. sembab muka dan leher. nafsu makan hilang. edema seluruh alveoli. leukosit dan alveolar makrofag (Reviono. dan infiltrasi sel-sel PMN. Pemeriksaan fisik. 2008). didapatkan gejala demam menggigil. Sel-sel PMN mendesak bakteri ke permukaan alveoli dan dengan bantuan lekosit yang lain melalui pseudopodosis sitoplasmik mengelilingi bakteri tersebut kemudian di fagosit. Untuk dapat mengetahui etiologi dilakukan pemeriksaan dahak. . Gejala tidak khas : berat badan berkurang. faktor risiko. sesak napas. Gambaran radiologis : gambaran infiltrat sampai konsolidasi (berawan) dapat disertai air bronchogram. hemoptisis. Ada beberapa golongan yang memiliki risiko tinggi terkana kanker paru : laki-laki lebih tinggi.000/ul.

dan bila disertai atelektasis akan terjadi penarikan trakea atau oesofagus. Hemoptisis dikatakan masif apabila : darah > 600 cc/ 24 jam dan belum berhenti. T4 N berapa pun M0. 2006). 2006). Pada kasus. Stadium IIIA : T1N2M0. mediastinoskopi. CT scan mungkin dapat memberikan bantuan lebih lanjut dalam membedakan lesi-lesi yang dicurigai. 2008). T3N1M0. Bronkoskopi. Penyebab hemoptisis antara lain infeksi tuberkulosis. memiliki beberapa fungsi : untuk mengambil bahan atau jaringan. bronkiektasis. kelenjar getah bening. Patologi Kanker paru primer biasanya diklasifikasikan menurut jenis histologinya : Karsinoma sel kecil Karsinoma bukan sel kecil meliputi : karsinoma skuamosa. metastase). trans torakal biopsi (TTB) untuk lesi yang letaknya perifer. torakoskopi. gangguan sistem pembekuan darah. pasien datang dengan keluhan utama batuk darah sebanyak 250 cc sejak 1 hari yang lalu. Tumor ukuran besar. Pada pemriksaan radio tampak gambaran infiltrat sampai konsolidasi. Stadium IIB : T2N1M0. Komplikasi Batuk darah 2. dan torakotomi eksplorasi sebagai pilihan terakhir (Rima. untuk mengetahui kelainan mukosa bronkus. Stadium IIA : T1N1M0. letak di sentral. Tampaknya pada kasus ini pneumonia untuk sementara dapat disingkirkan. Radioterapi sebagai terapi kuratif dan paliatif. trans bronkial lung biopsi (TBLB). Stadium IIIB : T berapa pun N3M0. trauma. tetapi karena pemeriksaan darah belum ada hasil yaitu untuk mengetahui kadar Hb. 2008). adenokarsinoma (Price dan Wilson. Radiologis. Stadium IIIA perlu diberi kemoterapi dahulu untuk menurunkan staging.menunjukan gambaran normal. jika dilihat dari jumlah darah yang dikeluarkan sudah bisa mencapai kategori masif yaitu 250 cc. Tampak nodul soliter sirkumskripta atau coin lession pada radigram dada merupakan petunjuk dini untuk mendeteksi karsinoma bronkogenik. Pengobatan Pembedahan (operasi). perkusi redup. T3N2M0. untuk menilai keadaan percabangan bronkus. Untuk menegakan diagnosis perlu . kelainan vaskuler. batuk darah 250-600 cc/ 24 jam dengan Hb > 10 gr%. Pemeriksaan khusus meliputi : sitologi sputum. diindikasikan pada jenis sel karsinoma bukan sel kecil stadium I dan II. Staging Penderajatan kanker paru menurut International Staging System for Lung Cancer dengan sistem TNM (tumor. tapi setelah dilakukan pengobatan konvensional selama 48 jam hemoptisis tetap berlangsung. karsinoma sel besar. 2008). Stadium IV : TN berapa pun M1 (Price dan Wilson.3% dan pneumotorak 15. pada palpasi fremitus mengeras. Stadium IA : T1N0M0. meskipun dapat juga ditemukan pada banyak keadaan lainnya. Batuk darah adalah batuk dengan ekspektorasi dahak bercampur darah dari saluran napas di bawah pita suara. Pneumonia memiliki ciri sebagai berikut : pada pemeriksaan fisik saat inspeksi biasanya bagian yang sakit akan tertinggal. batuk darah 250-600 cc/ 24 jam dengan Hb < 10 gr% dan belum berhenti. auskultasi didapatkan ronki. Kemoterapi (Rima. PEMBAHASAN Pada kasus ini. Pada pneumonia dapat juga ditemukan batuk darah.4% (Rima. maka sementara ini pasien belum bisa dikategorikan sebagai batuk darah masif. Stadium IB : T2N0M0. T2N2M0. tumor paru. Batuk darah atau hemoptisis merupakan suatu kegawatan paru karena dapat menimbulkan asfiksi (pembuntuan saluran napas oleh bekuan darah) dan kehilangan darah.

tidak dilakukan uji tuberkulin karena pasien diduga telah pernah menderita TB. Nekrosis dapat menimbulkan perkejuan. sulit menelan. Uji tuberkulin akan positif pada pasien setelah 310 minggu terpapar kuman TB. pada kasus ini pun didapatkan gambaran yang mengarah ke bronkiektasis. yaitu bronkiektasis. sehingga uji ini menjadi tidak efektif. Gejala dan tanda bronkiektasis : batuk produktif menahun. trans torakal biopsi. hemoptisis. Kenker paru lebih banyak menyerang laki-laki. Selain itu diceritakan pula bahwa ayah pasien 6 tahun yang lalu meninggal karena penyakit paru menular dan penyakit jantung. ada uji yang cukup bagus yaitu uji tuberkulin. sesak napas. usia > 40 tahun. panas. dan kongenital. Bronkiektasis adalah dilatasi bronkus lokal dan permanen sebagai akibat kerusakan struktur dindingnya. Ini juga terdapat pada pasien di atas. pneumonia). sakit dada. uji ini penting untuk mengevaluasi pasien dan menentukan prevalensi TB di suatu wilayah. trans bronkial lung biopsi. Pada kasus ini tampaknya bronkiektasis merupakan komplikasi dari penyakit yang diderita pasien. pemeriksaan dahak dan biakan. obstruksi oleh benda asing atau tumor. protein inilah yang menyebabkan reaksi hipersensitivitas dengan menginisiasi respon peradangan dan nekrosis. Sebenarnya untuk diagnosis TB. atelektasis. yang diutamakan untuk sementara adalah bahwa pasien menderita TB. Kemungkianan penyakit ayahnya adalah TB dan pasien tertular dari ayahnya. Gambaran TB pun ada semua pada pasien. Tumor/ kanker paru adalah semua penyakit keganasan paru. Dugaan ini diperkuat dengan riwayat penyakit pasien dimana pasien pernah sakit paru dan mendapatkan pengobatan paket 6 bulan dari puskesmas. paparan industri. Gambaran klinik kanker paru : batuk. uji ini jarang dilakukan karena prevalensi TB di Indonesia sangat besar sehingga sebagian besar penduduk Indonesia pernah terpapar kuman TB. dan kelainan vaskuler pada kasus ini pun dapat disingkirkan karena tidak didapatkan riwayat yang mengarah pada kelainan tersebut. dan demam hilang timbul. Diagnosis ditegakkan dengan gambaran radiologis dan pemeriksaan dahak 3 lapis. dapat ditemukan juga pada penyakit lain seperti TB. berat badan menurun. Penyebabnya : gejala sisa infeksi (TB. Di Indonesia. sambul menunggu pemriksaan yang sudah direncakan. Pemeriksaan tersebut antara lain bronkoskopi. biakan darah dan serologi. dan dengan menyingkirkan panyakit lain yang memiliki gambaran yang mirip. Komplikasi tersebut bisa dari obstruksi tumor paru bila pasien memang menderita kanker dan bisa dari bekas tuberkulosisnya 3 tahun yang lalu. Pada kasus. TB adalah infeksi paru yang disebabkan oleh micobakterium tuberkulosis. Namun begitu. Pada gambaran radiologis dapat ditemukan kavitas. Uji . Positif menunjukan telah terjadi hipersensitivitas tipe lambat. berat badan turun. perokok. Jadi pasien memiliki kemungkinan besar menderita kanker paru. Gangguan sistem pembekuan darah. Pasien memiliki kemungkinan besar terkena TB. anemia. Pemeriksaan inilah yang direncanakan akan dilakuakn terhadap pasien pada kasus ini. Pada kasus ini. Diagnosis TB dapat ditegakan dengan pemriksaan mikroskopis dahak baik dengan SPS maupun biakan. dan sitologi sputum. benjolan di pangkal leher. Basil kuman TB menghasilkan tuberkuloprotein. Pada kasus ini berarti pasien mengalami relaps / kambuh.dilakukan radiogram dada. torakokskopi. untuk menegakan diagnosis perlu dilakukan pemeriksaan khusus karena gambaran tadi tidaklah khas pada tumor saja. Walaupun begitu. dan sesak napas. nafsu makan menghilang. Dari radiologis pasien yang mendukung ke bronkiektasis adalah ditemukannya gambaran sarang tawon pada apeks paru kiri. Ada pun penyakit yang juga dapat menimbulkan batuk darah. Semua gambaran ini hampir terdapat pada pasien. batuk darah. sehingga walaupun sekarang tidak memiliki TB tapi uji akan tetap positif. trauma.

Namun. Akibatnya silia tidak dapat mengeluarkan dahak. Demam hialng timbula adalah ciri khas penyakit infeksi yang kronik. Apabila penderita memiliki respon batuk yang baik. Konjungtiva pasien juga tampak pucat. Pasien agar membatukan darah bila terasa akan batuk dan jangan menahan batuk untuk mencegah asfiksi. dan transfusi darah bila diperlukan. Batuk darah/ hemoptisis merupakan tanda adanya ekskavasi dan ulserasi pembuluh darah pada dinding kavitas. Diceritakan pula bahwa pasien suaranya serak. Batuk darah yang masif dapat terjadi bila terjadi perdarahan dari rausmussen aneurysma. Batuk berfungsi untuk mengeluarkan akumulasi mukus sebagai reaksi peradangan. kemungkinan pasien mengalami anemia. Ada beberapa obat OAT yang dapat mengakibatkan hepatitis. PENUTUP . Batuk darah terus ditampung dan dimonitor. Mata kuning (sklera ikterik) disebakan bertambahnya jumlah hemoglobin tak terkonjugasi di dalam tubuh sehingga timbul ikterus. Bila uji tuberkulin negatif maka anak tersebut diberi terapi INH minimal 3 bulan. bronkiektasis. Sebenarnya keringat dapat terjadi kapan saja. yaitu INH dan Rifampisin. Disebutkan bahwa pasien pernah mendapat pengobatan paket 6 bulan dari Puskesmas dan selama pengobatan pernah masuk rumah sakit karena muntah-muntah dan mata kuning. Demam biasanya terjadi saat kuman sedang membelah dan memperbanyak diri. jika telah mencapai kategori masif maka perlu penanganan khusus. Namun bila penyebabnya kanker berarti kanker telah mengalami metastase. obat penenang jika cemas. Melihat gejala-gejala yang terjadi saat ini bila dihubungkan dengan TB adalah sebagai berikut. oksigen bila sesak napas. Sementara itu pasien diberi infus. Malaise dan tidak mau makan kemungkinan karena efek pelepasan sitokin. pasien ditidurkan dengan posisi duduk atau setengah duduk. Saat demam. dihentikan jika uji ulang tetap negatif dan tidak kontak lagi dengan penderita. Penatalaksanaan yang dapat diberikan pada pasien. pada kasus sudah terjadi sejak 2 bulan. pasien lebih sering menyadarinya saat malam hari. Kemungkinan akibat efek rokok yang biasa dihisapnya. Pasien juga merasa kesulitan mengeluarkan dahak. terutama mengenai hemoptisisnya dahulu karena ini termasuk kegawatan paru. Manifestasi selanjutnya adalah turunnya berat badan. Batuk adalah manifestasi yang timbul paling dini dan paling sering. Respon imun terhadap kuman TB akan merangsang pengeluaran sitokin seperti IL-1. yang dapat menyebabkan kurang nafsu makan. Pengobatan diberikan sambil menunggu hasil pemeriksaan penunjang yang sudah dilakukan maupun yang telah direncanakan. tubuh merespon dengan meningkatkan produksi keringat. Oleh karena itu TB harus cukup lanjut untuk menimbulkan batuk yang ekspektorasi. IL-4. Efek lain adalah muntah-muntah. anak tersebut diberi INH 6-9 bulan. karena keringat muncul tanpa sebab yang fisiologis. dan ulserasi trakeobronkial. Batuk biasanya lama. TNF alfa dan lain-lain.ini dapat dilakukan pada anak bayi pasien untuk menentukan apakah anak tersebut sudah terpapar dan menentukan penatalaksanaanya. Kemungkinan disebabkan efek samping pengobatan. Kalau uji positif tetapi tidak menunjukan gejala. Anemia disebabkan kurangnya asupan makanan dan terlalu banyaknya darah yang dikeluarkan lewat batuk. Demam berkaitan dengan daya tahan tubuh pasien ditambah bakteri micobakteriun dapat dorman. Keringat malam bisa dihubungkan dengan demam. Rokok dapat merusak silia dan mukosa saluran napas. Kemungkinan ini merupakan hasil penyebaran kuman TB ke laring atau bisa karena laringitis biasa. Pembesaran kelenjar leher menunjukan TB telah mengalami penyebaran secara limfogen.

1998. Jose Carniero. disebut sebagai basil tahan asam (BTA). sesak napas. keringat malam. http://www. Guidance to Anatomy 2. (4 Desember 2008) Budianto. Robert Kelley. maka sementara ini pasien belum bisa dikategorikan sebagai batuk darah masif. 1989. Kuman ini mati dengan sinar matahari langsung tetapi dapat bertahan hidup di tempat gelap dan lembab. Kuman dapat menyebar secara langsung ke jaringan sekitar. tumor paru. Untuk menegakan diagnosis pada pasien. bronkiektasis. Saleh. hemoptisis.KESIMPULAN Tuberculosis disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. dan 8 bulan untuk kasus kambuh. nyeri dada. gangguan sistem pembekuan darah. Pasien memiliki kemungkinan besar terkena TB. 2005. pembuluh limfe. Pengantar Ilmu Penyakit Paru. Cara penularannya melalui droplet (percikan dahak). Penyakit TBC. malaise. Penyebab hemoptisis antara lain infeksi tuberkulosis. Kuman ini berbentuk batang. radiologis. dan pembuluh darah. . Carlos Junqueira. kelainan vaskuler.com/penyakit_tbc. DAFTAR PUSTAKA Amin. nafsu makan turun. Histologi Dasar. Gejala sistemik berupa badan lemah. Penyakit TB adalah penyakit yang membutuhkan waktu pengobatan yang lama minimal 6 bulan untuk kasus baru. sebaiknya segera dilaksanakan pemriksaan penunjang seperti yang sudah direncanakan. Pada kasus ini berarti pasien mengalami relaps / kambuh. tetapi karena pemeriksaan darah belum ada hasil yaitu untuk mengetahui kadar Hb. Diagnosis dengan anamnesis. Hal ini lebih baik menerapkan sistem DOTS. dan pemeriksaan darah dipakai untuk mengetahui aktivitas penyakit. tahan asam dalam pewarnaan. 3. jika dilihat dari jumlah darah yang dikeluarkan sudah bisa mencapai kategori masif yaitu 250 cc. Karena batuk darah adalah suatu yang mengerikan. 2. trauma.htm. Dugaan ini diperkuat dengan riwayat penyakit pasien dimana pasien pernah sakit paru dan mendapatkan pengobatan paket 6 bulan dari puskesmas. SARAN 1. Surakarta : Keluarga Besar Asisten Anatomi FKUNS. Pada kasus. Surabaya : Airlangga University Press. dkk. pemeriksaan makroskopis bakteri. Alsagaff. Jakarta : EGC.medicastore. Anonim. Gejala respiratorik berupa batuk lebih dari 3 minggu. Maka perlu dilakukan pemantauan dengan baik kepada pasien agar patuh meminum obat. uji tuberkulin. berat badan (BB) turun. dokter perlu memberikan dorongan dan menyakinkan pasien agar tidak takut untuk membatukan. 2008. Hal ini dapat lebih tercapai bila dilakukan dengan pendekatan personal.

Reviono. Ganong. Price dan Wilson. 2006. 2008. Reviono. Slide Kuliah FKUNS. AC dan Hall. Slide Kuliah FKUNS. Buku Pedoman Skills Lab Keterampilan Pemeriksaan Fisik Sistem Respirasi Semester III. Ringkasan Patologi Anatomi. Slide Kuliah FKUNS. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. William F. Jakarta: EGC. Pneumonia. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Ed: ke-9 .Chandrasoma dan Taylor. Tuberkulosis. Jakarta: EGC. 2008. 2006. Jakarta : EGC. Ed: ke-17 . Ed: Ke-6. 1997. 2008. dkk. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. 1999. Kegawatan Paru. Ed: ke-2. Reviono. Surakarta : FKUNS Reviono. . Guyton. Jakarta: EGC.