Anda di halaman 1dari 10

MEMBEDAH KEKUATAN DAN KELEMAHAN KTSP (Antara Globalisasi Lokal dan Ancaman

Disintegrasi Bangsa)

(Oleh : Fredrik Kande*)

Abstrak

Sebagaimana lazimnya sebuah kurikulum, KTSP memiliki kekuatan sekaligus kelemahan.
Artikel ini mencoba menelisiknya lebih jauh dari tiga mainstream, yakni globalisasi lokal; standar
nasional pendidikan; dan kepentingan nation. Diharapkan dengan uraian ini terbentuk perspektif
yang lebih luas dalam memandang KTSP yang sudah sedang diimplementasikan.

Kekuatan KTSP adalah sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas sekolah dan sarana
mengembangkan keunggulan lokal yang dapat mendorong terjadinya proses "globalisasi lokal"
di Ìndonesia. Sedangkan kelemahan KTSP adalah meninggalkan celah besar dalam upaya
pencapaian standar lulusan dan standar kelulusan, di samping KTSP juga menyimpan potensi
destruktif yang dapat mengakibatkan disintegrasi bangsa. Kelemahan KTSP hanya dapat
diatasi dengan secara konsisten menjalankan Pasal 72 PP 19/2005, dan mengimplementasikan
pendidikan multikultural.

Kata kunci: Kekuatan KTSP, Kelemahan KTSP

A.Pendahuluan

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan model kurikulum yang dikeluarkan
oleh pemerintah sebagai penyempurnaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum ini
lahir seturut dengan tuntutan perkembangan yang menghendaki desentralisasi, otonomi,
fleksibilitas, dan keluwesan dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengalaman selama ini
dengan sistem pendidikan yang sentralistik telah menimbulkan ketergantungan yang sangat
tinggi terhadap pusat sehingga kemandirian dan kreativitas sekolah tidak tumbuh. Dalam pada
itu pendidikan pun cenderung mencerabut siswa-siswi dari lingkungan sekitarnya. Oleh karena
itu dibutuhkan pendekatan baru berupa desentralisasi yang ditandai dengan pemberian
kewenangan kepada sekolah untuk mengelolah sekolah. Menurut Slamet (2005:3):

Desentralisasi pendidikan bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan dan kinerja pendidikan,
baik pemerataan, kualitas, relevansi, dan efisiensi pendidikan. Selain itu desentralisai juga
dimaksudkan untuk mengurangi beban pemerintah pusat yang berlebihan, mengurangi
kemacetan-kemacetan jalur-jalur komunikasi, meningkatkan (kemandirian, demokrasi, daya
tanggap, akuntabilitas, kreativitas, inovasi, prakarsa), dan meningkatkan pemberdayaan dalam
pengelolaan dan kepemimpinan pendidikan.

Mengacu kepada pendapat Slamet, ada dua kepentingan besar dari desentralisasi pendidikan,
pertama, untuk meningkatkan kinerja pendidikan. Kedua, mengurangi beban pusat, sebab
dikhawatirkan jika pusat terus dibebani tanggung jawab pengelolaan pendidikan, maka mutu
pendidikan akan terus melorot.

Menurut Abdul Kadir (2001:1) ada dua isu besar yang mengiringi pelaksanaan otonomi
pendidikan, yakni dimulainya masa transisi desentralisasi pengelolaan pendidikan dan
kecenderungan merosotnya hasil pembangunan pendidikan yang selama ini dicapai. Menurut
Suyanto (2001) sebagaimana dikutip oleh Abdul Kadir:

Bahwa salah satu cara yang dapat ditempuh adalah diberlakukannya manajemen pendidikan
berbasis pada sekolah (school based education) dan model perencanaan dari bawah (bottom
up planning). Mengenai kecenderungan merosotnya pencapaian hasil pendidikan selama ini,
langkah antisipatif yang perlu ditempuh adalah mengupayakan peningkatan partisipasi
masyarakat terhadap dunia pendidikan, peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan, serta
perbaikan manajemen di setiap jenjang, jalur, dan jenis pendidikan".

Salah satu komponen yang didesentralisasi melalui penerapan School Based Management
adalah pengelolaan kurikulum. Menurut Slamet (2005:3):

Kurikulum yang dibuat oleh pemerintah pusat adalah kurikulum standar yang berlaku secara
nasional. Padahal kondisi sekolah pada umumnya sangat beragaman. Oleh karena itu, dalam
implementasinya, sekolah dapat mengembangkan (memperdalam, memperkaya,
memodifikasi), namun tidak boleh mengurangi isi kurikulum yang berlaku secara nasional.
Selain itu, sekolah diberi kebebasan untuk mengembangkan muatan kurikulum lokal.

Atas dasar inilah diperlukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai kurikulum
operasional sekolah. Undang-Undang No. 20 tahun 2003 bab Ì pasal 1 point (15), menyatakan,
"KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing
satuan pendidikan." Jadi, dalam KTSP sekolah diberikan keluwesan untuk mengembangkan
kurikulum sesuai dengan karakteristik, kebutuhan dan potensi sekolah dan daerah.

Dalam Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar
dan Menengah yang dikeluarkan oleh Badan Tandar Nasional Pendidikan 2006, dinyatakan
bahwa:

KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum
tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Silabus adalah rencana
pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup
standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran,
indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Sejauh ini KTSP telah dilaksanakan di wilayah Republik Ìndonesia, walaupun belum merata
karena berbagai faktor, antara lain faktor geografis, bahwa wilayah Ìndonesia yang berbentuk
kepulauan menjadi hambatan tersendiri, faktor lain adalah kesiapan sekolah dalam
mengimplementasi KTSP. Kecenderungan selama ini bahwa sekolah hanya mengharapkan
kurikulum dari pusat telah menimbulkan sikap ketergantungan yang kuat, sehingga kemandirian
apalagi kreativitas belum tumbuh, tentu menjadi hambatan tersendiri.

Perlu dicatat bahwa seturut dengan lahirnya KTSP, pemerintah masih menggunakan Ujian
Nasional untuk mengukur mutu, sekaligus menentukan kelulusan siswa. Padahal dalam KTSP
tidak dikenal Ujian Nasional, karena namanya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan
kurikulum yang dikembangkan dari kebutuhan dan karakteristik sekolah. Persoalan semakin
intens ketika dihubungkan dengan kepentingan bangsa dalam hubungan dengan nation
character building. Justru, kalau mau jujur KTSP menciptakan gap antar daerah dan berpotensi
menimbulkan disintegrasi bangsa.

Untuk membedah kekuatan dan kelemahan dari KTSP, penulis mendekatinya dari tiga
mainstream, yakni globalisasi lokal (glokal); standar nasional pendidikan; dan kepentingan
nation. Diharapkan dengan uraian selanjutnya terbentuk perspektif yang lebih luas dalam
memandang KTSP yang sudah sedang diimplementasikan.

B.KTSP dan Arus Globalisasi Lokal

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memiliki stressing yang berbeda dengan
kurikulum-kurikulum sebelumnya. Perbedaan tersebut terlihat pada penekanan keragaman
potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan. Dalam Panduan Penyusunan KTSP Jenjang
Pendidikan Dasar dan Menengah dinyatakan bahwa:

Daerah memiliki potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik lingkungan.
Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan
pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum harus memuat keragaman tersebut
untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah.

Muatan lokal menjadi salah satu isi KTSP, ia tidak saja dalam wujud pokok bahasan tetapi
sampai pada mata pelajaran baru. Ìni dalam rangka menciptakan pendidikan berbasis
keunggulan lokal.

Membangun keunggulan lokal yang berdaya saing global boleh dikatakan merupakan merek
dari KTSP. Bahwa ini merupakan suatu pendekatan baru globalisasi yang lazimnya diperankan
oleh komunitas yang merasa menjadi pengimpor ilmu pengetahuan dan berbagai produk dari
barat (Amerika), bahkan menjadi korban dari dominasi produk, wacana budaya dan nilai
tersebut. Globalisasi semacam itu disebut globalisasi lokal (Glokal).

Glokal

Sebutan Glokal atau "globalisasi lokal" pertama sekali digunakan oleh ahli globalisasi dan
identitas kebudayaan kelahiran Ìndia, Ìndrajit Banerjee. Ìstilah ini diciptakan guna
menggambarkan fenomena yang mengizinkan berbagai komunitas diaspora di seluruh dunia
untuk menggunakan media jaringan kerja global media dalam berpegang pada berbagai aturan,
berita, tradisi, dan teman lokal mereka - tak peduli di manapun mereka tinggal. Sebagaimana
juga dikatakan Soh yang dikutip Banerjee, bahwa globalisasi lokal "adalah globalisasi yang
sebaliknya. Alih-alih media global meliputi Asia; wilayah berbagai media lokal justru mulai
mengglobal. Fenomena "globalisasi lokal" dikendalikan oleh permintaan akan berita lokal dan
informasi dari orang-orang Asia yang terdiaspora, khusus jutaan emigran China dan Ìndia yang
kini hidup di hampir setiap bagian dunia". (Thomas L. Friedman, 2006:592). Munculnya
kebutuhan akan informasi-informasi lokal tidak untuk mengeksploitasi tetapi memunculkannya
sebagai kekuatan lokal yang dapat mengglobal

Dalam perkembangannya pasca runtuhnya Tembok Berlin, muncul kekhawatiran yang besar
dan masuk akal di seluruh dunia bahwa, "globalisasi berarti Amerikanisasi" Kekhwatiran ini
dipertimbangkan (considerable) bukan tidak masuk akal (justifiable), karena didasarkan pada
anggapan bahwa aneka pabrik, penyedia layanan, merek, pembuat film, penyanyi, penghibur,
perancang busana, serta jaringan restoran fast food dari Amerika berada di posisi terbaik untuk
mendapatkan keuntungan dari runtuhnya tembok dan mendatarnya dunia. Merekalah yang
pertama keluar dari gerbang, dan nampak tak dapat dihindari maupun dihentikan akan
keuntungan dari dunia datar untuk menyeragamkan kebudayaan, dan tampak bahwa
Amerikanisasi yang menyeragamkan ditakdirkan menang. Globalisasi akan berwajah,
berpenampilan, dan bercita-rasa Amerika (Thomas L. Friedman, 2006:589-590).

Selanjutnya Friedman menguraikan bahwa hal ini secara alami memicu munculnya reaksi
perlawanan terhadap globalisasi sebagai bentuk "imperealisme kebudayaan Amerika." Banyak
orang di seluruh dunia menyatakan bahwa jika kita tidak mengambil langkah serius untuk
menguatkan kebudayaan - dan menjaga lingkungan - hanya dalam beberapa dekade, mobil
raksasa (juggernaut) globalisasi, seperti halnya Amerikanisasi, dapat menyapu
keanekaragaman budaya, ekologi, maupun ilmu makhluk hidup yang dibentuk oleh evolusi
manusia, flora dan fauna selama miliaran tahun.

Menurut Friedman, tak ada maksud untuk meminimalkan bahaya mendatarnya dunia terhadap
lingkungan. Meskipun demikian, bila kebudayaan dicermati secara lebih jauh, di sana tampak
ada alasan untuk berharap bahwa mendatarnya dunia tidak serta merta memberikan jalan
untuk penyeragaman kebudayaan merah, putih, dan biru (perumpamaan bendera A.S.).
tentunya, jelas bahwa di samping tatanan dunia datar memiliki potensi untuk menyeragamkan
kebudayaan, saya juga berkeyakinan bahwa ia lebih berpotensi untuk menumbuhsuburkan
keanekaragaman hingga tingkat yang belum pernah kita saksikan di dunia ini.

Apa yang dinyatakan oleh Friedman di atas, memperlihatkan dua hal, pertama, globalisasi lokal
muncul sebagai titik balik dari dominasi barat (Amerika) terhadap dunia. Kedua, dengan adanya
globalisasi lokal nilai keberagaman dapat ditegakkan ketimbang keseragaman, yang berujung
pada hilangnya kebudayaan, dan potensi-potensi lokal.

Dalam rangka membangun kekuatan-kekuatan lokal inilah, berbagai bidang dapat didekati
antara lain budaya, parawisata, dan pendidikan sebagai lokomotif.

Dalam bidang pendidikan sebagaimana telah disinggung pada bagian awal bab ini bahwa,
kurikulum pendidikan (KTSP) telah memberikan stressing kepada upaya membangun kekuatan
dan keunggulan lokal yang berdaya saing global.

Jadi, dalam hal ini KTSP menjadi sarana, di mana globalisasi lokal dapat dikembangkan dan
nilai yang hendak ditegakkan adalah keberagaman budaya dalam proses globalisasi bukan
keseragaman.

C.KTSP dan Problem Standar Nasional Pendidikan

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sebagai kurikulum operasional yang disusun oleh dan
dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan diharuskan dapat memenuhi standar
nasional pendidikan. Walaupun dikembangkan sendiri oleh masing-masing sekolah sesuai
dengan karakteristik, dan kebutuhan sekolah namun harus mengacu pada standar isi yang
dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan. Menurut Panduan penyusunan KTSP,
Standar Ìsi (SÌ) mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi
lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam SÌ adalah: kerangka dasar
dan struktur kurikulum, standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) setiap mata
pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah.
SÌ ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 22 Tahun 2006.

Pemahaman yang dapat dibangun dari rumusan panduan di atas adalah, antara standar isi dan
standar kelulusan jelas memiliki korelasi, bahwa standar isi memberikan arahan bagi
pengembangan silabus di tingkat sekolah yang selanjutnya diharapkan dapat mencapai standar
kompetensi lulusan. Persoalannya adalah, apakah antara pengembangan silabus dan standar
kompetensi lulusan juga masih memiliki tingkat kesesuaian yang tinggi. Sebab, bukankah
dengan menyerahkan kewenangan kepada sekolah untuk mengembangkan silabusnya sendiri
merupakan sebuah mekanisme yang justru meninggalkan lubang menganga.

Persoalan semakin intens ketika pemerintah masih menggunakan Ujian Nasional (UN) sebagai
alat satu-satunya untuk mengukur kompetensi lulusan. Padahal mekanisme ini sendiri masih
belum sesuai dengan aturan. Sebagaimana dinyatakan dalam ketentuan PP 19/2005 Pasal 72
Ayat (1), "Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan
menengah setelah:

a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok
mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian,
kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan
kesehatan;

c. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan
teknologi; dan

d. lulus Ujian Nasional".

Merujuk pada aturan di atas, maka dari segi implementasi, belum sesuai dengan aturan, yang
mana hanya menggunakan UN sebagai patokan dalam menentukan kelulusan siswa. Pada
pihak lain masih pasal yang sama ayat (2), "Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan
ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang
dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri". Di sini nampak belum
konsistennya pemerintah, pada satu sisi menyerahkan tanggungjawab kepada pihak sekolah,
tetapi pada pihak yang lain pemerintah ikut menentukan kelulusan. Pertanyaannya adalah
apakah antara standar kelulusan yang ditentukan pihak pemerintah (BSNP) realistis dengan
proses pembelajaran yang berlangsung di masing-masing sekolah di seluruh Ìndonesia.
Apakah dari segi standar isi (SÌ) telah dipenuhi oleh seluruh sekolah di Ìndonesia sehingga
dalam hal standar kelulusan pun (melalui UN) diberlakukan sama.

Jadi, kalau mau jujur secara substansial dalam KTSP tidak dikenal UN, sebab pengembangan
standar isi oleh sekolah-sekolah menurut karakteristik, potensi daerah, dan kebutuhan-
kebutuhan daerah, bukan diarahkan kepada pencapaian standar kompetensi lulusan,
sebagaimana yang diukur hanya melalui UN. Dalam suatu kesempatan bedah buku di FÌP
UNY, Wakasek kurikulum SMA N Ì Kota Yogyakarta mengatakan, "Kami di sekolah cenderung
mengejar target UN ketimbang maksimal dalam implementasi KTSP". Ìni masalah, bagi sekolah
antara KTSP dan UN, lebih baik memilih mengejar target UN agar tingkat kelulusan tidak
melorot dari pada KTSP. Pertanyaannya, sudah efektifkah penerapan KTSP sekaligus UN. Anik
Gufron (2008:1) menyatakan, "upaya peningkatan mutu pendidikan seringkali dilakukan secara
tak proporsional dan mengabaikan dimensi kepentingan pengguna dan konteks di mana usaha
tersebut hendak dilakukan. Akibatnya, banyak produk peningkatan mutu pendidikan tak
memiliki nilai efektivitas dan adaptabilitas yang tinggi".

Satu hal yang perlu dicatatt pula bahwa, KTSP tidak semata-mata sebagai sebuah dokumen
tetapi juga sebagai program. Karenanya memiliki dimensi praksis. Ìkuti pertanyaan berikut:
Mungkinkan sebuah kurikulum dapat diimplementasikan di lapangan? Dan, apakah dalam
implementasinya didukung oleh sumber daya yang memadai? Sebab bukan tidak mungkin,
penerapan suatu kurikulum baru berpotensi gagal, jika kurang mempertimbangkan secara
masak-masak kekuatan sumber daya pengguna. Sebagaimana dinyatakan oleh Allan Ornstein
dan Francis Hunkins (2004:298) bahwa, "One reason that a new curriculum may miscarry is that
implementation has not been considered critical in curriculum development." Lebih lanjutnya
ditegaskan bahwa, "Frequently, new and innovative programs are blunted at classroom doors."
Jadi, suatu kurikulum baru yang baik secara ilmiah belum tentu dapat dilaksanakan, atau akan
tumpul keilmiahannya di depan pintu ruang kelas.

D.KTSP dan Problem Nation

Hubungan kurikulum dengan kepentingan nation merupakan salah sudut pertimbangan yang
tak terabaikan dalam melahirkan kurikulum. Sebab apapun produk kebijakan yang dibuat oleh
pemerintah tetap dalam bingkai kepentingan Negara-bangsa. Lalu, apa sebenarnya yang
dimaksud dengan kepentingan nation. Nation (Ìnggris) artinya bangsa. Ada tiga kata yang
memiliki kesepadanan, yaitu nation=bangsa, nationality=kebangsaan, dan
nationalness=kenasionalan, yang semua selalu berarti sebagai semangat nasional atau
individualitas nasional. Menurut H.A.R. Tilaar (2004:107):

Ìstilah nasionalisme dicetuskan oleh filsuf Jerman, Gerder serta uskup Perancis, Augustin de
Barruel. Dalam khasanah bahasa Ìnggris sendiri istilah nasionalisme mulai baru dipakai pada
tahun 1836 meskipun di dalam pengertian yang bersifat teologis, yaitu doktrin yang mengatakan
bahwa bangsa-bangsa tertentu dipilih oleh Tuhan. Ìstilah ini cenderung diartikan sebagai
egoisme nasional. Pengertian ini terus berkembang dan dewasa ini nasionalisme diartikan
sebagaiaman yang disebutkan di atas.

Dari segi maknanya, kepentingan yang hendak ditegakkan adalah bangsa bukan individu
maupun kelompok. Selanjutnya Tilaar menyatakan, "Nasionalisme adalah suatu ideologi yang
menempatkan bangsa di pusat permasalahan dan berupaya untuk mempertinggi
keberadaannya".

Di sana aspek kesatuan nasional mendapatkan tempat terhormat karena menjadi perekat bagi
semua komponen yang ada di dalamnya. Tanpa kesatuan nasional maka suatu Negara hanya
dibangun atas simbol-simbol kekuasaan yang cenderung represif atas warganya dan tidak
memiliki jiwa perekat. Bahwa Negara hanya sebuah eksistensi formal sedangkan bangsa
merupakan suatu identitas dari komunitas yang berada di dalamnya. Ìtulah sebabanya,
mengapa Tilaar menyebutkan sasaran yang ketiga adalah identitas nasional. Disadari bahwa
komunitas sebuah Negara terdiri dari sub-sub komunitas menurut letak geografis, latar
belakang suku, budaya, bahasa, agama, kelompok pekerjaan, gender, partai politik, dan
seterusnya.

Kelompok-kelompok dengan berbagai latar belakang yang berbeda jika tidak diikat dan terikat
dalam sebuah kesadaran nationality maka dipastikan secara esensial sebenarnya tidak ada
kesatuan, tidak ada kerekatan, dan warga terpecah-belah ke dalam latar belakang yang
berbeda-beda itu. Keterpecahan itu menjadi potensi destruktif bagi kesatuan bangsa.

KTSP sebagai perekat atau berpotensi lahirkan disintegrasi bangsa?

Tibalah kita pada jantung persoalan, apakah KTSP sebagai perekat atau berpotensi lahirkan
disintegrasi bangsa? Dalam suatu kesempatan perkuliahaan DR. C. Asri Budingsih pernah
melontarkan pernyataan, "ada wacana yang berkembang, ketika berdiskusi dengan Prof. Amin
Rais, beliau berbicara soal KTSP, mungkinkah dapat menjamin integrasi bangsa, ataukah justru
sebaliknya dapat menjadi ancaman disintegrasi." Bak "gayung bersambut", penulis merasa
senang karena apa yang selama ini menjadi kegelisahaan penulis ada juga dalam pemikiran
Prof. Amin Rais dan DR. C. Asri Budingsih. Bagaimana jika ide dalm diskusi kedua tokoh ini
terus digulirkan, penulis sangat yakin bahwa ini dapat merubah arah kebijakan Depdiknas.

Memang PR besar bangsa ini adalah bagaimana membentuk nation character dari warganya.
Sebab Ìndonesia merupakan sebuah entitas yang sangat majemuk. Oleh karena itu, perlu
memikirkan model pendidikan yang dapat mendukung atau bahkan membentuk nation
character. Menurut Ernest Renan sebagaimana dikutip oleh Tilaar (2004:110) bahwa "nation
tidak dapat disamakan dengan kesatuan manusia yang didasarkan pada kesaman ras, agama,
ataupun letak geografis. Menurut Renan kesatuan solidaritas, kesatuan dari manusia-manusia
yang merasa bersetia kawan satu dengan yang lainnya akan membentuk jiwa suatu nation.
Ìnilah azas spiritual dari suatu nation".

Kalau demikian, model pendidikan apakah yang dipandang tepat untuk hal ini? Karena nation
menghendaki adanya perasaan solidaritas antar warga yang berlainan latar belakangnya, maka
pendidikan multikultural dipandang sebagai model pendidikan yang tepat untuk menjawabnya.
Menurut Farida Hanum (2008:3) pendidikan multikultural didefinisikan sebagai, "pendidikan
untuk atau tentang keragaman kebudayaan dalam merespons perubahan demografis dan kultur
lingkungan masyarakat tertentu atau bahkan dunia secara keseluruhan". Menurut Guy R.
Lefrançois (2000:358), Kita membutuhkan pendidikan multikutural oleh karena pendidikanlah
dianggap dapat merefleksikan pemahaman dan apresiasi akan perbedaan kultur dan
mengakomodasi kebutuhan anak-anak dari latar belakang yang berbeda". Dalam konteks ini
pendidikan multikultural ada dan dibutuhkan karena realitas masyarakat yang memang
multikultural. Tidak bisa tidak, bahwa model pendidikan multikultural adalah sebuah keharusan
dalam merespons realitas dimaksud. Menurut Guy R. Lefrançois (2000:358):

Multicultural education is three things, explan Banks and Banks (1997): First, it's the idea that all
children, regardless of their ethnic characteristics, should have an equal opportunity to learn and
grow in school; second, it's a reforms movement that is trying to change schools to make this
idea a reality; and third, it's the ongoing, never-ending that the reform movement requires."

Merujuk pada pendapat di atas maka dapat dikatakan bawah pendidikan multikultural begitu
penting dalam dunia pendidikan, bukan saja karena sekolah sebagai tempat untuk
menyemaikan benih pengertian tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya benih ketidakpedulian
antar sesama anak dari latar belakang yang berbeda.

Bakns and Banks (1997) dalam Lefrançois (2000:362) menyatakan begitu pentingnya tujuan
pendidikan multikultural, "One of it's major, they note, is to reform education system so that all
children are treated equally by the school, regardless of their cultural and language background.
A second related goal is to rid school systems of unequal treatment of boys and girls."

Tampak bahwa di sekolah sendiri ada praktik ketidakadilan baik dari guru terhadap siswa
maupun dari siswa terdapa teman siswa yang lain. Lefrançois (2000:358) menyatakan,
"Meeting the these goal, note Banks and Banks, requires major changes not only curriculum
and teaching methods, but also in curriculum in teacher and administrators' attitudes."
Dibutuhkan perubahan secara mendasar tidak saja menyangkut kurikulum dan metode
pembelajaran tetapi juga dalam hal perilaku guru dan tenaga adminsitrasi.

Dalam pada itu menurut Hanum yang mengutip pendapat Tilaar, Ìstilah "pendidikan
multikultural" dapat digunakan baik pada tingkat deskriptif dan normatif, yang menggambarkan
isu-isu dan masalah-masalah pendidikan yang berkaitan dengan masyarakat kultural. Lebih
jauh ia juga mencakup pengertian tentang pertimbangan terhadap kebijakan-kebijakan dan
strategi-strategis pendidikan dalam masyarakat multikultural. Dalam konteks deskriptif menurut
Hanum, maka kurikulum pendidikan multikultural mestinyalah mencakup subjek-subjek seperti;
toleransi, tema-tema tentang perbedaan etno-kultural dan agama.

Menurut penulis, implementasi pendidikan multikultural dalam KTSP dapat didekati dari dua
pendekatan, pertama, pendekatan instruksional atau formal, yaitu dengan mengintegrasikan
subjek-subjek, seperti tema-tema menyangkut keanekaragaman sosial- budaya, toleransi ke
dalam materi, pemilihan contoh-contoh, studi kasus, dan bahasa. kedua, pendekatan informal,
yaitu melalui sikap dan perilaku warga sekolah, harus dijauhkan sikap dan perilaku guru, kepala
sekolah, dan tenaga kependidikan lainnya yang hanya menonjolkan kelompok tertentu dan
mengabaikan kelompok lainnya.

Dengan demikian diharapkan KTSP yang sudah sedang diimplementasikan di sekolah-sekolah
memiliki nilai kontributif bagi pembentukan nation character, sebagai entitas dan identitas
Ìndonesia yang sangat majemuk.

E.Simpulan

Berdasarkan uraian sebelumnya maka penulis merumuskan simpulan bahwa, KTSP sebagai
kurikulum baru memiliki kekuatan sekaligus kelemahan. Kekuatan KTSP adalah sebagai sarana
untuk mengembangkan kreativitas sekolah dan sarana mengembangkan keunggulan lokal yang
dapat mendorong terjadinya proses "globalisasi lokal" di Ìndonesia.

Kelemahan KTSP adalah meninggalkan celah besar dalam upaya pencapaian standar lulusan
dan standar kelulusan. Kelemahan lain adalah KTSP menyimpan potensi destruktif yang dapat
berakibat pada disintegrasi bangsa. Kelemahan KTSP hanya dapat diatasi dengan konsisten
menjalankan Pasal 72 PP 19/2005. Sementara untuk kelemahan kedua diatasi dengan
menerapkan pendidikan multikultural.

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. (2006). Panduan Penyusunan KTSP Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.
Jakarta.

Friedman Thomas L. (2006). The World is Flat. Jakarta: PT. Dian Rakyat. (Terjemahan P.
Buntaran, dkk.).

Ghufron Anik. (Mei 2008). Aplikasi Pendekatan "Research and Development" bagi Peningkatan
Mutu Pendidikan. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Peran Penelitian dalam
peningkatan Mutu Pendidikian di FÌP Universitas Negeri Yogyakarta.

Hanum Farida. (Mei 2008). Ìmplementasi Pendidikan Multikultural dalam Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP). Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Ìmplementasi
Pendidikan Multikultural dan Kurikulum HÌMA PGSD UPP Ì dan UPP ÌÌ FÌP Universitas Negeri
Yogyakarta.

Kadir Abdul. (2001). Mencari Pijakan Awal Sistem Pendidikan Mengawali Otonomi Daerah.
Diambil Tanggal 10 November 2007 dari http://www.depdiknas.go.id/jurnal.

Lefrançois Guy R. (2000). Psychology for Teaching. United States: Wadsworth Thomson
Learning.

Depdiknas. (2005). Peraturan Pemerintah, Nomor 19, Tahun 2005, tentang Standar Nasional
Pendidikan.

Ornstein C Allan. and Hunkins P.Francis. (2004). Curriculum, Foundations, Principles, and
Ìssues. Four Edition. Boston: Pearson Education

Slamet P. H. (2005). Handout Kapita Selekta Desentralisasi Pendidikan di Ìndonesia. Jakarta:
Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama, Depdiknas RÌ.

Tilaar H.A.R. (2004). Multikulturalisme, Tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi
Pendidikan Nasional. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Ìndonesia.

209 .380.07.8990.8 70.703.-9..   .3 !03.3/7.25.8..3  5079.9.. /.9.38 /.3502-07/.3-079::.38.9 80-.2032-:.03/07:3203.3307.- /.3   03.370. 203:7.8.2:9: .3/. :39:2033. 9.02.8 700.9$..3.  0. 9:503//.-50304..8.09.73.8..35:3.3.7/080397.7809:7:9/03..3. /2..9.80-.:.8 57.8 494342  108-9.:7 .55:8.9.::.3018038503//.32033.3503//.2.73:3..3-08.3 %$! 207:5.5.8842509038  :7::23 .2.804.503025:73.9:.3:39:2033.3809.39..8 34.9.8 /.9.8.9././03.9 93907.3.3  -.30907.3/7.3-070-.9907:8/-0-.:742:3.9:2-: .7:-07:5.3.2 50304.503//.503/./.3.3:3..3 2.35:8.8..3:39:203:7.3/9.320303/./.380397.3 02.3 203:7.9$./.3-0-.39:3.388902503//.3503//./:.3/0:.3502-07..503//.3/..3.9.3 02.30:08.50207.9803.3 /0247.32032502039..3 003..9.0:.78.97.2.3503//.8 2033.3-.050393.2503003...8503//.3%$! 002.3/.3:7::207-.9.209     080397.30502253..3 503//.3307.3 0/:.5:8.8503//.305.32:9:.5:8.3!03//.39:39:9.3 02.9.3503/0..3.09.3/.324/0:7::2.8 /.9. 88/.3%$!   !03/. 9:/-:9:.:05.7.:3.8:/.5 .3 /03.:39.3-0-.. 03:7:9$.7/.3 :.3/.3.9.32:9:9:7.9.3.  /.3 $0.7..804.8804.3  :7::2%3.3/.350702-.35020739.-:988..3 405020739.9/..8.././080397.39:/080397.:39:20304./080397.

3!03//..2:39/.9:.843.80/.../. 502-0.83 2.9.3/-:.3503//.-:8 $.3.703..-:8..388/080397../.3/2. 507-.38503//.80/0/:.380.3/.0203503//.3.7.3 .44-.3!03//..3..3.3.9:.8.9: /.3038503//.7 /.3.9$.3 .3 202507/.5/:3.3:39:20302-.380.3985..8.3  %$!.3549038804.39: 804.3%.3503//.9..35.3:7::2%3./.8:-08..8. 3.:7::2 4507../-07.9$.97..9:./.3907:8204749   03:7:9-/:./.43/8804.885..9:4254303.8.8./.333 0303.03/07:3.34  9.98.90789 0-:9:.3 %$! 80-.02039 .   9.3503//.3:3.3503//.3.3 -07-..3503//.3-07./.8.503.820./.:.2%$!804...943 /.3.7.:80.03/07:3.:50307.7.  2024/1.843.8.9.9:/.7.5.5.3.9./.843./.3....9.9:.7.7985.8503//.3   $..07./.3:7::2 03:7:9$.703.3.3/.3:7::2%3.8.3/..8./.340.!03//.7..2.3 :7::2808:.3/8:8:340/.:3 -.2.503//.3$.3/2:. 8.3/. !../ /.3:.3 0.  $0.3.3:39:20302-.5.3.35.7..320748493.3 ./. 03:7:9 $:.9/9025:.38:7::2.3 -../7  ..30303.:7::289.3-07.98.32:.8/.3.843.8 3..8 2.3:7::2 93./-070-0-..:7::24507...-5./03.2./..32:.3/0:.8.5:8...3 897:9:7/.920302-.35033.8.3503//.5.3/.320748493.3  0.2!./7   .3.8.83 8.32037350.203:5.3.804.8502-.32.3.3 5033.3/.33.2 2502039.3!03:8:3.73..0.9.3/.:80..  %$!907/7/.91.3700.3  /3.83.7.3.3 8079.7..503//./:9540-/:.3//080397.393..8/.9:..3 .394   80-.5.-40203:7.8.50304.79::.3:7::24.5.324/050703.843....:7 /.9..2 202507.03/07503//. &3/..3/.9907../.7-./:.9-07.38.2.3 /..8.44./-07.3!03//.503.209     :7::2.:2:23.   .7..3..303.3.9:.3.3/:.30:08.0203/809. 804.5439  203.3507:/9025:.3494342 503//.9. -49942 :55.2.2.3 &3/.3  .804.8:.850304.3/.9405020739./507:.

50.9.:042542.9..7.3..

7 2.:5 89.742509038 42509038/.907544.9079039:.3/.902.3203..8.

7.38:2-07-0..2-.39:3.3.39.:5:3-0:2207..08...3 ../.9: /.8%$! 0.7..-07-..18 -..2.5..31.7.9 803.8.3502-0.990.3 0.804.3 503.02.342509038:39:503..2032-:.380.7.947503.3/4308..38.5.3203.3.3  3/.3907803/7 1.:3%$!90.9.9. .3-07-039: 05:..5./../.947047.947.1.50907./.2 2032502039.502-0.:.3.703...3/.3804.3:.3 :7::2/.03/07:3.75:8.7   $0.3-.8..203.3.9.3 .#05:-3/4308.3/7. ..4.947 ....

/./.3.59.3/03.3/..3002.&.3.3-07-. :39:203:3.07./03.3503//.7%$! 503:8203/0.3/.:4-.3!03//.4-.3/.3:3..3%$!.73.-:/..9:8%$! ..3 :7::2.503//.9:503/0.8802./.3. 89../.8.3.90789/.3 4042:39.38.3-07-./80:7:/:3. 203.3 /0399.4-.73.8/.3/2502039.59..3.9.843../3.38:.20/..84..79.9 207.07./03.9: :7::2. 97. 9./8.-07-.8.202549038 0-:9:....31034203.84.2%$! 9/.8.907893:3..3-..340..2!.203.-40/./.3%$!03.3-07-.574/:/.3 :7::2 :7::280-0:23.83/.8..90789/.30::8.8-..3.3.2::/544-.3-.5. 2..80. !.9..2.3&.388.9.8.3.3.3/03..9/.2-.3207:5.307.39.:2..307.7.350302-.703./.907.50/:/2.80/.37:84-.8.34.7.9.42:39.5079.3909./.9.29:/80-:94-..8.:39:203::72:9: 80.84.8..9$.8574/: .3907803/7   !07:/.3::8.23.3-07/../47-.320/.34.8.7.38970..3802.5030.32033. 90780-:9 4-.3203./..07..3207.7/423.30-:9:..3  .33/.34./03.   4.7..3-..0:. -.3 9.93.203.3/:.30303.3/.809:7:9/03./:-:3.9.3.2.3./.9../.34-..3 3903809.  .203.3-07549038 2032-:.3/83907.3 .3:93.3/.3.3902.3207:5..9:7.%$! 5020739.8.2.3503//.7.3-07-0/.3808:..34.3050393.9.32070 /.8.9-.5.8547.380.3 !03//.3 549038/..30-:.3!03//. !0784.07.7 .:..390780-:9907.8.907-039:50785091.3.703.   02-.93..3.9.3/:580.2.3.3.3/./. .  $0-:9.20207:.3/.3:30:3:.9:.70./507.33./:3....2:-:3.7. ..3 ...07.38:/.   :.8.3/02-..5. 4.27.35.. $0-.3207:5.7  0.3/.8.2.7 -..8.8203:3.:7::2%3.33..2.2-.50.5:32070.3/03.90789804.3    %$!/.3/.3.3.3.33:3.07.8-0:29:2-: 9039:203.7/.3  -079...843.390780-:9 :39:203.2 .3-.3!03:8:3.3:7.3.2.7.3/. 3/7.:8203039:.307.3 503.30../.5..2070.7.2-0750.9$.7:8202:.7/..34-.25.3/03..9:.2 202../8 /.70-:9:.84.2.7:4-.3..9.38.30700 89..83 2.9.8/.8.7%$! .907-:/3 :897: .943 ./.59..843.  :7::2%3.3 %$! 2028970883.3 /. 4. !07-0/.8.88 0:3:.3 3.73.943 .34.:::7%$!203.2./.5 8.7.7.9.80-:/..   &39:202-0/.3/.7: 3/./50325472:50309.3700.3050393.95.8/.39..

0-.34.3:39:-07../.8-07.3$4.89144//..3 :39:50307.34070/2.3.8 /.-3-./0 24- 7.3-:/. /.9.9203.3   :3./.30-:/.8-.32.2.5: 0..2.3-079.3/.-/.8:/:39:20232.97.7.3203.907.84..9.3 47.340507239.3-:8.80.902-4/.5.8.880-.38.: /8.3 0:.:80-.703./8.8..:.2-/.  %42.-7 5030/.3/80:7:/:3.9.5-./.8... .3907.9.7:39:20307.34..3.380-.4..3 -..//.5/:3.9/.3907/.3503//. 0/:.84.0:.3.2.:39: 203/.3/.8 70/2.3-:/...2539.380.-07-../.4:8 2.3503//.3 80-.3..:/:5.....3/:95.8.9/90.2..2079.84.7.30-:/.9. 4-./.25. :073.7..9..5.7/.0--07549038:39:203:2-:8:-:7./.35.70.8.3092-.2./.33.5...92034-.0-:/.3...3203/.3-...3 /.3/:3..8547.9 207.3:93.3 2070 502-:.-..3/9. 4-.20/..9.4-.3.747.3-07::3 5. 2:3.8.4-.:3.3.3 9./83:35..8. -07-.3 4-. 5.-039:25070.99-.27.7202549038:39:20307.3-7: 507:25.73.:3   03:7:970/2./.8/..203/.3/... 5:9 /.3-08.3..8909.3.  ...2..9.38.3 /..2..2. .8 31472.3..39.7:39:3..9.25. 47.5.. 0-:9:.3. /03.8.90./7.73./.73.8..8.3-0:25073.72.3207.30-:/. 80-. %42.3/.3/3./...3/:3.5202:3.3 /.8-.9..5.9.3-07. 4-.8 805079..7.:3. 2034-.20/.:897:2:./.9.33/.7.8 507.3/.3.8.250702-.:3.8.3   5.7.3.33.-070.0-:/.3203:7.9/3/.. 147.3 0.9.9 . 044 2.207.25..3027..31.70/2.3.38.8.77:39:3.4-..:5:3/039./03/.9.203... 8079.3 /..:..8..3549038 5490384..2. 034203. 0..438/07.39./.8.3:30:...8.30.3      $0.3..8:.3. :8:8:9..4-. 907.54-..320307.  -07503.9.   .2.3/. 7.-07...7.7/:3.9.5 3:3.3207..2-.331472.3 3/:5/.3 8..7.8.-...8:. 070..2.93.0-07.9.3 503-:7  507..33.207.4.2...:.3..8.707-.:2:3...2-0-07.3-07./:3.072...7.8.:5:32:2.-0 -:.3-. 5079.  .5.30700 -.9.:9 4-..3.205:98...39.2.2./:3. :891.3-.5.%02-4073 2:3.30.33.33 /50792-.2..3 ..:0.3-03/07.5-.3203./.7/423.8200-:/.0:.31.3:3.3.5.79207.203/.442491   .8.38./.9..203. .7 /...5.3.30.:39:20308549.3.3-.3 0:39:3.2.97.980.84.8079.3.7207./80:7:/:3.-./.3 .3708947././.33.3./5488907-./:3.9.8.9.8 202507..807:8:39: 203:.33.3 0-:/.9/.84.-. 207..9.3 085:3/02......202-07.3.30807.39/./0.3.2202.7.-0 ..202-.3 5079.3.912 503.3-.3 .3.80. $  9039:3.3:8.3/.9//0.9/.257809.3/:.3 31472.380-.30:39:3.9....3 /../.3/-039:400.3//:3.8 70/2..././.5.  .73.25.

3804.:39:203::742509038::8.83804.3!!.8:/./.3003.3/..3/.3 0807.9..:53:52.380-.20.39.3.9.3/2./.3/.7.8.34-..5020739.202-.7/.83 2.5.340.843.380.2.7 42509038::8.3/.3../.3 89.3 /0:.3/.3 /.7 42509038::8.202-07...78202-07.:7::24507.3897088305..3/.3/./.843.5038/. 50302-.9:.3$9.3/.8 -. /2.7.90808:.7.2..5.:5.33.209039:.3.3%$!203.3.3/8:8:340/.7.5.8.7.843..30..3.3:93.3/.3/./.3/.3/.5.3%$!  $9.39.-:8/.9804.8 -0:2808:..3 $0-.4-.3/:.!03//.3. .38.3.7.2...303.9$.808:..3...9..9/-.3:-.3038503//.../8.25748084-. 50.320303.3820.305203/3..843.2.3.9:.7:8203.2.3 .3 !.7:8. /03.3.9: 8.393.3/.3503:8:3.9203.3/.7.3.30:3:.9:3.89.:5:3/02-.  $/909.3 /..8-:.50302-.320307./.3/:./90.5.:7::2503//.804.3 3.305./.7 3.38.78.0-07.30-:9:.89.838.8.90789 /..3.3.303/..503//.3.3203.843.393 $0-.33903809.3.8.3897:9:7:7::2 89.35.3802.   .3:30:.. .70::8.   !0784.3/.8. & 80-.03.3-07/. /03.5.907/.9:7.2:3./03..3  :7::2%3.3 %$! 90.38203803/72.:39:20302-.78 $ 203.8202470./.342509038/..83 2.52.3503//.742509038 $ /.3/.3&.84 %..39079039: %072.-:8/93.3.:3    !02..3    %$!/.8.2./.78/.3.84.9/02-.34.3503//.-:83././.35..7809.7  809..5.3./.....:5.3.8203:3.389.3 !0784...7.7.7.3/.942509038:39:203..3/03.920203:89.2$.3.3:.3/.42509038 ::8./.77:2:8.3 03:7:9!.98./3..3-:/.89.580208907/..3!74-02$9.5.380-:. .3.3/.38.8.-:.2.5.820293.35..20.!03//./ /.9.7 /...3/.3:897:2033..07.89./..3!03//.3:3/../.8.803/7 207:5.3-.3803/7402.809.

9:.304254 2.-.50../.3057-.7:39:80:7:2.3/.2.3.9.9. 203008..  .232..7./. !..7.3 20303.7.50...8.8.503.2502-0.82.7. /.. 042540.9.308909.9.8090.50..3  - 202507403.3  .3.78..9.7.///3. ..7.9  !08079.3::8/.3.3 4.5../.380:7:5747.7.3042542...3503//.9./. /.3  042542.503//.7.3/.30.7/.3. ::8:.3 080.2:.3804.35.50.

.9.50.3/.32:50309.7.3 90344/./7.:.2.8.:39:042542.3  .

32:9:503//.202/203857.9:7.37.35:3 20.   .9/.5747.8.:77..3 2.9:8820307.3.30-:9:.38.3.8../ ::8&.843.305.3 /909.2:33  50307. -:.907..3...78 $ 90.5.2022030.9  0::8.37907.. 5...3/334..:77.9:.30::8.28./.3 .389.7:..3:9.94./.3/.39/.33.3.73./../ 8:.70-:390/.32.. $! 70.3./.804.:& /-07..8./..30.3503//./.5020739..388. 2./03.8349-003.70::8.3 /02-.83 2.79./.3 574808502-0.  909..3& 0--.803.3.5020739.3.393   $.804. -.-.5.--:.340$!/..2./3/4308.3-0/.78.5.3 9.3 9:25:02.380.3 738903 /.898/03../ .9 2502039.3  80-.7.220.9./4:203 909.503:3...7802502039.9:08025.38.2.703.5.793.7.940 5020739.3.8 2.9.3&80-. !.:7.:.3-078.9/2502039.203:3..303907 833.3.3.5:.%$! !079.38.33.3050393. /90.2%$!9/.3 !079.5../.9.3.7./.  5.-0:2 43889033.39..7..5. /.887442/4478  .78089.93. 2023.90::8..3..9.38:2-07/.  3070.3/::7../.9:7.3/..380.7.0452039 0-./503:4080:7:804.3.88 :95079.3%$!80. .80:7::2$49..9.8439..3/03.9::7::2-.3 .343908/2.9././/05..3808:.5/. 2.3:7::2 $0-.3.9.8:/:950792-.5:3574/:0-..3.:.9:7.3/.3/2038050393.340.-05.3.3202.3503:3./.3 0-:9:. ./.80.8/.8.9./. ..5033. /.9.0:.-.01091./3./..709&092-.7.2. ..3.:.7..320250792-.9.89.-9.35020739..-50302-.:& ..33..... -..79.8 -0:2808:.3539:7:.80-.943  :-:3.5.438/070/..3.39...203.943207:5.3408.3 :5.3-07.50307.3/.-0:29039:/.35.30.9.574/:5033./.3.-. 706:039 30./. 804.82.33.9.:::780.3.9:.8.:2.7789..38073.3. -.3-.8:338   -..380-:.3503//.802.//::3408:2-07/.3/.::22.9.3!07.7.3203.943./.. $0-.3../03.   07::5.3.3/.59.2.///.32.85.38:3/2.3 -.07.503.2/804.5. 5.05747..2 2502039..2.9::7::2-.5.3:7::2/03.:7::2/.3/. 204749/.8%$! 32..3:3.9.%$!/.050393.83.3 .4..3/.7840804.3507:/..8.3..20.995:.39.5.3 .: .3/909.32:9:503//.$0-.8.909.3-...83804.2.3/9039:..:9203039:. 9.709&..203:7:9.80-.07.3508079.89..3/.90789 549038/.7.3-07:9 :33. 8:/.3.25././80:7:3/4308.30.:8& 3 :1743   203.70::8.. 2.. 90780-:903/.3/.9.3/-:.3/..28.38.742509038::8.38.38:.:.....22502039.:8.75.& 80-.39/.2-3.574547843.8    %$!/.7.5.::2/0.3.5.80-:.3.03/07:3 2030. %$!9/.3 .55./03...80-03.-::/! & .5.8:-89.3 89.3:93..3!74-02.8.79.79.9.2203039:..28:.7.8.5.9:.39.5.....7:-07549038.3.2 .30::8.-.3.0109.

3 .38..3./.843.9:../2. 202./90.9.:5:304254 $0..3.9:/0399.3.9/.7.7.:-07549038.843...3 .%.79...8.5. %. /.3/83907.78:- 8:-42:39.843.820/.378803/789.3503:8.793.38.39/..3.9.3050393.3-0781.38:: -:/.2.72030-:9.3 07/078079.3.9.2.7.9-.:897: 80-.2.3-07-0/.7.80/..8:.3 /.843.33.9:.3 89.943./.38././. 42:39.8/./549038/0897:91-.3!741 23 #. 042545007..9..203/.3:3. -0....38.2.3.3.2503079.38.9:08025./.  .:-07-.8.943.202-039:3.85008.8.9.943-.03/07:3/.7..9 .35..3 80-...3 09.3 9/.38.0../5.9443 907:8/:7.7-..33.89. 802:...5.380.3..3.9.3..9/.0.3.233907.//.380-.3 /.   %$!80-.80-.9:3.:32085:3//.84.7.: 3/.3..:-07549038.7203.3.703./0399. -.. -0/.3.3 3.3 80907:83.73. 8.882-4 82-40:.38.3/.-:.7-...3.38./.3.047.9...9.3. . 20439.. -..8.9.8   02.-.:.8203:7:909.2-:9 503:8207.:-07.9: 090750.7. 9:..3/0.3 .7.3 .7.3 2020805..3 !741 23#.9..280-:.9.203...7.2/8:80/:.7.3.3.380.5..9 /..0-.308803.907/7/.8   .39025./:.843...9./.28:.9203.%$! 2:33.3-.38./5070.9./..3./../.3.3802:..990448 ./. /-.  203.. 048203.   8.39:203.5./.8/...3:93.309.77:0 .3./008.../: 2.33.:3-078..3907.8-.5.90750.3507:./.3.9203.3.38.3-.:..9.843.9..9.38.23.9:..35073.7.34018:1072.3.9:/044.3.08..3203.3..33.5070./..83.9:/4973.93..0/..9..8 ::893/0 .8://03.703.9.33.9907472.9.3 -..8 -0..9/.303/.3/.3/.7      89..8 .90-.742:39. 207:5.-.3 /83907.8-.3-07.7 -0.33907:8-0702-.80.5070.... 03:7:9  # %..38.2.-./.92.3#  87:/385073.7:/5. .7-0.880-:..3/83907../..802..2.38.820.3-..5.3/80-:9.5070..3.33..7.03/07:37057081.3.2.9.. 08. 9.843. 050393.3-07-.820/.-07/8:8/03.80-03.33/./5:8.4254303./.3#  87:/38 .3.7./.%.79.8.8.943.:8:5!07.9.09:8.9079039:/540%:.   04254 04254/03.80-:.08.  %-....8.7.9:...5.3/.843.070.7.//.9.7980-..3203.95072.943.3 503:88..3 .25027.3 203025.7-0.18 .7802.23.08038./0/.9:0..5.79.943 378 .3.843.%$!80-.3-0702-.907/.2.8:.843..9207:-./.08890381472.843.9.3 03/07 5.9.5./.8202:./.3 -07-0/. 3.-.-.08.3-07:5.38:../..:39:20250793 0-07.2.38.8.943 .3-.83..8..3.9.305/3.-.-.3.8.3.. !03079. 803.39:350784.3.549 /.3!#-08..8-.

3/.3507-0/.3.8...32:9:9:7.25.0/:.3-07-0/..3/.99070147224.3-.92. 2../703.308..   .9203/::3.. 2.3903.3..:77.203.907/.-3./23897..:5:309.308.3.3203:95503/.-3/4308.388.348   9.8   .90789.70..384/.3 .99079039:.5.9:3.:9:7. .70./.3/-:9:.32:9:9:7.-.380-..507.:-.7..38.3.70970.220708543870.3..8.3:8.2439083 503//.3:9:7::2/.37.33.39.703.43/ 9 8..943 .08.57.:9039.2207085438507:-.943  3.7.24/0503//...348   203.080:7:.7.38.3.3-09:503933.203/....8.7:7:907.307.306:.3 017.3/90.3.503//.24/0503//.8 08.5..3/./../..02:  0./.3/97/ 9 8904343 30..50/:../.94388902849.94389700938 05.9/8.5/..3/.3:2   503//.3 :39:.324/0503//.0.804.7:8.380-:.943 9/.:77.3.8.2.3 503//...703..38.3909.9:/03.3/.32094/0 502-0.8.7..9..9.3.9.3.9.3.9..5./804.3:..07.0-.8.78:..9.3/:3..9.3..970.2017.9478 ..9203941-48./.2.32.82.3202-039:.:9:7.3202-039:3.18 03:7:9#03.7 89.:-.7...3-07-0/.2.9: 507: 2027./.7-0. ./.32:9:9:7.3502.38  /.47.-0309/.-07809..8 .5.9:39:203.803/7.9.38.9/..3507:-.4488902841:306:..384/.3/03.3  00939090804.9/.9:.80.32:9:9:7.448942.79.0399.999:/08  -:9:.3 . 3490../:9540%.7/08841907093. 2.99:2-:3.380-. %/.9.3-07.9.9::.8/2.202-:9:..30-:/.32.9.2.:/02.3/.::2390.9.902.-908.047..7.2. -.3/..  .::7:/.843.3503//./23897..3:8.9/...7.348   203.3//..3.90/06:.33.3:8.::2 .72.-8..3/..74:3/  80.88579:.38 706:7082..3.8.3/78   %.9%.8 84:/.701472824..4480.3207..3-03503079.9..9:39: 20302.7.3/.9:3.25...9:.  30419 82.2.0.7-0.32:9:9:7.18/.3-.8947/8.588.32:9:9:7.73.380.38  789 9 890/0.207:5..5:..503//./5.9./..943 20303/..80-:.9.9:.3/0247./703 70.8.455479:39940.3/5.5708.3.8.5.80-.32094/8 -:9.02039706:708   07::5.40.3905.2/:3.943   ...503//.30834943...92070108.3/.9.907 03:7:973089#03.380-.5:./.8.503/..90/4.7/.3/..3 2:9:9:7.3:2.....3:9:7/.3..3 24/0503//./... .  03:7:9.44 70.79.703..9025..3./.5.8:.:5:3/.3.703.3.020399..32:9:9:7.348     :9.3 /.9.7.3 03:7:9:#  017./.../..7808.3. .3:9:7 3:3.35.3.3/ 7438..9897394..79/.3.7.3909.9:203:7:9.07 03/39. 503//.3 -:.2..909/.3 203.7-0.38.9:39:. 503//.203..788.098 /0.507.80-:9:.3202.3.3.//0138.7   -...-09: 50393/./.5./.503//.$0-.5.43/70.703.47 903490 8947014720/:.7./9025.308. /.39./.3905. .3.9.82.38.7/08841907.7.8:/ 03:7:9:# 017.424/.2.

3848.50-.503:8207:2:8.7:8/.:7::2503//.8 3/4308.8/03./83907..943.9//0.380.32:9:9:7..70::8.:5503079.34..380-0:23.3507.5/.3.0503//. 503/0.32.3203./....389.0399.7:2020:.7.2-..3/../.95..3/.3/..2:9:9:7.9..9..3. :39:20302-.3..4394 .30..3 0:..38:/.3507.:58:-0 8:-0805079 9407.33./..5..3907.9/./.3903. ./.5748084-..93.   03:7:9503:8 2502039.7.8.9:/03.3%$!.38.3:2 2.3.5.3. :7::2-.38 902.370.3.7..7/.9/:3.92. 503/0.3. 804..3/.-..3 0-.-08.3 /.32.8.3%$!. 0- .7/:.2.3-.3 8: 8:/.3/03.91 ..3.7.8.9. -:/..-.32033907.3825:.::7: 05....38.7.203434.9:20.503.02:    $25:.5/.38.3042549079039:/..9039.3549038/0897:91.20893.7... 902.3 /.5.39039.350792-.8.33472.3/2502039.389.38.3/.804.:.203.3%$!.3 897.9..3-07.:8. /.8.9203/4743907.8.20302-.%$!20325. .8.9.:1472.907 502.:.3/804.92:9:9:7.3.33897:843..2./.7.30:3:...90 897.9 -07.203..3...33.331472..9:9:7.84.9.8/.:.3 203.3-.2.80-..8. . 2..5.8804.3.3.5.22.3/.:.2%$!/... 002.3.9.502-039:. 804.9.3:90.33.3.2033./3. 2023.380 /.304254.4394 89:/.5.4397-:91-.2:5.908503//.3.   002.203..7. 902.8.9.34388903 203.32:9:9:7.  ..7..9/.80/.3 8:-0 8:-0 805079902..3:7.3 002./.7.3%$!. 9407.9/087591/.. %$!80-.8:8 /.3.:8002.9.8-.3/02./.907 80-.3-.22.7::8././.3!.3/0399.3../.3 5079..!!.8.5. 503/0.0. 0/:.30934 :9:7.   03./3/4308.5.8503//.3507-0/.8.503//.2.3  07/.243908/087591203:7:9 .

5.3#.3!03:8:3.32:9:9:7.3 .   .3!  :39.!% ..79.0789.843.80074.8    !.3 20307..30/:..3/.9.9  %0702.   70/2.9.!07.3503//../.:39:002.3#080.3/.2$023.7.0452039-.3.3 :9:!03//.7.9.9 .8!03/0.3%$!03.3!03//..3:9:!03//.7/...  $02039..!033.7.3/:.2 5033.3!0309....3/!&3.79.3 /   :17433  0  5.   %#!&$%  05/3.8    %047/8.9.3%42./8.7.30303.8/03.3/0.8.79.  ..

/.0789.3!03//.303.3 %$! .07.3.3:7::2!$&!!/.3:2.2502039./7-/:    03..   .8007 4..  .9 $.3.3/.2-%....2:7::2%3..7!../8.2$023.843.  0  2502039.3:9:9:7.$8902!03//.7.8!03//. 4.79.8 !03//. 94342..3:9:9:7./.3&!!!&3.9:.7/...02-07 /.7995.

.

 /05/3.8 4 /.

348:#   !8.   017.8!03//..8    :77.79.820 %.:73.3.3/ 88:08 4:7/943 48943!0.3$9. 05/3.7843/:.3   738903..44147%0.  .3/3/4308.9438 !73.05. .080397..733   05/3.7.943  $.209!     .3.3/4308. !03//. .8#   %.3/..79.8.$009.8 !03//..7  #    :9:9:7.39.3/:338! 7.8..8.508 .3.:3  9039.908.381472.843.2%7.3!079.2.8    !07.20/.9!03//./.7.3 &390/$9.3/4:9.9:7.::2 4:3/./8479%42843 0.3 .34-..3.3!020739.!% 7.3. 70947. 4247 %.59.843.3:9.3/.