Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM SEROLOGI IMUNOLOGI

PEMERIKSAAN SPESIFISITAS ANTISERA

DI SUSUN OLEH : Maulina (0801027) Kelompok III

Tanggal praktikum: 17 November 2011 Dosen: Dra. Syilvia Hasti, M.Farm., Apt Asisten: May Christiani Gusti Wahyu Ramadhani

PROGRAM STUDI S1 FARMASI SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU YAYASAN UNIVERSITAS RIAU

namun yang terpenting untuk tujuanklinis adalah sistim penggolongan darah ABO dan Rhesus. Ada beberapa sistim penggolongan darah. Volume plasma darah terdiri dari 90% berupa air dan 10% berupa larutan protein. glukosa. sel darah putih akan berada di atasnya dan membentuk lapisan buffy coat. untuk penetapan golongan darah tersebut digunakan reagen yang disebut antisera. Antisera / Plasma darah adalah komponen darah berbentuk cairan berwarna kuning yang menjadi medium sel-sel darah. Fibrinogen menempati 4% alokasi protein dalam plasma dan merupakan faktor penting dalam proses pembekuan darah. hormon dankarbon dioksida. yakni golongan A.025 kg/l. Ketidaksesuaian golongan darah donor dengan golongan darah resipien akan mengakibatkan reaksi-reaksi alergi dan yang paling fatal adalah syok anafilaktik.PEKANBARU 2011 PEMERIKSAAN SPESIFISITAS ANTISERA I. sel dan faktor koagulasi lainnya. faktor koagulasi. or 1. penetapan golongan persyaratan yang mutlak di samping persyaratan lainnya. TUJUAN PRAKTIKUM : Untuk mengetahui cara pemeriksaan spesifisitas antisera II. . dimana sel darah ditutup. Plasma darah juga merupakan medium pada proses ekskresi. TINJAUAN PUSTAKA : Dalam transfusi darah. Plasma darah dapat dipisahkan di dalam sebuah tuba berisi darah segar yang telah dibubuhi zat anti-koagulan yang kemudian diputar sentrifugal sampai sel darah merah jatuh ke dasar tuba. Serum darah adalah plasma tanpafibrinogen. plasma darah berada di atas lapisan tersebut dengan kepadatan sekitar 1025 kg/m3. B. Menurut sistim penggolongan darah ABO. 55% dari jumlah/volume darah merupakan plasma darah. AB dan O. darah dibagi 4 golongan. ion mineral.

2) 3) Enzim. berperan dalam pembentukan g-globulin. tetapi yang tidak cukup kuat untuk menghindari sistem kekebalan tubuh dirangsang. b) Globulin. hormon. misalnya monosakarida. sebagai zat-zat sisa dari hasil metabolisme. dan N2 sebagai gas-gas utama yang terlarut dalam plasma. Saham lebih lanjut dari antiserum kemudian dapat dihasilkan dari donor awal atau dari organisme donor yang diinokulasi dengan patogen dan disembuhkan oleh beberapa saham yang sudah ada sebelumnya antiserum. c) Fibrinogen.Antibodi dalam antiserum mengikat agen menular atau antigen. kolesterol. sebagai zat-zat hasil produksi sel-sel. 4) 5) Urea dan asam urat. O2. CO2. gliserin. Komponen Penyusun antiserum (Plasma Darah) Senyawa atau zat-zat kimia yang larut dalam cairan darah antara lain sebagai berikut: 1) Sari makanan dan mineral yang terlarut dalam darah. Contoh: a) Albumin. molekul-molekul ini berukuran cukup besar sehingga tidak dapat menembus dinding kapiler. . Protein yang terlarut dalam darah. asam amino. dan garam-garam mineral. Sistem kekebalan tubuh kemudian mengakui agen-agen asing terikat antibodi dan memicu respon imun yang lebih kuat. Keberadaan antibodi kepada agen karena itu tergantung pada "korban beruntung" awal yang sistem kekebalan tubuh secara kebetulan menemukan counteragent ke patogen. dan antibodi. merupakan komponen pembentuk zat antibodi. asam lemak. Penggunaan antiserum sangat efektif melawan patogen yang mampu menghindari sistem kekebalan tubuh dalam keadaan tidak distimulasi. atau "spesies inang" yang membawa virus tetapi tidak menderita dari efek nya. berperan penting dalam pembekuan darah. berguna untuk menjaga keseimbangan tekanan osmotik darah.

. Protein asing yang masuk ke dalam tubuh disebut antigen.Fungsi antiserum (Plasma Darah) Bagian plasma darah yang mempunyai fungsi penting adalah serum. Serum merupakan plasma darah yang dikeluarkan atau dipisahkan fibrinogennya dengan cara memutar darah dalam sentrifuge. Antibodi ini berfungsi untuk membinasakan protein asing yang masuk ke dalam tubuh. Serum tampak sangat jernih dan mengandung zat antibodi.

O Larutan NaCL fisiologis Cara kerja : A. masukkan kedalam tabung reaksi diatas 1 tetes eritrosit golongan A. Masukkan kedalam tabung reaksi larutan NaCL sebanyak 19 tetes. sehingga diperoleh masing-masinglarutan eritrosit 5%.AB. Tandai larutan keempat tersebut. B. 3. 4. Uji spesifitas antisera . Pembuatan eritrosit 5 % 1. Dengan menggunakan pipet tetes yang sama. 2.III. Aduk hingga homogen dengan cara memutar-mutar menggunakan kedua telapak tangan sehingga diperoleh larutan 5 %. AB. dan O. CARAKERJA: Alat dan bahan Alat : • • • • Pipet tetes Objek glass Tabung reaksi Tusuk gigi Bahan : • • Eritrosit murni gol A. 5. Hal yang sama dilakukan terhadap eritrosit murni golongan B. B.

1. AB. Dan O 7. lalu amati reaksi yang terjadi 4. IV. Teteskan diatas 4 buah objek glass bersih larutan antisera (plasma golongan A yang telah dimurnikan) masing-masing sebanyak 1 tetes. HASIL : Plasma A Eritrosit 5 % A Eritrosit 5 % B Eritrosit 5 % AB Eritrosit 5 % O + + Plasma B + + Plasma AB Plasma O - . 2. Dan pada objek glass keempat ditambahkan 1 tetes eritrosit 5% golongan O. Pengerjaan yang sama juga dilakukan terhadap plasma golongan A. 6. Tabelkan hasil reaksi yang terjadi. Pada objek glass pertama ditambahkan 1 tetes eritrosit 5% golongan A. Pada objek glass ketiga tambahkan 1 tetes eritrosit 5 % golongan AB . B. Pada objek glass kedua ditambahkan 1 tetes 5% golongan eritrosit B. 5. lalu amati reaksi yang terjadi. Bila terjadi aglutinasi ditnnyatakan dengan tanda (+) dan bila reaksi negatif dinyatakan dengan tanda negatif (-). lalu amati reaksi yang terjadi. lalu amati reaksi yang terjadi 3.

PEMBAHASAN : Pada percobaan ini plasma AB tidak menunjukkan penggumpalan ketika diberikan eritrosit A. sampel sentrifugasi yang tidak lengkap. dapat bersifat recipient universal. ini berarti bila aglutinin tidak terdapat di dalam plasma darah. seperti penggunaan reagen inaktif yang terkontaminasi. Golongan darah AB hanya dapat mentransfusikan darah ke sesama golongannya. dan O) ditransfusikan ke golongan ini. maka aglutinogen yang bersangkutan harus ada di dalam sel darah merah. AB. maka ketika darah dari golongan lain (A. dan O. pada saat itu golongan AB akan mempertemukan satu macam aglutinogen (misalnya B) yang terdapat di dalam sel darah merah tertentu dengan aglutinogen yang bersangkutan (B) yang terdapat di dalam sel darah merah dari golongan di luar AB (A.B. dan O). Kesalahan ini bisa dikeranakan banyak factor. . dimana golongan ini hanya mampu menerima darah yang ditransfusikan dari berbagai golongan darah termasuk golongan darah AB itu sendiri. Golongan darah AB yang tidak memiliki aglutinin A dan aglutinin B.V. Karena golongan ini mempunyai dua macam aglutinogen (A&B). B. inkubasi yang kurang baik. B. atau masalah pada darah pasien.

Suryo. Genetika. McGraw-Hill Book Company Inc. 5th edition.1990. KESIMPULAN : Pemeriksaan spesifisitas antisera dilakukan dengan mereaksikan antisera (serum) dengan sel darah merah. 1996. Hasil yang di dapat dari percobaan pemeriksaan spesifisitas antisera ini plasma AB tidak memberi gumpalan setelah diberi eritrosit. Isolasi imunogamaglobulin anti-T4 dari antisera. K H. et all. DAFTAR PUSTAKA Nanny.W. SARAN : o Saat melaksanakan praktikum hendaknya dilakukan dengan cermat agar mendapatkan hasil yang benar. Jakarta. 1958.VI. Bandung. Sinnott. Departemen P dan K Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. PPTN. Seminar Pendayagunaan Reaktor Nuklir untuk Kesejahteraan Masyarakat. . E.BATAN. VII. New York. VIII. Principles Of Genetics.

Yovita Lisawati. Pembuatan dan Evaluasi Antisera Penentuan Golongan Darah ABO. Padang . 1993. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas.