Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Program pemberantasan kemiskinan merupakan program yang sangat
dikedepankan perkembangannya. Sehingga dalam pembuatan setiap program
program kerja yang ada di maksudkan untuk mengurangi angka kemiskinan di
negeri ini. Itu dibuktikan dengan adanya program-program pemerintah yang
ditujukan untuk mensejahterakan rakyat.
Data jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita
per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia sendiri pada Maret 2010
mencapai 31,02 juta (13,33 persen), turun 1,51 juta dibandingkan dengan
penduduk miskin pada Maret 2009 yang sebesar 32,53 juta (14,15 persen).
Selama periode Maret 2009-Maret 2010, penduduk miskin di daerah
perkotaan berkurang 0,81 juta (dari 11,91 juta pada Maret 2009 menjadi 11,10
juta pada Maret 2010), sementara di daerah perdesaan berkurang 0,69 juta orang
(dari 20,62 juta pada Maret 2009 menjadi 19,93 juta pada Maret 2010).
Hal itu di karenakan kemiskinan merupakan hal yang kompleks sebab
menyangkut berbagai macam aspek seperti hak untuk terpenuhinya pangan,


2

kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya. Agar kemiskinan di Indonesia
dapat menurun diperlukan dukungan dan kerja sama dari pihak masyarakat dan
keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ini. Melihat kondisi negara
Indonesia yang masih memiliki angka kemiskinan tinggi, penulis tertarik untuk
mengangkat masalah kemiskinan di Indonesia dan penanggulangannya. Namun
pengurangan kemiskinan tersebut tidak begitu terasa sebab banyaknya jumlah
penduduk yang ada di Indonesia semakin tahun semakin meningkat.













3

1.2 Perumusan Masalah
erdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka rumusan
masalahnya adalah:
1. Faktor apa yang menyebabkan kemiskinan di Indonesia?
2. Pengaruh Kemiskinan bagi Kehidupan Sosial di Indonesia?
1.3 Tujuan Penulisan
%ujuan penulisan karya tulis ini adalah:
1. Mengetahui dampak kemiskinan bagi kehidupan sosial
2. Mengetahui Iaktor penyebab terjadinya kemiskinan
3. Mengetahui cara menanggulangi kemiskinan
1.4Manfat Penulisan
ManIaat penulisan karya tulis ini adalah agar masyarakat mengetahui
kondisi kemiskinan di Indonesia dan dapat mencari solusi menanggulanginya.
Diharapkan pembaca dapat membantu pemerintah agar kemiskinan di Indonesia
dapat segera teratasi.
1.5Metode Penulisan
Penulis menggunakan metode studi pustaka dan browsing internet dalam
penulisan karya tulis.


4


1.6 Sistematika Penulisan
Karya tulis ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I PEADAHULUAA
Pada bab ini penulis menjelaskan latar belakang masalah, perumusan
masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, manIaat penulisan, dan sistematika
penulisan.

BAB II PEMBAHASAA
Pada bab ini penulis menjelaskan tentang kondisi kemiskinan di Indonesia,
Iaktor penyebab kemiskinan di Indonesia, dan penanggulangan masalah
kemiskinan.
BAB III PEAU1UP
Pada bab ini penulis menjelaskan tentang kesimpulan dan saran.





3

A II
PEMAHASAN
emiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk
memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung,
pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat
pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan
pekerjaan.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara, salah satu diantaranya yaitu
gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan,
dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk
pendidikan dan inIormasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari
kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan
tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
2.1 Faktor Penyebab emiskinan
Ada dua kondisi yang menyebabkan kemiskinan bisa terjadi, yaitu:
1. Kemiskinan alamiah. Kemiskinan alamiah terjadi akibat sumber daya alam
yang terbatas, penggunaan teknologi yang rendah, dan bencana alam.
2. Kemiskinan buatan. Kemiskinan ini terjadi karena lembaga-lembaga yang ada
di masyarakat membuat sebagian anggota masyarakat tidak mampu menguasai



6

sarana ekonomi dan berbagai Iasilitas lain yang tersedia hingga mereka tetap
miskin.
Namun pada umumnya di negara Indonesia penyebab-penyebab
kemiskinan adalah sebagai berikut:
O Laju Pertumbuhan Penduduk. Pertumbuhan penduduk Indonesia terus
meningkat di setiap 10 tahun menurut hasil sensus penduduk. Menurut
data adan Pusat Statistik (PS) di tahun 2000 penduduk Indonesia
memiliki penduduk 206 juta jiwa. Kemudian disensus penduduk tahun
2010 penduduk meningkat sebanyak 31.56 juta jiwa menjadi 237.56 juta
jiwa. Dapat diringkaskan pertambahan penduduk Indonesia persatuan
waktu adalah sebesar setiap tahun bertambah 3.15 juta orang pertahun
atau, 263 ribu orang perbulan atau 8647 orang perhari. anyaknya
jumlah penduduk ini membawa Indonesia menjadi negara ke-4 terbanyak
penduduknya setelah China, India dan Amerika.
Meningkatnya jumlah penduduk membuat Indonesia semakin terpuruk
dengan keadaan ekonomi yang belum mapan. Jumlah penduduk yang
bekerja tidak sebanding dengan jumlah beban ketergantungan.
Penghasilan yang minim ditambah dengan banyaknya beban
ketergantungan yang harus ditanggung membuat penduduk hidup di
bawah garis kemiskinan.
O Angkatan erja, Penduduk yang Bekerja dan Pengangguran. Secara
garis besar penduduk suatu negara dibagi menjadi dua yaitu tenaga kerja
dan bukan tenaga kerja. Yang tergolong sebagi tenaga kerja ialah
penduduk yang berumur didalam batas usia kerja. atasan usia kerja
berbeda-beda disetiap negara yang satu dengan yang lain. atas usia
kerja yang dianut oleh Indonesia ialah minimum 10 tahun tanpa batas
umur maksimum. Jadi setiap orang atausemua penduduk berumur 10
tahun tergolong sebagai tenaga kerja. Sisanya merupakan bukan tenaga


7

kerja yang selanjutnya dapat dimasukan dalam katergori bebabn
ketergantungan.
%enaga kerja (manpower) dipilih pula kedalam dua kelompok yaitu
angkatan kerja (labor Iorce) dan bukan angkatan kerja. Yang termasuk
angkatan kerja ialah tenaga kerja atau penduduk dalam usia kerja yang
bekerja atau mempunyai pekerjaan namun untuk sementara tidak bekerja,
dan yang mencari pekerjaan. Seangkan yang termasuk sebagai bukan
angkatan kerja adalah tenaga kerja dalam usia kerja yang tidak sedang
bekerja, tidak mempunyai pekerjaan dan tidak sedang mencari pekerjaan,
yakni orang-orang yang kegiatannya bersekolah, mengurus rumah
tangga, serta orang yang menerima pendapatan tapi bukan merupakan
imbalan langsung atas jasa kerjanya.
Selanjutnya angkatan kerja dibedakan pula menjadi dua subkelompok
yaitu pekerja dan penganggur. Yang dimaksud dengan pekerja adalah
orang-orang yang mempunyai pekerjaan, mencakup orang-orang yang
mempunyai pekerjaan dan memang sedang bekerja maupun orang yang
memilki pekerjaan namun sedang tidak bekerja. Adapun yang dimaksud
dengan pengangguran adalah orang yang ridak mempunyai pekerjaan,
lengkapnya orang yang tidak bekerja dan mencari pekerjaan.
Pengangguran semacam ini oleh PS dikatergorikan sebgai
pengangguran terbuka. (Dumairy, 1996)

O Distribusi Pendapatan dan Pemerataan Pembangunan.
Distribusi pendapatan nasional mencerminkan merata atau timpangnya
pembagian hasil pembangunan suatu negara di kalangan penduduknya.
Kriteria ketidakmerataan versi ank Dunia didasarkan atas porsi
pendapatan nasional yang dinikmati oleh tiga lapisan penduduk, yakni
40° penduduk berpendapatan rendah (penduduk miskin); 40° penduduk
berpendapatan menengah; serta 20° penduduk berpemdapatan tertinggi


8

(penduduk terkaya). Ketimpangan dan ketidakmerataan distribusi
dinyatakan parah apabila 40° penduduk berpendapatan rendah
menikmati kurang dari 12 persen pendapatan nasional. Ketidakmerataan
dianggap sedang atau moderat bila 40° penduduk berpendapatan rendah
menikmati 12 hingga 17 persen pendapatan nasional. Sedangkan jika
40° penduduk miskin menikmati lebih dari 17 persen pendapatan
nasional makan ketimpangan atau kesenjangan dikatakan lunak,
distribusi pendapatan nasional dikatakan cukup merata. (Dumairy, 1996)
Pendapatan penduduk yang didapatkan dari hasil pekerjaan yang mereka
lakukan relatiI tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sedangkan
ada sebagian penduduk di Indonesia mempunyai pendapatan yang
berlebih. Ini disebut juga sebagai ketimpangan. Ketimpangan pendapatan
yang ekstrem dapat menyebabkan ineIisiensi ekonomi. Penyebabnya
sebagian adalah pada tingkat pendapatan rata rata bearapa pun,
ketimpangan yang semakin tinggi akan menyebabkan semakin kecilnya
bagian populasi yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman
atau sumber kredit. Selain itu ketimpangan dapat menyebabkan alokasi
aset yang tidak eIisien. Ketimpangan yang tinggi menyebabkan
penekanan yang terlalu tinggi pada pendidikan tinggi dengan
mengorbankan kualitas universal pendidikan dasar, dan kemudian
menyebabkan kesenjangan pendapatan yang semakin melebar. (%odaro,
2006)
Ketimpangan pembangunan di Indonesia selama ini berlangsung dan
berwujud dalam berbagai bentuk dan aspek atau dimensi. ukan saja
berupa ketimpangan hasil-hasilnya, misalnya dalam hal pendapatan per
kapita tetapi juga ketimpangan kegiatan atau proses pembangunan itu
sendiri. ukan pula semata-mata berupa ketimpangan spasial atau antar
daerah tetapi ketimpangan sektoral dan ketimpangan regional.


9

Ketimpangan sektoral dan regional dapat ditengarai antara lain dengan
menelaah perbedaan mencolok dalam aspek aspek seperti penyerapan
tenaga kerja, alokasi dana perbankan, investasi dan pertumbuhan.
Sepanjang era PJP I (lima pelita) yang lalu, sektor pertanian rata rata
hanya tumbuh 3, 54 persen per tahun. Sedangkan sektor industri
pengolahan tumbuh dengan rata-rata 12,22 persen per tahun. Di Repelita
VI sektor pertanian saat itu ditargetkan tumbuh rata-rata 3,4 persen per
tahun, sementara pertumbuhan rata-rata tahunan sektor industri
pengolahan ditargetkan 9,4 persen per tahun. %idak seperti masa era PJP
I, dimana dalam pelita-pelita tertentu terdapat sektor lain yang tingkat
pertumbuhannya lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan sektor industry
pengolahaan, selama Repelita VI tingkat pertumbuhan sektor ini
dicanangkan yang tertinggi dibandingkan sektorsektor lainnya. Sektor
industry pengolahan diharapka dapat menjadi pemimpin sepanjang sektor
Repelita VI.
Ketimpangan pertumbuhan antarsektor, khususnya antara sektor
pertanian dan sektor industry pengolahan harus disikapi secara ariI.
Ketimpangan pertumbuhan sektoral ini bukanlah kecelakaan` atau ekses
pembangunan. Ketimpangan ini lebih kepada suatu hal yang terencana
dan memang disengaja terkait dengan tujuan menjadikan Indonesia
sebagai negara industry. Akan tetapi sampai sejauh manakah
ketimpangan ini apat ditolerir? Pemerintah perlu memikirkan kembali
perihal ketepatan keputusan menggunakan industrialisasi sebgai jalur
pembangunan karena akan sangat berdampak bagi pendapatan penduduk
dan selanjutnya kemiskinan. (Dumairy, 1996)
O Tingkat pendidikan yang rendah. Rendahnya kualitas penduduk juga
merupakan salah satu penyebab kemiskinan di suatu negara. Ini
disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan dan tingkat
pengetahuan tenaga kerja. Untuk adanya perkembangan ekonomi


10

terutama industry, jelas sekali dibuthkan lebih banyak teanga kerja yang
mempunyai skill atau paling tidak dapat membaca dan menulis.
Menurut Schumaker pendidikan merupakan sumber daya yang terbesar
manIaatnya dibandingkan Iaktor-Iaktor produksi lain. ( Irawan, 1999)
O urangnya perhatian dari pemerintah. Pemerintah yang kurang peka
terhadap laju pertumbuhan masyarakat miskin dapat menjadi salah satu
Iaktor kemiskinan. Pemerintah tidak dapat memutuskan kebijakan yang
mampu mengendalikan tingkat kemiskinan di negaranya.

2.3 Pengaruh emiskinan Terhadap ehidupan Sosial di Indonesia
Kemiskinan merupakan salah satu pemicu munculnya permasalahan sosial, seperti
masalah kesehatan, kriminalitas dan pendidikan di tengah-tengah masyarakat.
2.3.1 Kesehatan
Kaitan antara Kemisikinan dan Kesehatan cukup komplek. Dikarenakan
peningkatan kesehatan di Indonesia berkaitan dengan pengurangan kemiskinan.
Kemampuan seseorang untuk mendapatkan kesejahteraan di kesehatan cukup
menguras. Dikarenakan kesehatan itu mahal.
2.3.2 Kriminalitas
Kaitan antara kemiskinan dengan kriminalitas akibat kurangnya keahlian dan
lapangan pekerjaan, sehingga orang-orang menganggur dan bisa berakibat putus
asa, maka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari harus menghalalkan segala cara.


11

2.3.3 Pendidikan
Kaitan antara kemiskinan dengan pendidikan itu karna mahalnya biaya keperluan
sekolah, maka sebagian besar masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan
lebih mementingkan kebutuhan rumah tangga dan menyampingkan pendidikan.
Karena sebagian masyarakat dibawah garis kemiskinan menganggap pendidikan
itu hanyalah kegiatan yang menghamburkan biaya.



12

BAB III
PENUTUP

3.1 esimpulan
erdasarkan pembahasan bab II penulis menyimpulkan beberapa hal
sebagai berikut:
1. Kondisi kemiskinan di Indonesia sangat memprihatinkan. Hal ini ditandai
dengan rendahnya kualitas hidup penduduk, terbatasnya kecukupan dan mutu
pangan, terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan, gizi anak, dan
rendahnya mutu layanan pendidikan. Oleh karena itu, perlu mendapat
penanganan khusus dan terpadu dari pemerintah bersama-sama dengan
masyarakat.
2. Faktor penyebab kemiskinan ada dua, yaitu Iaktor alami dan Iaktor buatan.
Selain kedua Iaktor tersebut ada Iaktor lain yang menimbulkan kemiskinan,
yaitu:
Kurang tersedianya sarana yang dapat dipakai keluarga miskin secara
layak
Kurangnya dukungan pemerintah sehingga keluarga miskin tidak
mendapatkan haknya atas pendidikan dan kesehatan yang layak
Rendahnya minat masyarakat miskin untuk berjuang mencapai haknya
13



13

Kurangnya dukungan pemerintah dalam memberikan keahlian
ilayah Indonesia yang sangat luas sehingga sulit bagi pemerintah untuk
menjangkau seluruh wilayah dengan perhatian yang sama.
3. Penanggulangan masalah kemiskinan diwujudkan oleh pemerintah dalam
bentuk Sasaran Pembangunan dan Arah Kebijakan Pembangunan %ahun 2007.
Keberhasilan program menurunkan kemiskinan tidak akan tercapai tanpa
adanya kerja-sama yang baik dan tanggung jawab bersama antara pemerintah
dan masyarakat .

3.2 Saran
Adapun saran yang dapat penulis sampaikan adalah:
1. Pemerintah sebaiknya menjalankan program terpadu secara serius dan
bertanggung jawab agar dapat segera mengatasi masalah kemiskinan di
Indonesia
2. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, mari kita dukung semua program
pemerintah dengan sungguh-sungguh demi masa depan bangsa dan negara
Indonesia terbebas dari kemiskinan.
3. Marilah kita tingkatkan kepedulian dan kepekaan sosial untuk membantu
saudara kita yang masih mengalami kemiskinan.
4. Sebaiknya pemerintah memberikan bantuan tidak berupa tunai, melainkan
berupa sarana pendidikan dan lapangan pekerjaan.


14




13

DAFTAR PUSTAA

Mulyo, Sumedi Andono. 2005. $9ra9egi Nasional Penanggulangan Kemiskinan.
Jakarta: Komite Penanggulangan Kemiskinan.

Sumber-sumber lain:
www.agribisnis.deptan.go.id
www.bps.go.id
www.eramuslim.com
www.perempuan.com
www.pu.go.id
www.wikipedia.com


18

3.3 /.7 5.2.3. /.3 2. .9. /.32033.2:3 503:7.33. 8.3 503//.8.8.3 2.:3802.3 503.3 0807:8.3 5007. . 3  0.7 :39: 203.2 203.9 /..5..3. 80-.7..3.. 3/4308. 503/:/:..3:. 2.  .39..9 43/8 30.  080. 0283.7.3.8 202 .3 5020739.- -.3.3 /::3.3.3 0283. :2.8.8.9 203:7:3 /507:. /.380-. 0283.9               .3/3/4308.802.3 93  503:8 9079.9 2. -09: 907./3/4308.3.3. /./.3 07.70283.3 /.3 / 3/4308.3 90780-:9 9/.

   .3$48.8.7.907..7 -0.7..3 /.9:83.9 20309.3 / 3/4308.7.3   0309..3503:8..7.3:.3-.9.33.32030-.   !03.7.0/:5.39: 5020739.947.3/3/4308.7 0283.  %::.3 !03:8 203:3.././3. 7:2:8.8  2.:.5..7 84:8 203.7.9!03:8.3 502-. /.7:0283. 90780-:9 / ..-./..:/./.3:.3 .3 2094/0 89:/ 5:89.5. ..8.9:8     ..8. .7.3..0283.  .: 43/8 0283.3.   !07:2:8. 07/..9 503:8.3 2.9. 9:8 3 ..:1.   0309.. /.25..5.0283.9 203..203.3848.9.7 2.31.3 / 3/4308.9475030-.9 202-.30283.8..3.31../3/4308.3.3  .98007.30283.8   094/0!03:8.5. /.   0309.5.3-.3 -7483 3907309 /. /.-907.3 %::..3 .2 503:8.0/:5.3 2.3 ...3!03:8.8.

9:83/8:8:3/03.-3503:82030.9.3 .38. -.3.30825:.-.8..3  2094/0 503:8.- 0283.343/80283. 0283.3:.39039.3   !$ !.3/.8.3  !&%&! !.3 2.8. 9::..3 503:8.9.8.-07:9 !&& !.  /.9.947 5030-.388902.80-.- 3 503:8 2030.31.3 2.7 -0.3 .3       .388902..3 2./.8.39039.7.. 503:8.    $8902.7.-3503:82030.3 / 3/4308..-.9.3  /.  1.3 503.!03:8..3  2./.3/3/4308./.  507:2:8.8.9 503:8.

7.9.3-03.3  /..9  .3 /.703.30-:9:...3 /.85.8 /.3848.8.25:. 0907..7.9 50203: 0-:9:.7.9202-:..9.3./-./. 3 9072.8  0907:.3-8.980-.3 /.2.3 848./ 09/.3 . /.25:203:..3848.8 503:3.39:3.9.8.8: 503//.7  .7.3 :39: 20203: 0-:9:...5 503//. 907.-0283. . 02-..2.3 080.99/.3 .907.3  ...3-:.:5 2. /2.2.2.7 805079 2.3907-. 9072.33907. .7./.3  9025.3.9 8:2-07 /..-.-../..304342   ..02-.9 -073/:3  503//..3.349. /-0/.25:.  8.3 .2 -07-.3.3 /.2-..3  0283.3.3 /. 549 /.808 907. ...3 09/..   ././..8.3  0283.3 /.8.3 31472.8.:5:3 8:93.  0283.3  /.. 2.8:0907:.3.32030-.947!030-.9.9: /..8. . 0.2 .30283.7985.3 .3 /2.2    0283.43/8.2 /.703..5./ .  /.390344.-/.39039.7 0283.39.9:   0283..2..7.9: .3.8.3703/.    !$ 0283.2 2. ./.3 247..3 /.-..3 9/..3 5007. 3 203../ .8.3  5.3 /5. 907.9 /80-.3..3 40 0.. -..8.9..3 0283./:.. 8.2.3 :39: -075.

3 8.9 503/:/: /:5 / -..980-.203.8.3 !:8.9:30.3  O 3.3 507.3.9: /03./. .3 .307.:  47.203.3  !03.  .9. 5030-.907:8 2033.9.:3 9. 80-08.-07:9 O ../ 809.2-. 503/:/: 202-:. 202 503/:/:   :9.3 .7.:802:.8.3 ...39:3.5.8 :8./.- 0283.3. 503/:/: . 3/.9.9:903.7.3:7.5 283  .80-.2-.3 907443 80-.:   7-: 47. 07.8 :2:7 2.909.. /../.3  . -0-.3 -. . -0-. 232:2   9.3 -007.3 0907.3 04342 .:3   503/:/:2033.203. 207:5.   .3 -0:2 2.2:3 5.2 -.3/4308.0 907-. -0/. 47.3. 04342 /.7. ./.07..7:8 /9.7  . 9/.9 $9.89.9 3/4308..8 :8.3 :8.8090.9.. .- 5030-.3 .3 5079.82:2  .3!03/:/: !079:2-:. .3 903.3 .78-08.3 -07:2:7 //.3 9075:7: /03.3 -:. 2070. / 30.3. 1.5 47. 503/:/:3.503/:/:3202-. 802.3 $0..:3 203:7:9 ..  8.3 /8038:8 503/:/: 9. 80-. /809..  -.2-..  ./-. 07. :2.3.9 / 809.5.3:3 202-:.9: . 903.7503/:/:8:.9. /03.3 :2.3!03.. .3.3:9 40 3/4308.3 503/:/: 3/4308./.93.9..   :9.3 ..3 /. :2:23.3503/:/:3/4308.7.  02:/.  $8.390780/.8 8038:8 503/:/:  03:7:9 /. :2.3 -:.3 ./ :9.9.3. 07.3 903.3  :2.5 9.:3 -079. -07-0/.9:. !03/:/:.35.:3 . 07.  .39:3..5 30.3 0.3....:!079:2-:.3.7.989 !$  / 9.//:.3-07-... 903.8. 07.9.780283.3 .3 507-:. 3.:3 907443 80-.  033.3207./.3007./. . 503/:/: -07:2:7   9. 5078.7 809.3 0907. :9.3.9. 503/:/: .8.7.9 /73. 3/4308.3 232 /9.3 . . 07.:3   503/:/: 3/4308./30.3/3 /03.3 5079.5   9.

3 7/..8:.5007.  /.2 /:.3 8:.3  .3  $0. 903.3 503/:/:  .3 9/.207. 07.3 .  8079.3 47.3  03.3 .3 . .3 3. 2.  $0.3 207:5.8.:2025:3.3 503/:/:3.3:7..3 20303.3  897-:8 503/.3 503.9..9.3/.3  503/:/:-07503/. 5007.3 5:. .:5 47.. 8:-04254 . /-0/..35407  /5 5:.3 .5.3 9/.3 -007. 2. -07804.5.0  /.2025:3.3 .3 9072.9.3 ..8 5478 503/. 9.5:3 .3 /.9: 30.90747.3 /32..9.-47 147.3 .3:3. .2:3:39:802039.2 .. /..8: .33. .07. /..-007.-3 0907.7.3 80/.3 202./.9. 903..: 925. .3907-:. 203..39/.3/2.2 :8.3 9.9.5. 07.3 .8 502-.9 40 9. 503/:/:283  503/:/: -07503/.9.3.3!0207. 503/.3 /2.3 5007.3:7  .3 07.3 07.3 0.9.3 .7.9.3 -:.3 .3 2025:3.8.9.9.3:7. 07. 2025:3./.3 07.5. /. 47.33.3. 47.0723.8:/ /03.8: 80-.9: 5007.  ..5 -:.078 . -:... 5007.9.9/.90747 -0-.3. ..9 /2.2:380/. 07.2 3 40 !$ /.75007.3  !03.3/.3 ...7...3.   503/:/: -07502/.58. //.9...3  %03.3 .8:/ /03.3 2025:3.3 . .3 203.3 :3.  :2. 47./ /:..  203:7:8 7:2.9..3 -007.3 47. 203.3.3 3..80/.3 07. 502-.3.../..843. .3 203072.7    O 897-:8!03/.3.3 .33.3703/. 07. 09/.5007. 80/.3 47.3. 47.3 -007. 503.7 5007.3 .3 203.3 07.3 47. / .3 503. 9/.3 9072. .5.  7907. /. 0/.3.9.3 2-. . .5.39:3.9: .3 802.9.53.9..8.3!02-.  07.. 04254 .3 3.9.3 90793   .3 80-. .3203.9.3 207.2 :8.7 5007.3 2025007.9. -007..3:93.5..3 /.843.3:93.-007. 5007.3:7. 8079..9.3 80.5.3.39/..3  203.38:3.3:3.. /.:5:3 47.: 503/:/: /.

3 089702 /.3 545:. 503/:/:-07503/.3 .3 93 /03.9.3 5.3 .:24/07.  :2.3 -070- 3/80-:9:.9.3 .3 .3 09/.3 /.3.3 0925.    .50925.3 20203: 8.3 5030.3.3 0.9.3 .3 8.7 /. /.: 8:2-07 70/9  $0.3 3018038 04342  !030-.37043.: /2038  :..39.5./.3 907.9 2030-..843.. .-.3.-.38:3 /.  0925.9 :39: 203/.3 .2.3 .3 .3.9. 09/. 93..809 . .8./.9.9 20203: 0-:9:.3 0925.. 0925. 503//.3 507 .3 02:/.74     0925.3 3.9.9  3.85007.   503/:/: 283 2032.30925. -07:5.5.3 .3.. 909.5.7.3..7.5.5.7  507803 503/.  507803 503/.32070.3 / 3/4308.2.3 /.3 :..3 7.7  /.3 53.3.3 80.9.078. 2025:3. 2.3 20347-. 5.5.8 .3.207.207.3//.9.9.2 -07-.3 9/.7 .33.843.3 503/:/: / 3/4308.9.9.3 0803.9. 2032.9./..5.3 .   503/:/: -07503/.9. 503/.580/.3.3 .3.83. /..8.3.07.9.850 ..7  %4/.3503/:/:.5.5.909.3.3703/.  /897-:8503/.5.3 802. 0925. 2032.3 200-.3 3.3 5:.3 .5.5.3:3. .-.3.80-./.3.8 ./.91 9/.  503/:/: 907.-.9.3.3 802.  28.3.3 /.5.. -0.3 93 .3 -07::/ /..9 0- /. 5:3  0925.::5207..3 93 2030-.3.5.9 2030-.8 .843.9.9.843.3 9: 803/7  :.7   !03/.7.9.9.3 /.3 9: 0925.9.3 0. 2.380947.3.3 3.7 507803 503/..3. -.3 /.9.-3.3/.3 2030-..9.3 /.4.3 . 503/.3.9.5. 80.9. 503//.3 503/.9.5. 01803  0925. 802.3503/.5 :.3:3.9. -039: /.3 502-.3. 0925.9-./.: 574808 502-.3 .8 :3.9.3 70.9 503/.9.3 . 80-.0925..59. 3 -07.  7.  $0/.7.3 2030-. 80-.3 85.: 0803.3 /897-:8 /3.:.9.5.9 :7.2 .3 703/.5.: 93 5.3.3 802.: .-.3.5. -07:5.7 80/.3.3 :3..-.9.9.3.

7. .. .3. 8:.  &39: .703.39:2-:/03. 50702-.3.3 80947 3/:897 5034.9 50309. 7.3.3 .3:3.3.-. 8.3 /.71  0925.3.2 509.39.3 2030.780947  :8:83.3. 0- 93 /./.3. 507: 2027. /.9.850 805079 50307.089.3.  0925.3 93.3 202.850 .3 7. 93.507-.5.3 80947 3/:897 5034.: 2. 80947 5079. 0905.5.9 /94077  !020739.3 3 .3 3/4308.9 80947 .3 909. 507-0/.9: .3../. . 703/.  7.380947.3 .3 203:3. 7. 0925.9 503//.9203.7.3/9. !!  2.3 203.3 /03.3 80947 80947 .3. 507..'  0925.3.3 / 8:.-.3 80947 3/:897 5034. 509.3 9:2-: 7.703...25.3.3 90793 /-.3 3/:897.5.3-:.2 . .380..39.. .3 05:9:8.9-07/.3503/:/: /.9.  #03/. 0.3.  $0947 3/:8975034.35079:2-:. ' 93. .:3 #0509.3 /..9 5079:2-:.33.3 .8 503/:/: :.9.3:3.3 3.8.709..35079:2-:.9.8/.3.7:8 /8..07.3.3 90703.:3  802039.:3  $0/.5.3 3 0- 05..38.3 .0.3/3.503/. 907.7 93.3/.9 /903.:7 502-.!!   /2.3 ... 80.709.8050792.:.3  :2.3.3. .3 5078035079.5 80.3.3 5079:2-:.3 07. 07.3 203.3 8.9 5079:2-:.  .3..5 8.3 80947.3 80947 3 /..9 /03.9.0283.. 30../502253805.3 .25.9: 30.3 903. /.9: 5030-.9 9: /9..   507803 507 9. #0509.3.8 80-.39.. /.44 /.3.3  0925.7.3 04342   ./.5.3 . 9.9 503//.3 903.3 /803.9....7..3 02-. 5078035079.:  80947 5079.3 8. 509.:3 %/.7.9. ..33.5. 207:5./.3 80947 3/:897 5034..5.9.3 93.07.9.8/.3:93.3 .. :.7.9 5079:2-:.7.3  $05. 5079:2-:.380947 #0509.3. /.7   O %3.3 703/.3  80.:0808 502-. 9079039: 907/.:3.  3 /80-.7.3.3. 9:2-:    507803 507 9.9.2.4.- 0283.3.37. 80-.7.3.3 7.8.3 9::. 3/:897  .3 7043. ' 80947 5079.9.9.

.3.3 8:2-07 /.8/.947 0283. 907.9 202:9:8.0283.3 5033.3 2025:3..3  7.3-8./.380. .3080.3..39/.3 723.-.3:39:203/..3/903...8 .3503:7.25:.3$48.: 5079:2-:.3  02.-07.25:20303/.:3.9.3207:5. 805079 2.3 .-.3 :7.703.07.5.947574/:8.3/...31.7:0283.7.703.3/.9.2.3 2.95:9:8 . 9/..    723.7.880.9.75020739.5.7.:39:20203:0-:9:.38.39:2..7. !020739.. 8.8.3 2.9..7 .3 207:5.::5 203:7.07 503//.9.9.3 0-.3080.3/3.3723.../.3 803.907.9.3..3.9:7.9.9 203.3 .9    080.9.3203.-07.380.9../3/4308.3808047..9: 1.    !03.:2.5.9:502.90./ 8.9.7:8203.3   O :7.3080...3.9..9.5 . /.3503//.0..3.30--.3 .::54250 .8.3:7/.0283.8.3203:8  03:7:9 $.3%07./..35007.7.9.393. .50/:5.:2:3. 507.33./.8.3 50. 903.    .47.:5.30283..90283..5.3  !020739.3/03..2.947 1..3 47.9202-.3848.3/080.7.3/3/4308./-.3 907-08. 0283.7 2.9.9 283 /. 2.8 .3/30.31.39.3080.93.3.3.8.8.33.3./-:9.3 /.7.8.5072.9.8.080.  907:9.39.3/:897 0...5..3/03.

5503//.3503//..9.3./-..3.-.30-:9:.39:.9.     .3-07..3/03.3203.73..3 9:.3 804.9.8.780283./.37:2.. 2.7.80-.3  .8.3203..3-..39./.32.7.80-.3.9.9/-.0.253.3.2-:7.72.3 ...3..    !03//.780283.3.7..703.3203.0283.3-08.3503//.3 0-2020393.2...0507:.

3 /.3 0283.3.3. /.5.3 -0-07. 2:9: .3 / 3/4308. .   #03/. 1.-  503:8 20325:.9..3 080.7.9 20257.947 .3. /03..9 503.8.947 .3.5.23.3 1. 283 80.  .5.-07:9   43/8 0283.3 5020739.703.3 9075.3  0 .3   . /::3.7.9.3.3 703/.3..  :7.9.3  907-. 9:  507: 203/.8503//.3703/.9: 1..33.2.0.5. .92. 80-.3/.- 0283./.9. 2:9: .3 0/:.   !&%&!   0825:. 0:.3/.83..9.:.2.3 503//.3 703/.3/./: /.3.7.3 2032-:. -078..3.3 2. 8.3 90780/.. 803.3  $0. 203/.3203.9. .9 /5.3 .::5.3.8.3.7.7.3. 3 /9. /03.7.947 5030-.3.3.9283:39:-07:. /:.3 :8:8 /...3  .3.93..3. 283 9/./. 8.8/:5503/:/: 907-.8..5.2 /.  /..3 502-.83..32:9: 5.3.3  . 0:..3 .9.7. 1.3.7 5020739.9.3 -.8. 8.3 07/.947 90780-:9 .3080.3.9    .   .9:  :7.947 -:.

3 5747..32.7. /.8.3/4308.0-./03..    !03.7. 8.3:3.. 0283.38.8/. /. 9. 807:8 /.3 5747.8..20283.37..39.3    .  2.30.33.5020739.. /.79../::3802:.. 203.3/.30.7.2.3/.   !020739.7..2 5020739. 3/4308../.3 /.3 050.3 848.70283.:/.7 /.8:9-.3 2.5.3  .8 2.3 -07:5.2 -039:$.5. 0283. .9.35020739.3 / 3/4308.2202-07...7.3 /::/.3.3.3 /. 5020739.  20.   :7.35.35007.3507.3.3-.3 050/:..3.8.39: 8..3 30.38.:39: 203.9 8007.3 9/.8.. 80-.3:3.3.39./. .8..8803.39:.. 9.3...3.5.3!02-.3-.25..7.907-0-.3../: 80.3 9/.9    $.32.3    .3:3.--078.8. /03.3    $0-..3.7.3 907.- .9503:88.5:38.3.07.3/4308.7. :39: 202-.3..7. 203.3/.7.:3   0-07..3:.3.3!02-./::3. 9:3.3:3 .. 93.3 40 5020739.3.38.9.2. /05.3.8.9:.7.2 9075.3 -079./.7..3 8:3: 8:3: /02 2.:80:7:.8203.3 -.2.5747.. 202-07.5020739.3 0283.2 203:7:3.9.   $0-.9..3%. -07:5.5.503//.3 -./.

     .

3  .3  .3 4 /  -58 4 /  07.2:82 .90 . !03.   %#!&$%  :4  $:20/ 3/434     $97.3:.3. .3:.4290!03.42      .7-838 /059.3 0283.79.30283.3.3 .3   $:2-07 8:2-07.42  5: 4 /  50/..843.42  507025:.