Anda di halaman 1dari 4

Setwapres Selenggarakan FGD tentang Keterbukaan Informasi Publik Jumat, 11 November 2011

Dalam rangka mewujudkan keterbukaan informasi, Sekretariat Wakil Presiden menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema Implementasi Keterbukaan Informasi Publik di Lingkungan Sekretariat Wakil Presiden Sesuai Amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Kamis (3/11). Kepala Biro Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat selaku Ketua PPID Kementerian Sekretariat Negara, Sugiri, bertindak sebagai moderator dengan narasumber mantan Ketua Komisi Informasi, Ahmad Alamsyah Saragih. Dalam sambutan pembukaannya, Deputi Seswapres Bidang Politik Dewi Fortuna Anwar menyatakan keterbukaan informasi merupakan salah satu agenda reformasi dan telah menjadi tantangan bagi pemerintahan saat ini. Menurutnya, keterbukaan informasi publik ini perlu dimaknai dengan dipahami secara komprehensif. Di satu sisi, jangan sampai ada yang kebablasan dalam memberikan informasi karena tidak tahu apa yang harus dilakukan. Di sisi lain, jangan malah membuka seluruh informasi yang akibatnya dapat membahayakan kepentingan nasional. Keberadaan UU lain, seperti UU Intelijen, juga perlu disikapi, karena dalam UU tersebut juga mengatur hukum pidana apabila terjadi kebocoran rahasia negara. Ada dua isu yang dibahas dalam dalam FGD ini, yaitu persoalan teknis yang berkaitan dengan hardware maupun software, kemampuan SDM, serta kemudahan masyarakat untuk mengakses informasi, dan persoalan bagaimana mengisi dan membuat konten yang singkat, tegas, dan komprehensif dalam upaya memenuhi kebutuhan informasi masyarakat. Kepala Biro Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat, Sugiri, menambahkan bahwa acara FGD ini merupakan acara ketiga dari rangkaian kegiatan terkait dengan penyelenggaraan keterbukaan informasi publik. Acara pertama adalah sosialisasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara pada bulan Juli lalu dan acara kedua adalah seminar terkait topik yang sama yang diselenggarakan oleh Asisten Deputi Dokumentasi dan Diseminasi Informasi, Deputi Seswapres Bidang Politik. Kegiatan ini dilakukan atas kesadaran kita untuk menjalankan amanah dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Ada dua hal pokok yang diberikan undang-undang ini, yaitu adanya jaminan hak untuk memperoleh informasi kepada setiap individu di Indonesia dan kewajiban Badan Publik untuk memberikan informasi, paparnya. FGD ini diselenggarakan Asisten Deputi Dokumentasi dan Diseminasi Informasi, Deputi Seswapres Bidang Politik, dengan tujuan menambah pengetahuan dan wawasan mengenai keterbukaan informasi publik dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, yaitu yang transparan, efektif, efisien, akuntabel, dan bertanggung jawab serta meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi yang berkualitas. Selain dihadiri oleh pejabat dan pegawai di lingkungan Sekretariat Wakil Presiden, PPID Pelaksana di lingkungan Sekretariat Presiden, Sekretariat Militer, Sekretariat Dewan Pertimbangan Presiden, Sekretariat UKP4, Pusat Pengelolaan Gelora Bung Karno, dan Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran. (HUMAS SETNEG)

Jelang KTT Ke-19 ASEAN, Kemsetneg Gelar

Rapat Pleno Kamis, 10 November 2011


Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi memimpin rapat pleno dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-19 ASEAN dan KTT lainnya. Rapat tersebut dihadiri berbagai pihak yang turut mendukung penyelenggaraan acara akbar ini. Dalam rapat tersebut, Senin (31/10), Menteri Sekretaris Negara mengharapkan rapat pleno ini dapat memberikan perkembangan dalam sejumlah persiapan yang tengah dilakukan terkait KTT Ke-19 ASEAN. Rapat Pleno ini juga merupakan lanjutan dari rapat yang telah dilaksanakan bersama Wakil Presiden pada tanggal 6 Oktober lalu dan rapat dengan Presiden di Bali pada tanggal 23 Oktober lalu. Dalam kesempatan yang sama, sejumlah materi presentasi terkait persiapan KTT Ke-19 juga dipaparkan oleh pihak penyelenggara. Mensesneg menekankan agar pihak penyelenggara dapat mengambil pelajaran dari hasil pelaksanaan KTT-KTT sebelumnya agar penyelenggaraan KTT Ke-19 kali ini lebih sukses dan dapat berjalan lancar. Menurut Mensesneg, apabila penyelenggaraan KTT Ke-19 berhasil, tentunya akan mengangkat prospek Bali ke depan. (HUMAS SETNEG)

Sabtu, 12 Nopember 2011, 14:45 WIB Menpora Indonesia Bertemu Menpora Malaysia Palembang: Hari Sabtu (12/11) siang, Menpora Andi Mallarangeng dan Ibu Vitri Mallarangeng bertemu dengan Menteri Belia dan Sukan Malaysia Dato Ahmad Shabery Cheek di Rumah Makan Mahkota, Palembang. Pertemuan tersebut ditandai dengan acara makan siang bersama. Menteri Belia dan Sukan Malaysia Dato Ahmad Shabery Cheek terlihat begitu menikmati menu makan siang sepeti sup kepala ikan, sambal mangga dan yang lain. Sambil makan, kedua menteri juga saling ngobrol soal masalah pemuda dan olahraga. Pada makan siang yang santai ini Menpora didampingi oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Alfitra Salamm dan Asisten Deputi I Peningkatan Sumber Daya Pemuda, Amung Ma'mun. (amr) Kemenpora.go.id

Jumat, 11 Nopember 2011, 09:52 WIB Menpora Bertemu Menteri Vietnam

Palembang: Jumat (11/11) pagi, Menpora Andi Mallaranngeng bertemu dengan Menteri Budaya, Olahraga dan Pariwisata Vietnam, Hoang Tuan Anh di Hotel Aryaduta, Palembang. Pada pertermuan tersebut, selain diselingi acara makan pagi, Menpora yang didampingi Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Alfitra Salamm dan Asisten Deputi I Peningkatan Sumber Daya Pemuda, Amung Ma'mun. Pada pertemuan tersebut, Menpora membicarakan mengenai adanya kerjasama antara Indonesia dan Vietnam di bidang olahraga atau pemuda. Menpora sempat memaparkan beberapa program yang ada di Kemenpora termasuk mengembangkan pembinaan atlet dan olahraga baru seperti Vovinam. "Dulu Vietnam belajar pencak silat ke Indonesia, sekarang justru mereka (vietnam) yang dapat banyak emas. Nah sekarang giliran Indonesia yang ingin belajar banyak mengenai Vovinam," kata Menpora. Andi juga menginginkan negara-negara di kawasan ASEAN lebih berkembang lagi dalam meningkatkanbidang olahraga. "Kami tadi telah melakukan pertemuan secara produktif untuk meningkatkan kerjasama kerja di bidang olahraga dan pemuda. Kita tahu Vietnam adalah salah satu negara yang olahraganya berkembang, kami sepakat membangun kerjasama yang lebih erat lagi, karena kami berdua sadar bahwa, Indonesia atau Asean secara keseluruhan olahraganya masih tertinggal jauh dibandingkan dengan kawasan lain di Asia. Kami sepakat anatara Indonesia dan Vietnam akan meningkatkan prestasi sehingga bisa sejajar atau melebihi kawasan lain," tambahnya. Andi juga mengatakan dalam waktu dekat ini sedang merancang Mou bersama di bidang olahraga, apakah itu pertukaran atlet, pelatih maupun pertandingan-pertandingan olaraga kedua negara, terutama pada junior-junior. Sementara Menteri Budaya, Olahraga dan Pariwisata Vietnam, Hoang Tuan Anh, sangat mendukung dengan adanya keinginan kerjasama antara Indonesia dan Vietnam untuk mengembangkan olahraga di ASEAN. (amr)

Kemenpora.go.id Bedah Buku Reformasi tata

Kepemerintahan Kamis, 29 September 2011


Kementerian Sekretariat Negara mengadakan seminar sekaligus bedah buku Reformasi tata Kepemerintahan yang ditulis oleh Prof. Dr. Sofian effendi di gedung Kridabakti, Jakarta (28/9). Hadir sebagai pembahas buku, staf ahli menteri pendayagunaan aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Drs. Rusdianto, M.Sc.

Dalam pembukaan, Deputi bidang Dukungan Kebijakan Kementrian Sekretariat Negara, Chairil Abdini berpendapat, dalam melakukan reformasi birokrasi haruslah mengikuti beberapa prosedur yang harus dipenuhi, dalam buku Reformasi tata Keperintahan yang ditulis oleh guru besar analisis kebijakan publik Universitas Gajah Mada ini sangatlah cocok sebagai salah satu panduan dalam melaksanakan reformasi dalam tubuh birokrasi. Menurut Prof. Dr. Sofian Effendi dalam melakukan reformasi perlulah beberapa pertanyaan penting, antaranya adalah mengapa melakukan reformasi?, apa yang harus direformasi?, dan bagaimana melakukan reformasi?. Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan hal yang paling mendasar dalam sebuah reformasi kata seorang ahli dibidang kebijakan publik ini. Selain itu ia juga mengkritisi perjalanan reformasi birokrasi yang tidak berjalan mulus, dimana banyak kendala yang terjadi di kepemerintahan pusat dan daerah. Banyak oknum yang memanfaatkan lubang atau celah dari kelemahan reformasi yang terjadi di dalam tubuh birokrasi. Oleh karena itu aparatur negara harus dipersiapkan secara professional untuk menciptakan good government. Buku ini terdiri dari 5 bagian penting, pada bagian pertama membahas tentang sistem pemerintahan negara Indonesia pasca amandemen konstitusi, kedua membahas tentang agenda reformasi birokrasi dan managemen pemerintahan, ketiga membahas tentang reformasi administrasi untuk mewujudkan good government, keempat membahas tentang pengembangan kapasitas pemerintah daerah untuk mendukung desentralisasi pemerintah, dan kelima membahas tentang dimensi sosial kultural administrasi publik.