Anda di halaman 1dari 1

(1). Dipol. Dapat dierjemahkan sebagai "dua polaritas".

Dalam listrik statik (elektrostatika), yang dimaksud dengan "dipol listrik" adalah medan listrik yang berasal dari dua buah muatan, yaitu muatan positif dan muatan negatif. (2). Arus. (I) Arus listrik (I) adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir setiap satu satuan waktu, dan dirumuskan I = dQ/dt atau secara sederhana biasanya dirumuskan sbg : I = Q/t (dalam satuan Ampere) (3) Potensial : (V) Dalam listrik statik, yang dimaksud dengan potensial adalah besarnya energi potensial (Ep) disebuah titik setiap satu satuan muatan yang ada di titik tersebut, jadi : => V = Ep/q dengan Ep = k.Q.q/r => V = k.Q/r k = konstanta Coulomb Q = muatan sumber dan q = muatan uji r = jarak antara Q dengan q V = potensial (4). Tegangan : (V) nama lain dari tegangan adalah "beda potensial", yaitu selisih potensial antara dua buah titik, misal beda potensial antara titik p dan q adalah : V = Vpq = Vp - Vq (5). GGL dan Tegangan Jepit. 5.a. GGL (gaya gerak listrik) GGL adalah beda potensial (V) antara kutub positif dan kutub negatif sebuah sumber tegangan, pada saat BELUM mengalirkan arus, biasanya diberi lambang "" (epsilon) 5.b. Tegangan Jepit. Tegangan Jepit (V) adalah beda potensial (V) antara kutub positif dan negatif sebuah sumber tegangan pada saat SUDAH mengalirkan arus Contoh : Sebuah batu baterai (AAA), saat belum digunakan, jika kita ukur dengan volt voltmeter, tegangan antara kutub (+) dan (-) adalah 1,5 volt, nilai inilah yang disebut GGL. Pada saat baterai sedang dipakai untuk menyalakan lampu, jika kita ukur dengan voltmeter, ternyata tegangan antara kutub (+) dan (-) adalah 1,2 volt, nilai inilah yang disebut tegangan jepit. Jadi, GGL dan tegangan jepit keduanya adalah sama-sama menunjukan beda potensial kutub-kutub sumber tegangan, tetapi pada kondisi yang berbeda.