Anda di halaman 1dari 10

ARTIKEL PKN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Disusun oleh :
Dedy Kurniawan Siti Nurani Diana Kurniawati Ayu Andira

Kelas :
XII Akuntansi

PEMERINTAH KOTA PALANGKA RAYA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN ISEN MULANG PALANGKA RAYA Tahun Ajaran 2011/2012

PRAKATA

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmatNya makalah ini dapat di selesaikan tepat pada waktunya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Mariatun Nissa, S.Pd, selaku guru bidang studi PLH yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk membuat makalah ini. Pembelajaran PLH merupakan pembelajaran yang meliputi tentang lingkungan hidup. Pembelajaran ini merupakan salah satu proses tanpa akhir yang mendorong dan mengembangkan mental, moral, etika, fisik, sikap, yang akan menghasilkan kelangsungan diri, kebahagiaan, dan kesejahteraan bagi diri sendiri maupun orang lain. Makalah ini disusun berdasarkan beberapa buku acuan lainnya yang mempunyai relevasi yang erat dengan aspek yang akan kami paparkan. Selain itu juga disusun dalam bentuk yang simple agar mudah untuk dipahami. Dalam pembuatan makalah ini, kami menyadari bahwa masih banyak terdapat kesalahan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak untuk penyempurnaan penyusunan makalah di masa yang akan datang. Akhir kata, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Palangka Raya, 05 Oktober 2011 Kelompok Penyusun

ii

DAFTAR ISI

Halaman Judul i Prakata ii Daftar Isi iii Pendahuluan iv Pembahasan

.................................................... ...

...................................................

...

...................................................

...

.................................................... ...

................................................. ...... v-viii

Penutup ix Daftar Pustaka x

...................................................

...

...................................................

...

iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Jika mendengar istilah sampah, pasti yang terlintas dalam benak adalah setumpuk limbah yang menimbulkan aroma bau busuk yang sangat menyengat. Pada kesempatan kali ini, kami akan memaparkan tentang bagaimana cara pemanfaatan sampah.

B. Rumusan Masalah 1. Apakah sampah itu ? 2. Apa saja jenis-jenis sampah ? 3. Bagaimana cara pemanfaatan sampah ?

C. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan laporan ini yaitu untuk: Memenuhi tugas PLH yang diberikan Ibu Mariatun Nissa, S.Pd Mengetahui dan mempelajari cara-cara pemanfaatan sampah Agar pemanfaatan sampah dapat lebih dimaksimalkan dalam kehidupan sehari-hari

D. Manfaat Penulisan Manfaat penulisan makalah ini yaitu untuk membuat pembaca mengerti akan pemanfaatan sampah. Selain itu juga dapat membantu untuk memahami ruang lingkup yang berhubungan dengan sampah.

iv

BAB II PEMBAHASAN
Sampah diartikan sebagai material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah adalah zat kimia, energy, atau mahluk hidup yang tidak mempunyai

nilai guna dan cenderung bersifat merusak. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tidak bergerak. Jenis-jenis Sampah a. Sampah anorganik; biasa disebut juga sampah kering. Sampah anorganik dibagi menjadi dua bagian yaitu : Barang lapuk, merupakan barang yang dapat di daur ulang kembali dalam keadaan bersih dan tidak rusak, serta mempunyai nilai ekonomis tinggi. Contoh : logam, besi, kaleng, plastik, karet, dll. Bukan barang lapuk, merupakan sampah organic yang betul-betul rusak dan tidak dapat diperjual-belikan sehingga tidak mempunyai nilai ekonomis. b. Sampah organik; biasa disebut juga sampah basah. Sampah organic dibagi menjadi tiga bagian yaitu : Sampah organik segar, contoh : sampah dapur, kebun, pasar, dan restoran Sampah organic oleh, contoh : kertas, kardus, dll Sampah organik pilihan, contoh : sisa sayuran, rempah-rempah, dan sisa buah c. Sampah berbahaya; merupakan sampah yang harus ditangani secara khusu untuk menetralisir akibat pencemaran. Sampah ini harus dipisahkan dari yang lainnya sehingga proses daur ulang lebih cepat dan menghasilkan produk yang bebas dari bahan berbahaya. Contoh : pecahan kaca, sisa bahan kimia, botol obat nyamuk, paku, dll.

v Pemanfaatan Sampah Pengolahan sampah yang efektif adalah sinergi dari semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah. Hal ini untuk mengurangi permasalahan sampah yang kian menggunung serta keterbatasan ruang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Berbagai cara pun dilakukan, mulai dari penghematan hingga daur ulang, tapi tetap saja sampah menggunung. Banyak Industri Kerajinan dan Industri Rumahan yang memanfaatkan sampah menjadi Usaha Kerajinan atau Produk Kerajinan. Bagi Industri Kerajinan ini merupakan hal yang positif selain bisa mengurangi masalah sampah juga bisa mengurangi tingkat pengangguran, sedangkan bagi Industri Rumahan ini sangat membantu sekali. Dari Usaha Kerajinan atau Produk Kerajinan mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan, salah satunya dari kerajinan kaleng.

Kerajinan Kaleng bisa menjadi usaha yang sangat bagus. Dengan sedikit sentuhan lukisan pada Kaleng Bekas yang sudah dibersihkan, ini akan mengubahnya menjadi uang. Ada sedikt tips sebelum melakukan pengolahan sampah, terlebih dahulu harus mengetahui apa saja material yang dapat didaur ulang. Proses daur ulang sampah adalah penjaga kelestarian alam. Sebenarnya sampah bukanlah limbah, melainkan sumber daya bahan baku untuk proses daur ulang yang menghasilkan humus atau kompos, pupuk ciptaan alam pelindung / pembangun kesuburan tanah. Terus berputarnya siklus daur ulang alam yang merupakan kunci keselamatan bumi, sebenarnya menjadi tanggung jawab manusia di lingkungannya masing-masing. Sehingga sampah menjadi tanggung jawab kita semua untuk mendaur ulangnya menjadi kompos demi keselamatan bumi.

vi Para ahli pertanian yakin bahwa kunci dari tanaman yang sehat adalah tanah yang sehat pula. Tanah yang sehat adalah tanah yang kondisi fisik, kimia dan biologinya baik, tanpa faktor penghambat yang berarti. Kondisi biologis yang baik berarti mempunyai populasi organisme tanah optimal dalam ekosistem biologis yang sehat seimbang, yang dijamin oleh kadar bahan organik tanah optimal + 5%. Mungkin kita akan berfikir 2 x untuk mengkonsumsi barang-barang yang tidak bersahabat dengan lingkungan, setelah kita mengetahui bahwa waktu yang dibutuhkan untuk menghancurkan sampah adalah sebagi berikut : Jenis Sampah Lama Hancur Kertas 2-5 bulan Kulit Jeruk 6 bulan Kardus 5 bulan Filter Rokok 10-12 tahun Kantong Plastik 10-20 tahun Kulit Sepatu 25-40 tahun Pakaian/Nylon 30-40 tahun Plastik 50-80 tahun

Alumunium Styrofoam

80-100 tahun Tidak hancur

Dengan melihat tabel diatas maka tidak ada salahnya kalau kita mulai dari rumah kita masing-masing untuk mengurangi sampah yang tidak dapat dipergunakan semaksimal mungkin. Salah satu caranya adalah dengan mendaur ulang sampah yang dapat dimanfaatkan. Daur ulang adalah penggunaan kembali material / barang yang sudah tidak digunakan untuk menjadi produk lain. Selain berfungsi untuk mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Daur ulang bermanfaat memenuhi kebutuhan akan bahan baku suatu produk. Dan dari segi penggunaan bahan bakar adanya daur ulang dapat menghemat energi yang harus dikeluarkan suatu pabrik.

vii Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk daur ulang : Pemisahan. Pisahkan barang-barang / material yang dapat didaur ulang dengan sampah yang harus dibuang ke pembuangan sampah. Pastikan material tersebut kosong dan akan lebih baik jika dalam keadaan bersih. Penyimpanan. Simpan barang / material kering yang sudah dipisahkan tadi ke dalam boks / kotak tertutup tergantung jenis barangnya, misalnya boks untuk kertas bekas, botol bekas, dll. Jika akan membuat kompos, tumpuk sampah rumah tangga pada lokasi pembuatan kompos. Pengiriman / Penjualan Barang yang terkumpul dijual ke pabrik yang membutuhkan material bekas tersebut sebagai bahan baku dijual ke pemulung.

viii

BAB IV KESIMPULAN
A. Kesimpulan Ada beberapa cara pengurangan sampah yang lebih baik dari pembakaran, salah satunya seperti yang dipaparkan diatas. Empat prinsip yang dapat digunakan dalam menangani maslah sampah biasa dikenal dengan nama 4R yang meliputi: Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.

Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah. Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain. Replace (Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, misalnya, ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.

B. Saran Sebagaimana telah kami uraikan di atas tentang makalah kami mengenai pengelolaan sampah, kita bisa membuatnya menjadi sesuatu yang lebih berarti. Kami berharap setelah anda membaca makalah kami ini, pikiran kreatif anda akan terpacu untuk melakukan hal baru yang bisa berguna bagi kita semua.

ix

DAFTAR PUSTAKA
Agung Suprihatin, S. Pd; Ir. Dwi Prihanto; Dr. Michel Gelbert. 1996. Pengelolaan Sampah. Malang : PPPGT / VEDC

Cara

Pemanfaatan

Sampah-daur

ulang,

(Online),

Jilid

7,

No.3,(file:///D:/sampahh/sampah.html)

Pemanfaatan sampah, Kalteng Pos, 30 September 2009. hal. 3.