P. 1
MANAJEMEN KAS

MANAJEMEN KAS

|Views: 270|Likes:
Dipublikasikan oleh Folly Argan

More info:

Published by: Folly Argan on Nov 30, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2015

pdf

text

original

MANAJEMEN KAS

Tugas ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Perbankan Syariah Dosen Pengampu: M. Ridwan, SE, M.Si

OLEH: Kelompok 8/ KUI-A Anggota: Ahmad Nurdany Nilla Mardiasari ( )

( 08390109 ) )

Mira Tuflikhunnisa (

PRODI KEUANGAN ISLAM FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2011
Penyusunan Anggaran Bank Syariah Sebagai suatu lembaga bisnis, bank syariah perlu melakukan penyusunan anggaran keuangannya. Bank Syariah perlu memperhatikan bagaimana dana dapat dialokasikan sesuai dengan target-target yang telah disepakati dalam manajemen. Oleh karena itu, upaya

Sementara faktor eksternalnya meliputi: persaingan antar bank. kualitas aktiva produktif. kondisi sosial politik. meliputi: Anggaran hasil usaha Anggaran neraca Anggaran arus kas Anggaran dalam rasio keuangan Anggaran dibuat dan diukur dari apa yang telah direncanakan dengan apa yang terjadi dalam realitas. dan karakteristik usaha nasabah. Penyusunan anggaran bank syariah perlu memperhatikan sumber-sumber dananya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dana. Selain itu. posisi keuangan. infak dan shadaqah Anggaran keuangan.Perencanaan Dana Pemilihan Komposisi Mekanisme Penciptaan Dana Penyusunan Anggaran penyusunan anggaran perlu dilakukan. tingkat likuiditas. dana cadangan. Termasuk dalam faktor internal bank syariah adalah: segmen pasar bank. dan sarana yang dimiliki. Penyusunan anggaran bank syariah sangat tergantung pada aspek-aspek dana dalam bank syariah. Siklus penyusunan anggaran bank syariah adalah sbb: Berdasarkan runtutan penyusunan anggaran tersebut. sumber dana yang dipilih. yaitu terdiri atas: modal. kualitas aset. yaitu: Anggaran dana. sumber dana. jangka waktu perolehan dana (jangka panjang atau jangka pendek). perkembangan ekonomi. maka dalam penyusunan anggaran bank syariah perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi volume penyaluran dana. dan Anggaran dana zakat. Perimbangan antara perencanaan dengan realitas meruapakan anggaran yang baik. dan sebaliknya. Faktor-faktor tersebut biasanya berasal dari internal maupun eksternal lembaga. meliputi: Anggaran penerimaan dana Anggaran penyaluran dana Anggaran sarana. . besar cadangan yang diperlukan. sistem prosedur yang dimiliki. yaitu: kualitas manajemen. dan dana pihak ketiga. harus diperhatikan pula faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan dana.

Untuk mengetahui hasil secara baik maka perlu dilakukan evaluasi anggaran. 1. Permohonan pembiayaan yang akan direalisasikan untuk periode mendatang. Dengan adanya evaluasi diharapkan arah perkembangan bank syariah dapat dikendalikan sesuai dengan tujuan bank syariah secara keseluruhan. Sumber-sumber data tersebut terdiri dari: Laporan keuangan periode lalu. Data riset pasar mengenai potensi funding dan financing. Evaluasi anggaran perlu dilakukan. Kebijakan bank syariah yang telah disepakati bersama. Sedangkan alat bantu yang sederhana yang digunakan untuk melakukan budgeting adalah Aliran Kas (Cash Flow). Asumsi-asumsi dalam penetapan cash in dan cash out sesuai dengan kebijakan bank syariah. 800 (-) 200 . Teknik-teknik yang dapat digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan anggaran. yaitu suatu format keuangan yang mengilustrasikan targettarget mengenai mengalirnya dana masuk (cash in) dan dana keluar (cash out) serta saldo kas pada suatu periode tertentu. Rencana pengeluaran biaya periode berikutnya. dan evaluasi rasio keuangan. Sumber dan Alat Bantu Budgeting (Penganggaran) Dalam membuat perencanaan tentunya membutuhkan sumber-sumber yang digunakan sebagai data dan juga sebagai asumsi dalam mengestimasi rencana keuangan yang ada dan sasaran/ target yang ingin dicapai oleh bank syariah pada periode tertentu. Rencana angsuran pembiayaan. Rahmat memiliki sistem penjualan dan pembelian yang dilakukan secara tunai. Contoh: PT. analisis kualitatif. Income statement per akhir tahun adalah sbb: Penjualan Bersih Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Biaya Operasional: : Rp. : Rp. yaitu: analisis varian.000 : Rp.Apa yang telah direncanakan tidak akan memberikan arti apa-apa jika tidak diketahui hasilnya. analisis kuantitatif. karena selain berfungsi sebagai alat perencanaan juga berfungsi sebagai alat pengendalian.

60 : Rp. Dengan demikian. Tentu saja. 50 Lain-lain : Rp. yaitu piutang dagang yang dibayar oleh pelanggan sehubungan dengan penjualan kredit yang dilakukan oleh perusahaan. cash flow yang sebenarnya adalah sebagai berikut: Laba Bersih Depresiasi Cash Flow : Rp. sebulan. 20 (+) Rp. Laba Bersih Operasional Pajak Penghasilan 30% Laba Bersih Setelah Pajak Rp. bahkan per hari. dari perhitungan rugi/laba di atas. 40 Depresiasi : Rp. Untuk Bank. Kas Masuk atau Penerimaan Kas (Cash Inflow) Yaitu aliran kas yang diterima oleh perusahaan selama waktu tertentu sesuai dengan interval perhitungan (sehari. 40 (+) : Rp. Yang dimaksud dengan cash flow adalah uang tunai yang benar-benar diterima. Format Cash Flow Bentuk (format) cash flow sangat bervariasi. Walaupun demikian. hasil penyusunan akan memiliki ketepatan yang lebih tinggi. triwulan. Tidak ada satu bentuk baku yang dipakai secara umum. 110 (-) 90 30 (-) 60 Dalam perhitungan cash flow. semakin pendek interval yang dipakai. 100 Cash flow dapat disusun dengan periode (interval) per tahun.Gaji/bonus : Rp. kita tidak memperhitungkan biaya depresiasi sebagai biaya karena depresiasi merupakan biaya non kas. per bulan. format cash flow terdiri dari komponen-konponen berikut: Saldo Awal Kas (Beginning Cash Balance) Yaitu jumlah uang tunai (kas) yang dimiliki perusahaan di awal periode. Rp. umumnya kita menggunakan interval bulanan atau tahunan. Beberapa contoh komponen yang termasuk dalam cash flow adalah: Piutang Dagang yang Tertagih (Account Receivable Collected). . apapun bentuk yang dipakai. Rp. dst).

Pendapatan Bagi Hasil (Profit Income) atas simpanan yang ada di Bank. bagi hasil deposito. Pada cash in flow. Pendapatan jenis ini dapat ditemukan di pos other income (pendapatan lain-lain) di Income Statement. Biaya Operasional Tunai seperti biaya gaji dan bonus karyawan. Utang PPh yang masih harus dibayar. dll. leasing. Biaya-biaya kredit seperti provisi kredit. seperti jasa giro. Misalnya adanya penambahan modal disetor. biaya utilitas (listrik. Total Kas yang Tersedia (Total Cash Available) Yaitu penjumlahan antara saldo awal kas dengan penerimaan tunai periode yang bersangkutan. Komponen ini adalah kebalikan dari Cash In Flow. Upah Buruh (Labour Cost). biaya perjalanan. misalnya untuk industri manufaktur. seperti pinjaman bank. dll. dll. Kas yang tersedia inilah yang dipergunakan oleh perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban tunainya. dll.perusahaan menerima uang tunai. Kas Keluar atau Pengeluaran Kas (Cash Out Flow) Yaitu aliran pembayaran kas (tunai) yang dilakukan perusahaan. maka pada cash out flow perusahaan mengeluarkan uang tunai. biaya administrasi kredit. dll. yang pada saat membeli bahan baku mereka telah membayar PPn. pemberian pinjaman oleh para pemegang saham. Pendapatan bagi hasil mungkin juga diperoleh dari pelanggan perusahaan yang terlambat membayar piutang dagang yang telah jatuh tempo sehingga memberikan sejumlah kompensasi kepada perusahaan dalam bentuk bunga. Pengembalian Kelebihan PPh (Pajak Penghasilan) yang telah dibayar. Penerimaan Uang Tunai sehubungan dengan penjualan aktiva tetap yang dilakukan perusahaan. Biaya Margin (Margin Expense) akibat pemakaian dana pinjaman. Beberapa contoh komponen cash out flow adalah: Pembayaran Utang Dagang (Account Payable Paid). . yaitu utang dagang yang jatuh tempo yang harus dibayar sehubungan dengan pembelian secara kredit oleh perusahaan. air. biaya asuransi. telepon). Restitusi PPn (Pajak Pertambahan Nilai) untuk para eksportir yang menggunakan bahan baku dalam negeri. Saldo ini menunjukkan total uang tunai yang dimiliki perusahaan untuk periode tersebut. Injeksi Dana Segar dari Pemegang Saham.

. Jika perusahaan memiliki pinjaman jangka pendek. ada beberapa indikasi yang ditunjukkan: Angsuran pokok pinjaman (bila ada) terlalu besar. Bila defisit hanya terjadi pada interval awal. Pembayaran Dividen Tunai (Cash Dividend). kita dapat mempertimbangkan kemungkinan pemberian pinjaman yang tidak terlalu lama. kita harus memberi pinjaman yang lebih panjang yang angsuran pokoknya per periode lebih ringan. kas yang surplus menunjukkan bahwa pinjaman jangka pendek tersebut dapat dilunasi. peralatan. Jika kas adalah defisit. Untuk menguji hal ini. dll. kita dapat mencoba mengeluarkan angsuran pokok dari Cash Out Flow. berarti terdapat kebutuhan akan grace periode untuk pinjaman jangka panjang yang diberikan. Surplus/Defisit Kas Perusahaan (Net Cash Surplus/Defisit) Yaitu selisih antara total kas yang tersedia dengan cash out flow. Pembayaran Angsuran Pokok Utang (Principle Repayment). Dalam kasus seperti ini. Perusahaan membutuhkan tambahan pinjaman untuk menutup kekurangan kas tersebut. Saldo Kas Minimum (Minimum Cash Balance) Yaitu sejumlah uang tunai tertentu yang mengendap di perusahaan sepanjang waktu.Pembelian Aktiva Tetap (Capital Expenditure) seperti pembelian mesin-mesin. Bila pengujian ini benar. dan bangunan. misalnya untuk keperluan kas kecil. tanah. Ada beberapa indikasi yang ditunjukkan oleh perusahaan yang memiliki kas surplus yang cukup besar terus menerus yaitu: Kemampuan membayar angsuran pokok pinjaman (bila ada) masih cukup besar. Perusahaan baru mulai dapat melakukan pembayaran angsuran pokok pinjaman bila saldo telah menunjukkan angka positif (surplus).

D) :F :G . Bila tidak ada saldo kas minimum yang ingin dipelihara oleh perusahaan. dan saldo kas adalah surplus.Kebutuhan Dana Tambahan (Additional Financial Needs) Yaitu jumlah dana yang dibutuhkan untuk menutup defisit kas. Secara matematis. saldo defisit kas sama dengan jumlah kebutuhan dananya. maka tidak dibutuhkan dana tambahan. Bila ada saldo kas minimum yang harus dijaga. Bila ada saldo kas minimum yang harus dijaga. suatu format Cash Flow secara umum dapat ditulis sebagai berikut: BEGINNING CASH BALANCE CASH INFLOW TOTAL CASH AVAILABLE CASH OUTFLOW NET CASH SURPLUS MINIMUM CASH BALANCE ADDITIONAL FINANCIAL NEEDS :A :B : C (A + B) :D : E (C . dan saldo kas adalah defisit. Saldo Kas Akhir (Ending Cash Balance) Yaitu posisi kas di akhir periode (interval) setelah memperhitungkan kebutuhan dana tambahan. Jumlah dana yang dibutuhkan ini tergantung pada besarnya saldo kas minimum dan kondisi kas perusahaan (defisit/surplus). dan posisi kas adalah surplus. kebutuhan dana tambahan adalah sebesar selisih antara saldo kas minimum dengan saldo surplus. dimana nilai surplus di atas saldo kas minimum. tetapi lebih kecil daripada saldo kas minimum yang disyaratkan. Bila ada saldo kas minimum yang harus dijaga. kebutuhan dana tambahan sebesar saldo kas minimum ditambah jumlah defisit kas.

ENDING CASH BALANCE F=0 Jika E < 0 maka G = E Jika E >= 0 maka G = 0 F>0 Jika E < 0 maka G = F + E Jika E = 0 maka G = F : H (F + G) (Nilai Absolut) (Nilai Absolut) Jika E < E < E maka G = F – E Jika E >= F maka G = 0 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->