Anda di halaman 1dari 11

1.

Pengertian Erlang
Erlang adalah satuan intensitas trafik yang diambil dari nama seorang ilmuan Dermark, Agner Krarup Erlang (1878-1929).

Erlang juga dapat diartikan sebagai jumlah rata-rata saluran yang diduduki secara bersamaan dalam periode waktu tertentu. A=Y*S A=N*P Dimana : A = Trafic flow (dalam Erlang) Y = Jumlah call per satuan waktu S = Holding time rata-rata N = Jumlah total subscriber P = Trafik rata per subscriber Contoh : Misalkan ada suatu sentarl telepon dengan data data sebagai berikut : - dalam 1 jam rata-rata terdapat 1800 panggilan baru - Waktu pendudukan rata setiap panggilan adalah 3 menit maka : Intensitas tarfik = 1800 x 3/60 = 90 Erlang Ada = 1800/60 = 30 call/menit = 0,5 call/detik Y S = 3 x 60 = 180 detik A = Y * S = 0,5 * 180 = 90 Erlang. Berikut ini beberapa istilah trafik lainnya : GOS (Grade of Service) adalah Probabilitas banyak call yang akan direject (lost call) oleh system. Contoh suatu system telekomunikasi mempunyai GOS 0,2 % , berarti dari 1000 call akan ada 2 call yang tidak diteruskan.

Trafik yang ditawarkan (Offered Traffic) (To) adalah Jumlah rata-rata upaya pendudukan selama periode waktu yang sama dengan waktu rata-rata pendudukan dari pendudukan yang sukses. Dapat juga dianggap sebagai jumlah occupansi (pendudukan) dan call congested dikalikan dengan rata rata holding time dari pendudukan. Trafik yang dimuat (Carried Trafic) (Tc) adalah Jumlah rata-rata simultaneous call selama interval waktu tertentu. Bagian dari offered traffic yang dapat dilayani dan diteruskan oleh system. Atau dapat juga menggunakan definisi dari intenstitas trafik. Trafik yang ditolak (Lost Trafic) (TL ) adalah Bagian dari offered trafik yang tidak dapat dilayani oleh sistem, dimana penyebabnya dapat berupa karena kongesti, ataupun error dalam switching proses. To = Tc + TL Attempt adalah segala jenis action yang menginisiate proses pembentukan hubungan. Attempt mengakibatkan sebuah device/circuit berubah statusnya dari idle menjadi busy/sibuk atau trafik di suatu kannal terukur.

Distribusi Erlang B
Distribusi Erlang B digunakan untuk menentukan dimensi pada high-usage trunk groups yang menggunakan sistem overflow. Asumsi yang digunakan untuk kondisi ini ialah : random sumber trafik tidak terbatas loss system Rumus Erlang B :

dimana

B = Erlang B loss probability N = Jumlah trunk pada full-availability group A = Trafik yang ditawarkan pada group dalam Erlang

Distribusi Erlang C

Distribusi Erlang C digunakan untuk menentukan dimensi common-equipment dimana panggilan yang datang lebih dulu akan dilayani lebih dulu (first-in first-out /FIFO) berdasarkan antrian. Asumsi yang digunakan untuk kondisi ini ialah : sequential sumber trafik tidak terbatas delayed system Rumus Erlang C :

dimana: P(>0) P(>t) N A T1 T2 D1 D2 e

= = = = = = = = =

Probability dari delay lebih besar nol Probability dari delay lebih besar T1 Jumlah server pada full-availability group Trafik yang ditawarkan pada group dalam Erlang Delay yang diperbolehkan dalam detik Waktu genggam rata-rata dalam detik Delay rata-rata seluruh call dalam detik Delay rata-rata pada call yang tertunda dalam detik Natural logaritm base (2,71828.)

Distribusi Engset
Distribusi Engset digunakan untuk menentukan dimensi common equipment dengan jumlah sumber yang terbatas, misalnya sentral rural kecil dan line concentrator. Asumsi yang digunakan untuk kondisi ini ialah : Random Sumber trafik terbatas Loss system Rumus Engset :

dimana: P = Engset loss probability S = Jumlah sumber trafik N = Jumlah server pada full-availability group A = Trafik yang ditawarkan pada group dalam Erlang

Contoh aplikasi Sebuah bisnis memasang PABX perlu mengetahui jumlah minimum rangkaian suara perlu memiliki ke dan dari jaringan telepon.Pendekatan perkiraan adalah dengan menggunakan rumus Erlang-B. Namun, jika bisnis memiliki sejumlah kecil ekstensi, maka sebagai gantinya harus menggunakan perhitungan Engset lebih tepat, yang mencerminkan fakta bahwa perpanjangan sudah digunakan tidak akan membuat panggilan simultan tambahan.(Untuk populasi pengguna besar, Engset dan perhitungan Erlang-B memberikan hasil yang sama.) Rincian Teknis persamaan Engset adalah mirip dengan formula Erlang-B, namun terdapat satu perbedaan utama: persamaan Erlang mengasumsikan sumber panggilan tak terbatas, menghasilkan proses kedatangan Poisson, sementara Engset menetapkan jumlah terbatas penelepon [5] [6]. Jadi persamaan Engset's harus digunakan bila sumber populasi kecil (misalnya kurang dari 200 pengguna, ekstensi atau pelanggan).

2.DISTRIBUSI PADA TRAFIK


A. Distribusi Poisson Distribusi Poisson digunakan di Amerika Utara untuk perhitungan dimensioning pada final trunk groups. Asumsi yang digunakan untuk kondisi ini ialah : random sumber trafik tidak terbatas lost call held (LCH) Rumus Poisson:

dimana: P = Poisson loss probability N = Jumlah trunk pada full-availability group A = Trafik yang ditawarkan pada group dalam Erlang e = Natural logarithm base (2.71828..) B. Distribusi Erlang B Distribusi Erlang B digunakan untuk menentukan dimensi pada high-usage trunk groups yang menggunakan sistem overflow. Asumsi yang digunakan untuk kondisi ini ialah : random sumber trafik tidak terbatas loss system

Rumus Erlang B :

dimana

B = Erlang B loss probability N = Jumlah trunk pada full-availability group A = Trafik yang ditawarkan pada group dalam Erlang

C. Distribusi Erlang C Distribusi Erlang C digunakan untuk menentukan dimensi common-equipment dimana panggilan yang datang lebih dulu akan dilayani lebih dulu (first-in first-out /FIFO) berdasarkan antrian. Asumsi yang digunakan untuk kondisi ini ialah : sequential sumber trafik tidak terbatas delayed system Rumus Erlang C :

dimana: P(>0) P(>t) N A T1 T2 D1 D2 e

= Probability dari delay lebih besar nol = Probability dari delay lebih besar T1 = Jumlah server pada full-availability group = Trafik yang ditawarkan pada group dalam Erlang = Delay yang diperbolehkan dalam detik = Waktu genggam rata-rata dalam detik = Delay rata-rata seluruh call dalam detik = Delay rata-rata pada call yang tertunda dalam detik = Natural logaritm base (2,71828.)

D. Distribusi Binomial Distribusi Binomial digunakan untuk menentukan dimensi final trunk groups antara PABX atau remote switching unit (RSU) dengan sentral induknya. Asumsi yang digunakan untuk kondisi ini ialah : random sumber trafik terbatas lost call held (LCH) Rumus Binomial :

dimana: P = Binomial loss probability S = Jumlah sumber trafik N= Jumlah trunk pada full-availability group a = Traffic offered to group in Erlangs per source E. Distribusi Engset Distribusi Engset digunakan untuk menentukan dimensi common equipment dengan jumlah sumber yang terbatas, misalnya sentral rural kecil dan line concentrator. Asumsi yang digunakan untuk kondisi ini ialah : Random Sumber trafik terbatas Loss system

3.PERBEDAAN LCC, LCD, dan LCH

Pada LCC (Lost Call Cleared) permintaan penyambungan yang tidak mendapatkan saluran jasa yang bebas, akan dibuang dan tidak muncul kembali dalam system. Pada LCH (Lost Call Held) pelanggan tidak sabar dan langsung mencoba kembali permintaan penyambungan, sehingga traffic muncul kembali dan dapat dianggap ditahan dalam system selama jangka waktu yang besarnya sama dengan waktu genggam rata-rata Pada LCD (Lost Call Delayed) permintaan penyambungan yang tidak segera mendapatkan saluran jasa yang bebas disuruh menunggu sampai waktu ada saluran jasa yang bebas untuk dapat melayani

4.TEORI TRAFIK
Sebagai perpindahan informasi dari satu tempat ke tempat lain melalui jaringan telekomunikasi. Besaran dari suatu trafik telekomunikasi diukur dengan satuan waktu Nilai trafik dari suatu kanal adalah lamanya waktu pendudukan pada kanal tersebut

SALAH SATU TUJUAN PERHITUNGAN TRAFIC


untuk mengetahui unjuk kerja jaringan (Network Performance) mutu pelayanan jaringan telekomunikasi (Quality of Service)

Volume Trafik : jumlah total waku pendudukan.

Volume Trafik

Dimana : T = periode waktu pengamatan J(t) = jumlah kanal yang diduduki saat t

Intensitas Trafik
jumlah total waktu pengamatan pendudukan dalam suatu selang tertentu (per satuan waktu).

Intensitas trafik =

Macam Macam Trafik


1. Offered Traffic (A) Trafik yang ditawarkan atau yang mau masuk ke jaringan. 2. Carried Traffic (Y) Trafik yang dimuat atau yang mendapat saluran. 3. Lost Traffic (R) Trafik yang hilang atau yang tidak mendapat saluran.

G
R

G = elemen gandeng (switching network)

Besar lalu lintas telekomunikasi ( A Erlang ) adalah banyak dan lamanya pembicaraan.

A=CxT Dimana : A = besarnya lalu lintas ( satuan Erlang ) C = banyak pembicaraan yang disalurkan dalam satu satuan waktu ( jam ) ( call / jam ) T = rata-rata lamanya pendudukan jalur oleh satu pembicaraan. ( Holding time jam )

Rumus diatas jika ditinjau dari satuan : Erlang = (Call/jam ) x Jam Sebagai contoh : Ada 40 sambungan perjam dilayani lewat suatu saluran. Masing masing sambungan dengan ratarata melakukan hubungan panggilan 3 menit. Maka jumlah waktu hubungan panggilan adalah = 40/jam X 3/60 jam=2 jam/jam.

Volume traffik adalah 2 erlang

Penggunaan jalur trafik didefinisikan atas 2 parameter dasar : Calling Rate ukuran jumlah berapa kali suatu digunakan selama waktu tertentu, juga didefinisikan sebagai : call tiap jalur trafik (kanal) sibuk Holding Time waktu penggunaan jalur trafik panggilan Adalah jalur trafik pengamatan Atau sering Intensitas selama jam Rata-rata (kanal) tiap

Yang disebut sebagai jalur trafik (kanal) adalah suatu rangkaian (circuit) dimana suatu komunikasi individual bisa dilewatkan. Jalur trafik itu bisa jadi adalah : kanal RF, time slot, saluran transmisi, trunk, atau bahkan switch. Carried traffic adalah trafik yang diteruskan, sedangkan offered traffic adalah volume trafik yang datang menuju switch. Terdapat hubungan : Offered load = Carried load + Overflow

1 1 0

Karena trafik selalu berubah dari bulan-ke-bulan , maka kita juga harus mendefinisikan Average Busy Season (ABS) sebagai 3 bulan (tetapi tidak tentu) dengan rata-rata trafik BH tertinggi per-access line. Sistem telepon umumnya tidak dirancang untuk mengatasi maksimum beban puncak, tetapi dari tipikal beban BH-nya. Sedangkan Blocking Probability didefinisikan sebagai Rata-rata rasio antara panggilan yang ditolak terhadap total jumlah panggilan datang selama jam sibuk , dan disebut sebagai Grade Of Service

No. of Calls (K)

1 0