Anda di halaman 1dari 5

Tugas Hukum Diplomatik dan Konsuler

Convention On Special Missions, New York 1969











Amelia Rahmawaty
170210080069







Jurusan Hubungan Internasional
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Padjadjaran
Jatinangor
2011
Convention On Special Mission
Konvensi New York 1969 ini adalah tambahan dari Konvensi Wina tahun
1961 dan 1963 yang telah mengutamakan kodiIikasi dari hukum kebiasaan yang ada.
Konvensi ini memiliki tujuan untuk memberi peraturan yang lebih mengatur
mengenai misi-misi khusus yang memiliki tujuan terbatas yang berbeda dengan misi
diplomatic yang siIatnya permanen. Special Missions diartikan sebagai misi resmi
dari perwakilan negara yang bersiIat sementara, yang dikirim oleh satu negara ke
negara lainnya atas persetujuan negara terakhir untuk melaksanakan tugas atau
persoalan khusus. Isi dari konvensi ini membahas peringatan tentang perlakuan
khusus selalu diberikan kepada misi khusus, tujuan dan prinsip-prinsip dari PBB
mengenai kesetaraan kedaulatan setiap negara, pemeliharaan perdamaian dan
keamanan internasional, dan pengembangan hubungan persahabatan dan kerjasama
antar negara. Konvensi ini telah diratiIikasi oleh Indonesia pada UU no.2 tahun 1982
pada 25 Januari 1982.

BAB 1
Pada Bab 1 ini saya akan mengulas mengenai hal-hal yang melatar belakangi
munculnya Convention on Special Missions. Diantaranya:
1. Sehubungan dengan terbentuknya Konvensi Wina 1961 dan 1963, Komisi
hukum internasional PBB kemudian menyadari bahwa hubungan diplomatic
meskipun terdiri dari masalah-masalah yang berkaitan dengan pertukaran misi
yang bersiIat permanen, diplomatic juga mengasumsikan bentuk-bentuk lain
yang dikenal sebagai /iplomasi a/ hoc. Diplomasi a/ hoc ini meliputi
pengiriman utusan, konIerensi diplomatic, dan misi khusus yang dikirim
negara dengan tujuan terbatas.
1


1
hLLp//unLreaLyunorg
2. Konvensi ini dibuat dengan kesadaran untuk melengkapi dua konvensi
sebelumnya dan berkontribusi pada perkembangan hubungan persahabatan
antar bangsa, apapun konstitusional dan sistem social mereka.
2


BAB 2
Pada bab 2 ini saya akan menguraikan pengertian dan istilah yang terkait dalam
onvention on Special Missions
3

1. Misi Sementara (%emporary Mission adalah perwakilan negara yang dikirim
oleh salah satu negara lain dengan persetujuan kedua negara untuk tujuan
urusan dengan pertanyaan spesiIik atau melakukan hal yang berkaitan dengan
sebuah tugas tertentu.
2. Misi Diplomatik Permanen (!ermanent Diplomatic Missions adalah suatu
misi diplomatic dalam artian seperti yang tercantum pada konvensi Wina
mengenai hubungan diplomatic.
3. Pos Konsuler (onsular !ost) adalah suatu konsulat jenderal, konsulat, wakil
konsulat atau perwakilan konsulat.
4. Kepala Misi Khusus (ea/ of a Special Mission) adalah orang yang diberi
kekuasaan oleh negara pengirim melakukan tugas untuk bertidak dalam
kapasitas itu.
5. Seorang Wakil Negara Pengirim dalam Misi Khusus(#epresentative of the
Sen/ing State in the Special Mission) adalah setiap orang, yang oleh negara
pengirim diberi tugas untuk bertindak dalam kapasitas itu.
6. Anggota-anggota Misi Khusus (Member of a Special Mission) adalah kepala
misi khusus, wakil-wakil negara pengirim di dalam misi khusus, dan anggota-
anggota staI misi khusus.

2
docsgooglecom/unLreaLyunorg
3
ConvenLlon on Speclal Mlsslons 1969
7. Anggota-anggota StaI Misi Khusus (Member of the Staff of the Mission)
adalah anggota-anggota staI diplomatic, staI administrasi, dan tekhnik dan staI
pelayanan khusus.
8. Anggota-anggota StaI Diplomatic (Members of the Diplomatic Staff) adalah
anggota-anggota staI misi khusus yang mempunyai status diplomatic untuk
keperluan misi khusus.
9. Anggota-anggota StaI Administrasi dan Tekhnik (Members of the
A/ministrative an/ %echnical Staff) adalah anggota-anggota staI misi khusus
yang dipekerjakan dalam pelayanan administrasi dan tekhnik misi khusus.
10.Anggota-anggota StaI Pelayanan (Members of the Service Staff) adalah
anggota-anggota staI misi khusus, yang dipekerjakan sebagai pekerja rumah
tangga atau tugas-tugas serupa.
11.StaI Pribadi (!rivate Staff) adalah orang-orang yang dipekerjakan khusus
dalam pelayanan pribadi anggota-anggota misi khusus.

BAB 3
Pada bab ketiga, saya akan menjelaskan masalah masalah apa saja yang dihadapi
oleh special mission dan teknisnya menurut konvensi
1. Pada perubahan besar yang terjadi di hubungan internasional pada tahun
1988-1989, nternational Law ommission kurang mahir dalam merespon
kepentingan komunitas internasional. ILC memproduksidraI dengan jumlah
besar yang mana diterjemahkan menjadi perjanjian internasional.
2. onvention on Special Missions hanya mendapat sedikit perhatian dan bahkan
memicu oposisi yang kaku didalamnya, cenderung perIeksionis dan adanya
perilaku yang seakan-akan tidak peduli, mereka memperpanjang semua hak
istimewa dan kekebalan yang diberikan kepada misi diplomatic dan konsuler
baik yang terlibat dalam misi singkat ataupun sebagai pengamat.
4

3. Karena aturan-aturan hukum kebiasaan internasional tentang misi khusus
sama sekali tidak jelas, komisi hukum internasional merancang konvensi mis
khusus. Mengadaptasi konvensi 1961, sampai-sampai, seperti yang telah
disebutkan diatas, memberikan hak istimewa dan kekebalan misi khusus
hampir identik dengan orang-orang misi diplomatic permanen. Padahal
anggota misi khusus umumnya tinggal di hotel, tinggal hanya beberapa hari,
atau minggu, dan jarang membawa keluarga mereka, maka seharusmya
mereka tidak mendapat keistimewaan dan kekebalan yang sama dengan misi
permanen, mereka tidak pula membawa masalah yang sama kepada negara
penerima sebagai mana yang dilakukan oleh misi permanen. Maka dari itu,
penganuhgerahan keistimewaan dan kekebalan kepada misi khusus bukanlah
hal yang mudah untuk dibenarkan.
5

4. Beberapa dari banyak negara yang bukan pihak dalam konvensi 1969 telah
melegislasi tentang misi khusus, yang lainnya mengandalkan pada hukum
kebiasaan internasional sebagaimana ditentukan oleh pengadilan mereka.
Hampir dapat dipastikan bahwa, aslakan negara telah menyutujui
kedatangannya, sebuah misi khusus akan memiliki kekebalan yurisdiksi
perdata dan pidana berkaitan dengan tindakan resmi, tapi ukuran
kenyamanannya tergantung pada sebagian besar hukum domestic, jika ada. Ini
mungkin tidak memuaskan mengingat meningkatnya jumlah misi khusus.
Tapi, kebanyakan justru merasa tidak perlu untuk mendapatkan perlindungan
hukum khusus.
6


4
1he unlLed naLlons aL Age llfLy a Legal erspecLlve 1993 ChrlsLlan 1omuschaL kluwer Law
lnLernaLlonal neLherlands
3
Pandbook of lnLernaLlonal Law (2
nd
L) 2010 AnLhony AusL Cambrldge unlverslLy ress unlLed
klngdom
6
lbld