Anda di halaman 1dari 6

PEN!SAHAN KAT!

ON COLONCAN
Golongan kation I
Pereaksi golongan : HCl 2 M
Reaksi Golongan : Endapan putih PbCl2, Hg2Cl2, AgCl
* Pb :
- sampel ditambahkan HCl terbentuk endapan putih PbCl2, tambahkan dengan
NH3 tidak terjadi perubahan ditambahkan air panas larut
- sampel ditambahkan NH3 sedikit terbentuk endapan putih Pb(OH)2, dengan NH3
berlebih tidak ada perubahan
- sampel dengan NaOH sedikit terbentuk endapan putih Pb(OH)2, dengan NaOH
berlebih larut [Pb(OH)4]2-
- sampel ditambahkan KI sedikit terbentuk endapan kuning PbI2, dengan KI
berlebih tidak ada perubahan
- sampel ditambahkan K2CRO4 terbentuk endapan kuning PbCrO4, ditambahkan
NH3 tidak ada perubahan
- sampel ditambahkan KCN sedikit terbentuk endapan putih Pb(CN)2, dengan
KCN berlebih tidak terjadi perubahan
- sampel ditambahkan Na2CO3 terbentuk endapan putih PbCO3, dengan Na2CO3
mendidih tidak terjadi perubahan
*Hg (I) :
- sampel ditambahkan HCl terbentuk endapan putih Hg2Cl2, ditambahkan dengan NH3 terbentuk endapan hitam
Hg + HgNH2Cl ditambahkan air panas tidak terjadi perubahan
- sampel ditambahkan NH3 sedikit terbentuk endapan hitam, dengan NH3 berlebih
tidak ada perubahan
- sampel dengan NaOH sedikit terbentuk endapan hitam Hg2O, dengan NaOH
berlebih tidak terjadi perubahan
- sampel ditambahkan KI sedikit terbentuk endapan hijau Hg2I2, dengan KI
berlebih menjadi abu-abu Hg mengendap
- sampel ditambahkan K2CrO4 terbentuk endapan merah Hg2CrO4, ditambahkan
NH3 terbentuk endapan Hg hitam
- sampel ditambahkan KCN sedikit terbentuk endapan hitam Hg, dengan KCN
berlebih tidak terjadi perubahan
- sampel ditambahkan Na2CO3 terbentuk endapan putih kekuningan Hg2CO3,
dengan Na2CO3 mendidih menjadi hitam terdapat endapan Hg
* Ag :
- sampel ditambahkan HCl terbentuk endapan putih AgCl, tambahkan dengan
NH3 menadi larut [Ag(NH3)2]2-+, tambahkan air panas tidak terjadi perubahan
- sampel ditambahkan NH3 sedikit terbentuk endapan coklat Ag2O, dengan NH3
berlebih larut [Ag(NH3)2]2-
- sampel dengan NaOH sedikit terbentuk endapan coklat Ag2O, dengan Na(OH)
berlebih tidak terjadi perubahan
- sampel ditambahkan KI sedikit terbentuk endapan kuning AgI, dengan KI
berlebih tidak ada perubahan

- sampel ditambahkan K2CrO4 terbentuk endapan merah Ag2CrO4, ditambahkan
NH3 larut [Ag(NH3)2]+
- sampel ditambahkan KCN sedikit terbentuk endapan putih AgCN, dengan KCN
berlebih larut [Ag(CN)2]-
- sampel ditambahkan Na2CO3 terbentuk endapan putih kekuningan Ag2CO3
mengendap, dengan Na2CO3 terbentuk endapan cokelat Ag2O
Kation golongan II
* Hg(II)- sampel ditambahkan NH3 terbentuk endapan putih
- sampel ditambahkan NaOH sedikit terbentuk endapan merah kecoklatan, dengan
NaOH berlebih tidak larut
- sampel ditambahkan KI perlahan-lahan terbentuk endapan merah kerkurium (II)
iodida, dengan KI berlebih endapan larut
* Bismut. Bi
- sampel ditambahkan NH3 terbentuk endapan putih, dengan NH3 berlebih tidak
larut
- sampel ditambahkan NaOH sedikit terbentuk endapan putih, dengan NaOH
berlebih tidak larut
- sampel ditambahkan KI tetes-tetes terbentuk endapan hitam, dengan KI berlebih
endapan larut, terbentuk ion tetraiodobismut yang berwarna jingga
* Cu, Tembaga
- sampel ditambahkan NH3 sedikit terbentuk endapan biru, dengan NH3 berlebih
endapan larut terbentuk warna biru tua
- sampel ditambahkan NaOH terbentuk endapan biru Cu(OH)2, dengan NaOH
berlebih endapan tidak larut, dipanaskan terbentuk endapan hitam CuO
- sampel ditambahkan KI terbentuk endapan putih tembaga iodida, tapi larutannya
berwarna coklat tua
- sampel ditambahkan kalium tiosianat terbentuk endapan hitam Cu(SCN)2
* Cd, Kadmuim
- sampel ditambahkan NH3 tetes-tetes terbentuk endapan putih Cd(OH)2, dengan
NH3 berlebih endapan larut
- sampel ditambahkan NaOH terbentuk endapan putih, dengan NaOH berlebih
endapan tidak larut
- sampel ditambahkan kalium tiosianat tidak membentuk endapan ( perbedaan
dari tembaga),
- sampel ditambahkan kalium iodida tidak membentuk endapan (perbedaan dari
tembaga)
* Arsenik III, As(III)
sampel ditambahkan larutan perak nitrat (AgNO3) terbentuk endapan kuning Ag3AsO3, ditambahakan asam nitrat
endapan larut atau ditambahakan ammonia endapan larut
- sampel ditambahkan tembaga sulfat terbentuk endapan hijau arsenit
*Arsenik (V), As(V)
- sampel ditambahkan larutan erak nitrat (AgNO3) terbentuk endapan merah kecoklatanAg3AsO4, ditambahkan
asam endapan larutatau ditambahkan ammonia endapan larut
*Stibium, Sb(II)
- sampel ditambahkan larutan NaOH terbentuk endapan putih
- sampel ditambahkan larutan NH3 terbentuk endapan putih
- sampel ditambahkan larutan KI warna larutan menjadi merah
* Stibium V, Sb (V)
- sampel ditambahkan larutan KI dalam suasana asam terbentuk kristal iod memisah dan mengapun diatas
permukaan larutan, dipanaskan muncul up lembayung iod
* Timah, Sn(II)
- sampel ditambahkan larutan NaOH terbentuk endapan putih Sn(OH)2, dengan
NaOH berlebih endapan larut
- sampel ditambahkan larutam merkurium klorida terbentuk endapan putih Hg2Cl2
* Timah, Sn (IV)
- sampel ditambahkan larutan NaOH terbentuk endapan putih seperti gelatin
Sn(OH)4
- sampel ditambahkan larutam merkurium klorida tidak ada endapan (perbedaan
dengan timah (II))
Kation golongan III
* Besi (II), Fe (II)
- sampel ditambahkan NaOH terbentuk endapan putih Fe(OH)2, dalam keadaan asam endapan larut, terkena udara
membentuk endapan coklat kemerahan, pada kondisi biasa, Fe(OH)2 nampak sebagai endapan hijau kotor
* Besi III, Fe (III)
- sampel ditambahkan NH3 terbentuk endapan coklat merah seperti gelatin Fe(OH)3, dengan NaOH berlebih
endapan tidak larut ( perbedaan dari alumimiun dan kalium
- sampel ditambahkan larutam dinatrium hidrogen fosfat terbentuk endapan putih
kekuningan FePO4
* Aluminium. Al
- sampel ditambahkan NaOH terbentuk endapan putih Al(OH)3, dengan NaOH
berlebih endapan larut
- sampel ditambahkannatrium fosfat terbentuk endapan puith gelatin AlPO4
- sampel ditambahkan natrium asetat tidak terbentuk endapan, dengan natrium asetat berlebih dan dididihkan
terbentuk endapan bervolume besar Al(OH)2CH3COO
* Kromuim, Cr (III)
- sampel ditambahkan NH3 terbentuk endapan seperti gelatin warna abu-abu hijau
sampai abu-abu biru Cr(OH)3
- sampel ditambahkan natrium karbonat terbentuk endapan kromium (III)
hidroksida
- sampel ditambahkan natrium fosfat terbentuk endapan hijau CrO4
* Cobalt, Co
- sampel ditambahkan NaOH terbentuk endapan hijau Ni(OH)2, dengan NaOH
berlebih dan dipanaskan terbentuk endapan merah jambu
- sampel ditambahkan kalium nitrit terbentuk endapan kuning K3[CO(NO2)6]
* Nikel, NI
- sampel ditambahkan larutan NaOH terbentuk endapan putih hijau Ni(OH)2,
dengan NaOH berlebih endapan tidak larut
- sampel ditambahkan larutam ammonia terbentuk endapan hijau Ni(ON)2,
dengan ammonia berlebih endapan larut
- sampel ditambahkan kalium nitrit tidak terbentuk endapan dengan adanya sam
asetat (perbedaan dari kobal)
* Mangan, Mn(II)
- sampel ditambahkan larutan NaOH terbentuk endapan putih Mn(OH)2, dengaqn NaOH berlebih endapan tidak
larut, dengan udra teroksidasi cepat membentuk endapan coklat MnO(OH)2
- sampel ditambahkan natrium fosfat terbentuk endapan merah jambu
Mn(NH4)PO4
* Zink, Zn
- sampel ditambahkan NaOH terbentuk endapan putih seperti gelatin Zn(OH)2,
dalam keadaan asam endapan akan larutatau dengan NaOH berlebih endapan akan
larut
- sampel ditambahkan NH3 terbentuk endapan putih, dengan NH3 berlebih endapan
larut
- sampel ditambahkan hidrogen fosfat terbentuk endapan putih Zn3(PO4)2
Kation Golongan IV
* Barium, Br
- sampel ditambahkan NH3 tidak terbentuk endapan, dengan udara luar menjadi
kekeruhan
- sampel ditambahkan larutam natrium karbonat terbentuk endapan putih BaCO3
yang larut dalam asam asetat dan dalam asam mineral encer
- sampel ditambahkan kalium kromet terbentuk endapan kuning BaCrO4, dengan
asam saetat encer endapan tidak larut (perbedaab dari stronsium dan kalsium)
* Stronsium, Sr
- sampel ditambahkan larutan ammonia tidak terbentuk endapan
- sampel ditambahkan larutan asam sulfat encer terbentuk endapan putih SrSO4
- sampel ditambahkan kalium kromat terbentuk endapan kuning SrCrO4, denganm
asam asetat endapan larut (perbedaan dari barium)
* Kalsium, Ca
- sampel ditambahkan larutan NH3 tidak terbentuk endapan
- sampel ditambahkan asam sulfat encer terbentuk endapan putih CaSO4
- sampel ditambahkan kalium kromat tidak terbentuk endapan
Kation Golongan V
* Magnesium, Mg
- sampel ditambahkan NH3 terbentuk endapan putih seperti gelatin Mg(OH)2
- sampel ditambahkan NaOH terbentuk endapan putih Mg(OH)2, dengan NaOH
berlebih endapan tidak larut
- sampel ditambahkan larutan ammonium karbonat terbentuk endapan
putihmagnesium karbonat basa
* Kalium, K
- sampel ditambahkan asam perklorat (HClO4) terbentuk kristalin putih KClO4
- sampel ditambahkan larutam merkurium klorida tidak ada endapan (perbedaan
dengan timah (II)