Anda di halaman 1dari 4

SECERCAK CINTA KASIH YANG TAK SAMPAI MELALUI SMS.

Saat diriku tertegun pada suatu sore, Ku melihat suatu senyuman seperti mentari terbenam dikala senja Ku mengucap dalam hati oooohhhh senyuman indah siapa gerangan yang bias menarik hatiku seperti kereta api yang menarik batu bara dalam api cintaku, Ku tak sadar bahwa dia sedang bertamu dengan bibinya kerumahku berkali-kali dia memanggil namaku tetapi Ku belum tersadar juga bahwa Ku sedang tertegun melihat wajah dan senyumannya yang menarik hatiku. Kemudian bibinya memanggil kasep mamahnya ada? barulah Ku tersadar dan tersipu malu, dan Aku menjawab ada Bu, nanti saya panggilkan dengan sedikit senyuman. Merekapun Ku persilahkan dulu masuk dan duduk di ruang tamu, lalu Ku panggil mamah Mah ada tamu, mau perlu sama mamah. Mamah keluar kamar untuk bertemu tamunya. Aku beranjak kekamar untuk diam sejenak, saat terdiam itulah Ku terlintas senyuman yang begitu menarik hatiku untuk pertamakalinya dalam hidupku, padahal waktu itu usiaku berumur 13 tahun kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama. Dan anak perempuan itu adalah teman sejak di Sekolah Dasar yang berinisial D. Padahal waktu SD D sering Ku jahili dan mengejeknya tetapi kenapa sekarang begitu dia sebesar itu dia begitu lucu, dan anggun bagiku sekarang dialah yang paling sempurna pada saat itu. Berhari-hari kumemikirkan dia, dari mau tidur, belajar, makan, mandi hingga buang air besarpun ku ingat terhadapnya aduuuuuuhhhh mati aku bagaimana ini hari-hariku, pikiranku dan hidupku menjadi teringat terus dengan senyuman itu, mungkin ini karma karena aku selalu membuatnya kesal dulu. Tetapi jika ku ingat dulu pada saat SD waktu dia jajan sering ku angkat roknya sehinnga wajahku memerah kuingat itu, apalagi pada saat dia membeli cilok kurebut ciloknya sampai dia marah dan menagis bukannya aku kasihan malah aku mentertawainya dan berlari - lari sambil tertawa. Anehnya lagi dia juga satu SMP denganku kenapa baru tersadar pada saat itu. Sejak satu aku sangat menyukainya, diam diam ku selalu memperhatikannya. Dia beda kelas denganku kelasnya berjarak dua kelas lagi dari kelasku. Ku selalu memperhatikan saat dia sedang belajar, olahraga, jajan dikantin dan yang paling senang ku perhatikan bila saat istirahat untuk shalat dzuhur. Kalau sedang solat wuuuudiiiih geulis pisan euy, tetapi

sayangnya dia belum sadar juga kalau aku sangat menyukainya atau aku selalu memperhatikannya. Entah dia tidak sadar atau dia sadar tetapi enggan untuk menyadarinya. Satu bulan berlalu, kemudian setelah ku mencari tau alamat rumah hingga nomor telepon genggamnya akhirnya Ku mendapatkan dari teman sekelasnya. Kemudian Ku coba coba mengubungi dengan mengirimkan pesan singkat Ass. D lagi apa nih? Maaf ya ganggu, kemudian dia menjawab was.iya gak apa, lagi makan, maaf dengan siapa ini?, O lagi makan yah,maaf saya dari teman sekolah, teman sekolah?, siapa ya, kemudian ku menjawab saya Aom, maaf ya D ganggu. Dari saat itu Ku pun selalu berhubungan lewat layanan pesan singkat yang bahasa gaulnya untuk jaman sekarang yaitu SMS (Short Massage Service). Senang rasanya ku bisa dekat dengannya walau hanya lewat SMS. Berhari hari hingga berminggu minggu Ku menunggu saat yang tepat untuk mengungkapkan rasa cinta pertama yang ingin Ku utarakan kepadanya. Yang akan Ku ingat adalah pada hari jumat setelah empat bulan Ku mendekatikatinya walau hanya lewat SMS, tetapi bila ku melihat wajahnya langsung entah kenapa bibir ini sulit untuk berucap atau hanya sekedar mengatakan Hai oh sunggu bera sangat berat, bibir ini seperti sedang memikul gajah yang sulit untuk mengucapkan kata kata, dan hati ini pun bila melihat wajahnya berdebar seperti genderang yang mau pecah. Padahal bila lewat SMS sangat lancar dan fasih untuk mengucapkan apa yang Ku inginkan dan senang apa yang dia jawab. Kemudian Ku kirim pesan bahwa Ku menyukainya dan mgengutarakan seluruh isi hatiku, dari sejak saat itu dia tidak membalas SMSku. Kemudian seminggu berlalu, suatu jumat siang baru dia menjawab pesanku dan memberi janji untuk bertemu dengannya di suatu tempat. Saat ku baca SMSnya hatiku senang bukan kepalang ku kira dia akan menerimaku. Kemudian setelah pulang sekolah Ku bergegas berganti pakaian, memakai wangi wangian layaknya seorang pemuda yang akan bertemu dengan pujaan hati yang di idamkannya selama empat bulan. Ku mendatangi suatu tempat di arah timur Kuningan di sebuah tempat makan khusus anak anak muda. Saat berangkat hatiku berbunga bunga dan senang sekali Ku melihat wajahnya saat dia sedang duduk menungguku. Entah kenapa pada saat duduk dihadapnya hatiku yang tadinya senang dan berbunga seperti ada yang mengganjal seperti yang

tak boleh mendekatinya karena dia melihatku seperti wajah yang biasa saja seperti yang tau mau bahwa aku harus duduk didepannya. Benar saja, ternyata perasaan ini tidak membohongiku belum juga pesan makanan dia sudah memintaku untuk mendengar kata katanya yang seperti petir di siang bolong. Tubuhku lemas selemasnya pikirannku kacau, nafsu makanpun hilang. Lalu Ku pulang ke rumah dengan wajah sedih dan langsung tersungkur dan bercerita pada sodaraku bahwa cintaku ditolak mentahmentah. Sejak saat ditolak tubuhku merasa menggigil, kepalku merasa sangat pusing. Selama tiga hari Aku jatuh sakit terkena demam panas dan tidak masuk sekolah. Menyesal rasanya harus sakit karena ditolak cinta. Sejak saat itu ku tak mau mengubungi dia apalagi melihat wajahnya, sakit memang walau hati ini tetap menyukainya. Berbulan bulan berlalu hingga menjeleng kenaikan kelas VIII ke kelas IX. Kejadian yang membuat hati sakit ini masih belum saja terlupakan bila sesesaat ke melihat wajahnya secara tidak sengaja. Dengan keseharianku sebagai seorang pelajar Aku hanya ingin bertekad untuk belajar menjelang Ujian Nasional nanti, dalam hati daripada Ku memikirkan seseorang yang telah menolakku dengan cara yang halus namun bagai hati ini tersambar petir lebih baik konsen terdahulu untuk masa depanku. Sebenarnya kejadian itu membuat malu diriku karean seluruh keluarga tau apalagi kaka perempuan mentertawakanku dengan rasa kasihan memang namun dia memberikan pengertian yang sangat menyentuh ketika itu. Hingga benar benar ku ingin melupakannya, namun apa daya semakin ku bersih keras untuk melupakannya tetap saja tersirat teringat tentang dirinya. Ku bisa lupa jika sedang belajar atau sedang ulangan mata pelajaran disekolah. Ujian Nasionalpun usai dilaksankan dan tuntas sudah kewajibanku sebagai pelajar Sekolah Menengah Pertama dan akan berlanjut sebagai pelajar ke jenjang tingkat yang lebih tinggi yakni Sekolah Menengah Atas. Pilihan SMAku adalah SMAN 2 dan SMAN 3 yang akhirnya aku terpilih masuk ke SMAN 2 Kuningan ini. Saying beribu sayang dia berbeda sekolah denganku dia masuk SMAN 1 yang letaknya berjarak 400 meter dari sekolahku. Berhari hari kulewati belajar di SMANDA ini diapun sudah tak teringat lagi karena saking banyaknya kegiatan sekolah yang kujalani. Berbulan-bulan ku belajar disini hingga mendapatkan berbagai macam teman yang kutemui. Nah, untuk hal berpacaran mungkin akan ku sisihkan dahulu karena

takut akan mengganggu konsentrasi belajarku seperti saat itu. Alhamdulillah aku masuk ekstrakulikuler sekolah yaitu PASKIBRAKA dimana saat untuk menjalani upacara 17 Agustus 2010 salah satunya aku dipercaya untuk mengikuti pengibaran di Kabupaten, sungguh tugas yang senang ku emban. Orang tua, kakak bangga padaku karena dengan mengikuti kegiatan ini aku bisa menjadi lebih percaya diri. Tak sengaja saat setelah upacara usai ku melihat sesosok senyuman dua tahun lalu yang masih teringat di benakku. Ternyata D yang sedang mengikuti upacara di lapangan pada saat itu yang ternyata dia semakin cantik. Kemudian ku teringat kembali padanya dan ku coba menguhubungi nomor telepon genggamnya yang masih tersimpan, ternyata masih aktif. Tetapi hanya untuk menanyakan kabar saja. Walaupun begitu hati ini merasa senang seperti tanah yang tandus tersiram air gerimis kecil. Suatu hari Ku pergi ke sebuah pertokoan besar di Kuningan dan selintas ku melihat dia sedang berbelanja. Tadinya mau kusapa dirinya, eh tiba tiba ada pria separuh bayaku dating menghampirinya dan D tersenyum tersipu bahagia. Ya sudah tak jadi untuk menyapanya walau hati ini sangat penasaran siapakah dia gerangan?. Ku menanyakan kepada temanku yang satu sekolah dengannya dan kuceritikan hari kemarin ternyata temannku langsung menjawab Duh Om, itu teh kabogohna na kuaon kitu huft.tersambar lagi hatiku mendengar semua itu. Tak sampai sudah cintaku padanya yang harus kecewa kedua kalinya dan aku tak mau terulang ketiga kalinya. Walau begitu ku kirim kembali SMS padanya untuk mengucapkan selamat karenan telah mendapat pacar baru dan mengucapkan selamat belajar padanya. Hatiku mengatakan selamat tinggal D semoga hari harimu bahagia, walau tak sampai cintaku ku kan selalu mengingatmu karena kau cnta pertamaku.

Penulis Kuningan, 29 November 2011

Aom Asep Nuriman