Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Banyak buku yang menggambarkan dan menjelaskan tentang Imam Malik baik itu
tentang kelahiran imam Malik maupun yang lainnya. Misalkan tentang periwayatan
kelahiran imam Malik, riwayat al-YaIi dalam kitabnya Thabaqhat Iuqaha bahwa imam
Malik di lahirkan pada 94H, ibn Khalikan dan yang lain berpendapat bahwa imam Malik
dilahirkan pada 95H, sedangkan imam al-Dzahabi meriwayatkan imam Malik di lahirkan
90H. Imam Yahya bin Bakir meriwayatkan bahwa ia berkata 'aku dilahirkan 93H. Dan
inilah riwayat yang paling benar (menurut al-sam`ani dan ibn Farhun).
Mungkin itu sebagian periwayatan yang mengalami perbedaan, untuk itu penulis
akan mencoba menganalisa sejarah tentang imam Malik di mulai dari kelahiran hingga
adanya pembentukan Madzhab Malik, kemudian cara atau pola istimbath imam Malik
sampai kepada pemberluasan Madzhab Malik.

I.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penyusunan makalah ini dirumuskan
sebagai berikut;
1. $ejarah kelahiran imam Malik
2. Menggambarkan sejarah pembentukan madzhab imam Malik
3. Pola istimbath madzhab imam Malik
4. Pemberluasan madzhab imam Malik
5. WaIatnya Imam Malik

I.3 %ujuan Permasalahan
1. Mengetahui sejarah kelahiran imam Malik
2. Menggambarkan dan menjelasakan sejarah pembentukan imam Malik
3. Mengetahui pola istimbath madzhab imam Malik
4. Menjelaskan pemberluasan madzhab imam Malik
5. Mengetahui waIatnya imam Malik

BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Sejarah singkat kelahiran imam Malik
Yang mulia imam Malik dilahirkan di kota Madinah daerah negeri Hijaz. Menurut
riwayat yang masyhur pada tahun 93H (712Masehi). Perbedaan pendapat di kemukakan
oleh beberapa periwayat di antaranya alYaIi dalam kitabnya Thabaqat Iuqaha
meriwayatkan bahwa imam Malik dilahirkan pada 94H, ibn Khalikan dan yang lain
berpendapat bahwwa imam Malik dilahirkan pada 95H, sedangkan menurut imam al-
Dzahaby meriwayatkan imam Malik dilahirkan 90H. Imam Yahya bin Bakir meriwayatkan
bahwa ia mendengar Malik berkata 'aku dilahirkan pada 93H. Dan inilah riwayat yang
paling benar (menurut al-$am`ani dan ibn Farhun).
Nama beliau dari muali kecil ialah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir al-
Ashaby. Dengan riwayat ini teranglah bahwa beliau adalah seorang dari keturunan bangsa
arab dari dusun Dzu Ashbah, sebuah dusun di kota Himyar dari jajahan negeri Yaman.
Perlu dijelaskan, bahwa nama Anas bin Malik (Ayah beliau) itu bukan Anas bin
Malik yang pernah menjadi sahabat kita Nabi Muhammad $AW yang terkenal itu. Karena
Anas bin Malik ini adalah bin Nadhar bin Dhamdham bin Zaid Al Anshary Al Khazraiy.
Adapun Anas bin Malik (Ayah bagi imam Malik) itu adalah bin abi Amir bin Amr al
Harits bin $a`ad bin AuI bin Ady bin Malik bin Yazid. Ia (Anas) termasuk seorang tabi`in
(seorang islam yang hidup di masa kemudian para sahabat nabi), dan yang termasuk dari
pada nabi disana Abu Amir (Ayah bagi datuk beliau).
Abu Amir berasal dari kota Yaman pindah ke Madinah diasa nabi kita Muhammad
$AW dengan tujuan berhijrah dari negerinya, karena hendak mengikut seruan (dakwah)
islam di Madinah yang sedang berkembang. Abu Amir pada mengikut (menjadi sahabat)
nabi $AW. Adalah termasuk seorang sahabat yang setia, dan sewaktu-waktu ia ikut serta
menjadi tentara untuk bertempur melawan musuh, kecuali dikala peperangan di Badar
yang besar.
$ahabat abu Amir di Madinah menururunkan beberapa orang anak, siapa dari
antaranya ialah Malik (datuk bagi imam Malik) dan Malik lalumenurunkan beberapa orang
anak yang dari antaranya ialah Anas (Ayah bagi imam Malik).
Adapun nama bagi ibu imam Malik Ialah $iti al Aliyah binti $yuraik bin
Abdurrahman bin $yuraik al Azadiyah. Menurut beberapa riwayat yang termaktub dalam

beberapa kitab-kitab tarikh bahwa imam Malik ketika dalam kandungan rahim ibunya
dalam tempo kurang lebih dua tahun dalam satu riwayat yang lain dikatakan (3 tahun)
Pada yang masa mulia imam Malik dilahirkan, pemerintahan islam ada di tangan
kekuasaan kepala negara $ulaiman bin Abdu Malik (dari Bani Umayyah yang VII).
Imam Malik sesudah berputra beberapa orang putra ada yang dinamakan Abdullah,
maka beliau lalu terkenal dengan gelaran Abu Abdullah. Kemudian pada masa sesudah
beliau menjadi sorang alim besar dan terkenal dimana-mana pada masa itu pula, setelah
ijtihad atau buah penyeledikan beliau kaum muslimin, maka buah ijtihad beliau itu di kanal
oloeh orang banyak dengan sebuatan 'Mazhab Imam Malik.

II.2 Sejarah pembentukan ~Madzhab Imam Malik
Menurut riwayat bahwa imam Malik kurang lebih dalam masa 40 tahun lamanya
menghimpun dan menyusun riwayat dan hadit yanI di riwayatkan dari nabi $AW, yang
beliau terima dan denagr dari para guru beliau (para guru yang boleh di percaya sepanjang
penyelidikan beliau.
$epanjang riwayat, bahwa imam Malik di kala itu telah haIal sebanyak 100.000
hadits dan beliaulah seorang yang paling haIal hadits Nabi $AW. Di masanya,
sebagaimana kata imam Ibnu Qudamah. Oleh sebab itu beliau mengajarkan, menghimpun,
menyusun dan meriwayatkan hadits sebanyak 100.000 hadits tadi. Kemudian hadits-hadits
yang sekian banyak itu beliau selidiki lebih lanjut dan beliau periksa lebih dalam lagi,
sehinga dari hadits itu tinggal 10.000 hadits, jadi sebanyak 90.000 hadits beliau tinggalkan.
$unggu pun demikian. Namun hadits yang 10.000 itu beliau selidiki lebih lanjut lagi dan
beliu cocokan dengan kitab Allah (Al-Quran) dan sunnah Rasulullah $aw, maka akhirnay
tinggal 5.000 hadits. Jadi yang beliau tinggalkan ada 95.000 hadits.
Kemudian hadits-hadits yang di susun dan di himpun oleh imam Malik di jadikan
satu buku, lalu dijadikan menjadi sebuah kitab yang dinamakan 'Al-Muwaththa,
sebabnya dinamakn 'Al-Muwaththa, menurut kata beliau sendiri antara lain demikian
'aku telah menunjukan kitab ini kepada 70 orang ulama Ahli Fiqihd di kota Madinah,
maka menyetujuilah mereka kepadaku atasnya, lantaran itu aku menamakannya 'Al-
Muwaththa.
Jadi, sebelum kitab 'Al-Muwaththa itu di bukukan dan di siarkan oleh imam
Malik lebih dahulu diperlihatkan kepadanya dan telah di setujui kenaikannya oleh segenap
ulama ahli Fiqih dan ahli hukum islam di kota Madinah pada masa itu.

Di lain riwayat ada dinyatakan bahwa imam Malik ketika hendak menyusun
kitabnya itu adalah senantiasa memikirkan 'dengan apa kitab itu akan di namakan?,
kemudian pada suatu malam beliu bermimpi dalam tidurnya berjumpa dengan pribadi Nabi
$AW, dan pada malam itu nabi bersabda kepadanya 'Ratakanlah (siarkanlah) pengetahuan
ini kepada manusia! dengan demikian beliau lalu menamakan kitabnya 'Al-Muwaththa.
Kemudian setelah kitab itu tersiar dan merata, dan ternyata pada masa itu belum
ada sebuah kitab yang isinya lebih banyak benarnya dari pada salahnya, dan hadits-
hadistnya lebih shahih dari pada yang di catat oleh para ulama lain, maka di kala itu para
kepala negara slam sendiri menghendaki supaya kitab 'Al-Muwaththa itu di jadikan
pedoman bagi segenap ummat manusia yang beragama islam di samping kitb suci Al-
Quran. Tetapi keinginan dan kehendak para kepala negara yang sedemikian itu, oleh imam
Malik tidak di perkenankan sebagaimana telah di uraikan di muka.

II.3 Pola istimbath madzhab imam Malik
Yang mulia imam Malik, sebagmiamana telah kami uraikan beliau adalah seoarang
alim ahli hadits yang terkemuka di masanya, dengan demikian tentu saja beliau adalah
seorang yang pandai tentang kitab Allah (Al-Quran).
Beliau dalam memberikan Iatwa tentang urusan hukum-hukum keagamaan, adalah
berdasarakan kitab Allah swt dan sunnah Rasulullah saw atau hadits nabi yang telah beliau
ketahui dan beliau anggap sah (terang) dalam hal ini beliau pernah berkata 'hukum itu ada
dua macam (1) 'hukum yang telah di datangkam oleh Allah swt (Al-Quran) dan (2)
'hukum yang datang dari daatngnya sunnah Rasulnya.
Tentang urusan-urusan hadits Nabi saw, beliau sangat berhati-hati dan amat teliti
sebagaimana di atas telah kami riwayatkan. Bahkan telah diriwayatkan oleh imam Musa
bin Dawud, bahwa beliau (imam Malik) jika telah ragu-ragu tentang sesuatu hadits,lalu
segera melemparnya sama sekali, dari karenanya hadits-hadits yang telah di pandang kuat
dan di anggap sah oleh beliau, lalu dipergunakan alasan sebagaimana dasar untuk
menetapkan hukum. Dan beliau pernah berkata 'barang apa yangada di kitab Allah atau
barang apa yang telah dihukumkan (diputusakan) oleh sunnah Rasulullah $AW, maka
itulah ia yang benar tidak ada lagi keraguan didalamnya.
Imam Malik apabila hendak memutuskan sesuatu hukum,padahal sepanjang
penyeledikan beliau belum/tidak pasti nash (keterangan) yang jelas dari Al-Quran, dan
belum/tidak pula di dapati nashnya dari sunnah Rasulullah saw, maka beliau mengukuti

ijma para ulama ahli Madinah, dan apabila tidak di dapati ijma dari para ulama Madinah
maka barulah beliau mengambil keputusan dengan jalan qiyas, memperbandingkan dari
ayat Al-Quran dan sunnah, maka beliau memutuskan dengan jalan 'Mashalihul Mursalah
atau 'Istishlah ykni memelihara tujuan agama dengan jalan menolak kebinasaan atau
menuntut kebaikan.
Adapun hukum-hukum yang dia ambil dengan dasar qiyas dan istishlah itu ialah
segala perkara yang dengan urusan masalah 'Muammalah atau yang berhubungan dengan
urusan keduniaan , bukan yang bertalian dengan urusan 'ubuddiyyah (peribadatan).

II.4 Pemberluasan madzhab imam Malik
$ekedar untuk di ketahui, baiklah disini kami akan uraikan riwayat permulaan
tersiarnya Madzhab imam Malik di seluruh dunia islam.
Pada mulanya madzhab imam Malik itu timbuk dan berkembang di kota Madinah,
tempat kediaman beliau kemudian tersiar ke negeri hijaz.
Orang yang mula-mula mengembangkan Iiqih imam Malik ke negeri Mesir, yaitu
Usman bin Al Hakam Al judjamy, seorang dari pada sahabat nabi dari bansa mesir, dan
Abdurrahman bin Khalid bin Yazid bin Yahya yang ia ini adalah seorang ahli Iiqih yang
pernah di ambil riwayatnya (di isap pengetahuannya) oleh Al-Laits bin $a`ad, Ibnu
Wahdin dan Rasyid bin $a`ad dan ia waIat pada tahun 163H.
$ebagian besar penduduk di Mesir mengikut aliran madzhab imam Malik karena dari
kerajinan dan kesempurnaan para sahabat imam Malik di sana, dan demikianlah
selanjutnya sehingga datanglah imam As $yaIi`i di Mesir, yang lalu mengembangkan
madzhabnya di sana, dan bersaingan dengan madzhabnya imam Malik.
Kemudian, penduduk di Andalusia pada umumnya mengikuti madzhab imam Al
Auza`iy, yang madzhab ini di bawa dan di kembangkan di sana oleh $ha`shas`ah bin
salam. Tetapi setelah madzhab imam Malik masuk dan berkembang biak di sana, yang
pemulaanya di bawa an di siarkan oleh Ziyad bin Abdurrahman Al Qurthuby, yang
terkenal dengan $yabthun, maka terdesaklah pengaruh imam Al Auza`iy, dan umumnya
para penduduk di san mengikuti madzhab imam Malik. Peristiwa itu terjadi di zaman
pemerintahan di Andalusia di tangan Hisyam bin Abdurrahman, pada tahun 171-180H.
Madzhab imam Malik mendapat sambutan dari segenap penduduk seperti di
Baghdad, tetapi kenudian terdesak oleh madzhab HanaIy. Dan di Bashrah dapat

berkembang dan tersiar sampai pada abad V Hijriah, untk sementara waktu madzhab
Malik dapat berkembang dan tersiar di Palestina, Yaman, Kuwait, Bahrain.
Adapun yang mengembangkan Madzhab imam Malik di AIrika, sepanjang riwayat
ialah $ahun bin $aid At Thanuky, yang mengganti kedudukan Qadhi (hakim) di AIrika
kala itu di serahkan kepada orang-orang dari pada kawannya yang mengikut madzhab
imam Malik. Maka, di kala itu segenap penduduk di sana dapat dikatakan sama mengikut
dan meninggalkan madzhab-madzhab yang selainnya.
Demikian singkatnya riwayat tersiarnya madzahab ima malik sejak timbulnya pada
abad ke II sampai pada abad ke VI Hijriah.adapun pada masa sekarang ini madzhab imam
Malik, sepanjang riwayat masih tersiar dan di ikuti oleh sebagian besar kaum muslimin di
Maroko, Algers, Tunisia, Tripoli, lybia dan Mesir. Dan masih tersiar juga di Irak,
Palestina, Hijaz dan lain-lainnya di sekitar jazirah Arabia tetapi tidak begitu banyak orang
yang mengikutinya.

II.5 Kewafatan imam Malik
Yang mulia imam Malik, sesudah lebih dari 60 tahun menjabat selaku muIty besar
madinah, sesudah lebih dari 60 tahun menjabat guru besar dalam urusan agama kota
Madinah,sesudah lebih dari 60 tahunmengurbankan tenaganya, pikirannya dan kadang-
kadang harta bendanya untuk kepentingan hadits-hadits Nabi saw. Dan sesudah lebih dari
60 tahun memeberikan khalayak ramai tentang urusan agama Islam, maka pada hari ahad
tanggal 10 bulan Rabi`ul awwal tahun 179 Hijrah (798) waIatlah beliau dengan tenang,
dalam usia 87 tahun.
$epanjang riwayat dikala beliau merasa hampir waIatbeliau berpesan supaya di
kaIani dengan sebagian kain putih yang biasa di pakainya, dan di sembahyangkan
jenazahnya. Kemudian jenazah beliau di makamkan di Baqi` di luar kota madinah, ialah
sebuah tempat kubur dikala itu yang terkenal hingga sekarang. Tidak sedikit jumlah orang
yang memakamkan jenazah beliau.
Beliau waIat selain meninggalkan kitab karangannya yang terkenal 'Al-
Muwaththa, yang hingga kini masih tetap menjadi kitab yang bermutu tinggi di dalam
masyarakat ummat Islam, juga beliau meninggalkan ratusan beberapa ratus patah kata yang
mengandung tuntunan luhur bagi ummat islam. Di samping itu beliau meninggalkan
beberapa orang anak buah pimpinan beliau, yang akhirnya menjadi ulama dan zu`ama
muslimin yag terkemukadi dunia islam pad a masa kemudian beliau.

Berita kewaIatan beliau di kala itu sudah tersiar di seluruh dunia islam, terutama
dikota iraq (pusat pemerintahan islam di masa itu), goncanglah umat islam id mana-mana
di kala itu, terutama ummat islam di Iraq dan pada umunya merasa sedih terhadap
kewaIatannya.
'inna lillahi wa inna ilaihi raji`un.
Beliau waIat meninggalkan tiga oarang putera dan seorang puteri, yang namanya
ialah Yahya, Muhammad, Hammadah dan Ummu Abiha. Dan harta yang di tinggalkan
ialah uang sebanyak lebih dari 3.300 dinar.
























BAB III
PENU%UP

III.1 Kesimpulan
$etelah penulis uraikan tentang pembahasan di atas, penulis dapat menyimpulkan
tentang Madzhab imam Malik, bahwa imam Malik adalah seorang alim besar yang sangat
di kenal oleh umat islam seluruh dunia. Kepintaran yang sangat di kagumi pula oleh para
ulama pada masa itu, dan ia di kenal dan di akui oleh para alim ulama dengan haIalan
hadits-hadits Nabi saw sehingga ia di akui oleh para alim bahwa dia adalah orang pertama
yang bisa menghaIal hadits yang lebih banyak keshahihannya dan kurang dari kesalahan,
hal itu karena dia sangat teliti dalam penyelidikan tentang kebersihan hadits Nabi saw.
Imam malik pun dapat menghasilkan kitab sebagai madzhabnya umat islam, alhasil
dari buah ijtihad yang beliau lakukan di beri nama kitab 'Al-Muwaththa, kitab itu
berisikan ilmu tentang Iiqih di mana kitab itu tersebar luas keseluruh umat islam sedunia
termasuk negara kita Indonesia.

III.2 Saran
Penulis menyadari bahwa apa yang telah di uraikan dalam makalah ini jauh dari
kesempurnaan, bahkan mungkin banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Oleh
sebab itu penulis menharapkan kritik dan saran atas segala kekurangan dalam bentuk
apapun yang sekiranya dapat membangun supaya penulis dapat memperbaiki kekurangan
itu untuk tugas yang selanjutnya.










DAF%AR FUS%AKA

Hasbi Ash $hidieqy, ruang lingkup iftihad para ulama dalam membina hukum islam,
Bulan Bintang , Jakarta, 1993

K.H. Moenawar Chalil, biografi empat serangkai Imam Mad:hab, Bulan Bintang, Jakarta
Indonesia, 1995

ProI. H.A.Djajuli, ilmmu fiqih (penggalian, perkembangan, dan penerapan Hukum Islam)
edisi revisi,Kencana Prenada Media Group, Rawamangun-Jakarta, Cet 7; xii, 216
hal, 2010

Rohman Izza, dkk, buku pintar Islam (quran tafsir, sirah nabi dan Hadits, akidah
muammalah,sefrah peradaban, islam nusantara dunia islam masa kini, ser-a serbi),
Zaman(asyiknya belajar islam), jln kemang timur Raya no 16 Jakarta, cet 1 2009

Google ebook
www.khilaIah.com
www.perpustakaan-islam.com