Anda di halaman 1dari 28

Semua Tentang Air Reverse Osmosis

Manfaat air minum dengan teknologi reverse osmosis

About

Oleh: rio Santoso | Februari 16, 2009

Apa Itu Reverse Osmosis?


Kembali saya mau coba tulis tentang Reverse Osmosis. Lagi getol-getol-nya untuk ngebahas tentang Reverse Osmosis karena saya memang sedang mencoba mengembangkan bisnis air Reverse Osmosis ini. Sekalian saya belajar untuk tau lebih dalam tentang Reverse Osmosis, teman-teman sekalian juga bisa ikut belajar. Semoga bermanfaat. Bagi teman-teman mungkin masih ingat pelajaran sekolah dulu tentang Osmosis. Proses ini untuk pertama kalinya dijabarkan pada tahun 1748 oleh seorang ilmuwan Perancis. Pada percobaan yang dilakukan tercatat saat itu air secara spontan berdifusi menembus membran (yang terbuat dari kantung kemih babi) menuju alkohol. 200 tahun kemudian, modifikasi dari proses ini dikenal dengan nama Reverse Osmosis, yang dapat membuat orang-orang mampu mengubah air yang tidak layak menjadi air yang sehat atau bebas dari kontaminan aestatik. Sistem Reverse Osmosis telah digunakan untuk memnuhi kebutuhan air bersih di perumahan hingga di pesawat luar angkasa. Teknologi Reverse Osmosis digunakan di mana air murni dibutuhkan; biasanya di tempat-tempat berikut: 1| Air minum 2| Humidifikasi 3| Pembuatan Es 4| Air pembilas 5| Aplikasi biomedikal 6| Aplikasi laboratotium 7| Fotografi 8| Produksi obat-obatan 9| Dianalisis ginjal

10| Proses kimia 11| Pembuatan kosmetik 12| Restoran 13| Aplikasi metal plating 14| Air pengisi boiler 15| Air pengisi baterai/aki 16| Produksi semikonduktor 17| dan masih banyak lagi. Bagaimana Cara Kerja Reverse Osmosis Sebuah membran semi-permeable, seperti halnya membran yang tersusun dari dinding-dinding sel atau seperti susunan sel pada kantung kemih, bersifat selektif terhadap benda-benda yang akan melaluinya. Umumnya membran ini sangat mudah untuk dilalui oleh air karena ukuran molekulnya yang kecil; tapi juga mencegah kontaminan-kontaminan lain yang mencoba melaluinya. Sebagai percobaan, air diisikan di kedua sisi membran, dimana air di salah satu sisinya memiliki perbedaan konsentrasi mineral-mineral terlarut, karena air memiliki sifat berpindah dari larutan berkonsentrasi rendah menjuju larutan berkonsentrasi lebih tinggi, maka air akan berpindah (berdifusi) melalui membran dari sisi konsentrasi rendah ke sisi konsentrasi yang lebih tinggi. Sehingga, tekanan osmotik akan melawan proses difusi, dan akan terbentuk kesetimbangan.

skema proses osmosis Proses Reverse Osmosis menggerakkan air dari konsentrasi kontaminan yang tinggi (sebagai air baku) menuju penampungan air yang memiliki konsentrasi kontaminan sangat rendah. Dengan menggunakan air bertekanan tinggi di sisi air baku, sehingga dapat menciptakan proses yang

berlawanan (reverse) dari proses alamiah osmosis. Dengan tetap menggunakan membran semipermeable maka hanya akan mengijinkan molekul air yang melaluinya dan membuang bermacam-macam kontaminan yang terlarut. Proses spesifik yang terjadi dinamakan ion eksklusi, dimana sejumlah ion pada permukaan membran sebagai sebuah pembatas mengijinkan molekul-molekul air untuk melaluinya seiring melepas substansi-substansi lain.

skema proses reverse osmosis Membran semi-permeable di awal-awal percobaan osmosis berasal dari kantung kemih babi. Sebelum tahun 1960, membran-membran jenis ini dinilai sangat tidak efisien, mahal, dan tidak handal untuk penggunaan aplikasi osmosis diluar laboratorium. Bahan-bahan sintetik modern, mampu memecahkan masalah ini, membuat membran menjadi lebih efektif dalam menghilangkan kontaminan, dan membuatnya lebih kuat untuk menahan tekanan air yang lebih besar sebagai efisiensi pengoperasian. Walaupun dengan kemampuannya untuk memurnikan air baku, sebuah sistem Reverse Osmosis harus secara berkala dibersihkan untuk mencegah terbentuknya kerak di permukaan membran. Sistem Reverse Osmosis memerlukan karbon sebagai penyaring awal untuk mereduksi kandungan klorin yang akan merusak membran Reverse Osmosis; dan juga membutuhkan filter sedimen untuk menyaring material-material terlarut dari air baku sehingga tidak menymbat di membran. Mereduksi kesadahan melalui proses water softening atau chemical softening juga dibutuhkan untuk wilayah-wilayah yang memiliki air baku yang sadah. Low Pressure System (biasa digunakan di perumahan) Sistem Reverse Osmosis bertekanan rendah adalah yang bertekanan kurang dari 100 psig. Biasanya digunakan di area perumahan yang menggunakan sistem penampungan seperti pada skema berikut.

skema sistem reverse osmosis Tangki penampungan penempatan di atas (countertop) biasanya tidak bertekanan; namun jenis tangki penampung terbenam (undersink) biasanya bertekanan yang akan bertambah seiring bertambahnya isi tangki. Sistem bertekanan ini mampu menyediakan tekanan yang cukup untuk menggerakkan air dari tangki penampungan menuju kran. Tapi sayangnya, hal ini juga akan menciptakan tekanan balik melawan membran, yang dapat menurunkan efisiensi sistem. Beberapa unit mengatasi masalah ini dengan menggunakan tangki tidak bertekanan dengan pompa untuk mendapatkan air yang telah dimurnikan saat dibutuhkan. Unit-unit bertekanan rendah biasanya mampu menghasilkan 2 15 galon per hari, dengan efisiensi besar jumlah air limbah (reject water) sebanyak 2 4 galon untuk setiap galon air murni yang dihasilkan. Kemurnian air yang dihasilkan mampu mencapai 95%. Sistem jenis ini sangat terjangkau. Unit jenis ini memerlukan pemeliharaan berupa penggantian pre dan post filter (biasanya 1 hingga 4 kali per tahun); dan penggantian membran Reverse Osmosis setiap 2 hingga 3 tahun sekali, tergantung penggunaan. High Pressure System (biasa digunakan untuk komersial dan industri) Sistem tekanan tinggi biasanya beroperasi pada tekanan 100 1000 psig, tergantung membran yang digunakan dan air yang akan diolah. Sistem ini biasanya digunakan untuk industri dan komersial dimana dibutuhkan volume yang besar namun tetap pada standar kemurnian yang tinggi. Kebanyakan sistem komersial dan industri menggunakan banyak membran yang diatur secara pararel untuk menghasilkan jumlah air yang diinginkan. Air yang telah diproses dari stage pertama kemudian dilanjutkan ke modul membran tambahan untuk mendapatkan tingkat pemurnian yang lebih tinggi. Air limbah yang dihasilkan dapat juga diarahkan ke modul membran erikutnya untuk meningkatkan efisiensi sistem (lihat diagram dibawah berikut), walau

pembersihan (flushing) masih tetap diperlukan saat konsentrasi meningkat mencapai tingkat kegagalan (fouling). Sistem High Pressure untuk industri mampu menghasilkan 10 hingga ribuan galon air perhari dengan efisiensi 1 9 galon air limbah. Kemurnian air bisa mencapai 95%. Sistem ini lebih besar dan leih rumit dibandingkan sistem Low Pressure. Apa yang Reverse Osmosis Treatment Reverse Osmosis mampu menghilangkan banyak jenis kontaminan kesehatan dan aestatik. Didesain dengan efektif sehingga mampu menghilangkan rasa, warna dan bau yang tidak sedap, dan rasa asin atau soda yang disebabkan oleh klorida atau sulfat. Reverse Osmosis juga efektif untuk menghilangkan kontaminan kesehatan seperti arsenik, asbestos, atrazine (hebrisida/pestisida), florida, timah, merkuri, nitrat, dan radium. Dengan menggunakan pre-filter karbon yang sesuai (yang biasanya termasuk di banyak sistem reverse osmosis), maka akan mampu menghilangkan kontaminan seperti benzene, trikloretilen, trihalometana, dan radon. Beberapa sistem reverse osmosis juga mampu menghilangkan kontaminan biologi seperti Crystosporidium. Peringatan dari Water Quality Association (WQA), bahwa membran reverse osmosis secara umum mampu menghilangkan semua mikro-organisme dan kontaminan kesehatan, dengan perancangan sistem reverse osmosis yang dapat mencegah kegagalan perlindungan pada sistem air minum. Saat teman-teman mencari produk untuk sistem pemurnian air dari kontaminan kesehatan, pastikan produk tersebut sudah lulus uji secara laboratorium. Kesimpulan Reverse osmosis merupakan teknologi yang relatif baru, tapi sangat efektif, sebuah aplikasi proses sains yang ditemukan. Sistem reverse osmosis memiliki banyak jenis, dengan kapasitas untuk memnuhi satu lingkup keluarga atau sebesar kapasitas kebutuhan industri yang memerlukan ribuan galon per hari.Dengan kelebihan-kelebihan sistem ini dan desain membran telah meningkatkan efesiensi dan kehandalannya, reverse osmosis dapat digunakan dibanyak jenis aplikasi water treatment untuk waktu yang lama. Artikel ini ditampilkan pertama kali pada Water riview Technical Brief (1995), volume 10, No 3; publikasi Water Quality Research Council; Copywrite 1995 oleh WQA. Disadur dan diedit. Tinggalkan sebuah Komentar Ditulis dalam teori reverse osmosis | Tag:filter, membran RO, pemurnian air, purifikasi, reverse osmosis
Oleh: rio Santoso | Januari 26, 2009

Menurunkan TDS pada air


Bagaimana cara kita menurunkan level TDS dari air minum kita? Ada beberapa cara yang paling sering digunakan sebagai sistem filtrasi dan purifikasi air adalah sebagai berikut: Karbon Filtrasi Charcoal, bentuk dari karbon yang memiliki permukaan yang luas, menyerap dan mengikat banyak senyawa termasuk yang bersifat toxic. Air yang melewati charcoal aktif untuk menghilangkan kandungan kontaminan di dalam air. baca lebih lanjut. Reverse Osmosis (RO) Reverse Osmosis bekerja dengan memberikan tekanan pada air hingga memiliki tekanan untuk mampu menembus membran semi-permeable yang hanya mampu dilalui oleh molekul air tanpa kontaminan-kontaminan lain. RO merupakan metode paling berkembang untuk sistem purifikasi yang ada saat ini. baca lebih lanjut Distilasi Distilasi menggunakan cara menguapkan air hingga menjadi uap basah. Uap air tersebut naikmenuju ruang pendinginan sehingga terkondensasi menjadi air kembali dan ditampung. Karena benda padat terlarut secara umum tidak menjadi uap, mereka tetap dalam kondisi air yang mendidih. baca lebih lanjut Deionization (DI) Air dialiri melewati sela-sela elektroda positif dan elektroda negatif. Membran penseleksi ion akan membuat ion positif terlepas dari air menuju elektroda negatif, dan ion negatif menuju elektroda positif. Maka akan dihasilkan air de-ionized yang sangat murni. Namun, biasanya dilakukan treatment awal pada sebuah unit reverse osmosis untuk menghilangkan kontaminan non-ionik. Baca lebih lanjut Tinggalkan sebuah Komentar Ditulis dalam TDS | Tag:filter, purifikasi, reverse osmosis, TDS, total dissolved solids
Oleh: rio Santoso | Januari 26, 2009

Filter karbon aktif

Filter karbon aktif berbentuk butiran yang merupakan teknologi yang dikembangkan untuk menghilangkan banyak jenis kontaminan astetik, dan sedikit efektif untuk menghilangkan beberapa kontaminan kesehatan seperti senyawa organic volatile (benzene, trichloroethylene, dan kontaminan berbasis petroleum lainnya). Karena sifatnya yang molecular, karbon aktif mampu menyerap dengan baik, yang berarti dapat menangkap banyak molekul organik di permukaannya. Filter karbon aktif berbentuk butiran relative tidak mahal, dengan pemeliharaan berupa penggantian 6 sampai 12 catridge per tahun, tergantung kualitas air baku dan media filter sebelumnya. Ada desain khusus berbentuk kotak padat, dan dilapisi filter karbon aktif, Filter ini efektif untuk menghilangkan logam berat seperti timah dan merkuri. Filter ini memiliki lubang pori-pori lebih kecil dari 0,2 mikron, sehingga juga mampu menghilangkan bio kontaminan dengan efektif. Mikrofiltrasi Mikrofiltrasi menggunakan sebuah media filter yang memiliki pori-pori lebih kecil dari 0,2 mikron yang digunakan untuk mencegah biokontaminan tembus. Paduan keramik dan karbon padat biasa digunakan untuk membuat jenis mikrofiltrasi ini. Filter keramik memiliki kelebihan dapat dicuci ulang hingga beberapa kali hingga hilang efektifitasnya. Media blok karbon biasanya dihancurkan setelah pemakaian. Media ini, memberikan tambahan treatment untuk banyak jenis kontaminan kesehatan dan aestetik. Mikrofiltrasi efektif untuk banyak jenis kontaminan biologikal, termasuk hard-shelled cyst seperti Cryptospridium. Thanks to TDS meter 1 Komentar Ditulis dalam TDS | Tag:filter
Oleh: rio Santoso | Januari 13, 2009

Air Sadah
Apakah air sadah merugikan? Karena air sadah, pengeluaran teman-teman akan bertambah, itu disebabkan karena air sadah meninggalkan residu berupa kerak dipermukaan-permukaan benda yang dialirinya. Untuk jangka waktu tertentu, kerak dari air sadah bisa menyumbat pipa-pipa air sehingga bisa menurunkan tekanan air yang mengalir. Kerusakan lainnya adalah akan mempercepat kerusakan pemanas air (water heater), mesin pencuci piring, mesin cuci, intinya, semua peralatam yang menggunakan air. Kerak ini juga bisa meninggalkan bekas di alat-alat makan kita (gelas, piring, dll.) dan juga di pakaian dan lantai yang kita cuci dengan air sadah itu.

Karat akan mudah sekali terjadi karena air sadah bersifat asam yang perlahan-lahan akan menghabisi pipa (atau logam yang dilaluinya), perkakas-perkakas, pemanas air, dan lain sebagainya. Tingginya nilai TDS bisa mengindikasikan bahwa air tersebut sadah, dimana akan terbentuk kerak di pipa-pipa dan katup-katup air. Karena TDS bisa dilihat untuk mengetahui tingkat kesadahan air, maka menggunakan TDS meter bisa menjadi langkah awal untuk mengetahuinya. Secara umum, makin tinggi level TDS (ppm), maka makin tinggi tingkat kesadahan air tersebut. Air sadah sebenarnya merupakan sejumlah partikel per liter air, yaitu miligram per liter (mg/l) atau part per million (ppm). Dimana satu butir partikel kesadahan adalah sebesar 17,1 ppm atau (mg/l). source: tds meter 1 Komentar Ditulis dalam kesehatan, TDS | Tag:air sadah, TDS, total dissolved solids
Oleh: rio Santoso | Januari 8, 2009

Kinerja Filter Reverse Osmosis


Kalau teman-teman di rumah punya alat Reverse Osmosis untuk mengolah air menjadi air minum, maka teman-teman perlu melakukan pengujian secara berkala air minum yang dihasilkan untuk memastikan alat tersebut bekerja dengan baik. Kinerja alat Reverse Osmosis sebenarnya diukur dari kinerja filter dan memmbran RO dengan mengukur besar TDS yang mampu dihilangkan. Besar penurunan TDS mengindikasikan penurunan mikro-organisme dan partikel non-solid berbahaya seperti khlorin dan florida. Jadi, pastikan teman-teman memeriksa kualitas air minum paling tidak 1 kali setiap bulannya untuk mengetahui bahwa filter dan membran RO masih dalam kondisi baik. Carbon Filter Carbon Filter merupakan teknologi yang paling sering digunakan di sistem filtrasi air minum. Tapi sayangnya, pemilik sistem filtrasi seperti ini jarang melakukan pemeriksaan. Di banyak kasus, filter tidak dibersihkan dengan baik, atau tidak dilakukan penggantian secara berkala. Pemakaian yang melewati batas waktu akan menurunkan kinerjanya, bahkan akhirnya kontaminan yang sudah overload di dalam filter ikut keluar bersama air minum. Persentase Kinerja RO Kinerja seuah alat RO dilihat dari persentase penurunan kadar TDS atau disebut dengan rejection rate. Rejection rate adalah persentase kontaminan yang tidak bisa tembus/melewati membran. Rejection rate harus setinggi mungkin sehingga air minum bisa masuk kategori ideal. Untuk mengetahui besar rejection rate maka perlu diketahui besar TDS air baku (air sebelum diolah). Sebagai contoh, air baku diujikan dan diketahui memiliki konsentrasi TDS sebesar

300ppm, setelah diolah menggunakan alat Reverse Osmosis didapatkan hasil sebesar 15 30ppm, maka rejection rate adalah sebesar 90% 95%. Namun, alat Reverse Osmosis di-desain untuk kualitas air baku tertentu, dan besar rejection rate tertentu. Jadi, jika suatu alat Reverse Osmosis di-desain dengan rejection rate yang rendah, maka kualitas air minum yang dihasilkan juga menurun. Thanks to TDS meter 1 Komentar Ditulis dalam kesehatan, TDS | Tag:filter, membran RO, TDS, total dissolved solids
Oleh: rio Santoso | Januari 6, 2009

Untuk Rasa dan Arti Kesehatan


Ini cuplikan dari Dr. Olaf Mickelson, Former President dari American Institute of Nutrition Bahwa lebih penting untuk mendapatkan asupan air minum yang cukup dibanding kecukupan akan kebutuhan asupan kalori. Air minum sebaiknya bebas dari bau dan rasa yang tidak sedap sebagai upaya untuk memastikan seseorang akan memenuhi kebutuhan dirinya. Kenapa air murni lebih sehat untuk dikonsumsi? Pada dasarnya kita semua terkena mineral dan bahan-bahan kimia beracun (toxic) yang kita dapati dari udara dan makanan yang kita konsumsi setiap hari. Air adalah satu-satunya cara untuk membuang racun-racun ini dari dalam tubuh. Dimulai dengan menggunakan air yang lebih murni, karena kemampuannya yang lebih besar untuk mengambil dan membersihkan bendabenda beracun dari tubuh kita. 1 Kenapa anak-anak perlu mengkonsumsi air murni? Sistem imunitas dan detoksifikasi anak-anak masih dalam tahap pengembangan hingga masa remaja. Adanya asupan bahan-bahan kimia beracun (walau dalam jumlah kecil) atau kandungan timah pada air minum di masa kanak-kanak bisa meningkatkan resiko penyakit degeneratif dan kelainan kinerja organ dimasa mendatang. Karena banyak sistem pertahanan (tubuh) yang krusial untuk melindungi tubuh bagi orang dewasa dari penyakit dan polutan tidak sempurna dikemangkan selama masa kanak-kanak, maka mereka menjadi lebih sensitif terhadap bendabenda asing. Seorang anak mengkonsumsi air minum 3 kali lebih banyak per berat badan dibandingkan orang dewasa, berarti mereka akan rentan untuk terkontaminasi polutan dengan dosis yang lebih besar. Sehingga tubuh mereka tumbuh lebih sensitif. 2

Padahal, standar kesehatan yang mengatur jumlah atau level polutan yang diijinkan untuk konsumsi air minum semua berdasarkan kemampuan imbas terhadap orang dewasa. Kenapa air denga TDS tinggi tidak diinginkan atau berbahaya? - Karena akan terasa getir, asin, terasa seperti terlarut logam, dan memiliki bau yang tidak sedap - Air dengan TDS tinggi kurang bisa mengurangi rasa haus. - Air dengan TDS tinggi mempengaruhi rasa makanan dan minuman, sehingga mengurangi selera makan. - Air dengan TDS tinggi dapat saja terkandung mineral-mineral berbahaya seperti nitrat, sodium, sulfat, barium, cadmium, tembaga, dan florid. - Jika seseorang minum 2 gelas air per hari, maka jika ditotal selama 70 tahun hidupnya orang tersebut mengkonsumsi 4500 galon air. Jika air itu bukan air murni, dari 4500 galon ini mengandung 200-300 pound batuan yang tubuh tidak perlukan. Kebanyakan akan dibuang melalui saluran ekskresi. Tapi, sebagian akan tinggal di dalam tubuh, dan akan mengakibatkan kekakuan sambungan persendian, pengerasan arteri, batu ginjal, penyumbatan arteri, dan kaliper mikroskopik dan mengalir keseluruh tubuh. 3 Apakah kita butuh mineral dari air minum kita? Mineral Anorganik Dipercaya bahwa air mineral membantu tubuh untuk proses metabolisme. Namun, ada pembuktian ilmiah yang menyarankan bahwa kebanyakan dari mineral ini berbentuk anorganik (benda mati). Yang saat mereka masuk ke dalam sirkulasi tubuh, mereka tidak dapat digunakan pada proses fisik pembentukan sel-sel tubuh. Jadi, mineral pada air hanyalah memberikan mineral-mineral mati atau anorganik yang tidak dapat diasimilasi. Semua mineral anorganik ini justru hanya mengganggu tubuh kita. 4 Tubuh memerlukan mineral yang banyak ditemukan di makanan, BUKAN AIR MINUM. -The American Medical Journal. Faktanya: Mineral organik dari air sumur hanya 1% dari seluruh mineral yang terkandung di air. Satu gelas jus jeruk mengandung lebih banyak mineral bermanfaat dibanding dengan 30 galon air sumur yang belum diolah. Organik, atau mineral Bioavailable

Setelah mineral-mineral ini mampu menembus akar tanaman, mineral-mineral anorganik menjadi mineral organik (melalui proses fotosintesis) dan dapat diasimilasi tubuh kita sebagai mineral organik. Air murni menghilangkan endapan mineral-mineral anorganik dari dalam tubuh. Melihat bahwa banyak mineral dan nutrisi organik yang lebih mudah diasimilasi yang dari makanan, maka bisa di bayangkan seperti mana yang lebih enak? makan satu sendok tanah atau sebuah wortel? atau minum satu bathtub air tapi ternyata hanya dapat sedikit calcium dianding segelas susu? Semoga artikel diatas bermanfaat. SOURCES: 1. Waterwarning.com (Charles Strand) 2. Ibid 3. Water can undermine your health, by Norm W. Walker 4. Your water and Your Health, by Dr. Allen E. Banik with Carlson Wade 5. TDS meter 3 Komentar Ditulis dalam kesehatan | Tag:kesehatan, mineral anorganik, total dissolved solids
Oleh: rio Santoso | Januari 5, 2009

Mengapa TDS meter? Kenapa kita harus mengukur level TDS air minum kita?
Sesuai regulasi dari Enviromental Protection Agency (EPA) USA, menyarankan bahwa kadar maksimal kontaminan pada air minum adalah sebesar 500mg/liter (500 ppm). Kini banyak sumber-sumber air yang mendekati ambang batas ini. Saat angka penunjukan TDS mencapai 1000mg/L maka sangat dianjurkan untuk tidak dikonsumsi manusia. Sumber-sumer air yang memiliki level TDS yang tinggi sebaiknya diberi perhatian lebih untuk diperiksa lebih lanjut. Kebanyakan, tingginya level TDS disebabkan oleh adanya kandungan potassium, khlorida, dan sodium. Ion-ion ini memiliki efek jangka pendek (short-term effect), tapi ion-ion yang bersifat toxic (seperti timah arsenic, kadmium, nitrat dan banyak lainnya) banyak juga yang terlarut di dalam air. Ion-ion ini memiliki efek jangka pendek (short-term effect), tapi ion-ion yang bersifat toxic (seperti timah arsenic, kadmium, nitrat dan banyak lainnya) banyak juga yang terlarut di dalam air.

pengujian tds Bahkan sistem purifikasi air minum terbaik yang terdapat dipasaran, tetap harus dimonitor dengan TDS meter untuk memastikan filter dan/atau membran bekerja dengan baik, atau harus dilakukan penggantian terhadap kerjanya untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak diinginkan dan bakteri yang terlarut didalam air. Berikut adalah beberapa alasan mengapa pentingnya untuk memeriksa level TDS air minum kita : 1| Rasa/Kesehatan Air yang memiliki level TDS tinggi memiliki rasa yang kurang enak, terasa agak asin, pahit, atau metalik. Bisa juga berindikasi terdapatnya mineral-mineral yang bersifat toxic. Enviromental Protection Agency (EPA) USA, menyarankan bahwa kadar maksimal kontaminan pada air minum adalah sebesar 500mg/liter (500 ppm). 2| Kinerja Filter Pengujian ini untuk memastikan sistem reverse osmosis atau sistem purifikasi air memiliki tingkat kemampuan pembuangan partikel-pertikel pengotor, dan diketahui kapan kita harus mengganti filter (atau membran) sistem purifikasi air minum kita. 3| Kesadahan (Hardness) Tingginya level TDS bisa mengindikasikan kesadahan air, yang akan menyebabkan kerak . 4| Industri

Tingginya level TDS bisa berdampak pada kinerja beberapa peralatan, seperti boiler dan cooling tower, produksi makanan dan minuman, dan banyak lainnya. 5| Makanan dan Minuman Untuk mendapatkan rasa secangkir kopi yang lebih nikmat, salah satunya adalah menjaga level TDS air yang digunakannya.

Dia tas merupakan tabel sesuai dengan Enviromental Protection Agency (EPA) USA. Air minum ideal adalah yang memiliki level TDS 0 50 ppm, dihasilkan dengan proses reverse osmosis, deionizationm microflitration, distillation, dan banyak lainnya. Air gunung (mountain spring) dan yang melalui proses filtrasi karbon berada di standar kedua. Rata-rata air tanah (air sumur) adalah 150 300 ppm, masih dalam batas aman, namun bukan yang terbaik terutama untuk para penderita penyakit ginjal. Semoga artikel ini bermanfaat. referensi : EPA; TDS meter Tinggalkan sebuah Komentar Ditulis dalam TDS | Tag:EPA, purifikasi, reverse osmosis, TDS
Oleh: rio Santoso | Desember 30, 2008

Total Dissolved Solids


Total Dissolved solids alias disingkat TDS. Arti dari TDS adalah benda padat yang terlarut yaitu semua mineral, garam, logam, serta kation-anion yang terlarut di air. Termasuk semua yang terlarut diluar molekul air murni (H2O). Secara umum, konsentrasi benda-benda padat terlarut merupakan
jumlah antara kation dan anion didalam air. TDS terukur dalam satuan Parts per Million (ppm) atau perbandingan rasio berat ion terhadap air. Benda-benda padat di dalam air tersebut berasal dari banyak sumber, organik seperti daun, lumpur, plankton, serta limbah industri dan kotoran. Sumber lainnya bisa berasal dan limbah rumah tangga, pestisida, dan banyak lainnya.

Sedangkan, sumber anorganik berasal dari batuan dan udara yang mengandung kasium bikarbonat, nitrogen, besi fosfor, sulfur, dan mineral lain. Semua benda ini berentuk garam, yang

merupakan kandungannya perpaduan antara logam dan non logam. Garam-garam ini biasanya terlarut di dalam air dalam bentuk ion, yang merupakan partikel yang memiliki kandungan positif dan negatif. Air juga mengangkut logam seperti timah dan tembaga saat perjalanannya di dalam pipa distribusi air minum. Sesuai regulasi dari Enviromental Protection Agency (EPA) USA, menyarankan bahwa kadar maksimal kontaminan pada air minum adalah sebesar 500mg/liter (500 ppm). Kini banyak sumber-sumber air yang mendekati ambang batas ini. Saat angka penunjukan TDS mencapai 1000mg/L maka sangat dianjurkan untuk tidak dikonsumsi manusia. Dengan angka TDS yang tinggi maka perlu ditindaklanjuti, dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Umumnya, tingginya angka TDS disebabkan oleh kandungan potassium, khlorida, dan sodium yang terlarut di dalam air. Ion-ion ini memiliki efek jangka pendek (short-term effect), tapi ion-ion yang bersifat toxic (seperti timah arsenic, kadmium, nitrat dan banyak lainnya) banyak juga yang terlarut di dalam air. Maka, ayo dari sekarang kita lebih perhatikan air minum kita. Karena sepertinya sederhana, namun air minum merupakan sesuatu yang paling sering kita konsumsi. Berarti, walaupun sedikit kandungan toxic yang terkandung di dalam air, namun berarti kita menabungnya dengan sangat cepat di tubuh kita. Semoga bermanfaat. Referensi: Water filter Online 2 Komentar Ditulis dalam TDS | Tag:reverse osmosis, TDS, total dissolved solids
Oleh: rio Santoso | Desember 27, 2008

Reverse Osmosis
Saat ini air minum reverse osmosis sedang naik daun. Banyak penjual air minum isi ulang yang ditinggal pelanggannya karena diketahui kualitas air minum yang dijualnya buruk. Buat apa mengorbankan kesehatan demi beda harga air minum yang tidak seberapa? Lalu mulai bermunculan penjual atau depot air minum isi ulang dengan menggunakan metode reverse osmosis. Apa sih arti reverse osmosis itu sendiri? Sebelum menjawab arti reverse osmosis, kita bahas dulu arti osmosis itu sendiri. Kembali ke pelajaran waktu dibangku SD, anak-anak.. air dari dalam tanah dihisap oleh akar tanaman dengan proses osmosis, lalu diangkut menuju daun dan kemudian berlangsunglah proses fotosintesis Saat itu, mungkin istilah itu hanya kita hapal tanpa kita pahami lebih lanjut. Nah, mungkin sekarang waktu nya kita cari pemahamannya, Osmosis adalah proses difusi sebuah cairan (kebanyakan air) melalui membran semi-permeable, cairan tersebut mengalir dari larutan berkonsentrasi rendah (berarti memiliki kadar air yang lebih tinggi) menuju larutan berkonsentrasi tinggi (berarti memiliki kadar air yang lebih rendah). Jadi, osmosis merupakan

proses fisik perpindahan cairan melewati membran semi-permeable dari dua larutan yang memiliki beda konsentrasi, tanpa bantuan energi dari luar, bahkan proses osmosis merupakan bentuk pelepasan energi. Nah, berarti reverse osomosis adalah bentuk proses kebalikan dari proses osmosis tadi. Reverse osmosis merupakan proses perpindahan cairan (air) melalui membran semi-permeable, (bedanya dengan proses osmosis adalah) cairan mengalir dari larutan berkonsentrasi tinggi menuju berkonsentrasi rendah, alias proses penyaringan atau filtrasi, air boleh lewat tapi ampasnya jangan. Karena proses ini kebalikan dari proses osmosis, maka proses reverse osmosis membutuhkan anergi dari luar, yaitu sebuah pompa untuk menaikkan tekanan di satu sisinya sehingga mampu mendorong air untuk melewati membran tersebut. Seperti ini diagram reverse osmosis :

diagram reverse osmosis Larutan dengan konsentrasi tinggi (air plus pengotor-pengotornya) didorong menuju membran RO (yang merupakan saringan/filter), namun karena ukuran lubang-lubang pada membran hanya sebesar 0,0006 mikron (dimana 1 mikron = 1/1000 mm), maka hanya air murni (H2O) saja yang dapat melewatinya. Pengotor-pengotor nya akan tersaring dan terbuang. Semoga pengetahuan ini bermanfaat. Referensi : 1| Wikipedia 2| Carolina water conditioner

http://airreverseosmosis.wordpress.com/

http://www.amidisjakarta.com/indonesian/whatandwhyamidis_idn.html Apakah mineral itu? Tubuh Manusia dan Air Dua pertiga bagian atau 70% tubuh kita terdiri dari air, dimana cairan ini mengisi 60.000 mil urat nadi dan arteri dalam tubuh kita. Cairan ini memberikan zat pelumas pada sendi-sendi dan jaringan lunak kita, serta mengisi semua sel dan lubang kecil dalam tubuh kita. Dikarenakan 70% persen tubuh kita terdiri dari air, maka kita pun harus mengkonsumsi air yang bersih pula agar seluruh organ tubuh dapat berfungsi dengan sempurna. Apakah Air Minum Distilasi AMIDIS AMIDIS adalah air minum kesehatan yang diproses melalui sistem distilasi atau penyulingan atau penguapan,melalui proses pemanasan hingga 180 derajat celcius sehingga menghasilkan air minum yang murni (NON-MINERAL) tanpa kandungan polutan, mineral anorganik maupun bahan kontaminasi lain seperti bahan kimia maupun bahan pestisida. Perbedaan Mineral Organik dan Anorganik Beberapa pendapat menyatakan bahwa tubuh manusia membutuhkan mineral. Benar, tetapi macam mineral apakah yang diperlukan oleh tubuh manusia? Jawabannya adalah Mineral Organik. Mineral Organik adalah mineral yang dibutuhkan serta berguna bagi tubuh kita, yang dapat kita peroleh melalui makanan yang kita konsumsi setiap hari seperti nasi, ayam, ikan, telur, sayursayuran serta buah-buahan, atau vitamin tambahan. Sedangkan sebaliknya, Mineral Anorganik adalah mineral yang tidak dibutuhkan serta tidak berguna bagi tubuh kita. Air, yang bersumber dari dalam tanah mengandung mineral Anorganik yang tidak berguna dan sulit untuk dicerna bagi tubuh manusia. Bahaya yang ditimbulkan oleh mineral Anorganik Mineral Anorganik yang terkandung di dalam air antara lain mengandung unsur seperti Timbal Hitam (Pb), Iron Oxide (Besi Teroksidasi), Mercuri, Arsenik, Magnesium, Aluminium atau bahan-bahan kimia hasil dari resapan tanah dan lain sebagainya. Seperti kita ketahui bahwa setiap masing-masing unsur tersebut mempunyai berat jenis atau bahan kimiawi, yang bilamana terkonsumsi akan dapat menumpuk pada tubuh manusia, sehingga lama kelamaan akan dapat merusak tubuh kita terutama pada bagian ginjal dan hati, dimana kedua organ tubuh tersebut berfungsi sebagai filter bagi tubuh. Penumpukan dan endapan yang disebabkan oleh mineral Anorganik tersebut dapat menyebabkan antara lain batu ginjal, batu empedu, pengerasan arteri, diabetes. Endapan tersebut dalam pula terjadi pada persendian sehingga dapat menyebabkan arthritis. Perbedaan Air Minum Distilasi AMIDIS dengan Air Minum BUKAN Distilasi Air Minum Distilasi AMIDIS mempunyai Total Dissolved Solid (TDS) = 0 ppm (part per million), yang artinya di dalam air tersebut tidak mengandung unsur maupun polutan apapun juga, PURE WATER (H2O). Sebaliknya pada air minum BUKAN distilasi atau biasa disebutkan dengan springwater akan mempunyai range Total Dissolved Solid (TDS) antara 50 150 ppm, yang artinya pada setiap milliliter air tersebut terdapat 50 150 macam polutan dan/ mineral anorganik dan/ bahan terkontaminasi lainnya yang tidak diketahui yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia bilamana dikonsumsi untuk jangka waktu lama. Benefit AMIDIS 1. Dengan TDS = 0, AMIDIS dapat menjadi proses detoksifikasi (pembuangan zat racun) alami dari dalam tubuh. 2. Menghindarkan tubuh dari penyakit batu ginjal, batu empedu, arthiritis, pengerasan arteri, diabetes dan lain sebagainya, seperti membuat kulit menjadi lebih halus, lembut dan tidak

mudah berkeriput, karena pori-pori kulit dapat bekerja optimal dalam proses pengeluran keringat dari dalam tubuh, 3. Air Minum Distilasi AMIDIS disarankan untuk dikonsumsi bagi orang yang mengalami kelainan ginjal dan gagal ginjal (cuci darah). 4. Membantu bagi orang yang mengalami ganggungan pembuangan air seni. 5. Membantu menurunkan hipertensi karena AMIDIS tidak mengandung Sodium. Dengan melalukan therapy air minum dapat membantu mengeluarkan kadar garam yang berlebihan dari dalam tubuh. 6. Menurut penelitian bahwa salah satu faktor penyebab Autisme adalah berlebihnya kadar mineral logam atau mineral anorganik di dalam tubuh. Dengan mengkonsumsi AMIDIS tidak akan menambah kadar tersebut di dalam tubuh. 7. AMIDIS merupakan salah satu pendukung program diet, dan membantu dalam proses pembentukan tubuh, karena AMIDIS tidak mengandung Sodium yang akan mengikat air didalam tubuh. 8. Baik sekali digunakan bagi para olahragawan, karena melancarkan proses pengeluaran keringat dari dalam tubuh. 9. Baik dikonsumsi bagi segala usia. 10. Dengan harga terjangkau, AMIDIS memberikan kualitas air minum yang baik, bersih dan murni bagi tubuh. Proses Produksi Air Minum Distilasi AMIDIS Air Minum Distilasi AMIDIS tidak hanya dilakukan melalui proses penyaringan yang biasa dilakukan oleh BUKAN air minum distilasi, melainkan melalui proses Pengupan (Evaporated), dimana air yang telah melalui proses penyaringan dengan menggunakan system RO (Reverse Osmosis) tersebut dipanaskan hingga mencapai suhu 180 Celcius, yang membuat seluruh mineral Anorganik, bahan kimia, dan bahan kontaminasi lainnya akan tertinggal, yang kemudian dilanjutkan dengan proses Pengembunan (Condensed) dan Sterilisasi dengan menggunakan system Ozonizasi dan Ultraviolet, yang mana pada akhirnya akan menghasilkan Air Minum yang 100% Murni tanpa Polutan (PURE WATER H20) MD Referensi

Tubuh kita memerlukan mineral dari makanan yang kita makan dan bukan dari air yang kita minum (Dr.Cliford Denison) Air yang mengandung mineral anorganik adalah penyebab utama berbagai penyakit (Dr. Charles Mayo) Mineral anorganik yang terlarut dalam air, seperti Fosfat, Kalsium Karbonat dan lain-lain, akan tertimbun dalam jaringan tubuh, yang akhirnya akan menyebabkan kerusakan pada jaringan-jaringan tubuh bahkan dapat menyebabkan kematian (Dr. N.W.Walker, Water Can Undermine Your Health, 1996 Norwalk Press, USA) "Kerusakan terbesar pada organ-organ tubuh disebabkan oleh mineral anorganik yang bercampur dengan lemak dan garam di dalam darah. Campuran ini dapat menyumbat pembuluh darah ke organ-organ tersebut, sehingga menghambat aliran darah dan merusak fungsi organ tersebut (Paul C.N.D. Phd., The Shocking Truth About Water) Mengkonsumsi air distilasi (Non mineral) tidak berpengaruh buruk terhadap kesehatan, melainkan sebaliknya bermanfaat ganda, karena tidak menambah mineral anorganik yang sudah lama tertimbun dalam jaringan tubuh, dan membantu membersihkan mineral anorganik yang terdapat didalam tubuh (Dr.

Allen E. Bani,Your Water and Your Health, Connecticut, USA)


Keats Publishing, Inc., 1990,

Manakah yang terbaik untuk Anda? Air Mineral atau Air Murni?
Desember 10, 2007 Harry Michael R.Long, Pakar air USA dan ahli kualitas air (WQA), menyatakan: Tidak ada filter di dunia yang dapat membedakan antara mineral-mineral ? baik? dan ?tidak baik? selama proses filtrasi. Banyak pakar menyatakan bahwa mineral-mineral yang diperlukan oleh tubuh, bukan berasal dari air: 1.Dr.Norman W.Walker, Ph.D dalam Jurnal nutrisis kimia dan penelitian saintifik Norwalk, New York menyatakan : ?Mineral ? mineral dalam air bukan organik dan tidak dapat diserap oleh tubuh kita? 2.Dr.Paul Bragg,N.D.Ph.D, dalam bukunya: ?The Shocking Truth About Water??Mineral bukan organik yang terdapat dalam air, bila masuk ke dalam tubuh akan mengendap karena tidak dapat diserap oleh tubuh kita? 3.Harvey and Marlyn Diamont, dari buku berjudul : Fit For Life?, Warner books-ms.35,1985.?Air dari mata air pegunungan tidak sesuai untuk tubuh manusia karena mengandung mineral-mineral bukan organik yang tidak diperlukan,tidak dapat diurai dan tidak dapat dikeluarkan oleh tubuh, mineral-mineral ini dapat bercampur dengan kolestrol dalam darah sehingga mudah terbentuk plak tebal dalam saluran darah. 4. Allan McDaniel,M..D.,dalam bukuya: ? Waterwhats in it for you?? menyatakan: ?Tidak ada nutrisi yang penting yang larut dalam air yang diperlukan oleh manusia untuk kehidupan atau kesejahteraan. Semua nutrisi yang penting dapat diperoleh dari makanan dan suplemen makanan yang baik. Tahukah Anda ? Air mendidih / dimasak itu : * Hanya berfungsi untuk membunuh bakteri, tapi sisa bahan pencemaran lainnya tetap tertinggal dalam air. * Mempercepat reaksi antara bahan organik untuk bergabung dengan klorin yang membentuk triklorometana. * Pada saat mendidih terjadi uap air (penguapan). Hal ini menyebabkan bertambahnya kepekatan bahan pencemaran air dan sisa kalsium. * Hasilnya dianggap seagai ?AIR MATI? karena kekurangan oksigen dan berbau.

Mineral yg terkandung dalam air adalah trace mineral

From: Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD. Date: 09/22/06 10:48:45 To: dokter_umum@yahoogroups.com

Subject: Re: [Dokter Umum] Fw: Air mineral. Hello Bung Jusuf n Bung Sinata, Peralatan yg anda sebutkan di bawah, merupakan peralatan yg sangat baik utk menjadikan visualisasi sedimen pada air minum terlihat dg sangat jelas. Alatnya sebenarnya mengangkat proses elektrolisa yg kemudian membuat sedimen terurai, bisa bersenyawa dg electroda (Aluminuium) dan menampilkan butiran kasat mata dg disertai warna gelab, hijau, dan mengambang dipermukaan. Peralatan bekerja dg prinsip Ph (derajat keasaman) sang air periksa, semakin asam semakin berkerak dan berwarna kehijauan sampai hitam, sebaliknya semakin basa, semakin murni sedimen air terlihat; dan penguraian sedimen menjadi kristal kasat mata. Jadi kalau anda memeriksakan air yg hendak diminum, lalu muncul sedimen yg berwarna kehijauan, maka berarti air minum anda disamping mengandung sedimen, juga bersifat asam; sebaliknya bila sedimen hanya berwarna seperti kapur, maka bisa dikatakan air minum anda mungkin bersifat basa (Ph lebih besar dari 7) Menurut WHO, air bisa diminum dg PH 6.5 - 8.5, sementara sedimen tdk diperhitungkan, tetapi menurut yg saya pelajari, derajat keasaman dan sedimen sangat mempengaruhi pencernaan, dan berakibat bagi adanya gangguan baik lambung mau pun ginjal dan pembuluh darah. Jadi terlepas dari caranya utk memanfaatkan peralatan utk show kepada anda, tetapi apa yg dikatakn itu adalah benar, kalau mau minum air, minumlah yg paling kecil atau paling sedikit sediman nya, dg ph yg kalau bisa 7 tanpa bahan kimia, Selama 5 tahunan saya minum air M yg sekarang sdh tengelam, saya mendapatkan gangguan ginjal yg cukup berarti yg hampir menggagalkan misi saya di Korea waktu itu, tetapi itu juga karena saya masih menggunakan methoda medis dan belum belajar Naturopathy jadi belum mendapat penjabarannya. Kalau setiap hari anda bergerak, meloncat sana sini, mengerakan kaki anda sedemikian, sehingga organ dlm tubuh anda ikut bergerak, maka air minela alias air yg mengandung mineral boleh anda konsumsikan kerena dg pergerakan tadi, kemungkinan endapan plague pada ginjal boleh dikatan ikut terlempar ketika anda bergerak. Tetapi bukan berarti bahwa anda tdk rawan dari penimbunan sedimen di pembuluh darah?? Mineral yg terkandung dalam air adalah trace mineral dlm bentuk yg jauh lebih besar dari yg bisa diserap tubuh, sisanya adalah mineral dlm from anorganik yg tdk bisa diserap oleh tubuh tetapi bisa diserap oleh tumbuhan yg dg proses fotosintesa akan dibuatkan organik mineral yg ada pada akar, batang daun bunga dan buahnya tumbuhan. Jadi kalau mencari mineral, gunakan tumbuhan sebagai organik mineral bukan menggunakan air mineral yg anorganik mineral sebagi mineral bagi manusia, karena mineral anorganik ini tdk bisa diserap dan hanya akan menjadi penyumbat pembuluh darah dan timbunan batu di ginjal.

Jadi bagaimana dg anda, apakah anda bisa loncat2 setiap hari dan bukan sekedar jalan kaki slowly but sure? Apakah anda bisa naik turun tangga dg menjedukan tubuh anda sehingga seluruh organ dalam bergerak? (ini yg saya lakukan sebagai terapi ketika mengalami batu ginjal di Korea). bila bisa maka anda boleh saja mengkonsumsi air mineral. Dalam hasil survey anak saya secra on the spot, di Jakarta Barat, seluruh air isi ulang yg didatangin, memproduksi air dg pola RO (reverse osmosis) dg hasil kandungan TDS nya beranjak dari 40, pada hal RO bisa menghasilkan TDS dibawah 10, mendekati air suling. Kandungan TDS 40 ini memang lebih baik dari air PDAM yg mendekati 7090, tetapi berarti chance utk mengalami gangguan lebih besar dibanding TDS lebih kecil dari 10 kan? Nah dg TDS 10 ini kalau diperiksa dg alat tersebut dlm mail ini, maka hasilnya tdk terlihat adanya sedimen pada air tersebut. Jadi kesimpulannya berpulang pada anda, mau berjaga 2 dg pengetahuan yg ada agar lebih sehat, atau tetap mengumpankan pada tubuh dg standard dunia bahwa itu tdk berbahaya. Melanjutkan artikel pengalamanku menurunkan berat badan, dibawah ini aku rasa tinjauan dari sisi ilmunyamalah ada tips-tips tambahan yang sangat mungkin menyempurnakan apa yang telah aku lakukan

Tubuh perlu ditipu


Oleh : dr Phaidon L Toruan MM. TIPUAN AREOBIK Tipuan ini bisa dimanfaatkan untuk membuat olahraga yang Anda lakukan maksimal hasilnya. Bagaimana triknya? 1. Lakukan olahraga pada pagi hari, saat perut masih kosong. Logikanya sederhana, aktivitas membutuhkan energi. Jika Anda belum memasukkan apapun ke perut Anda, maka energi akan diambil dari lemak tubuh Anda. Waktu pagi juga sangat tepat sebab di pagi hari hormone insulin rendah dan pada pria kadar testosteron tinggi. Insulin yang rendah membantu proses pembakaran lemak sementara testosterone yang tinggi menjaga massa otot sehingga yang efektif dibakar saat olahraga pagi adalah lemak. Bila tidak sempat berolahraga pagi hari, Anda tidak boleh memanipulasi energi Anda dengan makan makanan manis sebelum berolahraga. 2. Pilihlah olahraga yang melawan gravitasi . gaya gravitasi memudahkan lemak terbakar lebih cepat, merangsang pertumbhuhan tulang yang lebih kuat dan kepadatan otot. Olahraga yang paling melawan gravitasi adalah naik turun tangga atau jalan ditempat yang menanjak. Berenang dan bersepeda adalah olahraga paling tidak melawan gravitasi. Tapi baik untuk variasi saja. 3. Menjaga durasi dan intensitas olahraga adalah langkah selanjutnnya. Tidak ada patokan pasti karena setiap orang memiliki standar yang berbeda. Tapi, yang jelas olahraga terlalu berat dan lama mengubah metabolisme dari metode pembakaran lemak ke pembakaran otot. Selain itu, olahraga terlalu berat membuat hormone stress naik dan badan menjadi sangat lelah setelahnya.

4. Minumlah air beroksigen dan air murni sebelum berolahraga. Air beroksigen membantu proses pembakaran lemak. Sementara air murni (air destilasi) adalah untuk menjaga agar tubuh tetap kering. Airtinya, tidak terdapat kandungan air dibawah kulit. Air mineral sangat tidak dianjurkan sebab mineral yang dalam kemasan banyak yang tidak diperlukan oleh tubuh akibatnya sel tubuh akan kesulitan untuk membuang bahan tidak berguna itu dari dalam tubuh. TIPUAN DIET Seperti olahraga, tubuh pun bisa ditipu agar tidak terlalu banyak memasukkan lemak. Cara yang diungkapkan Phaidon adalah: 1. Jangan mengurangi frekuensi makan sebab metabolisme tubuh malah bisa turun. Untuk diet makanlah 5 6 kali sehari. Makanan dibutuhkan untuk membakar lemak, tapi ingat makanlah makanan sehat. 2. Bila harus menghadiri undangan makan, kenyangkanlah dulu perut anda dirumah. Atau bila tidak sempat, pilihlah buah-buahan atau salad ditempat itu. 3. Anda bisa memanipulasi otak dengan minum air 2-3 gelas besar sebelum makan. Perut akan teregang karena terisi air akibatnya perut akan mengirim sinyal kenyang ke otak. Jadi makanan yang anda konsumsi tidak perlu banyak. 4. Makan makanan yang tidak mengandung kalori tapi membuat perut kenyang. Makanan itu adalah brokoli atau keluarganya misalnya pakcoi atau kembang kol. Makanan itu mengandung banyak diindolymethane zat yang bisa menghambat estrogen jahat yang bisa meningkatkan resiko kegemukan pada pria.

Apa Perbedaan Air Biasa, Air Beroksigen, dan Air Heksagonal?


Penulis: Mahani SP MSi, Ahli Gizi pada Pusat Konsultasi Gizi "Sehati" Bogor Akhir-akhir ini pasaran air minum dimarakkan oleh munculnya produk air terbaru, yaitu air beroksigen dan air heksagonal. Kehadiran kedua produk air tersebut tentu saja mengundang rasa penasaran banyak kalangan. Tidak sedikit yang bertanya, apa bedanya air beroksigen dan air heksagonal dengan air biasa? Benarkah kedua produk air tersebut begitu hebat seperti yang diiklankan? Tulisan ini menyoroti air heksagonal karena memiliki banyak perbedaan dibandingkan dengan kedua jenis air lainnya. Ketiga jenis produk air tersebut sebenarnya memiliki kesamaan, yaitu tersusun atas 2 atom hidrogen dan 1 atom oksigen (H2O). Air biasa (kalau yang dimaksud adalah air minum botolan) adalah air yang telah diproses sehingga menghasilkan air yang layak minum berdasarkan standar air minum yang sehat. Sementara, air beroksigen adalah air minum yang dibuat secara khusus, dengan tekanan dan suhu tertentu, yang memungkinkan air

itu mampu menangkap oksigen lebih banyak. Boleh dikatakan, air biasa dan air beroksigen persis sama. Hanya terdapat perbedaan pada kandungan oksigen terlarutnya. Kelarutan oksigen dalam air sangat rendah. Pada suhu 20 kelarutan oksigen dalam air (tekanan 1 atm) sekitar 0.0045 mg O2/100 mg air. Apabila ditambahkan oksigen ke dalamnya, air secara perlahan akan melepaskan oksigen kembali ke alam. Oleh karenanya jangan terlalu lama menyimpan air beroksigen, ia akan berubah kembali menjadi air biasa. Walaupun disimpan dalam botol tertutup, oksigen dapat menembus botol kemasan plastik (polimer) yang berpori halus. Produk air beroksigen merupakan sebuah kemajuan. Lahirnya produk ini disebabkan manusia membutuhkan air minum yang sehat, bukan sekadar untuk menghilangkan dahaga. Air memiliki fungsi fisiologis yang sangat penting dalam menentukan derajat kesehatan. Sekitar 70 persen bobot orang dewasa berupa air. Implikasinya terhadap kesehatan cukup signifikan. Apabila air yang kita konsumsi berkualitas buruk, maka kesehatan kita menurun. Sebaliknya, jika air yang kita konsumsi berkualitas baik, maka kesehatan kita meningkat. Keberadaan oksigen terlarut dalam air minum memberikan dampak positif bagi kesehatan. Air ini mampu meningkatkan suplai oksigen ke setiap sel tubuh, melarutkan zat gizi, dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh, merangsang kelangsungan hidup sel, mengatur suhu tubuh, serta melarutkan bahan-bahan berbahaya dan zat buangan ke luar tubuh. Efektivitas berbagai fungsi tersebut dipengaruhi oleh kualitas air itu sendiri, kondisi kesehatan tubuh, interaksi dengan zat gizi lain serta antibiotik dan obat-obatan. Air heksagonal Air heksagonal, seperti halnya air biasa, tersusun atas H2O Yang membedakan air ini dengan air biasa atau air beroksigen adalah formasi kelompok molekul H2O. Air merupakan rangkaian/kumpulan molekul H2O. Rangkaian tersebut terbentuk karena ada sejumlah gaya yang bekerja sehingga memungkinkan molekul H2O membentuk formasi yang khas. Pada air biasa (juga pada air beroksigen) lima molekul H2O berkelompok membentuk formasi pentagonal (segi lima). Selanjutnya kelompok-kelompok tersebut membentuk rangkaian berupa air seperti yang kita jumpai sehari-hari. Pada air heksagonal, enam molekul H2O berkelompok membentuk formasi heksagonal (segi enam). Fenomena ini terjadi karena air dipengaruhi oleh magnet dan radiasi elektrik tertentu (gelombang panjang infra merah).

Terkait dengan perbedaan struktur tersebut, air dikelompokkan menjadi dua jenis. Pertama, Bounding water. Yaitu air dengan formasi rangkaian molekul H2O yang cenderung membentuk kelompok besar dan tidak stabil. Air ini biasanya membentuk formasi pentagonal, antara lain air botolan (H2O) 3646, air keran (H2O) 50-60, air tanah (H2O) 70-80, serta air tercemar dan air rebusan (H2O) 200-300. Kedua, Clustered water. Yaitu air dengan formasi rangkaian molekul H2O yang cenderung membentuk kelompok kecil dan stabil, misalnya air heksagonal (H2O)6. Secara alami, air heksagonal terdapat di alam. Namun keberadaannya semakin langka karena pencemaran di muka bumi yang semakin parah. Tetapi dengan kemajuan teknologi, kita mampu membuat air heksagonal. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk membuat air ini antara lain; 1) air harus bersih dengan oksigen terlarut lebih dari jumlah maksimum, 2) jumlah mineral esensial harus cukup, terutama Ca2+ sebagai agen pembuat formasi heksagonal yang terlarut dalam air, 3) memiliki pH sekitar 7,1-7,4, dan 4) suhu air normal mendekati dingin. Selanjutnya air tersebut diionisasi dengan menggunakan energi fisik dan elektromagnetik serta dikombinasikan dengan tembakan gelombang sinar infra merah. Satu contoh praktis untuk menguji air heksagonal atau tidak adalah dengan menggunakan kecap asin. Sediakan 2 gelas kaca dan masukkan 4 sendok makan kecap asin ke masing-masing gelas. Gelas pertama rendam pada mangkok yang berisi air biasa. Gelas kedua rendam pada mangkok berisi air heksagonal. Setelah dibiarkan selama 30 menit, kecap asin yang ditempatkan pada air heksagonal berkurang rasa asinnya. Sementara, pada air biasa rasa asinnya tetap. Perbedaan ini disebabkan karena air heksagonal berbentuk kelompok kecil sehingga lebih mudah menembus dinding gelas kaca (melalui proses osmosis) dan bercampur dengan kecap asin yang ada di dalamnya. Manfaat air heksagonal Air heksagonal memiliki perbedaan dengan air biasa. Perbedaan ini berpengaruh terhadap perjalanan reaksi biokimia di dalam tubuh. Sifat air heksagonal yang membentuk kelompok kecil (H2O)6 dan stabil sangat menguntungkan kesehatan tubuh manusia. Ia lebih mudah masuk ke dalam sel, mengaktifkan proses metabolisme sel, dan menghasilkan lebih banyak energi. Selanjutnya, ia juga lebih efektif melarutkan dan membuang zat sisa metabolisme yang bersifat racun bagi tubuh. Cairan tubuh manusia terdiri atas tiga golongan. Air heksagonal menempati

porsi terbesar yaitu 62 persen. Air pentagonal 24 persen, dan sisanya 14 persen berbentuk tetrahedral yang terkait satu sama lainnya membentuk rantai. Oleh karena itu tubuh kita sangat membutuhkan air heksagonal. Penurunan volume air heksagonal dalam cairan sel tubuh hingga 50-60 persen akan menyebabkan kematian. Bahan pengawet dan pewarna makanan, antibiotik, logam berat pada ikan tercemar, residu pestisida pada buah dan sayuran, radiasi, alkohol, stres serta depresi dapat merusak air heksagonal dan meningkatkan volume air pentagonal di dalam cairan sel tubuh. Bahkan, faktor-faktor tersebut bisa secara langsung memicu terbentuknya sel kanker. Apabila sel kanker ini mati, pengaruhnya bagi tubuh tidak berbahaya. Tetapi jika sel tersebut tetap hidup, ia akan memengaruhi sel lainnya sehingga kanker makin meluas. Keberadaan air heksagonal sangat positif bagi kesehatan tubuh. Ia dapat meningkatkan kualitas cairan sel tubuh, memberikan lebih banyak energi pada sel, membantu melindungi inti sel dari zat sisa metabolisme, meningkatkan kemampuan sel menetralisir dan membuang toksin, meningkatkan kandungan oksigen dan daya serap terhadap zat gizi, serta meningkatkan kemampuan sel untuk memperbaiki diri. Air beroksigen memiliki karakteristik hampir sama dengan air biasa, hanya kandungan oksigen terlarutnya lebih banyak. Sementara air heksagonal, selain mengandung oksigen lebih banyak, juga formasi struktur molekul H2O-nya berbeda. Sehingga sifat-sifat lainnya agak berbeda, baik dengan air biasa maupun beroksigen. Kemampuan air mengikat oksigen sangat terbatas sehingga oksigen terlarutnya dapat lepas kembali. Begitupun dengan air heksagonal, ia dapat rusak oleh suhu, sinar matahari, atau sebab lainnya. Oleh karena itu sebaiknya jangan terlalu lama menyimpan keduanya. Meskipun air beroksigen dan air heksagonal memiliki kelebihan dibandingkan dengan air biasa, keduanya bukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit. Air hanya mendukung terciptanya kesehatan yang lebih optimal sehingga tubuh mampu melindungi diri dari ancaman penyakit

Air Minum Beroksigen & Heksagonal


Dengan alasan gaya hidup sehat, air minum dengan kandungan oksigen dan heksagonal gencar dipasarkan. Katanya, sih, bisa bikin badan jadi lebih fit. Padahal ada teori yang menyatakan, kalau oksigen terlalu banyak masuk ke dalam tubuh, bisa memicu timbulnya radikal bebas. Jadi? Apa beda air minum dalam kemasan dengan air biasa? Menurut Dr. Rimbawan dari Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga

Fakultas Pertanian, IPB, "Umumnya, air minum biasa (air minum dari keran rumah) hanya memiliki kandungan oksigen 5 - 7 ppm/liter, sementara air minum dari mata air pegunungan memiliki 10 - 12 ppm/liter. Air ini terasa lebih dingin dan sejuk karena kandungan oksigennya yang lebih tinggi." Air minum dari mata air pegunungan biasanya terasa lebih segar saat diminum. "Bisa diasumsikan, bila kandungan oksigen dalam air lebih banyak, air pun lebih segar. Semakin rendah temperatur, oksigen yang terlarut dalam air meningkat. Ini seperti ketika kita minum air es. Rasanya lebih segar dibanding air biasa. Intinya, oksigen membuat tubuh menjadi lebih segar," paparnya. Namun, secara alamiah, kebutuhan tubuh akan oksigen diperoleh melalui saluran pernapasan. Semua proses dalam tubuh manusia memerlukan oksigen. Oksigen dihirup melalui hidung, masuk ke paru-paru. Tapi udara yang tercemar polusi membuat kandungan oksigen pun makin rendah. OKSIGEN MENINGKAT Salah satu upaya meningkatkan kadar oksigen yang masuk ke dalam tubuh adalah dengan air minum kemasan. "Dalam air minum kemasan, kadar oksigennya ditambah sehingga ada yang disebut air minum beroksigen dan air heksagonal," jelas Rimbawan. Bentuk molekul air dalam keadaan normal seperti huruf V. Secara alamiah, kandungan oksigen dalam air biasa masih rendah. Kemajuan ilmu pengetahuan membuat kadar oksigen dalam air dipaksa meningkat. "Namun, begitu air berubah menjadi es, bentuknya akan tertata rapi dan muncul rongga-rongga. Ini membuat oksigen terjerembap masuk di dalamnya," terang Rimbawan. Teknik inilah yang dipakai produsen untuk meningkatkan kadar oksigen dalam air. Sementara teknik pembuatan air heksagonal memerlukan teknologi yang lebih kompleks. Kandungan oksigen pada heksagonal pun lebih tinggi dibanding air minum beroksigen. Secara teori, kandungan oksigen dalam air mendatangkan manfaat positif bagi tubuh. Namun, teknologi ini masih menyimpan pertanyaan besar. "Apakah benar oksigen yang terlarut dalam air tersebut dapat bertahan hingga bisa diserap usus?" ujar Rimbawan yang mengakui, penelitian tentang kadar oksigen dalam air minum kemasan belum banyak dilakukan. Salah seorang yang melakukan penelitian tentang penyerapan air beroksigen dalam usus adalah Prof. Dr. Olaf Adam dari Lembaga Farmakologi dan Toksikologi Walter Straub di Universitas Ludwig-Maximilian, Munich, Jerman. "Hasilnya, asal kadarnya 80 ppm dan diberikan percobaan pada kelinci, ternyata dapat meningkatkan oksigen dalam darah. Tapi percobaan ini belum dilakukan pada manusia," lanjut Rimbawan. Tentang pembuatan air minum beroksigen dan air heksagonal, lanjutnya, "Tujuannya memang bagus, meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh. Tapi harus dipastikan tubuh memang benar-benar memerlukan dan membutuhkan tambahan oksigen. Sebab, belum diketahui secara pasti, apa efek samping konsumsi air beroksigen secara terus-menerus." Menurut Rimbawan, ada beberapa kriteria seseorang dikatakan membutuhkan tambahan oksigen dalam tubuhnya. Di antaranya, mereka yang merasa cepat lelah saat berolahraga. "Ada juga penelitian yang

menunjukkan seorang olahragawan yang diberi minum air beroksigen, phyisical endurance-nya menjadi lebih lama, kurang-lebih 28 detik. Untuk seorang pelari, waktu 28 detik ini tentu sangat berarti. Tapi ini juga masih kontroversial, karena buktinya masih terbatas," ungkap Rimbawan AWAS RADIKAL BEBAS Gencarnya iklan air minum beroksigen dan air heksagonal membuat masyarakat mulai berpikir untuk mengonsumsinya. Kampanye gaya hidup yang lebih sehat dengan meminum air berkualitas prima pun didengungkan. Beberapa yang sudah mencoba mengaku stamina tubuhnya meningkat. Bahkan, ada yang mengklaim air tersebut mampu menyembuhkan penyakit dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Rimbawan terkesan berhati-hati menyikapi fenomena ini. Kemasan air minum beroksigen dan air heksagonal sekilas mirip dengan air biasa. Hal ini tak jarang membuat masyarakat mengonsumsinya tanpa batas. "Padahal, ada teori yang menyatakan, radikal bebas akan terbentuk ketika oksigen yang masuk ke dalam tubuh terlalu tinggi. Jika terlalu banyak, kemungkinan oksigennya akan menjadi reaktif. Ini dapat memicu radikal bebas," terang Rimbawan. Padahal, lanjutnya, radikal bebas tersebut dapat memicu beberapa penyakit, di antaranya kanker. Jadi, kata Rimbawan, "Sebaiknya lebih hati-hati mengonsum air minum yang mengandung oksigen." JERNIH & TANPA RASA Sekitar 70 persen berat tubuh manusia dewasa berupa air. Normalnya, seseorang memerlukan 1,5 liter air setiap hari. Kualitas air yang diminum seseorang harus sesuai dengan standar kesehatan. "Masyarakat sebaiknya memerhatikan kualitas air yang mereka konsumsi. Air yang sehat tentu air yang bebas dari pencemaran," kata Rimbawan. Indikasinya, "Jernih, tidak berbau dan tidak berasa." OKSIGEN BERKURANG JIKA... Dosen IPB ini menyarankan masyarakat agar memerhatikan kemasan dan cara konsumsi yang benar dari air minum beroksigen. Kestabilan kadar oksigen dalam air sangat rentan dan faktor temperatur memegang peran penting. "Semakin tinggi temperatur, makin besar kemungkinan kandungan oksigen dalam air berkurang," jelas Rimbawan. Temperatur tinggi juga membuat kadar oksigen mudah terlepas. Jadi, air minum beroksigen dan air heksagonal tak boleh terkena sinar matahari secara langsung dan dalam waktu yang cukup lama. "Kemasan dan penyimpanannya harus benar-benar diperhatikan. Terutama setelah segel atau tutupnya dibuka." Sebuah penelitian terhadap salah satu merek air minum beroksigen memperlihatkan, setelah dibuka selama 3 hari, kandungan oksigen yang semula 120 ppm turun menjadi 80 ppm. Bila itu terjadi, "Air beroksigen atau air heksagonal pun akhirnya berubah menjadi air minum biasa." Bagaimana dengan air beroksigen yang kini diberi aneka rasa, misalnya rasa stroberi atau jeruk? "Sebetulnya sama saja. Bedanya cuma diberi perasa," ujar Rimbawan. http://valinano.multiply.com/journal/item/17

Bung Abdul Gafur, terimakasih penjelasannya. Buku referensi yang saya gunakan antara lain Water & Wastewater Engineering karangan Gordon M,Fair/ Jhon C. Geyer/ Daniel A. Okun, Buku Panduan tentang Pengolahan Air Bersih, Air Minum, Limbah Cair yang dikeluarkan oleh Ditjen Cipta Karya, Departemen PU, dan sebagainya. Di buku tersebut dibahas berbagai hal yang terkait dengan Pengolahan Air Bersih, Pengolahan Air Minum dan Pengolahan Limbah Cair, baik yang dilakukan di Indonesia (yang dilaksanakan oleh Departemen PU) maupun di negara lain. Jadi saya cukup paham dengan apa yang anda jelaskan diatas. Soal penggunaan RO, sampai hari ini, sistem inilah yang paling handal dan praktis, baik untuk skala kecil maupun skala besar untuk menghilangkan mineral yang terkandung dalam air, terutama untuk mengubah Air Laut menjadi Air Tawar. Sedangkan untuk mengolah Air Tawar dengan TDS tinggi (karena banyak mengandung mineral), solusi yang paling umum adalah dengan sistem Coagulant, yaitu dengan cara mengikat mineralnya menjadi flock. Agar proses terjadinya flock bisa optimal, maka pH Air harus disesuaikan dengan kebutuhan. Sudah lebih dari 30 tahun saya mengolah Limbah Cair dengan menggunakan sistem ini. Kelemahan di Pengolahan Limbah Cair, apabila kedalam limbah tersebut terdapat kandungan kimia yang tidak bisa diuraikan dengan sistem Coagulant (zat kimianya menyatu dengan air), maka untuk menguraikannya harus menggunakan bakteri. Tetapi khusus untuk Air Minum, masalah ini tidak ditemukan, karena syarat untuk Sumber Air Minum tidak boleh tercemar bahan kimia berbahaya. Yang sudah berhasil saya lakukan adalah melakukan Uji Coba menghilangkan kandungan Fe dan Mn dari Air Tawar hanya dengan menggunakan Pasir dan/ atau Kerikil, sesuai dengan yang tercantum di buku Water And Wastewater Engineering. Hasilnya luarbiasa bagus, tidak kalah dengan Filter Air yang menggunakan Kalium Permanganat (KMnO4), dimana untuk kapasitas 50 liter/ menit, untuk Filter Air yang gunakan Kalium Permanganat harganya berkisar antara Rp. 7,5 juta 15 juta. Bila menggunakan Pasir Kuarsa dan atau Kerikil kecil, untuk kapasitas 50 liter/ menit, biayanya cuma Rp. 100 ribu saja dan bisa bertahan sampai belasan tahun. Kelemahannya: Saya belum berhasil membuat sistem backwash nya untuk membuang flock FeO2 dan MnO2 yang tersangkut di pasir, sehingga setiap periodik pasir dan atau kerikilnya harus dicuci dengan tangan seperti mencuci beras. Untuk kandungan Fe dan Mn sampai 4 ppm, pencucian pasir dilakukan sekitar 1 bulan sekali dan kalau pakai kerikil kecil, harus dicuci setiap 6 bulan sekali. Filosofinya sederhana saja: Yang menghambat masuknya Oksegen kedalam butir air, karena di butir air tersebut ada yang namanya Tin Cell , yaitu lapisan tipis yang menghambat masuknya Oksigen kedalam air. Cara sederhana untuk menghilangkan Tin Cell ini adalah dengan cara membangkitkan turbulensi di air tersebut sehingga akan terjadi headloss yang berakibat Tincell terbuka dan hal ini membuat oksigen mudah masuk kedalam air yang mengandung Fe dan Mn sehingga berubah menjadi FeO2 dan MnO2. Setiap orang, selama dia sudah dewasa dan waras (he he he he he) pasti bisa mengoperasikan alat

sederhana ini. Sistem Filter ini saya bagikan gratis kepada setiap orang yang berminat. Yang masih dalam tahap Uji Coba adalah merubah Air Bakau yang berwarna hitam dan banyak terdapat di Kalimantan menjadi Air Minum. Prosesnya sebetulnya sangat sederhana karena menggunakan Sistem Coagulant. Yang jadi masalah, operator dari alat ini harus bisa memahami sedikit ilmu kimia dan itu tidak mudah bila diberikan kepada Ibu Ibu Rumah Tangga sederhana. Artinya: Bila teknologi ini dibagikan kepada masyarakat pedalaman Kalimantan yang banyak terdapat Air Bakau, dikhawatirkan mereka tidak bisa mengoperasikan Penjernih Air ini. Bila Penjernih Air menggunakan Karbon Aktif dari Batubara, bila airnya pekat seperti Air Bakau, pasti tidak akan bertahan lama karena pori pori Batubaranya akan cepat tersumbat kotoran, sehingga menjadi tidak efektif lagi. Kalau boleh tahu, ujicoba apa saja yang sudah anda lakukan dalam upaya untuk mendapatkan Air Minum dari Air Sungai atau Air Sumur yang tercemar Fe, Mn dan sebagainya ???