Anda di halaman 1dari 21

PEMODELAN DAN SIMULASI

MULTI-SERVER QUEUEING SYSTEM


Simulasi Sistem Antrian Konsumen di Bread Talk Bakery dengan Kasir Ganda

Oleh : Ni Putu Tessa Intaran Putu Asri Yundari

0908605028 0908605041

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA 2011

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Permasalahan Adanya keterbatasan sumber daya dalam suatu sistem ekonomi dan dunia usaha (bisnis) menyebabkan orang-orang, barang-barang maupun komponen- komponen harus menunggu untuk mendapatkan jasa pelayanan. Dalam kasus tersebut barisan tunggu yang terjadi sering disebut dengan antrian (queues), berkembangnya antrian dikarenakan kuantitas maupun kualitas pelayanan (server) adalah relatif lebih rendah dan terbatas dalam memenuhi permintaan pelayanan pelanggan. Sistem antrian tersebut sering kali dan hampir terlihat setiap hari, seperti antrian mobil-mobil yang memasuki tempat usaha pencucian mobil dengan tujuan untuk dicuci mobilnya. Contoh lebih lanjut yaitu pada antrian para nasabah di bank untuk mendapatkan pelayanan dari para teller, antrian para pelanggan di suatu swalayan untuk melakukan pembayaran di kasir. Adanya pembuatan laporan ini dimaksudkan sebagai studi kasus yang menitik beratkan pada sistem antrian yang terjadi pada lokasi yang ditinjau. Dimana dalam studi kasus kali ini lokasi yang ditinjau ialah Bread Talk Bakery di Delta Plaza Surabaya. 1.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan yang masalah yang diajukan dalam studi kasus mengenai proses antrian ini adalah : 1. Bagaimana model sistem antrian pembeli roti Bread Talk Bakery yang melakukan pembayaran di kasir ? 2. Berapa rata-rata waktu antar kedatangan pembeli yang masuk antrian pembayaran di kasir? 3. Berapa rata-rata waktu pelayanan kasir Bread Talk Bakery yang diberikan ? 4. Berapa utilitas sistem antrian pada Bread Talk Bakery ? 5. Berapa probabilitas kasir Bread Talk Bakerymenganggur ? 6. Berapa rata-rata jumlah pembeli baik dalam antrian di kasir dan dalam sistem? 7. Berapa waktu rata-rata yang dihabiskan seorang pembeli baik dalam antrian pembayaran di kasir dan dalam sistem ?

1.3

Tujuan Berdasarkan rumusan masalah yang ada maka tujuan dalam menjawab

permasalahan berupa: 1. Mengetahui model sistem antrian pembeli roti Bread Talk Bakery yang melakukan pembayaran di kasir. 2. Mengetahui rata-rata waktu antar kedatangan pembeli yang masuk antrian pembayaran di kasir. 3. Mengetahui rata-rata waktu pelayanan kasir Bread Talk Bakery yang diberikan. 4. Mengetahui utilitas sistem antrian pada Bread Talk Bakery. 5. Mengetahui probabilitas kasir Bread Talk Bakerymenganggur. 6. Mengetahui rata-rata jumlah pembeli baik dalam antrian di kasir dan dalam sistem. 7. Mengetahui waktu rata-rata yang dihabiskan seorang pembeli baik dalamantrian pembayaran di kasir dan dalam sistem. 1.4 Asumsi Yang Digunakan Asumsi yang digunakan dalam studi kasus ini adalah : 1. Server yang diamati tetap 2. Populasi pembeli tidak terbatas dan pembeli tiba satu persatu. 3. Sistem antriannya berbentuk Multi Channel Single Phase. 4. First Come First Served.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Definisi System Antrian Sistem antrian adalah suatu himpunan pelanggan, pelayan ( server ) serta suatu aturan yang mengatur kedatangan pelanggan dan pemrosesan masalah pelayanan antrian, dimana dicirikan oleh lima buah komponen yaitu: pola kedatangan para pelanggan, pola pelayanan, jumlah pelayan, kapasitas fasilitas untuk menampung para pelanggan dan aturan dalam mana para pelanggan dilayani.

2.2

Bentuk Sederhana System Antrian

Gambar 2.1 Model Antrian Sederhana

Sistem ini mempunyai dua bagian dasar, yaitu suatu antrian tunggal dan sebuah fasilitas pelayanan tunggal.

2.3 Utilitas Sistem Utilitas sistem (kegunaan sistem) merupakan jumlah kedatangan yang diharapkan per rata-rata waktu pelayanan. Utilitas sistem dalam sistem antrian didefinisikan sebagai :

Keterangan : = tingkat kedatangan = tingkat pelayanan. = utilitas sistem (kegunaan daripada sistem).

2.4

Sumber Masukan (Input) Sumber masukan dari suatu sistem antrian dapat terdiri atas suatu populasi

orang, barang, komponen atau kertas kerja yang datang pada sistem untuk dilayani. Sumber masukan meliputi : a. Waktu Antar Kedatangan Yaitu selisih waktu antara kedatangan satu dengan kedatangan berikutnya. Rumus waktu antar kedatangan :

b. Tingkat Kedatangan () Jumlah kedatangan pelanggan kedalam sistem antrian per satuan waktu. Rumus : individu / satuan waktu c. Jumlah Pelanggan Rata-rata Dalam Sistem (L) Rumus: Untuk S = 1

Untuk S >1

Keterangan : L = Panjang jumlah pelanggan yang menunggu dalam sistem = Tingkat kedatangan = Tingkat pelayanan. = Utilitas sistem (kegunaan daripada sistem)

Wq = Waktu menunggu dalam antrian d. Panjang Antrian Yaitu banyaknya pelanggan yang sedang menunggu (Lq). Rumus: Untuk S = 1

Untuk S>1

Keterangan: Po s Lq Pn = Probabilitas server menganggur = Jumlah server = Panjang antrian = Utilitas sistem (kegunaan daripada sistem). = Probabilitas ada n pelanggan dalam sistem dimana Pn = n p0
Cara dengan mana individu-individu dari populasi memasuki sistem disebut pola kedatangan (arrival pattern). Individu-individu mungkin datang dengan tingkat kedatangan (arrival rate) yang konstan ataupun acak / random (yaitu berapa banyak individu-individu per periode waktu). Cara yang umum dipakai untuk menggambarkan pola kedatangan adalah dengan menggunakan waktu antar kedatangan yang didefinisikan sebagai interval antara kedatangan yang berurutan. Bila kedatangan berubah ubah secara stokastik, dibutuhkan pendefinisian fungsi probabilitas antar waktu kedatangan. Untuk membahas pola kedatangan, digunakan notasi sebagai berikut :

e. Pola Kedatangan

Distribusi probabilitas Poisson adalah salah satu dari pola-pola kedatangan yang paling sering (umum) bila kedatangan-kedatangan didistribusikan secara random. Hal ini terjadi karena distribusi Poisson menggambarkan jumlah kedatangan per unit waktu bila sejumlah besar variabel-variabel random mempengaruhi tingkat kedatangan. Bila pola kedatangan individu-individu mengikuti suatu distribusi Poisson, maka waktu antar kedatangan (interarrival time) adalah random dan mengikuti suatu distribusi eksponensial. Bila individu-individu (komponen atau karyawan) memasuki suatu sistem, mereka mungkin memperagakan perilaku yang berbeda. Bila individu tersebut adalah

orang, dan antrian relatif panjang, orang tersebut mungkin meninggalkan sistem. Perilaku seperti ini disebut penolakan (balking). Penolakan akan sering terjadi bila kepanjangan antrian terlalu panjang. Variasi lain yang mungkin dalam pola kedatangan adalah kedatangan dari kelompok-kelompok individu. Bila lebih dari satu individu memasuki suatu sistem secara bersama, maka terjadi dengan apa yang disebut bulk arrivals.

2.5

Disiplin Antrian

Disiplin antrian menunjukkan pedoman keputusan yang digunakan untuk menyeleksi individu-individu yang masuk antrian untuk dilayani terlebih dahulu (prioritas). Disiplin antrian yang paling umum adalah sebagai berikut : 1. FCFS (First Come First Serve) Yaitu yang pertama kali datang yang dilayani terlebih dahulu. 2. LIFO (Last In First One) Yaitu yang terakhir datang maka yang terakhir tersebut yang dilayani terlebih dahulu. 3. Random Yaitu pelayanan diberikan dengan memilih pelanggan secara acak. 4. Prioritas Yaitu pelanggan yang mempunyai prioritas lebih tinggi yang dilayani terlebih dahulu (contoh: IRD / UGD). Biasanya disiplin antrian jenis ini disebut emergency first atau critical condition first. 5. Shortest-operating (service)-time (SOT) Yaitu pelayanan dengan waktu yang cepat. 6. Longest-operating-time (LOT) Yaitu pelayanan dengan waktu yang lama. Disiplin antrian meliputi : a. Waktu Pelayanan (1 / ) Yaitu waktu yang diperlukan server untuk melayani satu pelanggan. Rumus : satuan waktu / individu b. Tingkat Pelayanan () Yaitu jumlah pelanggan yang dilayani oleh server per satuan waktu. Rumus : individu / satuan waktu

c. Waktu Tunggu di Dalam Antrian (Wq) Yaitu waktu pelanggan menunggu sampai dilayani. Rumus: Untuk S = 1

Untuk S >1

Keterangan: = Tingkat kedatangan = Tingkat pelayanan.

Wq = Waktu menunggu dalam antrian Lq = Panjang antrian

d. Waktu Tunggu di Dalam Sistem (W) Yaitu waktu pelanggan mulai datang sampai pelanggan tersebut keluar dari sistem. Rumus: Untuk S = 1

Untuk S>1

Keterangan: = Tingkat kedatangan = Tingkat pelayanan

1/ = Waktu pelayanan Wq = Waktu menunggu dalam antrian

2.6 Keluar (Output) Sesudah seseorang (individu) telah selesai dilayani, maka selanjutnya individu tersebut akan keluar dari sistem. Terjadinya suatu antrian adalah dikarenakan kemampuan server lebih kecil daripada tingkat kedatangan pada suatu waktu. Jika terjadi pada sepanjang waktu maka tidak terjadi adanya sistem antrian karena masih ada yang belum dilayani pada saat prosesnya sudah berhenti jadi tidak ada output dari yang belum dilayani tadi.

2.7

Ringkasan Karakteristik-karakteristik Penting Sistem Antrian Berikut ini daftar karakteristik-karakteristik utama sistem antrian dengan

asumsi-asumsi yang paling umum :

2.8

Struktur (Model) Antrian Atas dasar sifat proses pelayanannya, dapat diklasifikasikan fasilitas-fasilitas

pelayanan dalam susunan saluran atau channel (single atau multiple) dan phase (single atau multiple) yang akan membentuk suatu struktur antrian yang berbedabeda. Istilah saluran atau channel menunjukkan jumlah jalur (tempat) untuk memasuki sistem pelayanan, yang juga menunjukkan jumlah fasilitas pelayanan. Istilah phase berarti jumlah station-station pelayanan, di mana para pelanggan harus melaluinya sebelum pelayanan dinyatakan lengkap. Dalam masalah ini Model antrian yang cocok adalah Multi Channel-Single Phase.

Gambar 2.2 Model Multi Channel Single Phase Sistem multi channel-single phase terjadi ketika dua atau lebih fasilitas pelayanan yang dialiri oleh antrian tunggal. Sebagai contoh adalah pembelian tiket yang dilayani oleh lebih dari satu loket, pelayanan potong rambut oleh beberapa tukang potong, pelayanan di supermarket yang dilayani oleh beberapa kasir dan pelayanan pada bank-bank dengan beberapa teller serta masih banyak yang lainnya.

2.9

Asumsi-asumsi Model Antrian Proses dalam antrian cenderung berlangsung secara acak, hal ini mengakibatkan a. Waktu antar kedatangan berdistribusi eksponensial. Tingkat kedatangan berdistribusi poisson. b. Waktu pelayanan berdistribusi eksponensial. Tingkat pelayanan berdistribusi poisson. c. Pada suatu saat atau pada saat-saat tertentu hanya ada satu kedatangan atau kepergian saja.

2.10 Simbol Model Sistem Antrian 1 / 2 / 3 / 4 / 5

1. Angka 1 adalah menunjukkan tingkat kedatangan. Jika berdistribusi poisson : M Jika tidak berdistribusi poisson : G 2. Angka 2 adalah menunjukkan distribusi tingkat pelayanan. Jika berdistribusi poisson : M Jika tidak berdistribusi poisson : G 3. Angka 3 adalah menunjukkan jumlah server (single channel atau multi channel). Diberi lambang 1 bila berjumlah 1 Diberi lambang S bila berjumlah > 1 4. Angka 4 adalah menunjukkan sumber populasi ( finite atau infinite ).

Diberi lambang I jika tidak terbatas dan F jika terbatas 5. Angka 5 adalah menunjukkan panjang antrian. Diberi lambang I / F.

BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Dalam studi kasus sistem antrian pelanggan roti pada pembayaran di kasir Bread Talk Bakery diketahui : a. Metode system antrian yang dipakai adalah:M/M/S/I/I b. Jasa pelayanan yang terjadi adalah pelayanan para kasir terhadap pelanggan yang akan melakukan pembayaran atas roti yang dibeli. c. Para server adalah para kasir, dimana terdapat 2 kasir yang memberikan pelayanan terhadap pelanggan yang melakukakn pembayaran atas roti yang dibeli. d. Para pelanggan adalah para pembeli roti yang masuk dalam antrian dengan tujuan melakukan pembayaran dikasir. e. Bila pola kedatangan individu-individu mengikuti suatu distribusi Poisson, maka
waktu antar kedatangan (interarrival time) adalah random dan mengikuti suatu distribusi eksponensial.

3.1

Model Sistem Antrian


Dalam sistem antrian pembayaran di kasir Bread Talk Bakery digunakan model

sistem antrian multichannel-single phase. Model antrian tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 3.1 Model Multi Channel-Single Phase


Sistem multichannel-single phase terjadi ketika dua atau lebih fasilitas pelayanan yang dialiri oleh antrian tunggal.

3.2 Flowchart, Tabel dan Grafik

Flowchart Begin

Konsumen Datang

Server I=0

No

Server II = 0

No

Yes Proses Pembayaran End

Yes

Tabel Lama Waktu Pelayanan :

Tabel Waktu Kedatangan (detik) :

Pengujian Distribusi Eksponensial Dalam pengujian eksponensial digunakan software minitab. Untuk mengetahui apakah waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan pada sistem antrian ini telah berdistribusi Ekponensial maka akan dibadingkan dengan kurva distribusi Eksponensial yang didapatkan dengan nilai mean yang sama dengan mean pada waktu pelayanan dan waktu antar kedatangan a. Pengujian Waktu Antar Kedatangan

Berdasarkan Perbandingan kedua kurva tersebut diketahui bahwa waktu antar kedatangan telah memenuhi distribusi Eksponensial, ini terlihat dari bentuk kurva yang didapatkan. b. Pengujian Waktu Pelayanan

Berdasarkan Perbandingan kedua kurva tersebut diketahui bahwa waktu pelayanan telah memenuhi distribusi Eksponensial, ini terlihat dari bentuk kurva yang didapatkan. Waktu Antar Kedatangan (1/ ) Berdasarkan hasil survey rata-rata waktu antar kedatangan pembeli yang melakukan pembayaran di kasir Bread Talk Bakery adalah : Diketahui : Jumlah waktu kedatangan pembeli = 6135 detik Banyaknya pembeli yang masuk dalam sistem antrian = 203 orang

3.3

Sehingga tingkat kedatangan pembeli roti yang akan melakukan pembayaran di kasir () = 116 orang / jam. Waktu Pelayanan (1 / )

3.4

Rata-rata waktu pelayanan yang diberikan oleh kasir Bread Talk Bakery yaitu : Diketahui : Total lama pelayanan = 6017 detik Banyak pembeli yang dilayani = 98 orang

Sehingga tingkat pelayanan () = 60 orang / jam. Utilitas Sistem () Dari rata-rata waktu antar kedatangan pembeli dan waktu pelayanan didapatkan nilai utilitas :

3.5

Dilihat dari data tersebut dapat diketahui bahwa dengan server sebanyak 2 orang didapatkan utilitas sistemnya sebesar 0,97. Hal itu berarti bahwa rata-rata server sibuk sebesar 97% dari waktunya.

3.6

Probabilitas Server Menganggur (P0) Kasir menganggur jika dan hanya jika tidak ada pembeli yang mengantri untuk

melakukan pembayaran. Besarnya kemungkinan terjadinya kasir menganggur yaitu :

Dari hasil perhitungan diatas didapatkan bahwa probabilitas kasir menganggur adalah sebesar 0,02. dimana angka tersebut bernilai kecil. Sehingga dapat dikatakan bahwa kasir hampir bekerja penuh. 3.7 Rata-Rata Jumlah Pembeli Dalam Antrian Dan Sistem Rata-rata jumlah pembeli dalam antrian (Lq)

Jadi panjang rata-rata pembeli yang mengantri untuk melakukan pembayaran di kasir sebanyak 19 orang. Rata-rata jumlah pembeli dalam sistem (L)

Berdasarkan perhitungan diatas maka, jumlah rata-rata pembeli dalam sistem pada pembayaran di kasir Bread Talk Bakery adalah sebanyak 21 orang.

3.8

Rata-Rata Waktu Menunggu Di Dalam Antrian Dan Sistem Waktu menunggu rata-rata dalam antrian (Wq)

Sehingga waktu tunggu rata-rata semua pembeli yang akan melakukan pembayaran di kasir adalah selam 9,6 menit. Waktu menunggu rata-rata dalam sistem (W)

Berdasarkan perhitungan diatas maka, waktu menunggu rata-rata dalam sistem yakni waktu rata-rata yang dibutuhkan pembeli mulai dari masuk antrian sampai selesai dilayani oleh kasir adalah selama 10,8 menit.