Anda di halaman 1dari 5

V.

HASIL PENGAMATAN
Kontaminasi mikroorganisme dapat terjadi dari lingkungan, peralatan, dan
pekerja pengolah pangan. Tangan, kaki, rambut serta bagian tubuh lainnya, naIas
pekerja dan pakaiannya yang kurang bersih dapat mengkontaminasi bahan pangan.
Kebiasaan pekerja yang buruk saat menangani produk makanan adalah kebiasaan
tangan melakukan gerakan-gerakan yang tidak disadari seperti menggaruk,
menggosok hidung, merapikan rambut/pakaian, meludah, batuk dan bersin.
Pada kulit kita sering terdapat bakteri pembentuk spora dan bakteri
Staphylococcus, pada rambut sering terdapat kapang. Hasil dari beberapa survey
membuktikan bahwa 43-97 pekerja pengolah pangan terkontaminasi oleh bakteri
Staphilococcus, Coliform, dan Enterococcus, terutama pada tangan mereka.
Tangan dan rambut sangat rentan terkena bakteri dan kapang karena udara kotor
mudah menempel pada tangan dan rambut. Tangan yang dicuci air belum tentu bersih
karena air yang digunakan untuk membersihkan banyak tercemar kuman dan bakteri
sehingga perlu menggunakan bahan antiseptik untuk menghilangkan bakteri dan
kapang yang menempel pada bagian kulit.
PCA(kanan) PCA(kiri) NA PDA
Kelompok 9
32 koloni
Coccus (-)

67 koloni
Coccus (-)
TBUD
Batang ()
TBUD
Kelompok 10
34 koloni
Basil (-)
52 koloni
Coccus (-)
8 koloni
Basil (-)
Tidak ada
koloni
Kelompok 11
TBUD
Coccus (-)
TBUD
Basil ()
9 koloni
Basil (-)
5 koloni
Kelompok 12
32 koloni
Basil ()
70 koloni
Basil ()
60 koloni
Basil ()
11 koloni

Pada praktikum kali ini, dilakukan pengujian sanitasi pekerja melalui uji
kebersihan tangan dan kebersihan rambut. Uji kebersihan tangan dilakukan pada
media PCA. Uji ini dilakukan dengan cara menempelkan jari tangan kanan dan kiri
yang sudah diberi perlakuan pada cawan berisi media PCA yang selanjutnya
diinkubasikan pada suhu 30
o
C selama 2 hari. Jenis perlakuan yang dilakukan
terhadap tangan yaitu tangan yang tidak dicuci, tangan yang dicuci dengan air, tangan
yang dicuci dengan lux, dan tangan yang dicuci dengan dettol.
Dari hasil pengamatan didapatkan bahwa, tangan yang dicuci dengan lux
memiliki jumlah mikroorganisme yang paling banyak, setelah itu tangan yang dicuci
dengan dettol dan tanpa dicuci, kemudian tangan yang dicuci dengan air memiliki
jumlah mikroorganisme paling sedikit. Hal ini berbeda menurut teori yaitu tangan
yang tidak dicuci mempunyai bakteri yang banyak, tangan yang dicuci dengan air
mempunyai jumlah bakteri yang sedang, tangan yang dicuci dengan sabun
mempunyai jumlah bakteri yang sedikit karena sabun eIektiI untuk mematikan
bakteri, dan tangan yang dicuci dengan dettol mempunyai jumlah bakteri paling
sedikit karena sabun Dettol termasuk sabun antiseptik yang eIektiI untuk
membersihkan tangan dari kuman dan bakteri sehingga sebagian dari kuman dan
bakteri mati. Dan juga sabun antiseptik sudah diuji oleh berbagai ahli, sehingga sabun
antiseptik berguna untuk konsumen yang memakainya. Hal ini mungkin disebabkan
karena pembilasan dengan air sesaat sebelum pengujian sehingga bakteri yang
tumbuh merupakan bakteri yang terdapat pada air.
Kemudian pada uji kontaminasi dari rambut. Rambut diuji dengan media NA
dan PDA sehingga dapat diketahui bakteri dan kapang, karena rambut juga banyak
mengandung kapang. Uji ini dilakukan dengan cara meletakkan rambut pada cawan
berisi media NA dan PDA yang selanjutnya diinkubasikan, untuk media NA pada
suhu 30
o
C selama 2 hari sedangkan untuk media PDA pada suhu 30
o
C selama 2 hari.
Pengamatan dilakukan pada jumlah koloni mikroorganisme yang tumbuh pada media
dan kemudian dihitung unit koloni/100 cm
2
dengan menggunakan rumus :
luascawan
cm
cawan
koloni 2
100
L


Dari hasil pengamatan didapatkan bahwa pada rambut lebih banyak terdapat
bakteri dari pada kapang. Jumlah koloni bakteri dapat dihitung dengan unit koloni
pada cawan petri. Luas permukaan cawan petri juga sangat berpengaruh terhadap
koloni bakteri yang tumbuh. Pada saat pengujian harus aseptis agar tidak tercemar
kuman lain. Apabila tidak aseptis akan dicemari kuman bakteri lain yang tidak
dikehendaki.
KESIMPULAN
O Jumlah koloni yang paling banyak terdapat pada tangan yang dicuci dengan
sabun. Hal ini mungkin disebabkan karena pembilasan dengan air sesaat sebelum
pengujian sehingga bakteri yang tumbuh merupakan bakteri yang terdapat pada
air.
O Pada uji kebersihan tangan, bakteri lebih banyak terdapat pada tangan kiri
daripada tangan kanan.
O Pada uji kontaminasi dari rambut, pada rambut lebih banyak terdapat bakteri
daripada kapang.














DAFTAR PUSTAKA

ardiaz, srikandi, DR., Ir. 1992. ikrobiologi Pangan I. PT Gramedia Pustaka
Utama. Jakarta.
Rahman, A. 1989. Pengantar Teknologi Fermentasi. PAU Pangan dan Gizi. Bogor.

SoIiah, Betty D. 2011. Sanitasi dan Keamanan Pangan. Jurusan Teknologi Industri
Pangan TIP UNPAD. Jatinangor.