P. 1
KD 5.1 X

KD 5.1 X

|Views: 111|Likes:
Dipublikasikan oleh Whisnu Trie Seno Ajie

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Whisnu Trie Seno Ajie on Dec 01, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2012

pdf

text

original

SATUAN PENDIDIKAN MATA PELAJARAN KELAS/SEMESTER

: : :

SMA FISIKA X/1

STANDAR KOMPETENSI 5. Menerapkan konsep kelistrikan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi. KOMPETENSI DASAR 5.1 Memformulasikan besaran-besaran listrik rangkaian tertutup sederhana (satu loop). INDIKATOR 5.1.1 Menjelaskan kuat arus pada rangkaian tertutup sederhana. 5.1.2 Menjelaskan beda potensial pada rangkaian tertutup sederhana. 5.1.3 Menjelaskan hambatan pada rangkaian tertutup sederhana. 5.1.4 Menghitung besar kuat arus, beda potensial, dan hambatan pada rangkaian tertutup. 5.1.5 Menjelaskan hukum Ohm.

KONSEP ESENSIAL 1.Kuat Arus 2.Beda Potensial 3.Hambatan

Whisnu Trie Seno Ajie – Fisika Sekolah 1

Page 1

PETA KONSEP

RANGKAIAN LISTRIK SEDERHANA

Kuat Arus Beda Potensial

Hambatan

Whisnu Trie Seno Ajie – Fisika Sekolah 1

Page 2

BAGAN MATERI
Pengertian Arus Listrik

Contoh soal

Pengertian Beda Potensial Contoh Soal

Konsep dan Pengertian Listrik Dinamis Hambatan dan Hukum Ohm Faktor yang mempengaruhi

Contoh soal

Pengertian GGl GGL dan Tegangan Jepit Pengertian Tegangan Jepit

Rangkaian sumber tegangan

Whisnu Trie Seno Ajie – Fisika Sekolah 1

Page 3

Aspek Kognitif, Afektif, dan Psikomotor

Konsep Esensial
Besaran Arus listrik

Kognitif √

Aspek Afektif √

Penerapan Psikomotor √ Pada sebuah percobaan, siswa berusaha menentukan besar kuat arus. Siswa mengemukakan pendapat mengenai pengaruh hambatan listrik terhadap kuat arus dengan berbagai besar beda potensial pada sebuah eksperimen.

Hambatan Listrik

Whisnu Trie Seno Ajie – Fisika Sekolah 1

Page 4

Uraian Materi A. Pengertian arus Listrik

Arus listrik didefinisikan sebagai gerakan-gerakan muatan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Gerakan muatan-muatan listrik tersebut disebabkan oleh perbedaan potensial listrik.
S R

Arus listrik I Konvensional

Aliran elektron

+ − V
Gambar 1.1 Rangkaian Listrik arus searah

Perhatikan contoh sebuah rangkaian listrik pada gambar 1.1 yang terdiri dari baterai, resistor (R), dan sebuah sakelar (S). Elektron-elektron yang bergerak dari kutub negatif baterai ke kutub positif baterai, sedangkan muatan positif bergerak pada arah sebaliknya. Arah gerakan arus listrik berlawanan dengan gerak elektron ini yang di sebut arus listrik konvensional. Besarnya kuat arus listrik I merupakan laju perubahan muatan listrik Q per satuan waktu t. I= ……..(1-1)

Satuan SI untuk arus listrik adalah coulomb/sekon atau di sebut ampere (A). B. Beda Potensial Potensial listrik adalah banyaknya muatan yang terdapat dalam suatu benda. Suatu benda dikatakan mempunyai potensial listrik lebih tinggi daripada benda lain, jika benda tersebut memiliki muatan positif lebih banyak daripada muatan positif benda lain.

Pada Gambar 1 .2, terlihat bahwa benda A memiliki muatan positif paling banyak sehingga benda A mempunyai potensial listrik paling tinggi, disusul benda B, C, baru kemudian D. Apa yang dimaksud dengan beda potensial? Beda potensial listrik muncul karena dua benda yang memiliki potensial listrik berbeda dihubungkan oleh suatu penghantar. Beda potensial ini berfungsi untuk mengalirkan muatan dari satu titik ke titik lainnya. Satuan beda potensial adalah volt (V). Alat yang digunakan untuk mengukur beda potensial listrik disebut voltmeter. Secara
Whisnu Trie Seno Ajie – Fisika Sekolah 1
Page 5

matematis beda potensial dapat dituliskan sebagai berikut.

……..(1-2)

C. Hambatan Listrik dan Hukum OHM Hambatan Listrik Bagaimana hubungan antara beda potensial V dengan arus listrik I? Kuat arus listrik sebanding dengan besar tegangan listrik atau dituliskan I V Apakah faktor lain yang menyebabkan besar kecilnya arus listrik? Dalam arus listrik terdapat hambatan listrik (disimbolkan dengan R, kependekan dari resistor). Apabila beda potensialnya sama, semakin besar hambatan listriknya semakin kecil kuat arus listriknya. Secara matematis hambatan listrik R dirumuskan sebagai R= ………(1-3)

Satuan SI untuk R adalah volt/ampere atau ohm (Ω). Perhatikan grafik antara V dan I pada gambar! Dari grafik tersebut tampak bahwa R sama dengan kemiringan grafik. Faktor-faktor yang mempengaruhi hambatan listrik:

Secara umum, beberapa faktor yang mempengaruhi besar kecilnya hambatan listrik pada sebuah kawat penghantar (atau bahan) adalah 1. Jenis bahan 2. Panjang (l) 3. Luas penampang (A)
Whisnu Trie Seno Ajie – Fisika Sekolah 1
Page 6

4. Suhu (T) Dari percobaan-percobaan yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa besar kecilnya hambatan listrik suatu bahan dapat dinyatakan dengan R= ρ …….(1-4)

dengan ρ adalah besaran yang merupakan karakteristik suatu bahan, disebut hambatan jenis. Bagaimanakah hubungan antara hambatan dengan suhu? Dari persamaan (1-4) memang belum terlihat adanya pengaruh suhu terhadap hambatan listrik. Setelah melalui berbagai percobaan, akhirnya diketahui bahwa suhu mempengaruhi besar kecilnya hambatan jenis. ρ = ρo(1+αΔT) dengan ρ = hambatan jenis pada suhu T (Ωm) ρo = hambatan jenis pada suhu To (Ωm) α = koefisien suhu hambatan jenis ΔT = T-To = perubahan suhu Karena hambatan listrik R berbanding lurus dengan hambatan jenis ρ, maka berdasarkan Persamaan (1-5), bisa kita tuliskan R = Ro (1+ αΔT) dengan R = hambatan pada suhu T (Ω) Ro= hambatan pada suhu To(Ω) Hukum Ohm Pada kebanyakan material, rapat arus bergantung secara linier pada medan listrik luar . hubungan ini dapat dituliskan: = (1-7) …….(1-6) ……(1-5)

dengan dinamakan konduktivitas material. Persamaan di atas di kenal sebagai hukum Ohm (mikroskopik). Material yang memenuhi persamaan di atas dinamakan material Ohmik, dan sebaliknya material non Ohmik. Untuk memperoleh bentuk hukum Ohm yang lebih berguna dalam aplikasi praktis, tinjau sebuah kawat lurus panjang ℓ dan luas penampang A.

Whisnu Trie Seno Ajie – Fisika Sekolah 1

Page 7

Misalkan beda potensial muncul medan listrik

= Vb – Va diterapkan pada ujung-ujung kawat, sehingga uniform, maka

dan arus I dalam kawat. Dengan asumsi = Vb – Va = . = E ℓ (1-8)

Rapat arus dapat di tulis sebagai J= E= Dari J= , beda potensial menjadi = J= dengan R= =
ℓ ℓ ℓ ℓ

(1-9)

I = RI

(1-20)

(1-21)

adalah hambatan kawat sepanjang ℓ luas penampang A. Persamaan V = IR (17)

Resistivitas ρ dan suatu material didefinisikan sebagai kebalikan konduktivitas. ρ= = (1-22)

Dari persamaan di atas, kita lihat bahwa ρ dapat dihubungkan dengan hambatan R sebuah benda oleh,

ρ= =
Whisnu Trie Seno Ajie – Fisika Sekolah 1

=

(1-23)
Page 8

atau

R=

ρℓ

(1-24)

Resistivitas material bergantung pada suhu T. untuk logam, kebergantungannya memenuhi persamaan ρ = ρₒ [ 1 + α ( T - Tₒ ) ] …..(1-25) dengan α adalah koefisien suhu dan resistivitas. D. Gaya Gerak Listrik dan Tegangan Jepit Pada dasarnya, sebuah baterai dapat dinyatakan dengan sebuah gaya gerak listrik (ggl) dan sebuah hambatan dalam r seperti tampak pada gambar.

Gambar 1.4 : Batrei yang dinyatakan dengan ggl dan hambatan dalam r

Apabila baterai dihubungkan dengan sebuah beban atau hambatan luar R, maka gaya gerak listrik adalah tegangan pada terminal AB pada saat sakelar terbuka, yaitu pada saat baterai tidak mencatu arus listrik. Sedangkan, tegangan jepit VAB adalah tegangan pada terminal AB pada saat sakelar terutup, yaitu pada saat baterai mencatu arus listrik. Hubungan antara gaya gerak listrik dan tegangan jepit VAB adalah : VAB = – Ir Mengingat bahwa VAB = IR, maka akan diperoleh hubungan ……(1-26)

Whisnu Trie Seno Ajie – Fisika Sekolah 1

Page 9

Contoh Soal 1.1 Wayan mengamati pada sebuah rangkaian listrik terjadi arus listrik 0,5 A selama 120 sekon. Berapa muatan yang telah melewati suatu titik dalam rangkaian tersebut? Berapakah jumlah electron yang telah mengalir selama waktu tersebut? Penyelesaian: Diketahui I = 0,5 A Δt = 120 s Besar muatan listrik dihitung dengan persamaan (1-1) I= = IΔt = (0,5)(120) = 60 C Jumlah elektron (n) yang mengalir adalah besar muatan ini di bagi dengan muatan 1 elektron.

n= Contoh Soal 1.2

=

= 3,8 x

elektron

Sebuah aki mobil 12 V memberikan kuat arus sebesar 2,5 mA pada sebuah rangkaian yang didalamnya terdapat sebuah resistor. Berapakah hambatan resistor ini?

Penyelesaian Berdasarkan Persamaan (1-2) R= = Contoh soal 1.3 Sebuah kawat yang panjangnya 2m memiliki jari-jari 1,2 mm. jika hambatan jenis kawat ini 1,70 x Ωm, berapakah hambatan listrik kawat ini? Penyelesaian Diketahui l = 2m
Page 10

= 4,8 x

Ω

Whisnu Trie Seno Ajie – Fisika Sekolah 1

r = 1,2 mm = 1,2 x ρ = 1,70 x Ωm

Kita hitung terlebih dahulu luas penampang A A=π = (3,14)( 1,2 x )2 = 4,5 x m2

Hambatan listrik R kita hitung dengan Persamaan (1-3) R = ρ = (1,70 x R = 7,6 x Contoh soal 1.4 Sebuah bola lampu yang filamennya terbuat dari tungsten memiliki hambatan listrik 240Ω ketika suhunya 1800°C. Hitung hambatan bola lampu ini pada suhu 20°C. Koefisien hambatan jenis untuk tungsten adalah 0,0045/°C. Penyelesaian Diketahui R = 240Ω T = T-To =1800 – 20 = 1780°C α = 0,0045/°C dari persamaan (1-5) R = Ro (1+ αΔT) Maka Ro = = Ro = 26,6 Ω
αΔ

)

Ω

=

Whisnu Trie Seno Ajie – Fisika Sekolah 1

Page 11

Daftar Pustaka Supriyanto. 2006. FISIKA untuk SMA Kelas X. Jakarta : PHiβETA Foster,Bob.2000.Fisika SMU kelas I. Jakarta : Erlangga Tedy Setyawan dan Tata Santana. 2007. Fisika Bilingual. Bandung : CV. YRAMA WIDYA Tipler Paul A., 1998, Fisika Untuk Sains dan Teknik, Edisi ketiga, Jilid 2 (Terjemahan Dra. Lea Prasetio. M.Sc dan Rahmad W Adi Ph.D), Erlangga : Jakarta

Whisnu Trie Seno Ajie – Fisika Sekolah 1

Page 12

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->