STRATEGI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PADA KAWASAN DENGAN POTENSI PENGEMBANGAN INDUSTRI (Studi Kasus: Kecamatan Driyorejo Kabupaten

Gresik)
Septiana Hariyani Program Doktor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Kampus, ITS, Sukolilo Surabaya 60111 septianapwk@yahoo.com Abstrak
Kabupaten Gresik merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang berdasarkan struktur keruangan masuk dalam pengembangan “Gerbangkertosusila Plus”. Kabupaten ini dalam perkembangannya mengalami perkembangan yang cukup pesat seiring dengan perkembangan industri yang sebagian berlokasi di Kabupaten Gresik. Adanya perkembangan industri yang cukup besar tersebut harus didukung oleh ketersediaan infrastruktur. Infrastruktur transportasi dan infrastruktur lainnya seperti jaringan listrik, ketersediaan air bersih, dan jaringan telepon telah mampu mendukung kegiatan industri di Kecamatan Driyorejo, sedangkan pengolahan limbah dan infrastruktur drainase masih menimbulkan permasalahan yang dapat menghambat pengembangan Kecamatan Driyorejo sebagai kawasan industri. Tujuan dari studi ini adalah untuk merumuskan strategi kebijakan pengembangan infrastruktur pada Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik sebagai kawasan dengan potensi pengembangan industri. Metode yang akan digunakan dalam studi ini yaitu metode deskriptif untuk mengidentifikasikan gambaran umum wilayah studi. Analisis deskriptif dilakukan untuk menemukan potensi dan hambatan pengembangan infrastruktur yang dilihat dari aspek sosial-ekoomi dan dari aspek fisik wilayah studi. Hal ini diperlukan untuk menetapkan infrastruktur utama sebagai prioritas yang dibutuhkan di wilayah studi serta untuk merumuskan strategi kebijakan pengembangan infrastruktur yang menjadi prioritas utama di kawasan tersebut. Adapun infrastruktur yang berperan dalam pengembangan industri di Kecamatan Driyorejo adalah sistem transportasi, sanitasi, dan drainase yang kemudian infrastruktur industri tersebut dikembangkan menjadi strategi yang lebih baik dari sebelumnya. Katakunci: industri, infrastruktur

Abstract
Gresik is one of regencies in East Java based spatial structure into the development of "Gerbangkertosusila Plus". This district in its development progress very rapidly in line with industry developments, most located in Gresik. The existence of sizable industrial development must be supported by the availability of infrastructure. Transport infrastructure and other infrastructure such as electricity networks, water supply, and telephone networks have been able to support industrial activity in the District Driyorejo, while waste management and drainage infrastructure is still causing problems that can hamper the development of Sub Driyorejo as industrial estates. The purpose of this study is to formulate policy strategies on infrastructure development Driyorejo Gresik District as an area with potential for industrial development. The method will be used in this study is descriptive method to identify a general description of study area. The descriptive analysis conducted to discover the potential and constraints for infrastructure development in terms of socio-ekoomi and physical aspects of the study area. It is necessary to establish key infrastructure as the priority needs in the study area and to formulate policy strategies of development of infrastructure is a top priority in the region.There are infrastructure that be main role in the industry activity in Driyorejo, those are transportation systems, sanitation, and drainage. Then, those industry’s infrastructure established to be the good strategy than before. Keywords: industrial, infrastructure

1

1.

PENDAHULUAN Kebijakan dari RTRW Provinsi Jawa Timur tahun 2003 – 2023 menetapkan kawasan

Industri skala besar berfokus di sekitar pantai Utara Jawa (Pantura) mulai dari Pasuruan, Surabaya, Mojokerto, Gresik, Lamongan, Tuban dan Bangkalan. Wilayah Kawasan Pantai Utara yang menjadi prioritas pertama dalam arahan perluasan zona industri yaitu Kabupaten Gresik. Kabupaten Gresik merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang berdasarkan struktur keruangan masuk dalam pengembangan “Gerbangkertosusila Plus”. Dalam perkembangannya kabupaten ini mengalami perkembangan yang cukup pesat seiring dengan perkembangan industri yang sebagian berlokasi di Kabupaten Gresik. Industri yang berkembang di Kabupaten Gresik berada di Kecamatan Kebomas, Kecamatan Gresik, dan Kecamatan Manyar. Pengembangan selanjutnya, industri akan terdistribusi ke utara dan selatan Gresik. Bagian utara Kabupaten Gresik meliputi Kecamatan Sidayu, Kecamatan Dukun, dan Kecamatan Ujung pangkah. Bagian selatan Gresik meliputi Kecamatan Wringinanom, Kecamatan Driyorejo, Kecamatan Kedamean, Kecamatan Menganti, dan Kecamatan Cerme. Penelitian ini memilih Kecamatan Driyorejo sebagai wilayah studi karena berdasarkan Kecamatan Driyorejo dalam Angka Tahun 2008, jumlah industri besar yang paling terbesar berada di Kecamatan Driyorejo atau sebanyak 46 industri besar. Kegiatan industri di Kecamatan Driyorejo semakin berkembang setelah adanya kebijakan Gerbangkertosusila tahun 1989. Jumlah tersebut semakin bertambah ketika tahun 2009 yang berjumlah 254 industri (Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Gresik, 2009). Adanya perkembangan industri yang cukup besar tersebut harus didukung oleh ketersediaan infrastruktur sesuai dengan teori mengenai terminologi infrastruktur. Dalam terminologi infrastruktur, infrastruktur secara fisik (social over head capital) merupakan elemen fisik perkotaan yang terbentuk karena adanya jaringan infrastruktur (network infrastruktur) yang secara teknis meliputi infrastruktur teknis jalan raya, jalan kereta api, listrik, PDAM, telepon, drainase, dan refuse plan. Sarana prasarana transportasi dan infrastruktur lainnya di Kecamatan Driyorejo telah mendukung kegiatan perindustrian. Jaringan listrik telah menjangkau hampir seluruh kecamatan dengan menggunakan jasa perusahaan listrik. Ketersediaan sumber air bersih dari PDAM, sumur gali atau sumur

2

pompa di Kecamatan Driyorejo dapat memenuhi kebutuhan air bersih industri. Jaringan telekomunikasi telah menjangkau di seluruh kecamatan baik melalui telepon kabel maupun nirkabel. Begitu pula dengan jaringan drainase dan sistem persampahan. Infrastruktur tersebut telah mampu mendukung kegiatan industri di Kecamatan Driyorejo, sedangkan pengolahan limbah masih ada industri yang belum memiliki pengolahan limbah, sehingga limbah industri langsung dibuang ke Kali Tengah. Infrastruktur lain yang juga memiliki pengaruh bagi keberadaan industri yaitu saluran drainase. Saluran drainase berupa saluran terbuka dengan kondisi permanen dan non permanen. Kondisi saluran drainase di sebagain besar wilayah di Driyorejo masih belum optimal dan tidak semua ruas jalan dilengkapi oleh saluran tersebut, sehingga mengakibatkan banyaknya ruas jalan yang rusak berat akibat air hujan menggenangi jalan yang belum dilengkapi oleh saluran tersebut. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka infrastruktur perlu diperbaiki untuk mendukung kegiatan industri di Kecamatan Driyorejo adalah saluran drainase dan sistem pengolahan limbah. Disamping itu, ada banyak infrastruktur yang dapat mendukung kegiatan industri, namun sangat diperlukan adanya penetapan infrastruktur utama sehingga dapat dirumuskan strategi kebijakan pengembangan infrastruktur pada Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik sebagai kawasan dengan potensi pengembangan industri. 2. 2.1. GAMBARAN UMUM WILAYAH Gambaran Umum GERBANGKERTOSUSILA (GKS)

2.1.1. Transportasi A. Jaringan Jalan Jaringan jalan arteri utama GKS adalah jalan nasional terutama jalan raya membentang dari barat Surabaya ke Lamongan melalui Gresik, barat daya ke Mojokerto, selatan ke Sidoarjo, dan timur laut untuk Bangkalan di atas Selat Madura. Jalan tol utama atau tol yang saat ini dalam layanan GKS dari utara-selatan antara Manyar (Kabupaten Gresik) dan Gempol (Kabupaten Pasuruan) melalui Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo (JICA, 2009). Panjang total jalan di GKS adalah sekitar 5.980 km (JICA, 2009). Panjang jalan ditunjukkan pada gambar berikut:

3

Jalan Tol Waru – Bandara Juanda sepanjang sekitar 13. 2009 Judul: Peta Jaringan Jalan di GKS Gambar 1. 2009). yang memiliki enam jalur.Tabel 1. Peta Jaringan Jalan di GKS (JICA.1 km yang menghubungkan Manyar (Kabupaten Gresik) dan Gempol (Kabupaten Pasuruan) dan juga meluas ke Pelabuhan Tanjung Perak. 2009) B. kecuali untuk bagian Waru – Kota Satelit dan Dupak – Tanjung Perak. Karena jaringan tol menghubungkan Pelabuhan Tanjung Perak dengan 4 .6 km telah dalam pelayanan sejak tahun 2008 (JICA. Selain itu. Semua ruas jalan tol yang ada di GKS telah carriageways ganda dengan empat jalur. Total Panjang Jalan di GKS Tipe Panjang Jalan Nasional Panjang Jalan Provinsi Panjang Jalan Regional Total Panjang (km) 365 299 5317 5981 Presentase (%) 6 5 89 100 Sumber : JICA. Jaringan Jalan Tol Jaringan tol utama di GKS adalah utara-selatan sekitar 62.

Rasio jalan beraspal adalah sekitar 95 % rata-rata dan umumnya jalan kondisi baik. sedangkan sisanya baik jalan propinsi atau jalan kabupaten/kota. dan Kabupaten Pasuruan. sistem jalan sekunder melayani lalu lintas terutama di dalam kawasan perkotaan. sedangkan jalan kolektor sekunder yang tanpa kontrol akses. Di sisi lain. dan jaringan jalan adalah akhirnya diklasifikasikan dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti kondisi fisik. 2009). 2009). Lalu lintas yang didukung oleh sistem primer relatif ditandai dengan perjalanan jarak jauh. dan kesinambungan ruas jalan pada tahap kedua (JICA. Sistem jalan primer adalah jaringan jalan sistem untuk lalu lintas antar-regional dan terutama melayani lalu lintas antara pusat-pusat perkotaan. dan jalan kolektor primer diklasifikasikan sebagai Kelas IIIA (JICA. 2009). sistem jalan primer dan sekunder merupakan komponen pokok dalam sistem jaringan jalan.8 km/km2 di Kota Mojokerto. 2009). Volume lalu lintas dan perjalanan panjang rata-rata dapat digunakan untuk menentukan fungsi jalan di tahap pertama. dan 0. Jaringan Jalan Bukan-Tol Jalan raya Nasional memiliki presentase sekitar 5 % sampai 10 % dari total jaringan. jalan tersebut berfungsi sebagai koridor transportasi pengangkutan barang (JICA. Jalan arteri sekunder dirancang dengan kontrol akses parsial. Dalam hal fungsi jalan. jalan arteri primer umumnya diklasifikasikan dalam Kelas II. Jalan arteri primer menghubungkan kota Orde 1 di Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) biasanya dengan kontrol akses parsial. kecepatan desain. sedangkan jalan kolektor primer direncanakan dapat terhubung kota sentra Kabupaten dan Kota serta pusat-pusat lainnya pembangunan daerah Sub-Satuan Wilayah Pengembangan (SSWP) yang tidak memiliki kontrol akses.5 km/km2 di daerah Kabupaten dari GKS yang berarti bahwa jalan yang jauh lebih padat dikembangkan di Kota Surabaya dan Kota Mojokerto (JICA.kawasan industri di Kabupaten Gresik. Kepadatan jalan adalah 6. Meskipun jalan jaringan di wilayah studi tampaknya sedikit rumit dalam hal hirarki jaringan jalan karena untuk berbagai klasifikasi jalan yang berbeda di setiap Kabupaten dan Kota. 6. 5 .2 km/km2 di Kota Surabaya. C. Dua sistem jalan harus diintegrasikan dan lancar terhubung satu sama lain. Kabupaten Sidoarjo.

Jembatan Suramadu 6 . Jaringan Jalan Arteri dan Kolektor Primer di GKS Judul: Jaringan Jalan Arteri dan Kolektor Sekunder di GKS Gambar 3. Jaringan Jalan Arteri dan Kolektor Sekunder di GKS D.Judul: Jaringan Jalan Arteri dan Kolektor Primer di GKS Gambar 2.

Pejalan kaki tidak diperbolehkan di Jembatan Suramadu (JICA...Untuk pengoperasian kereta api. Jembatan Suramadu diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai kegiatan pembangunan daerah tidak hanya Madura namun Surabaya dan sekitarnya. Jembatan Suramadu memiliki empat jalur lebar 3. Kereta Api (Persero). Sekarang hanya lima menit untuk perjalanan antara Surabaya dan Bangkalan melalui jembatan.. 2009). dilayani oleh tiga Biro Pengendali Kereta Api atau DAOP (Daerah Operasi). 7 . 2009). Pada tahun 2009. Sebelum itu. 2009). E. diharapkan kerugian sosio-ekonomi yang dialami Pulau Madura dapat berkurang dengan signifikan. Selanjutnya pemanfaatan dan pola penggunaan lahan Madura diharapkan akant erbentuk secara seimbang (JICA. Jaringan Kereta Api Jaringan kereta api di Provinsi Jawa Timur ditunjukkan di Gambar. Aliran transportasi ke dan dari daerah terpencil Madura diharapkan dapat meningkat yang membuat daerah lebih kompetitif. dibuka untuk lalu lintas sebagai jembatan tol pada tanggal 10 Juni 2009 setelah enam tahun konstruksi.5 meter untuk penumpang dan kendaraan komersial dan dua jalur untuk sepeda motor dengan lebar 3 meter. yang menghubungkan Kota Surabaya di Pulau Jawa dan Kabupaten Bangkalan di Pulau Madura. hanya transportasi feri menghubungkan Ujung (Kota Surabaya) dan Kamal (Kabupaten Bangkalan) sebagai moda transportasi dan perlu waktu sekitar 30 menit (JICA. yang berada di bawah kendali PT. Dengan pembukaan jembatan. Kereta api di GKS semua dioperasikan oleh DAOP VIII.Jembatan Suramadu. pelayanan kereta api telah mencapai 316 km.

2. Sebagai tambahan. garis bagian Selatan Jawa (Surabaya-Mojokerto). termasuk di Pulau Madura.2. Jaringan Kereta Api di Jawa Timur Tabel 2. DAOP VIII Seperti yang ditunjukkan di Gambar di atas.Sumber: PT. yaitu penyediaan air minum dan penyediaan air industri.21 316 Sumber: PT.Bojonegoro Surabaya Kota – Mojokerto Wonokromo – Sidoarjo – Blitar Total panjang lintasan Jarak (km) 104. KERETA API (Persero).80 47. Jaringan Air Bersih Penyediaan air dikategorikan menjadi dua. sebagaimana garis cabang (SurabayaSidotopo) yang digunakan untuk pemeliharaan lokomotif di stasiun Sidotopo dan untuk muatan transportasi. jaringan kereta api pada DAOP VIII dibandingkan dengan garis bagian Utara Jawa (Surabaya-Lamongan-Babat-Bojonegoro). Ar minum di wilayah kota diproduksi oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) yang dimiliki oleh perusahaan BUMN pengolah air bersih dan 8 .76 163. garis yang menghubungkan Selatan ke Malang (Surabaya-Sidoarjo-Bangil-Malang-Blitar). terdapat beberapa garis rel yang dihentikan pelayanannya. Kereta Api (Persero) Gambar 4.1. Panjang Lintasan Kereta Api di GKS Rute Surabaya Pasar Turi – Lamongan.

3. Balai Besar Wilayah Bengawan Solo. Pemenuhan pelayanan di PDAM Lamongan saat ini adalah 12% dan ditargetkan menjadi 44% pada tahun 2020. Rumah tangga adalah sumber utama air limbah yang dihasilkan yang diperlukan oleh kebanyakan tangki septik individu sederhana.1. PDAM Sidoarjo telah melayani 29% populasi pada tahun 2007 dan ditargetkan meningkat menjadi 45% pada tahun 2022. Di wilayah pinggiran. Air Limbah Air limbah manajemen di zona GKS tidak memadai untuk diberikan dan masih dilakukan dengan cara yang sangat tradisional. Di wilayah GKS. 9 . 2. PDAM Surabaya telah memenuhi 68% populasi. Pemerintah provinsi Jawa Timur mengembangkan sistem penyediaan air bersih untuk wilayah kabupaten. air minum untuk rumah tangga diambil secara individu dengan sumur atau sistem penyediaan air komunal (HIPAM atau IKK) yang beroperasi di masyarakat. 2009) Pelayanan pada pengolahan air bersih merupakan parameter penting untuk mengindikasikan kualitas suatu wilayah.didistribusikan juga oleh PDAM. Air limbah dipisahkan untuk lumpur supernatan dan septik. Kerangka Penyediaan Air di Wilayah GKS (JICA. Air mentah disediakan oleh Perum Jasa Tirta I (PJTI) yang beroperasi di bawah kendali Balai Besar Wilayah Sungai Brantas. Gambar 5. pelayanan pemenuhan air bersih begitu dalam.

Lumpur septik dikumpulkan oleh perusahaan lisensi oleh Kantor Kebersihan. Namun. Monitoring kualitas air dilakukan pada 60 lokasi di Sungai Brantas dan Sungai Solo bulanan oleh PJTI berdasarkan Surat Keputusan. tanaman ini perlu diperpanjang. tetapi juga mengurangi volume untuk konsumsi domestik dan industri.0005 m3/kapita/hari). Dengan mempertimbangkan 3 juta penduduk Surabaya. Tingkat pengobatan yang diperlukan limbah komersial dan industri ditetapkan oleh jenis usaha dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup. 10 . Air limbah industri komersial dan sebagian besar diperlakukan secara individual. Sebagai standar efluent yang ada bertujuan untuk melestarikan kualitas sumber daya air. Gambar 6.Supernatan dibuang ke drainse atau ke tanah. mengekspos mereka yang melanggar standar kualitas air belum diselesaikan dengan keputusan. kemudian dirawat dan dibuang di lumpur pembuangan situs. 2009) Ini adalah sebuah fakta bahwa kualitas air sungai telah memburuk meskipun standar limbah cair yang dinyatakan dalam banyak aturan administrasi. Diagram Air Limbah di Area GKS (JICA. kecuali di kawasan industri. Penurunan kualitas air baku tidak menyebablan bahaya kesehatan saja. pemerintah harus lembaga langkah-langkah untuk tujuan ini. Septic generasi lumpur dari tangki septik sederhana adalah tentang 0.

Hal ini berlanjut hingga era VOC (Badan Penanaman Modal dan Perizinan Kabupaten Gresik. di Gresik juga bermunculan perusahaan-perusahaan industri besar. 2009). Pada era VOC. Seiring dengan perkembangan industri nasional. seperti pudak. pengrajin songkok. Petronika. pabrik kertas di Blabak dan Gowa. Sumber Mas Indah Plywood. 2009). Afdeeling Gresik terdiri dari Kabupaten Gresik. Perusahaan-perusahaan ini selain berdampak positif juga negatif. otak-otak bandeng. tikar. PT. seperti pengrajin tas dari kulit imitasi. Kota Gresik sendiri berada pada jalur utama jalan pos 11 . dan anyaman bambu. pabrik semen Tonasa.2. jenang jubung (dodol). Selain industri-industri besar. sarung tenun (ATMB/Alat Tenun Bukan Mesin). Mereka umumnya pengrajin. Petrosida. baik air maupun udara. Dampak posisif diantaranya tersedianya lapangan kerja. 2010). Nippon Paint. Pada akhir dekade 1950-an dibawa alam demokrasi terpimpin direncanakan beberapa proyek baru. tetapi biasanya tidak memperhitungkan kelayakan teknis ekonomis proyek itu. nasi menir (sega menir). sedangkan dampak negatifnya adalah semakin terancamnya kehidupan masyarakat Gresik akibat pencemaran. Behaestex. PT. sepatu. dan legen (Mustakim. PT. terasi. Indospring. Smelting. Kabupaten Lamongan. Petrokimia Gresik adalah PT. 2009). pengrajin emas (asli maupun imitasi/kricikan). Beberapa industri besar di Gresik selain PT.2. serta menjadi tempat persinggahan kapal-kapal dari Maluku menuju Sumatera dan daratan Asia (termasuk India dan Persia). Industri besar arahnya juga dikembangkan di Kecamatan Wringinanom dan Driyorejo (Mustakim. gerabah. nasi roomo (sega roomo). ikat pinggang. Sejarah Industri Kabupaten Gresik Di Indonesia sektor industri telah lama ada sejak zaman kolonial. nasi krawu (sega krawu). PT. Pada dekade 1950- an perusahaan-perusahaan itu dikelola oleh BPPIT (Badan Pusat Penyelenggaraan Industri dan Tambang). tuak. PT. Semen Gresik. Selain itu juga terdapat kerajinan terutama dalam hal pembuatan makanan atau minuman tradisional. ayas. PT. Petrokimia Kayaku. petis. krupuk ikan. Gresik sudah menjadi salah satu pelabuhan utama dan kota dagang yang cukup penting sejak abad ke-14. dan Kabupaten Sedayu. PT. pabrik pupuk Petrokimia Gresik (Mustakim. industri rumah tangga juga memegang peranan penting dalam kegiatan perekonomian masyarakat Gresik. dan lain-lain. Industri rumah tangga ini banyak dikerjakan oleh penduduk yang kurang memiliki tanah untuk usaha-usaha pertanian atau pertambakan. Termasuk didalamnya antara lain proyek baja di Cilegon. PT.

Mojokerto. Memasuki dilaksanakannya PP Nomor 38 Tahun 1974.Daendels. Pada tahun 1974. kini di Gresik terdapat cukup banyak pondok pesantren. Sidoarjo. 2010). 2007). pendidikan dan industri wisata (Bagian Pengolahan Data dan Teknologi Informasi Kabupaten Gresik. yang besar maupun yang kecil. Bangkalan. Perkembangan Surabaya yang cukup pesat memaksa dihapuskannya Kabupaten Gresik dan bergabung dengan Kabupaten Surabaya pada tahun 1934 (Badan Penanaman Modal dan Perizinan Kabupaten Gresik. bekerja. Dengan ditetapkannya Gresik sebagai bagian salah satu wilayah pengembangan Gerbangkertosusilo dan juga sebagai wilayah industri. maritim. Surabaya. status Kabupaten Surabaya dihapus dan sebagai penggantinya adalah Kabupaten Gresik. tapi juga ke seluruh dunia yang di tandai dengan munculnya industri multi modern yang patut dibanggakan bangsa Indonesia (Bagian Pengolahan Data dan Teknologi Informasi Kabupaten Gresik. industri. 2010). perdagangan. dilahirkan. Mereka ini merupakan dua di antara sembilan wali. Termasuk salah satu bagian dari 9 sub wilayah pengembangan Jawa Timur yang kegiatannya diarahkan pada sektor pertanian. Kawasan permukiman pun semakin melebar. yang kini dianggap sebagai Kota Gresik Baru (Badan Penanaman Modal dan Perizinan Kabupaten Gresik. penyebar agama Islam di Pulau Jawa. Lamongan). Semula kabupaten ini bernama Kabupaten Surabaya. atau Wali Sanga. Didirikannya Pabrik Semen Gresik pada tahun 1953 merupakan titik awal industrialisasi di Gresik. Tidak mengherankan kalau akibat kehadiran dua wali itu. 2007). seluruh kegiatan pemerintahan mulai berangsur-angsur dipindahkan ke Gresik dan namanya kemudian berganti dengan Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik dengan pusat kegiatan di kota Gresik (Bagian Pengolahan Data dan Teknologi Informasi Kabupaten Gresik. Gresik terkenal karena dua orang penyebar agama Islam yang termasyhur di Pulau Jawa. Menurut data Badan Pusat Statistik 12 . dengan bupati pertama H. Kabupaten Gresik yang merupakan sub wilayah pengembangan bagian (SWPB) tidak terlepas dari kegiatan sub wilayah pengembangan Gerbang Kertosusilo (Gresik. maka kota Gresik menjadi lebih terkenal dan termashur. 2007). yaitu Sunan Giri dan Sunan Gresik (atau Maulana Malik Ibrahim yang juga disebut Syekh Maghribi). tidak saja di persada nusantara. dan bahkan pusat pemerintahan dipindahkan ke Bunder. Pada awal Kemerdekaan Indonesia. dan dimakamkan di kota itu. Gresik hanyalah sebuah kawedanan di bawah Kabupaten Surabaya. Soeflan.

yaitu sekitar tahun 1930-an (Khoiri. 13 . Dari tiga merek sarung PT BHS. yaitu Atlas. merek Atlaslah yang menguasai pangsa pasar sarung Indonesia. Produk BHS itu ha-nya disaingi oleh produk-produk sarung dari Pekalongan dan Majalengka saja. telah membuat Gresik menjadi salah satu sentra produksi songkok dan sarung paling besar di Indonesia. Selain sarung. 2010). misalnya. Kehadiran pondok pesantren dengan para santrinya itu telah menciptakan lahan bisnis tersendiri bagi masyarakat Gresik. pakaian kedua wali itu bukan sarung dan songkok. dan merek UD Sangkar Mas produksi Perajin Songkok Sangkar Mas. 2010). mengapa kota pesisir pantai Laut Jawa ini dapat menjadi kota songkok dan sarung. sangat terkenal. sangat terkenal. dan Marjan. Rubat. merek Atlaslah yang menguasai pangsa pasar sarung Indonesia. Dari catatan sejarah. khususnya di bidang kebutuhan pakaian khas para santri laki-laki seperti kopiah dan sarung panjang (Khoiri. Sarung dari Gresik.Kabupaten Gresik tahun 2000. Yang jelas hanyalah bahwa kerajinan sarung dan songkok itu kebanyakan memang merupakan industri rumahan-sudah dimulai sejak masa kolonial Belanda. Dua produk songkok yang cukup terkenal hingga keluar wilayah Gresik bahkan mancanegara. 2010). Memang tidak jelas. Jumlah perajin songkok dan sarung di wilayah yang terletak sekitar 20 kilometer baratlaut Kota Surabaya itu. industri kecil dan menengah di Kabupaten Gresik itu juga memproduksi songkok atau kopiah. Sarung dari Gresik. adalah merek Awing-dikenal sebagai songkok ber-ACproduksi Kelompok Perajin Songkok Amanah. yaitu Atlas. Saat ini kebanyakan produksi sarung tersebut dilakukan PT Behaestex (PT BHS). melainkan jubah panjang dengan sorban. Dari tiga merek sarung PT BHS. Rubat. dan Marjan. Produk BHS itu ha-nya disaingi oleh produk-produk sarung dari Pekalongan dan Majalengka saja (Khoiri. Saat ini kebanyakan produksi sarung tersebut dilakukan PT Behaestex (PT BHS). jumlah pesantren di kabupaten itu mencapai 60 buah dengan jumlah santri sebanyak 22.152 orang. misalnya.

olahan hasil perikanan). industri farmasi (kosmetika dan obat-obatan). hasil pertanian tembakau. industri logam. Smelting dan Maspion. percetakan dan penerbitan yaitu hanya 1. gelas. dan bahan baku olahan lainnya (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik. yaitu sebesar 15. 14 . siwalan. dan terkecil adalah industri kertas. maupun perikanan darat. penyediaan bahan peleburan dan pemurnian besi dan logam).5 %. tambak. perhiasan emas dan perak) (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik.3. serta industri kecil. 2007). 2007) Peluang investasi yang dapat dikembangkan di sektor ini meliputi industri kimia dan hasil hutan. Sedangkan peluang investasi industri kecil meliputi pembangunan industri kerajinan rumah tangga (tenun. mesin dan elektronika dan aneka. cat. baik perikanan laut. Pekembangan yang positif dari berbagai jenis industri ini juga ditunjang oleh ketersediaan bahan industri antara lain bahan galian golongan C. industri rumah tangga olahan (makanan dan minuman. Perkembangan positif dari industri olahan yang telah memberikan sumbangan cukup besar terhadap keseluruhan kegiatan ekonomi masyarakat. 2007). Petrokimia Gresik. Beberapa industri di Gresik antara lain : Semen Gresik. menunjukkan bahwa Kabupaten Gresik memiliki prospek yang baik bagi para investor untuk menanamkan modalnya. keramik. dan aneka industri (plastik. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan jumlah industri menengah ke atas yang meningkat jauh dibanding industri kecil. mesin dan elektronika dan aneka meliputi pembangunan industri logam (pembuatan batu tahan api. Pada tahun 2001 industri olahan yang menjadi penyumbang terbesar adalah industri kayu. dan industri kecil (furniture. PT. kerajinan rotan.200 MW. konveksi. peralatan rumah tangga. Antara Gresik dan Surabaya dihubungkan oleh sebuah Jalan Tol Surabaya-Manyar. petis. Gambaran Umum Industri Kabupaten Gresik Pertumbuhan industri di Kabupaten Gresik menunjukkan kenaikan yang signifikan sebagai indikasi bahwa daerah ini masih menarik minat dari para investor bermodal besar. dan industri kayu olahan. gerabah). Peluang investasi industri logam. Peluang investasi industri kimia dan hasil hutan meliputi pembangunan industri pupuk. hutan kayu dan jati unggul.2. dan kertas). yang terhubung dengan Jalan Tol Surabaya-Gempol (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik. Gresik dikenal sebagai salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur.60 %. krupuk. Gresik juga terdapat sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap berkapasitas 2. Gresik juga merupakan penghasil perikanan yang cukup signifikan.

Karakteristik penggunaan lahan di Kabupaten Gresik mengalami adanya ekspansi kawasan terbangun baik berupa permukiman maupun industri diatas kawasan-kawasan tidak terbangun ataupun lahan kosong. perikanan seluas 25. jalan seluas 564 Ha dan sisanya diperuntukan utuk kegiatan lainnya (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik. pertambangan seluas 437 Ha. perkebunan seluas 4769 Ha. waduk/telaga seluas 1.204 Ha. Gambar 7.050 Ha.854 Ha.117 Ha. perindustrian seluas 1. tegalan seluas 21. Penggunaan lahan di Kabupaten Gresik diperuntukan untuk berbagai macam kegiatan antara lain permukiman seluas 9.276 Ha. pertanian 36. Orientasi Kabupaten Gresik terhadap Propinsi Jawa Timur 15 .746 Ha. 2007).539 Ha. hutan seluas 10.

2028 Gambar 8. Administrasi Kabupaten Gresik 16 .Sumber : RTRW Kabupaten Gresik Tahun 2008 .

Gambar 9. Persebaran Industri Kabupaten Gresik 2.4.

Gambaran Umum Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik
17

2.4.1.

Gambaran Umum

Kecamatan Driyorejo berdasarkan struktur pusat permukiman perkotaan Surabaya Metropolitan Area (SMA) masuk dalam struktur pusat permukiman Perkotaan Surabaya tepatnya di dalam cluster Surabaya Barat, yang meliputi Benowo, Tandes, Driyorejo dan Menganti Kabupaten Gresik dengan pusat perkembangan di Benowo. Berdasarkan hierarki kota, Kecamatan Driyorejo ditetapkan sebagai Kota Orde II yang berfungsi sebagai pusat sub regional dengan pelayanan untuk beberpa kecamatan yang terdekat (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik, 2007). Kecamatan Driyorejo terletak pada bagian selatan Kabupaten Gresik. Secara geografis wilayah Kecamatan Driyorejo terletak antara 1120 – 1130 Bujur Timar dan 70 – 80 Lintang Selatan. Wilayah Kecamatan Driyorejo memiliki luas 5.130 Ha, terdiri dari 16 desa/kelurahan, 47 dusun, 98 RW, 380 RT. Batas administrasi Kecamatan Driyorejo adalah sebagai berikut (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik, 2007):  

Sebelah Utara Sebelah Timur Sebelah Selatan Sebelah Barat

: Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya : Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya : Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo : Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik

Rata-rata petumbuhan penduduk selama lima tahun terakhir di Kecamatan Driyorejo sebesar 8,8 %. Jenis mata pencaharian penduduk di Kecamatan Driyorejo terdiri dari petani, pegawai negeri, buruh/karyawan, perdagangan, TNI, jasa dan lain sebagainya, dimana pada tahun 2008 didominasi oleh penduduk yang bekerja di sektor industri sebesar 64,63% (Kecamatan Driyorejo dalam Angka tahun 2008). Topografi di Kecamatan Driyorejo berkisar antara 6,25-50 meter di atas permukaan laut. Dari segi topografi Kecamatan Driyorejo sesuai untuk pengembangan perkotaan mengingat topografinya berada pada daerah dataran rendah. Topografi di Kecamatan Driyorejo dibagi menjadi : 1. Topografi 6,25 -12,5 mdpl yang tersebar di seluruh desa yang ada dengan luas 4.334 ha atau 84,49% dari luas wilayah 2. Topografi 25 mdpl yang tersebar di seluruh desa kecuali Desa Krikilan, Bambe, Driyorejo dan Cangkir seluas 724 ha atau 14,11% dari luas wilayah

18

3. Topografi 37,5 mdpl yang tersebar di Desa Sumput, gadung, karangandong, Wedoroanom, Mojosarirejo dan randegansari seluas 63 ha atau 1,23% dari luas wilayah. 4. Topografi 50 mdpl yang tersebar di Desa Karangandong dan Mojosarirejo seluas 8 ha atau 0,17% dari luas wilayah. (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik, 2007) Kemiringan tanah (kelerengan) merupakan sudut yang dibetuk oleh permukaan tanah dengan bidang horisontal dan dinyatakan dalam persen (%). Berdasarkan besarnya tingkat kelerengan maka lemiringan tanah di Kecamatan Driyorejo kelompok : 1. semusim 2. Kelerengan 8-15% seluas 71 ha atau 1% tersebar di Desa Kesamben Wetan, Sumput, Karangandong, Mojosarirejo (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik, 2007) Lapisan batuan yang terdapat di Kecamatan Driyorejo sebagian besar merupakan seri batuan aluvium. Jenis aluvium mendominasi sebagian besar wilayah di Kecamatan Driyorejo sebesar 36 %, Formasi Kabuh sebesar 0,4 %, Formasi Lidah sebesar 22,7 %, Formasi Pucangan 30,1 % dan Formasi Sonde 10,8 %. Keadaan geologi umum yang menonjol di Kecamatan Driyorejo adalah terdapatnya daerah perlipatan antiklinorium yang melintang dari timur ke barat. Daerah perlipatan demikian ini sangat labil karena ada kemungkinan terjadinya pergeseran batuan dasar, terutama pada area sinklinal dan antiklinal. Selain itu juga terdaat sesar (patahan yang memotong antiklinorium tersebut pada dua tempat dan melintang dari timur laut ke arah barat daya) (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik, 2007). Jenis tanah yang ada di Kecamatan Driyorejo secara garis besar dikelompokkan dalam 2 (dua) jenis tanah yaitu aluvial dan grumosol. Adapun kedua jenis tanah tersebut mempunyai sifat dan ciri sebagai berikut :
1.

terbagi menjadi beberapa

Kelerengan 0-8% seluas 5.059 ha atau 99% tersebar di seluruh

desa sesuai untuk pengembangan kegiatan lahan terbangun dan pertanian tanaman

Jenis tanah Aluvial. Jenis tanah ini memiliki karakteristik: Corak : Warna Kelabu, tekstur liat : pasir <50%; struktur : pejal;

19

21 Ha. kapas. hutan jati. sedangkan budayabudaya yang kurang sesuai tetap disaring sesuai dengan pribadi masing-masing individu.18 seluas 45. perdagangan dan jasa seluas 30. tekstur liat : makin ke bawah makin meningkat. kedele. Madang. konsistensi : teguh (lembab).28 Ha. Tata Guna Lahan Kecamatan Driyorejo Penggunaan lahan di Kecamatan Driyorejo didominasi oleh lahan tidak terbangun seluas 3. Lahan terbangun di Kecamatan Driyorejo seluas 1.90 Ha. Ruang Terbuka Hijau (Makam dan lainnya) seluas 35. kepekaan erosi besar tetapi karena daerahnya datar tidak sampai lanjut tingkatannya. keras (kering) • Sifat : zat organik : kadar rendah. fasilitas peribadatan 20 . 2. daya adsorpsi : tinggi.3 Ha. gumpal hingga pejal di lapisan bawah. 2007) Kondisi sosial budaya masyarakat yang heterogen karena berasal dari berbagai suku dan etnis yang ada di Indonesia.064. daya adsorpsi : tinggi. 133. jagung. semak belukar seluas 13. (RDTR Kecamatan Driyorejo Tahun 2007 – 2027). konsistensi : teguh (lembab).4.03 Ha dan waduk seluas 3. Industri dan Gudang seluas 436.74 Ha yang meliputi permukiman seluas 770.70 Ha. tebu. tembakau. seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan peradaban yang ada di Indonesia. palawija dan perikanan Jenis tanah Grumusol • • 2.04.10 Ha.26 Ha yang terdiri dari lahan pertanian berupa sawah tadah hujan seluas 3.88 Ha. kepekaan erosi besar tetapi karena daerahnya datar tidak sampai lanjut tingkatannya • Pemakaina padi sawah.42 Ha. struktur kersai di lapisan atas.02 Ha. sawah irigasi seluas 3.2. keras (kering). padang rumput seluas 90. fasilitas pemerintahan seluas 5. (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik. lekat (basah). fasilitas pendidikan seluas 15. kolam 48. kering Pemakaian padi sawah.290.94 Ha.839.1 Ha. diatas lapisan keras.• Sifat : zat organik : kadar rendah. bangunan umum (Tiga Gardu Induk PLN) seluas 20. Corak : Warna Kelabu hingga hitam. perilaku-perilaku atau budaya positif tetap dijadikan pegangan oleh masyarakat untuk beradaptasi di lingkungan yang mereka tinggali.61 Ha.34 Ha. plastik (basah. kebun campur seluas 447.

32 Ha dan Fasilitas kesehatan seluas 0. Bambe dan Tenaru. Gambaran Umum Infrastruktur di Kecamatan Driyorejo Pola jaringan jalan utama di Kecamatan Driyorejo berbentuk koridor linier yang menghubungkan kawasan utara-selatan dan barat-timur. Cangkir. Kesamben Wetan. sedangkan untuk industri sedang di Desa Bambe.3. dan Karangandong sedangkan industri besar potensial berkembang di Desa Krikilan. Tenaru. Gadung. Karangandong. Mojosarirejo. dan jalan tanah/makadam.seluas 11.62 Ha (RDTR Kecamatan Driyorejo Tahun 2007 – 2027). jalan diperkeras/beton. Gambar 10. Tata Guna Lahan Kecamatan Driyorejo. Banjaran. Kesamben Wetan. Sumput. jalan cor/paving. Tanjungan. terjadi kemacetan lalu 21 . jalan cor/paving 41 km. Daerah yang potensial untuk jenis industri kecil terdapat di Desa Petiken. Jalan Aspal memiliki panjang jalan 122 km. Sebagian besar jaringan jalan yang ada di Kecamatan Driyorejo memiliki jenis perkerasan berupa jalan aspal. jalan diperkeras/beton 17 km. Randegansari. Kabupaten Gresik Selain permukiman.4. Driyorejo. Mulung. Namun. lahan terbangun yang memiliki luasan yang cukup besar yaitu guna lahan industri dan pergudangan. 2. Wedoroanom. Perkembangan industri di Kecamatan Driyorejo cukup signifikan.

Kali Tengah dan beberapa kali kecil lainnya yang mengarah ke Kali Tengah. Cerme. Kecamatan Driyorejo sudah terlayani oleh angkutan umum yang melayani rute Krian. Sidoarjo. Kondisi saluran drainase di sebagain besar wilayah di Driyorejo masih belum optimal dan tidak semua ruas jalan dilengkapi oleh saluran tersebut. 22 . Kebutuhan air bersih di Kecamatan Driyorejo sebagian telah terlayani oleh PDAM. Kondisi jaringan jalan yang rusak dan masih banyak yang berjenis tanah/makadam menjadi permasalahan utama di Kecamatan Driyorejo. Sarana angkutan transportasi darat yang digunakan salah satunya adalah angkutan umum. seperti aliran Kali Surabaya. namun jumlah pengguna/pelanggan PDAM di Kecamatan Driyorejo cukup besar. Kedamean. Kali Surabaya selain dimanfaatkan airnya untuk sumber air baku juga dimanfaatkan sebagai saluran drainase. 2007). Selain transportasi darat masyarakat di Kecamatan Driyorejo juga mamanfaatkan sarana tranportasi air berupa perahu penyeberangan atau yang lebih dikenal dengan tambang untuk menuju wilayah di seberang sungai. Sumber air baku PDAM di Kecamatan Driyorejo berasal dari Kali Surabaya. Menganti. Wringinanom. paving dan beton. walaupun tidak keseluruhan wilayah Kecamatan Driyorejo dilayani oleh jaringan perpipaan PDAM. Berdasarkan data yang di peroleh jumlah rumah tangga yang menggunakan sumur/pompa sebanyak 12.lintas di Jalan Raya Legundi-Jalan Raya Bambe karena kapasitas jalan yang tidak seimbang dengan volume dan jenis kendaraan yang melintasnya. Pada umumnya saluran drainase di Kecamatan Driyorejo merupakan saluran terbuka dengan kondisi permanen dan non permanen. Sedangkan Kali Tengah selain berfungsi sebagai saluran drainase juga dimanfaatkan oleh industri-industri yang berkembang disepanjang Kali Tengah sebagai saluran pembuangan limbah cair. Jenis perkerasan jalan yang ada memiliki kondisi yang cukup baik terutama untuk jalan aspal. Karangpilang. Selain dari PDAM kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Kecamatan Driyorejo juga diperoleh dari sumur gali ataupun sumur pompa. Saluran drainase di Kecamatan Driyorejo berupa saluran pinggir jalan sebagai penampung air hujan. sehingga mengakibatkan banyaknya ruas jalan yang rusak berat akibat air hujan menggenangi jalan yang belum dilengkapi oleh saluran tersebut. Kecamatan Driyorejo dilewati oleh beberapa sungai besar.600 rumah tangga (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik.

dan RSS Sumput yang memanfaatkan saptic tank untuk membuang limbah manusia. sebagai saluran pembuangan. Bambe. sehingga terdapat sebagain industri tidak memiliki saluran pengolahan limbah dan membuang limbah hasil produksi tersebut ke sungai. Garuda food dan sebagainya. Sebagian besar dari fasilitas ini dimiliki oleh masing-masing rumah tangga terutama pada permukiman baru yang saat ini berkembang di Kecamatan Driyorejo. diantaranya Miwon. Pembuangan air limbah industri ke sungai di Kecamatan Driyorejo dengan memanfaatkan Kali Tengah. Sebagian kecil masyarakat masih menggunakan sungai/air permukaan atau saluran drainase untuk pembuangan air kotor. Oleh karena itu untuk pembuangan sampah sebagain besar penduduk masih melakukan pembuangan sampah dengan sistem tradisional yakni dengan menimbun. Jumlah air limbah diperkirakan 30-90 % dari penggunaan air sehari-hari. adalah limbah manusia yang berasal dari beberapa pengembangan perumahan yang terdapat di Kecamatan Driyorejo. Industri yang ada baik industri kelas menengah hingga besar telah memiliki instalasi pengolahan limbah. berasal dari berbagai aktifitas rumah tangga berupa tinja dan buangan cair lainnya seperti air bekas cucian. meliputi tangki septik. Selain rumah tangga.Penanganan masalah persampahan di Kecamatan Driyorejo secara keseluruhan belum dilayani oleh Dinas Kebersihan Kabupaten Gresik. Sumput dan Karangandong. Di sepanjang aliran Kali Tengah terdapat beragam jenis industri yang 23 . membakar atau membuang di tanah-tanah kosong. dan effluen dari tangki septik limbah manusia yang berasal dari perumahan tersebut langsung dibuang ke Kali Tengah. Cangkir. Air limbah domestik yang dikeluarkan oleh industri dari kegiatan sanitasi karyawan sebagian telah dilakukan pengelolaan terlebih dahulu. Di Kecamatan Driyorejo masih mengandalkan sistem sanitasi setempat (on-site) untuk pembuangan limbah manusia. Lokasi Industri di Kecamatan Driyorejo tersebar di Desa Krikilan. Driyorejo. Hal tersebut menimbulkan permasalahan karena dibeberapa lokasi dijadikan tempat pengumpulan pembuangan sampah sehingga mengganggu lingkungan sekitarnya. kakus. limbah domestik juga dikeluarkan oleh industri dari kegiatan sanitasi. namun tidak semua industri yang ada telah melengkapi instalasi water treatment. diantaranya Kota Baru Driyorejo. tetapi hanya untuk excreta-nya saja sedangkan sullage langsung dibuang ke badan air atau saluran drainase. WC. Jumlah air limbah domestik sangat tergantung dengan jumlah karyawan yang bekerja diperusahaan tersebut. Masalah yang timbul dari limbah domestik tersebut. Limbah domestik. toilet karyawan perusahaan.

Industri tersebut terdiri dari industri kertas. Kali Tengah menjadi avour penampung aliran limbah bagi industri-industri di wilayah pengalirannya.220 pelanggan yang tersebar di seluruh desa yang ada di wilayah perencanaan walaupun saat ini sarana telekomunikasi cukup berkembang dengan pesat. karena industri di Kecamatan Driyorejo sangat membutuhkan listrik sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan produksi. rumah tangga. sedangkan PT. Kebutuhan listrik yang terbesar yaitu pada golongan/kelompok pelanggan industri. Perkembangan pembangunan kelistrikan di Kecamatan Driyorejo telah mampu menjangkau hampir seluruh wilayah. Prasarana migas adalah jaringan/distribusi minyak dan gas bumi melalui pipa di darat dan laut. Pembuangan air limbah inilah yang memberikan kontribusi pencemaran yang signifikan pada Kali Surabaya. industri. Indosat dsb) yang tersebar di Kecamatan Driyorejo. Di Kecamatan Driyorejo terdapat 3 gardu induk yang melayani jaringan listrik di seluruh wilayah perencanaan yang dihubungkan oleh jalur SUTT/SUTET yang melintasi beberapa desa di Kec. Jaringan gas kearah utara hanya menjangkau Kecamatan Bungah Gresik. Kali Tengah merupakan anak sungai dari Kali Surabaya. biskuit dan keramik. Sampai sekarang PERTAMINA telah memiliki jaringan pipa bawah laut yang menghubungkan Kepulauan Kangean hingga ke Stasiun MR/S di Porong Kabupaten Sidoarjo yang diteruskan hingga Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik. Berkembangnya telepon sesuler tersebut didukung dengan pengembangan dan pembangunan beberapa menara/tower milik beberapa perusahaan telekomunikasi (diantaranya PT Telkomsel. Perusahaan Gas Negara memiliki jaringan gas lebih luas. detergen. seiring dengan perkembangan telepon sesuler yang semakin canggih dan modern sehingga hubungan komunikasi dapat berjalan dengan cepat dan efisien. Disisi lain Kali Surabaya sebagai sumber penyediaan air minum. dengan pelanggan yang terdiri dari kelompok sosial. Kebutuhan listrik di Kecamatan Driyorejo dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). kearah barat hanya terbatas pada Kota Mojokerto salah satunya melewati Kecamatan Driyorejo. Jumlah pelanggan telepon di Kecamatan Driyorejo cukup besar pada tahun 2006 sebanyak 5. bisnis/usaha. minuman ringan. gedung pemerintah dan penerangan jalan.berkembang. Driyorejo. Industri-industri tersebut memberikan kontribusi air limbah yang cukup besar selain domestik. farmasi. pengolahan kayu. perkeretaapian dan angkutan jalan raya. kearah selatan 24 . sepeda. kawat.

perdagangan. selatan ke Sidoarjo. 2009). barat daya ke Mojokerto. Peluang investasi yang dapat dikembangkan di sektor ini meliputi industri kimia dan hasil hutan. dan timur laut untuk Bangkalan di atas Selat Madura. penyediaan bahan peleburan dan pemurnian besi dan logam). seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan peradaban yang ada di Indonesia. sedangkan budaya-budaya yang kurang sesuai tetap disaring sesuai dengan pribadi masing-masing individu. Sebagian besar jaringan jalan 2. kecuali untuk bagian Waru – Kota Satelit dan Dupak – Tanjung Perak. cat. Sedangkan peluang investasi industri kecil meliputi pembangunan industri kerajinan rumah tangga (tenun. gelas.8 %. Kabupaten Sidoarjo. serta industri kecil. perhiasan emas dan perak) (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik. dan industri kecil (furniture. 2009). dan aneka industri (plastik. Kondisi Eksisting Makro dan Mikro Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik NO . dan Kabupaten Pasuruan. olahan hasil perikanan). Peluang investasi industri logam. jalan tersebut berfungsi sebagai koridor transportasi pengangkutan barang (JICA. kerajinan rotan. konveksi. dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. menunjukkan bahwa Kabupaten Gresik memiliki prospek yang baik bagi para investor untuk menanamkan modalnya (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik. dan industri kayu olahan. mesin dan elektronika dan aneka. Karena jaringan tol menghubungkan Pelabuhan Tanjung Perak dengan kawasan industri di Kabupaten Gresik. Kondisi sosial budaya masyarakat yang heterogen karena berasal dari berbagai suku dan etnis yang ada di Indonesia. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan jumlah industri menengah ke atas yang meningkat jauh dibanding industri kecil. TNI. mesin dan elektronika dan aneka meliputi pembangunan industri logam (pembuatan batu tahan api. yang memiliki enam jalur. perilaku-perilaku atau budaya positif tetap dijadikan pegangan oleh masyarakat untuk beradaptasi di lingkungan yang mereka tinggali. gerabah). MAKRO Non Fisik a. industri farmasi (kosmetika dan obat-obatan). 2007). peralatan rumah tangga. 2007). Semua ruas jalan tol yang ada di GKS telah carriageways ganda dengan empat jalur. Jaringan jalan arteri utama GKS adalah jalan nasional terutama jalan raya membentang dari barat Surabaya ke Lamongan melalui Gresik. Ekonomi Rata-rata petumbuhan penduduk selama lima tahun terakhir di Kecamatan Driyorejo sebesar 8. industri rumah tangga olahan (makanan dan minuman. krupuk. dan kertas). dan kearah timur sudah berkembang hingga Probolinggo serta Leces. industri logam. Jenis mata pencaharian penduduk di Kecamatan Driyorejo terdiri dari petani. Jaringan regional 25 . Untuk mengetahui lebih jelas mengenai kondisi eksisting makro dan mikro Kecamatan Driyorejo. jasa dan lain sebagainya. dimana pada tahun 2008 didominasi oleh penduduk yang bekerja di sektor industri sebesar 64. petis.hanya terbatas pada Pandaan. pegawai negeri. 1. Pola jaringan jalan utama di Kecamatan Driyorejo berbentuk koridor linier yang menghubungkan kawasan utara-selatan dan barat-timur. buruh/karyawan. Fisik a. keramik. Perkembangan positif dari industri olahan yang telah memberikan sumbangan cukup besar terhadap keseluruhan kegiatan ekonomi masyarakat. Pertumbuhan industri di Kabupaten Gresik menunjukkan kenaikan yang signifikan sebagai indikasi bahwa daerah ini masih menarik minat dari para investor bermodal besar. Peluang investasi industri kimia dan hasil hutan meliputi pembangunan industri pupuk. Jalan tol utama atau tol yang saat ini dalam layanan GKS dari utara-selatan antara Manyar (Kabupaten Gresik) dan Gempol (Kabupaten Pasuruan) melalui Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo (JICA.63% (Kecamatan Driyorejo dalam Angka tahun 2008). Sosialbudaya EKSISTING / FAKTA b.

Sarana angkutan transportasi darat yang digunakan salah satunya adalah angkutan umum.26 Ha yang terdiri dari lahan pertanian berupa sawah tadah hujan seluas 3. berasal dari berbagai aktifitas rumah tangga berupa tinja dan buangan cair lainnya seperti air bekas cucian. Puskesmas sebanyak 2 unit. (RDTR Kecamatan Driyorejo Tahun 2007 – 2027). 2. Pada umumnya saluran drainase di Kecamatan Driyorejo merupakan saluran terbuka dengan kondisi permanen dan non permanen. 2007).1 Ha. Limbah domestik. 1. semak belukar seluas 13. MAKRO EKSISTING / FAKTA yang ada di Kecamatan Driyorejo memiliki jenis perkerasan berupa jalan aspal. jalan cor/paving. Cerme. walaupun tidak keseluruhan wilayah Kecamatan Driyorejo dilayani oleh jaringan perpipaan PDAM. SLTP/MTS sebanyak 11 unit. Selain itu juga terdapat sesar (patahan yang memotong antiklinorium tersebut pada dua tempat dan melintang dari timur laut ke arah barat daya) (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik. jalan cor/paving 41 km. Penanganan masalah persampahan di Kecamatan Driyorejo secara keseluruhan belum dilayani oleh Dinas Kebersihan Kabupaten Gresik. Kebutuhan air bersih di Kecamatan Driyorejo sebagian telah terlayani oleh PDAM.61 Ha. MIKRO Kesehatan Pendidikan Sarana Prasarana 26 . SD/MI sebanyak 38 unit. Poliklinik sebanyak 10 unit. dan jalan tanah/makadam. kebun campur seluas 447. Sidoarjo. sawah irigasi seluas 3.21 Ha. Karangpilang.88 Ha. Madang. Selain dari PDAM kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Kecamatan Driyorejo juga diperoleh dari sumur gali ataupun sumur pompa (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik. Di Kecamatan Driyorejo masih mengandalkan sistem sanitasi setempat (on-site) untuk pembuangan limbah manusia. SLTA/MA sebanyak 5 unit. Saluran drainase di Kecamatan Driyorejo berupa saluran pinggir jalan sebagai penampung air hujan. terutama pada area sinklinal dan antiklinal. padang rumput seluas 90.03 Ha dan waduk seluas 3. Daerah perlipatan demikian ini sangat labil karena ada kemungkinan terjadinya pergeseran batuan dasar.90 Ha. WC. Kondisi jaringan jalan yang rusak dan masih banyak yang berjenis tanah/makadam menjadi permasalahan utama di Kecamatan Driyorejo. 2007).02 Ha. terjadi kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Legundi-Jalan Raya Bambe karena kapasitas jalan yang tidak seimbang dengan volume dan jenis kendaraan yang melintasnya. jalan diperkeras/beton. Wringinanom. Pembuangan air limbah b. meliputi tangki septik. EKSISTING / FAKTA Untuk Fasilitas Kesehatan terdiri dari. Kecamatan Driyorejo sudah terlayani oleh angkutan umum yang melayani rute Krian. Apotik sebanyak 2 unit dan praktik dokter sebanyak 4 unit. Terdapat sebagian industri tidak memiliki saluran pengolahan limbah dan membuang limbah hasil produksi tersebut ke sungai. Penggunaan lahan di Kecamatan Driyorejo didominasi oleh lahan tidak terbangun seluas 3. namun jumlah pengguna/pelanggan PDAM di Kecamatan Driyorejo cukup besar. Menganti. jalan diperkeras/beton 17 km.18 seluas 45. Jalan Aspal memiliki panjang jalan 122 km. Pondok Pesantren sebanyak 4 unit. Keadaan alam NO .04. Kecamatan Driyorejo memiliki fasilitas pendidikan berupa TK sebanyak 24 unit.NO . Jenis perkerasan jalan yang ada memiliki kondisi yang cukup baik terutama untuk jalan aspal.839. Namun. Puskesmas Pembantu sebanyak 3 unit. kolam 48. Kondisi saluran drainase di sebagain besar wilayah di Driyorejo masih belum optimal dan tidak semua ruas jalan dilengkapi oleh saluran tersebut. kakus.064. 3. Kedamean. Ruang Terbuka Hijau (Makam dan lainnya) seluas 35. Sumber air baku PDAM di Kecamatan Driyorejo berasal dari Kali Surabaya.3 Ha. 133. Keadaan geologi umum yang menonjol di Kecamatan Driyorejo adalah terdapatnya daerah perlipatan antiklinorium yang melintang dari timur ke barat. sehingga mengakibatkan banyaknya ruas jalan yang rusak berat akibat air hujan menggenangi jalan yang belum dilengkapi oleh saluran tersebut. membakar atau membuang di tanah-tanah kosong. Oleh karena itu untuk pembuangan sampah sebagain besar penduduk masih melakukan pembuangan sampah dengan sistem tradisional yakni dengan menimbun. Polindes sebanyak 10 unit. paving dan beton.

MAKRO EKSISTING / FAKTA industri ke sungai di Kecamatan Driyorejo dengan memanfaatkan Kali Tengah. karena industri di Kecamatan Driyorejo sangat membutuhkan listrik sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan produksi. Sampai sekarang PERTAMINA telah memiliki jaringan pipa bawah laut yang menghubungkan Kepulauan Kangean hingga ke Stasiun MR/S di Porong Kabupaten Sidoarjo yang diteruskan hingga Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik. Gresik. Sumber: Hasil Analisis. 2011 3. Industri tersebut terdiri dari industri kertas. Hal inilah yang menjadikan peluang besar bahwa kegiatan industri. Dalam zona GKS. kawat. industrialisasi berjalan sangat cepat dan berpusat di Surabaya. perkeretaapian dan angkutan jalan raya.220 pelanggan yang tersebar di seluruh desa yang ada di wilayah perencanaan walaupun saat ini sarana telekomunikasi cukup berkembang dengan pesat. Saat ini. farmasi. dengan pelanggan yang terdiri dari kelompok sosial. rumah tangga. minuman ringan. biskuit dan keramik. maupun besar di Kecamatan Driyorejo. pengolahan kayu. bisnis/usaha. Berkembangnya telepon sesuler tersebut didukung dengan pengembangan dan pembangunan beberapa menara/tower milik beberapa perusahaan telekomunikasi (diantaranya PT Telkomsel. Perkembangan pembangunan kelistrikan di Kecamatan Driyorejo telah mampu menjangkau hampir seluruh wilayah. 3. industri. sepeda. Prasarana migas adalah jaringan/distribusi minyak dan gas bumi melalui pipa di darat dan laut. detergen. zona GKS telah dipilih oleh Pemerintah Indonesia sebagai pusat dalam pengembangan industri di Indonesia Timur. Di sepanjang aliran Kali Tengah terdapat beragam jenis industri yang berkembang. Indosat dsb) yang tersebar di Kecamatan Driyorejo. khususnya Kabupaten Sidoarjo. Peluang - 27 . A. dan Surabaya. Kabupaten Gresik. Perusahaan Gas Negara memiliki jaringan gas lebih luas. baik itu industri kecil. gedung pemerintah dan penerangan jalan.1 PEMBAHASAN Peluang dan Tantangan Industri di Wilayah GKS Dalam konteks regional. Industriindustri tersebut memberikan kontribusi air limbah yang cukup besar selain domestik. Kebutuhan listrik di Kecamatan Driyorejo dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kebutuhan listrik yang terbesar yaitu pada golongan/kelompok pelanggan industri.NO . Jumlah pelanggan telepon di Kecamatan Driyorejo cukup besar pada tahun 2006 sebanyak 5. sedangkan PT. investasi infrastruktur dilakukan untuk mendukung jalannya investasi industri. seiring dengan perkembangan telepon selurer yang semakin canggih dan modern sehingga hubungan komunikasi dapat berjalan dengan cepat dan efisien. sebagai saluran pembuangan. sedang.

ibu kota Propinsi Jawa Timur. 28 . merupakan kota Orde I sebagai pusat pelayanan sekaligus sebagai kota yang perkembangannya paling kompleks. Dengan adanya Kota tersebut maka akan memberikan pengaruh bagi perkembangan kota/daerah di sekitarnya.Paciran Surabaya Gresik Lamongan CBD Surabaya Sidoarjo Mojokerto Industrial Corridor Industrial Zone Tourism corridor To Malang Gambar 11. termasuk Kabupaten Gresik yang letaknya juga sangat berdekatan dengan Kota Surabaya. Potensi Pengembangan di GKS - Kota Surabaya.

29 .CBD Industrial zone Industrial Estate Agropolitan . - Ketersediaan lahan masih luas dan arahan pengembangan wilayah Kecamatan Driyorejo sebagai kawasan industri semakin memberikan peluang besar bagi pengembangan industri di wilayah ini. Koridor Industri di GKS - Rencana pembangunan jalan tol Surabaya-Gresik-Lamongan –Tuban akan memberikan peluang pengembangan industri. karena pengembangan jalur transportasi akan mendukung mobilitas industri. Agriculture + Fishery Other development / redevelopment Gambar 12.Gresik dan Kab. Hal ini dikarenakan faktor transportasi harus diperhitungkan dalam arti diusahakan bahwa biaya transportasi penjualan (ke konsumen) adalah yang relatif paling murah.Lamongan yakni LIS (Lamongan Integrated Shorbase) yang juga akan mendukung sistem transportasi dalam mobilitas industri. biaya pengangkutan bahan baku dari sumbernya adalah relatif yang termurah - Pembangunan pelabuhan khusus migas dan barang di Lamongan yang lokasinya berada di perbatasan Kab.

3. 2009). Kota dan Kabupaten Mojokerto telah memberikan konstribusi yang sangat banyak bagi perkembangan ekonomi GKS. - Pertanian merupakan salah satu industri yang paling penting untuk GKS. terjadi kemungkinan harga bahan baku atau biaya transportasi akan menjadi mahal. atau setara dengan 22% dari total volume di Provinsi Jawa Timur. Sekitar 24% dari total penduduk yang bekerja milik industri sektor primer. Untuk produk besar lainnya di GKS. Ancaman - Kebijakan ekspor atau impor dari dan ke negara lain yang dapat menghambat proses perolehan bahan baku dan pemasaran bahan jadi. kayu.7% dari PDB. Hal ini dikarenakan daya dukung lahan yang sesuai akan berpengaruh positif pada pembangunan industri. menuntut adanya penggantian alat dan teknologi yang juga akan berpengaruh pada biaya hasil produksi indsutri.2 Potensi dan Hambatan GERBANGKERTOSUSILA A. Begitu pula halnya dengan Kabupaten Gresik yang juga memberikan perkembangan ekonomi yang signifikan di masyarakat.7%. terutama di bidang perdagangan dan industri dengan peran besarnya dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. - PDRB Provinsi Jawa Rimur telah meningkat dan tingkat pertumbuhan tahunan antara 2002 dan 2007 telah mencapai 5.7 ton pada 2007. Sehingga. Sementara rasio kemiskinan GKS berkurang sedikit diantara 2006 dan 2007 paralel seperti kecenderungan negara lain(JICA.814 milyar pada tahun 2007. 1) Potensi Sosial Ekonomi - Jumlah penduduk yang bekerja di GKS telah mencapai 44. dan hal ini akan berpengaruh pada biaya modal atau keuntungan pendapatan di sektor industri. sektor hotel. Kabupaten Sidoarjo. ubi kentang. B.5% (JICA. Hal ini dikarenakan wilayah GKS memberikan kesempatan besar pada keterbukaan lapangan pekerjaan yang dapat mengangkat derajat ekonomi masyarakat. kacang tanah. - Perkembangan teknologi yang cepat menuntut perubahan pada teknologi industri. Jika fungsi 30 . Volume produksi ditandai 1. ubi. dan kedelai juga diproduksi. PDRB atas dasar harga konstan 2000 adalah Rp 287. Produk mayor di GKS adalah beras. Sektor konstribusi adalah perdagangan. Akibatnya. dan restoran. jagung. 2009).- Dominasi dengan topografi datar dan kondisi tanah cukup baik memberi peluang dalam pengembangan industri. atau setara dengan 14.

Ada pelabuhan Tanjung Perak. karena kesesuaian lahan untuk lokasi industri berada pada kemiringan lereng yang sesuai untuk kegiatan industri berkisar 0% . perkembangan ekonomi di wilayah GKS juga akan didorong oleh sektor pertanian. Berdasarkan JICA (2009). Kondisi kelerengan tersebut akan berpengaruh terhadap pembangunan. tidak hanya sektor perdagangan dan industri saja. 31 . 3) Sarana Prasarana GKS memiliki lokasi geografis yang menguntungkan bagi kegiatan ekonomi. 2) Fisik (Keadaan Alam) Kondisi kelerengan di GKS memiliki tanah yang datar kecuali pada Kabupaten Mojokerto yang memiliki lereng pegunungan. maka secara tidak langsung. Kabupaten Gresik juga telah memiliki pelabuhan usaha yaitu Pelabuhan Gresik di bagian Barat. kesesuaian lahan di GKS diklasifikasikan menengah dan tinggi. tidak hanya untuk mobilisasi penumpang. wilayah GKS sesuai untuk pembangunan lokasi industri jika ditinjau dari karakteristik fisik lahannya. pada kemiringan >25% . Selain itu.25%. pelabuhan terbesar kedua di Indonesia. serta ketinggian tidak lebih dari 1000 meter dpl. Hal ini cukup menguntungkan bagi lokasi industri khususnya di Kabupaten Gresik. Sehingga.lahan pertanian tetap dipertahankan di wilayah GKS.45% dapat dikembangkan kegiatan industri dengan perbaikan kontur. tetapi juga untuk logistik. Pelabuhan ini dan bandara berkonstribusi terhadap pembangunan ekonomi dalam hal impor internasional dan domestik/ ekspor barang. di bagian utara Kota Surabaya dan bandara internasional Juanda yang terletak berdekatan dengan Kota Surabaya. Kedua fasilitas internasional memainkan peran sebagai gateway dari/ ke wilayah Jawa Timur.

menyebabkan kepadatan berpusat di Kota Surabaya dan sekitarnya. industri.Gambar 13. seperti Lamongan dan Bangkalan dengan lebih dari 40% saham sektor informal. Begiru pula halnya dengan sektor perdagangan. Lokasi Industri yang didukung oleh Pelabuhan dan Bandara B. karena pembangunan fasilitas kota dan kegiatan perekonomian akan lebih berpusat di pusat kota. dibandingkan dengan Surabaya urbanisasi tinggi dengan hanya sekitar 20% lapangan kerja informal. maupun sektor informal yang lebih umum di pedesaan daripada wilayah kota. 32 . 1) - Hambatan Sosial dan Ekonomi Urbanisasi dari GKS telah mengalami perkembangan yang di pusat Kota Surabaya dan sekitarnya. Kerja formal menyumbang sekitar 74% dari total dipekerjakan di daerah perkotaan sementara tingkat hanya 42% di daerah pedesaan. pola kerja informal yang besar ditentukan lebih signifikan dalam kabupaten dengan daerah pedesaan besar. Hal ini akan berpengaruh pada ketimpangan wilayah. Akibatnya.

3 Potensi dan Hambatan Kecamatan Driyorejo A. seperti Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas dimana sungai-sungai tersebut sering meluap saat musim banjir. Hal ini dikarenakan semakin bertambahnya jumlah industri dan fasilitas-fasilitas lain yang membuang limbah di sungai tanpa melakukan pengolahan limbah terlebih dahulu. kota lain seperti Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Bangkalan memiliki rasio kemiskinan yang belum membaik secara drastis dan masih terdaftar nilai-nilai tinggi seperti. 3) - Sarana Prasarana Pencemaran limbah industri yang mempengaruhi Sungai Brantas dan anak-anak sungainya dengan muatan pencemaran BOD sampai 125 ton per hari (RTRW Propinsi Jawa Timur. dan angkutan barang lain yang menunjang kegiatan transportasi ekonomi perdagangan dan industri. Akibatnya. 3. bus. dan menyebabkan banjir/genangan di beberapa daerah. banyak jalan di wilayah GKS merupakan jalur arteri primer dan sekunder yang diperbolehkan dilewati oleh kendaraan berat seperti truk. terutama sungai besar. Sementara.- PDRB Per Kapita antara daerah ini mungkin memberikan konstribusi terhadap pemikiran kesenjangan antar daerah yang ada di GKS. Hal ini disebabkan oleh ketimpangan antara wilayah pusat kegiatan dan wilayah pinggiran dengan Kota Surabaya dan daerah terdekatnya seperti Kabupaten Gresik yang menjadi pusat kegiatan ekonomi. 2005). - Jumlah kerusakan jalan di tingkat regional dan kemacetan lalu lintas di perkotaan yang disebabkan oleh penggunaan jalan oleh angkutan kendaraan berat. Potensi 1) Sosial Ekonomi - Kondisi sosial budaya masyarakat yang heterogen karena berasal dari berbagai suku dan etnis yang ada di Indonesia memberikan hal positif terhadap perilaku sosial 33 . 2) Fisik (Keadaan Alam) Daerah GKS banyak dilewati sungai-sungai. sementara sebagian sungai tersbut juga menjadi sumber untuk pengolahan air bersih di beberapa wilayah di GKS. Hal ini dikarenakan. sungai menjadi tercemar oleh limbah-limbah industri tersebut. terutama dalam mobilisasi kegiatan industri. Hal ini akan berpengaruh pada kegiatan ekonomi kota.

Mojosarirejo.kemasyarakatan. Mojosarirejo. Kedamean. Tenaru. Tanjungan. Wringinanom. Cerme. potensi pengembangan wilayah tersebut menjadi terbuka semakin lebar. baik industri kecil. sedang dan besar. Randegansari. Bambe. dan Karangandong. Randegansari. Karangandong. Karangpilang. Tanaman Salah Satu Lokasi Industri Besar di Kecamatan Driyorejo 34 . Bambe dan Tenaru. Tanjungan. - Kecamatan Driyorejo sudah terlayani oleh angkutan umum yang melayani rute Krian. Hasil analisa tersebut sesuai dengan kondisi yang ada bahwa perkembangan industri besar di Kecamatan Driyorejo lebih mengarah di desa-desa tersebut. Sumput. Bagi industri kecil di Kecamatan Driyorejo adalah Desa Petiken. Gambar 14. Wedoroanom. Kesamben Wetan. Karangandong. Sidoarjo. Kesamben Wetan. dan Gadung. dapat mempererat rasa persatuan yang dapat menjadi penyaring hal-hal negatif yang terbawa dari luar wilayah. Driyorejo. Kesamben Wetan. Sumput. Wedoroanom. Cangkir. Gadung. Menganti. Petiken. Banjaran. Dengan demikian. Jumlah industri kecil yang berkembang di Kecamatan Driyorejo sebanyak 17 jenis yang tersebar di Desa Krikilan. Dengan adanya angkutan umum tersebut secara otomatis dapat mendukung kelancaran kegiatan perekonomian masyarakat. Kegiatankegiatan industri tersebut memiliki pearanan penting bagi perkembangan perekonomian Kecamatan Driyorejo. Industri besar terdapat di Desa Krikilan. Banjaran. - Kegiatan Industri berkembang pesat di Kecamatan Driyorejo. Mulung. Bagi industri sedang terletak di Desa Bambe. Dengan adanya toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan.

pada kemiringan >25% . Gambar 16.45% dapat dikembangkan kegiatan industri dengan perbaikan kontur. Selain jenis tanaman tersebut. Hal ini lebih cukup memudahkan di dalam pelaksanaan pembangunan. maka Kecamatan Driyorejo sesuai untuk pembangunan lokasi industri.Gambar 15. Hal ini dikarenakan lokasi yang sesuai untuk lokasi industri adalah lokasi dengan kemiringan lereng yang sesuai dan berkisar 0% .25%. adalah : Sektor pertanian tanaman pangan yang berkembang meliputi jenis tanaman padi. Kecamatan Driyorejo juga menghasilkan 35 . hal ini didukung oleh posisi yang cukup strategis maupun lahan yang tersedia serta kesesuain lahan untuk pembangunan permukiman yang berada pada kemiringan datar hingga menengah. Potensi Pengembangan Permukiman di Kecamatan Driyorejo - Sektor pertanian yang potensial di Kecamatan Driyorejo. jagung dan kacang tanah.25-50 meter dpl. dengan kelerengan 0-8 % (99 % dari luasan). Jika disesuaikan dengan standar karakteristik industri. serta ketinggian tidak lebih dari 1000 meter dpl. Industri Kecil Kerajinan Genteng sebagai Salah Satu Industri Kecil di Kecamatan Driyorejo 2) Fisik (Keadaan Alam) - Kecamatan Driyorejo memiliki ketinggian 6. - Kecamatan Driyorejo merupakan wilayah yang cukup potensial untuk pengembangan permukiman. 8-15 % (1 % dari luasan).

Apotik sebanyak 2 unit dan praktik dokter sebanyak 4 unit. Tersedianya beberapa sarana tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat telah terpenuhi. Kecamatan Driyorejo memiliki 45 unit Masjid dan 149 unit surau/langgar. Polindes sebanyak 10 unit. Puskesmas Pembantu sebanyak 3 unit. Untuk Fasilitas Kesehatan terdiri dari. Gambar 18. dan Gereja 3 unit. Hal ini akan mendukung berkembangnya industri yang terlayani oleh jaringan listrik dan telekomunikasi yang secara tidak langsung akan meningkatkan perekonomian wilayah Kecamatan Driyorejo. Sehingga. Gambar 17. Untuk fasilitas peribadatan. SD/MI sebanyak 38 unit. demikian juga dengan jaringan jalan sebagian besar sudah diaspal dan dipaving. Jaringan Listrik di Kecamatan Driyorejo - Kecamatan Driyorejo memiliki fasilitas pendidikan berupa TK sebanyak 24 unit. SLTP/MTS sebanyak 11 unit. SLTA/MA sebanyak 5 unit. Pondok Pesantren sebanyak 4 unit. Tanaman Padi sebagai Salah Satu Sektor Pertanian di Kecamatan Driyorejo 3) Sarana dan Prasarana - Jangkauan jaringan listrik PLN dan telepon telah merata seluruh wilayah. Puskesmas sebanyak 2 unit. dapat 36 .tanaman cabe dan kangkung yang cukup potensial untuk dikembangkan menjadi agroindustri yang mengolah hasil pertanian tersebut. Poliklinik sebanyak 10 unit.

Hal ini dikarenakan Kabupaten Gresik yang memiliki banyak lapangan kerja di sektor industri membutuhkan tenagatenag yang lebih berpengalaman. - Hal ini yang dikhawatirkan akan terjadi ketimpangan pada wilayah tersebut. - Kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Legundi-Jalan Raya Bambe karena kapasitas jalan yang tidak seimbang dengan volume dan jenis kendaraan yang melintasnya. penduduk yang belum berkerja sebanyak 22.disimpulkan bahwa terpenuhinya kebutuhan masyarakat terhadap sarana umum. Kondisi tersebut diperparah dengan ketidaksadaran masyarakat dalam berlalu lintas. 2007). maka kualitas hidup masyarakat akan meningkat menjadi lebih baik yang secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas perekonomian masyarakat pula. Gambar 19. Hal inilah yang menyebabkan banyaknya angka pengangguran karena lemahnya tingkat pendidikan mereka. - Hambatan 1) Sosial . 37 . kota. Sementara. Driyorejo.137 orang yang tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Driyorejo (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik. jika didasarkan pada tingkat pendidikan. Sarana Pendidikan di Kecamatan Driyorejo B. Cangkir dan Krikilan. masyarakat di Kecamatan Driyorejo mayoritas berpendidikan setingkat Sekolah Dasar. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi geografis ke-4 kelurahan tersebut yang berada di jalan utama yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Kabupaten Mojokerto.Ekonomi Konsentrasi penduduk terbesar berada di Kelurahan Bambe. dikarenakan fasilitas dan aktivitas ekonomi hanya akan berpusat di pusat Penduduk usia kerja yang masih pengangguran atau bekerja memiliki jumlah yang cukup besar di Kecamatan Driyorejo dan menjadi permasalahan bagi masyarakat setempat.

dan lekat/memuai pada saat basah (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik. Kondisi Lalu Lintas Jalan Raya Legundi-Jalan Raya Bambe. 2007). Selain itu juga terdapat sesar (patahan yang memotong antiklinorium tersebut pada dua tempat dan melintang dari timur laut ke arah barat daya. oleh karena tingginya kadar kandungan tanah liat yang bertipe “montmorrilllonite” (bersifat retak pada saat kering. secara umum kondisi sifat fisik tanah pada umumnya mempunyai daya dukung yang relatif rendah. - Keadaan geologi umum yang menonjol di Kecamatan Driyorejo adalah terdapatnya daerah perlipatan antiklinorium yang melintang dari timur ke barat. Dari 2 (dua) jenis tanah tersebut. Kesamben wetan dan Petiken. Mojosarirejo. Kerawanan ini didukung pula oleh batuan jenis napal tufaan (yang mudah mengalami patahan/keretakan) yang membentang dari timur ke barat. Kecamatan Driyorejo 2) Fisik (Kondisi Alam) - Jenis tanah yang ada di Kecamatan Driyorejo secara garis besar dikelompokkan dalam 2 (dua) jenis tanah yaitu aluvial dan grumosol. Lokasi patahan tersebut terdapat di Desa Karangandong. Keadaan ini juga mempengaruhi secara negatif 38 . maka jenis tanah di wilayah ini kurang mendukung. Gambar 20. Jika disesuaikan dengan standar karakteristik lokasi industri.Hal ini akan berpengaruh dan akan menghambat mobilitas kegiatan industri. Daerah patahan ini merupakan daerah yang sangat berbahaya untuk pembangunan sarana dan prasarana fisik karena kemungkinan terjadinya gempa. sebagian Desa Sumput. Daerah perlipatan demikian ini sangat labil karena ada kemungkinan terjadinya pergeseran batuan dasar. karena kurang menunjang konstruksi bangunan industri. terutama pada area sinklinal dan antiklinal. dimana sektor transportasi menjadi faktor utama dalam kegiatan tersebut.

Selain limbah cair yang mencemari sungai. Selain itu. pengelolaan sampah. salah satunya yang dihasilkan oleh pabrik MDQ. pembuangan air limbah baik industri maupun domestik banyak memanfaatkan Kali Tengah. Salah satu penyebab banjir tersebut adalah kondisi saluran yang kurang memadai untuk menampung limpahan air hujan. Disisi lain Kali Surabaya sebagai sumber penyediaan air minum. Mulung dan Sumput. Driyorejo. Pembuangan air limbah inilah yang memberikan kontribusi pencemaran yang signifikan pada Kali Surabaya. karena daya dukung lahan kurang sesuai untuk menunjang konstruksi bangunan industri di wilayah ini. Belum optimalnya pengelolaan sampah di Kecamatan Driyorejo maupun sarana dan prasarana yang ada masih sangat terbatas. sebagian membuang ke saluran atau sungai 39 . Petiken.terhadap pembangunan lokasi industri. Lokasi banjir tidak seluruhnya menggenangi desa tersebut namun hanya pada beberapa titik atau lokasi yang disebabkan oleh beberapa permasalahan yang dapat mengakibatkan banjir. Cangkir. telepon. - Limbah yang berasal dari pabrik diantaranya mengakibatkan polusi udara yang berasal dari asap. asap yang dihasilkan oleh industri-industri di Kecamatan Driyorejo. Sebagian membuang sampah dengan cara menimbun dan membakar di pekarangan. Kegiatan Industri tersebut memberikan kontribusi air limbah yang cukup besar selain domestik. Oleh karena itu Industri yang berkembang pesat di Kecamatan Driyorejo perlu diantisipasi dengan bangunan pengolah limbah untuk menghindari kerusakan lingkungan - Belum meratanya sarana dan prasarana air bersih. sebagai saluran pembuangan. 3) Sarana dan Prasarana - Daerah rawan banjir di Kecamatan Driyorejo terdapat pada beberapa desa diantaranya adalah Desa Krikilan. Hal ini berpengaruh negatif terhadap mobilitas industri dimana dukungan prasana sangat penting dalam menunjang beroperasinya kegiatan mobilitas industri. sehingga air meluap keluar dari salurannya dan juga tidak adanya saluran pembuangan tepi jalan yang banyak terdapat di beberapa ruas jalan di Kecamatan Driyorejo.

Gambar 21. Peta Infrastruktur Kecamatan Driyorejo Tahun 2007 40 .

mempunyai struktur yang semakin kokoh dengan pola mengandalkan pada tenaga kerja yang produktif dan sumber daya alam yang melimpah menjadi barang bermutu. berdaya saing tinggi. Fotomapping Infrastruktur Kecamatan Driyorejo 3. Secara garis besar.4 Infrastruktur Prioritas Pembangunan sektor industri diarahkan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Sedangkan industri kecil harus dikembangkan dan didorong untuk menjadi semakin kuat. bernilai tinggi dan padat karya. didukung oleh peningkatan produktivitas dan efisiensi serta sumber daya manusia yang berkualitas. kebijaksanaan pengembangan sektor industri terdiri atas upaya terpadu dan saling menunjang untuk (RTRW Propinsi Jawa Timur 2005-2025): 41 .Sumber : Hasil Analisis Gambar 22. Pembangunan sektor industri ditujukan untuk makin menjadi penggerak utama ekonomi yang efisien.

Memperluas persebaran industri sehingga menjadi bagian integral dari sitem industri nasional yang kuat dan maju.• Menciptakan iklim berusaha yang kompetitif dan iklim investasi yang mendukung pengembangan industri secara efisien serta yang mendukung penguatan struktur industri. 42 . dan Mendorong serta memantapkan berkembangnya industri-industri unggulan yang diprioritaskan. • Transportasi laut Perlu adanya peningkatan fungsi pelabuhan Gresik dalam melayani pengangkutan barang industri/bahan baku • Transportasi darat Arahan pembangunan sistem jaringan jalan di wilayah perencanaan adalah pada jalan arteri primer yang menghubungkan Surabaya-Gresik menuju ke Semarang. serta pengembangan industri berwawasan lingkungan. barat daya ke Mojokerto. sebagaimana pada Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang jalan yang menyatakan harus adanya keterkaitan antara sistem jaringan jalan arteri dan kolektor primer. Sistem Transportasi Jaringan jalan arteri utama GKS adalah jalan nasional terutama jalan raya membentang dari barat Surabaya ke Lamongan melalui Gresik. maka kebijakan pengembangannya adalah dengan melakukan penataan ruang pengembangan sistem kawasan transportasi. dan kelembagaan industri. termasuk di dalamnya adalah transportasi darat dan transportasi laut. pengembangan sumberdaya manusia. a. • Meningkatkan kemampuan industri dalam penguasaan teknologi. Di samping itu untuk mendukung keberadaan sistem jalan arteri. • Meningkatkan kemampuan industri kecil dan menengah disertai pengembangan perangkat kelembagaan yang mendukung. maka pengembangan industri tersebut disesuaikan dengan kebijakan industri di dalam SWP Gerbang-kertosusila yang tercantum di dalam RTRW Propinsi Jawa Timur 2005-2025. Adapun untuk menunjang pengembangan industri industri. diarahkan pada setiap kota untuk membangun sistem jalan lingkar pada tiap kota yang dilalui sistem jaringan jalan arteri primer. • • Terkait dengan hal tersebut.

jaringan tol utama di GKS adalah utara-selatan sekitar 62. Jalan Tol Waru – Bandara Juanda sepanjang sekitar 13.. jalan tersebut berfungsi sebagai koridor transportasi pengangkutan barang (JICA.6 km telah dalam pelayanan sejak tahun 2008. Jalan tol utama atau tol yang saat ini dalam layanan GKS dari utara-selatan antara Manyar (Kabupaten Gresik) dan Gempol (Kabupaten Pasuruan) melalui Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Ditambahakan pula dalam rencana pengembangan jalan di wilayah GKS. Karena jaringan tol menghubungkan Pelabuhan Tanjung Perak dengan kawasan industri di Kabupaten Gresik. Sementara itu. 43 . Hal ini yang menjadikan peluang dalam hal transportasi dalam pengembangan industri di Kabupaten Gresik.1 km yang menghubungkan Manyar (Kabupaten Gresik) dan Gempol (Kabupaten Pasuruan) dan juga meluas ke Pelabuhan Tanjung Perak. kecuali untuk bagian Waru – Kota Satelit dan Dupak – Tanjung Perak. Selain itu. Kabupaten Gresik sebagai salah satu rute transportasinya.selatan ke Sidoarjo. terutama untuk kegiatan industri. 2009). akan diberi keuntungan dalam hal tersebut. dan timur laut untuk Bangkalan di atas Selat Madura. Semua ruas jalan tol yang ada di GKS telah carriageways ganda dengan empat jalur. Kabupaten Sidoarjo. terutama di Kecamatan Driyorejo yang memudahkan dalam mobilisasi kegiatan industri industri seperti pengiriman bahan baku ke lokasi industri hingga pengiriman produk hasil industri. yang memiliki enam jalur. dan Kabupaten Pasuruan.

• Kondisi Jalan untuk menunjang kegiatan industri kecil dan menengah dalam kondisi cukup baik. yang merupakan jalan kabupaten. yaitu berupa jalan arteri primer dan arteri sekunder. Selain itu. dengan kemudahan aksesbilitas ini maka memudahkan mobilisasi kegiatan industri. 2009) Penataan pada sistem transportasi menjadi hal penting karena terkait dengan kegiatan mobilisasi bahan baku ke lokasi industri dan pemasaran ke pasar. berlubang dan masih ada juga yang berupa makadam. selain itu juga asapal biasa. bergelombang. Jaringan jalan yang ada pada tingkatan industri kecil telah terjangkau hingga hirarki jalan kolektor primer.Gambar 23. Sistem transportasi menjadi penting dikarenakan sebagai berikut: • Sarana transportasi darat berupa jalan telah terpenuhi di Kecamatan Driyorejo. Jaringan jalan terkait sarana penunjang kegiatan industri meliputi pelayanan jalan yang mendukung kegiatan industri. • Perkerasan jalan untuk jalan utama berupa aspal hotmix. dan untuk jalan lokal atau lingkungan ada yang menggunakan rabat beton ataupun paving 44 . ada beberapa jalan yang ada memiliki permukaan tidak rata. Sehingga. Rencana Pengembangan Transportasi di Wilayah GKS (JICA. sarana transportasi darat berupa jaringan jalan telah terpenuhi hampir di semua lokasi industri.

Kecamatan Driyorejo dilewati oleh beberapa sungai besar. seperti aliran Kali Surabaya. 45 . Pada umumnya saluran drainase di Kecamatan Driyorejo merupakan saluran terbuka dengan kondisi permanen dan non permanen. b. • Moda Transportasi yang ada guna menunjang kegiatan industri yang ada adalah berupa angkutan distribusi barang. dengan beban maksimal > 10. berupa Truck. Kali Surabaya selain dimanfaatkan airnya untuk sumber air baku juga dimanfaatkan sebagai saluran drainase. Sementara itu.000 ton.000 ton telah terpenuhi pula di Kecamatan Driyorejo. kelas jalan sebagai sarana penunjang industri kecil dan menengah yang mampu menjangkau lokasi sampai pada kelas jalan III C. hal ini telah sesuai dengan kriteria lokasi industri harus berada pada lokasi yang bisa di jangkau dengan jalan minimal kelas I A.• Kelas jalan untuk jalan arteri Primer adalah Kelas I A. Kali Tengah dan beberapa kali kecil lainnya yang mengarah ke Kali Tengah. ada juga perusahaan-perusahaan jasa pengiriman barang untuk ke luar negeri. sehingga mengakibatkan banyaknya ruas jalan yang rusak berat akibat air hujan menggenangi jalan yang belum dilengkapi oleh saluran tersebut. Drainase Saluran drainase di Kecamatan Driyorejo berupa saluran pinggir jalan sebagai penampung air hujan. Kondisi saluran drainase di sebagian besar wilayah di Kecamatan Driyorejo masih belum optimal dan tidak semua ruas jalan dilengkapi oleh saluran tersebut. Sedangkan Kali Tengah selain berfungsi sebagai saluran drainase juga dimanfaatkan oleh industri-industri yang berkembang disepanjang Kali Tengah sebagai saluran pembuangan limbah cair. peti kemas dan moda angkutan lain sebagai pengangkut barang. selain masing-masing perusahaan telah memiliki kendaraan pribadi untuk kegiatan industrinya. dengan batas maksimum bobot < 1.

Di Kecamatan Driyorejo masih mengandalkan sistem sanitasi setempat (on-site) untuk pembuangan limbah manusia.Gambar 24. WC. Masalah yang timbul dari limbah domestik tersebut. meliputi tangki septik. Jumlah air limbah diperkirakan 30-90 % dari penggunaan air sehari-hari. Sebagian besar dari fasilitas ini dimiliki oleh masing-masing rumah tangga terutama pada permukiman baru yang saat ini berkembang di Kecamatan Driyorejo. Dan effluen dari tangki septik limbah manusia yang berasal dari perumahan tersebut langsung dibuang ke Kali Tengah. Driyorejo. Kali Tengah yang Merupakan Tempat Pembuangan Limbah Industri c. Jumlah air limbah domestik sangat tergantung dengan jumlah karyawan yang bekerja diperusahaan tersebut. Selain rumah tangga. Sumput dan Karangandong. tetapi hanya untuk excreta-nya saja sedangkan sullage langsung dibuang ke badan air atau saluran drainase. Sebagian kecil masyarakat masih menggunakan sungai/air permukaan atau saluran drainase untuk pembuangan air kotor. adalah limbah manusia yang berasal dari beberapa pengembangan perumahan yang terdapat di Kecamatan Driyorejo. berasal dari berbagai aktifitas rumah tangga berupa tinja dan  buangan cair lainnya seperti air bekas cucian. Sistem Pengolahan Limbah Limbah Domestik Limbah domestik. Cangkir. diantaranya Kota Baru Driyorejo. toilet karyawan perusahaan. limbah domestik juga dikeluarkan oleh industri dari kegiatan sanitasi. Air limbah domestik yang dikeluarkan oleh industri dari kegiatan sanitasi karyawan sebagian telah dilakukan pengelolaan terlebih dahulu. dan RSS Sumput yang memanfaatkan saptic tank untuk membuang limbah manusia. Bambe. Industri yang ada di Kecamatan 46 . kakus.  Limbah Industri Lokasi Industri di Kecamatan Driyorejo tersebar di Desa Krikilan.

Pembuangan air limbah inilah yang memberikan kontribusi pencemaran yang signifikan pada Kali Surabaya. Namun tidak semua industri yang ada telah melengkapi instalasi water treatment. Kawasan Industri Gresik. minuman ringan. Hingga saat ini yang juga masih menjadi permasalaan terhadap limbah industri di Kecamatan Driyorejo adalah asap yang dihasilkan dari pabrik-pabrik yang menimbulkan pencemaran udara. PT. sebagai saluran pembuangan. Industri-industri tersebut memberikan kontribusi air limbah yang cukup besar selain domestik. Garuda Food Putra-Putri Jaya. Analisis tersebut mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang kemudian akan ditentukan strategi pengembangannya melalui gambar dalam kuadran SWOT. dan PT. Kali Tengah merupakan anak sungai dari Kali Surabaya. diantaranya PT. biskuit dan keramik. Pembuangan air limbah industri ke sungai di Kecamatan Driyorejo dengan memanfaatkan Kali Tengah. kawat. pengolahan kayu. Industri tersebut terdiri dari industri kertas. PT. Semen Gresik. sehingga terdapat sebagian industri tidak memiliki saluran pengolahan limbah dan membuang limbah hasil produksi tersebut ke sungai. Disisi lain Kali Surabaya sebagai sumber penyediaan air minum.Driyorejo baik industri kelas menengah hingga besar telah memiliki instalasi pengolahan limbah. sepeda.5 Strategi Kebijakan Pengembangan Infrastruktur Strategi kebijakan pengembangan infrastruktur dicari dengan menggunakan analisis SWOT. Miwon Indonesia. detergen. Di sepanjang aliran Kali Tengah terdapat beragam jenis industri yang berkembang. Kali Tengah menjadi avour penampung aliran limbah bagi industri-industri di wilayah pengalirannya. 3. farmasi. 47 .

sektor hotel. atau setara dengan 14. dan restoran. kayu. menyebabkan GKS berkurang sedikit kepadatan berpusat di Kota diantara 2006 dan 2007 paralel Surabaya dan sekitarnya. Hal ini akan atau setara dengan 22% dari berpengaruh pada kegiatan total volume di Provinsi Jawa ekonomi kota. Begitu pula halnya dengan Kabupaten Gresik yang juga memberikan perkembangan ekonomi yang signifikan di masyarakat Pertanian merupakan salah Daerah GKS banyak dilewati satu industri yang paling sungai-sungai.7 ton pada 2007. Untuk produk besar mobilisasi kegiatan industri. lainnya di GKS.7%. Kota dan Kabupaten Mojokerto telah memberikan konstribusi yang sangat banyak bagi perkembangan ekonomi GKS. dan kedelai juga diproduksi. Sektor konstribusi adalah perdagangan. Kabupaten Gresik Analisis SWOT Faktor Internal Kekuatan (S) Kelemahan (W) Jumlah penduduk yang Urbanisasi dari GKS telah bekerja di GKS telah mencapai mengalami perkembangan yang 44. beberapa daerah. terutama di bidang perdagangan dan industri dengan peran besarnya dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat PDRB Provinsi Jawa Rimur PDRB Per Kapita antara daerah telah meningkat dan tingkat ini mungkin memberikan pertumbuhan tahunan antara konstribusi terhadap pemikiran 2002 dan 2007 telah mencapai kesenjangan antar daerah yang 5. Jika fungsi lahan pertanian tetap dipertahankan 48 . Sekitar besar. ubi. seperti kecenderungan negara lain(JICA. 2009).5% (JICA. terutama dalam Timur. 2009).814 milyar pada tahun 2007. seperti Sungai Bengawan 24% dari total penduduk yang Solo dan Sungai Brantas dimana bekerja milik industri sektor sungai-sungai tersebut sering primer. konstan 2000 adalah Rp 287.7% dari PDB.Tabel 4. Produk mayor di GKS meluap saat musim banjir. ubi kentang. terutama sungai penting untuk GKS. dan adalah beras. kacang tanah. Analisis SWOT Industri Kecamatan Driyorejo. jagung. Volume produksi menyebabkan banjir/genangan di ditandai 1. di pusat Kota Surabaya dan Sementara rasio kemiskinan sekitarnya. PDRB atas dasar harga ada di GKS. Kabupaten Sidoarjo. Hal ini dikarenakan wilayah GKS memberikan kesempatan besar pada keterbukaan lapangan pekerjaan yang dapat mengangkat derajat ekonomi masyarakat.

Hal ini yang dikhawatirkan akan terjadi ketimpangan pada wilayah tersebut. Kedua fasilitas internasional memainkan peran sebagai gateway dari/ ke wilayah Jawa Timur. Kebijakan RTRW Propinsi yang menjadikan Kabupaten Gresik Sebagai Kawasan Industri dan kebijakan RTRW Pencemaran limbah industri yang mempengaruhi Sungai Brantas dan anak-anak sungainya dengan muatan pencemaran BOD sampai 125 ton per hari Jumlah kerusakan jalan di tingkat regional dan kemacetan lalu lintas di perkotaan yang disebabkan oleh penggunaan jalan oleh angkutan kendaraan berat.di wilayah GKS. di bagian utara Kota Surabaya dan bandara internasional Juanda yang terletak berdekatan dengan Kota Surabaya. pelabuhan terbesar kedua di Indonesia. pengelolaan sampah. Konsentrasi penduduk terbesar berada di Kelurahan Bambe. tidak hanya sektor perdagangan dan industri saja. perkembangan ekonomi di wilayah GKS juga akan didorong oleh sektor pertanian. termasuk masalah sampah belum dilayani 49 . tetapi juga untuk logistik. Driyorejo. dapat mempererat rasa persatuan yang dapat menjadi penyaring hal-hal negatif yang terbawa dari luar wilayah. tidak hanya untuk mobilisasi penumpang. Kabupaten Gresik juga telah memiliki pelabuhan usaha yaitu Pelabuhan Gresik di bagian Barat. Ada pelabuhan Tanjung Perak. telepon. Kondisi sosial budaya masyarakat yang heterogen karena berasal dari berbagai suku dan etnis yang ada di Indonesia memberikan hal positif terhadap perilaku sosial kemasyarakatan. Cangkir dan Krikilan. Kondisi kelerengan di GKS memiliki tanah yang datar kecuali pada Kabupaten Mojokerto yang memiliki lereng pegunungan. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi geografis ke-4 kelurahan tersebut yang berada di jalan utama yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Kabupaten Mojokerto. Pelabuhan ini dan bandara berkonstribusi terhadap pembangunan ekonomi dalam hal impor internasional dan domestik/ ekspor barang. Belum meratanya sarana dan prasarana air bersih. Dengan adanya toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. maka secara tidak langsung. Selain itu. Kondisi kelerengan tersebut akan berpengaruh terhadap pembangunan. dikarenakan fasilitas dan aktivitas ekonomi hanya akan berpusat di pusat kota. GKS memiliki lokasi geografis yang menguntungkan bagi kegiatan ekonomi.

Kabupaten Gresik yang menjadikan Kecamatan Driyorejo sebagai kawasan industri besar. Kecamatan Driyorejo sudah terlayani oleh angkutan umum yang melayani rute Krian. dan lekat/memuai pada saat basah (Badan Perencanaan 50 . Penduduk usia kerja yang masih pengangguran atau bekerja memiliki jumlah yang cukup besar di Kecamatan Driyorejo dan menjadi permasalahan bagi masyarakat setempat Jenis tanah yang ada di Kecamatan Driyorejo secara garis besar dikelompokkan dalam 2 (dua) jenis tanah yaitu aluvial dan grumosol. Petiken. sebagai saluran pembuangan. 8-15 % (1 % dari luasan). Karangpilang. Menganti. Bambe. Mojosarirejo. Wedoroanom. Kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Legundi-Jalan Raya Bambe karena kapasitas jalan yang tidak seimbang dengan volume dan jenis kendaraan yang melintasnya. dan Gadung. Kegiatan Industri tersebut memberikan kontribusi air limbah yang cukup besar selain domestik. Cerme. Sumput. oleh karena tingginya kadar kandungan tanah liat yang bertipe “montmorrilllonite” (bersifat retak pada saat kering. Limbah yang berasal dari pabrik diantaranya mengakibatkan polusi udara yang berasal dari asap. Kesamben Wetan. secara umum kondisi sifat fisik tanah pada umumnya mempunyai daya dukung yang relatif rendah. Tanjungan. Karangandong. Randegansari. sedang dan besar.25-50 meter dpl. Banjaran. dengan kelerengan 0-8 % (99 % dari luasan). Kecamatan Driyorejo merupakan wilayah yang cukup potensial untuk pengembangan permukiman. Sidoarjo. Dari 2 (dua) jenis tanah tersebut. Wringinanom oleh Dinas terkait Kegiatan Industri berkembang pesat di Kecamatan Driyorejo. baik industri kecil. hal ini didukung oleh posisi yang cukup strategis maupun lahan yang tersedia serta kesesuain lahan untuk pembangunan permukiman yang berada pada kemiringan datar hingga menengah. Jumlah industri kecil yang berkembang di Kecamatan Driyorejo sebanyak 17 jenis yang tersebar di Desa Krikilan. Kecamatan Driyorejo memiliki ketinggian 6. Kedamean. Hal ini lebih cukup memudahkan di dalam pelaksanaan pembangunan. salah satunya yang dihasilkan oleh pabrik MDQ dan pembuangan air limbah baik industri maupun domestik banyak memanfaatkan Kali Tengah.

Dalam zona GKS. • Penentuan lokasi industri yang tidak memberikan dampak negatif bagi permukiman sekitarnya. Driyorejo. Petiken. investasi infrastruktur dilakukan untuk mendukung jalannya investasi industri. Kota Surabaya. • Peningkatan sarana-prasarana untuk menunjang kegiatan industri. jagung dan kacang tanah. ibu kota Propinsi Jawa Timur. merupakan kota Orde I sebagai pusat pelayanan sekaligus sebagai kota yang perkembangannya paling kompleks. karena kurang menunjang konstruksi bangunan industri. Keadaan geologi umum yang menonjol di Kecamatan Driyorejo adalah terdapatnya daerah perlipatan antiklinorium yang melintang dari timur ke barat. Cangkir. terutama pada area sinklinal dan antiklinal. Daerah perlipatan demikian ini sangat labil karena ada kemungkinan terjadinya pergeseran batuan dasar. Selain jenis tanaman tersebut.Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik. 2007). Faktor Eksternal Peluang (O) 51 . maka jenis tanah di wilayah ini kurang mendukung. termasuk Kabupaten Gresik yang letaknya juga sangat berdekatan dengan Kota Surabaya Rencana pembangunan jalan • Pengembang an industri pada peruntukan yang telah ditetapkan dan adanya rencana pembangunan jalan tol memberikan peluang. dan Surabaya. Jangkauan jaringan listrik PLN dan telepon telah merata seluruh wilayah. Gresik. Mulung dan Sumput. khususnya Kabupaten Sidoarjo. adalah : Sektor pertanian tanaman pangan yang berkembang meliputi jenis tanaman padi. demikian juga dengan jaringan jalan sebagian besar sudah diaspal dan dipaving. Lokasi banjir tidak seluruhnya menggenangi desa tersebut namun hanya pada beberapa titik atau lokasi yang disebabkan oleh beberapa permasalahan yang dapat mengakibatkan banjir. Kecamatan Driyorejo juga menghasilkan tanaman cabe dan kangkung yang cukup potensial untuk dikembangkan menjadi agroindustri yang mengolah hasil pertanian tersebut. • Peningkatan investasi industri yang didukung adanya pembangunan pelabuhan khusus. • Pengelolaan limbah industri sehingga tidak memberi dampak lingkungan. Daerah rawan banjir di Kecamatan Driyorejo terdapat pada beberapa desa diantaranya adalah Desa Krikilan. Jika disesuaikan dengan standar karakteristik lokasi industri. Sektor pertanian yang potensial di Kecamatan Driyorejo. Dengan adanya Kota tersebut maka akan memberikan pengaruh bagi perkembangan kota/daerah di sekitarnya. Begitu pula halnya dengan terpenuhinya sarana umum bagi masyarakat.

070 0.Ancaman (T) tol Surabaya-GresikLamongan –Tuban akan memberikan peluang pengembangan industri Pembangunan pelabuhan khusus migas dan barang di Lamongan yang lokasinya berada di perbatasan Kab. dan kedelai juga diproduksi. Produk mayor di GKS adalah beras. Kabupaten Sidoarjo. dan restoran. • Penggunaan barang subtitusi sebagai pengganti bahan baku utama dalam pembuatan produk • Peningkatan peran aspirasi sebagai media peningkatan informasi mengenai pemasaran produk • Peningkatan Iklim usaha yang kondusif dapat mempercepat pengembangan usaha serta menarik pelaku usaha dari daerah atau negara lain untuk berinvestasi sehingga dapat membantu masalah permodalan usaha. 2011 Tabel 5. Hal ini dikarenakan wilayah GKS memberikan kesempatan besar pada keterbukaan lapangan pekerjaan yang dapat mengangkat derajat ekonomi masyarakat.070 52 .7% dari PDB. atau setara dengan 22% dari total volume di Provinsi Jawa Timur. 2009).Lamongan yakni LIS (Lamongan Integrated Shorbase) Ketersediaan lahan masih luas Dominasi dengan topografi datar dan kondisi tanah cukup baik memberi peluang dalam pengembangan industri Kebijakan ekspor atau impor dari dan ke negara lain yang dapat menghambat proses perolehan bahan baku dan pemasaran bahan jadi. atau setara dengan 14. Bobot 0.5% (JICA.035 2 0. Jika fungsi lahan pertanian tetap dipertahankan di wilayah GKS. ekspor ataupun impor. Sekitar 24% dari total penduduk yang bekerja milik industri sektor primer.Gresik dan Kab. ubi. Kota dan Kabupaten Mojokerto telah memberikan konstribusi yang sangat banyak bagi perkembangan ekonomi GKS. Matrik Analisis IFAS Industri Kecamatan Driyorejo Faktor Internal Kekuatan (Strength) Jumlah penduduk yang bekerja di GKS telah mencapai 44.7%. Volume produksi ditandai 1. kacang tanah. jagung. Sektor konstribusi adalah perdagangan. Untuk produk besar lainnya di GKS. sektor hotel.814 milyar pada tahun 2007.7 ton pada 2007. Perkembangan teknologi yang cepat menuntut perubahan pada teknologi industri • Mengadakan kemitraan antara sektor publik dan swasta dalam pengembangan industri • Penentuan kebijakan bagi industri untuk mengantisipasi terjadinya inflasi. Sementara rasio kemiskinan GKS berkurang sedikit diantara 2006 dan 2007 paralel seperti kecenderungan negara lain(JICA.035 2 0. 2009).070 0. Sumber: Hasil Analisis. Begitu pula halnya dengan Kabupaten Gresik yang juga memberikan perkembangan ekonomi yang signifikan di masyarakat Pertanian merupakan salah satu industri yang paling penting untuk GKS. ubi kentang. kayu. terutama di bidang perdagangan dan industri dengan peran besarnya dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat PDRB Provinsi Jawa Rimur telah meningkat dan tingkat pertumbuhan tahunan antara 2002 dan 2007 telah mencapai 5. PDRB atas dasar harga konstan 2000 adalah Rp 287.035 Rating 2 Bobot x Rating 0.

sedang dan besar. Kecamatan Driyorejo sudah terlayani oleh angkutan umum yang melayani rute Krian.105 0. Banjaran. Cerme. terutama sungai besar. dapat mempererat rasa persatuan yang dapat menjadi penyaring halhal negatif yang terbawa dari luar wilayah.105 1. Sektor pertanian yang potensial di Kecamatan Driyorejo.105 0.035 0. dengan kelerengan 0-8 % (99 % dari luasan). adalah : Sektor pertanian tanaman pangan yang berkembang meliputi jenis tanaman padi. terutama dalam mobilisasi Bobot Rating Bobot x Rating 0. Randegansari.035 0. perkembangan ekonomi di wilayah GKS juga akan didorong oleh sektor pertanian. Mojosarirejo. dan menyebabkan banjir/genangan di beberapa daerah.035 0.05 0. Karangandong.035 3 29 3 2 2 0. Kondisi kelerengan di GKS memiliki tanah yang datar kecuali pada Kabupaten Mojokerto yang memiliki lereng pegunungan. di bagian utara Kota Surabaya dan bandara internasional Juanda yang terletak berdekatan dengan Kota Surabaya. Sidoarjo.070 0. Kedamean.Faktor Internal maka secara tidak langsung. Kebijakan RTRW Propinsi yang menjadikan Kabupaten Gresik Sebagai Kawasan Industri dan kebijakan RTRW Kabupaten Gresik yang menjadikan Kecamatan Driyorejo sebagai kawasan industri besar. Wringinanom Kegiatan Industri berkembang pesat di Kecamatan Driyorejo. Kondisi kelerengan tersebut akan berpengaruh terhadap pembangunan. seperti Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas dimana sungai-sungai tersebut sering meluap saat musim banjir.035 3 3 0. Ada pelabuhan Tanjung Perak.105 0. Kesamben Wetan. Jumlah industri kecil yang berkembang di Kecamatan Driyorejo sebanyak 17 jenis yang tersebar di Desa Krikilan.5 0. Daerah GKS banyak dilewati sungai-sungai.070 53 . Wedoroanom.035 2 1 0. 8-15 % (1 % dari luasan).035 0.25-50 meter dpl.035 0. pelabuhan terbesar kedua di Indonesia. Hal ini lebih cukup memudahkan di dalam pelaksanaan pembangunan. Sumput. Dengan adanya toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan.070 0. Begitu pula halnya dengan terpenuhinya sarana umum bagi masyarakat.035 3 3 3 0.105 0. Kelemahan (Weakness) Urbanisasi dari GKS telah mengalami perkembangan yang di pusat Kota Surabaya dan sekitarnya. demikian juga dengan jaringan jalan sebagian besar sudah diaspal dan dipaving. Kecamatan Driyorejo juga menghasilkan tanaman cabe dan kangkung yang cukup potensial untuk dikembangkan menjadi agroindustri yang mengolah hasil pertanian tersebut. baik industri kecil.035 1 0.035 2 0.035 0.105 0. Petiken. Kedua fasilitas internasional memainkan peran sebagai gateway dari/ ke wilayah Jawa Timur. tidak hanya untuk mobilisasi penumpang. hal ini didukung oleh posisi yang cukup strategis maupun lahan yang tersedia serta kesesuain lahan untuk pembangunan permukiman yang berada pada kemiringan datar hingga menengah. Jangkauan jaringan listrik PLN dan telepon telah merata seluruh wilayah.035 0. Tanjungan.035 0. tidak hanya sektor perdagangan dan industri saja.105 0. Kecamatan Driyorejo merupakan wilayah yang cukup potensial untuk pengembangan permukiman. jagung dan kacang tanah. menyebabkan kepadatan berpusat di Kota Surabaya dan sekitarnya. Selain itu. GKS memiliki lokasi geografis yang menguntungkan bagi kegiatan ekonomi. Karangpilang. Kondisi sosial budaya masyarakat yang heterogen karena berasal dari berbagai suku dan etnis yang ada di Indonesia memberikan hal positif terhadap perilaku sosial kemasyarakatan. dan Gadung Kecamatan Driyorejo memiliki ketinggian 6.070 0. Pelabuhan ini dan bandara berkonstribusi terhadap pembangunan ekonomi dalam hal impor internasional dan domestik/ ekspor barang. Kabupaten Gresik juga telah memiliki pelabuhan usaha yaitu Pelabuhan Gresik di bagian Barat.035 0. Hal ini akan berpengaruh pada kegiatan ekonomi kota. PDRB Per Kapita antara daerah ini mungkin memberikan konstribusi terhadap pemikiran kesenjangan antar daerah yang ada di GKS. Bambe. tetapi juga untuk logistik. Selain jenis tanaman tersebut. Menganti.

Jika disesuaikan dengan standar karakteristik lokasi industri.035 0. dikarenakan fasilitas dan aktivitas ekonomi hanya akan berpusat di pusat kota. Total Bobot Rating Bobot x Rating 0. Konsentrasi penduduk terbesar berada di Kelurahan Bambe. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi geografis ke-4 kelurahan tersebut yang berada di jalan utama yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Kabupaten Mojokerto. Penting 3.035 3 2 3 0.035 3 0.035 0.105 0. Matrik Analisis EFAS Industri Kecamatan Driyorejo Faktor Eksternal Peluang (Opportunity) Dalam zona GKS. oleh karena tingginya kadar kandungan tanah liat yang bertipe “montmorrilllonite” (bersifat retak pada saat kering. Mulung dan Sumput.035 0.141 Rating 2 Bobot x Rating 0. termasuk masalah sampah belum dilayani oleh Dinas terkait Limbah yang berasal dari pabrik diantaranya mengakibatkan polusi udara yang berasal dari asap. Gresik. 2007). Bobot 0. pengelolaan sampah. maka jenis tanah di wilayah ini kurang mendukung. telepon. secara umum kondisi sifat fisik tanah pada umumnya mempunyai daya dukung yang relatif rendah.070 0.105 0. Keadaan geologi umum yang menonjol di Kecamatan Driyorejo adalah terdapatnya daerah perlipatan antiklinorium yang melintang dari timur ke barat.035 0. Kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Legundi-Jalan Raya Bambe karena kapasitas jalan yang tidak seimbang dengan volume dan jenis kendaraan yang melintasnya.105 0.070 0. Belum meratanya sarana dan prasarana air bersih. dan lekat/memuai pada saat basah (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik. 2009 Keterangan : Rating : 1.035 3 3 0.105 0. dan Surabaya.Faktor Internal kegiatan industri. Daerah perlipatan demikian ini sangat labil karena ada kemungkinan terjadinya pergeseran batuan dasar. khususnya Kabupaten Sidoarjo.105 0.5 35 1.105 0. Driyorejo. Daerah rawan banjir di Kecamatan Driyorejo terdapat pada beberapa desa diantaranya adalah Desa Krikilan. karena kurang menunjang konstruksi bangunan industri. Sangat penting Tabel 6. salah satunya yang dihasilkan oleh pabrik MDQ dan pembuangan air limbah baik industri maupun domestik banyak memanfaatkan Kali Tengah. Kegiatan Industri tersebut memberikan kontribusi air limbah yang cukup besar selain domestik.035 0. Hal ini yang dikhawatirkan akan terjadi ketimpangan pada wilayah tersebut. sebagai saluran pembuangan. investasi infrastruktur dilakukan untuk mendukung jalannya investasi industri. Petiken. Cangkir dan Krikilan. Driyorejo. Kurang penting 2. terutama pada area sinklinal dan antiklinal. Lokasi banjir tidak seluruhnya menggenangi desa tersebut namun hanya pada beberapa titik atau lokasi yang disebabkan oleh beberapa permasalahan yang dapat mengakibatkan banjir.035 3 0.225 Sumber: Hasil Analisis.105 0. Pencemaran limbah industri yang mempengaruhi Sungai Brantas dan anak-anak sungainya dengan muatan pencemaran BOD sampai 125 ton per hari Jumlah kerusakan jalan di tingkat regional dan kemacetan lalu lintas di perkotaan yang disebabkan oleh penggunaan jalan oleh angkutan kendaraan berat. Penduduk usia kerja yang masih pengangguran atau bekerja memiliki jumlah yang cukup besar di Kecamatan Driyorejo dan menjadi permasalahan bagi masyarakat setempat Jenis tanah yang ada di Kecamatan Driyorejo secara garis besar dikelompokkan dalam 2 (dua) jenis tanah yaitu aluvial dan grumosol.105 0. Dari 2 (dua) jenis tanah tersebut.035 3 3 2 0. Cangkir.282 54 .

25 0. Penting 3.Lamongan yakni LIS (Lamongan Integrated Shorbase) Ketersediaan lahan masih luas Dominasi dengan topografi datar dan kondisi tanah cukup baik memberi peluang dalam pengembangan industri Total Ancaman (Treatment) Kebijakan ekspor atau impor dari dan ke negara lain yang dapat menghambat proses perolehan bahan baku dan pemasaran bahan jadi.121 0.141 0.282 0.5 2 2 3 3 18 2 2 4 0.Faktor Eksternal Kota Surabaya. Kurang penting 2.141 Rating 3 Bobot x Rating 0. Perkembangan teknologi yang cepat menuntut perubahan pada teknologi industri Total Bobot 0. maka dapat dilihat posisi dalam kuadran strategi analisis IFAS-EFAS infrastruktur industri di Kecamatan Driyorejo yang dapat dihitung berdasarkan perhitungan di bawah ini: 55 .141 0.141 0.425 0.425 0.141 0.5 0. termasuk Kabupaten Gresik yang letaknya juga sangat berdekatan dengan Kota Surabaya Rencana pembangunan jalan tol Surabaya-Gresik-Lamongan –Tuban akan memberikan peluang pengembangan industri Pembangunan pelabuhan khusus migas dan barang di Lamongan yang lokasinya berada di perbatasan Kab.425 2. Sangat penting Dari hasil pembobotan pada tabel 2 dan tabel 3di atas.25 0. Dengan adanya Kota tersebut maka akan memberikan pengaruh bagi perkembangan kota/daerah di sekitarnya. ibu kota Propinsi Jawa Timur.282 0.Gresik dan Kab.5 0.5 1 Sumber: Hasil Analisis. 2009 Keterangan : Rating : 1. merupakan kota Orde I sebagai pusat pelayanan sekaligus sebagai kota yang perkembangannya paling kompleks.

strategi pengembangan industri besar Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Artinya. Matriks Kuadran Strategi Analisis IFAS-EFAS Infrastruktur Industri Kecamatan Driyorejo.121 Kuadran II 1 Kuadran I C D (-) Internal (KELEMAHAN) B A (+) Internal (POTENSI) 1 -1 E F Kuadran III -1 H G Kuadran IV (-) Eksternal (TANTANGAN) Gambar 25.0. yaitu strategi pemilihan hal-hal yang dianggap penting. Kabupaten Gresik Dari hasil pemetaan terhadap kuadran strategi analisis IFAS-EFAS Industri Besar di atas.225 (+) Eksternal (PELUANG) Y = Peluang + Ancaman = 2. dapat diketahui bahwa strategi pengembangannya. 56 . yaitu Selective Maintenance Strategy karena berada pada kuadran II ruang D. Strategi yang bisa dikembangkan terkait dengan pengembangan industri di Kecamatan Driyorejo antara lain: Pengembangan industri pada peruntukan yang telah ditetapkan dan adanya rencana pembangunan jalan tol memberikan peluang. Peningkatan investasi industri yang didukung adanya pembangunan pelabuhan khusus.X = Potensi + Kelemahan = 1 + (-1. Pengelolaan limbah industri sehingga tidak memberi dampak lingkungan.121+ (-1) = 1.225) = .

Mengadakan kemitraan antara sektor publik dan swasta dalam pengembangan industri PENUTUP Kesimpulan Kabupaten Gresik yang merupakan sub wilayah pengembangan bagian (SWPB) tidak 4. termasuk sarana dan prasarana sistem transportasi.1 terlepas dari kegiatan sub wilayah pengembangan Gerbang Kertosusilo (Gresik. setiap zona kawasan ditempatkan 1 (satu) IPAL secara terpusat. Mojokerto. - Untuk mengoptimalkan pengelolaan penanganan limbah. Industri yang berkembang di Kabupaten Gresik berada di Kecamatan Kebomas. Hal ini ditunjang pula dengan pertumbuhan industri di Kabupaten Gresik menunjukkan kenaikan yang signifikan sebagai indikasi bahwa daerah ini masih menarik minat dari para investor bermodal besar. Adanya perkembangan industri yang cukup besar tersebut harus didukung oleh ketersediaan infrastruktur. Termasuk salah satu bagian dari 9 sub wilayah pengembangan Jawa Timur yang kegiatannya diarahkan pada sektor industri. Kecamatan Gresik. sistem pengelolaan air limbah di Kecamatan Driyorejo dibagi dalam beberapa zona kawasan pengelolaan limbah. Surabaya. - Alokasi untuk kegiatan industri pada lahan yang masih kosong dan layak untuk kegiatan industri. Pendirian industri pada lokasi yang strategis dan layak untuk kegiatan industri (sesuai rencana).- Rencana sistem pengelolaan air buangan di Kecamatan Driyorejo diarahkan pada sistem komunal dengan mengumpulkan air limbah yang berasal dari industri dan air limbah domestik yang terdapat di sepanjang daerah tangkapan Kali Tengah untuk dikelola secara terpusat. Peningkatan sarana-prasarana untuk menunjang kegiatan industri. Bangkalan. Tidak hanya itu. dan Kecamatan Manyar. Pengembangan selanjutnya. industri akan terdistribusi ke utara dan selatan Gresik. Ketersediaan 57 . Salah satunya adalah Kecamatan Driyorejo yang berada di wilayah Selatan Kabupaten Gresik. Sarana prasarana transportasi di Kecamatan Driyorejo telah mendukung kegiatan perindustrian. Sidoarjo. Pembagian IPAL di Desa Bambe. Lamongan). Kesamben Wetan dan Tanjungan. 4. jaringan listrik telah menjangkau hampir seluruh kecamatan dengan menggunakan jasa perusahaan listrik.

Perlunya mengadakan kemitraan antara sektor publik dan swasta dalam pengembangan industri 58 . dengan strateginya adalah mengembangkan hal-hal yang dianggap penting. 4. Perlunya peran pemerintah dalam menangani pengolahan limbah. Infrastruktur lain yang juga memiliki pengaruh bagi keberadaan industri yaitu saluran drainase. Saluran drainase berupa saluran terbuka dengan kondisi permanen dan non permanen. b. Begitu pula halnya dengan sistem transportasi yang ada di Kecamatan Driyorejo. Adapun hal-hal tersebut adalah rencana pengelolaan limbah industri sehingga tidak mencemari lingkungan dan pengembangan sarana dan prasarana pendukung industri. Hanya saja. dimana masih ada industri yang belum memiliki pengolahan limbah. Jaringan telekomunikasi telah menjangkau di seluruh kecamatan baik melalui telepon kabel maupun nirkabel. Berdasarkan potensi dan permasalahan infrastruktur industri tersebut. sehingga limbah industri langsung dibuang ke Kali Tengah. termasuk jaringan jalan dan sarananya. khususnya limbah industri yang dapat mencemari lingkungan serta pengembangan sarana dan prasarana pendukung industri yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.2 Rekomendasi a. Kondisi saluran drainase di sebagain besar wilayah di Driyorejo masih belum optimal dan tidak semua ruas jalan dilengkapi oleh saluran tersebut. maka rencana pengembangan dianalisis dengan menggunakan Matriks IFAS-EFAS untuk mengetahui strategi pengembangan yang akan dilakukan. sehingga mengakibatkan banyaknya ruas jalan yang rusak berat akibat air hujan menggenangi jalan yang belum dilengkapi oleh saluran tersebut.sumber air bersih di Kecamatan Driyorejo dapat memenuhi kebutuhan air bersih industri. dimana dilalui oleh jaringan arteri primer dan sekunder yang memudahkan dan menunjang kegiatan industri di Kecamatan Driyorejo dalam hal pemasaran dan pengiriman bahan baku. permasalahan infrastruktur industri berada di sistem sanitasi industri. Hasil analisa menunjukkan bahwa infrastruktur industri Kecamatan Driyorejo berada di Kuadran II Ruang D.

Gresik: BPS Gresik Badan Pusat Statistik. 2008.blogspot. 2007. Jakarta: Kementerian PU. Gresik: BPS Gresik.id/ JICA (Japan International Cooperation Agency). The Study on Formulation of Spatial Planning For GERBANGKERTOSUSILA (GKS) Zone In East Java Province.gresik. 2007.html Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur.go. Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Jawa Timur Tahun 2005 . Kecamatan Driyorejo dalam Angka 2008. Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik. Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik.go. Khoiri. 2010. Gresik: Bappelitbangda Gresik. http://www. Gresik dalam Angka 2009. 2008. Mustakim. The History Of Gresik City: SEJARANE GRESIK. Miftahul. 2010.gresik. Profil. Perindustrian Di Gresik.psbpsma. Rencana Detail Tata Ruang Kota Kecamatan Driyorejo Tahun 2007 – 2027. Surabaya: Bappeda Jawa Timur. Bagian Pengolahan Data dan Teknologi Informasi Kabupaten Gresik.org/content/blog/perindustrian-di-gresik 59 . http://perijinan.com/2010/12/history-of-gresik-city. 2009.2025.DAFTAR PUSTAKA Badan Penanaman Modal dan Perizinan Kabupaten Gresik.id/profil-kami. 2005. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Gresik Tahun 2008 – 2028. http://miftahulkhoiri. Badan Pusat Statistik Kabupaten Gresik. Gresik: Bappelitbangda Gresik.html. 2009. Sejarah Gresik. The Republic of Indonesia. 2009. http://www.

LAMPIRAN 60 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful