Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat


Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan
rahmat dan karunia-Nya kepada tim penulis
sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang
berjudul:
~MEMAHAMI ASWA1A
Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan
makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan
Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan
berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini
penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang
membantu dalam pembuatan makalah ini.
Tim penulis menyadari bahwa dalam proses
penulisan makalah ini masih dari jauh dari
kesempurnaan baik materi maupun cara
penulisannya. Namun demikian, tim penulis telah
berupaya dengan segala kemampuan dan
pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai
dengan baik dan oleh karenanya, tim penulis dengan
rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima
masukan,saran dan usul guna penyempurnaan
makalah ini.
Akhirnya tim penulis berharap semoga
makalah ini dapat bermanIaat bagi seluruh pembaca.

Masbagik, 27 November 2011

Penulis,








A I
PENDAHULUAN

I. Definisi dan Historis ASWA1A

ASWAJA adalah kepanjangan kata dari '
Ahlussunnah waljamaah. Ahlussunnah berarti
orang-orang yang menganut atau mengikuti sunnah
Nabi Muhammad SAW, dan waljamaah berarti
mayoritas umat atau mayoritas sahabat Nabi
Muhammad SAW. Jadi deIinisi Ahlussunnah
waljamaah yaitu; ' Orang-orang yang mengikuti
sunnah Nabi Muhammad SAW dan mayoritas
sahabat ( maa ana alaihi wa ashhabi ), baik di dalam
syariat (hukum Islam) maupun akidah dan
tasawuI.
Istilah ahlussunnah waljamaah tidak dikenal di
zaman Nabi Muhammad SAW maupun di masa
pemerintahan al-khulaIa` al-rasyidin, bahkan tidak
dikenal di zaman pemerintahan Bani Umayah ( 41
133 H. / 611 750 M. ). Istilah ini untuk pertama
kalinya di pakai pada masa pemerintahan khaliIah
Abu Ja`Iar al-Manshur (137-159H./754-775M) dan
khaliIah Harun Al-Rasyid (170-194H/785-809M),
keduanya dari dinasti Abbasiyah (750-1258). Istilah
ahlussunnah waljamaah semakin tampak ke
permukaan pada zaman pemerintahan khaliIah al-
Ma`mun (198-218H/813-833M).
Pada zamannya, al-Ma`mun menjadikan
Muktazilah ( aliran yang mendasarkan ajaran Islam
pada al-Qur`an dan akal) sebagai madzhab resmi
negara, dan ia memaksa para pejabat dan tokoh-
tokoh agama agar mengikuti Iaham ini, terutama
yang berkaitan denga kemakhlukan al-qur`an. untuk
itu, ia melakukan mihnah (inquisition), yaitu ujian
akidah terhadap para pejabat dan ulama. Materi
pokok yang di ujikan adalah masalah al-quran. Bagi
muktazilah, al-quran adalah makhluk (diciptakan
oleh Allah SWT), tidak qadim ( ada sejak awal dari
segala permulaan), sebab tidak ada yang qadim
selain Allah SWT. Orang yang berpendapat bahwa
al-quran itu qadim berarti syirik dan syirik
merupakan dosa besar yang tak terampuni. Untuk
membebaskan manusia dari syirik, al-Ma`mun
melakukan mihnah. Ada beberapa ulama yang
terkena mihnah dari al-Ma`mun, diantaranya, Imam
Ahmad Ibn Hanbal ( 164-241H).
Penggunaan istilah ahlussunnah waljamaah
semakin popular setelah munculnya Abu Hasan Al-
Asy`ari (260-324H/873-935M) dan Abu Manshur
Al-Maturidi (w. 944 M), yang melahirkan aliran
'Al-Asy`aryah dan Al-Maturidyah di bidang
teologi. Sebagai perlawanan` terhadap aliran
muktazilah yang menjadi aliran resmi pemerintah
waktu itu. Teori Asy`ariyah lebih
mendahulukan naql ( teks qu`an hadits) daripada
aql ( penalaran rasional). Dengan demikian bila
dikatakan ahlussunnah waljamaah pada waktu itu,
maka yang dimaksudkan adalah penganut paham
asy`ariyah atau al-Maturidyah dibidang teologi.
Dalam hubungan ini ahlussunnah waljamaah
dibedakan dari Muktazilah, Qadariyah, Syiah,
Khawarij, dan aliran-aliran lain. Dari aliran
ahlussunnah waljamaah atau disebut aliran sunni
dibidang teologi kemudian juga berkembang dalam
bidang lain yang menjadi cirri khas aliran ini, baik
dibidang Iiqh dan tasawuI. sehingga menjadi
istilah, jika disebut akidah sunni (ahlussunnah
waljamaah) yang dimaksud adalah pengikut
Asy`aryah dan Maturidyah. Atau Fiqh Sunni, yaitu
pengikut madzhab yang empat ( HanaIi, Maliki,
SyaIi`I dan Hanbali). Yang menggunakan rujukan
alqur`an, al-hadits, ijma` dan qiyas. Atau
juga TasawuI Sunni, yang dimaksud adalah
pengikut metode tasawuI Abu Qashim Abdul Karim
al-Qusyairi, Imam Al-Hawi, Imam Al-Ghazali dan
Imam Junaid al-Baghdadi. Yang memadukan antara
syari`at, hakikat dan makriIaat.

II. Memahami Hadits Firqah

Ada beberapa riwayat hadits tentang Iirqah atau
millah ( golongan atau aliran) yang kemudian
dijadikan landasan bagi Iirqah ahlussunnah
waljamaah. Sedikitnya ada 6 riwayat hadits tentang
Iirqah/millah yang semuanya sanadnya dapat
dijadikan hujjah karena tidak ada yang dloiI tetapi
hadits shahih dan hasan. Dari hadits yang
kesimpulannya menjelaskan bahwa umat Rasulullah
akan menjadi 73 Iirqah, semua di neraka kecuali
satu yang di surga. itulah yang disebut Iirqah yang
selamat -='-' -')). Dari beberpa riwayat itu ada
yang secara tegas menyebutkan; ( -~' .-
='~='') ahlussunnah waljamaah. ataub
'aljamaah. ( ='~='Tetapi yang paling banyak
dengan kalimat; ' maa ana alaihi wa ashhabi ((
'=- -= '-'~. baiklah penulis kutipkan sebagian
hadits tentang Iirqah atau millah:.

^--- =' _-~ =' J;~, J'- J'- ;,-- , =' -- ,-
-~; " : J--' ;-= J--',----~' - _-- _ '- - _-- ,--
,- - - ,'-- -->- ^- ,- |-- ,'- ,' _= J--'
4-'- -~- , _-- -,- J--',---~' - ,'; -- ,---~; ,--- ,
-='; V' ,'--' _- |-- -- ,---~; >- _-- - _,-;
=' J;~, '- ,-; ';-'- J'- " : '- '----
^--- '=---~; ) ." ,--; -'-- >-'; ,=7' ; --,-' .
,--- -';--~ ,~---= (

Artinya: Dari Abillah Bin Amr berkata, Rasulullah
SAW bersabda. ' Akan datang kepada umatku
sebagaimana yang terfadi kepada Bani
Israil. Mereka meniru perilakuan seseorang
dengan sepadannya, walaupun diantara mereka
ada yang menggauli ibunya terang-terangan
niscaya akan ada diantara umatku yang melakukan
seperti mereka. Sesungguhnya bani Israil
berkelompok menfadi 72 golongan. Dan umatku
akan berkelompok menfadi 73 golongan, semua di
neraka kecuali satu. Sahabat bertanya, siapa
mereka itu Rasulullah? Rasulullah menfawab. '
Apa yang ada padaku dan sahabat-sahabatku ' (
HR. At-Tirmid:i, Al-Afiri, Al-lalkai. Hadits hasan
)

J'- 4-'--- , ,- ,- : ^--- =' _---~ =' J;--~, J'-
---~; " : -,- ,---~; -=' _-- -,-' J--',--~' - ,' ,
- '|-- ---,- ,-~; ,----- _-- _,-~ - ,'; V' ,'--'
-='; , -'---=-' ; ) " ,--; -'-- >-'; --=; ^='- ,' .
--= -'----~' '-)

Artinysa: Dari Anas bin Malik berkata, rasulullah
SAW bersabda, ' Sesungguhnya bani Israil akan
berkelompok menfadi 71 golongan dan
sesungguhnya umatku akan berkelompok menfadi
72 golongan, semua di neraka kecuali 1 yaitu al-
famaah`. ( HR.Ibn Mafah, Ahmad, al-lakai dan
lain. Hadits sanad baik )

Dari pengertian hadits diatas dapat diIahami dan
disipulkan sebagai berikut:
Penganut suatu agama sejak sebelum Nabi
Muhammad (Bani Israil) sudah banyak yang
menyimpang` dari ajaran aslinya, sehingga terjadi
banyak interpretasi yang kemudian terakumulasi
menjadi Iirqah-Iirqah.
Umat Nabi Muhammad juga akan menjadi beberpa
Iirqah.namun berapa jumlahnya? Bilangan
73 apakah sebagai angka pasti atau menunjukkan
banyak, sebagaimana kebiasaan budaya arab waktu
itu?.
Bermacam-macam Iirqah itu masih diakui oleh
Nabi Muhammad SAW sebagai
umatnya, berarti apapun nama Iirqah mereka dan
apaun produk pemikiran dan pendapat mereka asal
masih mengakui Allah sebagai Tuhan, Muhammad
sebagi Nabi dan ka`bah sebagai kiblatnya tetap
diakui muslim. Tidak boleh di cap sebagai kaIir.
lahu ma lana wa alaihi ma alainaa.`
Pengertian semua di nereka kecuali satu,
yaitu mereka yang tidak persis sesuai dengan
sunnah Nabi dan para sahabatnya akan masuk
neraka dahulu tapi tidak kekal didalmnya yang
nantinya akan diangkat ke surga kalau masih ada
secuil iman dalam hatinya. Sedangkan yang satu
akan langsung ke surga tanpa mampir di neraka
dahulu.
-='-' -'(kelompok yang selamat) adalah mereka
yang mengikuti sesuai apa yang dicontohkan Nabi
Muhammad SAW dan para sahabatnya -='-'~
'=-) yang mungkin berada di berbagai tempat,
masa dan jamaah. tidak harus satu organisasi, satu
negara, satu masa atau satu partai dan golongan

III. Ahlussunnah Waljamaah versi KH. Hasyim
Asy`ari

KH. Hasyim Asy`ari, Rais Akbar Nahdlatul
Ulama` memberikan tashawur (gambaran) tentang
ahlussunnah waljamaah sebagaimana ditegaskan
dalam al-qanun al-asasi, bahwa Iaham ahlussunnah
waljamaah versi Nahdlatul Ulama` yaitu mengikuti
Abu Hasan al-asy`ari dan Abu Manshur al-Maturidi
secara teologis, mengikuti salah satu empat
madzhab Iiqh ( HanaIi, Maliki, SyaIi`I dan Hanbali)
secara Iiqhiyah, dan bertashawuI sebagaimana yang
diIahami oleh Imam al-Ghazali atau Imam Junaid
al-Baghdadi.
Penjelasan KH. Hasyim Asy`ari tentang
ahlussunnah waljamaah versi Nahdlatul Ulama`
dapat diIahami sebagai berikut:
1. Penjelasan aswaja KH Hasyim
Asy`ari, jangan dilihat dari pandangan ta`riI
menurut ilmu Manthiq yang harus jami` wa mani`
(_-'~ _~'=) tapi itu merupakan gambaran (-)
yang akan lebih mudah kepada masyarakat untuk
bisa mendaptkan pembenaran dan pemahaman
secara jelas ( ~- - ). Karena secara deIinitiI
tentang ahlussunnah waljamaah para ulama berbeda
secara redaksional tapi muaranya sama yaitu maa
ana alaihi wa ashabii.
2. Penjelasan aswaja versi KH. Hasyim Asy`ari,
merupakan implimentasi dari sejarah berdirinya
kelompok ahlussunnah waljamaah sejak masa
pemerintahan Abbasiyah yang kemudian
terakumulasi menjadi Iirqah yang berteologi
Asy`ariyah dan Maturidiyah, berIiqh madzhab yang
empat dan bertashuwI al-Ghazali dan Junai al-
Baghdadi
3. Merupakan 'Perlawanan terhadap gerakan
wahabiyah` (islam modernis) di Indonesia waktu
itu yang mengumandangkan konsep kembali
kepada al-quran dan as-sunnah, dalam arti anti
madzhab, anti taqlid, dan anti TBC. ( tahayyul,
bid`ah dan khuraIaat). Sehingga dari penjelasan
aswaja versi NU dapat diIahami bahwa untuk
memahami al-qur`an dan As-sunnah perlu
penaIsiran para Ulama yang memang ahlinya.
Karena sedikit sekali kaum m uslimin mampu
berijtihad, bahkan kebanyakan mereka itu muqallid
atau muttabi` baik mengakui atau tidak.
A II
PENUTUP
A. Kesimpulan

Dari pemaparan penulis tentang ahlussunnah
waljamaah, secara historis, teks hadits dan
penjelasan KH. Hasyim Asy`ari, maka dapat
disimpulkan sebagai berikut:
Secara historis, ahlussunnah waljamaah menjadi
nama sebuah Iirqah pada masa pemerintahan
abbasiah, akibat dari pergolakan pemikiran antara
muktazilah dan kelompok lain. Dalam pandangan
ini ahlussunnah waljamaah adalah sebuah 'al-
manhaj al-Iikri.
PengklasiIikasian Iirqah islam menjadi 73 adalah
sebuah prediksi Rasulullah sesuai system berIikir
yang akan berkembang di masa yang akan datang
dalam memahami ajaran islam. Tapi semua
kelompok itu masih dalam bingkai umat Nabi
Muhammad dan tidak sampai keluar dari din al-
islam.
Kelompok yang selamat adalah sebuah prilaku dari
perorangan atau kelompok yang mengikuti sunnah
Nabi dan para sahabatnya. Lintas organisasi, partai,
madzhab, negara, generasi, tokoh atau lainnya
Nahdlatul Ulama` mengaku sebagai kelompok
ahlussunnah waljamaah tapi aswaja tidak hanya
NU. Bias saja orang mengaku NU tapi dalam
pemahamannya tentang islam tidak sesuai dengan
konsep aswaja. Jadi bisa saja seorang berada di
golongan yang bukan NU tapi keyakinannya sesuai
dengtan konsep ASWAJA.
Reinterpretasi sebuah konsep aswaja adalah
kembali kepada pemahaman as-salaI as-shaleh yang
paling dekat dengan system hidup Rasulullah dan
sahabatnya. Dan upaya mencari kebenaran adalah
dengan menggunakan pisau analisis para mujtahidin
yang diakui kemampuan dan keikhlasannya dalam
memahami islam. Bukan hanya dengan sebuah
wacana yang dikembangkan oleh orientalis yang
berusaha membius pemikir muslim
dan menghancurkan islam dari dalam. Wallahu
alam bis-shawa
Daftar Pustaka:

1. Al-Iashl Ii al-milal wa al-ahwa` wa an-nihal. Al-
Imam Ibn Hazm Ad-dzahiri Al-Andalusi.
2. Ahlussunnah waljamaah; maalim al-inthilaqah al-
kubra. Muhammad Abdul Hadi Al-Mishry
3. Al-Qanun Al-Asasi. KH. Hasyim Asy`ari
4. Ensiklopedi Islam. ProI. Dr. Azyumardi Azra,
MA.