Anda di halaman 1dari 11

Sistem Komunikosi qelombonq Hikro

Global Positioning Satellite Systems


Global Positioning Satellite systems (GPS) menggunakan sebanyak 24 satelit
yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke bumi. Sinyal ini diterima oleh alat
penerima di permukaan, yang menyediakan akurasi inIormasi posisi (lintang, bujur,
dan sudut elevasi) dan digunakan untuk menentukan, kecepatan, arah, dan waktu ke
pengguna baik di darat, laut, maupun udara. Pada awalnya GPS dikembangkan
sebagai sistem NAVTAR oleh pasukan militer US, harganya berkisar USD 12 Milyar,
GPS dengan cepat menjadi salah satu aplikasi teknologi nirkabel untuk konsumen dan
bisnis di seluruh dunia. Sekarang, GPS dapat ditemukan secara komersial serta pada
pesawat, kapal, maupun transportasi darat. Perkembangan teknologi secara langsung
mengurangi harga dan ukuran dari GPS, sehingga GPS yang berukuran kecil biasa
digunakan oleh pendaki gunung ataupun olahragawan. Dengan GPS, keakuratan
ukuran 1 cm pun dapat dicapai, kemampuan tersebut merupakan hasil revolusioner
industri.
GPS menggunakan triangulation dalam sistem pengoperasiannya, dengan
minimum 4 satelit. Satelit GPS memiliki orbit 20.200 km diatas permukaan bumi,
dengan periode orbitalnya 12 jam. Jarak dari pengguna ke satelit ditemukan
berdasarkan delay waktu propagasi antar keduanya. Posisi satelit (ephemeris) dikenal
dengan ketepatannya yang tinggi, dan setiap satelit berisi waktu akurasi yang tajam
untuk menyediakan satu set pulsa waktu. GPS penerima mendekodekan inIormasi
waktu dan melakukan perhitungan yang dibutuhkan untuk mencari posisi dan
kecepatan dari penerima. GPS penerima harus memiliki LOS setidaknya empat satelit
di GPS constellation, walaupun dengan tiga satelit juga sudah memadai jika tinggi
posisi diketahui (dalam kasus pelayaran kapal di laut). Karena operasinya
membutuhkan low gain antenna, hal ini menyebabkan level sinyal yang diterima GPS
sangat rendah, sekitar 130 dBm (untuk gain antenna penerima 0 dB). Level sinyal ini
biasanya dibawah dari nilai noise power pada sisi penerima, tetapi teknik pelebaran
sinyal digunakan untuk meningkatkan SNR penerima.



Sistem Komunikosi qelombonq Hikro

ara Kerja GPS
Sistem ini menggunakan sejumlah satelit yang berada di orbit bumi, yang
memancarkan sinyalnya ke bumi dan ditangkap oleh sebuah alat penerima. Ada tiga
bagian penting dari sistim ini, yaitu bagian kontrol, bagian angkasa, dan bagian
pengguna.
a. Bagian Kontrol.
Seperti namanya, bagian ini untuk mengontrol. Setiap satelit dapat berada sedikit
diluar orbit, sehingga bagian ini melacak orbit satelit, lokasi, ketinggian, dan
kecepatan. Sinyal-sinyal sari satelit diterima oleh bagian kontrol, dikoreksi, dan
dikirimkan kembali ke satelit. Koreksi data lokasi yang tepat dari satelit ini
disebut dengan data ephemeris, yang nantinya akan di kirimkan kepada alat
navigasi kita.
b. Bagian Angkasa.
Bagian ini terdiri dari kumpulan satelit-satelit yang berada di orbit bumi, sekitar
12.000 mil diatas permukaan bumi. Kumpulan satelit-satelit ini diatur sedemikian
rupa sehingga alat navigasi setiap saat dapat menerima paling sedikit sinyal dari
empat buah satelit. Sinyal satelit ini dapat melewati awan, kaca, atau plastik,
tetapi tidak dapat melewati gedung atau gunung. Satelit mempunyai jam atom,
dan juga akan memancarkan inIormasi waktu/jam` ini. Data ini dipancarkan
dengan kode pseudo-random`. Masing-masing satelit memiliki kodenya sendiri-
sendiri. Nomor kode ini biasanya akan ditampilkan di alat navigasi, maka kita
bisa melakukan identiIikasi sinyal satelit yang sedang diterima alat tersebut. Data
ini berguna bagi alat navigasi untuk mengukur jarak antara alat navigasi dengan
satelit, yang akan digunakan untuk mengukur koordinat lokasi. Kekuatan sinyal
satelit juga akan membantu alat dalam penghitungan. Kekuatan sinyal ini lebih
dipengaruhi oleh lokasi satelit, sebuah alat akan menerima sinyal lebih kuat dari
satelit yang berada tepat diatasnya (bayangkan lokasi satelit seperti posisi
matahari ketika jam 12 siang) dibandingkan dengan satelit yang berada di garis
cakrawala (bayangkan lokasi satelit seperti posisi matahari terbenam/terbit).
Ada dua jenis gelombang yang saat ini dipakai untuk alat navigasi berbasis satelit
pada umumnya, yang pertama lebih dikenal dengan sebutan L1 pada 1575.42
MHz. Frekuensi L1 digunakan untuk mengirimkan data ephemeris dari setiap
Sistem Komunikosi qelombonq Hikro

satelit, sebagai timing codes, dengan mode operasi yang dimaksud kode
Course/Acquisition (C/A), yang dinakan untuk komersil dan pengguna umum.
Sinyal L1 ini yang akan diterima oleh alat navigasi. Satelit juga mengeluarkan
gelombang L2 pada Irekuensi 1225.6 Mhz. Frekuensi L2 digunakan dalam dunia
militer, dan mengenkripsi timing code yang berIungsi sebagai Protection Code (P
code). P code memiliki tingkat ketepatan data yang lebih tinggi daripada C/A
code. Tingkat akurasinya dapat mencapai 100 kaki untuk GPS L1. Ketepatan data
ini dibatasi oleh timing error pada clock satelit dan penerima, yang diasumsikan
sebagai error pada GPS. Kesalahan yang paling Iatal biasanya disebabkan oleh
atmosIer dan eIek ionosIer, yang relative kecil namun menyebabkan delay sinyal
propagasi dari satelit ke penerima. Sinyal L1 dan L2 bekerja dengan teknik
modulasi BPSK.

c. Bagian Pengguna.
Bagian ini terdiri dari alat navigasi yang digunakan. Satelit akan memancarkan
data almanak dan ephemeris yang akan diterima oleh alat navigasi secara teratur.
Data almanak berisikan perkiraan lokasi (approximate location) satelit yang
dipancarkan terus menerus oleh satelit. Data ephemeris dipancarkan oleh satelit,
dan valid untuk sekitar 4-6 jam. Untuk menunjukkan koordinat sebuah titik (dua
dimensi), alat navigasi memerlukan paling sedikit sinyal dari 3 buah satelit.
Untuk menunjukkan data ketinggian sebuah titik (tiga dimensi), diperlukan
tambahan sinyal dari 1 buah satelit lagi.
Dari sinyal-sinyal yang dipancarkan oleh kumpulan satelit tersebut, alat navigasi
akan melakukan perhitungan-perhitungan, dan hasil akhirnya adalah koordinat
posisi alat tersebut. Makin banyak jumlah sinyal satelit yang diterima oleh sebuah
alat, akan membuat alat tersebut menghitung koordinat posisinya dengan lebih
tepat.
Karena alat navigasi ini bergantung penuh pada satelit, maka sinyal satelit
menjadi sangat penting. Alat navigasi berbasis satelit ini tidak dapat bekerja
maksimal ketika ada gangguan pada sinyal satelit. Ada banyak hal yang dapat
mengurangi kekuatan sinyal satelit:
Sistem Komunikosi qelombonq Hikro

O Kondisi geograIis, seperti yang diterangkan diatas. Selama kita masih dapat
melihat langit yang cukup luas, alat ini masih dapat berIungsi.
O Hutan. Makin lebat hutannya, maka makin berkurang sinyal yang dapat
diterima.
O Air. Jangan berharap dapat menggunakan alat ini ketika menyelam.
O Kaca Iilm mobil, terutama yang mengandung metal.
O Alat-alat elektronik yang dapat mengeluarkan gelombang elektromagnetik.
O Gedung-gedung. Tidak hanya ketika di dalam gedung, berada di antara 2 buah
gedung tinggi juga akan menyebabkan eIek seperti berada di dalam lembah.
O Sinyal yang memantul, misal bila berada di antara gedung-gedung tinggi,
dapat mengacaukan perhitungan alat navigasi sehingga alat navigasi dapat
menunjukkan posisi yang salah atau tidak akurat.
Akurasi Alat Navigasi GPS
Akurasi atau ketepatan perlu mendapat perhatian bagi penentuan koordinat
sebuah titik/lokasi. Koordinat posisi ini akan selalu mempunyai Iaktor kesalahan`,
yang lebih dikenal dengan tingkat akurasi`. Misalnya, alat tersebut menunjukkan
sebuah titik koordinat dengan akurasi 3 meter, artinya posisi sebenarnya bisa berada
dimana saja dalam radius 3 meter dari titik koordinat (lokasi) tersebut. Makin kecil
angka akurasi (artinya akurasi makin tinggi), maka posisi alat akan menjadi semakin
tepat. Harga alat juga akan meningkat seiring dengan kenaikan tingkat akurasi yang
bisa dicapainya.
Pada pemakaian sehari-hari, tingkat akurasi ini lebih sering dipengaruhi oleh
Iaktor sekeliling yang mengurangi kekuatan sinyal satelit. Karena sinyal satelit tidak
dapat menembus benda padat dengan baik, maka ketika menggunakan alat, penting
sekali untuk memperhatikan luas langit yang dapat dilihat.

Penjelasan sinyal satelit terhadap kondisi geograIi
Sistem Komunikosi qelombonq Hikro

Ketika alat berada disebuah lembah yang dalam (misal, akurasi 15 meter),
maka tingkat akurasinya akan jauh lebih rendah daripada di padang rumput (misal,
akurasi 3 meter). Di padang rumput atau puncak gunung, jumlah satelit yang dapat
dijangkau oleh alat akan jauh lebih banyak daripada dari sebuah lembah gunung. Jadi,
jangan berharap dapat menggunakan alat navigasi ini di dalam sebuah gua.
Karena alat navigasi ini bergantung penuh pada satelit, maka sinyal satelit
menjadi sangat penting. Alat navigasi berbasis satelit ini tidak dapat bekerja maksimal
ketika ada gangguan pada sinyal satelit. Ada banyak hal yang dapat mengurangi
kekuatan sinyal satelit:
O Kondisi geograIis, seperti yang diterangkan diatas. Selama kita masih dapat
melihat langit yang cukup luas, alat ini masih dapat berIungsi.
O Hutan. Makin lebat hutannya, maka makin berkurang sinyal yang dapat diterima.
O Air. Jangan berharap dapat menggunakan alat ini ketika menyelam.
O Kaca Iilm mobil, terutama yang mengandung metal.
O Alat-alat elektronik yang dapat mengeluarkan gelombang elektromagnetik.
O Gedung-gedung. Tidak hanya ketika di dalam gedung, berada di antara 2 buah
gedung tinggi juga akan menyebabkan eIek seperti berada di dalam lembah.
O Sinyal yang memantul, misal bila berada di antara gedung-gedung tinggi, dapat
mengacaukan perhitungan alat navigasi sehingga alat navigasi dapat
menunjukkan posisi yang salah atau tidak akurat.

Kegunaan
Beberapa aplikasi system GPS dalam kehidupan sehari hari adalah :
O Militer
GPS digunakan untuk keperluan perang, seperti menuntun arah bom, atau
mengetahui posisi pasukan berada. Dengan cara ini maka kita bisa mengetahui
mana teman mana lawan untuk menghindari salah target, ataupun menetukan
pergerakan pasukan.
O Navigasi
GPS banyak juga digunakan sebagai alat navigasi seperti kompas. Beberapa
jenis kendaraan telah dilengkapi dengan GPS untuk alat bantu nivigasi, dengan
menambahkan peta, maka bisa digunakan untuk memandu pengendara,
Sistem Komunikosi qelombonq Hikro

sehingga pengendara bisa mengetahui jalur mana yang sebaiknya dipilih untuk
mencapai tujuan yang diinginkan.
O Sistem InIormasi GeograIis.
Untuk keperluan Sistem InIormasi GeograIis, GPS sering juga diikutsertakan
dalam pembuatan peta, seperti mengukur jarak perbatasan, ataupun sebagai
reIerensi pengukuran.
O Sistem pelacakan kendaraan
Kegunaan lain GPS adalah sebagai pelacak kendaraan, dengan bamtuan GPS
pemilik kendaraan/pengelola armada bisa mengetahui ada dimana saja
kendaraannya/aset bergeraknya berada saat ini.
O Pemantau gempa
Bahkan saat ini, GPS dengan ketelitian tinggi bisa digunakan untuk memantau
pergerakan tanah, yang ordenya hanya mm dalam setahun. Pemantauan
pergerakan tanah berguna untuk memperkirakan terjadinya gempa, baik
pergerakan vulkanik ataupun tektonik

ireless Local Area Networks.
Wireless Loca Area Networks (WLANs) menyediakan hubungan antar
komputer untuk jarak pendek. Aplikasi tipe ini untuk digunakan dalam ruangan
adalah seperti di rumah sakit, gedung perkantoran, dan pada pabrik dimana jarak
jangkauannya biasanya kurang dari beberapa ribu kaki. Untuk aplikasi di luar
ruangan, dengan adanya halangan dan penggunaan antenna dengan gain yang tinggi,
jaraknya hanya dapat mencapai beberapa miles. Jaringan tanpa kabel sangat berguna
terutama ketika adanya ketidak mungkinan untuk memasang kabel di dalam maupun
antar gedung karena halangan pada biaya yang jauh lebih besar, atau ketika yang
dibutuhkan hanya akses sementara antar komputer. Pengguna komputer yang bersiIat
mobile tentu saja dapat terhubung ke jaringan komputer melalui link wireless.
Sekarang ini kebanyakan produk WLAN komersial di Amerika Serikat
beroperasi pada band Irekuensi Industrial, scientific abd medical (ISM), dan
menggunakan frequency-hopping maupun teknik penyebaran spectrum direct
sequence sesuai standar IEEE 802.11a, 802.11b, 802.11g, atau standar Bluetooth. Bit
rate maksimumnya adalah dari 1-11Mbps.
Kelebihan dari WLAN :
Sistem Komunikosi qelombonq Hikro

1. Mobilitas Tinggi
2. Kemudahan dan kecepatan instalasi
3. Menurunkan biaya kepemilikan
4. Fleksibel
5. Scalable

Kekurangan dari WLAN :
1. Delay yang besar
2. Biaya peralatan mahal
3. Adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul, dan banyak sumber
interIerensi
4. Kapasitas jaringan menghadapi keterbatasan spectrum
5. Keamanan / kerahasiaan data kurang terjamin


irect Broadcast Satellite.
System Direct Broadcast Satellite (DBS) milik Amerika Serikat
menyediakan layanan televisi dari satelit geosynchronous secara langsung ke rumah
pengguna melalui antenna dengan diameter yang relative kecil yaitu 18``.
sebelumnya, layanan televisi satelit memerlukan antena dengan bentuk seperti
piringan yang besar dengan diameter 6 Ieet. kemajuan ini memungkinkan untuk
penggunaan teknik modulasi digital, yang mengurangi level sinyal terima yang
diperlukan jika dibandingkan dengan system sebelumnya yang mengggunakan teknik
modulasi analog. System DBS menggunakan Quadrature Phase ShiIt Keying (QPSK)
dengan multiplexing digital dan koreksi eror untuk pengiriman digital dengan
kecepatan 40 Mbps. Dua satelit, DBS-1 dan DBS-2, ditempatkan pada garis bujur
101.2 dan 100.8, masing masing menyediakan 16 channel dengan daya yang
diradiasikan per channel 120 W. Satelit ini menggunakan kebalikan dari polarisasi
circular untuk meminimalisai rugi rugi yang berasal dari hujan dan umtuk
menghindari interIerensi satu sama lain (polarisasi duplexing).


Sistem Komunikosi qelombonq Hikro


Poin-to-Point Radio System.
Point-to-point radio digunakan oleh perusahaan untuk menyediakan koneksi
data yang dedicated anatara dua point yang tetap. Perusahan penyedia listrik
menggunakan radio point-to-point untuk transmisi inIormasi telemetri untuk
pembangkitan, pengiriman dan distribusi dari daya listrik diantara stasiun power dan
sub-stasiunnya. Radio point-to-point juga digunakan untuk menghubungkan base
station seluler ke Public Switched Telephone Network, dan umumnya lebih murah
dari pada mengghunakan bandwidth tinggi dari kabel tembaga atau fiber optic di
bawah tanah. Radio seperti ini biasanya beroperasi pada band 18, 24 atau 38 GHz,
dan menggunakan berbagai jenis metode modulasi digital untuk menyediakan
kecepatan data sampai 10 Mbps. Tipe antenna dengan gain tinggi digunakan untuk
meminimalisasi kebutuhan daya dan mencegah interIerensi dengan pengguna yang
lain.

Radar Systems
Radar, atau biasa disebut #adio Detection And #anging, adalah salah satu
aplikasi dari teknologi microwave. Radar merupakan sistem gelombang
elektromagnetik yang digunakan untuk mendeteksi, mengukur jarak dan membuat
map benda-benda seperti pesawat terbang, kendaraan bermotor dan inIormasi
cuaca/hujan. Gelombang radio/sinyal yang dipancarkan dari suatu benda dapat
ditangkap oleh radar kemudian dianalisa untuk mengetahui lokasi dan bahkan jenis
benda tersebut. Walaupun sinyal yang diterima relatiI lemah, namun radar dapat
dengan mudah mendeteksi dan memperkuat sinyal tersebut.
ara kerja dasarnya, transmitter mengirim sinyal dimana sebagian sinyalnya
direIleksikan oleh target yang jauh dan dideteksi oleh sensitive receiver. Jika
menggunakan narrow beam antenna, posisi antenna dapat ditepatkan kearah target.
Jauhnya target dapat dihitung berdasarkan lamanya waktu pengiriman sinyal ke target
ataupun sebaliknya, dan kecepatan radial berkaitan dengan pergeseran Doppler dari
sinyal yang kembali.
Berikut ini jenis-jenis sistem radar:
Sistem Komunikosi qelombonq Hikro

1. Doppler Radar
Radar Doppler merupakan jenis radar yang menggunakan EIek Doppler untuk
mengukur kecepatan radial dari sebuah objek yang masuk daerah tangkapan
radar. Radar jenis ini sangat akurat dalam mengukur kecepatan radial. ontoh
Radar Doppler yaitu Weather radar yang digunakan untuk mendeteksi cuaca.

2. Bistatic Radar Radar Bistatic adalah jenis sistem radar yang mempunyai
kompenen pemancar sinyal (transmitter) dan penerima sinyal (receiver)
dipisahkan oleh suatu jarak yang dapat dibanding dengan jarak target/objek.
Objek dideteksi berdasarkan pantulan sinyal dari objek tersebut ke pusat antena.
ontoh Radar Bistatic yaitu Passive radar.


Kegunaan Radar
. eperluan Militer
a. Airborne early warning (AE.
System adalah sistem radar untuk mendeteksi pesawat terbang lain. Sistem
radar ini sering digunakan untuk pertahanan dan penyerangan udara.
Sistem Komunikosi qelombonq Hikro


b. Radar Pengendali/pemandu peluru kendali.
Pesawat tempur Amerika Serikat F-14 yang menembakkan peluru kendali
udara ke udara (air-to-air missile) 'AIM-54 Phoenix yang menggunakan
radar pemandu untuk mencapai target penembakkan.

2. eperluan epolisian
Radar Gun dan Microdigicam radar merupakan contoh radar yang sering
digunakan pihak kepolisian untuk mendeteksi kecepatan kendaraan bermotor di
jalan.
3. eperluan Penerbangan
Air traIIic control (AT) adalah Kendali lalu lintas udara yang bertugas mengatur
kelancaran lalulintas udara bagi pesawat terbang yang akan lepas landas, ketika
terbang di udara maupun ketika akan mendarat serta meberikan layanan inIormasi
bagi pilot tentang cuaca, situasi dan kondisi Bandara.
4. eperluan Cuaca
a. Weather radar
Merupakan jenis radar cuaca yang mampu mendeteksi intensitas curah hujan
dan cuaca buruk seperti adanya badai.
b. Wind proIiler
Merupakan jenis radar cuaca yang menggunakan gelombang suara (SODAR)
untuk mendeteksi kecepatan dan arah angin.

Awalnya radar digunakan di US dan Inggris mulai tahun 1930 dengan
menggunakan sumber VHF. Terobosan besarnya terjadi pada awal 1940 di Inggris
dengan penemuan magnetron sebagai sumber high-power microwave. Frekuensi yang
tinggi memungkinkan penggunaan antenna dengan penguatan yang tinggi,
memungkinkan pelacakan target dengan resolusi sudut yang baik. Radar cepat
dikembangkan di Inggris dan US, dan memainkan peran penting di dunia.
Sistem Komunikosi qelombonq Hikro


Gambar Patriot Missile Radar