Anda di halaman 1dari 6

LISENSI

A. Pengertian Lisensi
Lisensi pengertiannya secara umumnya memberi ijin. Misalnya memberi ijin menggunakan nama. Kalau di jaman dulu, di Eropa misalnya ijin untuk mengelola jembatan. Ada juga ijin untuk tidak usah membayar pajak. Seperti itu pengertian lisensi secara umum. Seperti hak paten, Jadi yang dipatenkan apakah itu berupa penemuan atau suatu inovasi. Lisensi adalah izin yang diberikan oleh pemilik rahasia dagang (ciptaan) kepada pihak lain melalui suatu perjanjian berdasarkan pada pemberian hak (bukan pengalihan hak) untuk menikmati manfaat ekonomi dari suatu rahasia dagang yang diberi perlindungan dalam jangka waktu tertentu dan syarat tertentu. Lisensi ini dirancang untuk buku manual, buku teks, referensi dan bahan instruksional, serta dokumentasi yang seringkali menyertai perangkat lunak GNU GPL. Walaupun demikian, lisensi ini dapat juga dipergunakan untuk semua produk teks dengan tidak tergantung topik pembahasannya. Lisensi ini menuntut bahwa semua salinan naskah, walaupun diubah sekalipun, harus tetap mempertahankan lisensi yang sama. Salinan tersebut dapat dijual, tapi tetap harus tersedia dalam format yang dapat memfasilitasi pengubahan lebih lanjut. Wikipedia merupakan proyek dokumentasi terbesar yang berada di bawah GFDL Lisensi itu memiliki beberapa syarat. Dan syarat itu sangat tergantung kepada apa yang mau dilisensikan. Kalau untuk nama atau merek, tentunya nama tersebut sudah berkembang, sudah terkenal, dan memiliki brand image. Jadi nama tersebut sudah mewakili keunggulankeunggulan produk atau jasa. Seperti itu mestinya.

Gambar : Contoh Sertifikat

Di Indonesia, perkembangan lisensi masih berada di tahap yang sangat tradisionil, Masih merupakan nama dan produk. Bahkan termasuk cara memproduksinya. Misalnya, saya masih pegang untuk memproduksi susu bendera kental manis. Mereknya Bendera. Bendera itu kan brand-nya tapi cara memproduksinya akan diajarkan. Padahal teknologi itu sudah tidak baru lagi. Seharusnya untuk produksinya, di mana teknologi sudah tidak baru lagi, kita tidak bayar lagi. Lisensi itu bisa untuk produk atau merek di industri apa saja. Jika dulu, lisensi hanya sebatas produksi, sekarang sudah berkembang di semua industri. Industrinya mulai dari pakaian, barang-barang elektronik, obat-obatam dan termasuk jasa sekalipun bisa dilisensikan

B. Macam-macam lisensi
1. Lisensi atas hak kekayaan intelektual Salah satu jenis lisensi adalah lisensi atas hak intelektual, misalnya perangkat lunak komputer. Pemilik lisensi memberikan hak kepada pengguna untuk memakai dan menyalin sebuah perangkat lunak yang memiliki hak paten kedalam sebuah lisensi. Lisensi atas hak intelektual biasanya memiliki beberapa pasal/bagian didalamnya, antara lain syarat dan ketentuan (term and condition), wilayah (territory), pembaruan (renewal) dan syaratsyarat lain yang ditentukan oleh pemilik lisensi. Syarat dan ketentuan (term and condition) :Kebanyak lisensi dibatasi oleh jangka waktu pemakaian. Hal ini untuk melindungi kekayaan intelektual dari pemilik lisensi, karena sering atau adanya perubahan kondisi peraturan pemberian lisensi / pasar. Hal ini juga melindungi pemilik lisensi dari pemakaian lisensi dengan beberapa alamat IP (Internet Protocol) dalam satu (nomer seri) untuk satu jenis perangkat lunak. Wilayah : Pembatasan wilayah adalah batasan pemakaian produk untuk digunakan dalam satu wilayah atau regional terbatas (tertentu). Sebagai contoh, sebuah lisensi produk atau jasa untuk daerah atau regional "Amerika Utara" (Amerika Serikat dan Kanada) tidak dapat dipakai di Indonesia (regional Asia Tenggara), begitu juga sebaliknya, 2. Lisensi massal Lisensi massal perangkat lunak adalah lisensi dari pemilik ke perorangan untuk menggunakan sebuah perangkat lunak dalam satu komputer. Rincian lisensi biasanya tertuang dalam "Kesepakatan Lisensi Pengguna tingkat Akhir" (End User License Agreement (EULA)) dalam sebuah perangkat lunak. Dibawah perjanjian "EULA" ini pengguna komputer dapat melakukan instalasi perangkat lunak dalam satu atau lebih komputer (tergantung perjanjian lisensi).

3. Lisensi merek barang / jasa Pemilik barang atau jasa dapat memberikan izin (lisensi) kepada individu atau perseroan agar individu atau perseroan tersebut dapat mendistribusikan (menjual) sebuah produk atau jasa dari pemilik barang atau jasa[1] dibawah sebuah merek dagang. Dengan pemakaian lisensi tipe ini, pemakai lisensi dapat menggunakan (menjual atau mendistribusikan) merek barang atau jasa di bawah sebuah merek dagang tanpa khawatir dituntut secara hukum oleh pemilik lisensi. Sebagai contoh, sebuah perusahaan dapat memakai desain dan teknologi sebuah produk atau jasa yang berasal dari suatu negara dan dipasarkan dengan memakai nama lain di negaranya sendiri. 4. Lisensi hasil seni dan karakter Pemilik lisensi dapat memberikan izin atas penyalinan dan pendistribusian hak cipta material seni dan karakter (misalnya, Mickey Mouse menjadi Miki Tikus). 5. Lisensi bidang pendidikan Sebuah buku yang diterbitkan di Amerika Serikat dan diterbitkan ulang khusus untuk Cina daratan menggunakan lisensi Gelar akademis termasuk sebuah lisensi. Sebuah Universitas memberikan izin kepada perorangan untuk memakai gelar akademis. Misalnya (Diploma I (D1), Ahli Madya (Diploma III, (D3)), Sarjana (S1), Magister (S2), Doktor (S3)).

C. Perbedaan lisensi dan franchise


Pada franchise, keterlibatan seorang franchise (franchisor) lebih banyak. Kalau lisensi keterlibatannya hanya sebatas mengajarkan bagaimana memproduksi lalu dipungut royalty-nya. Tetapi kalau franchise itu pemilik bisnis atau merek harus mengemas menjadi suatu format. Kemudian bisnis itu harus survive. Setelah itu masih ada kerjaan franchisor, yaitu memonitor, memandu, memberi pelatihan, menyelenggarakan marketing program-nya dan bantuan-bantuan lain yang berkesinambungan. Ada juga fenomena yang ingin bergeser dari franchise ke lisensi. Saya sendiri tidak tahu apa maksudnya. Bisa saja untuk menghindar. Entah menghindar dari apa. Tetapi, kasusnya lebih banyak bukan dari franchise melainkan dari business opportunity (BO). Lisensi itu harus punya produk dahulu. Kalau belum mengembangkannya melalui sebuah merek, orang pun tidak akan mau membelinya Lisensi itu berkembang cukup lama. Banyak produk-produk lisensi yang berhasil di Indonesia. Karena itu, lisensi juga sangat menjanjikan. Syaratnya, dia memang memiliki keunggulan. Kalau tidak, siapa juga yang mau membelinya. Lisensi biasanya juga dikembangkan melalui penelitian, research and development (R&D). Jadi tidak asal mau saja. Prinsipnya, lisensi harus bisa menjanjikan pasar bagi pembelinya.

Di Indonesia, hukum yang mengatur lisensi masih kurang memadai. Apalagi jika sudah mengenai enforcement-nya. Lihat saja berapa banyak terjadi pembajakan, tetapi tidak diambil tindakan yang tegas terhadap pelakunya. Di produk-produk pakaian, banyak merek-merek terkenal ditiru dan lainnya tidak diambil tindakan. Padahal, di sini sudah ada pemegang hak lisensinya. Di Indonesia itulah masalahnya yang crusial. Hukumnya memang ada tetapi enforcementnya sangat lemah. Di produk-produk tangible saja seperti itu, bagaimana jika di produk-produk intangible. Lisensi di produk-produk intangible hukumnya harus benar-benar baik. Kalau hukumnya baik dan pelaksanaannya juga baik, merek-merek lisensi bisa lebih berkembang dengan baik.

D. Beberapa macam lisensi yang berkembang saat ini :


1. Lisensi Tertutup - LT (Propritery software), LT dimiliki oleh perusahaan pembuat piranti lunak. Dengan lisensi tertutup, seseorang pemakai piranti lunak harus mengikuti peraturan yang dibuat oleh perusahaan pemiliknya. seperti transaksi pembelian barang, pengguna piranti lunak harus menebus dengan harga tertentu. Karena lisensi tertutup, maka piranti lunak yang dibeli dilarang dimodifikasi atau dikembangkan. Piranti lunak dengan lisensi tertutup, Contohnya : Microsoft Windows,OSX Tiger, Adobe Photoshop dan lain-lain 2. Lisensi Terbuka - LK (Open source software), LK sangat diminati banyak kalangan, mulai dari kaum pendidikan, personal, perusahaan, hingga ke intansi pemerintahan, karena membebaskan pengguna dari biaya royalty yang mahal. Kekurangan lisensi terbuka, memerlukan banyak komunitasuntuk keperluan memperbaiki, memodifikasi dan mengembangkan untuk pemanfaatanya. Banyak hal dapat dilakukan dengan memodifikasi jenis ini, namun tetap menjaga sistem kode aslinya. Lisensi terbuka dikenal dengan GNU-GPL (GNU-General public license).Contohnya lisensi terbuka adalah Operating system LINUX, OpenOffice dan The Gimp. 3. Lisensi Terbatas - LS (Limited source software), LS banyak ditemukan di Internet, biasanya berupa aplikasi multimedia, pengolah gambar, pengolah suara dan lain-lain. Biasanya lisensi terbatas bebas digunakan, tanpa membayar dan digunakan untuk kalangan terbatas. Misal jika digunakan oleh perorangan maka dikurangi kelengkapan fiturnya atau sekedar piranti lunak demo. Sedangkan jika akan digunakan oleh perusahaan atau organisasi untuk tujuan komersial, maka tetap harus membayar royalty ke pemiliki piranti lunak. Contohnya NullSoft WINAMP dan IrfanView. Umumnya LS hanya boleh digunakan bagi perorangan, dan tidak boleh untuk komersial atau perusahaan.

4. Lisensi Bebas - LB (Free open source software), LB atau FOSS memperbolehkan siapa saja menggunakan, baik untuk keperluan personal maupun komersial. Biasanya LB atau FOSS terbatas fiturnya. Perusahaan atau organisasi sosial yang membutuhkan piranti lunak alternatif dapat menggunakan piranti lunak bebas dari pada harus membayar untuk lisensi. Biasanya pengembang dan pemilik piranti lunak kategori lisensi bebas, memperbolehkan penyebarluasan, perbanyak dalam berbagai media. Hanya saja pemiliknya melarang piranti lunak dimodifikasi atau dikembangkan oleh perorangan, organisasi, atau perusahaan. Contohnya : lZarc, FoxitReader dan Free PDF.

E. Keuntungan dan kekurangan dari lisensi Keuntungan Jika Anda menetapkan merek dagang,kemungkinan Anda dapat menerima salah satu off
lump sum untuk mendapatkan kembali biaya pendaftaran. Anda juga mungkin dapat menegosiasikan harga untuk tanda Anda, dengan pihak lain.

Tugas merek dagang dapat melepaskan Anda dari tanggung jawab yang sedang

berlangsung pada manajemen berkelanjutan dan penegakan merek dagang. Ada juga tidak bertanggung jawab yang sedang berlangsung.

Anda mungkin dapat mempertahankan kontrol atas merek dagang Anda dan bagaimana ia
digunakan.

Anda mungkin dapat memperoleh pembayaran royalti yang sedang berlangsung. Ini mungkin untuk memaksimalkan eksploitasi dalam hal wilayah, barang atau jasa
tertutup dan volume penjualan.

Kerugian
Ketika Anda menjual merek dagang Anda, Anda akan melepaskan semua kontrol atasnya. Ini bisa sulit untuk nilai merek dagang Anda dan Anda mungkin kalah dengan lisensi dalam jangka panjang. Jika kesepakatan antara pemberi lisensi dan penerima lisensi rusak, mantan penerima lisensi dapat menjadi pesaing dan mencari untuk menantang keabsahan merek dagang. Ada akan melanjutkan kewajiban dengan lisensi merek dagang. Ini termasuk kebutuhan untuk menegakkan hak-hak atas nama lisensi misalnya menegakkan pelanggaran merek dagang.

F. KESIMPULAN
Jadi lisensi merupakan suatu hak cipta yang di keluarkan oleh suatu perusahaan atas yang ssmereka keluarkan,misalnya seperti suatu perusahaan itu membuat suatu produk yang akan di keluarkan jadi sebelum mereka mengeluarkannya ke pasaran atau sebelum mengedarkannya mereka membuat suatu surat perjanjian ataupun sering di sebut dengan lisensi yang isi di dalamnya tertera suatu perjanjian antara perusahaan yang mengeluarkan dengan penggunanya jadi suatu perusahaan itu menjaga agar produk yang mereka buat itu tidak di salah gunakan atau pun di tiru dari pihak lain,jadi bagi siapa yang meniru atau pun menyalah gunakannya akan terkena sangsi.