Anda di halaman 1dari 3

DARI PREFACE-nya STRATEGY MAP Balance Scorecard diawali dengan penelitian yang dilakukan oleh Kaplan & Norton

n pada tahun 1990-an. Konsep yang di bawa oleh BSC adalah pemikiran bahwa pada era informasi ini perusahaan tidak hanya dapat bergantung pada pengukuran kinerja yang berdasarkan pada pengukuran keuangan saja. Hal ini disebabkan pada konsep pengukuran kinerja yang lama, yaitu yang sangat heavily rely on financial measures luput untuk memperhatikan pengelolaan perusahaan terhadap intangible assetnya. Pada era informasi sekarang ini telah terjadi pergeseran yang sangat signifikan terhadap cara perusahaan beroperasi dan bagaimana perusahaan dapat meraih competitive advantage, yang kemudian akhirnya dapat memenangkan persaingan. Pada era sebelumnya, didapati bahwa dengan penguasaan tangible asset maka dapat dipastikan sebuah perusahaan akan mampu memenangkan persaingan. Hal tersebut telah terbukti tidak berlaku pada era informasi sekarang ini. Pada era ini perusahaan yang memiliki pengelolaan yang baik terhadap intangible asetnya lah yang akan dapat memenangkan persaingan. Intangible asset inilah yang tidak mendapat porsi perhatian yang tepat dari manajemen. Perusahaan memperlakukan investasi investasi pada beberapa intangible asset sebagai expense, sejalan dengan timbulnya kewajiban perusahaan dalam hal pembayaran atau pengeluaran uang. Misalnya saja antara lain : Employee capabilities Databases Information systems Customer relationships Quality

Responsive process Innovative products & services Pemahaman what you can manage is what you can

measures relevan dalam artian, manajemen dan karyawan akan fokus pada apa apa saja yang dapat mereka ukur, dan orang tidak dapat mengelola hal hal yang tidak mereka ukur. Sementara selama ini yang terjadi adalah perusahaan sangat berfokus dalam pengukuran keuangan, dan pada saat yang sama kurang memperhatikan pengukuran aspek aspek non keuangan. Seperti :

apakah proses bisnis selama ini telah cukup efektif dan efisien, dan sejalan dengan strategi yang digariskan oleh perusahaan, apakah manajemen telah melakukan investasi yang memadai terhadap peningkatan kemampuan intangible asset yang dimilikinya, misalnya apakah karyawan yang ada di perusahaan telah mendapatkan peningkatan knowledge dan kemampuan dan memadai, apakah perusahaan telah memperkerjakan karyawan karyawan yang tepat. Hal hal tersebut seringkali luput untuk di masukan dalam pengukuran kinerja sebuah perusahaan. BSC tidak bermaksud meniadakan peranan pengukuran Yang ingin ditekankan disini adalah perusahaan harus keuangan. menyeimbangkan antara pengukuran keuangan dan pengukuran non keuangan, dengan 3 perspective yaitu : 1) customer perspective 2) internal perspective 3) learning & growth perspective 3 hal tersebut merupakan performance drivers, atau pemicu kinerja, atau yang kerap disebut dalam BSC sebagai lead

indicators, yang merupakan dasar untuk mencapai lag indicators yaitu future financial performance. Ini merupakan dasar dari BSC. Pada buku Strategy BSC Map juga dikatakan bahwa perkenalan konsep kepada para eksekutif mendapat

sambutan yang baik, bahkan dikhawatirkan mereka berharap terlalu banyak pada BSC. a) b) competition Misalnya perusahaan perusahaan manufaktur kini kian menyadari bahwa pada era sekarang ini mereka tidak dapat lagi hanya mengandalkan pada production capabilities dan product characteristic saja. Mereka menyadari bahwa untuk dapat memenangkan mereka harus memiliki pemahaman yang mereka juga harus memberikan unique persaingan : baik tentang pasar dan konsumen mereka value proposition ke targeted customernya Para eksekutif menyadari 2 hal : ada perubahan pada nature of internal value ada perubahan pada external market creation process di perusahaan

Beri Nilai