P. 1
Proses Belajar Mengajar Mata Kuliah Mekanika Rekayasa

Proses Belajar Mengajar Mata Kuliah Mekanika Rekayasa

|Views: 152|Likes:
Dipublikasikan oleh Mas Adi

More info:

Published by: Mas Adi on Dec 02, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/05/2015

pdf

text

original

FAKTOR-FAKTOR DOMINAN YANG MEMENGARUHI KEBERHASILAN PROSES BELAJAR MENGAJAR MATA KULIAH MEKANIKA REKAYASA (Studi Kasus

pada PS Teknik Sipil UMB) Mawardi Amin1) dan Zainal Abidin Shahab 2)

G

Abstract

enerally, Engineering Mechanics (EM) subjects (Static, Strength/Mechanics of Material, and Structure Analysis) becoming the ‘ghostly’ subjects until now for majority of Civil Engineering students. This image may appears, probably, due to the content of the lectures that’s full of mathematics and physics, or the ‘killer’ lecturers (usually senior and old), or may be the furious assistants, and the reality that the passing-percentage of these lectures is between 40-60% of the full grade. This research is aimed to uncover the dominant factors affecting the root-cause problem in EM teaching-learning process. It is hoped that this research could be used in improving the teaching and learning process in Engineering Mechanics subjects. Five factors or variables are traced through questionnaires to the students, i.e. lecturer, method of teaching, lecture matter, learning atmosphere/environment, and student. Based on the data questionnaires analyzed, the dominant factor is the student. The low proficiency in physics and mathematics is traced to be the most affecting factor beside low motivation and low capability in learning method of the students. Moreover, there is a gap of competency between the high school graduates and the lecture matters that caused low passing-percentage in Engineering Mechanics subjects. Key words: Engineering mechanics, low passing-percentage

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Pada masa krisis ekonomi, mulai dari lengsernya Presiden Soeharto pada 1998, sampai sekarang, Program Teknik Sipil mengalami penurunan jumlah peminat yang tajam. Gejala ini terjadi hampir merata di seluruh Indonesia. Bahkan banyak perguruan tinggi swasta (PTS) hanya mendapatkan peminat/pendaftar kurang dari sepuluh orang tiap tahun. Sampai dengan tahun 2005/2006 hal ini masih terjadi, dan sepertinya masih akan berlangsung cukup lama. Mengapa program studi yang di tahun 70-an sampai 90-an awal ini menjadi salah satu program studi ilmu teknik paling banyak diminati mendadak anjlok? Sementara ini kita sering mengaitkannya dengan dunia bisnis properti yang masih lesu. Tapi di kota-kota besar, bisnis properti boleh dikatakan sudah kembali normal; mal-mal bertumbuhan di manamana, juga rumah hunian, ruko, dan sebagainya, termasuk sarana dan prasarana transportasi. Di daerah-daerah, baik di Jawa maupun di luar Jawa, juga banyak proyek-proyek bangunan fisik sejalan dengan otonomi daerah. Seharusnya peminat ke program studi ini juga ikut kembali normal,
1)
2)

Dosen FTSP, Universitas Mercu Buana (email: mawardi@mercubuana.ac.id) Dosen FTSP, Universitas Mercu Buana

dan setelah lulus pun mendapatkan pekerjaannya relatif tidak secepat program-program studi lain. Ada kesan atau dugaan bahwa para lulusan SLTA cenderung memilih program-program studi yang fun and light. data dari kuesioner “Efektivitas Mengajar Dosen”. Sementara itu.2 karena permintaan pasar untuk tenaga sarjana Teknik Sipil juga sudah banyak (ini terlihat di iklan-iklan lowongan pekerjaan di koran-koran. Materi Kuliah. Metode Pembelajaran. yang jelas memang pada kenyataannya persentase kelulusan mata kuliah ini hampir selalu kecil (berkisar antara 40-60%) di banyak perguruan tinggi. disadari akan berdampak tidak baik terhadap berbagai mata kuliah lain. dan Mahasiswa. 1. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah: Bulletin Penelitian No. Suasana/Lingkungan Belajar. atau seharusnya. gaji atau penghasilan sarjana Teknik Sipil pun masih banyak yang relatif rendah. kuliah Mekanika Rekayasa merupakan tulang punggung pendidikan Teknik Sipil. atau dari dosen-dosennya yang ‘biasanya’ sudah senior (dan beruban). tidak fun. Sepertinya apresiasi user (perusahaan-perusahan pengguna) terhadap sarjana Teknik Sipil rendah. Mekanika Bahan. pengaruh variablel-variabel ini dilacak. Melalui kuesioner kepada mahasiswa. cepat lulusnya. Sikap ‘fobia’ terhadap mata kuliah ini tentunya. Variabel bebas yang diukur adalah Dosen. dan basic engineering untuk sebagian besar mata-kuliah lainnya.2. Penelitian ini mencoba memfokuskan perhatian pada persepsi mahasiswa terhadap mata kuliah Mekrek untuk melacak factor dominan apa yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran mata kuliah ini. banyak tugas-tugasnya. Ini memang terlihat jelas dalam distribusi jumlah mahasiswa secara umum. susah lulusnya.10 Tahun 2006 yang Memengaruhi Faktor-faktor Dominan . Perumusan Masalah Bagi kebanyakan mahasiswa Teknik Sipil pada umumnya. juga ikut dimasukkan dalam analisis. atau mungkin juga dari asisten-asisten dosennya yang ‘galak’. Selain itu. sehingga didapat gambaran yang lebih menyeluruh. Mungkin salah satu yang menjadi momoknya adalah mata kuliah Mekanika Rekayasa? 1. Program-program studi ilmu komunikasi dan desain grafis misalnya. Maka lengkap sudah citra Teknik Sipil sebagai program studi yang tidak prospektif. serta gaji/penghasilan yang tinggi.3. juga mungkin ‘killer’ (pelit dalam memberi nilai). mata kuliah Mekanika Rekayasa (Statika. Kesan ini terbangun mungkin dari sisi materi mata kuliahnya yang ‘full mathematics and physics’. dari dulu sampai sekarang. dan cepat mendapatkan pekerjaan. yang memang selalu diedarkan tiap semester untuk mengukur kinerja dosen. dan Analisis Struktur) adalah ‘momok’ yang menakutkan. kuliah Teknik Sipil punya image sulit belajarnya. Malah. peminatnya membludak. dan tidak light. mudah belajarnya. Apapun persepsi mahasiswa. Padahal.

yang sedang aktif kuliah mulai dari Angkatan 1998 sampai 2005. KURIKULUM DAN METODE PEMBELAJARAN 3. dan sebagainya. dsb. Evaluasi Kurikulum Sejalan dengan masuknya dunia pendidikan ke era Industri. Dari sini muncullah kompetensiFaktor-faktor Dominan yang Memengaruhi Penelitian No. Mekanika Bahan.).3 1. dan “Efektivitas Mengajar Dosen”. Data variabel dependen (hasil pembelajaran mata kuliah MR) diambil dari “Daftar Peserta dan Nilai Akhir” untuk matakuliah-matakuliah Statika I. III. Juga pada masing-masing variabel bebas dilacak sub-variabel apa yang paling berpengaruh. 2. social needs. Statika II. Melacak factor-faktor dominan yang berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar-mengajar matakuliah-matakuliah Mekanika Rekayasa. maka kurikulum pendidikan sekarang ini berorientasi pasar. serta latar belakang SLTA (SMA atau SMK). Meninjau dan mengevaluasi rancangan kurikulum dan implementasi mata-kuliah-matakuliah Mekanika Rekayasa dan kaitan atau relevansinya dengan mata kuliah lain. baik dari segi materi. melalui analisis statistik (anova) dan regresi. dan Analisis Struktur II pada lima tahun terakhir. Data pendukung lain yang juga menjadi objek penelusuran adalah hasil/nilai ujian saringan masuk UMB. II. yakni para pemilik perusahaan. Membuat pola materi dan implementasi/metode pembelajaran matakuliah-matakuliah MR dalam upaya meningkatkan keberhasilan mata kuliah ini sebagai penunjang kurikulum berbasis kompetensi. nilai-nilai dan prosentase kelulusan mata kuliah Mekanika Rekayasa dan pengulangan pengambilannya. dan kinerja mahasiswa pada mata kuliah ini. “Evaluasi Matakuliah Mekanika Rekayasa”. latar belakang/asal sekolah mahasiswa. 3. Kurikulum harus dirancang relevan dengan kebutuhan para pengguna (user). seperti harus memenuhi industrial needs. sequence.1. Sehingga kemudian muncullah berbagai kriteria dalam merancang kurikulum. yang sepertinya sudah menjadi gejala globalisasi yang tak terelakkan. METODE PENELITIAN Penelitian ini membatasi objek kajian pada mahasiswa-mahasiswa PS Teknik Sipil UMB. yang dilakukan pada saat UAS Semester Genap Tahun Akademik 2005/2006 yang baru lalu. Kepada mereka diajukan dua kuesioner. metode pembelajaran. Kedua kuesioner ini pada dasarnya dipakai untuk melacak variabel-variabel bebas (dosen. dicari varaibel-variabel yang paling dominan. Analisis Struktur I. Dari data kuesioner yang dikuantifikasi dan data kinerja pembelajaran mata kuliah MR.10 Tahun 2006 Bulletin . professional needs.

Hal ini menyebabkan sebagian besar mereka hanya ‘kebagian’ lapangan pekerjaan dengan gaji rendah. banyak juga alumni yang quick learning. terutama untuk hal-hal yang praktis dan manajerial. Bulletin Penelitian No. b. Bahkan.10 Tahun 2006 yang Memengaruhi Faktor-faktor Dominan . Ini terlihat dari cukup banyaknya alumni yang masa kerjanya lama dalam suatu perusahaan. tentunya perlu diteliti ulang untuk menjaga sequence-nya dan materinya. khusus aplikasi Terknik Sipil. Penguasaan membaca gambar teknik dan piranti lunak komputer mereka. f. sedang yang di konsultan hanya sedikit. Kurikulum. Penguasaan terhadap basic engineering dan aplikasi struktur lemah (termasuk di dalamnya penguasaan terhadap Mekrek). Berbagai aspek di dalam dan kampus harus masuk sebagai factor perancangan kurikulum. Walaupun masa tunggu antara lulus/judicium dan awal mulai bekerja rendah (artinya cepat mendapatkan pekerjaan). d. dari pelacakan alumni didapat informasi-informasi antara lain: a. sebagian besar bekerja di kontraktor. c. Mata kuliah Mekanika Rekayasa yang menjadi basic engineering untuk banyak mata kuliah lain. demikian juga kemampuan berbahasa Inggris. yang berarti mereka ‘terpakai’. harus dievaluasi dan dirancang ulang dalam periode waktu tertentu untuk dapat berakomodasi dan relevan dengan needs yang berkembang di dunia profesinya. sehingga dapat menarik adik-adik kelasnya bekerja di perusahaan-perusahaan itu. karena dalam praktiknya mereka banyak terlibat di masalah manajemen konstruksi. 3. Perancangan kurikulum berbasis kompetensi ini memang bukan perkara mudah dan sederhana. agar benar-benar menunjang mata kuliah lain. dalam konteks kurikulum keseluruhan. Alumni merasakan bahwa ilmu teoretik yang mereka dapatkan selama kuliah tidak lebih dari 20% saja yang terpakai di lapangan pekerjaan. sehingga mereka sering bingung ketika menghadapi kasus struktur di lapangan/proyek. kemudian. Alumni yang ‘masih’ bergerak di profesi Teknik Sipil (banyak yang alih profesi karena krisis moneter).4 kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi supaya dapat bekerja pada bidang profesinya. sebagian besar alumni hanya terserap di perusahaan-perusahaan kecil. berdasarkan hasil analisis SWOT yang dilakukan pada saat menyusun “Evaluasi Diri” untuk akreditasi Badan Akreditasi Nasional (BAN). Perancangan Kurikulum Dalam rangka menyusun kurikulum baru Tahun 2002. ada beberapa alumni yang menjadi ‘orang kepercayaan’ dalam beberapa perusahaan.2. Walaupun mempunyai kelemahan-kelemahan tersebut. rerata lemah. Evaluasi dan desain kurikulum mata kuliah ini dilakukan berdasarkan kaidah perancangan kurikulum yang sudah dilatihkan pada program Teaching Improvement Workshop yang diselenggarakan Dikti. e.

Mekanika Bahan diberikan paralel dengan Statika I. termasuk penguasaan software-nya. Mekanika Bahan. Dengan pola ini diharapkan alumni yang sebagian besar bekerja di kontraktor mempunyai kemampuan MK yang memadai. dan Analisis Sturktur I-II tidak jauh berbeda. Baja.d V dengan Statika III. yang semula Manajemen Konstruksi menjadi salah satu peminatan bersama dengan peminatan Struktur. Cuma pada Semester 2 Kurikulum 2002. dijadikan sebagai “kompetensi unggulan”. antara paket Mekrek I s. dan Beton menjadi sbb: Tabel 1. Artinya. supaya pada semester 3 sudah dapat diberikan Struktur Kayu dan Baja. Geoteknik. pada Kurikulum 2002 seluruhnya menjadi mata kuliah wajib. Sehubungan dengan kebijakan ‘nuansa’ MK pada kurikulum. yakni paket Microsoft Project. dan penambahan mata kuliah Konstruksi Bangunan yang di dalamnya ada paket praktikum AutoCad serta membaca dan membuat gambar. Semester 1 2 3 4 5 6 Perbandingan sequence dan distribusi mata kuliah pada Kurikulum 1998 dan Kurikulum 2002 Kurikulum 1998 Mekanika Rekayasa I (2 sks) Mekanika Rekayasa II (2 sks) Mekanika Rekayasa III (2 sks) Mekanika Rekayasa IV (3 sks) Struktur Kayu (3 sks) Struktur Baja I (2 sks) Mekanika Rekayasa V (3 sks) Struktur Baja II (2 sks) Struktur Beton I (2 sks) Struktur Beton II (2 sks) Matakuliah-matakuliah MK Kurikulum 2002 Statika I (2 sks) Statika II (2 sks) Mekanika Bahan (2 sks) Analisis Struktur I (3 sks) Struktur Kayu (3 sks) Struktur Baja I (2 sks) Analisis Struktur II (3 sks) Struktur Beton I (2 sks) Struktur Baja II (2 sks) Struktur Beton II (2 sks) Matakuliah-matakuliah MK + Konstruksi Bangunan(AutoCad) - Dari sisi materi kuliah. maka sequence dan distribusi mata kuliah tiap-tiap semester ditata ulang agar dapat mendukung kebijakan dasar tersebut. Tidak hanya itu. maka pada tahun 2002 dirancang kurikulum baru yang berbasis kompetensi dengan ‘warna’ atau ‘nuansa’ Manajemen Konstruksi. Split mata kuliah ini dimaksudkan agar Faktor-faktor Dominan yang Memengaruhi Penelitian No. Yang semula hanya 3 (tiga) dari 6 (enam) mata kuliah MK yang wajib. Mata kuliah kelompok Mekrek ditata ulang untuk mempercepat pengambilan mata kuliah Struktur Kayu.10 Tahun 2006 Bulletin . dan Transportasi.(MK).5 Berdasarkan informasi-informasi itu. kurikulum berbasis MK ini juga diperkuat dengan penambahan kemampuan software komputer untuk MK. (Hidroteknik). juga Mekanika Tanah.

sementara dosen sebagai fasilitator/pendamping mahasiswa belajar. dalam bukunya “The Accelerated Learning” berpendapat bahwa proses belajar-mengajar akan efektif bila kelima indra dan emosi terlibat secara optimal. Sebenarnya. dan bertujuan antara lain untuk mempercepat dan meningkatkan kemampuan dan hasil belajar. terutama dosen PTS. Dave Meier (New York. dan sejauh ini tidak ada keluhan dari dosen-dosen pengajar mata kuliah engineering design selanjutnya.3. pelatihan. yang dilahirkan pada awal era ekonomi industri cenderung menyerupai bentuk dan gaya pabrik. yakni mahasiswa sebagai subjek yang belajar. satu ukuran untuk semua (penyeragaman siswa). dan psikologi pendidikan. Banyak sekali buku yang menawarkan berbagai metode pembelajaran alternatif sebagai ganti metode konvensional yang ada. berdasarkan masukan dari pelacakan alumni. Mulai dasawarsa akhir abad-21 sampai sekarang. menurut Dave. Auditori. Visual. Bagi kebanyakan dosen. Secara umum. Selama ini yang dimodifikasi hanyalah cara penyampaian dan pendampingan asisten dosen untuk membantu memberikan asistensi dan response/pembahasan soal. kontrol luar. Sebagian buku-buku ini sudah diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia. bukan sebagai subjek. dan memanusiawikan kembali proses belajar. karena ada sekitar 5-6 mata kuliah. salah seorang pakar pendidikan dan pelatihan. metode-metode belajar konvensional. 2000). standardisasi. fragmentasi. termasuk membekali lulusan dengan penguasaan piranti lunak komputer. karena kebanyakan mahasiswa belum terbiasa dengan belajar mandiri (CBSA = Cara Belajar Siswa Aktif). metode yang terakhir ini masih dianggap belum bisa berjalan dengan baik. Sequence dan distibusi ini sudah dikaji dengan saksama. metode pembelajaran di tingkat perguruan tinggi masih berjalan dengan metode konvensional berbasis guru/dosen (teacher-based learning). kurikulum ini boleh dibilang sudah cukup relevan dengan kebutuhan dan tuntutan pasar. Mungkin perlu dicoba metode lain yang lebih berbasis mahasiswa (student-based learning). yakni: mekanisasi. belum memakai student-oriented learning. metode ini diadopsi dari proses belajar secara alami. Menurut Dave. Intelektual). sebenarnya dunia pendidikan mengalami perkembangan pesat dalam segi metode pembelajaran. Metode pembelajarannya ini ia sebut sebagai Pendekatan SAVI (Somatis. dan tekanan pada format “aku bicara kamu Bulletin Penelitian No. Jadi mahasiswa sebagai ‘objek’ pembelajaran. Kebanyakan buku-buku ini ditulis oleh pakar-pakar pendidikan. Metode Pembelajaran Hampir di seluruh Indonesia.10 Tahun 2006 yang Memengaruhi Faktor-faktor Dominan . 3. menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat. pengonsolidasian perilaku (reward dan punishment).6 matakuliah-matakuliah Manajemen Proyek dapat diberian lebih awal. Pada PS Teknik Sipil UMB juga masih diterapkan metode konvensional: dosen mengajar dan mahasiswa ‘diajari’ dosen.

response/asistensi. ketika dunia pendidikan di sini sudah masuk ke era industri yang berciri pada persaingan bebas. Variabel Materi Kuliah yang diukur antara lain tingkat kerumitan dan dukungannya terhadap pemahaman mata kuliah lain. dan Mahasiswa. Masih banyak lagi kiat-kiat atau cara-cara mengefektifkan proses pembelajaran yang berkembang. manajemen industrial. IV. Belakangan. berbasis kompetisi bukan kerja sama (koordinasi). sering menjadi hambatan bagi siswa ketika mereka kuliah. yang menekankan pada keaktifan siswa dalam belajar. penguasaannya terhadap materi kuliah. dan banyaknya contoh soal yang dibahasnya. Dibanding dengan metode konvensional. standar mutu produk. sebagian dari mereka masuk ke pendidikanpendidikan tinggi. Variabel Dosen yang diukur adalah cara dan sistematikanya dalam menerangkan materi kuliah. baik bagi pendidik maupun peserta ajar agar hasil pembelajaran menjadi optimal. metode ini efektif untuk meneingkatkan kemandirian siswa/mahasiswa untuk keinginan belajarnya sepanjang hayat. dan memacu persaingan bebas dengan adu kreativitas bisnis. dan tugas-tugas terstruktur. Suasana/Lingkungan Belajar. Padahal. dan sebagainya. Materi Kuliah. Metode ini menekankan pada suasana belajar yang paling nyaman dan fun. Variabel Metode Pembelajaran yang diukur meliputi efektivitas kuliah tatap muka. FAKTOR-FAKTOR DOMINAN TERHADAP KEBERHASILAN PBM MEKANIKA REKAYASA Variabel Bebas dan Dependen Untuk melacak faktor-faktor yang berpengaruh dan yang dominan terhadap keberhasialn proses belajar-mengajar (PBM) mata kuliah Mekrek. Quantum Teaching dan Quantum Learning juga merupakan metode pembelajaran alternatif yang bagus untuk dicoba dalam perkuliahan di perguruan tinggi. Metode Pembelajaran. Kekhawatiran Dave ini memang sudah menjadi kenyataan di Indonesia pada awal millennium ini. Pola belajar sekolah menengah yang tidak mandiri.10 Tahun 2006 Bulletin . tidak serius. Metode-metode ini dapat juga dibahas untuk menjadi bahan merancang pola dan metode pembelajaran yang paling mengena untuk mata kuliah Mekanika Rekayasa. dan sebagainya. berkembang metode pembelajaran berbasis murid (student based /centered learning). sementara guru atau dosen hanyalah bertindak sebagai fasilitator atau pendamping mahasiswa/murid dalam belajar. Dari produk lulusan sekolah menengah yang mendapatkan metode pengajaran konvensional. Sedangkan variabel dependennya adalah ‘Persentase kelulusan mata kuliah Mekrek’.7 mendengar”. yang banyak mengandalkan kemandirian. Faktor-faktor Dominan yang Memengaruhi Penelitian No. ditetapkan 5 (lima) variabel bebas: Dosen. penyeragaman produk anak didik. pendidikan bukanlah ‘pabrik’ yang memproduksi barang mati. pola pencetakan manusia secara globalseragam (menafikan keunikan anak didik).

8 Variabel Suasana/Lingkungan Belajar yang diukur antara lain kenyamanan kelas. Profil Responden Jumlah responden yang menjawab kuesioner 60 orang. Selain kuesioner tersebut. Mereka setuju bahwa mutu dosen pengajar Mekrek memuaskan. Kinerja Mengajar Dosen Dari kuesioner “Efektivitas Mengajar Dosen”. Sedangkan dari variabel Mahasiswa diukur adalah cara belajar. ada lagi data sekunder yang dipakai untuk penelitian ini dari kuesioner “Efwektivitas Mengajar Dosen” yang memang telah dilakukan secara rutin tiap semester setelah UMB mendapat setifikasi ISO. kecukupan memberikan contoh penyelesaian soal. melalui anova dan regresi.d 16 tahun. hasil pembelajaran mata kuliah Mekrek. 37 responden (67%) ber-IPK antara 2. sehingga jumlah responden tinggal 55 (kurang lebih 55% dari populasi). sistematika penyampaian materi. 17 orang Angkatan 2003. 3 orang Angkatan 2001. HASIL DAN PEMBAHASAN 5. (Lihat Lampiran 1). 4 (empat) responden (7%) mempunyai IPK antara 1.0. Tingkat pendidikan dosen pengasuh mata kuliah Mekanika Rekayasa sudah S-2 dan pengalaman mengajar 10 s. 12 orang Angkatan 2004. 1 orang Angkatan 2002. 5. sisanya perempuan. Dalam kueasioner ini. hubungan dengan asisten. Berarti sebagian besar responden (78%) adalah mahasiswa sudah mengikuti kuliah 2-6 semester. Tapi 5 di antaranya dianggap tidak valid.0. serta strategi dan evaluasi hasil pembelajaran. Teknik pengumpulan data dengan teknik kuesionair dengan responden mahasiswa ini dalam rangka mendapatkan gambaran yang lebih jelas (terkuantifikasi) terhadap variabelvariabel bebas tersebut. variabel yang dilacak adalah efektivitas dosen dalam menggunakan waktu kuliah. Kedua data kuesioner ini dianalisis secara statistik. Bulletin Penelitian No. termasuk cara penyampaian materi.0-3. dan waktu/jam kuliah.0. Sebagian besar (65%) responden adalah lulusan SMA. motivasi.10 Tahun 2006 yang Memengaruhi Faktor-faktor Dominan . disusunlah kuesioner “Evaluasi Pelaksanaan Kuliah Mekanika Rekayasa”. mengerjakan tugas-tugas. 65% dari responden berumur 18-21 tahun. dan 14 responden (25%) mempunyai IPK > 3. dan kesungguhan mengikuti kuliah Berdasarkan penetapan variabel tersebut.2. pada dasarnya kebanyakan mahasiswa sepakat bahwa dosen-dosen Mekrek berkualitas (IPK mengajar dosen > 3. hubungan pertemanan. V. Komposisi ‘Angkatan’ responden adalah: 8 orang Angkatan 2000 dan sebelumnya. 76% dari responden adalah laki-laki. untuk dilihat korelasi dan dominasinya terhadap variabel dependen.1.0-2. dan 14 orang Angkatan 2005. sedang sisanya berumur di atas 21 tahun.00). sedangkan sisanya (35%) lulusan SMK. kemampuan.

Persentase Kelulusan Dari data daftar nilai matakuliah-matakuliah Mekrek (lihat Grafik 1) tampak bahwa persentase kelulusan terendah adalah mata kuliah Statika I dan Statika II. tapi juga di beberapa perguruan tinggi lain. seharusnya kalau dasar pengetahuannya belum terkuasai dengan baik. Jadi mungkin ada 2(dua) kelompok yang mengambil ulang Statika I & II. Tapi ada juga beberapa mahasiswa yang mengambil ulang Statika I & II setelah mengikuti dan lulus mata kuliah Analisis Strktur I/II. yaitu di Semester I & II sebagian mahasiswa masih ‘terkejut’ dengan pola belajar di perguruan tinggi. Belum didapat jawaban yang pasti apa akar masalahnya sehingga tren ini terjadi dan berlangsung sudah sejak lama.9 5. Padahal. Faktor Dosen Faktor-faktor Dominan yang Memengaruhi Penelitian No. 5.d 76%. Gejala ini ternyata tidak hanya terjadi di Universitas Mercu Buana. Grafik Persentase Kelulusan Matakuliah-matakuliah Mekanika Rekayasa Lima Tahun Terakhir Demikian juga pengulangan pengambilan mata kuliah Statika I & II relative lebih tinggi ketimbang lainnya. tapi dasar penyebabnya sama. Kalau dapat disimpulkan secara sederhana.4. padahal mereka sudah lulus dengan nilai C. yakni antara 20 s.10 Tahun 2006 Bulletin . Gambar 1.3. mata kuliah Statika I & II relative lebih sulit ketimbang Analisis Struktur. Setelah itu sebagian besar mahasiswa sudah bisa menyesuaikan pola belajar mereka. seharusnya aplikasi lanjutnya yang lebih rumit malah semakin sulit diikuti. Kisaran persentase kelulusan untuk mata kuliah Mekanika Bahan. Analisis Sturktur I & II antara 30 s.d 55%.

3214x2 . Ini berarti sebagian besar mahasiswa mengakui bahwa dosen pengasuh mata kuliah Mekrek sudah sangat kompeten di bidangnya.10 Dari kuesioner Evaluasi Mata Kuliah Mekanika Rekayasa (EMKMR). motivasi belajar. dan Suasana Belajar Sebagian besar mahasiswa setuju bahwa unsur yang paling penting dari faktor/variable metode pembelajaran adalah efektivitas tatap muka dan response. Sebagian besar mahasiswa mengakui bahwa hasil pembelajaran pada dasarnya tergantung dari mereka sendiri. dan cara mereka belajar. serta penguasaan dosen terhadap materi yang diajrrkan. Faktor Mahasiswa Ada 11 unsur yang dijabarkan dari faktor mahasiswa.255x + 86. ternyata sebagian besar mahasiswa sangat setuju bahwa dosen yang mengasuh mata kuliah Mekrek sangat menguasai materi yang diajarkan.00 Bulletin Penelitian No. halhal yang mahasiswa diminta menilai menyangkut dosen adalah cara dan sistematika dosen menerangkan materi kuliah dan contoh-contoh soal.00 20. (Mekanika Rekayasa I/Statika I) Faktor-faktor Dominan . walaupun pada kenyataannya persentase kelulusannya masih rendah. Dan dari pelacakan tingkat kepuasan mereka terhadap unsur ini. 70.10 Tahun 2006 yang Memengaruhi 0.37. Namun mereka mengakui bahwa suasana belajar di kelas dan lingkungan pertemanan sangat kondusif membantu mereka. mayoritas mahasiswa setuj bahwa dosen yang mengasuh mata kuliah Mekrek sudah berusaha ‘maksimal’ untuk membuat mahasiswa mengerti dan menguasai bahan kuliah. kemampuan akademik dan daya tangkap.8987 Mekanika Rekayasa I/Statika I Poly. 5. Dari unsure-unsur penilaian ini.00 50. yang meliputi minat.00 40. yaitu mahasiswa sendiri menyatakan bahwa factor ‘terbesar’ yang berpengaruh terhadap lulus tidaknya mereka dalam mata kuliah Mekrek sebenarnya tinggal tergantung pada diri mereka sendiri.562 R2 = 0.00 60.00 30. apalagi jika jadwal kuliah Mekrek di pagi hari. walaupun factor dosen (mutu dan cara komunikasinya) juga sama kuat pengaruhnya.00 10.5). Dengan demikian. Sebagian besar mahasiswa sepakat bahwa materi pembelajaran Mekrek sangat menunjang dalam mengikuti matakuliah-matakuliah selanjutnya yang berbasis Mekrek.00 1 2 3 4 5 y = 6.5. Materi.6. Hal ini bisa diperiksa balik dari jawaban mahasiswa terhadap variable mahasiswa (lihat butir 4. walaupun sebagian mahasiswa mengakui bahwa sebagian materi Mekrek cukup ‘njelimet’ atau sulit diikuti. sebagian besar setuju bahwa tatap yang berlangsung sudah sangat memuaskan. 5. Faktor Metode Pembelajaran.

materi kuliah (x3).11 Tapi sejalan dengan itu sebagian besar mereka juga mengakui bahwa unsur dosen juga sama dominannya untuk keberhasilan proses belajarmengajar. Secara berurutan. Sebagian besar mahasiswa menyatakan bahwa mereka mamilih PS Teknik Sipil bukan karena ikut-ikutan teman atau dipaksa/diarahkan orangtua.7. tapi atas kemauan sendiri. Faktor-faktor Dominan yang Memengaruhi Penelitian No. 5. Namun motivasi belajar mereka ternyata kurang.10 Tahun 2006 Bulletin . kelima faktor yang berpengaruh adalah: (1) Mahasiswa. berarti kemampuan. Tapi. Fungs hubungan erat-dominan ini adalah: Y = . Jadi sebagian besar memang karena berminat. mungkin karena kurang didukung oleh ‘kemampuan’ mereka dalam ilmu matematika dan fisika. mungkin karena mereka memandang bahwa dosen Pembina mata kuliah ini sudah berusaha mengajar maksimal. dan mahasiswa (x5) didapati bahwa factor dominant terhadap keberhasilan proses belajar-mengajar Mekrek adalah mahasiswa (x5). minat. (3) Dosen.1. (4) Suasana/lingkungan belajar.224 x5 Y X5 = persentase kelulusan mata kuliah Mekrek = variable mahasiswa (yang dominannya adalah motivasi dan metode belajar mandiri) Dari persamaan regresi ini tampak factor mahasiswa harus betulbetul diperhatikan dan ‘digarap’. suasana belajar (x4).83 + 1. dan motivasi mahasiswa yang kuliah di PS Teknik Sipil UMB dalam keadaan ‘awal’ yang sangat tidak siap untuk kuliah. dan (5) Metode pembelajaran. karena ‘konstanta’ persamaan ini negatif. Ini terlihat dari passing grade mereka yang rendah ketika ujian masuk. mereka akhirnya mengakui bahwa hasil akhirnya memang sangat tergantung dari mereka. Faktor Dominan Dari analisis regresi dengan persentase kelulusan mata kuliah sebagai variable dependent versus variable-variabel bebas dosen (x1). metode pembelajaran (x2). (2) Maeri kuliah.

.10 Tahun 2006 yang Memengaruhi Faktor-faktor Dominan . 3. Mahasiswa baru perlu diberi penataran/pelatihan cara belajar yang efektif. Berdasar analisis statistic didapat bahwa metode pembelajaran paling tidak “dikeluhkan” (dianggap mahasiswa ‘tidak dominan’). Bandung. 3. serta metode belajar mandiri yang tidak tepat. Saran 1. 6.. 4. atau lebih baik lagi pelatihan kecerdasan emosi dan spiritual untuk mendorong mereka belajar giat dengan niyat yang lurus. 2002 Irfan P. atau juga mungkin ‘sudah tidak ada cara yang lebih efektif dari yang ada sekarang’. 2.12 VI. KESIMPULAN DAN SARAN 6. Wulfram I. 2003. Materi kuliah relative memang masih dirasakan ‘berat’ bagi mereka. Prosiding Lokakarya sekitar Mekanika Rekayasa. Persepsi ini mungkin muncul dari anggapan bahwa proses tatap muka menurut mereka sudah sangat efektif dan maksimal. Unsur-unsur yang dominant dari factor mahasiswa ini adalah motivasi belajar dan kemampuan ilmu dasar (matematika dan fisika) yang rendah. 2. karena dari analisis statistic didapati korelasi yang erat dengan keberhasilan proses belajar-mengajar. Bulletin Penelitian No.2. Priyanto. Penerbit Kaifa. VI. 4.1. bagaimanapun unsure ini perlu terus dikembangkan. khususnya mata kuliah Mekrek. Kesimpulan 1. agar mereka terampil dan cerdas dalam belajar. Faktor dominan yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar-mengajar matakuliah-matakuliah Mekrek pada PS Teknik Sipil Universitas Merc Buana adalah mahasiswa. Metoda Mengajar dan Ilmu Mekanika Rekayasa. E. Walaupun ‘dosen’ dan ‘metode pembelajaran’ bukan menjadi factor yang paling dominan. DAFTAR PUSTAKA Dave Meier. Prosiding Lokakarya sekitar Mekanika Rekayasa. atau berbagai metode belajar yang sekarang banyak ragamnya. Mahasiswa baru juga perlu diberi pelatihan motivasi. 2003. A. Ini sejalan dengan kemampuan dasar sebagian besar mahasiswa yang kurang memadai untuk mengkuti materi perkuliahan Mekrek. The Accelerated Learning Handbook. Mahasiswa baru perlu diberi program khusus matrikulasi untuk mata kuliah Matematika sebelum kuliah semester satu berlangsung agar dapat mempunyai kemampuan memadai untuk mengikuti kuliah Mekrek dan mata kuliah lainnya secara umum. Problematika Perkuliahan Mekanika Rekayasa pada Jurusan Teknik Sipil – ITENAS.

13 -oOo- Faktor-faktor Dominan yang Memengaruhi Penelitian No.10 Tahun 2006 Bulletin .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->