Anda di halaman 1dari 6

NAMA : CHRISTINE AMELIA

NIM : DBD 109 023


MK : GENESA BAHAN GALIAN
TTD :

Endapan Hidrotermal
Proses hidrotermal adalah proses terkonsentrasinya unsur-unsur logam menjadi
endapan logam. Cairan yang menyebabkan metasomatisme yang kaya akan H
2
O dan
bersuhu 250
0
atau lebih di namakan larutan hidrotermal (dari bahasa Yunani, hidro-air
termal-panas).Hidrothermal adalah larutan sisa magma yang bersiIat 'aqueous
sebagai hasil diIIerensiasi magma. Hidrothermal ini kaya akan logam-logam yang
relatiI ringan, dan merupakan sumber terbesar (90) dari proses pembentukan
endapan. Berdasarkan cara pembentukan endapan, dikenal dua macam endapan
hidrothermal, yaitu :
O cavity filing, mengisi lubang-lubang (opening-opening) yang sudah ada di dalam
batuan.
O 20taso2atis20, mengganti unsur-unsur yang telah ada dalam batuan dengan
unsur-unsur baru dari larutan hidrothermal.
Gambar Terjadinya Proses Hidrothermal

Berdasarkan cara pembentukan endapan, dikenal beberapa jenis endapan
hidrothermal, antara lain Ephithermal (T 0
0
C-200
0
C), Mesothermal (T 150
0
C-
350
0
C), dan Hipothermal (T 300
0
C-500
0
C)
Setiap tipe endapan hidrothermal diatas selalu membawa mineral-mineral yang
tertentu (spesiIik), berikut altersi yang ditimbulkan barbagai macam batuan dinding.
Tetapi mineral-mineral seperti pirit (FeS
2
), kuarsa (SiO
2
), kalkopirit (CuFeS
2
), Ilorida-
Ilorida hampir selalu terdapat dalam ke tiga tipe endapan hidrothermal.
Larutan hidrotermal membentuk urat-urat (veins) dengan mengendapkan bahan
yang terlarut seperti kuarsa atau kalsit dalam rekahan. Veins terbentuk jika larutan
hydrothermal mengendapkan mineral-mineral dalam rekahan terbuka. Biasanya veins
semacam ini dijumpai di daerah aktivitas volkanik.
Selain itu dapat juga menghasilkan ubahan pada batuan yang dialirinya. Larutan
hidrotermal mempunyai peranan penting dalam pembentukan cebakan mineral yang
berharga, dengan membentuk urat-urat dan alterasi batuan. Cebakan mineral berharga
hasil larutan hidrotermal lebih banyak dijumpai dari pada tipe lainnya. Komposisi
utama dari larutan hidrotermal adalah air.
Airnya selalu mengandung garam-garam, sodium khlorida, potassium khlorida,
kalsium sulIat, dan kalsium khlorida. Kadar garam yang terlarut sangatlah bervariasi,
mulai dari salinitas air laut yaitu 3.5 berat sampai puluhan kalinya. Larutan yang
sangat 'asin (barin, kadar garam tinggi) dapat melarutkan sedikit mineral yang
tamoaknya tidak larut seperti emas, kalkopirit, galena dan sIalerit.
Larutan hidrotermal terjadi dalam beberapa cara. Salah satunya peleburan magma
yang terjadi oleh parsial basah yang mendingin dan mengkristal, air yang
menyebabkan peleburan parsial basah dilepaskan. Namun tidak sebagai air murni,
tetapi mengandung semua unsur yang dapat larut yang terdapat pada magma seperti
NaCl dan unsure kimia: emas, perak, tembaga, timbal, zinc, merkuri dan molybdenum,
yang tidak terikat kuarsa, Ieldspar, dan mineral lain dengan substitusi ion. Suhu yang
tinggi meningkatkan eIektiIitas larutan yang sangat asin ini untuk membentuk endapan
mineral hidrotermal. Larutan lainnya berasal dari air hujan atau air laut yang
bersirkulasi jauh didalam kerak. Ditunjukkan pada gambar di bawah ini

Endapan mineral yang terbentuk dari volkanisme pematang tengah samudra


dinamakanvolcanogenic massive sulfide deposits Batuan kerak samudra yang kaya
akan piroksen menghasilkan larutan mengandung Cu dan Zn. Hasilnya,
endapanvolcanogenic massive sulfide kaya akan copper dan zinc.
Pada -lack s2ok07s, cairan hydrothermal yang naik berwarna hitam disebabkan
oleh partikel suIida besi dan presipitasi mineral lain merupakan cerobongnya dari
larutan yang mendingin oleh air laut yang dingin. Struktur seperti cerobong terdiri dari
pyrite, chalcopyrite, dan mineral bijih lainnya diendapkan oleh larutan hydrothermal.
Volkanisme dan panas merupakan satu kesatuan. Oleh karena itu wajar bila
banyak endapan mineral berasosiasi dengan batuan volkanik panas yag dimasuki air
yang bersirkulasi di kedalaman, yang berasal dari air hujan atau air laut. Banyak sekali
endapan mineral dijumpai pada bagian atas tumpukan volkanik, yang diendapkan saat
larutan hidrotermal bergerak naik, mendingin dan mengendapkan mineral bijih.
Saat larutan hidrotermal bergerak perlahan ke atas larutan akan mendingin sangat
lambat. Jika mineral terlarut diendapkan (precipitated) dari larutan ini akan menyebar
jauh dan luas sehingga tidak cukup terkonsentrasi membentuk endapan bijih. Namun
apabila larutannya bergerak cepat seperti melalui rekahan yang terbuka pada massa
batuan yang hancur (shattered) atau lapisan teIra porous dimana aliran agak lancer
pendinginannya dapat berlangsung secara tiba-tiba dan pada jarak yang pendek.
Presipitasi cepat cepat dan konsentrasi mineral menghasilkan cebakan mineral.
Pengaruh lainnya adalah penurunan tekanan yang cepat, mengubah komposisi larutan
karena bereaksi dengan batuan di sekitarnya, dan mendingin akibat bercampur dengan
air laut dapat juga menyebabkan presipitasi cepat dan membentuk konsentrasi
cebakan.
O Alterasi-alterasi yang terjadi pada Iase hidrothermal
Keadaan Batuan dinding Hasil alterasi
Epithermal
batuan gamping
lava


batuan beku
intrusi
SilisiIikasi
alunit, clorit, pirit, beberapa sericit, mineral-
mineral lempung
klorit, epidot, kalsit, kwarsa, serisit, mineral-
mineral lempung
Mesothermal
batuan gamping
serpih, lava
SilisiIikasi
selisiIikasi, mineral-mineral lempung

batuan beku
asam

batuan beku
basa
sebagian besar serisit, kwarsa, beberapa mineral
lempung
serpentin, epidot dan klorit
Hypothermal
batuan granit,
sekis lava
greissen, topaz, mika putih, tourmalin, piroksen,
amphibole.
Paragenesis endapan hipothermal dan mineral gangue adalah : emas (Au),
magnetit (Fe
3
O
4
), hematit (Fe
2
O
3
), kalkopirit (CuFeS
2
), arsenopirit (FeAsS), pirrotit
(FeS), galena (PbS), pentlandit (NiS), wolIramit : Fe (Mn)WO
4
, Scheelit (CaWO
4
),
kasiterit (SnO
2
), Mo-sulIida (MoS
2
), Ni-Co sulIida, nikkelit (NiAs), spalerit (ZnS),
dengan mineral-mineral gangue antara lain : topaz, Ieldspar-Ieldspar, kuarsa,
tourmalin, silikat-silikat, karbonat-karbonat

Endapan Epitermal
Jenis alterasi endapan epitermal di daerah volkanik andesitik-dasitik adalah:
1. Alterasi Fluida Khlorida Netral (Neutral Chloride Fluid Alteration)
2. Alterasi Fluida Asam SulIat (Acid Sulphate Fluid Alteration)
(untuk cairan yang berada ditempat yang dangkal dengan suhu berkisar antara
50
o
hingga 150
o
C), dengan ciri-ciri sebagai berikut :
Tekanan dan temperatur yang berpengaruh paling rendah.
Tekstur penggantian tidak luas, jarang terjadi.
Endapan bisa dekat atau pada permukaan bumi.
Kebanyakan teksturnya berlapis atau berupa 'Iissure-vein.
Struktur khas yang sering terjadi adalah 'cockade structure.
Asosiasi mineral logamnya berupa Au dan Ag dengan mineral 'ganguenya
berupa klasit dan zeolit disamping kuarsa.

Adapun bentuk bentuk endapan mineral yang dapat dijumpai sebagai endapan
hidrotermal adalah sebagai Cavity Iilling Cavity Iilling yaitu proses mineralisasi
berupa pengisian ruang-ruang bukaan atau rongga rongga dalam batuan yang terdiri
atas mineral mineral yang diendapkan dari larutan pada bukaan - bukaan batuan. ,
yang berupa Fissure veins, Shear - zone deposits, Stockworks, Ladder veins, Saddle
reeIs, Tension crack Iillings, Breccia Iillings : vulkanik, Tektonik, dan
Collapse,Solution - cavity Iillings : Caves and channels, Gash veins, Pore space
Iillings, Vessiculer Iillings.
Endapan hipotermal
(untuk cairan yang berada ditempat yang dalam dengan suhu berkisar antara
300
o
hingga 500
o
C), dengan ciri-ciri yaitu :
Tekanan dan temperatur pembekuan relatiI paling tinggi.
Endapan berupa urat-urat dan korok yang berasosiasi dengan intrusi dengan
kedalaman yang besar.
Asosiasi mineralnya berupa sulIida, misalnya pirit, kallopirit, galena, dan spalerit
serta oksidasi besi.
Pada intrusi granit sering berupa endapan logam Au, Pb, Sn, W, dan Z.
Endapan Mesotermal
(untuk cairan yang berada ditempat yang tidak begitu dalam dengan suhu berkisar
antara 150
o
hingga 300
o
C), dengan ciri-ciri yaitu :
Tekanan dan temperatur yang berpengaruh lebih rendah daripada endapan
hipotermal.
Endapannya berasosiasi dengan batuan beku asam-basa dan dekat dengan
permukaan bumi.
Tekstur akibat ' cavity Iilling jelas terlihat, sekalipun sering mengalami proses
penggantian antara lain berupa 'crustiIication dan 'banding.
Asosiasi mineralnya berupa sulIida, misalnya Au, Cu, Ag, As, Sb dan Oksida Sn.
Proses pengayaan sering terjadi.
Endapan Telethermal
Endapan teletermal merupakan endapan yang terbentuk dalam suhu dan tekanan
yang rendah , dengan ciri-ciri sebagai berikut :
Tekanan dan temperatur yang berpengaruh lebih rendah daripada endapan
epithermal.
Endapan bisa dekat atau pada permukaan bumi.

Endapan Xenothermal
Endapan xenothermal merupakan endapan yang terbentuk dalam suhu sedang hingga
tinggi dan tekanan yang sedang hingga atmosIer.

Anda mungkin juga menyukai