Anda di halaman 1dari 12

BAB II KBERAMA SEKULAIiDA5AR V Xk% iIsn?V ~DIbYK Ali A. Keberadaan Sekolah Dasar 1.

Pengertian Sekolah Dasar Sekolah berarti lembaga pendidikan yang kedua bagi anak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Sejalan dengan lajunya perkembangan dan kemajuan zaman lembaga sekolah semakin banyak, balk dan segi jenis dan jenjangnya, yaitu ; dan lembaga pendidikan yang berbasis agama sampai dengan berbasis umum, dan Tingkat Sekolah Dasar sampai dengan Tingkat Perguruan Tinggi. Sekolah Dasar selain sebagai tempat pertama anak untuk mengenyam pendidikan formal, juga merupakan kelanjutan dari Taman Kanak-Kanak. Menurut pendapat Drs. Agus Sujanto, bahwa: "Pendidikan di SD adalah merupakan pendidikan formal pertama yang utama. Pertama, adalah oleh karena di SD lah pertama-tama anak menerima pendidikan formal, berencana dan secara struktural/konstitusional.Terutama, oleh karena pendidikan di sinilah yang menjadi dasar untuk kehidupan anak selanjutnya, bagi yang akan mencari natkah maupun bagi yang akan melanjutkan pendidikannya".I Berdasarkan dari pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa. pendidikan Sekolah Dasar adalah pendidikan formal yang utama dan pertama bagi anak. Hal ini dikarenakan Sekolah Dasar merupakan lembaga pendidikan formal dikenal anak dan sebagai pendidikan dasar bagi kehidupan anak. i - Drs. Agus Sujanto, Psikologi Perkembangan, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1996), hal.89 18

19 2. Fungsi didirikan Sekolah Dasar Negeri Bahwa dalam Undang-Undang Dasar Negara kits telah dijelaskan tentang hak tiap-tiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang menjadi bukti konkret adanya demokratisasi dalam pendidikan. Hal ini membawa konsekuensi tertentu agar tidak terjadi adanya hal-hal yang menghambat, menghalangi atau mengurangi hak tiap warga negaranya dalam mendapatkan pengajaran. Selain dari itu dalam UU No. 20 Tahun 2003 bagian kedua pasal 17 ayat I dan 2 disebutkan bahwa Pendidikan Dasar: "merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah, pendidikan Dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah lbtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajar" .2 Berdasarkan dan pengertian menurut undang-undang pendidikan tersebut, dapat diketahui bahwa pendidikan dasar adalah jenjang pendidikan yang terdiri dari Sekolah Dasar (SD)/Ml dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)IMTs atau yang sederajat. Pendidikan Dasar sebagai pendidikan untuk melandasi kejenjang pendidikan menengah yaitu: SMU, SMK, MA atau bentuk lain yang sederajat. Artinya sebelum bisa menyelesaikan pendidikan dasar, belum bisa melanjutkan ke pendidikan menengah. Dari situlah usaha pemeri ntah untuk pemerataan pendidikan bagi rakyatnya terutama dalam pendidikan dasar, maka didirikanlah suatu lembaga 2. UU. RI No. 20 ahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional, (Jakarta: Presiden RI, 2003), hal. 7

20 pendidikan formal yang berstatus Negeri yaitu Sekolah Dasar Negeri yang sekarang ini sudah dirasakan dan dinikmati hampir seluruh rakyat Indonesia yaitu dan daerah perkotaan hingga daerah pedesaan, bahkan sampai kedaerah pedalamanpun sudah didirikan Sekolah Dasar berstatus Negeri. Pendidikan di Sekolah Dasar merupakan pendidikan kecakapan, pelajaran-pelajaran di Sekolah Dasar hares disajikan kepada anak-anak dengan bentuk permainan dan aktivitas anak tersebut, disebut dengan belajar sambil bermain. Adapun secara praktis, kecakapan-kecakapan yang dapat diberikan oleh Sekolah Dasar kepada anak-anak diorganisasikan dalam program pengajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku antara lain: a. Berbahasa b. Bernyanyi c. Menghitung atau matematika d. Menggambar e. Beragama Berbuat susila g. Berketrampilan h. Olah raga i. Berpengetahuan tentang IPA j. Berpengetahuan tentang 1PS, dan lain-lain.3 Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa lembaga pendidikan dasar hares memiliki kekuatan yang dapat. menjiwai pendidikan selanjutnya, sebab pendidikan sesudah Sekolah Dasar adalah pengembangan dan apa yang dikuasai oleh anak di Sekolah Dasar yaitu kecakapan-kecakapan yang dimiliki oleh anak-anak tersebut. 3 , Drs. Agus Sujanto, OOp.cit, hal. 91 -92

21 3. Tujuan didirikan Sekolah Dasar Negeri Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Dasar Negeri ataupun Swasta merupakan suatu tuntutan yang sangat mendesak dan tidak dapat lagi dihindari. Karena kemajuan semakin pesat disertai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang serba modern dan canggih, serta hadimya era pasar bebas tahun 2004 membutuhkan tenaga-tenaga yang mempunyai ilmu pengetahuan dan ketrampilan serta beragama yang kuat. Maka lembaga pendidikan Sekolah Dasar hares mempunyai tujuan yang sesuai dengan tuntunan perkembangan zaman atau hares menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas. Dengan demikian bahwa lembaga pendidikan Dasar adalah merupakan lembaga pendidikan awal atau dasar yang bercirikan pendidikan umum berkualitas dan mandiri, yang akan mendidik peserta didiknya menjadi anak didik yang berilmu pengetahuan dan teknologi, beriman dan bertagwa kepada Allah Swt. serta berakhlakul karimah. Adapun tujuan pendidikan di Sekolah Dasar adalah sebagai berikut: "1. Supaya anak-anak tamatan Sekolah Dasar memiliki penge-tabuan dan pengertian dasar mengenai kewajiban dan haknya sebagai manusia pancasila sesuai dengan Ketetapan MPRS. No. XXVII!1966 dan berbuat selaras dengan pengetahuan dan pengertian. 2. Supaya anak-anak tamatan Sekolah Dasar memiliki salah sate ketrampilan atau kecakapan kusus yang merupakan bekal hidupnya dalam masyarakat dan dengan demikian dapat berdiri sendiri dan dapat menyumbangkan kecakapannya bagi pembinaan masyarakat adil dan makmur.

22 3. Supaya anak-anak tamatan Sekolah Dasar memiliki dasar-dasar ilmu pengetahuan yang kokoh dan keprigelan penggunaannya untuk melanjutkan pendidikannya di sekolah menengah' .4 Selanjutnya menurut pendapat Bapak Prof. Drs. Malik Fadjar, M.Sc, mengatakan bahwa: Pendidikan di Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar memiliki kedudukan yang sangat strategis sebagai pondasi pengembangan seluruh potensi din anak. Oleh karena itu pendidikan di Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar bukan sekedar mengembangkan aspek kecerdasan intelektual belaka, tetapi pendidikan di Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar hendaknya mampu mengem-bangkan seluruh kemampuan dan potensi yang ada dalam diri siswa, balk berupa kemampuan atau kecerdasan intektual, kecerdasan emosional, spritual, dan moral. Selain itu perlu juga dikembangkan kemampuannya dibidang musik, kemampuan jasmaniah, kemampuan mengembangkan hubungan intra dan antar pribadi, dan sebagainya.5 Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan Sekolah Dasar merupakan kecakapan, pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki anak-anak setelah tamat Sekolah Dasar, guna kelanjutan pendidikan pada jenjang berikutnya atau kejenjang yang lebih tinggi. Dengan memilki kecakapan tersebut, dapat diharapkan anak-anak dapat berdiri sendiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan tidak menggantungkan dirinya kepada orang lain dan ikut serta dalam rangka mensukseskan pembangunan nasional. 4 - Drs. Fuaduddin, M.Ed, H. Sukma Karya, BA, Materi Pokok Pen eg mbangan dan Inovasi Kurikulum Modul 1 6, (Jakarta: Dirjenl Binbaga Islam dan UT, 1997), hal. 146 147 5 - Depdiknas, Majalah Fasilitator, Wahana Informasi dan Komunikasi Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar, (Jakarta: Direjenl Dikdasmen, 2003), hal. 8

23 B. Pendidikan Anak 1. Pengertian Pendidikan Anak Anak adalah keturunan yang dilahirkan orang tua untuk dijadikan sebagai generasi perterus perjuangan dan pewaris bagi orang tuanya, dan untuk anaklah segalanya diberikan oleh orang tuanya baik kasih sayang, perhatian, harts dan benda. Anak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga sejak is lahir sampai dewasa, perkembangan anak itu terjadi secara berangsurangsur dan bertahap sesuai dengan usianya. Perkembangan anak menurut John Locke dalam teori tabularasa adalah "bahwa tiap individu lahir sebagai kertas putih, dan lingkungan itulah yang "menulisi" kertas putih itu" .6 menurut teori ini berarti bahwa perkembangan pribadi anak itu ditentukan oleh faktor lingkungan, yaitu pendidikan orang tuanya. Lebih lanjut lagi menurut salah sate teori perkembangan pribadi anak itu bukan hanya ditentukan oleh lingkungan, tetapi ditentukan juga oleh pem- bawaan sejak lahir (bakatnya). Teori ini dikemukakan oleh J.J. Arthur dengan teorinya yang terkenal yaitu Konvergensi dengan kesimpulannya bahwa "Perkemkangan pribadi sesungguhnya adalah hasil proses kerja sama kedua faktor, baik internal (potensi heredirtas), maupun faktor eksternal (lingkungan, 6. Tim Dosen FIP-IKIP Malang, Pengantar Dasar-dasar Kependidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1988), hal. 9

24 pendidikan). Tiap-tiap pribadi adalah hasil konvergensi faktor-faktor internal dan eksternal"_7 Berdasarkan dari kedua teori di atas, dapat disimpulkan bahwa perkembangan pribadi anak itu ditentukan oleh dua faktor, yaitu: pembawaan sejak lahir (bakat) dan lingkungan yaitu pendidikan yang diterimanya. Hal ini sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad Saw. yang berbunyi: JOi 1, ,Rwio~~at r s1 /aJ// ISi1J1 , /s.0 iJ /It .2 l-190 (O l..e p_t I'J 4:a.as4 I 1.v 4b t J . j J U A-I 43i i cv.oj 8OI &.. 4.. "/~I r f' IJ`isQI J/gipO, f Artinya: "Dari Abu Hurairah r.a, berkata: "Rasulullah Saw bersabda: "Tidaklah dilahirkan seorang anak (bayi) kecuali is lahir dalam keadaan suci, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani (kristen) dan musyrik (menyekutukan Allah)". (H.R. Muslim). Berdasarkan Hadits tersebut, jelaslah bahwa anak yang barn dilahirkan itu dalam keadaan suci atau fitrah, dan orang tuanya yang akan mendidiknya dan membentuk kepribadiannya, apakah akan dijadikannya pribadi yang baik atau tidak. Sejak itulah mulai berlaku pendidikan secara langsung dan pendidikan yang pertama dan utama diterima oleh anak adalah pendidikan dari dalam keluarga, yaitu dari kedua orang tuanya. Karena orang tua adalah orang yang pertama dan utama dikenal oleh anak dan yang bertanggung jawab terhadap pendidikan anaknya. Ibid, hal. 10 s - Husein Bahreisy, Himpunan Hadits Pilihan Shahih Muslim, (Surabaya: Al Ikhlas, 1987) hal. 44

25 Menurut Ki Hajar Dewantara yang dikutip oleh Drs. A. Muri Yusuf Pendidikan adalah "Sebagai daya upaya untuk mernberikan tuntunan pads segala kebutuhan kodrat yang ada pads anak, agar mereka sebagai manusia atau anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan lahir batin yang setinggi-tingginya' . 9 Untuk itulah pendidikan anak sangat utama, karena pribadi anak yang dilahirkan itu selalu berkembang dan menuntut penyempurnaan dirinya dan keadaan sebelumnya. Karena kelahiran pads hakekatnya adalah perubahan ketergantungan dan lingkungan. Ketergantungan artinya anak lahir belum mengerti apa-apa, dan tidak bisa apa-apa, maka segalanya adalah orang tuanya, lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitamya, lingkungan bagi anak adalah lingkungan keluarga, orang tuanya (Ibu dan Bapaknya). Menurut teori yang dikemukakan oleh Reymond. W. Murry, fungsi keluarga itu me- liputi "l). Kesatuan keturunan (biologis) dan juga kebahagiaan masyarakat. 2). Berkewajiban untuk meletakkan dasar pendidikan, rasa keagamaan, kemauan, rasa kesukaan pada keindahan, kecakapan ekonomi dan pengetahuan penjagaan diri si anak" i Dari dalam keluarga inilah anak mendapatkan bimbingan dan pendidikan dan lbu dan ayahnya, lbu adalah orang yang pertama di mata anaknya 9 - Drs. A. Muri Yusuf, Pengantar limn Pendidikan, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1985), hal. 24 ' Ibis hal. 26

26 dan ayahnya adalah periama untuk kelangsungan hidupnya, tetapi ibu adalah orang yang paling pertama dan i anak sejak di dalam kandungan hingga anak lahir. Thu yang mengasuh dan menyusui dan mampu menggantikan pakaian serta berusaha melindungi anak-anaknya dari kesakitan. Begitu jugs ayah, dengan sibuknya dan pekerjaan is akan meluangkan waktunya untuk membimbing dan mendidik anak-anaknya. Ibu dan ayah secara bersama-sama mendidik anaknya dalam keluarga dan setelah anak menginjak usia sekolah yaitu, usia 5 6 tahun, orang tua hanis menyekolahkan anaknya, baik yang dimulai dari TK usia 4,5-5 tahun maupun yang langsung masuk ke SD yaitu usia 6 tahun. Inilah pentingnya pendidikan anak, dan pendidikan anak itu dimulai sejak dalam kandungan (praratel) sampai is lahir hingga dewasa, atau pendidikan anak itu berlangsung seumur hidup. Setelah pendidikan dalam keluarga anak inelanjutkan pendidikannya sekolabnya dan SD, SLIP, SMU dan Perguruan Tinggi, ditambah jugs pendidikan di masyarakat. Dalam proses pendidikan anak, orang tua adalah orang yang bertanggung jawab dalam kelangsungan maupun keberhasilan sekolah anak. Segala kebutuhan dan biaya anak adalah menjadi beban orang tuanya. Hal mi diterangkan oleh Allah SWT, dalam Al Qur'an Surat At Tahrim ayat 6, yang berbunyi .

27 /I.,P.fr/.J'(1 os ., , 0 ' ^Ju u....t li ~sS + 11 _S~+w.ii 119 13+.1 CSJ. Artinya: "Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka...". Dan ayat tersebut sudah jelas bahwa masalah anak baik dan segi kebutuhan yang bersifat material maupun pendidikan adalah tanggung jawab orang tuanya. Tanggung jawab orang tua dalam pendidikan anak adalah: a. Pemenuhan kebutuhan sekolah anak yang bersifat material yaitu: biaya sekolah, peralatan sekolah, pakaian dan yang lainnya. b. Pemenuhan kebutuhan sekolah anak yang bersifat spiritual yaitu: bimbing- an, motivasi, perhatian dan kasih sayang. 2. Tingkat Pendidikan Anak Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak dari segi fisik maupun psikisnya memerlukan suatu bimbingan dan penyempurnaan pads dirinya, agar segala kebutuhan material maupun spritual dapat terpenuhi. Bimbingan dan penyempurnaan yang dibutuhkan oleh anak adalah pen-didikan. Pendidikan yang diterima oleh anak bukan saja hanya sebatas pendidikan dalam keluarga, akan tetapi pendidikan yang dibutuhkan lebih dan itu, yaitu dani pendidikan keluarga dilanjutkan sampai kependidikan sekolah. Lembaga pendidikan sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang berjenjang dan berstruktur masing-masing. ". Q.S : 66 : 6

28 Menurut definisi Coombs yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleli A. Muri Yusuf, bahwa pendidikan formal (sekolah) ialah: "Pendidikan yang berstruktur, mempunyai jenjang/tingkat, dalam periode waktu-waktu tertentu, berlangsung dasi Sekolah Dasara sampai ke Universitas dan tercakup disamping studi akademis Umum, jugs berbagai program khusus dan lembaga untuk latihan dan profesional".12 Berdasarkan pendapat tersebut, bahwa pendidikan sekolah adalah lembaga pendidikan yang berstruktur, berjenjang atau bertingkat yang di tempuh dalam periode waktu waktu tertentu sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing dan setelah selesai dari salah satu jenjang tersebut men-dapatkan Ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar (STTB). Jenjang itu berlangsung dari SD sampai Perguruan Tinggi. Jenis dan jenjang pendidikan itu berstruktur, artinya bertingkat dan bertahap, tidak bisa sekaligus menduduki pads salah satu jenjang sebelum menyelesaikan Tingkat Dasar. "Pads pendidikan formal ada struktur tertentu yang harus dilalui dan ditempuh oleh murid seperti SD, SMP, SMA dengan jenjang/masa belajar tertentu. Direncanakan dengan sistematis dengan periode waktu tertentu mulai tahapan-tahapan".'3 jadi tahapan-tahapan atau jenjang masing-masing di sekolah itu harus dilalui, seperti; anak tidak masuk SLIP 12. lbid, hal. 62 13.B2;a

29 kalau belum tamat SD, clan tidak masuk SMA kalau belum tamat SLIP, begitu juga untuk masuk ke Perguruan Tinggi tidak bisa kalau belum menamatkan di SMA. Berdasarkan dan pengertian di atas, maka yang dimaksud dengan jenjang pendidikan anak adalah jenjang atau tingkat dari pendidikan anak yang sedang dijalani atau batas pendidikan akhir yang dimiliki oleh anak. Dengan kata lain tingkat pendidikan anak adalah batas pendidikan terakhir yang dimiliki oleh anak, baik yang sedang dijalani maupun sudah tamat.