Anda di halaman 1dari 1

Pemeriksaan Sputum Pemeriksaan sputum penting karena dengan ditemukannya kuman BTA, diagnosis tuberkulosis sudah dapat dipastikan.

Disamping itu pemeriksaan sputum dapat memberikan evaluasi terhadap pengobatan yang diberikan, tetapi kadang tidak mudah untuk menemukan sputum terutama penderita yang tidak batuk atau pada anak anak. Pemeriksaan sputum kurang begitu berhasil karena umumnya sputum langsung ditelan. Adapun bahan bahan yang digunakan untuk pemeriksaan bakteriologi adalah : 1. Bilasan lambung 2. Sekret bronkus 3. Sputum 4. Cairan pleura 5. Liquor cerebrospinalis 6. Cairan asites Kriteria sputum BTA positif adalah bila sekurang kurang nya ditemukan tiga batang kuman BTA pada suatu sediaan. Dengan kata lain diperlukan 5.000 kuman dalam 1 ml. Sediaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) 1. Isonizid (INH) Tablet 50 mg, 100 mg, 300 mg Syrup 50 mg/5ml Tablet 500 mg Tablet 100 mg, 400 mg Tablet 400 mg, 600 mg Injeksi 400 mg/ml

2. Pirazinamid (Z) 3. Etambutol (E) 4. Rifampisin (R) 5. Streptomicyn

Tappering Off Kortikosteroid Pada keadaan TB yang berat perlu diberikan kortikosteroid (mis: prednison) dengan dosis 1-2 mg/kgBB/hari , terbagi dalam 3 dosis. Lama pemberian kortikosteroid selama 2-4 minggu, dengan dosis penuh yang dilanjutkan dengan tappering off. Tappering off kortikosteroid dilakukan dengan menurunkan 5-7,5 mg/hari (1-1,5tablet/hari), selama 2 minggu.