Anda di halaman 1dari 5

Serangan Bangsa Mongol

Posted by Hitsuke at 5:54 PM . May 1, 2009


Browse Home Makalah Serangan Bangsa Mongol
Serangan-Serangan Mongol
Sesungguhnya invasi pasukan mongol terhadap wilayah-wilayah islam adalah tragedy besar
yang tidak ada tandinggannya sebelum ini dan sesudahnya. Kendati sebelumnya didahului
perang dunia, sesungguhnya perang salib tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan
invasi pasukan mongol. Betapapun banyaknya jumlah korban perang dari kaum muslimin
pada keseluruhan perang salib, sesungguhnya itu masih relative kecil jika dibandingkan
dengan jumlah korban perang dari kalangan kaum muslimin pada satu perang diantara sekian
banyaknya perang yang dilancarkan pasukan mongol secara brutal dan sadis tersebut. Kaum
muslimin mengalami kerugian yang tidak terhitung akibat kolonialisme modern, namun
penghancuran oleh pasukan mongol terhadap satu kota saja bagdad misalnya.
Barangkali manusia tidak pernah melihat pembantaian, pembunuhan dan penghancuran yang
sadis dan kejam dalam sejarahnya. Dajjal saja tidak membunuh pengikutnya dan hanya,
membunuh penentangnya. Sedangkan mereka bangsa mongol tersebut tidak menyisakan
seorang pun, semuanya dibabt habis. Tidak ada pengecualian antara laki-laki, wanita dan
ank-anak. Mereka belah perut wanita-wanita hamil kemidian membunuh bayi-bayinya.
Invasi pasukan mongol berimbas pada perubahan social, moralitas dan politik terhadap
negeri-negeri islam. Sebagaiman invasi pasukan mongol mengakibatkan dampak negative
dalam masyarakat islam, disamping itu juga mengakibatkan dampak positiI bagi ummat
islam, yaitu membangun perasaan kaum muslimin terhadap pentingnya persatuan membuang
jauh-jauh perpecahan.


Jikalau ditelusuri historisnya, umat islam pada waktu itu tersebar dimana-mana dari jazirah
arab sampai eropa dibawah naungan Negara-negara islamiyah, yang sudah barang tentu
system pemerintahannya sudah mulai mendekati ideal, disamping itu pula, peradaban dan
ilmu pengetahuan mulai berkembang pesat, ini menandakan bahwa pada waktu itu ilmuan
dan cendikiawan musli mulai banyak seperti ibnu taimiah. Akan teetapi ironis sekali bila
mana Negara islam tatkala itu dikikis habis oleh Negara mongol, bagaikan debu yang ada
diatas debu yang licin dan diterpa angina yang kencang. Atas dasar pertimbangan itulah
penulis akan mencoba menguak dan menelusuri sebab musaban keberhasila mongol
mengusasai islam dan termasuk menghancurkan bagdad. Sebagai sentral umat islam pada
waktu itu, disamping itu pula, penulis akan menggali sejarah sebab hancurnya Negara-negara
islam.

Latar belakang bangsa mongol
Asal mula bangsa mongol adalah dari masyatakat hutan yang mendiami Siberia dan mongol
luar di sekitar danau pegunungan altani tepatnya dibagian barat laut cina. Sebenarnya merka
itu bukanlah suku nomad yang berpindah-pindah dari satu stepa yang lain, walaupun
menaklukkan banyak stepa dengan ketangkasannya menunggang kuda. Pemimpin bangsa
mongol di sebut khan. Khan bangsa mongol yang pertama yang diketahui dalam sejarah
adalah yesugei (w. 1175). Ia adalah ayah jengis. Jengis aslinya bernama temujin, seorang
pandai besi yang mencuat namanya karena perselisihan yang dimenangkannya melawan ong
khan atau togril, seorang kepala suku kereyt. Jengis adalah gelar bagi temujin yang diberikan
kepadanya oleh sidang kepala-kepala suku mongol yang mengangkatnya sebagai pemimpin
tertinggi bangsa itu pada tahun 1206, yang artinya penguasa alam semesta. Perlu diketahui
juga bahwa bangsa mongol adalah bangsa pemberani dan tegar dalam berperang.

gama bangsa mongol

Bangsa mongol tidak memeluk salah satu agama samawi dari ketiga agama samawi. Padahal
mereka hidup dan berinteraksi dengan pengikut agama yahudi, Kristen dan islam. 1 Jengis
khan juga menyempurnakan moral masyarakatnya dengan undang-undang yang dibatnya,
yaitu Ilyasa atau Yasaq. 2 Disamping itu juga, jengis khan juga mengatur kehidupan
beragama dengan tidak boleh merugikan antara satu pemeluk agama dengan yang lainnya.
Sebagai konswekwensinya, rakyat mongol harus menghormati rajanya, ia juga mendirikan
pos untuk mengetahui berita tentang kerajaannya, ia melarang penyerbuan terhadap agama.

Perkembangan bangsa mongol

Bangsa yang dipimpinnya itu meluaskan wilayahnya ke Tibet (cina barat laut), dan cina,
1213, serta dapat menaklukkan Beijing tahun 1215. ia menundukkan Turkistan tahun 1218
yang berbatasan dengan wilayah islam, yakni Khawarazam syah. Ivasi gubernur khawarazam
membunuh utusan jengis yang disertai oleh saudagar islam. Perristiwa tersebut menyebabkan
mongol menyerbu wilayah islam, dan dapat menaklukkan transoxania yang merupakan
wilayah khawarazam 1219-1220, padahal sebelumnya mereka hidup berdampingan secara
damai satu sama lain. Kota bukhara di samarkand yang didalamnya terdapat makam imam
bukhari, salah seorang perawi hadis yang termasyur, dihancurkan, balk, dan kota-kota lain
yang memiliki peradaban islam yang tinggi, di asia tengah juga tidak luput dari
penghancuran. Jalaluddin, penguasa khawarazam yang berusaha meminta bantuan pada
khaliIah abbasiyah di bagdad, menghindarkan diri dari serbuan mongol, ia diburu oleh
musuhnya hingga ke India 1221, yang akhirnya ia lari ke barat. Toluy, salah seorang anak
jengis, di utus ke khurasan sementara anaknya yang lain, yaitu jochi dan chaghatay bergerak
untuk merebut wilayah sungai sir darya bawah dan khawarazam.
Wilayah kekuasaan jengis khan yang luas dibagi untuk empat orang putranya sebelum ia
meninggal dunia tahun 624/1227. 3 pertama ialah jochi, anak yang sulung mendapat wilayah
Siberia bagian barat dan stepa qipchaq yang membentang hingga rusia selatan, didalamnya
terdapat khawarazam. Namun ia meninggal dunia sebelum ayahnya waIat, dan wilayah
warisannya itu diberikan kepada anak jochi yang bernama batu atau orda. Batu mendirikan
orde (kelompok) biru di rusia selatan sebagai dasar berkembangnya orde putih di Siberia
barat. Kedua kelompok itu bergabung dalam abad ke 14 yang kemudian muncul sebagai
khanan yang bermacam ragamnya di rusia, tiumen, bukhara , dan khiva. Syaibaniyah atau
ozbeg, salah satu cabang keturunan jochi berkuasa di khawarazam dan transoxania dalam
abad ke 15 dan 16.
Kedua adalah chaghatay, mendapat wilayah berbentang ke timur, sejak dari transoxania
hingga Turkistan timur atau Turkistan cina. Cabang barat dari keturunan chagutai yang
bermukim di transoxania segera masuk ke dalam lingkungan pengaruh islam, namun
akhirnya dikalahkan oleh kekuasaan timur lenk. Sedangkan cabang timur dari keturunan
chagutai berkembang di semerechye, ili, t'ien syan di tamrin. Mereka lebih tahan dari
pengaruh islam, tetapi akhirnya mereka ikut membantu menyebarkan islam di wilayah
Turkistan cina dan bertahan disana hingga abad ke XVII.
Ketiga bernama agudai, adalah putra jengis khan yang terpilih oleh dewan pimpinan mongol
untuk menggantikan ayahnya sebagai khan agung yang mempunyai wilayah di pamirs dan
tien syan.
Keempat ialah tuli, si bungsu mendapat bagian wilayah Mongolia sendiri. Anak-anaknya,
yakni mongke dan qubulay menggantikan oguday sebagai khan yang agung. Qobulay
menaklukkan cina dan berkuasa disana yang dikenal sebagi dinasti yuan yang memerintah
hingga abad ke-XIV, yang kemudian digantikan dengan dinasti Ming. Adalah hulako khan, 4
saudara Mongke khan dan Qobulay khan, yang menyerang wilayah-wilayah islam sampai ke
bagdad.

nvasi-invasi mongol
Wilayah kultur arab menjadi jajahan mongol setelah bagdad ditaklukkan oleh hulako khan,
1258. ia membentuk kerajaan Il Khaniyah yang berpusat di tabris dan maragha. Ia dipercaya
oleh saudaranya, mongke khan untuk mengembalikan wilayah-wilayah mongol di asia barat
yang telah lepas dari kekuasaan mongol setelah kematian jengis. Ia berangkat dengan disertai
pasukan yang besar untuk manunaikan tugas itu tahun 1253 dari Mongolia . Atas
kepercayaan saudaranya itu hulako khan dapat menguasai wilayah yang luas seperti Persia,
Irak, Caucasus dan asia kecil sebelum menundukkan bagdad, ia telah menguasai pusat
gerakan Syi'ah Isma'iliyah di Persia utara, tahun 1256. jatuhnya ibu kota abbasiyah yang
didirikan oleh khaliIah kedua, al-mansyur itu, baerkaitan erat sekali dengan seseoran yang
bernama ibnu al-qami' 5 ia berhasil untuk merayu pasukan mongol untuk menyerang bagdad.
Pada awal tahun 656 H/ 1258 M, hulako khan mengirimkan pasukan ke bagdad dibawah
pimpinan dua amirnya sebagai pasukan awal sebelum kedatangannya, kemudian pada tanggal
12 muharram pada tahun yang sama, pasukan yang berkekuatan dua ratus ribu personel dan
dipimpin langsung oleh hulako khan tiba di bagdad. Mereka mengepung bagdad dari dua
arah, barat dan timur, pada akhirnya di adakan perjanjian antara hulako dan mu'tashim
mu'tashim dikawal tujuh ratus dari kalangan hakim dan, Iuqoha', orang-orang suIi dan pejabat
Negara. Pada akhirnya mereka semua di bunuh oleh hulako khan tidak tersisa sama sekali,
hal ini atas permintaan ibnu al-qami' dan nashiruddin at-thutsi. Demikian juga membunuh
sebagian besar keluarga khaliIah dan penduduk yang tak bedosa. Akibat pembunuhan dan
perusakan kota itu timbullah wabah penyakit lantaran mayat-mayat yang bergelimpangan
belum sempat di kebumikan. Hulako mengenakan gel ail khan dan menguasai wilayah lebih
luas lagi hingga ke syiria utara seperti kota Aleppo , hama dan harim.
Selanjutnya ia ingin merebut mesir, tetapi malang, pasukan mamluk rupanya lebih kuat dan
lebih cerdik sehingga pasukan mongol dapat dipukul di Ain jalut, palestina, tahun 1260
sehingga mengurungkan niatnya melangkahi mesir. Ia sangat tertarik pada bangunan dan
arsitektur yang indah dan IilsaIat.
Hulako yang memerintah hingga tahun 1265 digantikan oleh anaknya, abaqa, 1265-1282. ia
sangat menaruh perhatian kepada umat Kristen karena pengaruh janda ayahnya yang
beragama Kristen neustorian 6 , yakni Doqus Khatun. Orang-orang Mongol Il khaniyah ini
bersekutu dengan orang-orang salib, penguasa Kristen eropa, Armenia cilicia untuk melawan
mamluk dan keturunan-keturunan saudaranya sendiri dari dinasti horde keemasan (golden
horde) yang telah bersekutu dengan mamluk, penguasa muslim yang berpusat di mesir.
Dinasti il khaniyyah lama kelamaan renggang hubungannya dengan saudara-saudaranya di
timur, terutama setelah meninggalnya qubulay khan tahun 1294. bahkan mereka yang
menguasai barat sampai bagdad itu karena tekanan kultur Persia yang islam, berbondong-
bondong memeluk agama islam seperti ghazan khan dan keturunannya. Penguasa Il
khanniyah terakhir ialah abu sa'id. Ia berdamai dengan mamluk tahun 1323, yang mengakhiri
permusuhan kedua kekuasaan itu untuk merebut syiria. Perselisihan dalam tubuh Il khaniyah
sendiri menyebabkan terpecahnya kerajaan menjadi dinasti kecil-kecil yang bersiIat local.
Mereka hanya dapat dipersatukan kembali pada masa timur lenk yang berbentuk dinasti
timurriyah yang berpusat di samarkand . Sebagian wilayah Il khaniyyah yang yang berada
yang berada di kawasan kebudayaan arab seperti iraq , Kurdistan dan azebaijan, diwarisi oleh
dinasti jalayiriyah. Jalayiriyah adalah suku mongol yang mengikuti hulako ketika
menaklukkan negeri-negeri islam. Dinasti ini didirikan oleh hasan kuchuk (kecil) dari dinasti
chupaniya, musuh bebuyutannya yang memerintah sebagai gubernur di Anatolia di bawah
sultan abu sa'id, penguasa terakhir dinasti Il khaniyah, dan memusatkan kekuatannya di
bagdad. Dimasa Uways, pengganti hasan agung, jalaliriyyah baru memiliki kedaulatan secara
penuh. Ia dapat menundukkan azerbaizan, namun mendapat perlawanan dari dinasti
muzaIIariyah din Khan-Khan horde keemasan. Mereka akhirnya dikalahkan oleh Qara
Qoyunlu.
Dari sini dapat dilihat, bahwa kultur Islam yang ada dikawasan budaya arab seperti iraq dan
syiria serta sebagian Persia sebelah barat, walaupun secara politis dapat ditaklukkan oleh
mongol, tetapi akhirnya mongol sendiri terserap kedalam budaya islam. Dapatkah kiranya
disimpulkan bahwa akar budaya islam dikawasan budaya arab di pemerintahan bukan hanya
dynasti berbangsa arab saja tetapi siapa yang kuat akan memerintah wilayah tersebut.
Dinasti-dinasti silih berganti menguasai wilayah itu dan yang langgeng ialah kekuasaan dari
bangsa arab sendiri, baik pada masa klasik maupun masa modern ini.

ampak kekuasaan mongol
Apa dampak positive maupun negative kekuasaan mongol terhadap wilayah islam yang
ditundukkannya ?. Dampak negative tentu lebih banyak dibandingkan dampak positiInya.
Kehancuran tampak jelas dimana-mana dari serangan mongol sejak dari wilayah timur
hingga kebarat. Kehancuran kota-kota dengan bangunan yang indah-indah dan perpustakaan-
perpustakaan yang mengoleksi banyak buku memperburuk situasi ummat islam. Pembunuhan
terhadap umat islam terjadi, bukan hanya pada masa hulako saja yang membunuh khaliIah
Abbasiyah dan keluarganya, tetapi pembunuhan dilakukan juga terhadap umat islam yang
tidak berdosa. Seperti yang dilakukan oleh argun Khan ke 4 pada masa dinasti Il khaniyah
terhadap Takudar sbagai Khan ketiga yang dihukum bunuh karena masuk islam, Argun
Syamsuddin, seorang administrator dari keluarga juwaini yang tersohor di hokum mati tahun
1284, Syamsuddin penggantinya juga dibunuh tahun 1289, dan Sa'id ad-Daulah yang orang
Yahudi itu dihukum mati pula pada tahun 1289.
Bangsa mongol yang asal mulanya memeluk agama nenek moyang mereka, lalu beralih
memeluk agama Buddha, rupanya bersimpati kepada orang-orang Kristen yang bangkit
kembali pada masa itu dan menghalang-halangi Dkwah islam di kalangan mongol, yang lebih
Iatal lagi adalah hancurnya bagdad sebagai pusat dinasti abbasiyah yang di dalamnya terdapat
berbagai macam tempat belajar dengan Iasilitas perpustakaan, hilang lenyap dibakar oleh
hulako. Suatu kerugian besar bagi khazanah ilmu pengetahuan yang dampaknya masih
dirasakan hingga kini.
Ada pula dampak positiI dengan berkuasanya dinasti mongol ini setelah para pemimpinnya
memeluk agama islam. Mengapa dapat menerima dan masuk agama islam? Antara lain
adalah disebabkan karena mereka berasimilasi dan bergaul dengan masyarakat Muslim dalam
jangka panjang, seperti yang dilakukan gazhar khan (1295-1304) yang menjadikan Islam
sebagai agama resmi kerajaan, walaupun ia pada mulanya beagama Buddha. Rupanya ia telah
mempelajari ajaran agama-agama sebelum menetapkan keislamannya, dan yang lebih
mendorongnya masuk islam adalah karena pengaruh seorang menterinya, Rasyiddin yang
terpelajar dan ahli sejarah yang terkemuka yang selalu berdialog dengannya, dan Nawruz,
seorang Gubernurnya untuk berapa provinsi syiria. Ia menyuruh kaum Kristen dan yahudi
untuk membayar jizrah, dan memerintahkan mencetak uang yang bercirikan islam, melarang
riba', dan menyuruuh para pemimpinnya menggunakan sorban. Ia gemar pada seni dan ilmu
pengetahuan, menguasai beberapa bahasa seperti Mongol, Arab , Persia , Cina , Tibet dan
Latin. Ia mati muda ketika berumur 32 tahun, karena tekanan batin yang berat sehingga ia
sakit yang menyebabkan kematiannya itu ketika pasukannya kalah di syiria dan munculnya
sebuah komplotan yang berusaha untuk menggusurnya dari kekuasaannya. Sepeninggal
gazan digantikan oleh uljaitu khuda banda (1305-1316) yang memberlakukan aliran syi'ah
sebagai kaum resmi kerajaannya. Ia mendirikan ibu kota baru yang bernama sultaniyyah
dekat Qazwain yang dibangun dengan arsitektur khas Il Khaniyyah. Banyak koloni dagang
Italia terdapat di Tabriz , dan Il Khaniyyah menjadi pusat pedagangan yang menghubungkan
antara dunia Barat dan India serta timur jauh. Namun perselisihan dalam keluarga dinasti Il
Khaniyyah menyebbkan runtuhnya kekuasaan mereka.