PERANAN FOTO DADA DALAM MENDIAGNOSIS TUBERKULOSIS PARU TERSANGKA DENGAN BTA NEGATIF DI PUSKESMAS KODYA MEDAN

TESIS

Oleh

MUAL BOBBY E PARHUSIP

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS I DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT PARU FK.USU/ SMF PARU RSUP. H. ADAM MALIK MEDAN 2009

Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan, 2009

LEMBARAN PERSETUJUAN Judul Penelitian : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tb Paru Tersangka Dengan BTA Negatif Di Puskesmas Kodya Medan Nama Program Studi : Mual Bobby E Parhusip : Program Pendidikan Dokter Spesialis I Paru

Menyetujui Pembimbing

Dr.Hilaluddin S, SpP(K), DTM&H NIP. 130 365 290

Koordinator Penelitian Dep .Ilmu Paru

Ketua Program Studi Dep. Ilmu Peny. Paru

Ketua Departemen Ilmu Penyakit Paru

Prof.Dr.Tamsil S, SpP(K)

Dr.Hilaluddin S,SpP(K),DTM&H Prof.Dr.H.Luhur Soeroso,SpP(K)

NIP. 130 811 246

NIP. 130 365 290

NIP. 130 422 431

Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan, 2009

TESIS PPDS ILMU PENYAKIT PARU FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA/RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN

1. Judul Penelitian

: Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis TB Paru Tersangka Dengan BTA Negatif Di Puskesmas Kodya Medan

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Nama Peneliti NIP. Pangkat/ Golongan Fakultas Jurusan Jangka Waktu Lokasi Penelitian Pembimbing

: Mual Bobby E Parhusip : : : Kedokteran Universitas Sumatera Utara : Ilmu Penyakit Paru : 4 Bulan (empat bulan) : SMF Paru RSUP.H. Adam Malik Medan dan Puskesmas Kotamadya Medan : Dr.Hilaluddin S, SpP(K), DTM&H

Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan, 2009

2009 .PERNYATAAN PERANAN FOTO DADA DALAM MENDIAGNOSIS TUBERKULOSIS PARU TERSANGKA DENGAN BTA NEGATIF DI PUSKESMAS KODYA MEDAN TESIS Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan orang lain. Medan. 18 Maret 2009 Mual Bobby E Parhusip Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

P Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. Sp. DTM&H. Hilaluddin Sembiring. H. SpP Prof. SpP(K) Dr. Pandiaman Pandia.Telah diuji pada : Tanggal 23 July 2009 Panitia Penguji Tesis Ketua Sekretaris Penguji : : : : : Dr. Zainuddin Amir. Dr. Pantas Hasibuan. 2009 . SpP Dr. Luhur Soeroso. SpP(K) Dr.

karena yang positif hanya 9 pasien(16. Penderita dengan gambaran lesi positif diberi pengobatan OAT regimen RHZE selama 2 bulan.7%) yang memiliki gambaran lesi positif pada ronsen foto dadanya.3%) lesi negatif .7%) setelah dilakukan penambahan foto dada pada pasien-pasien tersangka TB paru dengan BTA negatif. kemudian dilakukan foto dada ulangan.dengan pemeriksaan BTA negatif dilakukan pemeriksaan foto ronsen dada. Kata kunci : Deteksi dini. Kesimpulan : Dari hasil penelitian di puskesmas kodya Medan diperoleh data-data yang menunjukkan penambahan foto dada tidak akurat untuk diagnostik TB paru yang cukup bermakna. BTA negatif. 4 orang (44.6%) penderita. Diperoleh 45 orang (83. Diperoleh adanya gambaran perbaikan secara radiologis pada foto dadanya pada 5 orang (55.ABSTRAK : : : Untuk mengetahui peranan foto dada dalam mendiagnosis TB paru tersangka dengan BTA negatif di puskesmas kodya Medan Metode Penelitian ini menggunakan uji diagnostik yang bersifat observational dengan pendekatan secara cross sectional. Hasil Dari 54 orang penderita yang datang ke puskesmas dengan gejala klinis TB paru. Foto dada Objektif Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. 2009 . 9 orang (16.4%) penderita tidak mengalami perubahan foto dada dibandingkan foto dada yang pertama.

R S Parhusip Sp. Dokter Peserta PPDS Ilmu Penyakit Paru 1 Januari 2003 Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. Miranda Gratia Parhusip 2. SMP St Thomas I Medan 3.Dr. SD Yos Sudarso 2.P(K) : R H Situmorang. 2009 . FK UKI Jakarta Ijazah 1984 Ijazah 1987 Ijazah 1990 Ijazah 2000 PEKERJAAN 1. Luther Gideon Parhusip PENDIDIKAN 1. SH : Dr. Lucy Meylani E Pakpahan : 1. SMA Negeri 1 Medan 4. 31 Maret 1972 : Kristen. Mual Bobby E Parhusip : Medan. Protestan : PPDS Paru FK-USU Medan : Jl Sekip No 106 Medan. 20117 KELUARGA Bapak Ibu Istri Anak : Prof.DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS IDENTITAS Nama Tempat/Tgl/Lahir Agama Pekerjaan Alamat : Dr.

USU telah membawakan : 1.PERKUMPULAN PROFESI 1. 2009 . Peserta pada beberapa kegiatan ilmiah Paru TUGAS Selama mengikuti pendidikan dokter spesialis Ilmu Penyakit Paru FK. Sari Pustaka 3. Karya Ilmiah tingkat Nasional 1 buah 5 buah 5 buah 12 buah 1 buah Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. Laporan Kasus 4. Sari Pustaka Dasar 2. Peserta pada KONAS XI PDPI 2008 di Bandung 3.sekarang 2002 – sekarang PARTISIPASI DALAM KEGIATAN ILMIAH 1. Anggota muda PDPI cabang Sumatera Utara 2000 . Journal Reading 5. Bali 2007 2. Anggota IDI kota Medan 2. Laporan Kasus dengan topik Allergic Bronchopulmonary Aspergillosis pada KONKER XI PDPI.

teman sejawat asisten Departemen Ilmu Penyakit Paru FK USU. bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak baik dari guru-guru yang penulis hormati.P(K) sebagai Ketua Departemen Ilmu Penyakit Paru FK-USU/ SMF Paru RSUP H. paramedis dan nonmedis serta dorongan dari pihak keluarga. senantiasa menanamkan disiplin. Adam Malik Medan . Luhur Soeroso. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : Prof. Keberhasilan penulis dalam menyelesaikan penelitian ini tidak terlepas dari bantuan. 2009 .KATA PENGANTAR Segala puji syukur dan terima kasih penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Adam Malik Medan. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. sebab berkat rahmat dan kasih karuniaNya penulis dapat menyelesaikan tesis ini dengan judul “Akurasi deteksi dini pasien tuberkulosis paru dengan BTA sputum dibandingkan dengan penambahan foto dada pada pasien yang dicurigai sebagai kasus dengan BTA sputum yang negatif di puskesmas kodya Medan ”. yang mana hal tersebut sangat berguna bagi penulis untuk masa yang akan datang. Sp.yang tiada henti-hentinya memberikan bimbingan ilmu pengetahuan. ketelitian dan perilaku yang baik serta pola berpikir dan bertindak ilmiah. H. Dr. yang merupakan persyaratan akhir pendidikan keahlian di Departemen Ilmu Penyakit Paru Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara/ RSUP H.

berpikir dan berwawasan ilmiah serta memberikan motivasi. Adam Malik Medan. Hilaluddin Sembiring. bimbingan. 2009 . masukan selama penulis menjalani pendidikan.P(K) sebagai Ketua Program Studi Ilmu Penyakit Paru yang senantiasa tiada jemunya berupaya menanamkan disiplin. Adam Malik Medan. pengarahan dan masukan dalam rangka penyusunan dan penyempurnaan tulisan ini. Sp. Sp. yang telah banyak memberikan bimbingan dan nasihat selama penulis menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di FK-USU/ SMF Paru RSUP. Sp. saran serta nasehat yang bermanfaat serta selalu mendorong penulis dalam menyelesaikan pendidikan ini. Dr.Dr. ketelitian. Dr. Dr. DTM&H. Widi Rahardjo.P(K). H. Sp. PS Pandia. H. sebagai koordinator penelitian ilmiah Departemen Ilmu Penyakit Paru yang telah banyak memberikan dorongan. Dr.P sebagai Ketua Persatuan Dokter Paru Indonesia Cabang Sumatera Utara yang telah banyak memberikan bantuan . saran serta nasehat yang bermanfaat dan selalu mendorong penulis dalam penyempurnaan penulisan tesis ini sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini . SpP sebagai Sekretaris Departemen Ilmu Penyakit Paru FKUSU/ SMF Paru RSUP H. Dr. bimbingan. Sp.P(K) sebagai Sekretaris Program Studi Ilmu Penyakit Paru dan pembimbing penulis yang banyak memberikan motivasi. Prof. Zainuddin Amir. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. kritikan. Tamsil Syafiuddin. Pantas Hasibuan.P (K) yang telah banyak memberikan bimbingan dan ilmu serta pengalamannya selama penulis mengikuti pendidikan .

Dr. dukungan serta membuka wawasan penulis dalam bidang statistik. Usman. MKes sebagai pembimbing statistik yang banyak memberi bantuan . Direktur RSUP H. Puskesmas Pasar Merah. SpP(K). Parluhutan Siagian. SpP. Ka. Izinkanlah penulis mengucapkan terima kasih kepada Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. SpP. Bintang Sinaga. Dr Noni Soeroso SpP. Abdul Jalil Amri Arma. RS Parhusip. PS Pandia. Amira P Tarigan. Dr. Ka. Sumarli. Sp. SpP. Dr. ilmu pengetahuan dan pengalaman klinis beliau selama mengabdi pada Departemen Ilmu Penyakit Paru yang sangat berguna selama penulis menjalani pendidikan ini. H. Penghargaan dan ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Dr Syahlan. Fajrinur Syarani. Dr. Supiono. SpP(K). Dr. Rasa terima kasih tak lupa penulis ucapkan kepada yang terhormat Kepala Dinas Kesehatan kota Medan. Adam Malik Medan. Dr. Dr. SpP. 2009 . Prof. Dr. Ka. SpP. Puskesmas Darussalam. Sugito. Puskesmas Belawan. Tunggul Hutapea. Dr. Penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada Dr. Ka. SpP. nasihat. Puskesmas Medan Area Selatan. Adlan Lutfi Sitompul. Dr Setia Putra Tarigan SpP yang telah banyak memberikan bantuan. SpP. Dr.Drs. SpP. SpP. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. SpP.P(K) yang telah banyak memberikan bimbingan. masukan dan pengarahan selama penulis menjalani pendidikan ini. Dr. Ka Puskesmas atas kerjasamanya yang telah banyak membantu penulis atas terlaksananya penelitian ini.

Kepala Departemen Patologi Anatomi FK USU Medan. unit gawat darurat RSUP H. Rasa hormat dan terima kasih terhadap mertua penulis Bapak Alm H Pakpahan dan Ibu . Demikian juga kepada Isteriku tercinta Dr Lucy Meylani E Pakpahan serta anak-anak tersayang Miranda Gratia Parhusip. pegawai tata usaha. M br Simamora yang banyak memberikan dukungan dan doa selama penulis menjalani pendidikan ini. ruang bronkoskopi. Adam Malik Medan. instalasi perawatan intensif. Sp. perawat/ petugas poliklinik . Kepala BP4 Medan. Luther Gideon Parhusip yang selalu setia dalam suka dan duka. 2009 . Rasa terima kasih juga penulis sampaikan kepada abang.H br Situmorang. Adam Malik Medan. Dengan rasa hormat dan terima kasih yang tiada terbalas penulis sampaikan kepada Ayahanda Prof. yang telah memberikan kesempatan dan bimbingan kepada penulis selama menjalani pendidikan ini. mendidik dan memberi dorongan semangat serta doa kepada penulis hingga dapat menyelesaikan pendidikan ini. Kepala Departemen Mikrobiologi FK USU Medan. RS Parhusip SpP(K) dan Ibunda R. penuh Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.(LOND). Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada teman sejawat peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Paru FK-USU. Kepala Departemen Kardiologi RSUP H. adik dan ipar penulis. perawat/ petugas BP4 Medan yang telah bekerja sama dan membantu penulis selama menjalani pendidikan ini. ruang rawat inap bagian paru . perawat/ petugas RSU Pirngadi Medan. Dr. SH tercinta yang telah membesarkan. Kepala bagian Radiologi RS Materna Medan.Direktur RSU Pirngadi Medan.Rad . dr Robert Rumanang DMRD.

pengertian. nusa dan bangsa dan mendapat restu dari Tuhan Yang Maha Esa. kekhilafan dan kesalahan yang pernah diperbuat selama ini. 18 Maret 2009 Penulis Mual Bobby E Parhusip Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. 2009 . Medan. kesabaran dan pengorbanannya kepada penulis selama menjalani pendidikan. Tiada kata yang dapat diucapkan selain ungkapan rasa terima kasih dan penghargaan atas segala kesetiaan maupun dukungan kalian selama ini. Akhirnya pada kesempatan ini perkenankanlah penulis menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan. Semoga ilmu. keterampilan dan pembinaan kepribadian yang penulis dapatkan selama ini dapat bermanfaat bagi agama.

...................................... 7 2....................1.1.................................1........................ 1 1............................................5............................. Jumlah Sampel ................................................................ Etiologi ............................ 7 2..............7................. Kerangka Konsep .....................4......................................... 5 1................................................................................. 25 3................................................................................. Tujuan Penelitian ..................................................................................2....... Patogénesis .....5.......................... Rancangan Penelitian ........... ....................................... 25 3............ Penularan dan Penyebaran ...... 25 3.............................. 26 3....................6............... 11 2................4.................... Kriteria Inklusi dan Ekslusi ............................3........ 12 2................................... KATA PENGANTAR ........... BAHAN DAN METODE............................................... Definisi Operasional .. Latar Belakang ....................... Subjek Penelitian . 29 Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan................................................ 6 BAB II................................... DAFTAR ISI .................................... Manfaat Penelitian ........................................................ 1 1.. Epidemiologi ...................... DAFTAR RIWAYAT HIDUP .......... 28 3.............................................................DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK .............................. Perumusan Masalah .................................................... 13 BAB III.... 9 2........ 25 3...........3.......................................................... PENDAHULUAN ..4............. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................ 2009 .............................. BAB I.... 5 1...................................3........... 27 3............. .......... TINJAUAN PUSTAKA .......... Diagnosis ......2................................2..................................... DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR SINGKATAN i ii iv ix xi xii xiii xiv DAFTAR TABEL ............. .................................

.................................. ......... Kesimpulan Saran ............... BAB IV............. BAB V.................. .........................................2......... 31 32 33 33 34 34 41 46 46 46 3............. DAFTAR PUSTAKA ................................. 4....................9................. ......................... KESIMPULAN DAN SARAN 5................................ Pengolahan Data 3......... Jadwal Penelitian ............... Hasil Penelitian 4.....8......... 2009 ........ HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................. Pembahasan ...... 5.................................................3... Biaya Penelitian 3..........1...................... Cara Kerja ......... ................................................ ............. 47 Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.....................11.................................................................................1.......10................2...

................ Kerangka konsep ......... 2009 ...... 18 Gambar 2........ 28 Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan...................... Skema Klasifikasi American Tuberculosis Association ..DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1.....

DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1........ 2009 . Tabel 2.. Manfaat pemberian OAT pada penderita dengan foto dada lesi positif ………………………… 40 Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan..... Karakteristik peserta penelitian ............ Gambaran karakteristik foto dada lesi positif berdasarkan hasil foto dada ulangan ……………………………… 38 35 37 Tabel 4. Karakteristik penderita Tb paru dengan gambaran foto dada Tabel 3...

Lembaran Penjelasan Calon subjek Penelitian Lampiran 3. Persetujuan Komite Etik Tentang Penelitian Lampiran 2. Lembaran Data Penelitian Subyek Lampiran 5. Lembaran Persetujuan Calon Subjek Penelitian Lampiran 4.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Lembaran Hasil Penelitian Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. 2009 .

DAFTAR SINGKATAN AIDS BACTEC : Acquired Immunodeficiency Syndrome : Battle Area Clearence and Training Equipment Consultants BAL BJH BTA CT Scan DOTS ELISA HIV IgG IUATLD : Broncho Alveolar Lavage : Biopsi Jarum Halus : Batang Tahan Asam : Computed Tomography Scanning : Directly Observed Treatment Short Course : Enzyme Linked Immunosorbent Assay : Human Immunodeficiency Syndrome : Immunoglobulin G : International Union Against Tuberculosis and Lung Disease PA PAP PCR RFLP SKRT SPS WHO : Posterior Anterior : Peroxidase anti Peroxidase : Polymersae Chain Reaction : Restrictive Fragment Length Polymorphysm : Survey Kesehatan Rumah Tangga : Sewaktu. Pagi. 2009 . Sewaktu : World Health Organization Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.

2 Penyakit TB Paru tetap berlanjut sebagai masalah kesehatan masyarakat di dunia.1 Tuberkulosis paru (TB Paru) adalah penyakit paru yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.tb) pada tahun 1882 oleh Robert Koch merupakan suatu momen yang sangat penting dalam penemuan dan pengembangan obat antituberkulosis untuk mengendalikan penyakit ini.Penemuan Mycobacterium tuberculosis (M.BAB I PENDAHULUAN 1.Empat puluh persen dari seluruh jumlah penderita TB paru di dunia berada di sebelas negara di Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.Sampai sekarang ini penyakit tersebut belum dapat disembuhkan secra sempurna bahkan sebaliknya jumlah penderita baru dari hari ke hari semakin meningkat.Jika dahulu pada masa era non HIV/AIDS penyakit ini umumnya berada pada negara yang sedang atau belum berkembang. walaupun penyakit ini sudah dikenal sejak 8000 tahun sebelum tahun masehi.1.Hal ini disebabkan makin meningkatnya penderita HIV/AIDS yang pada akhirnya akan menyebabkan seseorang menjadi sangat mudah atau rentan terinfeksi Mycobacterium tuberculosis oleh karena penurunan daya tahan tubuh. 2009 .tetapi sekarang pada negara yang sudah maju seperti di negara Eropa dan Amerika jumlah penderita TB paru semakin meningkat. LATAR BELAKANG Tuberkulosis (TB) paru hingga saat ini masih merupakan masalah penting bagi kesehatan.

4 Pada tahun 1993.7.Asia Tenggara termasuk Indonesia dengan perkiraan delapan juta penduduk penderita TB paru aktif setiap tahunya dan setiap tahun pertambahan tiga juta penderita baru.Di negara-negara berkembang.Pada saat yang bersamaan. di Asia Tenggara juga lebih lima juta penduduk hidup dengan HIV/AIDS yang membuat Asia Tenggara nomor dua tertinggi di dunia.5.000 penduduk Indonesia terdapat Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.kematian oleh karena TB paru merupakan 25% dari seluruh kematian yang seharusnya dapat dicegah. Secara kasar diperkirakan setiap 100. ini disebakan banyaknya penderita yang tidak berhasil disembuhkan. Diperkirakan 95% penderita TB paru berada di negara berkembang dan 75% penderita TB paru adalah kelompok usia produktif (15-50 tahun).penyakit saluran pernafasan pada semua kelompok usia dan nomor satu dari golongan penyakit infeksi. 2009 . World Health Organization (WHO) mencanangkan kedaruratan global penyakit TB paru karena pada sebagian besar negara di dunia penyakit TB paru tidak terkendali.6 Pada tahun 1995.9Pada tahun 1999.8 Di Indonesia berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1995 menunjukkan bahwa penyakit tuberkulosis paru merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit kardiovaskular.000 kasus.WHO memperkirakan bahwa setiap tahun di Indonesia terjadi 583. diperkirakan setiap tahun terjadi sekitar sembilan juta penderita TB paru dengan kematian tiga juta orang.000 kasus baru TB paru dengan kematian karena TB paru sekitar 140.3.

130 penderita baru TB paru dengan bakteri tahan asam (BTA) sputum positif. hasil pemeriksaan foto toraks.Oleh karena itu diperlukan diagnosis yang tepat untuk menekan TB paru secara dini dan diharapkan dapat memutuskan mata rantai penularan tuberkulosis. berbagai kelainan dini dalam paru juga Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.11 Menurut laporan WHO (1996).Suatu penyakit paru belum dapat disingkirkan dengan pasti sebelum dilakukan pemeriksaan radiologik. 2009 . Hal ini ditunjang oleh sarana diagnostik yang tepat.25% akan sembuh sendiri dengan daya tahan tubuh yang tinggi.pencarian kasus merupakan unsur yang penting untuk keberhasilan pelaksanaan program pengobatan.Selain itu. Kemajuan yang pesat selama dasawarsa terakhir dalam teknik suatu pemeriksaan radiologik toraks dan pengetahuan untuk menilai roengtgenogram toraks menyebabkan pemeriksaan toraks dengan sinar Roentgen ini suatu keharusan rutin.Pemeriksaan paru tanpa pemeriksaan Roentgen saat ini dapat dianggap tidak lengkap. Diagnosis terhadap TB paru umumnya dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan klinis (dari anamnesis terhdap keluhan penderita dan hasil pemeriksaan fisik penderita). hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang lainya.12. Pemeriksaan radiologik toraks merupakan pemeriksaan yang sangat penting.10.di negara yang sedang berkembang risiko kematian TB paru adalah 50 % pada penderita yang tidak diobati.dan 25% sebagai kasus kronik yang tetap menular.13 Dalam usaha pemberantasan penyakit TB paru.

pegawai perusahaan. dan 40 % penyandang TB paru dewasa mempunyai hasil negatif pada pulasan sputumnya. dan akan memberikan kepositivan 10 % pada pasien dengan gambaran tuberkulosis. Foto roentgen yang dibuat pada suatu saat tertentu dapat merupakan dokumen yang abadi dari penyakit seorang penderita .Pemeriksaan Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. anggota alat negara .14. sehingga pemeriksaan secara rutin pada orang-orang yang tidak mempunyai keluhan apa-apa (mass-chest survey ) sudah menjadi prosedur yang lazim dalam pemeriksaan kesehatan masyarakat secara massal.15 Tidak ada cara lain yang sebanding pentingnya dengan pemeriksaan radiologik untuk dokumentasi dan pemeriksaan berkala (follow-up) yang obyektif.terutama tuberkulosis non kavitas.17.sedangkan untuk mendapatkan kuman positif pada kultur sputum yang merupakan diagnosis pasti dibutuhkan sekitar 50-100 kuman/ml sputum.sudah dapat dilihat dengan jelas pada foto Roentgen sebelum timbul gejalagejala klinis.sedangkan pemeriksaan fisik klinis tentu tidak akan berhasil menemukan sarang sekecil ini.dan setiap waktu dapat dipergunakan dan diperbandingkan dengan foto yang dibuat pada saat-saat lain. mungkin telah dapat dilihat pada foto Roentgen . seperti yang dilakukan pada para mahasiswa.Misalnya suatu sarang tuberkulosis yang hanya sekecil 2 mm diameternya. 2009 .16 Hasil pemeriksaan BTA positif dibawah mikroskop memerlukan kurang lebih 5000 kuman/ml sputum. murid sekolah.18 Pulasan BTA sputum mempunyai sensitivitas yang rendah. serta para karyawan lainnya.

bila hasil BTA negatif sering tidak diikuti dengan pemeriksaan radiologis sehingga beberapa kasus menjadi tidak terdeteksi.mikrobiologi dari dahak ini mempunyai keterbatasan antar lain sulit untuk mendapatkan dahak dalam jumlah yang cukup.1. tetapi kalau hanya separuh jumlah yang terdeteksi maka penyembuhan itu tidak punya dampak berarti dalam penurunan morbiditas secara keseluruhan2. TUJUAN PENELITIAN 1.19 1. Pada evaluasi yang dilakukan di Puskesmas. Pada beberapa tempat. proporsi antara penderita TB Paru BTA positif diantara suspek berdasarkan rumus Jumlah penderita BTA Positif RUMUS : x 100% Jumlah seluruh suspek yang diperiksa Biasanya hanya ditemukan angka sekitar 10 %3 Walaupun misalnya sekitar 90% pasien dapat menyelesaikan pengobatan. 2009 . PERUMUSAN MASALAH Salah satu komponen program DOTS adalah dengan penemuan kasus TB dengan pemeriksaan BTA mikroskopis.3.3. Tujuan Umum Untuk mengetahui peranan foto dada pada deteksi dini pasien tuberkulosis paru di sejumlah Puskesmas di wilayah Medan karena hasil Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.2. 1.

1. Dari hasil penelitian ini akan diperloleh gambaran perlunya pemanfaatan pemeriksaan radiologi foto dada di pusat-pusat pelayanan kesehatan masyarakat sebagai penunjang diagnostik dalam pemberantasan maka akan semakin baik juga angka kesembuhan yang didapatkan. 2. karena semakin cepat penatalaksanaan kasus tuberkulosis pada kasus dini b. dengan BTA negatif 1. Untuk mengetahui tingkat akurasi TB paru dengan pemeriksaan BTA positif dan pemeriksaan BTA negatif yang dilanjutkan dengan pemeriksaan foto dada. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. 3. MANFAAT PENELITIAN a.3. Mencegah keterlambatan dalam penegakan diagnosis tuberkulosis paru dan pengambilan keputusan memulai pengobatan pada penderita. Membandingkan hasil pemeriksaan BTA positif ditambah foto dada dengan gambaran tuberkulosis.BTA sputum yang negatif dan tidak diobati. 2009 . Tujuan Khusus 1. 4.4.2. Untuk mengetahui sputum BTA positif dan sputum BTA negatif dan dilanjutkan dengan pemeriksaan foto dada dan untuk ditabulasikan dan dideskripsikan. Untuk mengetahui gambaran karakteristik penderita TB paru yang disajikan dalam bentuk tabulasi dan di deskripsikan. tetapi secara radiologis memberikan gambaran tuberkulosis.

8 juta pada tahun 1998. Di negara berkembang angka ini masih cukup tinggi.Angka kematian akibat tuberkulosis di berbagai negara maju dewasa ini hanyalah tinggal sekitar 1 sampai 5 kematian per 100.1.3. Resiko penularan di Asia.Sebagian besar tuberkulosis menyerang paru. Yang sering disebut juga Tubercle bacilli oleh karena mengakibatkan lesi berupa tuberkel atau disebut juga bakteri tahan asam.21. 2009 .BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.000 penduduk. EPIDEMIOLOGI Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh infeksi kuman (basil) Mikobakterium tuberkulosis (M.1.22 Penyakit tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang tersebar luas di seluruh dunia.Peningkatan kasus baru tuberkulosis paru diprediksi meningkat dari 7.Tuberkulosis). 10. Afrika dan Amerika Latin selama 25 tahun terakhir menunjukkan angka penularan tinggi sebesar 2-5 % per tahun. terutama didaerah dengan penduduk yang padat dan tingkat sosio ekonomi yang rendah.20 Dewasa ini di sebagian besar negara maju diperkirakan setiap tahunnya hanya 10 sampai 20 kasus baru tuberkulosis diantara 100.5 juta pada tahun 1995 menjadi 8.9 Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.000 penduduk. tetapi dapat juga menyerang organ tubuh lain.2 juta pada tahun 2002 dan 11.

10-20% keseluruhan dari penghuni penjara terinfeksi tuberkulosis).000 penduduk.000 orang.132. 2009 .05/1000 penduduk.402. dan secara global 13 % dari seluruh penderita TB paru baru tersebut adalah penderita HIV. Menurut laporan WHO. hampir 8000 kasus baru yang dilaporkan dari 83 juta penduduk Jerman. negara Afrika merupakan negara dengan insiden TB Paru adalah 356/100. Di India.6% dalam periode 15 tahun. prevalensi dari tuberkulosis diperkirakan 5. dan merupakan masalah kesehatan yang penting di negara tersebut. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.721.dan jumlah peningkatan ini sekitar 58. Pada tahun 2001. TB paru membunuh 14 kali lebih banyak dari penyakit tropis.000 orang. dimana negara Rusia yang paling tinggi insidennya. Di negara Eropa.1 juta penghuni penjara. Di India. lebih dari 5000 orang yang berkembang menjadi TB paru dan lebih dari 1000 orang menjnggal akibat tuberkulosis.000 ribu orang terinfeksi basil tuberkulosis.juta pada tahun 2005.000 penduduk.000 orang. prevalensi BTA positif sebanyak 1.000 orang. dimana insiden kasus tuberkulosis sekarang di Jerman 9/100. Setiap hari di India lebih dari 20. prevalensi seluruh kasus 2. terutama di penjara Rusia (1.insiden seluruh kasus sebanyak 1. Di Jerman. dan 400 kali lebih banyak dari penyakit lepra.penyakit TB Paru juga meningkat.23 Di Cina. 21 kali lebih banyak dari penyakit malaria. terjadi penurunan kasus tuberkulosis dalam 50 tahun terakhir ini. insiden BTA positif sebanyak 630.

000 penduduk ) dan 46% diantaranya diperkirakan merupakan kasus baru.190 orang. Etiologi TB Organisme ini termasuk ordo Actinomycetalis. 2009 .000 orang dengan insiden 262. Penderita TB Paru di Indonesia pada tahun 1995 berjumlah 460. angka insiden tuberkulosis pada tahun 2002 mencapai 505. tapi kadang-kadang agak melengkung.2-0.familia Mycobacteriaceae dan genus Mycobacterium.26 2. Basil tuberkulosis berbentuk batang ramping lurus.Di Turki.000 penduduk.25. dengan ukuran Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. Sedangkan menurut laporan Penanggulangan Tuberkulosis Global yang dilakukan oleh WHO tahun 2004.000 orang pertahun.000 orang dan kematian akibat TB Paru 140. pada tahun 2002 dilaporkan 18.083 penderita TB paru.Angka ini relatif tinggi jika dibandingkan dengan negara lain dan menduduki peringkat kedua penyebab kematian di Indonesia setelah penyakit kardiovaskular. Genus Mycobacterium memiliki beberap spesies diantaranya Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan infeksi pada manusia.2.000 kasus ( 256/100.65%.Data yang dikeluarkan WHO pada bulan Agustus 1999 menyebutkan bahwa prevalensi BTA positif di Indonesia sebesar 715.dengan angka insiden 27/100.24 Survei prevalensi tuberkulosis yang dilakukan di 6 propinsi di Indonesia pada tahun 1983-1993 menunjukkan bahwa prevalensi tuberkulosis di Indonesia berkisar 0.

tidak berkapsul. bila diwarnai akan terlihat berbentuk manikmanik atau granuler. M tuberkulosis sulit untuk diwarnai tetapi sekali diwarnai ia akan mengikat zat warna dengan kuat yang tidak dapat dilepaskan dengan larutan asam alkohol seperti pewarna Ziehl Nielsen. Disamping itu organisme ini agak resisten terhadap bahan-bahan kimia dan tahan terhadap pengeringan. cord factor merupakan mikosida yang berhubungan dengan virulensi. Organisme seperti ini disebut tahan asam M.7.tuberkulosis juga dapat diwarnai dengan pewarna fluoresens seperti pewarnaan auramin rhodamin.Organisme ini tidak bergerak.5 µm. selimut dan kain yang ada di kamar tidur. Wax D yang berperan dalam imunogenitas dan phospatides yang berperan dalam proses nekrosis kaseosa.panjang 2-4 µm dan lebar 0.4-7.2-0.Kuman ini bersifat obligat aerob dan pertumbuhanya lambat.Kuman ini sangat rentan terhadap sinar matahari dan radiasi sinar ultraviolet. tidak membentuk spora.Jika dipanaskan pada suhu 600 C akan mati dalam waktu 15-20 menit.23 Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.0 . 2009 .Dibutuhkan waktu 18 jam untuk mengganda dan pertumbuhan pada media kultur biasa dapat dilihat dalam waktu 6-8 minggu. sehingga memungkinkan untuk tetap hidup dalam periode yang panjang didalam ruangan.Suhu optimal untuk tumbuh pada 370 C dan PH 6. Dinding selnya 60% terdiri dari kompleks lemak seperti mycolic acid yang menyebabkan kuman bersifat tahan asam. Kuman yang virulen mempunyai bentuk khas yang disebut serpentinecord. sputum.

Penyebaran melalui udara juga dapat disebabkan oleh manuver ekspirasi yang kuat seperti bersin.Droplet nukleus kecil yang berisi basil tunggal lebih berbahaya daripada sejumlah besar basil didalam partikel yang besar. Jika fokus tuberkulosis telah terbentuk pada satu bagian tubuh maka penyakit Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. Basil tuberkulosis juga dapat memasuki tubuh melalui traktus gastrointestinal ketika minum susu yang mengandung mikobakterium.Satu kali batuk yang cepat dan kuat akan menghasilkan partikel infeksius sama banyaknya dengan berbicara keras selama lima menit . tapi kebanyakan merupakan partikel yang besar sehingga tidak infeksius. 2009 .3. sebab partikel besar akan cenderung menumpuk di jalan napas daripada sampai ke alveoli sehingga akan dikeluarkan dari paru oleh sistem mukosilier. Penularan dan Penyebaran Tuberkulosis ditularkan melalui udara oleh partikel kecil yang berisi kuman tuberkulosis yang disebut “droplet”. tetapi penyebaran dengan cara ini sangat jarang.bernyanyi.2.000 droplet. Batuk merupakan mekanisme yang paling efektif untuk menghasilkan droplet nukleus.Sementara pasien yang batuk kurang dari 12 kali/malam menginfeksi 28% dari orang yang kontak dengan pasien. Jalan lain masuknya kedalam tubuh manusia adalah melalui luka pada kulit atau membran mukosa.000-40. Droplet nukleus yang berukuran 1-5 µm dapat sampai ke alveoli.Satu kali bersin dapat menghasilkan 20. berteriak . London dan Roberts meneliti bahwa pasien pasien yang batuk lebih dari 48 kali /malam akan menginfeksi 48% dari orang yang kontak dengan pasien.

Sel efektornya adalah makrofag. Inhalasi partikel besar yang berisi lebih dari tiga basil tuberkulosis tidak akan sampai ke alveoli. saluran cerna (sering dari intestinum kembali ke darah melalui duktus torasikus) dan terakhir yang paling sering melalui jalan napas. Infeksi primer ini dapat sembuh dengan atau tanpa bekas atau dapat berlanjut terus dan bakteri terus di fagosit atau berkembang biak didalam sel.sedang limfosit (biasanya sel T) merupakan immunoresponse cell.Setelah beberapa hari maka leukosit berkurang dan makrofag jadi dominan. tetapi inhalasi partikel kecil yang berisi 1-3 basil dapat sampai ke alveoli.Alveoli yang terserang akan mengalami konsolidasi dan timbul gejala pneumonia akut yang disebut dengan focus primer atau ghon focus yang merupakan infeksi primer.dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain melalui pembuluh darah.16 2.4. saluran limfatik. M tuberkulosis yang masuk ke alveoli akan diikuti oleh vasodilatasi dan masuknya leukosit polimorfonuklear dan makrofag yang berfungsi untuk memakan dan membunuh basil tersebut. partikel akan melekat di dinding bronkus dan akan dikeluarkan oleh sistem mukosiliari. Gabungan terserangnya kelenjar Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. 2009 . kontak langsung. Patogenesis Tuberkulosis adalah penyakit yang dikendalikan oleh cell mediated immune response.11. Basil dapat menyebar melalui kelenjar getah bening menuju kelenjar getah bening regional.

TB post primer umumnya terlihat pada paru bagian atas terutama pada segmen posterior lobus atas atau pada bagian apeks lobus bawah. Penyebaran kaseosa dan bahan cair kedalam percabangan bronkus akan menyebarkan infeksi kedaerah paru yang lainya.getah bening dengan fokus primer disebut kompleks Ghon.5. pemeriksaan radiologis pemeriksaan laboratorium. Reinfeksi dari luar (exogenous reinfection) Proliferasi dari hasil tuberkulosis di dalam nekrosis sentral diikuti dengan perlunakan dan pencairan zat kaseosa dapat pecah ke bronkus dan membentuk kavitas. Perkembangan langsung dari TB primer 2.11 2. Terjadinya TB post primer dapat terjadi melalui salah satu dari 3 mekanisme ini yaitu: 1.7. Reaktivasi dari TB primer 3.Infeksi primer kadang-kadang berlanjut terus dan perubahan patologisnya bersamaan seperti TB post primer. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. 2009 .Rupturnya fokus kaseosa ke dalam pembuluh darah mengakibatkan terjadinya TB milier. Diagnosis Untuk menegakkan seperti diagnosis TB Paru perlu dilakukan beberapa dan pemeriksaan pemeriksaan klinis.Perdarahan dapat terjadi jika proses kaseosa berlanjut ke pembuluh darah pada dinding kavitas.

bercak.5.11 Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. Gejala sistemik lain seperti keringat malam. anoreksia. Gejala respiratorik : Batuk : merupakan gejala yang paling dini dan paling sering dikeluhkan. Batuk timbul oleh karena bronkus sudah terlibat.1. Sesak napas : dijumpai jika proses penyakit sudah lanjut dan terdapat kerusakan paru yang cukup luas. Pemeriksaan Klinis: TB disebut juga the great imitator oleh karena gejalanya banyak mirip dengan penyakit lain. Nyeri dada : timbul apabila parenkim paru subpleura sudah terlibat.Batuk darah dapat juga terjadi pada bronkiektasis dan tumor paru. biasanya timbul pada sore dan malam hari. Pada pemeriksaan klinis dibagi atas pemeriksaan gejala klinis dan pemeriksaan jasmani.Gejala klinis Gejala klinis TB paru dibagi menjadi 2(dua) golongan yaitu : a. Batuk darah : darah yang dikeluarkan dapat berupa garisgaris. b. 1). 2009 . berat badan menurun serta nafsu makan menurun.2.atau bahkan dalam jumlah banyak. Gejala sistemik : Demam : merupakan gejala yang paling sering dijumpai. malese. Batukbatuk yang berlangsung ≥ 3 minggu harus dipikirkan adanya tuberkulosis paru.

apabila tidak dilakukan anda cenderung untuk melupakannya: Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. diafragma dan mediastinum.2). 2. oblik. maka dipergunakan prosedur berikut ini : Periksa nama dan tanggal. Pemeriksaan Radiologis : Pemeriksaan rutin adalah foto toraks PA. Terlalu hitam 3.Pemeriksaan atas indikasi seperti foto apiko lordotik. lakukan hal ini sebelum meletakan ronsen paru tersebut pada iluminator.Suara atau bising napas abnormal dapat berupa suara bronkial. Pemeriksaan Jasmani Pemeriksaan jasmani sangat tergantung pada luas lesi dan kelainan struktural paru yang terinfeksi.2. 2009 . Terlalu putih 2. Berada di tempat yang salah Untuk mendapatkan informasi dari foto toraks serta menghindari kebingungan ketika melihat kelainan yang diamati.Secara sederhana foto toraks hanyalah berupa film hitam putih dan kelainan yang ditemukan dapat diklasifikasikan menjadi corakan paru yang bersifat :27 1. Terlalu besar 4. tanda-tanda penarikan paru.ronki basah. Pada permulaan penyakit sulit didapatkan kelainan pada pemeriksaan jasmani. amforik.CT Scan.5. suara napas melemah.

Gambaran radiologis yang ditemukan dapat berupa : Bayangan lesi di lapangan atas paru atau segmen apikal lobus bawah Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. pleura. Periksa kualitas film foto toraks tersebut. bila hal ini terjadi. namun ada tanda-tanda tambahan yang memerlukan latihan mata seperti seorang radiolog. di dalam paru atau mediastinum. maka kita cenderung akan melupakan bagian lain dari ronsen paru tersebut. Terlalu besar d.23 Tuberkulosis memberikan gambaran bermacam-macam pada foto toraks.1. Hubungkan kelainan yang ditemukan. Terlalu hitam c. Berada di tempat yang salah. 5. 3.Putuskan apakah lesi tersebut berada pada dinding. tentukan kelainan tersebut. Apabila telah menemukan kelainan. Terlalu putih b. Interpretasi dasar terhadap ronsen toraks mudah. 4. 2. Apakah termasuk kedalam salah satu kategori di bawah ini : a. 2009 . Amati seluruh film dan perhatikan dengan seksama kelainan yang ada.Ada keinginan menghentikan pengamatan di saat pertama menemukan kelainanan tersebut.

• Lesi sedang (moderatly advanced lesion): Bila proses penyakit lebih luas dari lesi minimal dan dapat menyebar dengan densitas sedang.atau jumlah dari seluruh proses yang ada paling banyak seluas satu paru atau bila proses tuberkulosis tadi mempunyai densitas lebih padat. 2009 .Bayangan berawan atau berbercak Adanya kavitas tunggal atau ganda Bayangan bercak milier Bayangan efusi pleura.tetapi luas proses tidak boleh lebih luas dari satu paru.umumnya unilateral Destroyed lobe sampai destroyed lung Kalsifikasi Schwarte Menurut American Thoracic Society dan National Tuberculosis Association luasnya proses yang tampak pada foto toraks dapat dibagi sebagai berikut : • Lesi minimal (minimal lesion) : Bila proses tuberkulosis paru mengenai sebagian kecil dari satu atau dua paru dengan luas tidak lebih dengan volume paru yang terletak diatas chondrosternal junction dari iga kedua dan prosesus spinosus dari vertebra torakalis IV atau korpus vertebra torakalis V dan tidak dijumpai kavitas. lebih tebal maka proses tersebut tidak boleh lebih dari sepertiga pada satu paru dan proses ini dapat/tidak disertai Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.

tetapi laju endapan Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. Pemeriksaan Laboratorium : 1).Skema klasifikasi American Tuberculosis Association15 2. 2009 . Gambar 1.Bila disertai kavitas maka luas (diameter) semua kavitas tidak boleh lebih 4 cm.kavitas. Laju endapan darah sering meningkat pada proses aktif.5. • Lesi luas (far advanced): Kelainan lebih luas dari lesi sedang.3. Pemeriksaan darah rutin : Hasil pemeriksaan darah rutin kurang spesifik untuk tuberkulosis paru.

Bahan pemeriksaan / spesimen yang berbentuk cairan dikumpulkan / ditampung dalam pot yang bermulut lebar. bilasan bronkus. kurasan bronkoalveolar (bronchoalveolar lavage/BAL). 2). dimana dibutuhkan paling sedikit 5000 batang kuman per ml sputum untuk mendapatkan kepositifan. Pemeriksaan bakteriologis : Untuk pemeriksaan bakteriologi untuk menemukan kuman tuberkulosis mempunyai arti yang sangat penting dalam menegakkan diagnosis.tidak mudah pecah dan tidak Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. 2009 . bilasan lambung. faeces dan jaringan biopsi (termasuk biopsi jarum halus/BJH) a). cairan pleura.darah yang normal tidak menyingkirkan tuberkulosis. #. liquor cerebrospinal. Pemeriksaan mikroskopis biasa Pemeriksaan mikroskopis ini dapat melihat adanya basil tahan asam.Limfositosis juga kurang spesifik. berpenampang 6 cm atau lebih dengan tutup berulir. urin. Cara pengumpulan dan pengiriman bahan Cara pengambilan dahak 3 kali (SPS): • Sewaktu / spot (dahak sewaktu saat kunjungan) • Pagi (keesokan harinya) • Sewaktu / spot (pada saat mengantarkan dahak pagi) atau setiap pagi 3 hari berturut-turut.Bahan untuk pemeriksaan bakteriologi ini dapat berasal dari dahak. Pewarnaan yang umum dipakai adalah pewarnaan Zielh Nielsen dan pewarnaan Kinyoun Gabbett.

Ditemukan 10-99 BTA dalam 100 lapang pandang : positif 1 Ditemukan 1-10 BTA dalam 1 lapang pandang : positif 2 Ditemukan > 10 BTA dalam 1 lapang pandang : positif 3 Interpretasi hasil pemeriksaan mikroskopis yaitu : • • Bila 2x positif → mikroskopis positif Bila 1x positip. 2009 .Apabila ada fasiliti.2 Interpretasi pemeriksaan mikroskopis dibaca dengan skala IUATLD (International Union Against Tuberculosis and Lung Disease).Bila 3x negatif → mikroskopis negatif b).Bila 1x positif → mikroskopis positif . spesimen tersebut dapat dibuat sediaan apus pada gelas objek (difiksasi) sebelum dikirim ke laboratorium.12 Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.2 Tidak ditemukan BTA dalam 100 lapangan pandang : negatif Ditemukan 1-9 BTA dalam 100 lapang pandang : ditulis jumlah kuman yang ditemukan.bocor. Pemeriksaan mikroskopis fluoresens Dengan mikroskopis ini gambaran basil tahan asam akan terlihat lebih besar dan lebih jelas karena daya pandang diperluas dan adanya fluoresens dari zat warna auramin-rhodamin. 2x negatif → ulang BTA 3x .

Jenis pemeriksaan kultur : • • Metode konvensional : Lowenstein-Jensen. Sayangnya uji serologis ini hanya memberikan sensitivitas yang sedang saja (62%) dan spesifisitas 74. Ogawa. Teknik pemeriksaan dengan metode radiometrik seperti BACTEC. Imunologi / Serologi o Uji Tuberkulin Di Indonesia dengan prevalensi TB yang tinggi pemeriksaan ini kurang berarti apalagi pada orang dewasa. Middle brook.27 d).c). 2009 .3. Uji ini akan bermakna jika didapatkan konversi dari uji yang sebelumnya atau apabila kepositivan dari uji yang didapat besar sekali atau timbul bulla. Kudoh.19 Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. Dengan cara ini dapat ditentukan kadar antibodi terhadap basil tuberkulosis pada serum penderita. Kultur/biakan kuman Pemeriksaan kultur dibutuhkan paling sedikit 10 kuman tuberkulosis yang hidup. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa IgG saja yang memberikan kenaikan diatas normal secara bermakna.3%.16 o ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) Merupakan tes serologi yang dapat mendeteksi respon humoral berupa proses antigen-antibodi yang terjadi.

o Uji PAP (Peroksidase Anti Peroksidase) Uji serologi imunoperoksida untuk menentukan adanya IgG anti TB. Uji PAP dikatakan positif jika terdapat 3 atau lebih antigen dalam lapangan pandang kecil (pembesaran mikroskop 10x10) yang tercat merah. Dikatakan : - Positif lemah - Positif sedang - Positif o Mycodot Tes ini menggunakan antigen lipoarabinomannan (LAM) yang direkatkan pada suatu alat berbentuk sisir plastik. Sisir plastik ini kemudian dicelupkan kedalam serum penderita dan bila di dalam serum tersebut terdapat antibodi spesifik anti LAM dalam jumlah yang memadai dan sesuai dengan aktivitas penyakit, maka akan timbul perubahan warna pada sisir. : bila antigen tercat merah muda : bila antigen tercat merah cerah : bila antigen tercat merah tua

e). RFLP (Restrictive Fragment Length Polymorphism) Teknik ini dikenal sebagai teknik finger printing. Pada teknik ini dapat dideteksi perbedaan antara satu Mycobacterium tuberculosis dengan

mycobacterium lainnya. f). PCR (Polymerase Chain Reaction) Teknik ini pada dasarnya mendeteksi DNA yang memang spesifik untuk tiap mahluk hidup. Pemeriksaan ini sangat baik bahkan dapat mendeteksi bila terdapat satu kuman saja. Teknik ini spesifik, sensitif dan

Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan, 2009

cepat. Hasil didapat dalam waktu ± 6 jam dan dapat membedakan Mycobacterium tuberculosis). Dalam klasifikasi TB paru terdapat beberapa pegangan yang prinsipnya hampir bersamaan. PDPI membuat klasifikasi berdasarkan gejala klinis, radiologis dan hasil pemeriksaan bakteriologis dan riwayat pengobatan sebelumnya. Klasifikasi ini dipakai untuk menetapkan strategi pengobatan dan penanganan pemberantasan TB, yaitu : 1. TB paru BTA positif adalah : • • • • • Dengan atau tanpa gejala klinis BTA positif mikroskopis positif 2 BTA posiitf mikroskopis positif BTA positif mikroskopis positif biakan positif radiologis positif tuberculosis dengan MOTT (Mycobacterium other than

Gambaran radiologis sesuai dengan TB paru

2. TB paru BTA negatif yaitu: • • Gejala klinis dan gambaran radiologis sesuai dengan TB paru aktif Bakteriologis (sputum BTA) negatif, jika belum ada hasil tulis belum diperiksa • Mikroskopis negatif, biakan, klinis dan radiologis positif Mikroskopis negatif, biakan, klinis dan radiologis positif

Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan, 2009

3. Bekas TB paru yaitu : • • Bakteriologis (mikroskopis dan biakan) negatif Gejala klinis tidak ada, atau ada gejala sisa akibat kelainan paru yang ditinggalkan • Radiologis menunjukkan gambaran lesi TB inaktif, terlebih menunjukkan gambaran serial foto toraks yang sama/tidak berubah • Riwayat pengobatan OAT yang adekuat, akan lebih mendukung Pada tahun 1997 WHO membuat klasifikasi menurut regimen pengobatan yang dibagi atas empat kategori yaitu:31 a. Kategori I adalah kasus dengan dahak yang positif dan penderita dengan keadaan yang berat seperti meningitis, tuberkulosis milier, perikarditis, peritonitis, pleuritis masif atau bilateral spondilitis dengan gangguan neurologik, penderita dengan dahak negatif tapi lesi tuberkulosis usus, saluran kemih dan sebagainya. b. Kategori II adalah kasus relaps atau gagal dengan dahak yang tetap positif. c. Kategori III adalah kasus dengan dahak yang negatif dengan kelainan paru yang tidak luas, dan kasus tuberkulosis ekstrapulmoner selain dari yang disebut dalam kategori I. d. Kategori IV adalah kasus tuberkulosis kronik.21 paru luas,

Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan, 2009

3.30 3. RANCANGAN PENELITIAN Rancangan penelitian berupa observational dengan pendekatan secara cross sectional.2. yaitu pengukuran dilakukan dengan 1 kali pengamatan.1.28. 2009 .BAB III BAHAN DAN METODE 3.Dimana pengamatan atau pengukuran dilakukan secara bersamaan. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. Populasi Pasien yang datang ke Pukesmas kota Medan yang mempunyai sarana pemeriksaan mikroskopis.2. Sampel Sampel adalah bagian dari penderita TB yang datang ke Puskesmas sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada tersangka penderita TB paru yang berobat jalan di Puskesmas kota Medan selama kurun waktu 2 bulan.29. SUBJEK PENELITIAN 3. 3.1.3.3. 3. dan ada perlakuan.

0013 Q0 = 1 – P0 = 1 – 0.282√(0.282 α P0 = tingkat keyakinan = proporsi penderita TB.3.960 = nilai baku normal dari tabel Z yang besarnya tergantung pada nilai β yang ditentukan untuk β 10% Z β = 1.96 √(0.00 penduduk Indonesia terdapat 130 penderita baru TB paru BTA positif = 0.000125 = 54 orang Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. JUMLAH SAMPEL Jumlah sampel dihitung berdasarkan rumus : n = [ Z α √ P0 Q0 + Zβ √ Pa Qa ] 2 ( Pa – Po )2 Dimana : n Zα = besar sampel = nilai baku normal dari tabel Z yang besarnya tergantung pada nilai α yang ditentukan pada α = 0.4.015)2 n = 0.0127958161 0. 2009 .000 penduduk Indonesia = 0.0011 = 0.0013 = 0.0011)(0.9989)] (0.0011 Qa = 1 – Pa = 1 – 0.05 Zβ Z β = 1.9987 Pa = Proporsi penderita TB yang sekarang 110 penderita TB paru BTA positif dari 100.9987) + 1.5 tahun yang lalu secara kasar setiap 100.9989 n = [1.0013)(0.

2. TB paru ekstra pulmonal.1.5. b.3. Kriteria Inklusi : a. Penderita TB paru kasus baru berusia > 12 tahun dengan pemeriksaan BTA sputum negatif. Penderita dengan keadaan umum yang jelek.5. Kriteria Eksklusi : a.5. Penderita tidak kooperatif. 2009 . KRITERIA INKLUSI DAN EKSKLUSI 3. c. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.tidak bisa berjalan dan membutuhkan perawatan di rumah sakit. b. 3. Bersedia mengikuti penelitian.

6.3. KERANGKA KONSEP Penderita Tersangka TB paru Pemeriksaan Mikroskopis (sputum) 1. 2009 . Sputum BTA positif 2.Kerangka konsep Tb Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. Sputum BTA negatif Pemeriksaan ronsen dada Lesi negatif Lesi positif Diberi OAT selama 2 bulan Luas lesi tetap/bertambah Luas lesi berkurang Non Tb Gambar 2 .

yaitu gejala lokal dan gejala sistemik. 2009 .7. amforik. diafragma dan mediastinum. tanda-tanda penarikan paru. Gejala sistemik Demam Gejala sistemik lain adalah malaise. Pemeriksaan BTA adalah pemeriksaan terhadap sputum pada penderita TB paru dengan menggunakan Teknik Ziehl Neelsen dengan kategori : Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.3. keringat malam. Gejala klinis tuberkulosis dapat dibagi menjadi 2 golongan. DEFINISI OPERASIONAL a. c. ronki basah. bila organ yang terkena adalah paru maka gejala lokal ialah gejala respiratori (gejala lokal sesuai organ yang terlibat) 1. anoreksia dan berat badan menurun b. Pemeriksaan jasmani bisa didapat suara atau bising napas abnormal berupa suara bronkial. suara napas melemah. Gejala respiratorik Batuk > 2 minggu Batuk darah Sesak napas Nyeri dada 2.

1). 2009 . 2x negatif → BTA positif bila 3x negatif → BTA negatif 2) Penilaian apusan BTA Tidak ditemukan BTA dalam 100 lapangan pandang : disebut negatif Ditemukan 1-9 BTA dalam 100 lapang pandang : ditulis jumlah kuman yang ditemukan. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. Ditemukan 10-99 BTA dalam 100 lapang pandang :disebut positif 1 Ditemukan 1-10 BTA dalam 1 lapang pandang disebut positif 2 Ditemukan > 10 BTA dalam 1 lapang pandang :disebut positif 3 d. Pemeriksaan radiologis adalah yang dibuat pada penderita TB paru dengan posisi PA Cara penilaian . 2x negatif → ulang BTA 3x. Pagi. kemudian bila 1x positif. Lesi minimal (minimal lesion) Bila proses TB paru mengenai sebagian kecil dari satu atau dua paru dengan luas tidak lebih dengan volume paru yang terletak diatas chondrosternal junction dari iga kedua dan prosesus spinosus dari vertebra torakalis IV atau korpus vertebra torakalis V dan tidak dijumpai kavitas. 1 kali negatif → BTA positif 1x positif. Sewaktu) : 3 kali positif atau 2x positip. BTA sputum SPS (sewaktu.

atau jumlah dari proses yang paling banyak seluas satu paru atau bila proses tadi mempunyai densitas lebih padat. riwayat pengobatan dan dilakukan pemeriksaan fisik.di fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki peralatan diagnostik radiologis foto dada. Hasil pemeriksaan radiologis foto dada di nilai. tetapi luas proses tidak boleh luas dari satu paru. alamat.Lesi sedang (moderately advanced lesion) Proses penyakit lebih luas dari lesi minimal dan dapat menyebar dengan densitas sedang. 2009 . b. d. umur. Dilakukan pemeriksaan radiologis foto dada.tetapi dari klinis positif TB paru dicatat nama. Lesi luas (far advanced) Kelainan lebih luas dari lesi sedang. Sebelum penelitian dimulai. dengan Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.maka pasien termasuk kriteria pasien tuberkulosis paru BTA negatif. Bila disertai kavitas maka luas (diameter) semua kavitas tidak boleh lebih dari 4 cm. dilakukan pemeriksaan sputum BTA dan bila hasil pemeriksaan sputum BTA negatif.radiologis positif. CARA KERJA a. c. lama keluhan. diminta persetujuan dan kesediaa penderita untuk mengikuti penelitian. lebih tebal maka proses tersebut tidak boleh lebih dari sepertiga pada satu paru dan proses ini dapat/ tidak disertai kavitas. Penderita yang memenuhi kriteria inklusi. bila terdapat lesi/ kelainan.8. 3.

Pemberian kode ini sangat diperlukan terutama dalam rangka pengolahan data. d. Coding : Untuk mengkuantifikasi data kualitatif atau membedakan aneka karakter. 2009 . negatif. 3.9. b.selama 2 bulan. Editing : Untuk mengevaluasi kelengkapan. Entry : Data yang telah terkumpul dan tersusun secara tepat sesuai dengan variabel penelitian kemudian dimasukkan kedalam program komputer untuk diolah.maka pasien merupakan pasien Tb paru BTA radiologis positif dengan perbaikan radiologis. baik secara manual maupun dengan menggunakan komputer. konsistensi dan kesesuaian antara kriteria data yang diperlukan untuk menjawab tujuan penelitian. Pada pasien dengan lesi radiologis positif diberi obat anti tuberkulosis kategori I. PENGOLAHAN DATA Pengolahan data hasil penelitian ini diformulasikan dengan menggunakan langkah-langkah berikut : a.bila luas lesi berkurang.e. c. Kemudian dilakukan foto dada ulangan . Cleaning: Pemeriksaan data yang telah di masukkan ke dalam program komputer guna menghindari terjadinya kesalahan pada pemasukkan data. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.

000. Seminar proposal d. Penulisan laporan I √ II √ III IV V VI VII VIII √ √ √ √ √ √ √ 3.- Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.- Rp 1.- Rp 10. 2009 .000. Pengumpulan kepustakaan b.000.000. Tim pendukung penelitian g.000.3. JADWAL PENELITIAN Kegiatan 1.000. Pembuatan dan penggandaan laporan f.Pengumpulan data 3.000.500. Seminar hasil penelitian Jumlah Rp Rp Rp 700.000.200.000.Rp 600. Pembuatan proposal c.500.10. Persiapan 2. Analisis data 4.Rp 900. BIAYA PENELITIAN a.000. Laboratorium (radiologi) e.11.- Rp 14.

9 orang dilakukan foto dada ulangan. terdapat 9 orang yang memiliki kelainan pada gambar foto dadanya. Dari 54 orang yang melakukan foto dada. penderita dilakukan pemeriksaan radiologis foto dada di RSU Materna. Data peserta penelitian dilakukan analisis statistik seperti yang dikemukakan dibawah ini. yang memiliki fasilitas digital x-ray image. HASIL PENELITIAN Peserta pada penelitian ini berjumlah 54 orang yang seluruhnya penderita tersangka TB paru dengan gejala klinis tuberkulosis meliputi gejala respiratorik dan gejala sistemik yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan sputum BTA. 9 orang memperoleh pengobatan dengan OAT kategori 1 (RHZE) selama 2 bulan. bila hasil pemeriksaan sputum BTA negatif. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. 2009 . Setelah mendapatkan pengobatan OAT 2 bulan. Pada penghitungan statistik 54 sampel yang sahih untuk dapat dilakukan pengolahan data statistik.1.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.

KARAKTERISTIK PESERTA PENELITIAN Karakteristik peserta penelitian dapat dilihat pada tabel dibawah ini.6% 9. Karakteristik peserta penelitian Karakteristik Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Umur (tahun) 15-25 26-35 36-45 46-55 > 56 Tingkat pendidikan 1. Batuk berdahak 2. Sesak napas 36 12 6 66.1.7% 46.3% 29 25 53. SMP 3.1. Sarjana Keluhan utama 1.6% 25 13 8 3 5 46.3% 24. SMA 4.8% 5.1% 14.7% 22.8% 53. 2009 .1% 7 15 29 3 13% 27. SD 2.7% 5. Tabel 1.3% Jumlah Persentase Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.2% 11.4. Batuk berdarah 3.

sedangkan yang ada gambaran lesi positif pada gambaran radologis sebanyak 9 orang (16.7%). luas lesi yang terbanyak adalah dengan gambaran lesi luas sebanyak 4 orang (44. didapatkan ada 5 orang (55.7%) kemudian diikuti oleh batuk berdarah 12 orang (22. Dan dari hasil pemeriksaan foto dada ulangan setelah pasien mendapatkan pengobatan dengan OAT kategori 1 (RHZE) selama 2 bulan. Tingkat pendidikan tertinggi dari penderita adalah SMA sebanyak 29 orang (53.2%). dimana penderita termuda umur 16 tahun dan tertua umur 65 tahun.4%) lagi tidak menunjukkan perubahan walaupun telah mendapatkan terapi OAT juga selama 2 bulan.4%). Sedangkan 4 orang (44. sesak napas 6 orang ( 11.1%).7%).Pada penelitian ini. Dari hasil 9 orang yang mengalami lesi positif. Berdasarkan umur. Pada tabel 2 dapat dilihat foto dada dengan tidak ada kelainan atau lesi negatif pada gambaran radiologisnya sebanyak 45 orang (83. pada penelitian ini umur yang terbanyak dijumpai pada kelompok usia 15-25 tahun sebanyak 25 orang (46.3%). batuk berdahak sebanyak 36 orang (66.6%) menunjukkan perubahan gambaran foto dadanya kearah perbaikan yaitu dengan berkurangnya gambaran infiltrat. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. Keluhan yang paling banyak timbul sebagai alasan dari para penderita untuk datang berobat ke puskesmas adalah.7%) penderita laki-laki dan 25 (46. 2009 .3%) penderita perempuan.3%). berdasarkan jenis kelamin penderita terdiri atas 29 (53.

6%) menunjukkan gambaran radiologis kearah perbaikan. Lesi sedang 3.2% 44. Lesi positif Luas lesi hasil foto pertama 1. Lesi minimal 2. Dimana hasil pemeriksaan foto dada ulang memberikan hasil 5 orang (55. 2009 . Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.4% 3 2 4 33. Stasioner 5 4 55. Ada perbaikan 2. umur.3% 22.7% Gambaran karakteristik penderita TB paru lesi positif berdasarkan hasil foto dada ulangan. dapat dilihat pada tabel 3.3% 16. sedangkan 4 orang (44. Lesi luas Hasil pemeriksaan foto dada ulang 1. Karakteristik penderita Tb paru dengan gambaran foto dada Karakteristik foto Jumlah Persentase Kelainanan foto pertama 1.4%) memberikan hasil stasioner atau tetap sama seperti foto awal dibandingkan dengan jenis kelamin.4% 45 9 83.Tabel 2. Lesi negatif 2.6% 44. tingkat pendidikan dan keluhan utama.

2 11.3 22.2 2 1 2 4 22.4 2 3 22.6 44. 2009 .3 22.2 44.3 11.3 33.3 0 11.0 Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.2 0 3 2 0 33.1 3 3 3 33.1 5 4 55.3 3 1 33.4 0 7 2 77.2 33.2 22.1 22.6 4 44.Tabel 3.2 0 0 2 2 0 0 22.4 9 100.3 33.4 % Menetap n % n % Jumlah Total 5 55.2 3 0 1 33.2 4 0 44.8 22.2 11. Gambaran karakteristik foto dada lesi positif berdasarkan hasil foto dada ulangan Hasil pemeriksaan foto Karakteristik penderita dada ulang Ada perbaikan n Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Umur (tahun) 15-25 26-35 46-55 > 56 Tingkat pendidikan SD SMP SMA Keluhan Utama Batuk berdahak Batuk berdarah 3 2 33.3 2 1 0 2 22.1 0 22.

2%) sedangkan yang tidak mengalami perubahan ada 2 orang (22. Berdasarkan tingkat pendidikan diperoleh 3 orang (33.3%) yang mengalami perbaikan gambaran luasnya lesi foto dada. pada usia > 56 tahun yang mengalami perubahan perbaikan gambaran radiologis foto dada ada 2 orang (22. 1 orang (11.3%) yang berpendidikan SD tidak mengalami perubahan radiologis dari foto dadanya.3%) yang tidak mengalami perubahan gambaran radiologis foto dadanya. pada yang berpendidikan SMA dijumpai 2 orang (22. sedangkan yang berpendidikan SMP ada 3 orang (33.1%) yang tidak mengalami perbaikan. pada usia 26-35 tahun 1 orang (11.2%). Berdasarkan umur didapatkan 2 orang (22. 2009 .2%) yang gambaran radiologis foto dadanya mengalami perbaikan. 1 orang (11. Sedangkan pada perempuan 3 orang (33.2%) menunjukan gambaran menetap. 3 orang (33.1%) yang mengalami perbaikan gambaran luasnya lesi radiologis foto dada.3%) yang mengalami perbaikan. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.2%) yg berusia 15-25 tahun yang mengalami perbaikan foto dada ulang.2%) yang mengalami perbaikan luasnya lesi dari gambaran radiologis foto dadanya. Berdasarkan jenis kelamin penderita di dapatkan pada laki-laki 2 orang (22.1%) yang gambaran foto dadanya tidak mengalami perubahan. sedangkan pada usia 46-55 tahun 2 orang(22.Dari tabel 3 didapatkan data karakteristik pasien yang dilakukan foto dada ulangan setelah mendapatkan pengobatan dengan OAT selama 2 bulan.

Berdasarkan keluhan utama yang dialami. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.025 Dari tabel di atas. hasil uji statistiknya dengan uji tanda diperoleh p < 0.2%) yang mengalami perbaikan dari luasnya lesi gambaran radiologis foto dadanya. 4 orang menunjukkan gambaran yang menetap dari gambaran radiologis foto dadanya. artinya pemberian OAT bermanfaat menyembuhkan penderita Tb dengan lesi positif pada penelitian ini. Dari keluhan utama batuk darah ditemukan 2 orang (22. Manfaat pemberian OAT pada penderita dengan foto dada lesi positif Hasil foto Sebelum Lesi positif = 9 Sesudah Ada perbaikan = 5 Tidak ada perubahan = 4 Hasil uji tanda : P = 0.3%) yang menunjukkan perbaikkan luasnya lesi gambaran radiologis foto dadanya. 2009 . Tabel 4. maka dari keluhan utama batuk berdahak dijumpai 3 orang (33.05 .

4. Pemeriksaan dilakukan di RSU Materna Medan dengan menggunakan alat Computed Radiography . keterlambatan yang berasal dari dokter yang mengobati ( doctor’s delay ). Dari penelitian di RS H Adam Malik Medan tahun 2005. 4 % dari 70 % yang ditargetkan. secara definisi diartikan sebagai fase sejak datang ke dokter sampai tegaknya diagnosis. sistem ini menggunakan media yang dikenal dengan phosphor penyimpanan – yang dibaca oleh perangkat computer – di olah menjadi data digital – dan ditampilkan sebagai gambar.78 bulan dan total keterlambatan penderita + dokter = 7. Sistem ini di kenal Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.67 bulan dan mean (rerata) keterlambatan dokter sebesar 3. Situmorang mendapatkan mean (rerata) keterlambatan penderita sebesar 4. terlihat dari angka cakupan penemuan kasus di Indonesia masih dibawah target yaitu. secara definisi diartikan sebagai fase antara timbulnya gejala sampai penderita datang ke fasilitas pengobatan. 2009 .6 bulan32. PEMBAHASAN Keterlambatan diagnosis dan pengobatan penyakit TB paru masih merupakan masalah karena penemuan penderita sering terlambat.2. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempercepat deteksi diagnosis TB paru dengan menggunakan alat radiologi foto dada pada pasien yang dicurigai sebagai kasus dengan BTA sputum yang negatif. Ditinjau dari segi dokter dikatakan terlambat kalau keterlambatan terjadi lebih dari satu bulan31. Terlihat hanya 1/3 kasus TB paru yang mampu ditemukan. keterlambatan dapat berasal dari penderita ( patient’s delay ). 36.

Pada penelitian ini. sehingga gambar dapat dianalisa dengan lebih baik. Melakukan penelitian di Hongkong mendapatkan prevalensi tuberkulosis paru pada laki-laki 65. Dalam penelitian di RS Persahabatan Jakarta mendapatkan hasil 61. Long dkk.1% lebih tinggi dibanding perempuan 30. 2009 . terdiri dari laki-laki 29 orang (53. hal ini disebabkan laki-laki lebih sering terpajan dan laki-laki yang berumur tua lebih banyak mempunyai kecenderungan terjadi perburukan penyakit karena mempunyai faktor komorbid seperti diabetes melitus.dengan istilah Computed Radiography (CR) system karena gambar dapat di tingkatkan baik konsistensi maupun kualitasnya. jumlah seluruh subjek penelitian sebanyak 54 orang.7%) lebih banyak dibanding perempuan 25 orang (46.7% penderita lakilaki dan wanita 38. keganasan dan silikosis.3 lebih banyak pada laki-laki dibanding perempuan Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.3%.35 Yeung dkk. tidak demikian halnya dengan laki-laki. sedangkan Nakagawa dkk34 melaporkan bahwa diagnosis tuberkulosis pada perempuan sering terlambat dan kurang berminat pergi ke pelayanan kesehatan untuk memeriksakan kesehatannya.36 World Health Organization (WHO) melaporkan prevalensi tuberkulosis paru 2. Masniari dkk.3%). Penggunaan alat ini sangat ramah lingkungan karena tidak lagi membutuhkan dan memproduksi limbah kimia untuk pemrosesan film.9% dan laki-laki berumur 60-79 tahun mempunyai prevalensi 4 kali lebih besar dibanding perempuan.33 melaporkan prevalensi tuberkulosis paru dua pertiga pada laki-laki dan sepertiganya pada perempuan.

Hasil ini sesuai dengan distribusi umur penderita tuberkulosis pada penelitian Amril dkk38. Umur penderita paling muda pada penelitian ini 16 tahun sedangkan umur yang paling tua 65 tahun dan penderita terbanyak pada kelompok umur 15-25 tahun. Angka kejadian tuberkulosis pada laki-laki lebih tinggi diduga akibat perbedaan pajanan dan risiko infeksi walaupun demikian beberapa penelitian menunjukkan perempuan memiliki rasio progresivitas dan case fatality rate lebih tinggi daripada laki-laki. Hal ini mungkin juga diakibatkan oleh perbedaan perilaku dalam mencari perawatan kesehatan antara laki-laki dan perempuan sehingga lebih banyak kasus tuberkulosis yang dilaporkan37. 2009 .terutama pada negara yang sedang berkembang karena laki-laki dewasa lebih sering melakukan aktivitas sosial35. penderita tuberkulosis paru kelompok umur < 40 tahun didapatkan sebesar 80%. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. di BP4 Surakarta mendapatkan kelompok usia kurang 45 tahun yang paling banyak menderita tuberkulosis paru. Pada penelitian ini. Data ini mirip dengan data WHO yang menunjukkan bahwa kasus tuberkulosis di negara berkembang banyak terdapat pada umur produktif 15 – 29 tahun39. hal tersebut menunjukkan bahwa tuberkulosis paru banyak dijiumpai pada usia produktif. melakukan penelitian di RS Persahabatan mendapatkan penderita tuberkulosis paru didominasi oleh kelompok umur 15-29 tahun (60%). sedangkan Nurjihad dkk39.

4%).41 Penelitian Tjandra Yoga tahun 1988 di Jakarta.3%).4%). nyeri dada (2%) dan keluhan lainya sebanyak (3%). mendapatkan gambaran radiologis pada pasien baru di RS Persahabatan.Status pendidikan terbanyak adalah SMA 29 orang (53. status pendidikan juga menentukan keberhasilan konversi.43 Setelah mendapatkan pengobatan selama 2 bulan.5%) dan lesi luas 34 penderita (37.2%). Litbang Depkes menyatakan bahwa 58% responden mengetahui gejala utama TB.7 %). Pada pasien dengan lesi positif diberikan pengobatan OAT selama 2 bulan pada kategori I dengan BTA negatif.Nurjihad dkk39. 40 Karakteristik keluhan utama pasien adalah umumnya batuk berdahak yaitu 36 orang (66.7%) pada kelompok KDT dan 24 (69%) orang pada kelompok OAT Generik. lesi minimal 21 penderita (23. batuk darah (22%). mendapatkan bahwa keluhan yang membawa penderita TB paru berobat adalah batuk (65%). kasus TB paru BTA negatif lesi minimal dengan paduan obat yang dianjurkan 2 RHZE / 4 RH . penderita dilakukan foto dada ulangan yang dilakukan di RS Materna dengan fasilitas yang sama seperti foto dada yang pertama kali. 2009 . Pardosi. demam (8%). lesi luas paduan obat yang dianjurkan 2 RHZE / 4 RH atau kategori III. lesi luas 4 penderita (44. lesi sedang 36 penderita (39. Dari pemeriksaan Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. lesi sedang 2 penderita (22. Retno Gitawati di 10 puskesmas di DKI Jakarta mendapatkan kasus drop out yang tinggi pada responden dengan pendidikan SD – SMP (14 %).2 Pada pemeriksaan radiologis didapatkan lesi minimal 3 penderita (33.1%).

4%) perbaikan radiologis tidak berbeda bermakna bila dibandingkan dengan foto dada yang pertama. dimana sudah didapati penjernihan dan berkurangnya luas lesi pada 5 orang (55. Dari penelitian di RS H Adam Malik Medan tahun 2006.di Kenya menjumpai. dengan atau tanpa pengobatan atau gambaran rontgen yang abnormal.6%) sedangkan pada 4 orang (44. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. dimana sudah didapati penjernihan dan berkurangnya luas lesi45. Tidak ada petunjuk klinik/rontgenologik sebagai penyakit aktif. foto ronsen dada yang diikuti dengan pemeriksaan sputum BTA biayanya lebih jauh lebih ekonomis bila dibandingkan dengan pemeriksaan sputum BTA yang diikuti dengan foto ronsen dada. Supiono melakukan foto dada ulangan setelah akhir pengobatan bulan ke-2. dimana adanya riwayat TB pada penderita dimasa lalu. 2009 . mengenai pengaruh pemberian soy protein terhadap pasien tuberkulosis paru kategori I fase intensif. stabil dan BTA sputum negatif. Kemungkinan pada kasus yang tidak mengalami perbaikan radiologis merupakan kasus bekas TB. dari penilaian didapatkan perbaikan secara radiologis. bergantung apakah foto ronsen dada dilakukan terhadap semua tersangka. Penelitian yang dilakukan oleh Van cleef dkk46 .foto dada ulangan didapatkan adanya perbaikan secara radiologis.

Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap akurasi deteksi dini pasien tuberkulosis paru dengan penambahan foto dada pada pasien yang dicurigai sebagai kasus dengan BTA sputum yang negatif di puskesmas kodya Medan diperoleh data-data yang menunjukkan ketidak akuratan pemeriksaan foto dada untuk diagnostik TB paru karena yang memiliki gambaran lesi positif hanya 9 orang (16.3%) memiliki gambaran lesi negatif dari 54 orang pasien yang dilakukan pemeriksaan foto dada. Adanya pemberian OAT bermanfaat menyembuhkan penderita TB pada penelitian ini baik secara klinis maupun radiologis. 2009 .7%) sedangkan 45 orang (83. SARAN Untuk mencegah keterlambatan dalam penegakan diagnosis tuberkulosis paru dan pengambilan keputusan memulai pengobatan perlunya pemanfaatan pemeriksaan mikroskopis dan pemeriksaan penunjang yang lain secara terpadu di pusat-pusat pelayanan kesehatan masyarakat sebagai penunjang diagnostik dalam pemberantasan TB paru maka akan semakin baik juga angka kesembuhan yang didapatkan.

Rudiansyah M. Tuberkulosis Diagnosis. Volk WA. Pathology and Insight Into Pathogenesis of Tuberculosis.Wright DN. 1985 : 231 – 38. The Lancet 2006 : 367 : 938 – 40. In : Rom WN. Jagirdar J. Edisi V. Garay SM. Essentials of Medical Microbiology. Aditama TY. 2004(2):345-50.In : Grassi C.Brambilla C. Kadner RJ. 1999 : 165 – 72.Depkes RI . 10. eds. Terapi dan Masalahnya. Pulmonary tuberculosis. J. Chakraborty A . 12. Philadelphia . Chaulet P.B. eds. Jensen MM. 2001 :21 – 27. England : Mc Graw Hill. Roisin RR. Ann Rheum Dis 2002 : 61 : ii59 – ii61. Indian J Med Res 2004 : 120 : 248 – 76. Soefyani A. Tuberculosis. 7.eds. Lippincott. Parsons JT. Juwono O. 2004(2):323-41. Jakarta. 2. Tuberkulosis. 9. 1986 :470 – 81. Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. Introduction to Medical Microbiology. In : Isa M. Jakarta. 2006. Pulmonary Diseases. 2002. Stockley RA. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. 2009 . Philadelphia : Lippincot William Wilkins. Tuberkulosis Tinjauan Multidisipliner.Tuberkulosis Tinjauan Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Yayasan Penerbitan Ikatan Dokter Indonesia. PDPI. Banjarmasin : Pusat Studi FK Universitas Lambung Mangkurat. Diagnostic Possibilities. Tuberculosis. Haas WH. Dye C. Epidemiology . 6.DAFTAR PUSTAKA 1. Costabel U. Philadelphia : Lippincot Williams Wilkins. 5. and Treatment of Tuberculosis. Nasional 4. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.Mycobacterial Infections in High-Prevalence Countries. Garay SM. Epidemiology of Tuberculosis : Current Status in India. 8. IN : Rom WN. Global Epidemiology of Tuberculosis. New Jersey : Prentice-Hall. 2002. Garay SM. Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis. Zagzag D. Naeije R. Budiarti L. 11. Benjamin DC. Kurth R. 3.

1998 : 33 – 40. et al. In : Alsagaff H. Jakarta. Alsagaff H. Diagnostic Standards and Classification of Tuberculosis in Adults and Children. 18. Tuberkulosis. Pulmonologi klinik. Ekayuda I. Dalam : Palilingan JF. 24.2002 :102-7 15. Tuberkulosis Paru. Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. Dinkes Sumut. Juwono O. Susilo HT. 2000:126 – 39. 23. Soefyani A. 2006. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. PPTI. Rasmin M. Mukti HA. Sosrosumihardjo R. In : Abdullah A. Berkow R. Kartoleksono S. 25. eds. Patau MJ. Tuberkulosis Paru. 2009 .Bina Rupa Aksara : 7 . In : Isa M. Jakarta : Widya Medika. Jakarta : Balai Penerbit FK UI.eds. 1999. 20.Surabaya. Tuberkulosis Masa Datang. “ Stop TB Sekarang Juga. In : Rasad S. Jakarta. Kumpulan Naskah Ilmiah Tuberkulosis pada Pertemuan Ilmiah Nasional PDPI Palembang. Winariani. 2002 : 73 – 109. Perkembangan Diagnostik tuberkulosis paru. Budiarti LY. 21. In : Yunus F.Maranatha D.Banjarmasin : Pusat Studi FK Univeritas Lambung Mangkurat. Naskah Lengkap Pertemuan Ilmiah Khusus (PIK) X. Yunus F. Diagnosis tuberkulosis. The Merck Manual. American Thoracic Society.” Buku Makalah Seminar Tuberkulosis. PDPI. Hudoyo A. 17. Sutanto YS. Surabaya : Airlangga University Press. Horner N.Indonesia J Clin Pathol 1998 : 5 : 7 – 12. Andrew J. eds. 2003 : 139 -44. 1992 : 45 – 50. Jakarta : Indah Offset Citra Grafika. editor. Fletcher MB. Sukartini N. Crofton J. Diagnostik Tuberkulosis Paru. Zubaidah T. Miller F. Ahmad UF. Surjanto E. Mukty HA eds. FK Universitas Hasanuddin/Perjan RS Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar. Am J Respir Crit Care Med 2000 : 161 : 376 – 95. Tuberkulosis klinik. FK-UI. Boedi S . Tuberkulosis Paru. 2001 (1) : 119 – 28. Priyanti ZS. Diagnostik Tuberkulosis Paru. 22. Masalah Tuberkulosis di Indonesia dan Upaya Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis . Radiologi Diagnostik.Simposium Nasional TB Update . Aditama TY. 19.Tuberkulosis Tinjauan Multidipliner. Dasar-dasar Ilmu Penyakit Paru.13.16 14. Zain H. 2004 : 52 – 61. Medan : PDPI.1997. Rasad S. 16. Bernida I. Aditama TY.

Tam M.Mutiara paru. Buku Kedokteran EGC 2007: 12-6 28. Pratiknya AW. Tuberculosis in the elderly in Hongkong. 34. Hansell DM.who. Penilaian hasil pengobatan TB paru dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta alasan putus berobat di RS Persahabatan Jakarta. Int J Tuberc Lung Dis 2002 .h. Ozasa K.fourth edition. Panduan Penulisan Makalah Ilmiah Penerbit Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas kedokteran Indonesia. Sastroasmoro S. Noertjojo K. Gender differnce in delays to diagnosis and health care seeking behaviour in a rural area of Nepal. Kedokteran Universitas 31. Kesehatan. 5 : 24 – 31.h .26. 2008. 2002. Int J Tuberc Lung Dis 2001 . Lynch DA. 33. Erikson B. Tan J. 6 : 771 – 9.Metodologi Penelitian Jakarta:Rineka cipta. Mosby.2005 . 3 :388 – 93.Buku Atlas Radiologi dan Ilustrasi kasus. Armstrong P. Masniari L. McAdams HP. Osuga K. Yeung MC. 1999. 208-24 27. Tesis Spesialis I Paru FK USU. 37. 2005.int/gtb/publications/gender/gender paper doc.22. Program Pendidikan Dokter Sebagai Kunci Utama Dalam Pemberantasan TB Di Indonesia. Diwan VK. Longer delays in tuberculosis among women in Vietnam. 36. Available from : http://www. Notoatmodjo S.Jakarta : Rajagrafindo persada.1-236. Jakarta. Joansson E. 2009 . Int J Tuberc Lung Dis 1999 . Nakagawa MY. Lonnroth K. WHO. 35. Gender and tuberculosis control : towards strategy for research and action. 2003. Edisi ke 5. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap dalam Bidang Pulmonologi pada Fakultas Kedokteran UISU. Syafiuddin T. Analisis keterlambatan diagnosis dan pengobatan TB paru pada pasien yang datang ke SMF Paru RS Adam Malik Medan. Hupudio H. J Respir Indo 2005 : 25 : 9. Accessed on 2004 Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. Long NH. 30. Yamada N. dan 29. Infections of the lungs and pleura.1-208. Situmorang RV.h 1-71. Ishikawa N et al. Edisi Penerbit ke 2. Winkvist A. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kedokteran Kesehatan. Aditama TY. Shimouchi A. Soeroso L.In : Imaging of diseases of the chest. 32. Wiyono WH.

Mangunnegoro H. Bakhtiar A. 46. Supiono.2001 43. Nawas A. Jususf A. The role and performance of chest X-ray for the diagnosis of tuberculosis : A cost.Yayasan penerbit Ikatan Dokter Indonesia. 2009 .Gitawati R. J Respir Indo 2003 .effectivness analysis in Nairobi. Van Cleef MRA. Pengaruh pemberian soy protein terhadap konversi BTA sputum pada TB paru kategori I fase intensif di RSUP.38. 40.1990: 1. Adam Malik Medan. 23(2) : 67-75. 2006. 5:111. Masalah penanganan TB paru dan strategi DOTS ( Directly Observed Therapy Shortcourse ) . BMC Infectious Diseases 2005. Suryanto E. Tesis Spesialis I Paru FK USU. Perbandingan akurasi pemeriksaan mikroskopik apusan BTA sputum 3 kali pagi (PPP) dan sewaktu (SPS) pada penderita tuberkulosis paru di RS Persahabatan. J Respir Indo 2003 . Amril Y. Keberhasilan Directly Observed Therapy (DOT) pada pengobatan TB paru kasus baru di BP4 Surakarta. Studi Kasus Hasil Pengobatan Tuberkulosis Paru di 10 Puskesmas di DKI jakarta 1996-1999. Bachtiar A.2002:137:17 -21. Klatser PR. Dexa Media. Odhiambo JA. Sembiring H. Suriadi. Litbang DEPKES.2001 : 36-9.H. Pedoman praktis diagnosis dan Penatalaksanaan tuberkulosis paru. Meme H. 44.19. Soepandi PZ. Kenya. Nurjihad A. 45. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. Suryatenggara W. dalam Cermin Dunia Kedokteran. 39. Pardosi JF. 41. Tuberkulosis di Indonesia. 23(3) : 161 – 70. Ndugga LE. Sukasediati N.

saya dokter Mual B E Parhusip . 25% akan sembuh sendiri dengan daya tahan tubuh yang tinggi. bila ditambahkan dengan pemeriksaan Foto ronsen dada. residen ilmu penyakit paru yang akan melakukan penelitian yang berjudul : PERANAN FOTO DADA DALAM MENDIAGNOSIS TB PARU TERSANGKA DENGAN BTA NEGATIF DI PUSKESMAS KODYA MEDAN Penyakit TB paru masih merupakan ancaman bagi kesehatan masyarakat di Indonesia.dimana rakyat Indonesia menempati peringkat ke-3 dalam hal jumlah penderita Tb paru tertinggi di dunia setelah penduduk Cina dan India. dan 25% sebagai kasus kronik yang menetep dan menular.maka pasien akan diterapi dengan OAT (Oral anti tuberculosis) selama 2 bulan. Oleh karena itu diperlukan diagnosis yang tepat untuk menekan Tb paru secara dini dan diharapkan dapat memutuskan mata rantai penularan tuberkulosis paru. 2009 . Penelitian ini saya lakukan untuk melihat seberapa besar keakuratan diagnostik dini Tb paru pada pasien yg hasil pemeriksaan sputum/dahak tidak dijumpai BTA . Menurut laboran WHO (1996). Bila dari hasil pemeriksaan ronsen dada dijiumpai ada kelainan. dan akan Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.LEMBARAN PENJELASAN KEPADA CALON SUBJEK PENELITIAN Bapak/ Ibu. Infeksi Tb terjadi oleh karena kuman Tuberkulosis terinhalasi ke paru-paru manusia. dinegara yang sedang berkembang risiko kematian Tb paru adalah 50% pada penderita yang tidak di obati.

tetapi bila terjadi hal yang tidak diinginkan maka bapak/ibu akan langsung mendapat perawatan oleh peneliti. kiranya hasil dari penelitian ini banyak bermanfaat bagi kita semua. maka Bapak / Ibu dapat menghubungi saya. 2009 . Bapak / Ibu. November 2008 Peneliti ( Dr. Sekip no 106 Medan : 061-6613849 (Rumah) : 08163192224 (HP) Demikian penjelasan ini saya sampaikan. penelitian seperti ini sudah rutin dilakukan di Indonesia pada Pusat pelayan kesehatan masyarakat yang lengkap peralatan diagnostiknya dan biasanya tidak berisiko.Bila foto ronsen dada tidak menunjukan kelainan maka si pasien tidak diberikan OAT. Mual B E Parhusip ) Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. Telepon : dr. Nama Alamat No. Bila masih terdapat pertanyaan. hanya kesediaan dan persetujuan yang dimintakan. Mual B.dilakukan foto ronsen dada ulangan untuk melihat ada proses penyembuhan atau tidak. Bapak/ Ibu tidak dibebankan dengan biaya apapun.E Parhusip : Jl. Medan.

..........) Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan....... ( dr.... Peneliti........ November 2008 Peserta Penelitian.... Bila sewaktu – waktu saya sebagai pihak yang diteliti merasa dirugikan oleh pihak peneliti maka berhak membatalkan persetujuan ini tanpa menuntut kerugian.... Medan.... 2009 ... Mual B E Parhusip ) (.FORMULIR PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN ( INFORMED CONSENT ) Surat Persetujuan Ikut Penelitian Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Umur Jenis kelamin Pekerjaan Alamat : : : : : Setelah mendapat penjelasan secukupnya serta menyadari manfaat dan resiko dari penelitian PERANAN FOTO DADA DALAM MENDIAGNOSIS TUBERKULOSIS PARU TERSANGKA DENGAN BTA NEGATIF DI PUSKESMAS KODYA MEDAN Saya dengan sukarela menyetujui untuk diikutsertakan dalam penelitian di atas.

Pemeriksaan BTA : I. Lain-lain sebutkan ………………. 26 – 35 tahun c. 2009 . Laki-laki b. > 55 tahun 7. Keringat malam c. 15 – 25 tahun b. Sesak napas c. Penurunan berat badan b.FORMULIR ISIAN/DATA PENELITIAN (SUBYEK) 1. Alamat : 3. Nama : 2. Disamping keluhan / gejala diatas. Apa keluhan / gejala yang pertama sekali dari penyakit anda ? a. Batuk darah e. Jenis kelamin : a. Perempuan 4. II. 46 – 55 tahun e. Batuk –batuk b. keluhan / gejala apalagi yang Anda rasakan ? a. Nyeri dada f. 36 – 45 tahun d. Batuk berdahak d. 8. Umur : a. Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. Demam 10. III.

11. Lesi sedang c. 2009 . Gambaran foto toraks : a. Lesi luas Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan. Lesi minimal b.

2009 .No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Nama Dewi .R Marta M Betsaida Jhon Res Agustina F Rina Feri Tampu Jhon Dam Ida Itokki Jos Nidya Ayu Johan Har Hartati Pa Jonas Sim Vicky Leo Geniaman Ardy Sur Sahriana S Yusrizal Syamsir Abdul W Syaiful A Feri Irawan Nova Psrb Erlinda Tp Jepta Sem Sutri Helpi Natalina Ana Zei Menti Sin Victor Jam Stori Waru Ryan Tres Ristiani Si Heri Realis Ramses Adriansyah Lusi Era Wahyu Albert Yelli Mardia Siti Rohana Abdul Husin Jenis Kel 2 2 2 1 2 2 1 1 2 1 2 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 2 1 2 1 2 2 1 1 1 2 1 1 1 1 2 2 1 2 2 1 Umur 16 18 19 22 25 29 33 27 19 17 40 44 17 37 19 50 37 22 58 62 60 23 29 21 29 41 19 33 17 27 18 19 35 35 19 38 19 22 33 35 19 24 45 65 Umur 1 1 1 1 1 2 2 2 1 1 3 3 1 3 1 4 3 1 5 5 5 1 2 1 2 3 1 2 1 2 1 1 2 2 1 3 1 1 2 2 1 1 3 5 Pendidikan 2 3 2 1 2 3 3 2 2 1 3 3 2 4 3 3 3 3 2 3 1 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 2 3 1 1 Kel utama 1 1 1 2 3 1 2 1 3 2 1 1 1 1 1 2 1 3 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 2 1 2 2 1 1 1 3 1 Kelainan foto 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.

Lesi (+) Pendidikan : 1=SD 2=SMP 3=SMA 4=PT Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 Tiarona Bahari Zubaidah Siti Reni Sabda tua Sandro Nazarudin Alvin Sander Sartika 2 1 2 2 1 1 2 1 1 2 50 52 23 57 42 24 22 34 30 19 4 4 1 5 3 1 1 2 2 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 2 1 1 1 2 1 1 1 3 1 1 2 2 1 2 1 1 1 1 1 2 Keterangan : Umur : 1 = 2= 3= 4= 5= 15-25 tahun 26-35 tahun 36-45 tahun 46-55 tahun 56-65 tahun Keluhan utama : 1=Batuk berdahak 2=Batuk berdarah 3=Sesak nafas Sex: 1= Laki laki 2= Perempuan Kelainan foto 1. Lesi (-) 2. 2009 .

Stasioner Pasien yang mengalami perbaikan foto ronsen dada N o 1 2 3 4 5 Nama Yusrizal Feri Irawan Sutri Helpi Siti Reni Sartika Jenis kel 1 1 2 2 2 Umur 5 2 2 5 1 Gambaran Foto 3 2 1 3 2 Perbaikan foto 1 1 1 1 1 Pasien yang tidak mengalami perbaikan foto ronsen dada N o 1 2 3 4 Nama Syamsir Abdul Husin Tiarona Bahari Jenis kel 1 1 2 1 Umur 5 5 4 4 Gambaran Foto 3 1 1 3 Perbaikan foto 2 2 2 2 Mual Bobby E Parhusip : Peranan Foto Dada Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Tersangka Dengan Bta Negatif Di Puskesmas Kodya Medan.Pasien yang mendapat pemeriksaan foto dada ulang setelah mendapat OAT selama 2 bulan N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Yusrizal Syamsir Feri Irawan Sutri Helpi Abdul Husin Tiarona Bahari Siti Reni Sartika Jenis kel 1 1 1 2 1 2 1 2 2 Umur 5 5 2 2 5 4 4 5 1 Gambaran Foto 3 3 2 1 1 1 3 3 2 Perbaikan foto 1 2 1 1 2 2 2 1 1 Gambaran Foto: 1= lesi minimal (3 orang) 2= lesi sedang (2 orang) 3= lesi luas(far advanced) (4 orang) Perbaikan foto : 1. 2009 . Ada 2.