Anda di halaman 1dari 14

PERIODISASI

Kesusastraan Zaman Klasik 1. Kasus Zaman Jodai ~798 2. Kasus Zaman Chukou797~1191 Kasus Zaman Heian797~1191 Kesusastraan Zaman Pertengahan 3. Kasus Zaman Chuusei1192~1608 Kesusastraan Zaman Pra-Modern 4. Kasus Zaman Kinsei1609~1867 Kasus Zaman Edo1609~1867 Kesusastraan Zaman Modern 5. Kasus Zaman Kindai1868 ~ Kesusatraan Kontemporer 6. Kasus Zaman Meiji 7. Kasus Zaman Taisho 8. Kasus Zaman Shouwa 9. Kasus Zaman Heisei Sebelum dan Sesudah Perang

Pada awalnya Jepang belum mempunyai huruf, sekitar abad ke-7 sampai 8 pemerintah Jepang mengirimkan utusan ke China untuk belajar, hal ini dilakukan sebanyak 20 kali yang disebut (utusan yang dikirim ke negeri China, dinasti Zui pada tahun 581-619) dan (utusan yang dikirim ke negeri China, dinasiti Tang pada tahun 619-907). Mereka pulang dengan membawa huruf , lalu orang Jepang menulis karya-karya sastra menggunakan huruf dan menggantikan karya sastra lisan. KESUSASTRAAN ZAMAN KLASIK

Kasus Zaman Joudai () 712 : Ditulis karya , yang ditulis atas perintah kepada. Menurut cerita dari , terdiri dari 3 bab. Bagian pertama berupa cerita tentang dewa-dewa dan penciptaan alam semesta (mitos). Bagian kedua dan ketiga lebih berinikan cerita tentang sejarah, salah satunya cerita tentang penaklukan wilayah timur. 720 : Ditulis karya. Ditulis oleh yang tercipta berdasarkan beberapa sumber. Isi dari tidak begitu berbeda dengan 759 : Muncul kumpulan puisi yang berjudul (yang berarti kumpulan banyak puisi). Ada sekitar -+4600 puisi Jepang yang beberapa ditulis oleh anonim . Bergenre . Di zaman klasik ada banyak kanji atau ungkapan yang menggunakan puisi . Puisi Jepang sendiri lebih baik disebut dan pada zaman klasik, yang pada isinya larik tidak dipermasalahakan, yang menjadi ketentuannya adalah 5,7,5,7,7 . Contohnya: (5) (7)(5)(7) (7) () Arti: Rumah yang kosong tidak ada istri menderitanya melebihi berat dari perjalanan yang panjang (5) (8) (5) (7) (7) (Kasa no Inatsume) Artinya: Bila senja berlalu, kenangan meluap-luap terhadap seseorang yang menemui saya dan membisikkan kata-kata cinta, bayangannya terbayang dipelupuk mata. Kasus Zaman Chuko797~1191 Kasus Zaman Heian797~1191

Latar belakang perkembangan kesusastraan pada masa ini dimulai dengan adanya pengiriman mahasiswa atau utusan ke negeri Han, China yang mengadaptasi beberapa sistem. Mereka melihat adanya kemajuan pada sistem tata kota, pada ibukota China yang dulunya terletak di (jalan-jalanya berbentuk papan catur), lalu di adaptasi dengan dibuat pada ibukota yang baru di Jepang, yaitu di yang semula ibukota Jepang ada di . Pada masa itu, golongan yang berkuasa di Jepang adalah golongan bangsawan, terutama keluarga Fujiwara Michinaga (pemimpin pemerintahan), sehingga sastra terbesar hanya berkembang dikalangan bangsawan. Pada pertengahan Zaman Heian, pemerintah mulai menghentikan pengiriman utusan ke negeri Tang, sehingga kebudayaan Jepang pada saat itu mulai berkembang dengan ciri khas sendiri. Pada zaman inilah mulai ditemukan huruf Hiragana yang diduga diciptakan oleh para wanita kaum bangsawan yang menuliskan kanji secara cepat. Dengan ditemukannya huruf hiragana ini, kesusastraan pada masa ini berkembang dengan pesat, karena masyarakat Jepang menjadi lebih mudah dan bebas mengekspresikan pemikirannya, mengingat hiragana lebih mudah dari pada kanji. Jenis-Jenis Karya Sastra yang berkembang pada zaman ini: 1. (cerita) (cerita fiksi) (isinya berpusat pada puisi) (cerita yang bersumber pada sejarah) (cerita dongeng dan ajaran Budha)

A. 1. 900 Penulisnya tidak diketahui. Di dalam buku Genji Monogatari pada bab Eawase tertulis bahwa Taketori Monogatari adalah perintis kesusastraan jenis monogatari. Bercerita tentang sepasang suami istri yang menemukan anak dari dalam bambu setelah sekian lama menunggu dan berdoa di beri anak, anak itu kemudian diberi nama , karena kecantikannya ia diperebutkan oleh lima orang pangeran (putera kaisar). Namun, akhirnya Kaguya kembali ke bulan dan tidak ada satupun pangeran yang mendapatkannya. 2. 980

Diduga merupakan kelanjutan dari Taketori Monogatari karena ceritanya yang hampir sama, hanya ada sedikit perombakan di sana-sini.Bagian awal cerita ini berisi tentang kisah percintaan seorang wanita bernama Atemiya, yang mirip dengan cerita Kaguya Hime dimana banyak percampuran antara roamtisme dan khayalan. Perbedaanya terletak pada akhir cerita, pada bagian ini Utsubo Monogatari lebih menggambarkan kehidupan istana dan kalangan bangsawan. 3. 1008 Dikarang oleh seorang wanita bernama Murashaki Shikibu, ia adalah istri dari bangsawan rendahan bernama Fujiwara no Butaka. Setelah Suaminya meninggal, ia bekerja pada istri dari kaisar Ichijoo yang bernama Jootoomon In (putri Fujiwara Michinaga) Terdiri dari 54 bab yang terbagi emnjadi 3 bagian. 1. Bagian I (1-41): Bercerita tentang masa kecil Genji sampai Istinya Aoi no Ue meninggal 2. Bagian II (42-44) : Bercerita tentang Genji dan Istrinya yang ke-3 (Onnasan no Miya) sampai ia tutup usia. 3. Bagian III (45-54 ) : Bercerita tentang Kaoru (anak istri ke-2 Genji, dengan selingkuhannya Kashiwagi) Bagian Pertama: Hiraku Genji adalah putra dari selir kesayangan kaisar yang bernama Kiritsubo (selir rendahan), karena Kisar sangat sayang kepada Kiritsubo, banyak selir lain yang cemburu padanya. Hal itu membuatnya menjadi tertekan, sakit lalu meninggal, pada saat Genji berumur 3 tahun. Pada saat itu kaisar menikah lagi dengan wanita bernama Fujitsubo yang wajahnya mirip denga ibu Genji, sehingga Genji menyukainya dan mencintainya. Namun pada saat Genji berumur 12 tahun (pada saat upacara kedewasaan), ia dinikahkan dengan Aoi no Ue yang tidak dicintainnya. Memasuki umur 17 tahun (karena wajahnya yang tampan dan sifatnya yang mata keranjang), ia memulai petualangan perselingkuhannya dengan beberapa wanita diantaranya Utsusemi (sudah bersuami), Yuugao (sudah bertunangan dengan saudara tiri Genji). Pada umur 18 tahun, ia bertemu dengan Murasaki no Ue yang merupakan keponakan dari Fujitsubo, hal ini membiuka peluang

Genji untuk berselingkuh dengan Fujitsubo. Dari hubungan perselingkuhan mereka berdua, lahirlah seorang anak yang bernama Rei Zei Tei. Hal ini tidak diketahui oleh Kaisar. Selain itu, Genji juga tetap berhubungan dengan beberapa wanita, diantaranya Muetsumu Hana, Ohorozu Kyo no Kimi, Rokusho Miyazudo Kuru. Istri pertama Genji, Aoi no Ue meninggal saat ia mimiliki satu anak, lalu ia menikah lagi dengan Murashaki no Ue. Saat Genji berusia 23 tahun, Kaisar meninggal, untuk itu kaisarpun harus mencari pengganti dirinya. Ditunjuklah Rei Zei Tei yang saat itu berusia 5 tahun. Ketika Genji berumur 39 tahun, Rei Zei Tei tahu bahwa Genji adalah ayah kandungnya, karena Fujitsubo meninggalkan kehidupan Istana dan menjadi Biarawati. Lalu Rei Zei Tei menawarkan posisinya sebagai kaisar kepada Genji, namun ditolak. Bagian Kedua: Ketika Genji berumur 40 tahun, diam-diam ia menikah lagi dengan Onna San no Miya, Murashaki no Ue yang mengetahui hal itu pun merasa tertekan dan jatuh sakit, Genji yang merasa bersalahpun mencurahkan perhatiannya dengan merawat Murasahki no Ue yang sedang sakit. Namun ketika Genji sedang merawat Murashaki no Ue, Onna san no Miya berselingkuh dengan mantan pacarnya Kashiwagi, hubungannya ini melahirkan seorang anak bernama Kaoru. Hal ini membuat Genji marah besar, namun akhirnya ia sadar bahwa dirinya pun tak jauh beda, dengan kata lain ia mendapatkan karma. Onna san no Miya yang merasa bersalahpun melakukan Shuuke, meninggalkan kehidupan Istana, begitu juga dengan Kashiwagi yang akhirnya meninggal karena merasa bersalah dan tertekan. Murasahi no Ue yang sakit-sakitanpun pada akhirnya meninggal. Pada akhirnya, Genji mengintrospeksi diri dan menyadari kesalahan-kesalahannya dengan melakukan Shuukei, dan meninggal pada usia 52 tahun. Bagian Ketiga: Cerita berpusat pada Kaoru yang muali beranjak dewasa dan muali ngetahui silsilah sejarah keluarganya. Ia bertetekat tidak ingin mengikuti kebiasaankebiasaan buruk keluarganya, yang sering berselingkuh. Untuk itu, ia ingin memperbaikinya dengan mendekatkan diri dengan agama.Kaoru mulai

mencari guru yang bisa mengajarinya, iapun menemukan Hachi no Miya (saudara tiri Genji), ia memiliki dua orang putri yang cantik bernama Ookimi dan Nakakimi. Kaoru yang awalnya ingin belajar agama mulai tergugah oleh kecantikan Ookimi. Kaoru pun mengungkapkan perasaanya kepada Ookimi, namun ditolak berkali-kali, dan menganjurkan Kaoru dengan adiknya, Naka kimi saja. Hal ini membuat Kaoru semakin menjadi-jadi. Kaoru menemukan cara agar Ookimi menerimanya, ia membawa lelaki temannya dari kota yang bernama Nioshi no Miya yang akan dijodohkan dengan Naka kimi. Lalu menikahlah Naka Kimi dengan Nioshi. Ookimi yang marah besar dan semakin memuncakpun akhirnya meninggal. Ternyata Nioshi berselingkuh dengan wanita lain, Kaoru yang merasa simpati dengan Naka Kimi yang diduakan oleh Naoshi, akhirnya mendekatinya. Naka Kimi pun menjadi bingung. Untuk itu Naka Kimi memperkenalkan Uki Fune yang wajahnya mirip dengan kakaknya Ookimi kepada Kaoru, iapun tak ragu akan hal ini. Namu yang menjadi permasalahan adalah Uki Fune telah berselungkuh lebih dahulu dengan Nioshi. Uki Fune yang bingungpun akhirnya mencoba untuk bunuh diri ke sungai. Karena rambutnya yang panjang, rambutnya pun menyangkut pada akar pohon dan ada yang menolongnya. Akhirnya Uki Fune menjadi Biksuni. Kaoru mendatangi kuil dimana Uki Fune berdoa, namun ia telah menutup hatinya. 4. Berisi 10 cerpen, salah satu ceritanya dikarang oleh Koshikibu B. 1. (880 ) Terdiri dari 125 bab, setiap bab diwali dengan kata (dahulu kala ada seorang lelaki). Masing-masing cerita berdiri sendiri, menceritakan suka-duka percintaan antara lelaki dan wanita (salah satunya Ariwara no Arihira dengan berbagai wanita). Bersifat realistik, dan di dalamnya terdapat Kotobuki (keterangan mengenai keadaan situasi ketika sebuah pantun dibuat) 2. (983 ) Dari segi isi ceritanya ada kemiripan dengan Ise Monogatari, terdiri dari 170 bab, tetapi 40 bab diantaranya tak berpusat dengan puisi, melainkan dongeng,

kebiasaan masyarakat. Salah satu cerita yang tidak terpusat pada puisi yaitu, . C. Mendekari akhir zaman Heian, ada gejala-gejala penulisan untuk mengenang kehidupan zama Heian atau untuk mengkritik pelaku sejarah. Pada masa itu, ada yang menulis sejarah secara aktual yang ditulis dengan kanji dan pola Bahasa China, ditulis oleh petugas pemerintah. Lalu muncul gejala yang menampilkan tulisan sejarah dengan gaya bercerita, tulisannya pun campuran antara kanji dan hiragana, tidak faktual dan kadang-kadang ada penambahan cerita berdasarkan subjektifitas pengarang. Hal inilah yang menjadi cikal bakal dari Rekishi Monogatari. 1. (1013-1034 ) Terdiri dari 40 bab, bagian pertama ditulis oleh Akazome Emo ) dan bagian terakhir ditulis oleh Ide Wa no Ben (). Isinya menceritakan keadaan dan peristiwa selama 15 generasi Tennou (888 ~) Disebut Eiga karena dalam ceritanya muncul cerita tentang keluarga Fujiwara no Michinaga yang disebut-sebut cukup berhasil pada masanya. Sedangkan pada akhir ceritanya bercerita tentang seluk-beluk istana seperti perayaan, upacara, denah, dll. 2. (1107-1123 ) Terdiri dari 8 bab. Penulisnya tidak diketahui jelas, tapi diduga ditulis oleh seseorang yang dekat dengan keluarga Fujiwara. Karena ia tahu seluk beluk keluarga Fujiwara secara rinci. Berisi tentang kehebatan kelaurga Fujiwara no Michinaga, didalamnya sembari memuji kehebatan keluarga ini, juga ada kritik-kritik yang disampaikan. Dari segi penceritaannya, jauh lebih baik dan menarik dari Eiga, Ookami dituliskan dengan cerita dari tokoh fiksi seorang kakek yang berusia 100 tahun bernama Ooyake no Yotsugi bersama dengan seorang kakek lainnya bernama Natsuyama no Shigiki, mereka bercerita kepada seorang samurai mengenai seluk-beluk keluarga Fujiwara, dari sinilah terkuak fakta sejarah.

D. 1. Aslinya terdiri dari 31 bab, namun bab 8, 18, 21 hilang sehingga tertinggal 28 bab. Berisi 1000 cerita tentang agama Budha, kebiasaan hidup dimasyarakat baik kalangan bangsawan, samurai dan rakyat biasa, legenda seperti nafsu, hantu, dll. Terdiri dari 3 bagian yakni: 1. Bab 1-5 : cerita tentang agama Budha di India. 2. Bab6-10 : cerita tentang agama Budha di China. 3. Bab 11-13: cerita tentang agama Budha di Jepang dan cerita-cerita serta kebiasaan masyarakat pada masa itu. 2. Tercipta karena semakin bebasnya pengekspresian perasaan masyarakat karena adanya hiragana. Karya sastra jenis ini tidak hanya melukiskan bagian dalam kehidupan (perasaan), namun bagian luar kehidupan (lingkungan, dll). Pada zaman dahulu, Nikki hanya catatan resmi istana atau pribadi bangsawan yang ditulis dengan Kan Bun. Nikki Bungaku yang terkenal antara lain: A. (935 ) Ditulis oleh seorang lelaki yang menyamar menjadi perempuan, ia bernama Kino Tsura Yuki, menceritakan tentang dirinya yang merupakan bangsawan rendahan. Ia dikirim kesuatu daerah bernama Tosa (sekarang Kouchi Ken), terlukis dukanya yang terpaksa tinggal di Tosa, kesedihannnya karena anak perempuannya yang meninggal di Tosa dan rasa takutnya terhadap bajak laut, serta rasa senang karna dapat kembali bekerja ke Kota. B. (974 ) Ditulis oleh seorang wanita yang menyebut dirinya Michitsuna no Haha (ibu Michitsuna). Bercerita tentang kesediahannya karena suaminya, Fujiwara no Kane Ie yang menikah lagi, padahal pada zaman itu, hal ini merupakan suatu kewajaran. Namun ia tetap tidak bisa menerimanya. Untuk menghilangkan rasa sedihnya, ia sering berdoa dan menginap di kuil. Ia pun sampai berkali-kali terfikir untuk Shukkei, tetapi ia ragu karena ia masih cinta dengan suaminya, berharap suatu hari suaminya akan kembali padanya. Kejadian ini terus berlangsung sampai 21 tahun,

dan doanya tak pernah terkabul. Akhirnya ia sadar bahwa suaminya tak akan pernah kembali, dan mencurahkan perhatiannya kepada anaknya Michitsuna. 3. (Essay) A. (1000 ) Ditulis oleh wanita bernama , terdiri dari 300 bab. Dari segi isi dapat di bagi menjadi 3 jenis: 1. Teknik penjabaran suatu topik, suatu topik di jabarkan dengan kata-kata yang indah, contohnya: 2. Teknih pelukisan alam , merupakan perkembangan dari Monozukushi, menggambarkan pemandangan alam dengan kata-kata yang indah dan teknik penulisan yang jitu. Seishonagon disebut sebagai pelopor teknik pelukisan alam dilukiskan dengan kata-kata yang indah dan membuat terharu. 3. : Anekdote, berbentuk nikki Ditulis berdasarkan pengalaman Seishonagon bekerja di istana, banyak melukiskan kehidupan istana. Didalamnya banyak memakai kata-kata (salah satu artinya, indah, menarik) ada sekitar 445 kali, dipakai untuk mengungkapkan perasaan suka secara objektif terhadap benda atau lingkungan. Hal yang bermakna bahwa subjek berada di luar objek, melakukan analisis, lalu menyukai dan mengaguminya. (Kumpulan Puisi) 905 Pada zaman Heian, sangat menyukai karya sastra, pada khusunya puisi. Lalu ia memerintahkan kepada 4 orang penyair (salah satunya Kinotsura Yuki: Tosa Nikki), sehingga terciptalah Kokinwakashuu yang berisi 1100 puisi. Salah satu contoh puisi yang terdapat didalamnya yaitu: Onna no Komachi

4.

Artinya : ketika saya sangat merindukanmu, maka saya memakai pakaian malam, tidur secara terbalik (dengan harapan akan bertemu didalam mimpi) KESUSASTRAAN ZAMAN PERTENGAHAN Kasus Zaman Chuusei 1192~1608 Pada zaman ini kaum samurai merebut kekuasaan dari kaum bangsawan (dahulu samurai adalah pengawal para bangsawan). Pusat kekuasaan ada di Edo pada tangan Shogun (pemimpin militer) tetapi kepala negara tetap berada ditangan kaisar dengan ibukota di Kyoto. Karena status kehidupan yang meningkat, para samurai pun ikut menikmati karya sastra sepeeti para bangsawan. Walaupun mereka merebut kekuasaan dari bangsawan (rumah mereka dibakar, dan para perempuan dijadikan gundik) tidak semua lelaki bangsawan dibunuh, ada juga yang diasingkan. Akibat banyaknya perang pada zaman itu, menyebabkan munculnya banyak penderitaan. Selain akibat perang, ada juga karena perubahan musim atau kelainan musim, sehingga apabila musim dingin datang, banyak orang mati kelaparan, akibat gagal panen. Karena banyak penderitaan inilah banyak orang yang mendekatkan diri kepada tuhan atau alam dan dewa, dan banyak juga bangsawan yang menjadi pendeta, Para bangsawan inilah yang biasanya akan menjadi pendeta dan sastrawan. Mereka menghasilkan karya sastra yang berfolosofi (pandangan bahwa hidup ini tidak abadi). Salah satu karya sastra yang terkenal pada zaman ini adalah 1. (1219-1222) Ditulis oleh mantan bangsawan bernama Shina no Zenji no Yukinaga, dibantu oleh pendeta buta (hoshi) bernama Shoubutsu yang mengetahui seluk-beluk kehidupan samurai. Karya sastra ini menceritakan tentang keibaan Shina no Zenji no Yukinaga yang melihat penderitaan masyarakat pada masa itu. Terdiri dari 12 bab dan 1 bab tambahan yang agak terpisah yang bercerita tentang berjaya dan jatuhanya keluarga Heikei (garis besarnya) erat hubungannya dengan agama Budha. Dipihak lain ada keluarga pesaing keluarga Heikei yaitu keluarga Minamoto yang berada disebelah timur Jepang. Silsilah keluarga Heikei

Bagian Pertama (Bab 1-5) Bangkitnya keluarga Heikei bermula dari kepandaian Taira no Kyomori dalam memanfaatkan keadaan. Keluarga Heikei semakin Berjaya dengan adanya tali pernikahan dengan keluarga kaisar. Namun, layaknya ada yang diatas, selalu ada yang tidak suka dengan kejayaan keluarga Heikei. Diantara orang-orang yang menentang ini adalah seseorang yang dekat dengan Goshirakawa Shin (mantan kaisar) dan beberapa pendeta. Lalu, mereka yang tidak suka dengan kejayaan keluarga Heikei berkumpul di dan bergunjing tentang keluarga Heikei dan menyusun rencana untuk menjatuhkannya. Namun pada akhirnya, perkumpulan rahasia ini terbongkar, karena seseorang yang berkhianat di dalamnya yaitu Tada no Kurando Yukitsuna. Merekapun dipanggil dan dihukum dengan diasingkan termasuk Goshirakawa Shin. Taira no Kyomori pun marah besar dengan saudara iparnya ini dan berniat untuk balas dendam. Kemarahannya itu sempat diredamkan oleh anak pertamanya yaitu Shigemori, namun tak bertahan lama karena pada usia 42 tahun ia meninggal mendahului ayahnya. Sepeninggalan Shigemori, tidak ada lagi yang berani melawan Taira no Kyoumori untuk membalaskan dendamnya. Salah satu upaya pembalasannya dendamnya yaitu membakar kuil-kuil besar yang dianggap pembelut. Pada masa itu, keluarga Minamoto mulai menghimpun kekuatan (daerah Izu) dipimpin Minamoto no Yoritomo Bagian Kedua (Bab 6-8) Mulai runtuhnya keluarga heikei bermual dari menginggalnya Nakamura Tennou. Pada saat itu Kyomori juga meninggal karena penyakit demam yang tidak diketahui. Yang menjadi pemimpin keluarga Heikei berikutnya adalah Munemori (saudara Shigemori). Sebelum Kyoumori meninggal, cucunya Antoku, didesak dianggkat menjadi kaisar pada usia 3 tahun. Bagian Ketiga (bab 9-12) Pada zaman ini terjadi penyerangan yang dilakukan oleh samuari ke Kyoto. Musuh keluarga Heikei, salah satunya Kiso no Yoshinaka menyerang mereka, dan merebut ibukota Kyoto. Keluarga Heikei yang merasa tak aman melarikan diri ke daerah barat. Hal ini bukan berarti keluarga Heikei sudah kalah telak, tetapi hanya berpindah ke barat dan membangun pundi-pundi kekuatan di sana. Kiso no Yoshinaka yang merupakan anak buah dari Minamoto Yoritomo melakukan tindakan yang berlebihan dan membuat atasannya ini marah. Lalu diutuslah

Minamoto no Yoshitsune dan akhirnya membunuh Kiso no Yoshinaka. Setelah itu ia mengejar keluarga Heikei ke Barat. Heikei terus mengalami kekalahan dan sampailah pada pertempuran terakhir dipinggir pantai. Semua anggota keluarga Heikei musnah. Pada saat itu Shigeko memeluk Antoku dan terjun ke laut. Tokuko juga terjun tetapi rambutnya tersangkut dan dia menjadi satu-satunya yang hidup. Kejadian ini terjadi di Danau Ura (Barat Daya Honshu). Bab ini tokoh utamanya adalah Minamoto no Yoshitsune yang pada akhirnya ia dibunuh oleh orang suruhan Minamoto no Yoritomo (ada di belakang layar) Bagian Tambahan (bab 13) Bercerita tentang Tokuko yang menjalani hidupnya sebagai Biksuni di kaki gunung . Ia selalu mendoakan arwah keluarga Heikei agar mencapai kesempurnaan (Budha) ia pun meninggal pada 1191. Teknik Penulisan: 1. 2. : untuk melukiskan pertempuran : untuk melukiskan perasaan : untuk menggambarkan perpindahan tokoh dari 1 lokasi ke lokasi lain : ritmik atau rima, teknik ini dugunakan untuk menulis

Zaman dulu, banyak pendeta tunanetra yang mengadakan perjalanan sambil membawa biwa (gitar tiga senar) dan bercerita. Cerita yang sering diceritakan adalah Heikei Monogatari.

Jenis-Jenis Karya Sastra yang berkembang pada zaman ini: 1. (Essay) Essay pada zaman ini bertema . Perbedaannya dengan Essay zaman adalah pada tema dan orang yang menuliskan. Di zama ini, Essay bertemakan Mujou dan ditulis pendeta laki-laki yang mengasingkan diri. Sedangkan pada zaman , Essay bertemakan tentang estetika (keindahan alam) dan ditulis oleh wanita.

A.

(1212 ) catatan di ruang 3x3 m2 Ditulis oleh , ditulis karena ia mengalami dan meliahta hal-hal yang menyengsarakan manusia. Ada yang karena ulah manusia itu sendiri (peperangan) dan disebabkan oleh alam. Peristiwa-peristiwa itu antara lain: Peristiwa kebakaran besar pada April 117 Angin topan pada April 1180 Pertempuran besar, Heikei vs Genji (Tiara vs Minamoto), Ibukota kyoto jatuh ke tangan Minamoto, pindah ke Fukuhara pada juni 1180 Peristiwa kelaparan pada 1181 Gempa besar pada 1185 : melukiskan pandangan Mujyou kan, Kamo no Choumei 2. Bab 2 3. Bab 3 : peristiwa-peristiwa yang menyengsarakan manusia ditulis secara jelas. : tentang Kamo no Choumei, silsilah keluarganya dan jalan hidupnya. Meskipun sudah bersahabat dengan alam, hidup dengan tenang sendirian, tapi dia merasa belum sempurna, karena belum begitu dekat dengan ajaran agama budaha.

Hokiji terdiri dari 3 bab: 1. Bab 1

B.

(1331 ) Ditulis oleh , ia termasuk dalam keluarga pendeta yang mengasingkan diri ke gunung. Karya ini terdiri dari 243 bab, ada yang panjang dan ada yang pendek yang beisi tentang masalah kehidupan, agama, alam, seni, hobi dan hal yang bersifat kuno. Pemikiran yang terkandung di dalamnya yaitu, karena Mujou, maka kehidupan kita indah. Karena mujou, kita harus hidup dengan baik. berpendapat untuk menjadi lebih dari hidup orang lain harus melepaskan kepentingannya dan melepaskan nafsu-nafsu duniawi. Setelah membuang semua, ikutilah jalan agama Budha

2. (Dongeng) A. (1228 ) Jenis-jenisnya: 1. Dongeng Rakyat 2. Dongeng yang bersumber dari agama Budha