LAPORAN PENDAHULUAN Nama Mahasiswa : Ersi Hermayanti NPM Ruang Praktek : 0806387205 : ICU RS Fatmawati

SHOCK A. Definisi Shock merupakan suatu keadaan dimana terjadi kegagalan sirkulasi akut yang parah. Pada kondisi ini transport darah tidak didapatkan oksigen dan nutrisi yang diperlukan oleh organ vital atau tidak dapat membuang metabolit yang tertimbun dengan jumlah yang cukup. (Black J.M.2005) Shock adalah kondisi dimana tekanan darah turun sedemikian rendah sehingga aliran darah ke jaringan tidak lagi dapat dipertahankan secara adekuat. (Sherwood L.2001) Pengurangan cardiac out put sering mengakibatkan kehilangan volume intravaskular besar-besaran atau maldistribusi aliran darah yang menyebabkan gejala klinis nyata yang dikenal sebagai shock B. Kategori shock Empat katagori penyebab shock: 1. Hypovolemik (oligemik) yaitu shock yang diinduksi oleh [enurunan volume darah baik secara langsung karena perdarahan ataupun kehilangan cairan yang berasal dari plasma seperti pada kondisi diare berat,pengeluaran urin berlebih dab keringat berlebihan. 2. Cardiogenik shock disebabkan oleh kegagalan jantung untuk memompa darh secara adekuat 3. Shock vasogenik/distributif disebabkan oleh vasodilatasi luas yang disebabkan oleh adanya zat-zat vasodilator.ada dua jenis shock vasogenik yaitu shock sepsis dan shock anafilaktik 4. Shock neurogenik/obstruktif yaitu shock yang melibatkan vasodilatasi yang luas namun bukan karena zat-zat vasodilator melainkan tonus vaskuler simpatis yang hlang sehingga menyebabkan vasodilatasi secra umum. C. Etiologi shock 1. Shock Hipovolemik • Perdarahan external yang exesive • Kehilangan cairan tubuh yang banyak

embolus paru tamponade jantung 3. diuresis kurang. Gejala umum shock 1. lakukan tindakan awal penanganan shock secara umum dengan segera 3. 4. Pedoman awal penanganan shock 1. 5. nadi kecil dan cepat perbedaan tekanan darah pada posisi terlentang dengan posisi duduk/berdiri lebih dari 10 mmHg 5. 3.9% atau RL 50 tetes/menit obat-obatan: . perbedaan frekuensi nadi pada posisi terlentang dengan posisi duduk >15 x/menit E. tekanan sistolik < 90 mmHg hipotensi perifer. Sedang (kehilangan cairan 20%-40% dari volume darah total) Tanda klinis: penurunan kesadaran. takikardi. Ringan (kehilangan volume darah <20%) Tanda klinis: rasa dingin. kulit lembab. urine pekat. penurunan kesadaran/gelisah hipotensi. F. delirium/agitasi. Shock Kardiogenik (volume darah cukup) • • • • • kegagalan ventrikuler gangguan irama jantung infark miokard pneumothorak. kenali macam shock dan penyebabnya 2. koreksi penyebabnya bila memungkinkan G. lembab. Tindakan penanganan shock pada umumnya 1. takikardi. hipotensi. 2. kesadaran masih normal 2. oliguri.• Pengeluaran cairan yang banyak melalui ginjal • Kekurangan pemasukan cairan 2. hipotensi postural. 3. asidosis metabolik. Penderita diterlentangkan dengan kaki ditinggikan bebaskan jalan nafas beri O2 5-6 lter/menit pasang jalur infus NaCl 0. kulit teraba dingin. Tingkatan shock 1. nafas cepat dan dalam. 4. 2. Vasodilatasi shock • sepsis (sepsis shock) • intoksikasi obat (anafilaktik shock) • trauma serebral (neurogenik shock) D.

Angiotensin II Aldosteron 4.3-0. Patofisiologi Syok Hipovolemik (Respon tubuh terhadap kehilangan darah sampai dengan 20%) Suplai darah otak menurun Penurunan volume & tekanan darah Osmolalitas plasma darah meningkat pusing haus Respon Jangka Panjang 2.9% • oradexon/kortikosteroid 10-20 mg IV • vasopresor. peningkatan aliran balik vena Pucat Ekstremitas terasa dingin Pengisian kapiler memanjang Peningkatan curah jantung Peningkatan volume (Respon tubuh terhadap&kehilangan darah lebih dari 30%) tekanan darah . 6.• adrenalin pada kolaps kardiovaskuler yang berat diberikan secara SC / IM 0. Respon Jangka Pendek Hormonal: ADH 3. RR meningkat Denyut jantung meningkat Nadi lemah Bibir kering Hormonal: Adrenalin & noradrenalin Vasokonstriksi perifer. Patofisiologi shock 1. oliguria Perangsangan sistem kardiovaskuler Aktivasi saraf simpatis Kenaikan volume darah 7. bila cairan saja tak memberikan hasil yang memadai (dopamine. EPO Hormonal: ADH Angiotensin II Stimulasi baroreseptor & kemoreseptor Saraf 5.5 cc atau 3 cc adrenalin 1 ampuls yang dilarutkan dalam 9 cc NaCl 0. dobuject/kombinasi) H. SSP Urin pekat.

Kompensasi hipovolemik gagal Peningkatan permeabilita s kapiler Penurunan sangat besar pada volume darah Curah jantung menurun Jantun g Aliran darah ke jantung menurun Kerusakan miokardium Penurunan aliran balik vena Tekanan arteri menurun Penggumpalan darah pada pembuluh darah Aktivasi simpatis & respon iskemik sentral Aliran daraf perifer menurun Peningkatan asam laktat. pH. CO2 Jaringa n Jaringan kekurangan O2 Kerusakan ireversibel miokardium Asidosis metabolik Kulit pucat & dingin Aktivitas simpatis menurun Penurunan curah jantung bertahap Kerusakan SSP ireversibel Otak Aliran darah ke SSP menurun Tekanan arteri menurun Disorientasi penurunan kesadaran kematia n Sirkulasi kolaps Vasodilatasi general Perubahan kimia yang drastis pada jaringan Aliran darah perifer sangat rendah .

.

Patofisiologi Syok Sepsis infeksi Fase I Hiperdinamik/ output tinggi/ syok hangat sepsis Sirkulasi endotoksin vasodilatasi inflamasi Aktivasi komplemen Hipoksia jaringan Pembentukan oksigen radikal Agregasi platelet Iskemi jaringan Kerusakan jaringan pembuluh darah & paru-paru Pembentukan mikrotrombus nekrosis ARDS DIC Fase II Hipodinamik/ output rendah/ syok dingin Sindrom disfungsi organ multipel kematian .

diare.pengeluaran urin Kemampuan jantung melemah Shock septik Shock anafilaktik Penurunan aktivitas syaraf simpatis Shock hipovolemik Shock cardiogenik Shock vasogenik Shock neurogenik Penurunan volume darah Zat vasodilator yang dikeluarkan oleh bakteri Histamine yang dikeluarkan dalam reaksi alergi barat Hilangnya tonus vaskular Curah jantung menurun Vasodilatasi yang luas Resistensi perifer total menurun Shock sirkulasi .Perdarahan hebat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful